Anda di halaman 1dari 22

PROVINSI

GORONTALO

I. KONDISI UMUM
A. Kondisi fisik daerah
1. Keadaan Geografis

Provinsi Gorontalo merupakan daerah atau


provinsi pemekaran dari Sulawesi Utara yang
dibentuk berdasarkan Undang-Undang RI Nomor
38 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi
Gorontalo. Wilayah Gorontalo terletak di antara
019 115 Lintang Utara dan 12123 - 12343
Bujur Timur. Dari posisi tersebut wilayah ini
berbatasan langsung dengan dua Provinsi yaitu
Provinsi Sulawesi Tengah di sebelah Barat dan Provinsi Sulawesi Utara di sebelah
Timur. Sedangkan di sebelah Utara berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi dan di
sebelah Selatan dibatasi oleh Teluk Tomini.

2. Iklim
Kondisi wilayah Provinsi Gorontalo yang letaknya berada di dekat garis khatulistiwa,
mempunyai suhu udara yang cukup panas  
     C - .
Kecenderungan suhu maksimum selama 5 (lima) tahun terakhir di Provinsi Gorontalo
terjadi di bulan Oktober dengan temperatur rata-  
 
minimum cenderung terjadi di bulan September dengan temperatur minimum rata-
         
 ! "   !
!! " 
terjadi di bulan Mei dengan rata-rata curah hujan maksimum 335 mm per tahun.
Curah hujan minimum cenderung terjadi di bulan Mei dengan rata-rata curah hujan
per tahun adalah 29,6 mm. Rata-rata tekanan udara sebesar 1.009,6 mb, rata-rata
kelembaban udara 81,74% dan kecepatan rata-rata angin sebesar 1,84 m/det.

3. Topografi
Kota Gorontalo adalah wilayah yang terletak pada elevasi paling rendah, dari 0 sampai
500 meter di atas permukaan laut. Kabupaten Gorontalo terdiri dari wilayah dataran
dan pegunungan berada pada elevasi bervariasi, dari 0 sampai 2.065 m dari
permukaan laut. Kabupaten Boalemo terdiri dari wilayah dengan topografi datar
sampai bergunung terletak pada ketinggian dengan variasi dari 0 sampai 2.100 m dari
permukaan laut. Kabupaten Pohuwato terletak pada elevasi 0 sampai 1.920 m yang
ditemukan di daerah perbatasan dengan Sulawesi Tengah. Kabupaten Bone Bolango
mempunyai topografi dengan variasi antara 0 sampai 1.954. Kabupaten Gorontalo
Utara mempunyai topografi dengan ketinggian yang berbeda-beda, dengan variasi
ketinggian antara 0 sampai 1.970 m dari permukaan laut.

465
4. Luas wilayah
Luas wilayah Provinsi Gorontalo 12.215,44 km2, jika dibandingkan dengan Wilayah
Indonesia luas Provinsi ini hanya sebesar 0,63 persen. Saat ini, Provinsi Gorontalo
memiliki 6 (enam) wilayah pemerintahan yakni 5 (lima) Kabupaten dan 1 (satu) Kota
yang terdiri dari Kota Gorontalo dengan luas wilayah 66,25 km 2, Kabupaten Gorontalo
dengan luas wilayah 2.207,58 km2, Kabupaten Boalemo dengan luas wilayah 2.517,36
km2, Kabupaten Pohuwato dengan luas wilayah 4.244,31 km 2, Kabupaten Bone Bolango
dengan luas wilayah 1.889,04 km2 dan Kabupaten Gorontalo Utara dengan luas wilayah
1.290,90 km2. Dari keenam wilayah ini Kabupaten Pohuwato memiliki luas wilayah
terbesar diikuti oleh Kab. Boalemo, sedangkan Kota Gorontalo memiliki luas wilayah
terkecil sebesar 0,54% dari total luas wilayah Gorontalo. Didalam pengembangan
wilayah sampai dengan tahun 2017 direncanakan Provinsi Gorontalo akan memiliki 8
Kabupaten dan 2 kota.

5. Pulau dan sungai


Provinsi Gorontalo dilintasi oleh beberapa sungai. Sungai Paguyaman yang terletak di
Kabupaten Boalemo adalah sungai terpanjang dengan panjang aliran 99,3 km.
Sedangkan sungai yang terpendek adalah Sungai Bolontio dengan panjang aliran 5,3 km
yang terletak di Kabupaten Gorontalo Utara. Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi disebutkan sistem pengelolaan sumber daya air dilakukan dengan berbasis
Wilayah Sungai (WS) yang meliputi WS strategis Nasional dan WS Strategis Provinsi. WS
Strategis Nasional yaitu WS Paguyaman dan WS lintas Provinsi meliputi WS Limboto-
Bolango-Bone dan WS Randangan.

B. Keadaan sosial ekonomi


1. Pemerintahan
Provinsi Gorontalo pada awal berdirinya hanya terdiri dari 2 kabupaten dan 1 kota.
Namun, setelah adanya pemekaran, Provinsi Gorontalo kini terdiri dari 5 kabupaten
dan 1 kota, yaitu kabupaten Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo, Gorontalo Utara,
Puhowatu dan kota Gorontalo. Wilayah administrasi Provinsi Gorontalo terdiri atas 75
kecamatan dan 637 desa/kelurahan

2. Pendidikan
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, Rata-rata Lama
Sekolah (Tahun) Prov. Gorontalo, pada tahun 2011 sebesar 7,45. Sedangkan angka
melek huruf pada tahun 2011 sebesar 96,10.

3. Tenaga Kerja
Tahun 2010 jumlah tenaga kerja di seluruh sektor ekonomi sebanyak 432.926 orang
kemudian meningkat menjadi 445.210 orang pada Tahun 2011. Struktur
ketenagakerjaan Tahun 2011 memperlihatkan bahwa penduduk yang termasuk
angkatan kerja sebesar 465.027 di mana masih lebih banyak dari bukan angkatan kerja
sebesar 260.216. Penduduk yang bekerja sebesar 445.210. Selanjutnya, kelompok
bukan angkatan kerja didominasi oleh penduduk yang mengurus rumah tangga, yaitu
sebesar 171.804 serta yang bersekolah sebesar 33.142.

466
4. Penduduk
Jumlah Penduduk Provinsi Gorontalo tahun 2010 adalah sebanyak 1.040.164 jiwa. Dari
tabel dibawah dapat dilihat bahwa Kabupaten Gorontalo merupakan kabupaten yang
jumlah penduduknya lebih banyak. Untuk tahun 2010 penduduk Kabupaten Gorontalo
adalah 34.22% dari jumlah keseluruhan penduduk Provinsi, sedangkan Kabupaten
Gorontalo Utara merupakan wilayah yang terendah jumlah penduduknya dari seluruh
kabupaten/kota yang ada.

Tabel 209. Jumlah Penduduk Provinsi Gorontalo, 2006-2010


Nama Tahun
No
Kabupaten/Kota 2006 2007 2008 2009 2010
01 Kab. Gorontalo 431.440 338.381 339.620 340.730 355.988
02 Kab. Boalemo 118.947 123.243 127.639 128.540 129.253
03 Kab. Pohuwato 110.481 112.532 114.572 116.203 128.748
04 Kab. Bone Bolango 127.977 129.025 130.025 131.781 141.915
05 Kab. Gorontalo Utara - 94.829 95.177 96.489 104.133
06 Kota Gorontalo 159.455 162.325 165.175 170.209 180.127
Provinsi Gorontalo 948.300 960.335 972.208 983.952 1.040.164
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, 2011.

Dan jika dibandingkan dengan luas wilayah yang ada, maka Kota Gorontalo yang hanya
punya wilayah seluas 66,25 Km2 namun memiliki penduduk yang cukup besar, hal ini
menunjukkan bahwa Kota Gorontalo adalah wilayah terpadat penduduknya di Provinsi
Gorontalo. Kepadatan penduduk rata-rata yaitu 180.127/66,25 atau sama dengan
2.719 jiwa/Km2.

5. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)


Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo tahun 2012 yang diukur dari kenaikan Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) meningkat sebesar
7,71 persen dibanding tahun 2011. Seluruh sektor ekonomi (termasuk kehutanan)
mengalami pertumbuhan positif, dengan pertumbuhan tertinggi dialami sektor
Perdagangan, Hotel dan Restoran yang tumbuh sebesar 11,13 persen dan terendah di
sektor Jasa-jasa yang tumbuh sebesar 5,22 persen. Besaran PDRB Gorontalo pada
tahun 2012 atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai 10,37 trilyun rupiah, sedangkan
atas dasar harga konstan 2000 mencapai 3,38 trilyun rupiah. PDRB dari sektor
kehutanan belum dapat ditampilkan secara rinci.

6. Budaya dan Nilai


Gorontalo memiliki tradisi mengelola sistem pemerintahannya secara pluralistik dan
mandiri. Kekayaan sosio-histori ini menjadikan masyarakat Gorontalo secara kolektif
terdorong untuk memajukan potensi dan mengimplementasikan aksi sosial dalam
kehidupan masyarakat Gorontalo dalam nuansa nilai, norma dan tradisi lokal
masyarakat. Bahkan sehubungan dengan kebiasaan ini dikenal istilah huyula
(bersama-sama) di tengah-tengah masyarakatnya. Satu hal penting dalam budaya
huyula adalah apresiasi gambaran masyarakat yang secara sadar untuk membangun
kohesi sosial dimana hal itu dikelola bersama dalam falsafah adat bersendikan syara,
syara bersendikan Kitabullah.

467
Dilihat dari unsur budaya bahasa, maka Gorontalo memiliki tiga jenis bahasa daerah
yaitu: Bahasa Gorontalo, Bahasa Suwawa dan Bahasa Atinggola. Namun demikian
bahasa indonesia adalah bahasa Nasional yang digunakan dan dimengerti dengan baik
oleh sebagian besar penduduk Gorontalo. Rumah adat Penduduk Provinsi Gorontalo
disebut Dulohupa. Dulohupa merupakan rumah panggung yang terbuat dari papan,
dengan bentuk atap khas daerah Gorontalo. Pada bagian belakang ada ajungan tempat
para raja dan kerabat istana untuk beristirahat atau bersantai sambil melihat kegiatan
remaja istana bermain sepak raga. Rumah adat Dulohupa ini, biasanya terdapat di
sebuah bidang tanah yang luasnya kurang lebih lima ratus meter.

Rumah Adat Dulohupa

468
II. ASPEK KAWASAN

A. Hutan Negara
1. Luas Kawasan Hutan
Luas Kawasan hutan di Provinsi Gorontalo sesuai SK Menhut No.325/Menhut-II/2010
tanggal 25 Mei 2010, tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi
Gorontalo adalah seluas 824.668 ha, sedangkan luas daratan kawasan hutannya
mencapai 824.668 ha. Kawasan hutan tersebut meliputi :
1. Hutan Konservasi seluas 196.653 ha
2. Hutan Lindung seluas 204.608 ha
3. Hutan Produksi Terbatas seluas 251.097 ha
4. Hutan Produksi Tetap seluas 89.879 ha
5. Hutan Produksi yang dapat dikonversi 82.431 ha

Hutan Hutan
Produksi Produksi yg
Tetap dpt dikonversi
10,90% 10,00%

Hutan
Produksi
Terbatas
30,45% Hutan
Konservasi
Hutan 23,85%
Lindung
24,81%

Luas Kawasan Hutan di Provinsi Gorontalo

Berdasarkan gambar dapat diketahui bahwa 30.45% kawasan hutan yang ada di Provinsi
Gorontalo merupakan Hutan Produksi Terbatas, 24.81% hutan lindung, 23.85% hutan
produksi konservasi, 10,9% hutan produksi tetap, 10% hutan produksi yang dapat
dikonversi.

2. Luas Penutupan Lahan


Kondisi penutupan lahan di Provinsi Gorontalo berdasarkan hasil penafsiran Citra
Landsat 7 ETM+ Tahun 2009/2010 adalah sebagai berikut :
Tabel 210. Luas Penutupan Lahan Dalam Dan Luar Kawasan Hutan Provinsi Gorontalo
KAWASAN HUTAN
TOTAL
Penutupan HUTAN TETAP
APL
Lahan KSA- HPK Jumlah
HL HPT HP Jumlah %
KPA
A. Hutan 187,1 178,9 218,7 62,,7 68,7 716,1 17,0 733,1 61,2
-Htn Primer 130,1 83,4 82,0 6,0 1,2 302,7 2,6 305,3 25,5
-Htn Skdr 57,0 95,5 136,7 56,7 67,5 413,4 14,4 427,8 35,7
-Hutn Tan - - - - - - - - -
B. Non Hutan 9,6 25,7 32,4 27,2 13,7 108,5 357,0 465,5 38,8
C. Tdk ada data - - - - - - - - -
Total 196,7 204,6 251,1 89,9 82,4 824,7 373,9 1.198,6 100,0
Sumber : Statistik Kementerian Kehutanan Tahun 2011

469
3. Penggunaan dan Pelepasan Kawasan Hutan
Kegiatan pinjam pakai kawasan hutan untuk kegiatan non kehutanan di Provinsi Gorontalo
seluas 26.447,24 Ha, yang terletak di tiga kabupaten/kota, yaitu kab. Bone Bolango, kab.
Pohuwato, dan kab. Gorontalo Utara.
Perkembangan proses izin pinjam pakai kawasan hutan di Provinsi Gorontalo sampai saat ini,
adalah sebagai berikut :

Tabel 211. Kegiatan Pinjam Pakai Kawasan Hutan Provinsi Gorontalo


Pinjam Pakai Kawasan Hutan
Kabupaten Ket
No Thn Jml
/ Kota Perusahaan Luas (Ha)
unit
Kabupaten
PT. Sumber SK.633/Menhut-II/2010 Tanggal 15
1 Bone 2010 1 41
Energi Lestari November 2010
Bolango
1. SK.673/Menhut-II/2010 Tanggal 8
Desember 2010 (izin Pinjam Pakai
Kawasan Hutan Untuk Kegiatan Ekplorasi
Kabupaten
PT. Gorontalo Emas dan Mineral)
2 Bone 2010 1 19.667
Minerals 2. SK. 456/Menhut-II/2011 Tanggal 5
Bolango
Agustus 2011 (Perpanjangan Izin Pinjam
Pakai Kawasan Hutan Untuk Kegiatan
Ekplorasi Emas dan Mineral)
SK. 330/Menhut-II/2011 Tanggal 22 Juni
PT. Gorontalo
Kabupaten 2011 (izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan
3 2011 1 Sejahtera 2.359,24
Pohuwato Untuk Kegiatan Ekplorasi Emas dan
Mining
Mineral)
SK 538/Menhut-II/2011 Tanggal 21
September 2011 (Izin Pinjam Pakai
Kabupaten KUD Dharma
4 2011 1 100 Kawasan Hutan Untuk Kegiatan Ekplorasi
Pohuwato Tani Marisa
Emas dan Mineral Pengikutnya Pada
Kawasan Hutan Produksi Terbatas)
Kabupaten SK. 627/Menhut-II/2011 (izin
PT. Suma
5 Gorontalo 2011 1 4.280 Penggunaan Kawasan Hutan Untuk
Heksa Sinergi
Utara Kegiatan Ekplorasi)
Sumber Data : BPKH Wilayah XV Gorontalo

470
III. ASPEK SUMBER DAYA HUTAN

A. Potensi hutan
Rata-rata potensi tegakan kayu untuk semua jenis di provinsi Gorontalo berdasarkan hasil
Re-Enumerasi PSP tahun 1996-2009 yaitu, jumlah pohon dengan diameter > 20 cm
sebanyak 112,40 pohon/ha dengan volume 180,20 m/ha, diameter > 50 cm sebanyak 21
pohon/ha dengan volume 111,40 m/ha, dan diameter > 60 cm sebanyak 11,80 pohon/ha
volumenya mencapai 88 m/ha.

B. Produksi Kayu
1. Produksi Kayu Bulat
Produksi kayu bulat di Provinsi Gorontalo berasal dari Izin Usaha Pemanfaatan Hasil
Hutan Kayu Hutan Alam (IUPHHK-HA), Izin Ppemanfaatan Kayu dan Pemilik atau
pedagang hasil hutan kayu bulat dan asal usul yang sah. Produksi kayu bulat pada tahun
2012 sebesar 6.658,13 m3, yang berasal dari 5 kabupaten yaitu Gorontalo, Boalemo,
Pohuwatu, Bone Balango dan Gorontalo Utara. Secara rinci produksi kayu bulat dari
masing-masing kabupaten dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 212. Produksi Kayu Bulat Tahun 2012 Provinsi Gorontalo


Produksi Kayu Bulat
Pemilik /
Kabupaten / IUPPHK Pedagang Hasil
No Jumlah
Kota Hutan IPK (m) Hutan Kayu Ket
(m)
Alam (m) Bulat dan asal
usul yg sah (m)
1 Gorontalo - - 646,87 646,87
2 Boalemo 999,29 - 1.598,01 2.597,50

3 Pohuwato - 2.391,29 391,55 2.782,84


4 Bone Bolango - - 101,16 101,16
5 Gorontalo Utara - - 529,96 529,96

6 Kota Gorontalo - - - -

: 999,29 2.391,29 3.267,55 6.658,13


Sumber : Dinas Kehutanan dan Pertambangan Prov. Gorontalo

2. Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)


Hasil hutan bukan kayu yang dikembangkan di Gorontalo yaitu rotan, damar dan
kemiri. Pengembangan HHBK ini dilakukan di 5 Kabupaten yaitu kabupaten Gorontalo,
Boalemo, Pohuwatu, Bone Bolango dan Gorontalo Utara. Total produksi rotan sebesar
48.254,5 ton/ha, dengan produksi paling tinggi di Kabupaten Pohuwatu yaitu sebesar
27.174.000 ton/ha. Sedangkan total produksi damar yaitu 7.500 kg/ha, dengan
produksi paling besar di kabupaten Gorontalo dan Pohuwatu yaitu 3.000 kg/ha. Untuk
kemiri, kabupaten Gorontalo memproduksi kemiri paling besar yaitu 1.500 kg/ha dari

471
total produksi kemiri sebesar 2.855 kg/ha. Produksi HHBK masing-masing kabupaten
secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 213. Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu Tahun 2012


Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu
No Kabupaten / Kota Rotan Damar Kemiri
(ton/Ha) (Kg/Ha) (Kg/Ha)
1 Kabupaten Gorontalo 6.612,200 3.000 1.500
2 Kabupaten Boalemo 6.689,200 500 500
3 Kabupaten Pohuwato 27.174,000 3.000 200
4 Kabupaten Bone Bolango 373,100 750 450
5 Kabupaten Gorontalo Utara 7.406,000 250 205
6 Kota Gorontalo - - -
:   
Sumber : Dinas Kehutanan dan Pertambangan Provinsi Gorontalo

C. Flora dan fauna


1. Flora
Berbagai jenis flora yang ada di Gorontalo antara lain Kayu
Hitam/eboni, jenis-jenis mangrove, cempaka (Michelia
alba), kenanga (Canangium odoratum), damar (Agathis
alba), kayu besi (Eusideroxylon zwageri) dan anggrek.
Flora identitas provinsi Gorontalo adalah pohon gupasa,
gofasa, kayu biti ataupun sassuwar dalam bahasa lokal
sering juga disebut sebagai bitti, bitum, dan bana. Pohon
gufasa atau kayu biti (Vitex cofassus) tumbuh tersebar
secara alami di Sulawesi, Maluku, Papua Nugini, Kepulauan
Bismarck, dan Pulau Solomon. Kayu gufasa biasa
dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi rumah, kapal dan
perkakas rumah tangga.
Pohon Gofasa

2. Fauna
Terdapat 21 jenis fauna yang dilindungi yang dapat diidentifikasi di Provinsi Gorontalo. Secara
rinci jenis dan status fauna dimaksud dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 214. Beberapa Jenis Fauna Dilindungi di Provinsi Gorontalo


No Jenis satwa Nama Ilmiah Status

1 Maleo Macrocephalon maleo Endangered (IUCN); Appendix I (CITES)


2 Babirusa Babyrousa celebensis Vulnerable (IUCN)
3 Anoa Bubalus depsessicornis Endangered (IUCN); Appendix I (CITES)
4. Anoa Kecil/ Bubalus quarlesi Endangered (IUCN); Appendix I (CITES)
Anoa gunung
4 Kuskus Ailurops ursinus Vulnerable (IUCN); Appendix I (CITES)
6 Tarsius Tarsius pumilus Data deficient (IUCN); Appendix II (CITES)
7 Rusa Cervus sp Vulnerable (IUCN)
8 Rangkong Aceros cassidix Least concern (IUCN)
9 Kepodang Oriolus chinensis
10 Sri Gunting Dicrurus leocophaeus Least Concern (IUCN)
11 Mandar Aramidopsis plateni Vulnerable (IUCN)
Sulawesi

472
12 Mandit Loriculus stigmatus
Sulawesi
13 Sesap Madu
14 Elang Kayla Haliastur indus Least Concern (IUCN)
Putih
15 Raja udang
biru
16 Belibis Dendrocygna arcuata Least Concern (IUCN)
Kembang
17 Pecuk ular
18 Kuntul Karang Egretta sacra
19 Kera Hitam Macaca nigrescen Critically Endangered (IUCN)
Sulawesi
20 Penyu Eretmochelys imbricata Critically Endangered (IUCN)
21 Kangkareng Penelopides exarhatus Least Concern (IUCN)
Sulawesi

Data: Buku Statistik Kehutanan Tahun 2011 (BPKH Wil.XV Gorontalo)

D. Jasa Lingkungan
Potensi Jasa lingkungan di Provinsi Gorontalo sebagian besar berada di kawasan
konservasi, antara lain Suaka Margasatwa Nantu, Cagar Alam Popaya Mas Raja, Cagar Alam
Panua, Cagar Alam Tangale, Cagar Alam Tanjung Panjang dan Taman Nasional Bogani Nani
Wartabone.

a. Suaka Margasatwa Nantu


Ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa Nantu
berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan
Nomor : 101/Menhut-II/2005 tanggal 25 April
2005. Secara administratif SM Nantu berada di
dua Kabupaten yaitu Kabupaten Gorontalo dan
Kabupaten Boalemo dengan luas 31.172,20 Ha.
SM Nantu merupakan zona transisi dan
campuran antara fauna Asia dan Australia. Di
Nantu ini hidup secara baik satwa yang tidak
ada di bagian dunia lain seperti Anoa (Bubalus
Depressicornis), Babi rusa (Babyrousa
celebensis), Kera Hitam Sulawesi (Macaca nigrescen, Macaca nigra), Tarsius (Tarsius
pumilus). Hutan ini juga menjadi penyangga bagi ketersediaan air bagi puluhan ribu
masyarakat yang mendiami daerah di bawahnya. Untuk menuju SM Nantu, perjalanan
dimulai dari ujung desa Mohiolo. Di sini ada perahu yang akan mengantarkan
pengunjung menyusuri sungai Paguyaman yang keruh. Selama 2,5 jam disuguhi
kehidupan burung air yang eksotik. Bangau putih mendominasi, mereka berjemur di
bebatuan pinggir sungai, di atas pohon tumbang hingga bertengger di semak perdu
kanan-kiri sungai, bebek telaga yang biasa disebut Duwiwi juga senang bergerombol di
pinggiran sungai. Tak terhitung jenis lain seperti Raja Udang, juga Bangau hitam berleher
panjang yang sulit dijumpai dengan mudah disaksikan di sini, juga betet kelapa punggung
biru hingga burung pendeta. SM Nantu merupakan laboratorium alam terlengkap dan
terbaik dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya satwa dan flora endemik
Sulawesi.

473
b. Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Taman Nasional Bogani Nani
Wartabone (TNBNW) ditetapkan
sebagai Taman Nasional berdasarkan
SK. Menhut No.724/Kpts-II/1993
tanggal 8 November 1993. Secara
administratif Taman Nasional Bogani
Nani Wartabone berada di dua
Kabupaten yaitu Kabupaten Bolaang
Mongondow Provinsi Sulawesi Utara
dan Kabupaten Bone Bolango Provinsi
Gorontalo dengan luas 287.115 Ha.
Taman Nasional Bogani Nani
Wartabone yang sebelumnya bernama
Dumoga Bone, memiliki berbagai keunikan ekologi sebagai kawasan peralihan geografi
daerah indomalayan di sebelah barat dan papua-australia di sebelah timur (Wallaceae
Area). Tumbuhan yang khas dan langka di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yaitu
palem matayangan (Pholidocarpus ihur), Kayu hitam (Diospyros celebica), kayu besi
(Intsia spp.), kayu kuning (Arcangelisia flava) dan bunga bangkai (Amorphophallus
companulatus). Sedangkan tumbuhan yang umum dijumpai seperti Piper aduncum,
Trema orientalis, Macaranga sp., cempaka, agathis, kenanga, berbagai macam jenis
anggrek dan tanaman hias. Taman Nasional Bogani Nani Wartabone memiliki 24 jenis
mamalia, 125 jenis aves, 11 jenis reptilia, 2 jenis amfibia, 38 jenis kupu-kupu, 200 jenis
kumbang dan 19 jenis ikan. Sebagian besar satwa yang ada di taman nasional
merupakan satwa khas/endemik pulau Sulawesi seperti monyet hitam/yaki (Macaca
nigra), monyet dumoga bone (M. Nigrescens), tangkasi (Tarsius spectrum), musang
sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii musschenbroekii), anoa besar (Bubalus
depressicornis), anoa kecil (B. Quarlesi), babirusa (Babyrousa babirussa celebensis), dan
berbagai jenis burung. Satwa burung yang menjadi maskot taman nasional adalah maleo
(Macrocephalon maleo), dan kelelawar bone (Bonea bidens) merupakan satwa endemik
taman nasional. Ukuran badan burung maleo hampir sama dengan ayam, namun
telurnya 6 kali berat telur ayam. Maleo meletakkan telurnya di dalam tanah/pasir
sedalam 30-40cm, dan biasanya terletak berdekatan dengan sumber air panas. Dengan
panas bumi inilah telur maleo menetas. Keluarnya anak maleo dari dalam tanah, larinya
anak maleo ke alam bebas (umur sehari), mengintip induknya yang sedang menggali
lubang, merupakan salah satu atraksi satwa yang menarik bagi wisatawan. Musim
kunjungan terbaik ke Taman Nasional Bogani Nani Wartabone adalah bulan April s/d
September setiap tahunnya. Untuk mencapai lokasi Taman Nasional Bogani Nani
Wartabone dari Kota Gorontalo Lombongo (17 Km) sekitar 30 menit.

c. Cagar Alam Panua


Cagar Alam Panua ditetapkan sebagai kawasan Cagar Alam dengan Surat Keputusan
Menteri Kehutanan No.471/Kpts-II/1992 tanggal 25 Februari 1992. Luas kawasan CA
Panua 45.575 Ha. CA Panua terletak di Kabupaten Pohuwato.

474
d. Cagar Alam Tanggale
Cagar Alam Tanggale ditetapkan sebagai kawasan Cagar Alam dengan Surat Keputusan
Menteri Kehutanan No.431/Kpts-II/1992 tanggal 05 Mei 1992. Luas kawasan CA
Tanggale 112,50 Ha. CA Tanggale terletak di Kabupaten Gorontalo.

e. Cagar Alam Tanjung Panjang


Cagar Alam Tanjung Panjang ditetapkan sebagai kawasan Cagar Alam dengan Surat
Keputusan Menteri Kehutanan No.431/Kpts-II/1992 tanggal 05 Mei 1992. Luas kawasan
CA Tanjung Panjang 3000 Ha. CA Tanjung Panjang terletak di Kabupaten Pohuwato.

f. Cagar Alam Popaya Mas Raja


Cagar Alam Popaya Mas Raja dengan luas 159,4 Ha terletak di Kabupaten Gorontalo
Utara.

E. Lahan Kritis

Luas lahan kritis di Provinsi Gorontalo pada tahun 2007 sebesar 265.778 ha (kritis 202.790
ha dan sangat kritis 62.988 ha). Pada tahun 2011, luas lahan kritis ini mengalami penurunan
menjadi 257.176 ha (kritis 184.652 ha dan sangat kritis 72.524 ha). Salah satu upaya untuk
mengurangi lahan kritis serta mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan,
yaitu :

1. Meningkatan peran serta masyarakat dalam Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan
2. Memberikan bantuan bibit tanaman kehutanan dan MPTs
3. Gerakan Penanaman 1 Milyar Pohon di Provinsi Gorontalo
4. Penanaman dan Pemeliharaan Turus Jalan Nasional/Provinsi
5. Pembuatan areal model usaha tani konservasi

Progress Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang telah dilaksanakan oleh BPDAS Bone Bolango
pada tahun 2012 :
1. Rehabilitasi Kawasan Hutan Konservasi/Lindung
Kegiatan RHL Pada Kawasan Lindung/Konservasi tahun 2012 berlokasi di areal
konservasi Taman Nasional Bogani Nani wartabone, seluas 700 ha di Desa Dumbaya
bulan dan Desa Butu. Jenis tanaman yang tanam yaitu jenis Kayu-kayuan yaitu
Nyatoh, mahoni, cempaka, dan MPTS jenis Durian.
2. Kegiatan Penanaman Hutan Kota
Penanaman Hutan Kota tahun 2012 ini berlokasi di Desa Tunggulo, Kecamatan
Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango dengan jenis tanaman Trembesi, Mahoni,
Jabon seluas 57 Ha.
3. Pembuatan Kebun Bibit Rakyat (KBR)
Pembuatan Kebun Bibit Rakyat (KBR) tahun 2012 tersebar di Provinsi Gorontalo,
target pembuatan KBR sebanyak 166 unit.

475
IV. ASPEK KELEMBAGAAN

A. Model Pengelolaan
Pengelolaan Hutan di Gorontalo dilakukan melalui skema pemberian Ijin Usaha
Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) Hutan Alam dan Hutan Tanaman, serta skema
HTR, Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Desa.

1. IUPHHK Hutan Alam dan IUPHHK Hutan Tanaman


IUPHHK untuk Hutan Alam seluruhnya sebanyak 2 unit seluas 112.000 ha, dimana
sebanyak 1 unit seluas 55.000 ha masih aktif dan 1 unit seluas 57.000 ijin sudah berakhir
tahun 2012. Sedangkan IUPHHK Hutan Tanaman di provinsi Gorontalo sebanyak 2 unit
dengan luas 75.920 ha, dan keduanya masih aktif. Daftar IUPHHK-HA dan IUPHHK-HT
secara lebih lengkap sebagai berikut :

Tabel 215. Jumlah dan Luas IUPHHK-HA/HT di Provinsi Gorontalo Sampai Dengan Tahun 2012
Kabupaten /
No Nama Perusahaan Luas (Ha) No. SK Jenis Ijin Keterangan
Kota
Aktif (Ijin Berakhir
1 Boalemo PT. TAIWI Unit III 55.000 929/KPTS-II/1991 IUPHHK-HA
Tahun 2011)
Ijin Berakhir Tahun
2 Pohuwato PT. Sapta Krida Kita 57.000 1046/KPTS-II/1992 IUPHHK-HA 2012 (Tidak Ada
Kegiatan di Lapangan
Gorontalo PT. Gema Nusantara SK.610/Menhut-
3 29.750 IUPHHK-HTI Aktif
Utara Jaya II/2011
Aktif (Berada di Kab.
PT. Gorontalo Citra SK.261/Menhut-
4 Gorontalo 46.170 IUPHHK-HTI Gorontalo dan Kab.
Lestari II/2011
Gorontalo Utara)
Kota
5 - - - - -
Gorontalo
Sumber data: Dinas Kehutanan & Pertambangan Prov. Gorontalo

2. Hutan Tanaman Rakyat


Areal pencadangan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Provinsi Gorontalo seluas 13.005
Ha, yang terletak di 4 Kabupaten, dengan rincian luas pencadangan sebagai berikut :

Tabel 216. Luas Pencadangan Areal HTR Provinsi Gorontalo


SK Pencadangan oleh Menhut Luas Setelah
No Kabupaten RTRW Prov.
Nomor Tanggal Luas (Ha) (Ha)
1 Bone Bolango SK 42/Menhut-II/2010 15 Jan 2010 400 186
2 Boalemo SK 396/Menhut-II/2010 06 Juli 2010 4.775 1.926
3 Gorontalo SK 521/Menhut-II/2010 27 Sept 2010 3.290 2.114
4 Pohuwato SK 522/Menhut-II/2010 27 Sept 2010 4.540 4.540
JUMLAH 13.005 8.766
Catatan: untuk Kabupaten Gorontalo Utara telah mengusulkan pencadangan areal HTR dan dalam proses
di Kementerian Kehutanan

476
IUPHHK HTR telah diberikan kepada 6 kelompok tani. Secara rinci luas areal pemegang ijin
sebagai berikut :

Tabel 217. Jumlah IUPHHK-HTR dan Luas Areal Masing-masing pemegang izin di Provinsi Gorontalo

Sumber data : Dinas Kehutanan & Pertambangan Provinsi Gorontalo

3. Hutan Kemasyarakatan
Capaian Hutan Kemasyarakatan di Provinsi Gorontalo, yaitu 3.900 Ha yang tersebar di 5
Kabupaten dapat dilihat pada tabel berikut ini :

477
Tabel 218. Luas Hutan Kemasyarakatan (HKM) di Provinsi Gorontalo.
Realisasi Luas Hasil Telaahan
No Nama Wilayah Penutupan Lahan
Luas HL HPT HP HPK APL
I Kab. Gorontalo
1. Kec. Pulubala 185 185 Hutan Bekas Tebangan dan Belukar
2. Kec. Telaga Biru 95 95 Belukar
3. Kec. Bongomeme 150 150 Pertanian campuran
4. Kec. Boliyohuto 650 650 Pertanian campuran dan belukar
Jumlah 1,080
II Kab. Gorontalo Utara
Hutan bekas tebangan, Pertanian
1. Kec. Sumalata 105 105 Campuran dan belukar
Jumlah 105
III Kab. Boalemo
Hutan bekas tebangan, Pertanian
1. Kec. Tilamuta 360 355 5 Campuran, Perladangan dan belukar
2. Kec. Paguyaman 205 165 40 Perladangan dan belukar
Hutan bekas tebangan, Pertanian
3. Kec. Paguyaman Pantai 320 215 105 Campuran dan belukar
Hutan bekas tebangan dan Pertanian
4. Kec. Botumoito 185 185 Campuran
Jumlah 1,070
IV Kab. Bone Bolango
Hutan bekas tebangan, Pertanian
1. Kec. Suwawa Timur 300 300 Campuran, Perladangan dan belukar
Hutan bekas tebangan dan Pertanian
2. Kec. Bulango Utara 175 175 Campuran
Jumlah 475
V Kab. Pohuwato
Hutan bekas tebangan dan Pertanian
1. Kec. Taluditi 1,170 10 400 270 490 Campuran
Jumlah 1,170
Jumlah I+II+III+IV+V 3,900
Sumber data : BPDAS Bone Bolango

4. Hutan Desa
Luas Hutan Desa di Provinsi Gorontalo yang tersebar di 5 kabupaten, yaitu 1.250 ha
dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 219. Luas Hutan Desa di Provinsi Gorontalo


No Wilayah Luas Keterangan
I Kab. Gorontalo Utara
1. Desa Monas, Kec. Anggrek 100 Ha Hutan Produksi
2. Desa Buata, Kec. Atinggola 150 Ha Hutan Produksi
II Kab. Gorontalo
1. Desa Totopo, Kec. Boliyohuto 200 Ha Hutan Produksi
III Kab. Boalemo
1. Desa Tangga Jaya 250 Ha Hutan Produksi
2. Desa Tangga Barito 250 Ha Hutan Lindung
IV Kab. Bone Bolango
1. Desa Oluhuta, Kec. Bone 100 Ha Hutan Lindung
V Kab. Pohuwato
1. Desa Panca Karsa I, Kec. Taluditi 200 Ha Hutan Produksi
Catatan: Surat Penunjukkan penetapan lokasi hutan desa belum dikeluarkan oleh
kementerian kehutanan
Sumber data : BPDAS Bone Bolango

478
B. Sumber Daya Manusia (SDM)

Sumberdaya Manusia pengelola kawasan hutan di Provinsi Gorontalo disajikan pada tabel
dibawah ini.
Tabel 220. SDM Pengelola Kawasan Hutan Lingkup Provinsi Gorontalo

Sumber Data: Buku Statistik Kehutanan Tahun 2011 (BPKH Wil.XV Gorontalo)

Kegiatan Perlindungan dan Pengamanan hutan bertujuan menjaga hutan, kawasan hutan
dan lingkungannya, agar fungsi lindung, fungsi konservasi dan fungsi produksi tercapai
secara optimal dan lestari. Data SDM bidang pengamanan hutan di Provinsi Gorontalo dapat
dilihat pada tabel.
Tabel 221. SDM Bidang Pengamanan Hutan di Provinsi Gorontalo

Sumber : Dinas Kehutanan & Pertambangan Provinsi Gorontalo

C. Prospek Pengelolaan Hutan


Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) merupakan unit pengelolaan hutan terkecil yang dapat
dikelola secara efisien dan lestari. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor:
SK.65/Menhut-II/2010 Tanggal 28 Januari 2010, telah ditetapkan Kesatuan Pengelolaan
Hutan di Provinsi Gorontalo, dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 222. Penetapan Wilayah KPH Di Provinsi Gorontalo
Fungsi Kawasan Hutan (Ha) Luas Total*
No. Kabupaten Unit KPH Jenis KPH
HL HPT HP (Ha)
1. Pohuwato Unit I 18.104 18.870 16.084 53.058 KPHP
2. Pohuwato Unit II 58.624 20.380 11.881 90.885 KPHL
3. Pohuwato Unit III 59.301 43.369 13.605 116.625 KPHL
4. Gorontalo Utara Unit IV 18.632 71.417 15.759 105.808 KPHP

479
5. Boalemo Unit V 29.383 55.140 12.403 96.926 KPHP
6. Gorontalo Unit VI 20.713 45.294 18.942 84.949 KPHP
7. Bone Bolango Unit VII 25.876 4.915 2.808 33.599 KPHL

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang telah terbentuk, yaitu :


1. KPHL Unit III Kabupaten Pohuwato
Wilayah KPHL Model Unit III Kabupaten Pohuwato ditetapkan berdasarkan Kepmenhut
Nomor. 334/Menhut-II/2010 dengan luas 116.275 ha, yang terdiri dari Hutan Lindung
59.301 Ha, Hutan Produksi Terbatas 43.369 Ha dan Hutan Produksi Tetap 13.605 Ha.
KPHL Model Unit III yang ditetapkan berdasarkan PERDA Kab. Pohuwato nomor 5 Tahun
2012 dan Berdasarkan Perbup Nomor 25 Tahun 2011 Tanggal 29 Desember 2011. KPHL
Model Unit III Kab. Pohuwato merupakan salah satu Bidang Pada Dinas Kehutanan,
Pertambangan dan Energi.
KPHL Model Unit III dalam perkembangannya belum berjalan secara optimal karena
keterbatasan aparatur (10 orang) dan anggaran.

2. KPHP Model Unit V Kab. Boalemo


Wilayah KPHP Model V Kab. Boalemo ditetapkan berdasarkan Kepmenhut Nomor
SK.402/Menhut-II/2011, tanggal 21 Juli 2011 dengan luas 96.926 Ha. Yang terdiri dari
Hutan Lindung 28.649,38 Ha, Hutan Produksi Terbatas 44.088,82 Ha serta Hutan
Produksi 14.497,61 Ha.
UPTD KPHP Model Unit V Boalemo yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati
Boalemo No.12 Tahun 2011 model tipe B, sambil menunggu pengesahan Perda SKPD
KPHP Model Unit V Boalemo dengan Model Organisasi Tipe A (tahap prolegda).
Personil Pengelola :
- KKPH ditunjuk Kepala Bidang Aneka Usaha Kehutanan Plt. Ka KPHP Model Unit V
Kab. Boalemo sesuai SK. Nomor 10 Tahun 2013 (Definitif menunggu PERDA)
- Kasubag TU masih dirangkap oleh Kasie Pemanfaatan Hasil Hutan pada Bidang
Aneka Usaha Kehutanan
- Kepala Seksi 2 Orang
- Staf 7 Orang
- Kelompok Jabatan Fungsional ; Penyuluh Kehutanan 2 Orang, Pejabat
Penatausahaan Hasil Hutan 6 orang , Polhut 22 orang dan Perwira Pembina Polhut
1 orang.

D. Instansi Kehutanan yang ada di Provinsi Gorontalo

1. Dinas Provinsi dan Kabupaten /Kota

No Dinas Alamat

1 Dinas Kehutanan dan Pertambangan Jl. P. Kalengkongan No.3 Gorontalo


Provinsi Gorontalo Tlp/Fax : (0435) 821236

2 Dinas Kehutanan dan Peertambangan dan Jl. Nani Wartabone Komplek Stadion Pemuda,
Energi Kabupaten Boalemo Tilamuta
Tlp : (0443) 2706199, 2702296
3 Dinas Kehutanan dan Peertambangan dan Jl. Rajawali No. 295 Limoto
Energi Kabupaten Gorontalo Tlp : (0435) 881096
Fax : (0435) 881111

480
4 Dinas Kehutanan dan Peertambangan dan Komplek Blak Plan Marisa
Energi Kabupaten Pohuwato Tlp/Fax : (0443) 210864
5 Dinas Kehutanan dan Peertambangan dan Jl. Nani Wartabone, Suwawa Kab. Bone Bolango
Energi Kabupaten Gorontalo Utara
6 Dinas Kehutanan Koatamadya Bone Bolango Trans Sulawesi Desa Pantolo Kec. Kwandang
Tlp : (0438) 38352
7 DinasKelautan, Perikanan, Pertanian dan Jl. Brigjen Piola Isa No. 80 Kota Gorontalo
Ketahanan Pangan Kabupaten Kota
Gorontalo

2. UPT Kehutanan Provinsi Gorontalo

No Nama UPT Alamat

1. Balai Pengelolaan DAS Bone Bolango Jl. Yusuf Hasiru No. 164 Po Box. 47 Limboto,
Kab. Gorontalo
Tlp : (0435) 881132
fax : (0435) 882454
2. Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Jl. Rusli Datau Kel. Dulomo Selatan Kec. Kota
Wilayah XV Gorontalo Utara Gorontalo
Tlp : (0435) 825828, 825830
Fax : (0435) 825836

Hutan di Suakamargasatwa Nantu

481
V. POTENSI UNGGULAN

Kota Gorontalo adalah sebuah kota tua, sebelumnya dikenal dengan daerah Kota yang
memiliki sejumlah bangunan tua khas daerah ini & masih banyak rumah panggung yang
dapat ditemukan di sepanjang jalan di kota. Sebagai ibu kota Provinsi Gorontalo merupakan
kepulauan yang terletak di sebelah utara Pulau Sulawesi, jika dilihat dari peta dunia terlintas
garis khatulistiwa sehingga tidak berlebihan jika Kota Gorontalo di Indonesia disebut sebagai
zamrud khatulistiwa yang memiliki daya tarik tersendiri.

Berikut ini beberapa Objek Wisata di Gorontalo yang sudah di kenal Masyarakat luas :
1. Pentadio Resort
Pentadio Resort adalah salah satu obyek wisata andalan Provinsi Gorontalo. Kata
Pentadio diambil dari bahasa Gorontalo yang berarti danau pantai, sementara Resort
kata diambil dari tempat yang arti bahasa Inggris istirahat. Dinamakan Pentadio Resort
sebagai resor ini terletak di tepi Danau Limboto yang indah dan mempesona.
Awalnya, 14 hektar atraksi telah diresmikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1928,
yang ditandai dengan sebuah batu peringatan di sekitar sumber air panas di daerah
wisata. Sejak itu, masyarakat setempat menjadikan tempat ini sebagai sarana rekreasi
dan menyembuhkan berbagai penyakit.

2. Pantai Bolihutuo
Jika pada suatu saat Anda datang di Provinsi Gorontalo, tidak ada salahnya mengunjungi
Pantai Bolihutuo yang terletak di Kabupaten Boalemo, sekitar 120 km di sebelah barat
Kota Gorontalo. Tentu saja dalam Kota Gorontalo sendiri sudah tersedia objek wisata
pantai, yaitu Ria Beach. Namun, Bolihutuo cocok sebagai tempat untuk menenangkan
diri dari segala macam hiruk-pikuk perkotaan. Boalemo kota adalah sekitar 100 km dari
Gorontalo.

3. Taman Laut Olele


Jika Anda melakukan perjalanan melalui
pesisir pantai selatan Gorontalo, maka anda
akan melihat pemandangan yang
mempesona, laut biru yang tenang oleh
karena berada di daerah Teluk Tomini yang
kaya dengan ikannya, dengan pemandangan
pantai pasir putih dan perahu nelayan yang
berbaris indah. Jika anda singgah di Pantai
Olele, dan melakukan penyelaman, maka
anda akan melihat pemandangan taman
bawah laut yang konon mempunyai
kekhasan tersendiri dibandingkan dengan taman laut di daerah lain lain yang telah
dikenal, seperti Taman Laut Bunaken atau Taman Laut di Kepulauan Togean Sulawesi
Tengah. Bahkan di sinyalir bahwa Taman Laut Olele ini lebih alami di bandingkan dengan
kedua taman laut di atas.
Taman Laut Olele terletak di Desa Olele Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone
Bolango, 20 Km dari pusat Kota Gorontalo dan dapat ditempuh dalam waktu 21
menit, dapat dijangkau dengan kendaraan darat maupun kendaraan laut. Jika melalui

482
jalur darat, dengan menggunakan kenderaan roda dua atau roda empat melewati
jalanan berliku di pinggiran bukit.
Menuju desa Olele, anda akan menyisir jalan berkelak kelok, melintasi perumahan
penduduk dengan pemandangan yang kontras. Di satu sisi anda terkesima dengan
tebing-tebing curam berpohon dan di sisi lain, hambaran laut biru hijau tanpa batas
membentang membuat anda tercengang. Pantai Olele merupakan pintu gerbang
menuju surga Taman Laut Olele dengan alam bahari yang sangat indah. Para penyelam
dunia telah membuktikannya dengan mata sendiri. Mereka menyatakan bahwa
sebagian biota laut yang terdapat di sana tidak dijumpai di perairan lain.

Taman laut Olele menyimpan banyak keindahan, diantaranya terdapat Goa Jin dengan
ikan-ikan hias, Biota Laut, Terumbu karang yang sehat, padat dan indah, Bunga Karang
Raksasa, Beberapa jenis ikan yang langka dan hanya terdapat di perairan teluk tomini.
Saat ini, Taman Laut Olele menjadi ikon wisata di Provinsi Gorontalo yang berada di
pesisir selatan. Jika berkunjung ke Gorontalo, tak lengkap rasanya kalau Anda tidak
mengunjungi lokasi ini. Maklum, ketenaran Pantai Olele menggaung hingga di daerah
lain sehingga mendapat julukan Primadona Pantai Selatan.
Terumbu karang yang belum terjamah dihiasi oleh pelangi ikan dan biota laut lainnya.
Salah satu terumbu karang langka yang bisa ditemui adalah terumbu yang menyerupai
karya seni ukir perupa Picasso dari Itali. Masyarakat menamainya sebagai terumbu
karang Picasso. Jika beruntung, penyelam pun dapat bertemu mamalia laut, ikan Lumba-
lumba, yang dengan tidak malu-malu menyambut kedatangan penyelam.
Ketika snorkeling, berhati-hatilah dengan sengatan ubur-ubur. Ukurannya yang mini
terlihat menarik berwarna warni terutama saat terkena cercahan sinar matahari. Namun
jangan khawatir, rasa gatal akan hilang segera kala menyaksikan keindahan surga bawah
laut Olele. Bagi yang bukan penyelam, jangan khawatir. Perahu kayu berkaca asli buatan
penduduk siap membawa wisatawan berpelesir mengarungi perairan untuk menikmati
keindahan tampak atas terumbu karang, ikan-ikan dan biota laut lainnya.
Pantai Olele ini rencananya akan dijadikan tempat Wisata Nasional, karena lokasinya
sering dikunjungi oleh turis mancanegara yang melihat keindahan Taman laut Pantai
Olele. Keindahan Taman Laut Olele sering dijadikan pusat diving oleh para turis baik
lokal maupun mancanegara. Pantai Olele yang memiliki berbagai biota laut ini juga
dapat dikembangkan menjadi model objek wisata bahari (ekotourisme) yang bisa
mendatangkan wisatawan.

4. Wisata Air Terjun Ayuhulalo


Air Terjun Ayuhulalo terletak sekitar 8 km dari pusat Ibukota Tilamuta kabupaten
Boalemo,dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dengan menggunakan angkutan
darat,umum maupun kendaraan pribadi, Air Terjun Ayuhulalo memiliki ukuran yang
tidak begitu besar.
Di tempat ini para wisatawan dapat menghabiskan waktu dengan menikmati keindahan
Air Terjun Ayuhulalo, dan tanpa harus berpikir berapa harga yang harus dibayar.
Keaslian air terjun yang berada diperbukitan hijau nan cantik ini, membuat wisatawan
dapat berlama-lama untuk bersenang-senang guna menikmati hempasan air terjun, Air
Terjun Ayuhulalo sangat cocok digunakan untuk wisata akhir pekan bersama keluarga.

483
5. Danau Limboto

Di objek wisata Danau Limboto yang terletak di


Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo,
yang saat ini memiliki kedalaman antara 5
hingga 8 meter ini, para pengujung atau
wisatawan dapat menikmati berbagai kegiatan,
antara lain, memancing, lomba berperahu, atau
berenang. Selain itu, mereka juga dapat
menikmati ikan bakar segar yang disediakan
oleh mayarakat nelayan setempat dengan
Gambar...Danau Limboto harga yang relatif murah.
Danau Limboto dari tahun ke tahun luas dan
tingkat kedalamannya terus berkurang. Luas Danau Limboto pada tahun 1999 berkisar
antara 1.900-3.000 ha, dengan kedalaman 2-4 meter (Cabang Dinas Perikanan
Kabupaten Gorontalo, 2000). Pada tahun 1932, luas perairan ini mencapai 7.000 ha,
dengan kedalaman maksimum 30 m.

6. Pemandian Air Terjun Didinga


Pemandian Air Terjun Didingga terletak di Desa Didingga Kecamatan Tolinggula, lokasi
Air terjun ini harus ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 Km dari pusat pedesaan. Di
tempat ini juga anda bisa menikamati kicauan burung-burung yang nantinya akan
menemani perjalanan anda menuju lokasi Air Terjun Didingga. Mohinggito adalah Nama
Jenis Ikan Karang yang dominan di wilayah tersebut. Pulau ini terletak di Kecamatan
#$    ' * < =

??    @@Q Z [ \ ]Q Z
^@[_` 
 q ? 
 !']{  
Pelabuhan Kwandang dengan menggunakan Speed Boat.
Memiliki pantai pasir putih yang indah dikelilingi pulau-pulau kecil. Bentuk kegiatan
wisata memancing, jet ski, selancar angin dan snockling.

7. Air Terjun Taludaa


Air terjun Taludaa berlokasi di Desa Taludaa Kecamatan Bone Pantai berjarak sekitar 65
Km dari pusat Kota Gorontalo.
Air Terjun Taludaa mempunyai ketinggian sekitar 42 Meter dan bentangan sekitar 15
Meter, Lokasi Air Terjun Taludaa berada di Kawasan Hutan Agro Wisata seperti Pohon
buah Durian, Langsat, Nangka, dll.

484
Foto-foto Pendukung

Laut Olele

Burung Maleo (TN. Bogani Nani Wartabone)

Babirusa

485
486

Anda mungkin juga menyukai