Anda di halaman 1dari 5

UJI KEMURNIAN BENIH PADI (ORYZA SATIVA)

TESTING THE PURITY OF RICE (ORYZA SATIVA) SEEDS


Sadamfan1 2012102003110602
Praktikum Teknologi Benih Laboratorium Agroteknologi I Program Studi Agroteknologi
fakultas Pertanian-Peternakan universitas Muhammadiyyah Malang 2017
ABSTRAK
Praktikum Teknologi Benih dengan judul Pengujian Kemurnian Benih dilaksanakan di
Laboratorium Agroteknologi 1. Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui prinsip pengujian
kemurnian benih dan menguji kemurnian beberapa jenis benih. Bahan yang digunakan adalah
benih jagung (Oryza Sativa). Adapun alat-alat yang digunakan yaitu pinset, cawan petri, dan
timbangan elektrik. Dalam pelaksanaannya, pengujian kemurnian benih dilakukan dengan cara
memisahkan komponen-komponen benih menurut benih murni, biji tanaman lain (BTL),
campuran varietas lain (CVL), dan kotoran benih (KB), serta menghitung persentase komponen-
komponen tersebut.
Kata kunci : Benih, Padi, Oryza Sativa, Kemurnian Benih
ABSTRACT
Practical Seed Technology entitled Purity Tests conducted at the Laboratory of
Agrotechnology 1. The objective of this lab is to determine the principles of seed purity testing
and test the purity of some types of seeds.. The material used is corn seed (Oryza Sativa). The tools
used are pinset, petri dish, and electric scales. In its implementation, seed purity testing is done by
separating seed components according to pure seed, other plant seeds (BTL), mixed other varieties
(CVL), and seed impurities (KB), as well as calculating the percentage of these components.
Keywords : seed, Rice, Oryza Sativa, Seed Purity

PENDAHULUAN dari satu batang. Tetapi tidak semua


anak padi ini menghasilkan buah padi
Menurut Marlina (2013) Padi yang berkualitas, dalam arti untuk
(Oryza sativa) merupakan tanaman digunakan sebagai bibit.
pangan rumput berumpun. Padi
sawah Oryza Sativa ini termasuk jenis Untuk mendapatkan tingkat
rumput-rumputan dan berakar produksi yang optimal, bibit
serabut. Seperti tanaman jenis merupakan salah satu komponen
rumput-rumputan lainnya, padi teknologi yang sangat berpengaruh
beranak melalui tunas yang tumbuh Varietas padi merupakan salah satu
dari pangkal batang sehingga teknologi utama yang mampu
membentuk rumpun. Setiap batang meningkatkan produktivitas padi dan
padi umumnya dapat beranak lebih pendapatan petani. Dengan

1
Penulis mewakili kelompok 1 untuk membahas Bab Kemurnian Benih
2
NIM Penulis
tersedianya varietas padi yang telah sertifikasi merupakan kegiatan untuk
dilepas pemerintah, kini petani dapat mempertahankan mutu benih dan
memilih varietas yang sesuai dengan kemurnian varietas yang
kondisi lingkungan setempat, berdaya dilaksanakan dengan kegiatan-
hasil dan bernilai jual tinggi. Varietas kegiatan mencakup pengawasan di
padi merupakan teknologi yang lapangan, pengujian di laboratorium
paling mudah di adopsi petani dan dan pengawasan pemasangan label.
praktis. Pengguna benih bersertifikat
dan benih dengan vigor tinggi sangat Kualitas benih sangat
disarankan, karena: 1. benih bermutu mempengaruhi produktivitas
akan menghasilkan bibit yang sehat tanaman yang akan diperoleh,
dengan akar yang banyak. 2. benih sehingga perlu ketelitian dalam
yang baik akan menghasilkan menentukan benih yang akan
perkecambahan dan tumbuhan yang digunakan dalam usaha budidaya
seragam. 3. ketika di tanam pindah, tanaman. Komponen yang perlu
bibit dari benih yang baik dapat diperhatikan pada saat melakukan
tumbuh lebih cepat dan tegar dan 4. analisis kemurnian fisik adalah benih
benih yang baik akan memperoleh murni, benih tanaman lain, dan
hasil yang tinggi (Misran, 2014). kotoran benih (Suharto, 2003).

Mutu benih mencakup tiga aspek BAHAN DAN METODE


yaitu : Tempat dan Waktu
a. Mutu genetik, yaitu aspek mutu Pengujian kemurnian benih
benih yang ditentukan berdasarkan dilaksanakan di laboratorium
identitas genetik yang telah Agroteknologi 1 Universitas
ditetapkan oleh pemulia dan tingkat Muhammadiyyah Malang pada hari
kemurnian dari varietas yang kamis tanggal 16 Maret 2017.
dihasilkan, identitas benih yang
dimaksud tidak hanya ditentukan Bahan dan Alat
oleh tampilan benih, tetapi juga Benih yang dipakai dalam
fenotipe tanaman praktikum ini adalah benih padi
b. Mutu fisiologi, yaitu aspek mutu (Oryza sativa). Sedangkan alat yang
benih yang ditunjukan oleh viabilitas digunakan dalam praktikum ini
benih meliputi daya adalah timbangan analitik, pinset, dan
berkecambah/daya tumbuh dan vigor cawan petri.
benih
c. Mutu fisik, yaitu aspek mutu benih Prosedur Praktikum
yang ditunjukan oleh tingkat
kebersihan, keseragaman biji dari Uji kemurnian menggunakan
segi ukuran maupun bobot, metode sederhana, yaitu menimbang
kontaminasi dari benih lain atau benih padi kemudian memisahkan
gulma, dan kadar air. biji benih berdasarkan komponen
yang meliputi benih murni, benih
Pasal 13 ayat 2 Undang-undang spesies lain, benih gulma, dan kotoran
Nomor 12 Tahun 1992 tentang benih. Setelah itu menghitung
Budidaya Tanaman tertulis bahwa
persentase dari masing-masing BM = Benih Murni
komponen dengan rumus hitungan :
BTL = Benih Tanaman Lain
Rumus perhitungan persentase
adalah : KB = Kotoran Benih

% BM = [BM / (BM + BTL +


KB)] x 100 % HASIL DAN PEMBAHASAN
% BTL = [BTL / (BM + BTL + Dari hasil perhitungan yang
KB)] x 100 % dilakukan diperoleh data yang di
% KB = [ KB / ( BM + BTL + sajikan pada table 1.
KB)] x 100 % Tabel. 1. Hasil Perhitungan
Keterangan: Kemurnian Benih

Komponen Berat (g) Berat (%) Keterangan


Benih Murni 177,708 90,882 Berat Awal : 195,537 g
Benih Spesies Lain 10,573 5,476
Benih Gulma 0 0
Kotoran Benih 7,121 3,641
Total 195,292

Pengujian Kemurnian Benih murni, benih tanaman lain, dan


kotoran benih yang selanjutnya
Pengujian kemurnian benih adalah dihitung presentase dari ketiga
pengujian yang dilakukan dengan komponen benih tersebut. Tujuan
memisahkan empat komponen benih analisis kemurnian adalah untuk
murni, benih spesies lain, benih menentukan komposisi benih murni,
gulma dan kotoran benih yang benih lain dan kotoran dari contoh
selanjutnya dihitung presentase dari benih yang mewakili lot benih.
keempat komponen benih tersebut. (Heddy, 2000)
Tujuan analisis kemurnian yaitu
untuk menentukan komposisi benih Pada praktikum kali ini melakukan
murni, benih spesies lain, benih uji kemurnian benih dengan metode
gulma dan kotoran benih dari contoh tradisional, yaitu memilah-milah
benih yang mewakili suatu kelompok antara benih murni, benih lain dan
benih. kotoran benih menggunakan tangan,
Kemurnian benih adalah tingkatan jadi hanya mengandalkan indera
kebersihan benih dari materi-materi perasa dan penglihatan saja. Cara ini
non benih/ serasah, atau benih memiliki kelemahan karena
varietas lain yang tidak diharapkan. kemampuan indera perasa dan
Biasanya kemurnian benih penglihatan tiap orang berbeda-beda.
dinyatakan dalam persentase (%). Kontaminasi benih varietas lain
Pengujian kemurnian benih adalah dapat disebabkan oleh berbagai hal.
pengujian yang dilakukan dengan Bisa dari cara pembudidayaannya
memisahkan tiga komponen benih atau pada saat prosesingnya. Dari segi
pembudidayaan, pencampuran Pada pemurnian benih bertujuan
varietas lain dimungkinkan karena untuk membuang benih spesies lain
penanaman yang tidak hanya satu yang berbeda dengan spesies yang
varietas saja dalam tempat yang sama diproduksi dan bahan-bahan pengotor
dan dalam waktu yang bersamaan. dan memilih benih murni dari benih-
Dengan kata lain dalam benih yang kecil, berwarna tidak
pembudidayaannya proses isolasi normal,dan benih-benih yang tidak
tidak berjalan dengan baik. Dari segi sehat lainnya. Pemurnian benih tidak
prosesing benih, pencampuran dapat dilakukan dengan sembarangan
varietas lain dapat terjadi karena karena masing-masing kelompok
beberapa hal misalnya saat benih mempunyai masalah yang
pengangkutan benih tercampur harus dianalisis dan dipecahkan
varietas lain, hal ini bisa karena dengan menggunakan perangkat
karung tempat membawa tidak bersih mesin dengan cara yang benar.
dari varietas lain, atau pada saat
pengeringan tempat yang digunakan Berdasarkan hasil perhitungan
tidak bersih. Tempat penjemuran kemurnian benih didapatkan persen
yang berdekatan antar varietas benih murni sebesar 90,882
berbeda juga dapat mengakibatkan %. Angka ini menunjukan bahwa
tercampurnya varietas yang sedang benih tersebut memiliki kemurnian
dikeringkan, sehingga idealnya suatu yang cukup baik. Namun masih
tempat penjemuran hanya digunakan terlalu banyak komponen lain yang
untuk mengeringkan satu varietas tidak diinginkan, seperti benih spesies
saja (Siregar, 2005). lain sebesar 5,476 % dan kotoran
benih sebesar 3,641 %. Pada keadaan
Alat prosesing yang tidak sebenarnya hal ini harus dihindari
bersih juga dapat menyebabkan benih karena mengurangi kualitas benih dan
menjadi tidak murni karena masih ada kemurnian benih. Biasanya
benih dari varietas lain yang masih komponen benih murni yang
tertinggal dan akhirnya tercampur diharapkan minimal 95 % dari berat
dengan benih yang kita panen. contoh kerja.
Sehingga untuk mendapatkan benih
dengan tingkat kemurnian tinggi Pengujian benih khususnya dalam
diperlukan kecermatan dan ketelitian pengujian kemurnian benih
yang baik. Karena suatu benih apabila merupakan kegiatan kegiatan untuk
tingkat kemurniannya turun sampai menelaah tentang kepositifan fisik
batas tertentu maka kelas benih komponen komponen benih
tersebut juga akan turun. Persentase termasuk pula persentase berat benih
benih murni akan dapat mencapai murni (pure seed) yang meliputi
100% jika prosesing benih, proses semua varietas dari setiap spesies
pengangkutan benih, dan proses yang diakui bagaimana yang
penjemuran benih memenuhi standar dinyatakan oleh pengirim atau yang
serta alat prosesing yang digunakan ditemukan dalam pengujian di
bersih dan dipastikan tidak ada laboratorium (Justice, 2002).
varietas lain (Sund dan Delouce,
2008).
KESIMPULAN oats, and wheat. Journal Cultura
40: 77-83.
Adapun kesimpulan yang
dapat diambil dari praktikum Suharto, E. 2003. Struktur biji, sifat
kemurnian benih adalah : fisik biji, dan karakteristik
benih kemiri (Aleurrites
1. Kemurnian benih adalah persentase molluccana) provenan Karang
berdasarkan berat benih murni yang Dapo. Jurnal Akta Agrosia 6:
terdapat dalam suatu contoh benih. 23-29.
2. Komponen pengujian Sund dan Delouce. 2008. Relation of
kemurnian benih yaitu benih murni, specific gravity to vigor and
benih spesies lain, benih gulma dan viability in rice seed.
bahan lain atau kotoran benih. Proceeding of the AOSA 52 :
168.

DAFTAR PUSTAKA
Heddy, G. 2000. Biologi Pertanian.
Rajawali Press: Jakarta
UNDANG-UNDANG NOMOR 12
TAHUN 1992 TENTANG SISTEM
BUDIDAYA TANAMAN [LN
1992/46, TLN 3478]
Justice, O.L. 2002. Prinsip Dan
Praktek Penyimpanan Benih.
Rajawali Press: Jakarta
Marlina, N., E. A. Saputro, N. Amir.
2012. Respons Tanaman Padi
(Oryza sativa L.) terhadap
Takaran PupukOrganik Plus
dan Jenis Pestisida Organik
dengan System of Rice
Intensification(SRI) di Lahan
Pasang Surut. Lahan
Suboptimal. 1(2): 138 148.
Misran. 2014. Efisiensi Penggunaan
Jumlah Bibit Terhadap
Pertumbuhan dan Produksi Padi
Sawah.Pertanian
Terapan. 14(1): 39 43.
Siregar, A. Z. 2005. Comparative
anatomy and morphology of
embryos and seedling of maize,