Anda di halaman 1dari 7

PEREKONOMIAN INDONESIA

PEREKONOMIAN INDONESIA DIMASA MENDATANG (SAP 14)


EKU 307 B2

OLEH,
NI WAYAN RISNA SWARDANI
1406305169

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2016

0
1. Wawasan Perspektif Global Perekonomian Indonesia
Wawasan perspektif global merupakan suatu cara pandang, cara tinjau dan cara berpikir
terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan dari suatu kepentingan global, yaitu dari sisi
kepentingan dunia atau internasional. Dengan perspektif yang semakin mengglobal kita dapat
memahami dunia dan seisinya, sehingga menumbuhkan kesadaran bahwa dunia yang begitu
kompleks dan luas itu dapat menjadi sempit dan sederhana. Sehingga kita perlu untuk
mengkaji lebih dalam pentingnya berwawasan perspektif global yang erat kaitannya dengan:
landasan pendukung kesadaran dan wawasan global yang diperlukan, bidang kekuatan
globalisasi, peningkatan daya saing dalam globalisasi, pengembangan wawasan global
melalui pendidikan, pengantisipasian arus globalisasi, sampai konsep inovasi untuk
peningkatan wawasan global. Ciri & Dampak Globalisasi Perekonomian Indonesia memiliki
prospek yang sangat menjanjikan. Sebagai negara dengan perekonomian terbesar ke-16 di
dunia. perekonomian Indonesia jauh lebih stabil dan terdiversifikasi. Dalam beberapa tahun
terakhir, Indonesia mengalami kemajuan pesat dalam pengelolaan makroekonomi. Perspektif
global yang telah ditinjau saat ini memiliki ciri-ciri masyarakat terbuka, liberal, pasar bebas,
persaingan bebas (kompetisi), demokrasi berkembang. Dalam perekonomian Indonesia,
hukum ekonomi the invisible hand) semakin besar peranannya dibanding peranan hukum
negara mekanisme pasar semakin berperan daripada proses administrasi, Sistem ekonomi
mengarah ke keterbukaan, ekspansi kapitalisme internasional, Hilangnya batas-batas
negara untuk aktivitas ekonomi. Transaksi ekonomi tidak lagi dibatasi peraturan pemerintah,
contoh : pembelian dengan US $ di Indonesia tidak bisa dilarang oleh pemerintah.
Munculnya komunitas/assosiasi/organisasi internasional & kerjasama multilateral semacam
MEE, OKI, OPEC, mata uang Euro, pembebasan visa, dsb. Pemerintah cenderung melepas
urusan-urusan domestik masyarakatnya itu (debirokratisasi) Batas negara & kewenangannya
tunduk pada kekuatan teknologi, tatanan ekonomi global, tatanan sosial & politik
internasional. Transaksi ekonomi sudah tidak mungkin diatur lagi secara efektif oleh negara.
Kebijakan pemerintah cenderung pro-pasar. Masoed (2002) menguraikan : Persoalan yang
muncul berkait dengan globalisasi ini adalah ketidakstabilan & ketidak-pastian ekonomi-
politik (global disorder dan global instability) paling tidak sejak tahun 1980-an. Terdapat 3
kekuatan yang menyebabkannya, yaitu : Penciptaan & pengintegrasian ekonomi global di
bawah hegemoni kapitalis. Perubahan teknologi yang amat cepat Konsentrasi kepemilikan
uang dan kapital oleh si kaya dan si kuat. Untuk lebih memahami masalah globalisasi,
maka kita harus:
1. Tertarik dan menaruh perhatian terhadap peristiwa-peristiwa dan perubahan pada
masyarakat tingkat lokal, nasional, dan masyarakat global.
2. Aktif mencari informasi yang berkaitan dengan masalah, peristiwa, kegiatan baik di
tingkat local, nasional, dan global.
3. Mau menerima setiap perubahan dan pembaharuan sepanjang tidak bertentangan
dengan nilai budaya bangsa kita.
4. Peduli dan mau membantu memecahkan masalah

1
5. Secara terus menerus meningkatkan ilmu pengetahuan, baik melalui pendidikan
formal atau dengan cara-cara nonformal.

Dalam globalisasi kita menyadari bahwa setiap bangsa adalah saling bersaing, dan
berpacu dengan segala perubahan dan kemajuan. Kita akan kalah dalam persaingan kalau
tidak siap, dan tidak mengantisipasinya sejak awal. Kesiapan kita dalam bersaing, adalah
dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan Daya Saing dalam
Globalisasi
1. Peningkatan produksi dan mutu produk. Yang dimaksudkan dengan produk disini
tidak hanya dalam pengertian industri, akan tetapi juga dalam pendidikan.
2. Penguasaan Bahasa Inggris sebagai bahasa yang digunakan secara internasional,
bukan saja sebagai bahasa percakapan, tetapi juga buku sumber ilmu pengetahuan
menggunakan Bahasa Inggris.
3. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Perekonomian Indonesia dimasa Mendatang Berdasarkan Pola Stuktur Yang
Terjadi
Arah perekonomian yang mulai membaik pada triwulan IV menjadi modal penting bagi
perekonomian ke depan. Ekonomi indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang
meningkat dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yang semakin meningkat dapat
melihat perkembangan dan kemajuan negara Indonesia pada negara lain. Pendapatan nasional
per tahun Indonesia mampu memberikan kemajuan ekonomi makro yang sangat berpengaruh
dalam pertumbuhan ekonomi saat ini. Salah satu pertumbuhan ekonomi itu dapat dilihat
dengan permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian.
Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi, situasi ekonomi Indonesia masa kini dan masa
mendatang, yang telah melonjak maju ke level tertinggi dalam beberapa tahun ini. Sementara
pertumbuhan diperkirakan dulunya menjadi 6,1% pada tahun, pemerintah menganggap itu
telah tumbuh menjadi 7,2%. (Bank Dunia memperkirakan sebelumnya hanya 6,4%
pertumbuhan PDB) , jadi masa depan perekonomian Indonesia sangat cerah, Selain itu,
negara Indonesia memiliki lembaga yang lebih baik dalam hal memantau pertumbuhan
ekonomi, sehingga dapat mengatasi distorsi kurang dan ketergantungan lebih besar pada
pasar. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang signifikan diberbagai sektor, Indonesia saat ini
ditengah terjadinya ledakan konsumen seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebut
saja beberapa diantaranya ; Motor Matic (Skuter), Mobil, Smartphone, dan produk perawatan
kulit dan kesehatan dan semua permintaan kelas menengah tumbuh dengan signifikan, dan
Orang Indonesia kaya baru menghabiskan uangnya untuk konsumtif. Nama merek besar
selalu terlihat di televisi, papan reklame di jalan-jalan bertebaran. Ketika datang ke
komoditas, pertumbuhan China dan India telah memberikan perangsang kepada ekonomi
Indonesia. Lainnya kebutuhan batubara dan gas sangat tinggi saat ini, sementara seluruh
dunia lapar untuk minyak sawit dari seluruh kebun yang ada di Indonesia. Dalam jangka
menengah, perekonomian Indonesia diprakirakan dapat tumbuh lebih tinggi dengan laju
inflasi yang lebih rendah dan postur transaksi berjalan yang lebih sehat. Namun, prognosa ini
sangat bergantung pada kemampuan untuk mengatasi berbagai tantangan struktural yang saat
ini masih menyelimuti perekonomian domestik. Beberapa tantangan tersebut berkaitan

2
dengan permasalahan pada struktur pembiayaan, struktur produksi domestik, termasuk
ketahanan energi dan ketahanan pangan serta dampaknya terhadap pengelolaan subsidi di
APBN, dan ketersediaan modal dasar pembangunan. Berbagai langkah reformasi struktural
telah ditempuh oleh Pemerintah dan Bank Indonesia untuk mengatasi berbagai tantangan
struktural tersebut. Bank Indonesia memperkirakan apabila reformasi struktural dapat
berjalan baik, pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6,5% pada 2018 dengan tingkat inflasi
yang menurun sesuai target jangka menengah dan defisit transaksi berjalan yang lebih sehat.
Prospek perekonomian dalam jangka panjang bahkan dapat lebih tinggi bila berbagai upaya
peningkatan kapabilitas industri dapat berjalan sesuai harapan. Lebih jauh, perekonomi
Indonesia dapat lebih meningkat apabila prakondisi kebijakan untuk mendukung kenaikan
produktivitas dan daya saing di perekonomian domestik juga terpenuhi. Namun, apabila
pelaksanaan kebijakan reformasi struktural tidak berjalan sebagaimana yang direncanakan,
pertumbuhan ekonomi dapat lebih rendah dari perkiraan, dan diikuti inflasi yang lebih tinggi
dan perbaikan defisit transaksi berjalan yang lebih terbatas
3. Faktor Yang Mempengaruh Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia
Faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari
permasalahan kesenjangan dalam pengelolaan perekonomian, dimana para pemilik modal
besar selalu mendapatkan kesempatan yang lebih luas dibandingkan dengan para pengusaha
kecil dan menengah yang serba kekurangan modal. Disamping itu, akses untuk mendapatkan
bantuan modal keperbankan juga lebih memihak kepada para pengusaha besar dibandingkan
dengan pengusaha ekonomi lemah. Disamping itu pertumbuhan ekonomi perdagangan
internasional juga memberikan dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi
Indonesia. Ketidakpastian perekonomian dan perdagangan dunia yang semakin meningkat,
semakin menyebabkan kemungkinan kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang kurang
membanggakan bagi bangsa Indonesia. Adapun faktor faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi Indonesia, secara umum:
1. Faktor Sumber Daya Manusia, Sama halnya dengan proses pembangunan,
pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan
faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan
tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan
memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
2. Faktor Sumber Daya Alam, Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada
sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian,
sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi,
apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola
sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya
kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan
laut.
3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan,
pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh
mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas

3
serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya
berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
4. Faktor Budaya, Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan
ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau
pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan.
Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja
cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses
pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
5. Sumber Daya Modal, Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA
dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal
sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena
barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
Solusi untuk mengatasinya :
1. Meningkatkan kesadaran dari masing-masing orang sangat dibutuhkan untuk
menyelesaikan masalah ini. Pemerintah harus mendukung dengan diadakannya
beasiswa bagi anak-anak yang lebih beruntung agar dapat menciptakan SDM yang
berkualitas.
2. Tingkat kesadaran orang tua sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Dimana
mereka harus sadar agar anaknya nanti hidup layak sehat, pemerintah memberikan
pengobatan gratis untuk masyarakat kurang mampu.
3. Pemerintah seharusnya memperhatikan kehidupan masyarakat diperdesaan agar dapat
lebih maju.
4. Cara mengatasinya melalui peningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi
menjadi lebih produktif.
5. Pemerintah menghadapi krisis nilai tukar ini dengan melakukan intervensi di pasar
untuk menyelamatkan cadangan devisa yang semakin menyusut. Pemerintah
menerapkan kebijakan nilai tukar yang mengambang bebas sebagai pengganti
kebijakan nilai tukar yang mengambang terkendali.
6. Masalah likuiditas daripada bank tersebut pemerintah membantu dengan memberikan
bantuan.
7. Pemerintah harus memperbaiki kualitas barang dalam negeri agar tidak kalah bersaing
dengan barang impor.
4. Analisis Perekonomian Indonesia dimasa Mendatang
Pengamat ekonomi, C. Harinowo, berpendapat masa depan perekonomian Indonesia
mulai sangat cerah. Ini ditandai dengan analisis ekonomi pada kuartal I yang semakin baik,
dengan penjualan berbagai perusahaan dan daya beli yang mengalami pertumbuhan tajam
terutama pada Januari-Februari ."Pada kuartal I perekonomian akan lebih baik daripada
perkiraan banyak pihak, penjualan berbagai perusahaan bertumbuh signifikan dan mudah-
mudahan sampai Maret juga," kata Harinowo, di Jakarta, Senin, dalam acara
Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia di Gedung Bank Indonesia Jakarta.Menurut
dia, dengan potensi yang ada tersebut, maka prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia
berpotensi meningkat tinggi, didukung dengan prediksi dari BI tentang pertumbuhan
ekonomi yang mencapai 6,2 persen pada 2008. Dengan pertumbuhan ekonomi nominal 15
persen, maka Produk Domestik Bruto (PDB) nominal akan mencapai Rp6.000 triliun. Jadi

4
masa depan perekonomian Indonesia sangat cerah, katanya.Ia mengatakan, konsumsi dan
investasi akan mendorong perekonomian domestik dengan pengembangan sumber daya alam
yang ada akan mendorong ekspor yang lebih besar.Oleh karena itu, bila selama ini banyak
pihak berpendapat telah terjadi "de-coupling" (pemisahan) sektor finansial dan
sektor riil di Indonesia, maka Harinowo justru menilai "de-coupling" saat ini
hanya tinggal mitos belaka.Menurut dia, perkembangan ekonomi di Tanah Air terbangun
dengan baik sekali, terlebih yang menjadi tahun yang sangat baik untuk perekonomian
Indonesia."Sektor riil bergerak cukup kencang didukung kondisi moneter yang stabil
dan perkembangan perbankan serta pasar modal yang juga menggembirakan,"
katanya.Dengan perkembangan tersebut, maka landasan perekonomian Indonesia terbangun
lebih kuat, terutama untuk tahun-tahun mendatang.Terlebih hingga kini perkembangan
moneter menghasilkan stabilitas perekonomian yang sehat, di mana perbankan tumbuh
signifikan dengan dana naik 17,6 persen, , sedangkan kredit meningkat 25,5
persen.Sementara itu, PDB nominal mencapai Rp3.957 triliun dengan pertumbuhan ekonomi
riil 6,23 persen dan diperkirakan akanterus meningkat. Pendapataan per kapita $1.946Jumlah
penduduk Indonesia 225 juta pada , pendapatan per kapita mencapai 1.946 dolar AS,dengan
10 persen dari penduduk atau 22,5 juta mempunyai pendapatan per kapita 6.000 dolar
AS.Padahal sebelum krisis moneter pendapatan per kapita hanya sebesar 1.100 dolar
AS."PDB sebesar itu menjadi landasan yang kuat untuk kemajuan ekonomi di tahun-
tahun mendatang," katanya.PDB nominal yang terus meningkat sejak di atas 15
persen berarti pertumbuhan ekonomi semakin sehat.Menurut Harinowo, motor penggerak
utama keberhasilan tersebut terletak pada dua hal, yaitu jumlah penduduk dan sumber daya
alam di Tanah Air. Dengan jumlah penduduk yang besar dan mempunyai daya beli tinggi
maka maka perekonomian akan menjadi semakin kuat.Ia mencontohkan sejumlah sektor
seperti ritail, konsumer produk, tekstil, garmen, elektronik, otomotif, dan non-tradables
sangat berpotensi bila didorong jumlah penduduk yang besar

5
DAFTAR PUSTAKA

Nehen, Ketut. 2012. Perekonomian Indonesia. Denpasar: Udayana University Press.