Anda di halaman 1dari 34

GravitasiUniversal : Sistem Dua Benda Langit,

Pengaruh GravitasiTerhadap Bumi, Pasang surut, dan


Orbit Planet
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas
Mata kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa

Disusun oleh :
KELOMPOK 2 :

1.Dian Irawan (06101011039)


2.F. Prousvaliza R. (06101011012)
3. Dina
Dosen Pengasuh :
Syuhendri Syukur S.Pd.,M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Tahun Akademik 2011/2012

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak
rizki dan hidayah-Nya kepada kita semua. Shalawat dan salam selalu kita curahkan kepada
junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, sebagai Rahmatan lilalamin yang telah membawa
umat manusia dari jalan kegelapan menuju kehidupan yang mendapat sinar ilahi seperti sekarang
ini.
Alhamdulillah makalah

yang berjudul Gravitasi Universal : Sistem Dua Benda

Langit, Pengaruh GravitasiTerhadap Bumi, Pasang surut, dan Orbit Planet ini dapat
diselesaikan semata-mata atas kehendak-Nya dan rahmat serta cinta kasih-Nya yang berlimpah.
Rasa syukur kami atas kemurahan-Nya karena telah diberi kesempatan untuk menyelesaikan
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh
sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan
terselesaikannya penyusunan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

Indralaya, Oktober 2011

Penulis

BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan Ilmu Pengetahuan bumi dan antariksa kini semakin pesat.Banyak Ilmuan dan
Peneliti melakukan riset untuk mengetahui rahasia di alam semesta ini.Memecahkan
bagaimana Bumi dan Planet lainnya beserta satelitnya biasa berotasi dan berevolusi terhadap
matahari. Banyak mahasiswa yang kurang mengetahui tentang semua itu, dan untuk itu
penulis membuat makalah yang berjudul Gravitasi Universal : Sistem Dua Benda Langit,
Pengaruh GravitasiTerhadap Bumi, Pasang surut, dan Orbit Planet agar dapat memudahkan
pembaca dalam menjelaskan tentang sistem tata surya.
Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah sistem dua benda langit itu?
2. Apakah pengaruh Gravitasi terhadap bumi?
3. Bagaiman pasang surut air laut terjadi?
4. Bagaimanakah orbit planet terjadi?
Tujuan
1. Menjelaskan sistem dua benda langit
2. Menjelaskan pengaruh gravitasi terhadap bumi
3. Menjelaskan pasang surut air laut.
4. Menjelaskan tentang orbit planet

BAB II
PEMBAHASAN
Sistem Dua Benda Langit

Gerak planet mengitari matahari,satelit yang mengelilingi bumi dan bintang-bintangyang


mengitari pusat galaksi, diatur oleh gaya sentral yang bekerja sepanjang garis lurus
yangmenghubungkan benda langit terhadap sumber gaya tersebut. Aturan untuk menerangkan
gayasentral ini lazim disebut hukum gravitasi Newton, Gaya tarik menarik antara dua titik
massaadalah berbanding lurus dengan hasil kali massa mereka serta berbanding terbalik
denganjarak kuadratnya. Dinyatakan dalam pernyataan, Hukum Newton

Dengan G = konstanta gravitasi


mi massa ke i
r jarak m1 ke m2
Satuan yang dipilih mengikuti aturan berikut;
1. Jika m dalam gram dan r dalam sentimeter maka G=6,67 10-8 cgs
2. Jika m dalam massa matahari dan r dalam satuan astronomi maka nilai G adalah 0,017202
(disebut konstanta Gauss, simbol k)
Vektor
Didefinisikan vektor posisir, vektor kecepatan v dan vektor percepatan a, sebagai

Vektor satuan dalam arah r dan sudut dinyatakan dalam simbol Ur dan U
dalam hal ini hubungan antara Ur dan U adalah;

Vektor Ur tegak lurus U ,selain itu dari gabungan persamaan vektor diatas dapat ditulis
kembali;

Ilustrasi vektor ini diragakan dalam Gb 1-1 berikut ini

Momentum linier, momentum sudut, momen dan gaya


Berikut didefinisikan beberapa besaran vektor;
-

Momentum linier (vektor) : massa kali kecepatanp = mv


Momentum sudut (vektor) adalah jarak kali momentum linier
L = r xmv

Momen/Torque/torka(vektor): jarak kali gaya


N=rxF

Gaya Newton;
Turunkan momentum sudut terhadap waktu t, diperoleh;

Tinjau suatu titik massa m, bergerak dengan percepatan konstan a, sepanjang garis lurus.
Gaya yang bekerja pada titik massa m akan menghasilkan kerja W sebesar;

atau dapat ditulis kembali sebagai

Jadi kerja yang dilakukan untuk memindahkan titik massa m dari posisi awal s0 padakedudukan
s pada saat t adalah perubahan energi kinetis titik massa tersebut dalam selangwaktu (t-t0 ).
Fungsi kerja W(s) dapat diganti dengan fungsi skalar yang lain ,yaitu energipotensial V(s)
dimana V(s) = - W(s). Dengan perkataan lain dapat dinyatakan sebagai

Dalam hal ini E merupakan energi total sistem. Pernyataan ini menunjukkan bila energi
kinetis mengecil maka energi potensial akan membesar demikian pula sebaliknya. Untuk lebih
jelas perhatikan contoh berikut. Misalkan ada dua titik massa M dan m yang berada dalam
pengaruh gaya sentral berjarak s satu sama lain pada saat t lihat Gb 1-2

Gb1.2 Perpindahan titik massa m dari posisi S0 ke posisi S


Gaya gravitasi yang bekerja pada m adalah;

Kerja yang dilakukan oleh F untuk memindahkan titik massa m sejauh ds adalah;

Jika pada saat;


t1=t0 s1 = r dan v1 = v0
t2=t s2 = s dan v2 = v
Maka diperoleh ;

Atau :
Jika partikel diletakkan pada s , ganti s0 dengan r, maka diperoleh

Energi potensial pada jarak r, didefinisikan

Dalam hal ini, V(r) adalah kerja yang dilakukan untuk memindahkan titik massa m dari
kedudukan r, keposisi tak terhingga, keadaan ini dikenal sebagai potensial titik massa M
terhadap m, lazim dinyatakan dalam bentuk (1-20);

Pernyataan diatas menunjukkan bahwa gaya gravitasi pada kedua titik massa yang berjarak r
satu sama lain adalah (1-21);

Gabungkan (1-20) dengan (1-21) diperoleh

Perlu diingat bahwa besaran U-fungsi skalar dan F menyatakan fungsi vektordalam hal ini F = F
x + Fy + Fz terdiri dari komponen pada sumbu x,y dan z.
Potensial bola padat
Salah satu hal penting dalam membicarakan persamaan gerak sistim dua benda adalahpotensial
benda padat yang diterima oleh suatu titik massa m. Bumi kita berbentuk elipsoid,dalam telaah
ini dianggap merupakan bola padat sempurna dengan distribusi massa yanghomogen.

Gb.1-3 Irisan seperdelapan bola padat. Potensial bola padat M terhadap titik massa m.Massa total
M, se-olah olah terkonsentrasi pada pusat bola
Untuk menurunkan sifat potensial suatu bola padat misalkan, a menyatakan radius bola, d
elemen luas kulit bola, density dan m-massa satu satuan yang diletakkan pada posisi (0,0,h),
sedangkan p-jarak d dari massa m. gaya tarik gravitasi antara elemen kulit bola dan titik
massa m dapat dinyatakan sebagai;

dalam hal ini(1-24)


d= a2 sin d d
Karena bentuk bola ini simetri maka komponen elemen vektor yang sejajar terhadap bidang
xy akan saling meniadakan. Sedangkan komponen dalam arah sumbu z dapat dijumlahkan,
jadi gaya total yang diterima oleh satu satuan massa m adalah;

tetapi (1-26);
p2 = a2 + h2 2ah Cos
sedangkan (1-27);

Gabungkan persamaan (1-26) dengan (1-27) kita peroleh;

dari pernyataan (1-26) dapat diturunkan; pdp = ah Sin d jadi persamaan (1.24) dapat
ditulis sebagai;
Oleh sebab itu gaya total sepanjang sumbu z dapat dinyatakan kembali dalam bentuk;

dalam hal ini, R adalah himpunan pasangan terurut (p,), dengan sifat yang dapat ditulissebagai;
R={ (p,) | h-a p h+ a, 0 2 }. Integral (1-29) memberikan solusi;

Persamaan (1-30 ) menyatakan gaya total yang diterima oleh titik massa m dari
seluruhpermukaan bola. Sedangkan gaya total yang diterima massa m dari kulit bola setebal
daadalah;

Dengan demikian gaya total dari seluruh isi bola adalah (1-32);
Massa total bola adalah (1-33) ;

Gabungkan (1-32) dengan (1-33) diperoleh;

Persamaan ini menunjukkan bahwa untuk bola padat homogen dengan distribusi kerapatanyang
simetri, gaya gravitasi itu seolah-olah hanya disebabkan oleh massa bola yangterkonsentrasi pada
pusatnya. Bentuk umum yang dikenal ialah bila notasi h kita ganti denganr dan mengingat relasi

maka potensial U dari bola homogen tersebut dapat ditulissebagai;

Dalam hal ini M massa total bola dan r jarak titik massa m, ke pusat bola tersebut.

Persamaan gerak dua titik massa


Tinjau dua titik massa m1 dan m2 yang terletak pada jarak r1 dan r2 dari pusat koordinat seperti
yang ditunjukkan oleh Gb 1-4

Gb.1-4 Dua titik massa m1 dan m2 pada posisi r1 dan r2 . Titik P


menyatakan pusat massa sistim dan r jarak m1 dan m2
Untuk mempelajari gerak dari sistem dua benda ini kita mulai dengan melihat kembali
hukumgravitasi Newton. Persamaan gerak sistem dapat dinyatakan dalam bentuk dua
pasangpernyataaan berikut :
1. Gaya gravitasi oleh m1 terhadap m2 ;

2. Gaya gravitasi oleh m2 terhadap m1 ;

Jika kedua persamaan diatas kita jumlahkan maka akan memberikan


dapat juga ditulis dalam bentuk lain;
Dengan melakukan dua kali integrasi terhadap pernyataan ini, diperoleh;

Dalam hal ini konstanta vektor c1 dan c2 berasal dari dua kali integrasi persamaan diatas.
Selain itu pusat massa dapat diturunkan dari definisi;

dalam hal ini M = m1 + m2 . Jadi jelas bahwa persamaan ini adalah suatu persamaan garislurus,
dengan kata lain pusat massa bergerak menurut suatu garis lurus sebagai fungsidari waktu t.
Untuk menentukan gerak relatif m1 dan m2 terhadap pusat massa tulislah;
menyatakan vektor posisi m1 dan m2
terhadap pusat massa. Dari gambar diatas vektor yang menghubungkan m1 dan m2 memenuhi
kaidah;
Karena persamaan pusat massaadalah linier maka turunan kedua dari vektor pusatmassa adalah
vektor nol
Selanjutnya diperoleh pula;

hal yang sama berlaku pula;

Karena;

maka r2 dapat dieliminasi dari pernyataan (1-42), hasilnya;

Hal yang sama untuk (1-42) dengan mengeliminasi r1 diperoleh hasil sebagai berikut

Dengan mengingat bahwa M = m1 + m2 maka persamaan (1-44) dan (1-45) dapat dinyatakan
dalam bentuk;

Selanjutnya akan diambil sebagai pusat koordinat adalah titik massa m1 seperti yangdiragakan
pada Gambar 1-5 berikut ini.

Gb. 1-5 Kedudukan titik massa m1 dan m2 dalam sistim koordinat


kartesis,sebagai pusat koordinat dipilih titik massa m1
Konsekuensi dari adanya gaya gravitasi, massa yang lebih kecil akan mempunyai jarak
yanglebih besar ke titik pusat massa dibandingkan dengan massa yang lebih besar, dalam hal
m1jauh lebih besar dari m2 , maka m1 akan menjadi pusat gaya sentral. Pernyataan (1-46)
dapatdiubah dalam bentuk yang lebih umum. Dengan menggabungkan bentuk persamaan (146)diperoleh;

Ini adalah persamaan yang menunjukkan vektor percepatan m2 relatif terhadap m1. Vektor
Posisi r bila dinyatakan dalam bentuk kartesis x,y dan z menjadi;
vektor satuan pada sumbu x,y dan z.
Persamaan (1-47) dapat diuraikan dalam bentuk kartesis yaitu;

Ketiga bentuk persamaan (1-48) menyatakan percepatan titik massa m2 relatif terhadap m1
yang bekerja dalam arah sumbu x,y dan z. Selanjutnya kalikan bentuk
dari persamaan (1-48) dengan x,y dan z kemudian jumlahkan maka akandiperoleh pernyataan ;

Integrasikan ketiga persamaan (1-49) terhadap waktu dt memberikan;

Simbol a1,a2, dan a3 pada pernyataan (1-50) adalah konstanta integrasi. Kalikan masingmasingpernyataan diatas berturut-turut dengan z, x dan y, selanjutnya kita jumlahkan maka
diperoleh;a1x + a2y + a3z =0
Bentuk persamaan diatas dalam ilmu ukur analitik dikenal sebagai persamaan bidang
dataryang melalui titik pusat koordinat x = 0, y = 0 dan z = 0. Dengan lain perkataan m2
bergerakpada satu bidang lintasan yang melalui titik massa m1 dan m2.
Konstanta Luas, Momentum Sudut dan Energi
Berbagai sifat penting dapat kita turunkan dari pengaruh gaya sentral yang bekerja pada
titikmassa, dari persamaan (1-47) dapat diturunkan hubungan berikut;
lakukan perkalian vektor dengan r maka diperoleh :

dengan lain perkataan, momentum sudut

selama

m2

bergerak

melintasi

m1adalah konstan, boleh juga dikatakan bahwa L tidak berubah arah selama m2 melintasi m1
atau Lselalu ortogonal (tegak lurus) terhadap bidang dimana r dan v berada.Selanjutnya tinjau
pernyataan momentum sudut berikut, dalam berbagai bentuk yang identik;

Dimana (r,) adalah koordinat polar pada bidang orbit dan U L adalah vektor satuan yangtegak
lurus terhadap U r dan Udengan demikian U L selalu tegak lurus pada bidang orbit.Selanjutnya
misalkan,

dalam hal ini h menyatakan dua kali luas daerah yang disapuoleh radius vektor r

persatuan waktu.Karena L adalah konstan maka dapat dikatakanadalah suatu konstanta, secara

analitik pernyataan ini merupakan pengejawantahanhukum Kepler II, kadangkala h disebut juga
konstanta Kepler. Kemudian,dari bentukpersamaan;

bila kita ambil perkalian skalar terhadap v, maka diperoleh uraiansebagai berikut;

atau dapat juga ditulis dalam bentuk lain;

Akibatnya, bila diintegrasikan terhadap waktu dt, diperoleh;

Dalam hal ini E adalah konstanta integrasi yang menyatakan energi total sistim. Makna
daripersamaan (1-59) memperlihatkan bahwa energi total sistim tidak berubah terhadap waktu
danmerupakan jumlah energi kinetik (bentuk pertama ruas kiri) dan energi potensial
(bentukkedua dari ruas kiri).
Orbit dalam bentuk polar
Dalam bentuk komponen radial dan transversal pernyataan tentang hukum Newton dapat
ditulis dalam bentuk berikut;

Persamaan ini tentu harus memenuhi pasangan;

Pernyataan (1-61) diatas dapat ditulis kembali dalam bentuk berikut;

Untuk menyederhanakan persamaan (1-63) ambillah pemisalan berikut;

Substitusi kedua besaran ini kedalam pernyataan (1-63) diperoleh;

Penyelesaian persamaan diferensial tingkat dua ini merupakan penjumlahan solusi bentuk
homogen dan solusi khusus hasilnya adalah;

atau dapat juga ditulis dalam bentuk

A dan merupakan konstanta integrasi. Bila kita bandingkan dengan pernyataan irisan
kerucut dalam bentuk polar;

Maka diperoleh kesimpulan bahwa;


Dalam hal ini e dan p akan menentukan bentuk dan jenis irisan kerucut. Simbol e dikenal
sebagai eksentrisitas, yaitu besaran yang menunjukkan jenis irisan kerucut. Harga e selalupositif,
sedangkan r selalu bergantung pada nila dan . Apabila kita tinjau ketentuanberikut;
1) Nilai = maka

dan ini merupakan jarak r minimum yang dapat dicapai oleh

titik massa m2 terhadap m1 dalam lintasannya, diberi simbol rp.


2) Nilai - = 1800 maka

kita lihat bahwa ini adalah jarak maksimum titik

massam2 terhadap m1 dalam orbitnya, diberi simbol ra.


Tinjau pula bila pada ketentuan diatas kita ambil nilai e untuk bermacam macam harga;
a) Eksentrisitas e =0 maka rp = ra titik terjauh sama besarnya dengan jarak titik terdekat.Bentuk
lintasan seperti ini adalah suatu lingkaran.

b) Eksentrisitas e =1 maka;

titik

terjauh

berlokasi

ditak

terhingga.Bentuk lintasan seperti ini dikenal sebagai suatu parabola


c) Eksentrisitas berada diantara 0 dan 1, 0 < e <1, maka; rp < p dan ra > 0
d) Eksentrisitas e > 1 maka rp < p dan ra < 0
Masing-masing bentuk pernyataan c) dan d) dalam ilmu ukur analitik dikenal berturutturutsebagai lintasan elips dan hiperbola. Bentuk lintasan dalm uraian a), b), c) dan d) diragakan
dalam Gb 1.6.
Lintasan berbentuk elips mendominasi gerak dan lintasan anggota Tata Surya kita.
Apabilagaya sentral menguat orbit berkecendrungan menjadi lingkaran, namun jika gaya
sentralmelemah maka lintasan akan menuju ke eksentrisitas yang lebih besar. Ketika kecepatan
orbitsama atau lebih besar dari

2 kecepatan lingkaran maka benda langit tersebut akan lepas

dariTata Surya kita. Itulah sebabnya mengapa planet dengan temperatur tinggi tidak
mempunyaiatmosfer.Kecepatan thermal partikel telah melewati kecepatan lepasnya.Makin besar
jarakpartikel dari permukaan Bumi, semakin tinggi pula peluangnya untuk lepas. Berbeda
dengandi lapisan troposphere yang rapat massa udara relatif padat, pada lapisan stratosphere
udara menjadilebih renggang, temperatur meningkat dengan bertambahnya ketinggian dan
mencapaimaksimum pada lapisan teratasnya yang disebut stratopause.

Gb 1-6 Gerak m2 melintasi m1 dalam berbagai bentuk lintasan (a) lingkaran, (b) parabola, (c)
elips dan (d) hiperbola. Massa m2 bergerak melintasi m1 dalam pengaruh gaya sentralyang
mengarah ke massa m1
Satelit buatan maupun alami(natural) bergerak dalam orbit elips, demikian pula anggota
TataSurya kita namun ada beberapa yang bergerak dalam orbit hiperbolik misalnya gerak

batumeteor. Beberapa contoh benda langit yang bergerak dalam lintasan hiperbolik antara
lain,komet Iras Araki dan komet KohoutekAndaikan dalam geraknya, titik massa m2 mempunyai
lintasan berbentuk elips dan misalkanjuga a menyatakan setengah sumbu panjang elips, maka
hubungan setengah sumbu panjangdengan jarak terjauh dan terdekat m2 terhadap m1 dapat
ditulis 2a = ra + rp . Akibat pernyataanini nilai parameter p tersebut harus memenuhi hubungan
p= a(1-e2 ) . Sehingga persamaanirisan kerucut (1-50) dapat ditulis lagi sebagai;

Energi total sistem dapat kita hubungkan untuk berbagai nilai eksentrisitas e, demikian
pulasebaliknya. Untuk keperluan ini tulis kembali pernyataan energi dalam bentuk;
dan dengan mengingat
kita peroleh pernyataan;
Ini merupakan persamaan kuadrat dalam bentuk variabel u, sehingga akar dari persamaan
kuadrat ini adalah,

Nilai maksimum akan berbentuk;

sedangkan nilai minimum adalah;

Tetapi dari bentuk polar yang telah diturunkan pada paragraf sebelumnya;

nilai maksimum terjadi bila - = 00 dan nilai minimum terjadi bila selisih nilai - = 1800 dan
kedua pernyataan ini setara dengan;

Bandingkan pernyataan (1-74) ini dengan pernyataan (1-72), kesimpulan yang diperoleh
adalah;

Pengaruh Gravitasi Terhadap Bumi


Semua benda di lama semesta ini memiliki massa, sehingga juga memiliki gravitasi.
Selain memiliki gravitasi, juga memiliki medan gravitasi yang saling mempengaruhi satu sama
lainnya. Contohnya pengaruh gravitasi matahari dan gravitasi bumi mengakibatkan revolusi
bumi agar bumi tidak tertarik ke dalam matahari, begitu juga pengaruh gravitasi bumi dan bulan,
mengakibatkan bulan mengelilingi bumi.
Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai
massa di alam semesta.Contoh : Sebuah apel jatuh ke tanah diakibatkan oleh gaya gravitasi bumi
yang menarik apel tersebut ke pusat gravitasi bumi. Gaya gravitasi ini menarik benda-benda
disekitarnya menuju pusat gravitasi.
Pengaruh Gaya Gravitasi Matahari dan Gravitasi Bumi
Nilai gravitasi matahari adalah 27.94 G (nilai G yang diakui sekarang = 6,67 x 10 -11
Nm2/kg2 (kekuatan gravitasi bumi)), yaitu sekitar 28 kali kekuatan gravitasi bumi. Dengan
percepatan gravitasi permukaan yaitu = 274.0 m/s2, dibanding kan bumi = 9.8 m/s2.
Pengaruh gaya gravitasi matahari dan gravitasi bumi mengakibatkan bumi berputar pada
porosnya (berotasi) dan bumi mengelilingi matahari (berevolusi). Gravitasi matahari menarik
bumi ke pusat matahari, sedang gaya gravitasi bumi tetap mempertahankan posisi bumi,

sehingga menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat bumi berputar pada porosnya dan
mengelilingi matahari agar tidak tertarik ke pusat gravitasi matahari atau tetap berada pada
orbitnya.
Pengaruh Gaya Gravitasi Bumi dan Gravitasi Bulan
Nilai gravitasi bulan adalah 17% G (1 G = kekuatan gravitasi bumi), yaitu sekitar 0,17
kali kekuatan gravitasi bumi. Dengan percepatan gravitasi permukaan yaitu = 1,6 m/s2,
dibanding kan bumi = 9.8 m/s2.Gravitasi bumi menarik bulan ke pusat bumi, sedang gaya
gravitasi bulan tetap mempertahankan posisi bulan, sehingga menghasilkan gaya sentrifugal
yang membuat bulan berputar pada porosnya dan mengelilingi bumi agar tidak tertarik ke pusat
gravitasi bumi atau tetap berada pada orbitnya.
Pengaruh gaya gravitasi bumi dan bulan adalah pasang-surut air laut. Gaya gravitasi
bulan menarik air laut ke arah bulan sehingga memengaruhi ketinggian ombak dan permukaan
laut. Karena bulan mengitari bumi, maka akan ada saat di mana satu sisi dari bumi lebih dekat
dengan bulan. Bagian yang dekat dengan bulan inilah yang akan mengalami air laut pasang,
sedangkan bagian lainnya yang tidak dekat dengan bulan mengalami air laut surut. Pasang-surut
air laut juga berkaitan dengan fase bulan. Biasanya, air laut akan mengalami pasang tinggi pada
saat bulan purnama.
Selain itu juga, pengaruh gaya gravitasi bumi dan bulan adalah menjauhnya bulan dari
bumi sekitar 3,8 cm tiap tahun.

Pasang Surut
Pasang dan surut air taut dipengaruhi oleh gaya gravitasi atau gaya tarik bulan dan
matahari. Bulan yang lebih dekat dengan bumi mempunyai pengaruh yang lebih besar pada
pasang dan surutnya air laut dibandingkan dengan pengaruh gravitasi matahari.Pasang dan surut
terbesar terjadi pada saat bulan baru dan bulan pumama karena pada saat itu, matahari, bulan,
dan bumi berada dalam bidang segaris.Pasang terendah terjadi pada saat bulan perbani.Oleh
karena itu, pasang terendah disebut juga pasang perbani.Ketika pasang perbani, pasang terjadi
serendah-rendahnya karena kedudukan matahari dan bulan terhadap bumi membentuk sudut 90
derajat. Oleh karena itu, gravitasi bulan dan matahari akan sating memperlemah. Perbedaan
tinggi air pada saat pasang dan surut di laut terbuka mencapai 3 m. Tetapi, di tempat-tempat

sempit seperti di selat atau di muara sungai, perbedaan tinggi air ini dapat mencapai 16 m. Bumi
yang diselubungi air laut akan sangat dipengaruhi oleh gaya gravitasi bulan. Akibatnya, daerah
yang berhadapan dengan bulan akan mengalami pasang, sedangkan daerah yang tegak lurus
terhadap kedudukan bulan akan mengalami surut.
Pasang surut laut merupakan hasil dari gaya tarik gravitasi dan efek sentrifugal. Efek
sentrifugal adalah dorongan ke arah luar pusat rotasi. Gravitasi bervariasi secara langsung
dengan massa tetapi berbanding terbalik terhadap jarak. Meskipun ukuran bulan lebih kecil dari
matahari, gaya tarik gravitasi bulandua kali lebih besar daripada gaya tarik matahari dalam
membangkitkan pasangsurut laut karena jarak bulan lebih dekat daripada jarak matahari ke bumi.
Gayatarik gravitasi menarik air laut ke arah bulan dan matahari dan menghasilkan dua tonjolan
(bulge)pasang surut gravitasional di laut.Lintang dari tonjolan pasangsurut ditentukan oleh
deklinasi, sudut antara sumbu rotasi bumi dan bidang orbital bulan dan matahari.Faktor-faktor
yang menyebabkan terjadinya pasang surut berdasarkan teorikesetimbangan adalah rotasi bumi
pada sumbunya, revolusi bulan terhadapmatahari, revolusi bumi terhadap matahari. Sedangkan
berdasarkan teori dinamisadalah kedalaman dan luas perairan, pengaruh rotasi bumi (gaya
coriolis), dangesekan

dasar. Selain itu

juga

terdapat beberapa faktor

lokal

yang

dapatmempengaruhi pasang surut disuatu perairan seperti, topogafi dasar laut.


Terjadinya arus di lautan disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan
faktor eksternal. Faktor internal seperti perbedaan densitas air laut, gradien tekanan mendatar
dan gesekan lapisan air. Sedangkan faktor eksternal seperti gaya tarik matahari dan bulan yang
dipengaruhi oleh tahanan dasar laut dan gaya coriolis, perbedaan tekanan udara, gaya gravitasi,
gaya tektonik dan angin ( Gross, 1990).
Menurut Bishop (1984), gaya-gaya utama yang berperan dalam sirkulasi massa air
adalah gaya gradien tekanan, gaya coriolis, gaya gravitasi, gaya gesekan, dan gaya
sentrifugal.Faktor penyebab terjadinya arus yaitu dapat dibedakan menjadi tiga komponen yaitu
gaya eksternal, gaya internal angin, gaya-gaya kedua yang hanya datang karena fluida dalam
gerakan yang relatif terhadap permukaan bumi. Dari gaya-gaya yang bekerja dalam
pembentukan arus antara lain tegangan angin, gaya Viskositas, gaya Coriolis, gaya gradien
tekanan horizontal, gaya yang menghasilkan pasang surut.

Ketika angin berhembus di laut, energi yang ditransfer dari angin ke batas permukaan,
sebagian energi ini digunakan dalam pembentukan gelombang gravitasi permukaan, yang
memberikan pergerakan air dari yang kecil kearah perambatan gelombang sehingga terbentuklah
arus dilaut. Semakin cepat kecepatan angin, semakin besar gaya gesekan yang bekerja pada
permukaan laut, dan semakin besar aruspermukaan. Dalam proses gesekan antara angin dengan
permukaan laut dapat menghasilkan gerakan air yaitu pergerakan air laminar dan pergerakan air
turbulen (Supangat,2003).
Gaya Viskositas pada permukaan laut ditimbulkan karena adanya pergerakan angin pada
permukaan laut sehingga menyebabkan pertukaran massa air yang berdekatan secara periodik,
hal ini disebabkan karena perbedaan tekanan pada fluida. Gaya viskositas dapat dibedakan
menjadi dua gaya yaitu viskositas molecular dan viskositas eddy. Gesekan dalam pergerakan
fluida hasil dari transfer momentum diantara bagian-bagian yang berbeda dari fluida. Dalam
pergerakan fluida dalam aliran laminer, transfer momentum terjadi hasil transfer antara batas
yang berdekatan yang disebut viskositas molekular. Di permukaan laut, gerakan air tidak pernah
laminer, tetapi turbulen sehingga kelompok-kelompok air, bukan molekul individu, ditukar
antara satu bagian fluida ke yang lain. Gesekan internal yang dihasilkan lebih besar dari pada
yang disebabkan oleh pertukaran molekul individu dan disebut viskositas eddy.
Gaya Coriolis mempengaruhi aliran massa air, dimana gaya ini akan membelokan arah
angin dari arah yang lurus. Gaya ini timbul sebagai akibat dari perputaran bumi pada
porosnya.Gaya Coriolis ini yang membelokan arus dibagian bumi utara kekanan dan dibagian
bumi selatan kearah kiri. Pada saat kecepatan arus berkurang, maka tingkat perubahan arus yang
disebabkan gaya Coriolis akan meningkat. Hasilnya akan dihasilkan sedikit pembelokan dari
arah arus yang relaif cepat dilapisan permukaan dan arah pembelokanya menjadi lebih besar
pada aliran arus yang kecepatanya makin lambat dan mempunyai kedalaman makin bertambah
besar. Akibatnya akan timbul suatu aliran arus dimana makin dalam suatu perairan maka arus
yang terjadi pada lapisan-lapisan perairan akan dibelokan arahnya. Hubungan ini dikenal sebagai
Spiral Ekman, Arah arus menyimpang 450 dari arah angin dan sudut penyimpangan.bertambah
dengan bertambahnya kedalaman (Supangat, 2003).

Gambar 1.Pola arus spiral Ekman


Gaya gradien tekanan horizontal sangat dipengaruhi oleh tekanan, massa air,
kedalamandan juga densitas dari massa air tersebut, yang mana jika densitas laut homogen, maka
gayagradien tekanan horizontal adalah sama untuk kedalaman berapapun. Jika tidak ada
gayahorizontal yang bekerja, maka akan terjadi percepatan yang seragam dari tekanan tinggi ke
tekanan yang lebih rendah.

Gambar 2. Gaya Gradien Tekanan Horizontal

Gelombang-gelombang yang panjang pada lautan menghasilkan peristiwa pasangsurut air


laut.Pasangsurut ini menimbulkan pergerakan massa air yang mana prosesnya dipengaruhi oleh
gaya tarik bulan, matahari dan benda angkasa lainya selain itu juga dipengaruhi oleh gaya
sentrifugal dari bumi itu sendiri.
Orbit Planet
Orbit planet-planet di Tata Surya memang semuanya berada dalam satu bidang. Demikian
juga dengan orbit satelit dari planet-planet tersebut. Semuanya berada dalam satu bidang yang
sama.

Semua planet bisa memiliki orbit pada bidang yang sama ini terkait dengan

pembentukannya di dalam Tata Surya.


Tata Surya terbentuk dari awan gas dan debu raksasa yang kita kenal sebagai nebula.Di
dalam nebula inilah bintang dilahirkan.Atau kalau di dalam Tata Surya, Matahari lahir di dalam
nebula ini.Awalnya partikel-partikel debu berkumpul membentuk awan sferis.Awan gas dan debu
ini berputar dan kemudian menarik lebih banyak materi.Interaksi gravitasi partikel-partikel di
awan menyebabkan awan berkondensasi.Pada saat itu radiusnya mengecil, tapi momentum
sudutnya tidak mengecil sehingga rotasinya makin cepat.Awan pun mengalami keruntuhan.
Saat terjadi keruntuhan, rotasi awan semakin cepat.Tapi tidak semua bagian dari awan ini
ditarik ke pusat. Partikel di sekitar bidang yang tegak lurus sumbu rotasi mengalami gaya
sentrifugal yang membuat mereka tidak mendekati pusat melainkan melawan gravitasi.
Akibatnya awan memipih dan membentuk piringan yang berputar di sekeliling inti yang sangat
rapat.
Semakin banyak massa yang dikumpulkan di pusat piringan, maka temperatur juga
meningkat tajam sehingga memberi kemampuan yang cukup untuk terjadinya reaksi nuklir.
Atom hidrogen kemudian mengalami pembakaran menjadi helium menandai kelahiran
Bintang.Sementara itu gas dan debu di piringan pipih yang berputar disekeliling bintang pun
saling berinteraksi di dalam piringan.Bertabrakan dan berakumulasi membentuk planet-planet
yang kemudian mengitari Bintang. Inilah yang menyebabkan planet-planet memiliki orbit pada
bidang yang sama dengan Bintang.

Tapi, meskipun berada pada bidang yang sama, orbit setiap planet itu tidaklah benarbenar persis satu bidang. Masing-masing planet memiliki kemiringan orbit yang berbeda-beda.
(lihat tabel)

Inklinasi orbit planet-planet di Tata Surya

Orbit planet Merkurius

Orbit planet Venus


Untuk satelit, ada 2 teori yang berkembang terkait mengapa mereka memiliki orbit
sebidang dengan planet induknya.Teori pertama terkait pembentukan seperti halnya
pembentukan planet. Karena satelit-satelit juga terbentuk dari piringan awan gas yang sama
sehingga mereka juga memiliki bidang orbit yang sama.
Teori lainnya adalah gaya pasang surut dari planet induk mengubah orbit satelitnya dalam
jangka waktu lama agar berada pada area ekuator si planet.
Jika Satelit Sebidang dengan Bumi Mengapa kita melihat Purnama?
Bidang orbit Bulan memiliki kemiringan 5 terhadap orbit Bumi. Akibatnya pada saat Bumi dan
Bulan segaris tidak selalu terjadi gerhana. Sedangkan untuk satelit buatan manusia juga tidak
semuanya memiliki bidang orbit 0 terutama satelit-satelit non geostasioner.

Periode orbit
Periode orbit adalah waktu yang diperlukan bagi suatu benda untuk
melakukan satu orbit penuh mengitari benda lain.Jika disebutkan tanpa
mendalami astronomi, maka rujukannya adalah periode sidereal suatu benda
astronomis, yang dihitung terhadap bintangnya.
Ada beberapa jenis periode orbit untuk benda-benda yang mengitari
Matahari (atau benda langit lainnya):

Periode sidereal adalah siklus sementara yang dibutuhkan suatu benda untuk
melakukansatu orbit penuh relatif terhadap bintangnya. Ini dianggap sebagai periode
orbit sejatibenda tersebut.

Periode sinodis adalah interval sementara yang dibutuhkan suatu benda untuk muncul
kembali di titik yang sama relatif terhadap dua benda lain (node linier), contohnya ketika
Bulan relatif terhadap Matahari dilihat dari Bumi kembali ke fase iluminasi yang sama.
Periode sinodis adalah waktu yang berlangsung antara dua konjungsi berturut-turut

dengan garis Matahari-Bumi dalam urutan linier yang sama. Periode sinodis berbeda dari
periode sidereal karena Bumi mengorbit Matahari.

Periode drakonitik atau periode drakonik adalah waktu yang berlangsung antara dua
perlintasan benda melalui node menaiknya, titik orbitnya tempat benda tersebut melintasi
ekliptika dari belahan selatan ke utara. Periode ini berbeda dari periode sidereal karena
kedua bidang orbit benda dan bidang ekliptika berpresesi terhadap bintang tetap,
sehingga persimpangan mereka, yaitu garis node, juga berpresesi terhadap bintang tetap.
Meski bidang ekliptika sering bersifat tetap di posisi yang ia tempati pada epos tertentu,
bidang orbit benda tersebut masih berpresesi dan mengakibatkan periode drakonitik
berbeda dari periode sidereal.

Periode anomalistik adalah waktu yang berlangsung antara dua perlintasan benda di
periapsis-nya (pada planet di tata surya, disebut perihelion), titik pendekatan terdekatnya
terhadap benda yang menariknya. Periode ini berbeda dari periode sidereal karena sumbu
semimayor benda berjalan dengan sangat lambat.

Periode tropis Bumi (atau disebut juga "tahun") adalah waktu yang berlangsung antara
dua penjajaran sumbu rotasinya dengan Matahari, juga dilihat sebagai dua perlintasan
benda di asensio rekta nol. Satu tahun Bumi memiliki interval yang sedikit lebih pendek
daripada orbit Matahari (periode sidereal) karena sumbu inklinasi dan bidang
khatulistiwanya secara perlahan berpresesi (berotasi dalam istilah sidereal), kembali
sejajar sebelum orbit selesai dengan interval yang sama dengan kembalinya siklus presesi
(sekitar 25.770 tahun).
Tabel periode sinodis di Tata Surya, relatif terhadap Bumi

Merkurius
Venus
Bumi
Bulan
Mars
4 Vesta

Periode Sidereal (a)


0,241
0,615
1
0,0748
1,881
3,629

Periode Sinodis (a)


0,317
1,599

0,0809
2,135
1,380

Periode Sinodis (d)


115,9
583,9

29,5306
779,9
504,0

1 Ceres
10 Hygiea
Yupiter
Saturnus
Uranus
Neptunus
134340 Pluto
136199 Eris
90377 Sedna

4,600
5,557
11,86
29,46
84,32
164,8
248,1
557
12050

1,278
1,219
1,092
1.035
1,012
1,006
1,004
1,002
1,00001

466,7
445,4
398,9
378,1
369,7
367,5
366,7
365,9
365,1

Orbit Satelit
Dalam bidang geodesi satelit, ada dua peran dan fungsi utama dari satelit, yaitu satelit
sebagai target, titik kontrol atau wahana pengukur, dan satelit sebagai sensor atau probe.Peran
tersebut umumnya digunakan pada metode geodesi satelit geometrik, yaitu dalam penentuan
posisi titik-titik di perlukaan Bumi. Karena orbit satelit yang relative cukup tinggi di atas
permukaan Bumi, maka penggunaan satelit dalam moda ini akan dapat mencakup daerah yang
relativeluas.Dalam konteks geodesi satelit, informasi tentang orbit satelit akan berperan dalam
beberapahalyaitu:

Untuk menghitung koordinat satelit yang nantinya diperlukan sebagai koordinat titik

tetap dalam perhitungan koordinat titik-titik lainnya di atau dekat permukaan bumi.
Untuk merencanakan pengamatan satelit, yaitu waktu dan lama pengamatan yang

optimal.
Untuk membantu mempercepat alat pengamat (receiver) sinyal satelit untuk menemukan

satelit yang bersangkutan.


Untuk memilih, kalau diperlukan, satelit-satelit yang secara geometrik lebih baik untuk
digunakan.

Pergerakan Satelit Mengelilingi Bumi


Pergerakan satelit mengelilingi bumi secara umum mengikuti Hukum Kepler
(pergerakanKeplerian) yang didasarkan pada beberapa asumsi, yaitu sebagai berikut ini :

Pergerakan satelit hanya dipengaruhi oleh medan gaya berat sentral bumi.

Satelit bergerak dalam bidang orbit yang tetap dalam ruang.


Massa satelit tidak berarti dibandingkan massa Bumi.
Satelit bergerak dalam ruang hampa, dengan kata lain tidak ada efek dari atsmospheric

drag.
Satelit tidak terkena efek gaya berat dari benda-benda langit seperti matahari atau bulan
dan tidak ada efek dari solar radiation pressure.

Secara singkat Hukum Kepler dapat dijelaskan sebagai berikut :

Hukum Kepler I : Orbit suatu planet adalah ellips dengan matahari berada pada salah satu

fokusnya(1602).
Hukum Kepler II : Vektor dari matahari ke planet menyapu daerah yang sama dalam

waktu yang sama (1605).


Hukum Kepler III : Rasio kuadrat perioda revolusi planet (T) terhadap kubik dari sumbu
ellips (a) adalah sama untuk seluruh planet (T2/a3 = konstan).

Secara matematis, berdasrkan hokum Newton, untuk satelit yang mengelilingi Bumi, Hukum
Kepler III dapat diformulasikan sebagai:
Dimana :T = periode orbit satelit,
a = sumbu panjang orbit,
G = konstanta gravitasi universal, dan
M = massa bumi.
Jenis-Jenis Orbit Satelit
Berdasarkan pada karakteristik geometri orbit dan pergerakan satelit di dalamnya, serta
menurut jaraknya dari permukaan bumi, dikenal beberapa jenis orbit satelit. Berikut ini hanya
akan dibahas jenis-jenis orbit satelit yang relevan dengan bidang geodesi satelit.

Orbit Prograde dan Retrograde


Orbit prograde adalah orbit yang sudut inklinasi orbitnya (i) memenuhi hubungan : 0 < i
< 90dan sudut inklinasi tersebut dihitung berlawanan arah jarum jam di titik nodal
(ascending node), dari bidang ekuator ke bidang orbit. Pada orbit prograde pergerakan
satelit dalam orbitnya searah dengan rotasi Bumi. Sedangkan orbit retrograde adalah orbit
yang sudut iklinasinya memenuhi hubungan : 90 < i < 180 dan dihitung berlawanan

arah jarum jam di titik nodal (ascending node), dari bidang ekuator ke bidang orbit,

pergerakan satelit dalam orbitnya berlawanan arah dengan rotasi Bumi.


Orbit Polar
Satelit berorbit polar mempunyai inklinasi 90. Satelit berorbit polar sangat bermanfaat
untuk mengamati permukaan bumi. Karena satelit mengorbit dalam arah Utara-Selatan
dan bumi berputar dalam arah Timur-Barat, maka satelit berorbit polar akhirnya akan
dapat menyapu seluruh permukaan bumi.
Karena alasan tersebut maka satelit pemantau lingkungan global seperti satelit inderaja
dan satelit cuaca, umumnya mempunyai orbit polar atau memndekati polar, yaitu sudut

inklinasinya sekitar90.
Orbit Geostationer
Satelit berorbit geostationer adalah satelit yang mengelilingi Bumi dengan kecepatan dan
arah yang sama dengan kecepatan dan arah rotasi Bumi. Periode orbit satelit geostationer
dibuat sama dengan periode rotasi bumi yakni T = 23 jam 56 menit 4,09 detik.
Berdasarkan Hukum Kepler III maka orbit satelit tersebut akan mempunyai sumbu
panjang (a). Dengan jari-jari Bumi sekitar 63787 km, maka orbit geostationer
berketinggian (h) sekitar 35787 km diatas permukaan Bumi. Perlu diingat bahwa hanya
Orbit Ekuatorial (i = 0) yang bisa menjadi orbit geostasioner. Disamping itu untuk
mendapatkan kecepatan satelit yang seragam, orbit harus berbentuk lingkaran (e = 0).
Karena orbitnya yang relatif tinggi, maka footprint dari satelit geostationer umumnya
sangat luas. Satelit berorbit geostationer ini umumnya tidak dapat digunakn untuk
memantau fenomena yang terjadi di kutub, hal ini dikarenakan karakteristik orbitsatelit

geostationer umumnya tidak dapat mencakup kawasan kutub.


Orbit Sun-Synchronous
Orbit sun-synchronous adalah orbit satelit yang mensinkronkan pergerakan satelit dalam
orbit, presisi bidang orbit, dan pergerakan bumi mengelilingi matahari, sedemikian rupa
sehingga satelit tersebut akan melewati lokasi tertentu di permukaan bumi selalu pada
waktu lokal yang sama setiap harinya. Untuk itu, karena Bumi berevolusi mengelilingi
matahari, maka orbit satelit juga harus berpresesi terhadap sumbu rotasi bumi, sebesar
3600/tahun.Orbit sun-synchronous umum digunakan oleh sistem satelit inderaja dan

satelit cuaca.
Medium Earth Orbit (MEO)
Medium Earth Orbit yaitu suatu orbit satelit di angkasa yang mengelilingi bumi dengan
karakteristik antara lain :

Tinggi orbit : sekitar 6.000 12.000 km, diatas permukaan bumi


Periode Orbit : 5 12 jam
Kecepatan putar : 19.000 km/jam
Waktu Tampak : 2 4 jam per hari
Delay Time : 80 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan

kembali lagi ke stasiun bumi)


Jumlah Satelit : 10 12 (Global Coverage)
Penggunaan : Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, sistem telekomunikasi bergerak

(mobile) misalnya satelit Oddysey dan ICO.


Low Earth Orbit (LEO)
Low Earth Orbit yaitu suatu otbit satelit di angkasa yang mengelilingi bumi dengan

karakteristik antara lain sebagai berikut :


Tinggi orbit : 200 3000 km, diatas permukaan bumi
Periode Orbit : 1.5 jam
Kecepatan putar : 27.000 km/jam
Delay Time : 10 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan

kembali lagi ke stasiun bumi)


Jumlah Satelit : 50 (Global Coverage)
Penggunaan : Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, sistem telekomunikasi bergerak (mobile)
contohnya satelit Iridium dan Global Star.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pada system dua benda langit terdapat Aturan untuk menerangkan gayasentral yang
disebut hukum gravitasi Newton, Gaya tarik menarik antara dua titik massaadalah berbanding
langsung dengan hasil kali massa mereka serta berbanding terbalik denganjarak kuadratnya.
Dinyatakan dalam pernyataan, Hukum Newton

Pengaruh gaya gravitasi matahari dan gravitasi bumi mengakibatkan bumi berputar pada
porosnya (berotasi) dan bumi mengelilingi matahari (berevolusi). Gaya gravitasi bulan menarik
air laut ke arah bulan sehingga memengaruhi ketinggian ombak dan permukaan laut. Karena
bulan mengitari bumi, maka akan ada saat di mana satu sisi dari bumi lebih dekat dengan bulan.
Bagian yang dekat dengan bulan inilah yang akan mengalami air laut pasang, sedangkan bagian
lainnya yang tidak dekat dengan bulan mengalami air laut surut.
Orbit planet-planet di Tata Surya memang semuanya berada dalam satu bidang. Demikian
juga dengan orbit satelit dari planet-planet tersebut. Semuanya berada dalam satu bidang yang
sama.

Semua planet bisa memiliki orbit pada bidang yang sama ini terkait dengan

pembentukannya di dalam Tata Surya.


Saran

DAFTAR PUSTAKA
Tanudidjaja,Moh. Mamur. 1995.Ilmu Pengetahuan Bumi Dan Antariksa.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Shvoong.2011.Pengertian Gravitasi Bumi , Gravitasi Bulan , Gravitasi
Matahari. (online) http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2175860pengertian-gravitasi-bumi-gravitasi-bulan/#ixzz27wcmoRFH diakses 28
September 2012
Angkasa,Pengembara.2012.Apakah Bidang Orbit Planet Sama Terhadap
Matahari?. (online) http://langitselatan.com/2012/07/15/apakah-bidangorbit-planet-sama-terhadap-matahari/diakses 28 September 2012

Masalah dua buah benda.


(online)http://personal.fmipa.itb.ac.id/suryadi/files/2008/09/bab1masalah
duabenda_r.pdf diakses 28 September 2012
Wikipedia.2011.Pasang

Laut.

(online)

http://id.wikipedia.org/wiki/Pasang_laut

diakses 28 September 2012


Wikipedia.2011.Periode

Orbit.

(online)http://id.wikipedia.org/wiki/Periode_orbitdiakses 28 September 2012