Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

UNTUK MEMENUHI TUGAS UJIAN PRAKTEK PENJASKES


(TAEKWONDO)

Nama : Dian Yustika Larasati


Kelas : XII Bahasa
No. Absen : 10

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olah raga bela diri
Korea yang paling populer dan juga merupakan olah raga nasional Korea. Ini adalah
seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia dan juga dipertandingkan
di Olimpiade.

Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau


menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau
"seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan
kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah
menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela
diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olah raga,
olah tubuh, hiburan, dan filsafat.

Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai


organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang
dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan
kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam
suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah
yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan
melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi
beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang
menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak
menekankan grappling (pergulatan).

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka pokok permasalahannya adalah :


1. Apakah yang dimaksud dengan olahrga taewondo ?
2. Bagaimanakah peraturan dalam olahraga taekwondo ?
3. Filosofi Sabuk pada Tae Kwon Do ?

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Taekwondo
Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olah raga bela
diri Koreayang paling populer dan juga merupakan olah raga nasional Korea. Ini
adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia dan juga dipertandingkan
di Olimpiade.

Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau


menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau
"seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan
kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan".

Tiga Materi Dalam Berlatih

1. Poomse atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan
dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan
mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse
didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang
bangsa Korea
2. Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan
memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan
ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan
kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan
tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
3. Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik
gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling
mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.

2
Terminologi Tae Kwon Do

1. Sabeum = Instruktur
2. Sabeum Nim = Instruktur Kepala
3. Seonbae = Senior
4. Hubae = Junior
5. Tae Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do
6. Muknyeom = Meditasi
7. Dobok = Seragam Tae Kwon Do
8. Ti = Sabuk Latihan
9. Oen = Kiri
10. Oreon = Kanan
11. Joonbi = Siap
12. Sijak = Mulai (Tanpa Komando(biasa dilakukan di poomse))
13. Kalryeo = Stop
14. Keysok = Lanjutkan
15. Keuman = Selesai
16. A Nee = Tidak
17. Yee = Ya
18. Eolgol = Sasaran atas
19. Moumtong = Sasaran tengah
20. Arae = Sasaran bawah
21. Kyungrye = hormat
22. chariot= mempersiapkan diri
23. nici= sekian
24. belci ki manisi= tempat istirahat
25. menicip= pengawas taekwondo
26. dobeon= dua kali
27. sambeon= tiga kali
28. iljang= satu
29. ijang= dua
30. samjang= tiga
31. sahjang= empat
32. ohjang= lima
33. yukjang= enam
34. chiljang= tujuh
35. paljang= delapan

3
Bagian-Bagian Tubuh Yang Menjadi Sasaran (Keup So)

1. Eolgol (Bagian Atas/Kepala/Muka)

Bagian ini meliputi tulang belikat, wajah, kepala, dagu, jakun, tulang diantara
mata, bagian atas dan bawah bibir.
2. Momtong (Bagian Tengah/Badan)
Bagian ini meliputi perut, ulu hati, rusuk / tulang iga, serta dibawah tulang rusuk
dimana ginjal terletak didalamnya.
3. Are (Bagian Bawah)
Bagian ini meliputi pusar ke bawah, yaitu rongga bawah perut, selangkangan,
paha bagian dalam, dan kemaluan.

Bagian-Bagian Tubuh yang Digunakan untuk Menyerang dan Bertahan

1. Kepalan (Jumeok)
2. Tangan (Son)
3. Lengan (Pal)
4. Siku Tangan (Pal Kup)
5. Kaki bagian Atas (Dari)

Seogi (Sikap Kuda-Kuda)


Sikap kuda-kuda dibagi tiga yaitu:

1. Neolpyo Seogi (sikap kuda-kuda terbuka)


2. Moa Seogi (sikap kuda-kuda tertutup)
3. Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus)

Sikap Kuda-Kuda Terbuka

Naranhi Seogi (Sikap Sejajar)


Juchum Seogi (Sikap Duduk)
Ap Seogi (Sikap Jalan Pendek)
Ap Kubi Seogi (Sikap Jalan Panjang)
Dwi Kubi Seogi (Sikap Kuda-Kuda L)
Beom Seogi (Sikap Kuda-Kuda Harimau)

4
Sikap Kuda-Kuda Tertutup

Moa Seogi (Sikap Kuda-Kuda Tertutup)


Koa Seogi (Sikap Kuda-Kuda Kaki Menyilang)

Sikap Kuda-Kuda Khusus

Kibon Junbi Seogi (Sikap Kuda-Kuda Siap)


Bojumeok Junbi Seogi (Sikap Kuda-Kuda Siap dengan Menutup Kepalan)

Pukulan

Yeop Jireugi = Pukulan Samping


Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait
Pyojeok Jireugi = Pukulan Dengan Sasaran
momtong jireugi= pukulan mengarah ke tengah(pukulan mengarah ke ulu
hati)
are jireugi= pukulan ke bawah
oreon jireugi= pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil
menendang(ap chagi)
Eolgol jireugi=pukulan ke atas (pukulan mengarah ke kepala)

Tendangan

Ap Chagi = Tendangan Kedepan


Dollyo Chagi = Tendangan Melingkar Depan
Yeop Chagi = Tendangan Samping
Dwi Chagi = Tendangan Kebelakang
Twieo Dwi Chagi = Tendangan kebelakang Yang Dilakukan Sambil
Melompat
goley chagi= tendangan double
sip chagi an chagi= tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan
aremaki
eolgol ap chagi = tendangan mengarah ke atas (tendangan ke arah kepala)
momtong ap chagi=tendangan mengarah ke tengah(mengarah ke perut)
penriyti chagi= tendangan keliling.

5
Tangkisan

aremaki = Tangkisan bawah


Elgol Ceceumaki = Tangkisan ke arah kepala
Bakat Momtong Bakat Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan
bagian dalam lengan bawah.
Bakat Momtong An Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian
luar lengan bawah.
An Maki = tangkisan darri arah luar.
bina maki an maki= tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat
masuk ke dalam harus melalui lengan atas.
am palmok mongtong bakat maki= tangkisan ke arah lengan bawah

Sabetan

Han Sonnal Mok Chigi = Sabetan dengan Pisau Tangan


Jebipoom Mok Chigi = Sabetan dari Luar ke Dalam dengan Tangkisan Pisau
Tangan
Me Jumeok Naeryo Chigi = Sabetan dari Atas ke Bawah
Dung Jumeok Eolgul Ap Chigi = Sabetan Depan dengan Bonggol Atas
Kepalan dengan Sasaran Atas
Palkup Dollyo Chigi = Sabetan Memutar dengan Siku Tangan
Palkup Pyojeok Chigi = Sabetan Siku Tangan dengan Sasaran
Mureup Chigi = Sabetan dengan Lutut
Deung Jumeok Bakkat Chigi = Sabetan dari Dalam ke Luar dengan Bonggol
Atas Kepalan

Tusukan

Pyeonsonkeut Sewo Chireugi = Tusukan dengan Telapak Tangan Tegak


Pyeonsonkeut Upeo Chireugi = Tusukan dengan Telapak Tangan Mendatar
Kawison Keut Chireugi = Tusukan dengan 2 Jari ke Arah Mata
Hanson Keut Chireugi = Tusukan dengan 1 Jari ke Arah Mata

6
B. Peraturan dalam Olahraga Taekwondo
a. Kyorugi
1. Peraturan pertandingan menggunakan peraturan terbaru yang mengacu
pada World Taekwondo Federation Competiition Rules dan akan
dijelaskan pada saat technical meeting.
2. System pertandingan menggunakan system gugur
3. Untuk Kyorugi mininal tiap kelasnya berjumlah 4 (empat) orang. Jika
kurang maka akan dinyatakan eksebisi
4. Atlet Kyorugi minimal penyandang sabuk hijau
5. Panitia tidak melayani protes

b. Poomsae
1. Peraturan pertandingan mengacu pada peraturan terbaru World
Taekwondo Federation Rules an Interpetation
2. System pertandinggan menggunakan Cut of Robin atau system
turnamen penyisihan tunggal.
3. Materi yang dimainkan dan urutan bertanding ditentukan dari hasil
undian pada waktu technical meeting.
4. Pertandingan dilaksanakan dalam 2 session. Session I memainkan wajib
1, Session II memainkan wajib 2.
5. Pemenang sesuai urutan yang memperoleh point terbanyak.
6. Tiap peserta maksimal memainkan 2 kategori poomsae
7. Untuk poomsae minimal tiap kelasnya berjumlah 4 (empat) peserta. Jika
kurang makan akan dinyatakan sebagai eksebisi
8. Atlet Poomsae minimal penyandang sabuk biru
9. Panitia tidak melayani protes.

7
C. Filosofi Sabuk pada Tae Kwon Do

1. Putih melambangkan kesucian, awal/dasar dari semua warna, permulaan.


Di sini para taekwondoin mempelajari jurus dasar (gibon) 1
2. Kuning melambangkan bumi, disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar
TKD dengan kuat.Mempelajari gibon 2 dan 3. Sebelum naik sabuk hijau
biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dahulu.
3. Hijau melambangkan hijaunya pepohonan, pada saat inilah dasar TKD
mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari taeguk 2). Sebelum naik ke
sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dahulu.
4. Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan
seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah
kita pelajari.(mempelajari taeguk 4). Sebelum naik sabuk merah biasanya
naik ke sabuk biru strip merah terlebih dahulu.
5. Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi
pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap
sikap dan tindakan kita.(mempelajari taeguk 6). Sebelum naik sabuk
hitam, biasanya naik ke sabuk merah strip dua dan merah strip satu
dahulu. Maksud dari matahari adalah tingkaran di mana seorang sabuk
merah memberi kehangatan atau dalam arti denotasi mulai memberi ilmu
atau bimbingan.
6. Hitam melambangkan akhir, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan
penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan. Hitam memiliki tahapan
dari Dan 1 hingga Dan 9. Juga melambangkan alam semesta.

8
BAB III
PENUTUP

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai materi yang menjadi bahasan
dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena terbatasnya
pengetahuan kurangnya rujukan atau referensi yang kami peroleh hubungannya
dengan makalah ini Penulis banyak berharap kepada para pembaca agar dapat
memberikan kritik saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya makalah
ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis para pembaca khusus pada
penulis. Aamiin