Anda di halaman 1dari 8

UNIVERSITAS INDONESIA

Pembahasan Tugas Case Western Chemical Corporation

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Manajemen dan Biaya

Oleh Kelompok 3 :

Anggiyansyah Nurmanta/1606962900
Lastri Defani Sinambela/1606963191
Rika Retno Wulandari/1606963342

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI
APRIL 2017

Chadwick, Inc : The Balance Scorecard


Case Summary :

Chadwick, Inc. adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi barang-barang konsumsi


pribadi serta produk2 farmasi. Norwalk merupakan salah satu divisi Chadwick yang mengembangkan,
memproduksi dan menjual obat obat resep untuk manusia dan hewan. Chadwick satu dari lima atau
enam perusahaan yang bersaing dalam bidang ini. Walaupun tidak mendominasi namun perusahaan ini
dipandang sebagai perusahaan yang dikelola dengan baik dan cukup dihormati karena kualitas produknya.
Norwalk memasarkan produknya melalui beberapa distributor yang menyuplai pasar local, seperti
perusahaan retail, rumah sakit dan organisasi kesehatan lainnya serta praktek dokter hewan. Norwalk
bergantung pada hubungan yang baik dengan distributor yang sekaligus berperan dalam mempromosikan
Norwalk. Chadwick memahami bahwa dalam jangka panjang, kesuksesannya bergantung pada seberapa
banyak uang yang dapat dihasilkan oleh distributor dan bagaimana distributor mempromosikan produk
produk Norwalk.
Pengembangan obat resep merupakan proses yang panjang, mahal dan tidak dapat diprediksi.
Siklus pengembangan ini dapat memakan waktu sampai dengan 12 tahun. Obat yang sudah mendapat
persetujuan dan pemerintah dan sudah dipatenkan memberikan pendapatan yang banyak bagi Norwalk
dan distributornya. Keuntungan Norwalk selama tahun 1980 merupakan hasil dari pengembangan obat
dari akhir tahun 1960an. Setelah itu, belum ada lagi obat yang benar-benar menghasilkan pendapatan bagi
Norwalk. Manajemen memberikan tekanan yang cukup berat pada para ilmuwan untuk dapat
menghasilkan produk baru namun sekaligus menurunkan jangka waktu dan biaya produksi. Beberapa
masukan mengenai produk juga datang dari sales yang tidak hanya menjual produk namun juga
memperhatikan ide-ide menarik mengenai produk Norwalk. Pabrik Norwalk merupakan salah satu yang
dianggap terbaik pada industry ini.
Sistem manajerial pada Chadwick dijalankan dengan gaya desentralisasi. Setiap manajer pada
setiap divisi diberikan kebebasan dalam proses : Research dan Development, Produksi, Marketing dan
Sales serta fungsi administrasi lainnya seperti keuangan, Human Resources dan legal. Chadwick
mengatur target yang cukup menantang bagi setiap divisi. Chadwick merupakan perusahaan yang
memiliki banyak cabang dan bertujuan agar profit dari divisi yang menguntungkan dapat menyokong
divisi yang tidak belum menguntungkan namun cukup menjanjikan keuntungan di masa yang akan
datang. Target ini dinyatakan sebagai ROCE (Return on Capital Employed) ROCE diformulasikan
sebagai berikut :
ROCE = Earning before Interest and Tax / Capital Employed
ROCE = Laba usaha sebelum pajak / Rata-rata modal kerja

The Balance Scorecard Project


Bill Baron, pengawas pada Chadwick, Inc sedang mencari metode alternative untuk
mengevaluasi performa setiap divisi, dikarenakan manajer setiap divisi mengeluh mengenai tekanan yang
terus menerus pada tujuan jangka pendek keuangan yang membutuhkan invetasi besar pada proyek2
yang berisiko untuk menghasilkan return dalam jangka panjang. Baron memikirkan mengenai Balance
Scorecard yang berguna sebagai penyeimbang untuk rencana keuangan jangka pendek dan jangka
panjang. Baron menyampaikan ide ini kepada Dan Daniels President dan kepala operasi Chadwick. Dan
Daniels tertarik dengan ide ini dan mengirimkan memo kepada semua manajer divisi dan meminta semua
divisi untuk mempersiapkan scorecard bagi divisinya masing-masing.
John Greenfield kepala divisi Norwalk menerima memo tersebut dengan beberapa concern dan
keraguan. Pada dasarnya Greenfield menyukai ide tersebut, namun merasa tidak yakin dengan seberapa
jauh kebebasan yang diberikan manajemen pusat kepada setiap manajemen divisi operasi dalam
menggunakan Scorecard. Greenfield tau dia harus mengembangkan konsep ini namun kurang yakin
terhadap konsep yang akan digunakan oleh manajemen pusat. Greenfield kemudian berdiskusi dengan
Wagner (divisional controller) mengenai pengembangan metode Balance Scorecard bagi Norwalk. Hasil
dari olah piker Greenfield adalah sbb :

Hasil dari diskusi Wagner dengan para manajer Norwalk lainnya (tanpa kehadiran Greenfield)
menghasilkan rumusan Balance Scorecard sbb :

Norwalk Pharmaceutical Division

FINANCIAL CUSTOMER INTERNAL INNOVATION


MEASURES MEASURES MEASURES MEASURES
Net contribution Market Share for key Price index for $ Revenue from New
markets basket of Products introduced
formulation in last 3 years
Working Capital Customer Complaint Cost Index for
Rate technical compounds
Operating Profit After Capital Turnover
Taxes Inventory turns by
product class
Gross Margin $
SG & A $

Highlight Issues in Norwalk Pharmaceutical Division of Chadwick, Inc. :

1. No new approved and patented ethical drugs since late 1960s


2. Revenue dependant on the approved and patented drugs in the late 1960s
3. The existing pipeline of compounds going through development, evaluation and test was not as
healthy as Norwalk management desired.
4. Management was placing pressure on scientist in the R & D lab to increase the yield of promising
new products and to reduce the time and costs of the product development cycle.
5. The scientists trying to exploring new Bio-engineering techniques, but the bio-engineering
procedures were costly, requiring extensive investment in new equipment and computer based
analysis.

Highlight issues regarding Balance Scorecard in Norwalk Pharmaceutical Division of Chadwick,


Inc.:

1. The Chadwick central management has not yet been decided Balance Scorecard will be used for
division performance measurement.
2. Chadwick management instruct managerial division to create their own Balance Scorecard.
3. Greenfield, division manager of Norwalk has not yet developed the Balance Scorecard will be
used in his division.

Jawaban atas pertanyaan Chadwick Inc. Case :

a) Yang membedakan cara pengukuran kinerja antara pendekatan Balance Scorecard dengan
pendekatan lain yang sudah dibahas pada case-case sebelumnya adalah bahwa pada pembahasan
case-case sebelumnya, pengukuran kinerja hanya dinilai dari segi finansial saja, yang mana hasil
finansial sebuah perusahaan merupakan kegiatan dimasa lalu (past event) yang tidak dapat
dijadikan pijakan untuk mengembangkan operasi bisnis dimasa yang akan datang karena
financial result tidak hanya bergantung pada keadaan internal perusahaan perusahaan, namun
juga bergantung pada keadaan perekonomian dunia secara keseluruhan, kebijakan politi serta
perkembangan trend konsumsi yang selalu berubah, sehingga jika kinerja perusahaan hanya
dinilai melalui hasil financial report saja pada dasarnya tidak dapat menggambarkan performa
perusahaan secara keseluruhan.

b) Berikut dibawah ini adalah sketsa Balance Scorecard yang dibuat oleh Greenfield :

Norwalk Pharmaceutical Division Business Strategy

1. Manage Norwalk portfolio of investments


Minimize cost to executing our existing business base
Maximize return/yield on all development spending
Invest in discovery of new compounds.
2. Satisfy customer needs
3. Driver responsibility to the lowest level
Minimize centralized staff overhead
4. People development
Industry Training
Unique mix of technical and commercial skill.

Balance Scorecard merupakan sebuah perencanaan strategis dan system manajemen yang dapat
menerjemahkan visi, misi dan strategi sebuah organisasi menjadi tujuan operasional dan pengukuran
kinerja. Tujuan dan pengukuran ini diproyeksikan menjadi 4 bagian perspektif yaitu : Financial
Perspective, Customer & Stakeholder Perspective, Process Perspective and Learning & Growth
Perspective. (Hansen, Mowen, Guan, 2006).

Balance Scorecard merupakan pengukuran kinerja 4 arah yang menggabungkan aspek financial,
aspek proses bisnis, aspek kepuasan pelanggan, serta aspek pengembangan dan pembelajaran
karyawan. Adapun sketsa Balance Scorecard yang dibuat oleh Greenfield masih terlalu sederhana dan
belum benar-benar memuat ke-4 aspek Balance Scorecard tersebut dan tidak merinci lebih lanjut
pendekatan apa yang akan dilakukan sebagai tolak ukur agar ke-4 perspektif tersebut dapat
digabungkan untuk mencapai tujuan perusahaan sekaligus digunakan untuk mengukur kinerja
manajemen dan karyawan.menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai sketsa Balance Scorecard yang
dibuat oleh Greenfield, kami meyimpulkan sebagai berikut :

Balance Scorecard model :


Ilustrasi diatas adalah hubungan antar 4 aspek pada Balance Scorecard, menggunakan ke-4 aspek
tersebut Balance Scorecard yang kami sarankan untuk Norwalk pharmaceutical Division adalah :

Pada table diatas, kami mencoba membangun Balance Scorecard untuk Norwalk Pharmaceutical
Division, setiap pengukuran memiliki target tertentu yang tentunya harus dicapai selama proses bisnis
berjalan dan pencapaian tersebut dibandingkan dengan hasil bisnis pada tahun-tahun sebelumnya
dalam bulan yang sama. Hasil pengukuran pada table Balance Scorecard diatas seharusnya dapat
dilaporkan setiap bulan oleh manajer Norwalk Pharmaceutical Division untuk Chadwick Inc.

c) Secara keseluruhan tujuan Chadwick Inc. adalah meningkatkan keuntungan dari produk-produk
baru dan mengurangi waktu serta biaya pada proses produksi. Sistem desentralisasi pada
Chadwick Inc. memberikan kebebasan bagi manajer tingkat divisional diberikan kebebasan
dalam proses : Research dan Development, Produksi, Marketing dan Sales serta fungsi
administrasi lainnya seperti keuangan, Human Resources dan legal. Selain manajer tingkat divisi
juga diberikan kebebasan dalam membangun Balance Scorecard masing-masing. Hal ini akan
menyebabkan konflik antara divisi dengan pusat, permasalahan yang dapat timbul antara lain :
1. Inconsistency BSC, karena didesign sendiri oleh masing-masing divisi, maka BSC antar
setiap divisi menjadi berbeda-beda dan hal ini akan menimbulkan ketidakkonsistenan BSC,
seharusnya Chadwick Inc. memiliki satu model BSC yang dapat digunakan sebagai acuan
oleh seluruh divisi pada perusahaan.
2. Kebebasan yang diberikan kepada setiap manajer divisi dalam membuat sendiri Balance
Scorecard bagi divisinya masing masing akan menyebabkan manajer divisi terlalu focus
terhadap tujuan divisinya saja, tanpa mengindahkan tujuan perusahaan secara keseluruhan.
3. Balance Scorecard yang dibuat oleh manajer divisi kurang andal, karena target disesuaikan
dengan kemampuan divisi tersebut, dan bagaimana target pada BSC akan dirancang sehingga
dapat dicapai 100%. Pencapaian yang cukup tinggi tentu akan dinilai baik oleh pusat.
Penilaian dan target seharusnya ditentukan oleh pusat bukan divisi.
d) Kelemahan pada proses penentuan BSC yang dijalankan pada Chadwick Inc. yang perlu
dievaluasi antara lain :
1. Ide untuk menggunakan BSC datang dari satu individu tanpa didiskusikan lebih lanjut
penerapannya pada level top manajemen Chadwick Inc.
2. BSC tidak dirancang dari top manajemen perusahaan, namun hanya diserahkan
perancangnnya kepada masing-masing kepala divisi tanpa arahan, maupun kerangka yang
jelas.
3. Manajemen pada Norwalk pharmaceutical division tidak menanggapi mengenai proses
penerapan BSC ini dengan segera, karena satu serta lain hal proses penyusunan kerangka
BSC pada Norwalk berjalan sangat lama dan pada akhirnya diputuskan dengan tergesa-gesa.