Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN TRIASE

Oleh Mersiliya Sauliyusta, 1106000792

1. Definisi Triase
Triase adalah suatu konsep pengkajian yang cepat dan terfokus dengan suatu cara
yang memungkinkan pemanfaatan sumber daya manusia, peralatan serta fasilitas yang
paling efisien dengan tujuan untuk memilih atau menggolongkan semua pasien yang
memerlukan pertolongan dan menetapkan prioritas penanganannya (Katheleen dkk,
2008). Triase adalah usaha pemilahan korban sebelum ditangani, berdasarkan tingkat
kegawatdaruratan trauma atau penyakit dengan mempertimbangkan prioritas penanganan
dan sumber daya yang ada (Pusponegoro, 2010). Kata ini berasal dari bahasa Perancis
trier yang berarti memisahkan, memilah dan memilih. Penggagas awalnya adalah
Dominique Jean Larrey, seorang dokter bedah Perancis pada Pasukan Napoleon. Triase
atau triase adalah proses untuk menentukan prioritas perawatan pasien berdasarkan
tingkat keparahan kondisi mereka. Hal ini terutama diperlukan ketika sumber daya yang
ada tidak mencukupi untuk semua pasien. Triase adalah suatu proses yang mana pasien
digolongkan menurut tipe dan tingkat kegawatan kondisinya.

Hal itu diatur untuk mendapatkan :


- Pasien yang benar ke ....
- Tempat yang benar pada ....
- Waktu yang benar dengan ....
- Tersedianya perawatan yang benar ....

2. Tujuan
Memberikan penanganan terbaik pada korban dalam jumlah yang banyak untuk
menurunkan angka kematian dan kecacatan maupun resiko cedera bertambah parah.

3. Prinsip Triase
Triase dilakukan tidak lebih dari 60 detik/pasien dan setiap pertolongan harus dilakukan
sesegera mungkin. Pada keadaan bencana masal, korban timbul dalam jumlah yang tidak
sedikit dengan resiko cedera dan tingkat survive yang beragam. Pertolongan harus
disesuaikan dengan sumber daya yang ada, baik sumber daya manusia maupun sumber
daya lainnya. Hal tersebut merupakan dasar dalam memilah korban untuk memberikan
perioritas pertolongan. Pada umumnya penilaian korban dalam triase dapat dilakukan
dengan (Booker, 2008):
Menilai tanda vital dan kondisi umum korban
Menilai kebutuhan medis
Menilai kemungkinan bertahan hidup
Menilai bantuan yang memungkinkan
Memprioritaskan penanganan definitif
Tag Warna

4. Kategori Triase:
Setelah melakukan penilaian, korban dikategorikan sesuai dengan kondisinya dan diberi
tag warna, sebagai berikut:
a Merah (Immediate)
Mengancam jiwa atau fungsi vital, perlu resusitasi dan tindakan bedah segera,
mempunyai kesempatan hidup yang besar. Penangan dan oemindahan bersifat
segera yaitu gangguan pada jalan nafas, pernafasan dan sirkulasi. Contohnya
sumbatan jalan nafas, syok hemoragik, luka terpotong pada tangan dan kaki, luka
bakar tingkat II dan III >25%.
b Kuning (Delay)
Potensial mengancam nyawa atau fungsi vital bila tidak segera ditangani dalam
jangka waktu singkat. Penanganan dan pemindahan bersifat jangan terlambat.
Contoh pada tulang besar, trauma torak, dan laserasi luas.
c Hijau (Walking Wounded)
Perlu penganan seperti pelayanan biasa, tidak perlu segera. Penangan dan
pemindahan bersifat terakhir. Contoh luka ringan. Korban dengan kondisi yang
cukup ringan, korban dapat berjalan
d Hitam (Dead and Dying)
Kemungkinan untuk hidup sangat kecil, luka sangat parah. Hanya perlu terapi
suportif. Contoh henti jantung dan trauma kepala kritis.

Klasifikasi Triase berdasarkan pada keakutan (Iyer, 2004) :


a Prioritas 1 atau Emergensi
- Pasien dengan kondisi mengancam nyawa, memerlukan evaluasi dan intervensi
segera
- Pasien dibawa ke ruang resusitasi
- Waktu tunggu 0 (Nol) menit
a Prioritas 2 atau Urgent
- Pasien dengan penyakit yang akut
- Mungkin membutuhkan trolley, kursi roda atau jalan kaki
- Waktu tunggu 30 menit
- Area critical care
b Prioritas 3 atau Non Urgent
- Pasien yang biasanya dapat berjalan dengan masalah medis yang minimal
- Kondisi yang timbul sudah lama
- Area ambulatory
c. Prioritas 0 atau 4 Kasus kematian
- Tidak ada respon pada segala rangsangan
- Tidak ada respirasi spontan
- Tidak ada bukti aktivitas jantung
- Hilangnya respon pupil terhadap cahaya

Type Triase Di Rumah Sakit


a Type 1 : Traffic Director or Non Nurse
Pengkajian minimal terbatas pada keluhan utama dan seberapa sakitnya
- Tidak ada dokumentasi
Tidak menggunakan protokol
b Type 2 : Cek Triase Cepat
Pengkajian cepat dengan melihat yang dilakukan perawat beregristrasi atau dokter
Termasuk riwayat kesehatan yang berhubungan dengan keluhan utama
untuk meyakinkan bahwa pasien yang lebih serius atau cedera mendapat
perawatan pertama
c Type 3 : Comprehensive Triase
Dilakukan oleh perawat dengan pendidikan yang sesuai dan berpengalaman
4 sampai 5 sistem katagori
Sesuai protokol

5. Dokumentasi Triase
Pada tahap pengkajian, pada proses triase yang mencaup dokumentasi adalah (ENA,
2005) :
Waktu dan datangnya alat transportasi
Keluhan utama
Pengkodean prioritas atau keakuratan perawatan
Penentuan pemberi perawatan kesehatan yang tepat
Penempatan di area pengobatan yang tepat
Permualaan intervensi (misalnya prosedur diagnostik EKG, AGD)
Proses dokumentasi traise menggunakan sistem SOPIE, yaitu sebagai berikut
(ENA, 2005):
S: data objektif
O: data objektif
A: analisa data yang mendasari penentuan diagniosa keperawatan
P: rencana keperawatan
I: Implementasi, termasuk tes diagnostik
E: evaluasi atau respon pasien terhadap pengobatan dan perawatan yang diberikan

6. Emergency Severity Index (ESI)


Emergency Severity Index (ESI) adalah kategori algoritma lima triase yang membagi
keadaan darurat pasien dari keadaan aktual dan kebutuhan pasien (ESI Triage Team,
2004). Standar lima level tersebut adalah resuscitation (1), emergency (2), urgent (3), less
urgent (4), serta no urgent (5).
Referensi :
Emergency Nursing Assosiacation. (2005). Emergency care. USA: WBA Saunders Company.
ESI Triage Research Team. (2011). Emergency severity index (ESI): A triage tool for emergency
departement care. Volume 4. Boston: Agency for Healthcare Research and Quality
Hudak, Gallo. (2000). Keperawatan kritis Vol 2. Philadhelphia: J.B Lippincot Company.
Iyer, P. (2004). Dokumentasi keperawatan: Suatu pendekatan proses keperawatan. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC
Oman, Kathleen, S. (2008). Panduan belajar keperawatan emergensi. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC