Anda di halaman 1dari 5

a.

Tahapan Pengembangan Guru Profesional


1. Sebutkan tahapan-tahapan dalam pengembangan guru profesional!
Jawaban :
Ada beberapa tahapan dalam pengembangan guru profesional, diantaranya :
a) Induksi guru Pemula Berbasis Sekolah
b) Penyediaan Guru Berbasis Perguruan Tinggi
c) Profesionalisasi Guru Berbasis Individu
d) Profesionalisasi Guru Berbasis Institusi/Lembaga
2. Apakah tujuan diadakannya sertifikasi guru?
Jawaban :
Adapun tujuan diadakannya sertifikasi guru, antara lain :
a) Untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksnakan tugas sebagai pendidik yang profesional.
b) Untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
c) Untuk meningkatkan proses dan hasil belajar dengan kata lain untuk meningkatkan mutu guru.
d) Untuk meningkatkan martabat atau harga diri guru dalam mewujudkan pendidikan yang
bermutu.
b. Prinsip-prinsip Peningkatan Kompetensi Guru
1. Bagaimanakah esensi peningkatan kompetensi seorang guru?
Jawaban :
Esensi peningkatan guru yaitu seorang guru harus lebih mengetahui tentang ilmu pengetahuan
dan teknologi (IPTEK), baik sebagai subtasi materi ajar maupun prianti pembelajaran dimana
seorang guru dituntut meningkatkan dan menyesuaikan kompetensinya agar mampu
mengembangkan dan menyajikan materi pelajaran yang aktual dengan menggunakan berbagai
pendekatan, metoda, dan teknologi pembelajaran terkini. Hanya dengan cara itu guru mampu
menyelenggarakan pembelajaran yang berhasil mengantarkan peserta didik memasuki dunia
kehidupan sesuai dengan kebutuhan dan tantangan pada zamannya.
Dampak pada siswa, jika guru tidak menguasai kompetensi yang dipersyaratkan ditambah
dengan kurangnya kemampuan untuk menggunakan TIK adalah :
(1) Siswa hanya terbekali dengan kompetensi yang sudah usang, sehingga produk sistem pendidikan
dan pembelajaran tidak siap terjun ke dunia kehidupan nyata yang terus berubah, dan
(2) Pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru juga kurang kondusif bagi tercapainya tujuan
secara aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan karena tidak didukung oleh penggunaan
teknologi pembelajaran yang modern dan handal.
2. Sebutkan prinrip-prinsip peningkatan kompetensi guru!
Jawaban :
(1) Prinsip-prinsip Umum
Secara umum program peningkatan kompetensi guru diselenggarakan dengan menggunakan
prinsip-prinsip seperti berikut ini.
a) Demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi
manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
b) Satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna.
c) Suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan guru yang berlangsung sepanjang hayat.
d) Memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas guru dalam
proses pembelajaran.
e) Memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan
pengendalian mutu layanan pendidikan.
(2) Prinsip-pinsip Khusus
Secara khusus program peningkatan kompetensi guru diselenggarakan dengan menggunakan
prinsip-prinsip seperti berikut ini.
a) Ilmiah, keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam kompetensi dan indikator
harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
b) Relevan, rumusannya berorientasi pada tugas dan fungsi guru sebagai tenaga pendidik
profesional yakni memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
c) Sistematis, setiap komponen dalam kompetensi jabatan guru berhubungan secara fungsional
dalam mencapai kompetensi.
d) Konsisten, adanya hubungan yang ajeg dan taat asas antara kompetensi dan indikator.
e) Aktual dan kontekstual, yakni rumusan kompetensi dan indikator dapat mengikuti
perkembangan Ipteks.
f) Fleksibel, rumusan kompetensi dan indikator dapat berubah sesuai dengan kebutuhan dan
perkembangan jaman.
g) Demokratis, setiap guru memiliki hak dan peluang yang sama untuk diberdayakan melalui
proses pembinaan dan pengembangan profesionalitasnya, baik secara individual maupun
institusional.
h) Obyektif, setiap guru dibina dan dikembangkan profesi dan karirnya dengan mengacu kepada
hasil penilaian yang dilaksanakan berdasarkan indikator-indikator terukur dari kompetensi
profesinya.
i) Komprehensif, setiap guru dibina dan dikembangkan profesi dan karirnya untuk mencapai
kompetensi profesi dan kinerja yang bermutu dalam memberikan layanan pendidikan dalam
rangka membangun generasi yang memiliki pengetahuan, kemampuan atau kompetensi, mampu
menjadi dirinya sendiri, dan bisa menjalani hidup bersama orang lain.
j) Memandirikan, setiap guru secara terus menerus diberdayakan untuk mampu meningkatkan
kompetensinya secara berkesinambungan, sehingga memiliki kemandirian profesional dalam
melaksanakan tugas dan fungsi profesinya.
k) Profesional, pembinaan dan pengembangan profesi dan karir guru dilaksanakan dengan
mengedepankan nilai-nilai profesionalitas.
l) Bertahap, dimana pembinaan dan pengembangan profesi dan karir guru dilaksanakan
berdasarkan tahapan waktu atau tahapan kualitas kompetensi yang dimiliki oleh guru.
m) Berjenjang, pembinaan dan pengembangan profesi dan karir guru dilaksanakan
secara berdasarkan jenjang kompetensi atau tingkat kesulitan kompetensi yang ada pada standar
kompetensi.
n) Berkelanjutan, pembinaan dan pengembangan profesi dan karir guru dilaksanakan sejalan
dengan perkembangan ilmu pentetahuan, teknologi dan seni,serta adanya kebutuhan penyegaran
kompetensi guru;Akuntabel,pembinaan dan pengembangan profesi dan karir guru
dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik;
o) Efektif, pelaksanaan pembinaan dan pengembangan profesi dan karir guru harus mampu
memberikan informasi yang bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat
oleh pihak-pihak yang terkait dengan profesi dan karir lebih lanjut dalam upaya peningkatan
kompetensi dan kinerja guru.
p) Efisien, pelaksanaan pembinaan dan pengembangan profesi dan karir guru harus didasari atas
pertimbangan penggunaan sumberdaya seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang
optimal.
c. Konsep Dasar Etika Profesi Keguruan
1. Sebutkan dasar-dasar pedoman guru profesional!
Jawaban :
a) Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang
berjiwa Pancasila.
b) Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan
anak didik masing-masing .
c) Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik , tetapi
menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
d) Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua
murid sebaik baiknya bagi kepentingan anak didik.
e) Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang
luas untuk kepentingan pendidikan.
f) Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan
meningkatkan mutu Profesinya.
g) Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan
maupun didalam hubungan keseluruhan.
h) Guru bersama sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru
Profesional sebagai sarana pengapdiannya.
i) Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang
Pendidikan.
2. Apakah pengertian etika profesi?
Jawaban :
Etika profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan
kehidupan sebagai pengemban profesi serta mempelajari penerapan prinsip-prinsip moral dasar
atau norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi)
kehidupan manusia.Etika profesi Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan
seseorang sehingga sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap
konsumen (klien atau objek).Etika profesi memilikikonsep etika yang ditetapkan atau disepakati
pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu, contoh : pers dan jurnalistik, engineering
(rekayasa), science, medis/dokter, dan sebagainya.
d. Nilai-nilai Etika dalam Kode Etik Profesi Guru
1. Sebutkan nilai-nilai etika!
Jawaban :
a) Integritas : setiap tindakan dan kata-kata pelaku profesi menunjukan sikap transparansi,
kejujuran dan konsisten.
b) Kerjasama : mempunyai kemampuan untuk bekerja sendiri maupun dalam tim
c) Inovasi : pelaku profesi mampu memberi nilai tambah pada pelanggan dan proses kerja
dengan metode baru.
d) Simplisitas : pelaku profesi mampu memberikan solusi pada setiap masalah yang timbul, dan
masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana.
2. Bagaimanakah kode etik profesi guru dan dosen?
Jawaban :
Isi Pokok Kode Etik Guru dan Dosen adalah sebagai berikut:
a) Kewajiban beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b) Menjunjung tinggi hukum dan peraturan yang berlaku
c) Mematuhi norma dan etika susila
d) Menghormati kebebasan akademik
e) Melaksanakan tridarma perguruan tinggi
f) Menghormati kebebasan mimbar akademik
g) Mengukuti perkembangan ilmu
h) Mengembangkan sikap obyektif dan universal
i) Mengharagai hasil karya orang lain
j) Menciptakan kehidupan sekolah/kampus yang kondusif
k) Mengutamakan tugas dari kepentingan lain
l) Pelanggaran terhadap kode etik guru dan dosen dapat dikenai sanksi akademik, administrasi
dan moral.
e. Analisis dan Solusi Fenomena Pelanggaran Etika Oleh Guru
1. Apakah yang dimaksud dengan pelanggaran kode etik guru?
Jawaban :
pelanggaran kode etik profesi guru merupakan pelanggaran terhadap suatu norma,nilai,
danaturanprofesionaltertulis yangsecarategas menyatakan apa yang benar dan baik bagi suatu
profesi dalam masyarakat.
2. Sebutkan faktor penyebab terjadinya pelanggaran etika guru!
Jawaban :
a) Adanya malpraktik (meminjam istilah Prof Mungin) yaitu melakukan praktek yang salah,
miskonsep. Guru salah dalam menerapkan hukuman pada siswa. Apapun alasannya tindakan
kekerasan maupun pencabulan guru terhadap siswa merupakan suatu pelanggaran.
b) Kurang siapnya guru maupun siswa secara fisik, mental, maupun emosional. Kesiapan fisik,
mental, dan emosional guru maupun siswa sangat diperlukan. Jika kedua belah pihak siap secara
fisik, mental, dan emosional, proses belajar mengajar akan lancar, interaksi siswa dan guru pun
akan terjalin harmonis layaknya orang tua dengan anaknya.
c) Kurangnya penanaman budi pekerti di sekolah. Pelajaran budi pekerti sekarang ini sudah tidak
ada lagi. Kalaupun ada sifatnya hanya sebagai pelengkap, lantaran diintegrasikan dengan
berbagai mata pelajaran yang ada. Namun realitas di lapangan pelajaran yang didapat siswa
kebanyakan hanya dijejali berbagai materi. Sehingga nilai-nilai budi pekerti yang harus diajarkan
justru dilupakan.