Anda di halaman 1dari 6

Gainesboro Machine Tools Corporation

Manajemen Keuangan II

DISUSUN OLEH:

Muhammad Fahlevi Fitrananda

(13/349638/EK/19541)

Muhammad Taufik Hasan

(13/349382/EK/19518)

Adrianus Wisnu Damar Pranoto

(13/349620/EK/19540)

Azka Addina

(13/346567/EK/19339)

Svetlana Maharaniputri Y

(13/352575/EK/19612)

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS


UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA

2016

Gainesboro Machine Tools


Corporation
Gainesboro Case Analysis

Gainesboro Corporation didirikan pada 1923 di Concord, New


Hampshire, oleh dua teknisi mesin, James Gaines dan David Scarboro.
Gainesboro telah mendesain dan membuat beberapa jenis bagian mesin,
seperti metal presses, dies, dan molds.

Company Dividend Histroy

Tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2000, dividen telah melewati


pendapatan

Pada 2003, dividends dikurangi menjadi pada level dibawah earnings

Walau merugi pada tahun 2004, dividend kecil dibayarkan

Pada 2005 dividen tidak dibayarkan, walaupun perusahaan sudah


berkomitmen untuk membayarnya suatu saat pada tahun 2005.

Factors Influencing the Dividend policy Decisions


Ada tiga factor utama yang mungkin mempengaruhi keputusan perusahaan
terkait kebijakan dividen:

Free-cash flow

Dividend clienteles

Information signalling

The Free cash flow theory

Perusahaan membayar, sebagai dividen, semua cash yang merupakan


surplus setelah menginvestasikan pada semua proyek yang NPV nya
positif.

Mayoritas perusahaan membayarkan dividen secara konstan dari tahun ke


tahun dan manajer biasanya lebih memilih membayarkan dividen yang
terus meningkat daripada dividen yang sering berfluktuasi.

Dividend Clienteles
Sebuah pattern dalam pembayaran dividen mungkin akan lebih cocok pada satu
jenis stock holder dibanding lainnya

Seorang pensiunan biasanya lebih memilih berinvestasi pada perusahaan


yang memiliki high dividend yield yang konsisten, sedangkan orang
dengan high income biasanya lebih memilih menghindari dividen karena
tingginya pajak pendapatan mereka.

Information Signalling

Harga saham biasanya meningkat saat kenaikan pada dividen diumumkan


dan turun saat pembayaran dividen menurun.

Manajer dianggap lebih memiliki informasi daripada investor, hal ini


berujung pada pengambilan keputusan dividen mereka, yang mana
diartikan oleh investor sebagai sinyal tingkat kesehatan perusahaan.

Zero- dividend payout


Pros:

Perusahaan sedang tumbuh dan butuh menginvestasikan kembali


pendapatannya untuk mengimplementasikan tujuan ekspansi
mereka.
Akan menyelesaikan permasalah kas yang dimiliki perusahaan
karena tidak perlu meminjam
Tujuh dari Delapan CAD/CAM companies tidak membayarkan dividen
apapun walaupun mereka mengeskpektasikan pertumbuhan bisnis
yang signifikan. Di lain pihak, perusahaan tool manufacturers
membayarkan sampai 3.1 yield on shares (data pada exhibit 6).
Zero-dividend payout policy ini akan membantu image perusahaan
untuk terlihat sebagai perusahaan hi-tech dimata investor.
Pajak dividen dapat dihindari.

Cons:

Manajer kehilangan kredibilitas mereka karena mereka telah berjanji


untuk membayarkan dividen pada tahun tersebut.
Clientele effect: Banyak investor yang akan kecewa dengan
perubahan kebijakan dividen dan mungkin akan sell short yang
mengakibatkan penurunan harga saham
Information Signalling: Pasar akan menganggap hal ini sebagai
sinyal negatif yang mengakibatkan publik berpikir bahwa
perusahaan sedang ada masalah.

40 percent dividend payout ($0.20 a share)


Pros:

Information Signalling: Investor akan menginterpretasikan ini


sebagai sinyal positif dan menganggap perusahaan sedang berjalan
baik.
Perusahaan masih berada dibawah 40% debt-to-equity ratio (data
Exhibit 1)
Kredibilitas manajemen akan meningkat karena mereka dianggap
dapat menepati janji mereka untuk membayar dividen.

Cons:

Perusahaan harus mencari dana. Board members tidak akan


menghargai adanya kenaikan hutang yang tiba-tiba walaupun masih
dalam batas yang ditetapkan

15% predikisi pertumbuhan adalah pendekatan paling optimistic


dan tidak ada ruang untuk fleksibilitas. Jika terjadi sesuatu diluar
prediksi, perusahaan akan mengalami masalah yang serius.
Akan merusak image perusahaan karena payout ratio ini sama
dengan perusahaan manufacturer tradisional lainnya (tidak
dipandang hi-tech company)

Residual- Dividend payout


Pros:

Perusahaan akan memaksimalisasi value nya dengan menjalankan


semua proyek yang memiliki NPV positif.
Tidak akan ada masalah likuiditas dan perusahaan tidak perlu
meningkatkan equity-to-debt ratio

Cons:

Clientelle Effect: tidak akan ada kebijakan dividen yang jelas dan
akan berdampak tidak adanya investor baru yang akan tertarik.
Information Signalling: image perusahaan mungkin akan rusak.
Kebijakan ini akan memberi sinyal pada investor bahwa perusahaan
sedang pada periode yang tidak stabil

Recommendations
Dividend payout

Rekomendasi kelompok kami adalah perusahaan sebaiknya


mendeklarasikan pembayaran dividen untuk meningkatkan kepercayaan
pada perusahaan yang telah melemah pada beberapa tahun terakhir. 40%
payout terlihat terlalu berisiko karena tidak memberi ruang fleksibilitas
dan akan membuat perusahaan terus merugi hingga 2011. Karena
perusahaan diekspektasikan akan tumbuh pada level 15% maka payout
dapat berada pada level antara 30% sampai 50%. Mendeclare
pembayaran dividen sebesar 30% akan menyelesaikan semua masalah.
Hal ini akan meningkatkan kepercayaan pada perusahaan dan masih
memberi sedikit ruang fleksibilitas.