Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Atom merupakan partikel yang sangat kecil yang tersusun atas partikel
subatom yaitu proton, elektron, dan neutron. Perkembangan model atom
dimulai dari berbagai hipotesis. Kemudian seiring dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan dan teknologi banyak teori-teori atom yang baru dari hasil
pemikiran para ilmuwan yang menghasilkan fakta-fakta percobaan dan
melengkapi bahkan memperbaruhi dari teori sebelumnya. Selain itu, para
ilmuawan mengkaji sistem periodik dengan mengelompokkan unur-unsur
berdasarkan sifat-sifatnya. Oleh karena itu dalam makalah ini membahas
tentang struktur atom dan sistem periodik unsur yang meliputi sifat-sifat
unsur(logam dan non-logam), periode, golongan dan sebagainya.
B. Tujuan
1. Memahami struktur atom.
2. Memahami sistem periodik unsur.
C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana struktur dari atom?
2. Bagaimana sistem periodik unsur?
BAB II
KAJIAN TEORI
A. STRUKTUR ATOM
Istilah atom berasal dari bahasa Yunani, yang berarti tidak dapat dipotong
ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Struktur atom adalah satuan
dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan
negatif yang mengelilinginya.
Adapun partikel dasar penyusun atom yakni sebuah atom bersifat netral
secara elektris, yang tersusun atas inti pusat yang bermuatan positif dan
dikelilingi oleh satu atau lebih elektron yang bermuatan negatif. Inti atom
sangat padat. Inti memiliki massa hampir 99,97% dari massa atom tetapi hanya
menempati sepersepuluh triliun dari volume atom tersebut. Inti atom tersusun
atas proton dan neutron, kecuali inti hidrogen yang paling sederhana yang
hanya memiliki satu proton. Proton (p+) memiliki muatan positif dan neutron
(n0) tidak memiliki muatan, sehingga muatan positif inti dihasilkan dari jumlah
protonnya. Jumlah muatan positif ini dinetralkan oleh elektron (e-). Beberapa
sifat partikel penyusun atom dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 1. Tabel sifat partikel-partikel atom


Adapun model-model atom diantaranya :
1. Model atom Dalton

Gambar 2. Model atom Dalton


Pada tahun 1808, John Dalton seorang ahli kimia bangsa inggris
mengemukakan gagasan tentang atom sebagai partikel penyusun materi.
Menurut teori Dalton :
a. Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi.
b. Atom suatu unsur yang sama mempunyai bobot yang sama, sedangkan
unsur yang berbeda atomnya akan berbeda pula, yang berarti
mempunyai bobot yang berbeda.
c. Senyawa dikatakan sebagai hasil dari penggabungan atom-atom yang
tidak sama dengan perbandingan bobot yang proporsional dengan bobot
atom yang bergabung itu.
d. Reaksi kimia hanya melibatkan penataulangan atom-atom sehingga
tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.
Adapun kelemahan dari teori atom Dalton yakni tidak dapat
membedakan pengertian atom dengan molekul. Dan atom ternyata bukan
partikel terkecil.
2. Model atom Thomson

Gambar 3. Model atom Thomson


Kelemahan dari Dalton diperbaiki oleh JJ.Thomson, eksperimen yang
dilakukannya tabung sinar katoda. Hasil eksperimennya menyatakan ada
partikel bermuatan negatif dalam atom yang disebut elektron.
a. Atom merupakan suatu bola bermuatan positif dan didalamnya tersebar
elektron-elektron seperti kismis.
b. Jumlah muatan positif sama dengan muatan negatif, sehingga atom
bersifat netral.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita lebih sering mengenal atom
Thomson yaitu layaknya roti kismis.
Kelemahan model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan
muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
3. Model atom Rutherford

Gambar 4. Model atom Rutherford


Rutherford mengajukan teori atomnya yaitu :
a. Sebagian besar atom berupa ruang kosong, sehingga semua massa atom
berpusat pada inti atom yang sangat kecil.
b. Atom disusun dari :
1) Inti atom yang bermuatan positif.
2) Elektron-elektron yang bermuatan negatif yang mengelilingi atom.
c. Seluruh proton terpusat didalam inti atom.
d. Banyaknya proton didalam inti sama dengan jumlah elektron yang
mengelilingi inti atom, sehingga atom bersifat netral.
Dari teorinya, Rutherford memodelkan atom sebagaimana pada sistem
tata surya, yaitu elektron-elektron bergerak mengelilingi inti atom seperti
planet-planet yang mengelilingi matahari. Sebagai contoh, atom hidrogen
mempunyai inti yang bermuatan +1, maka muatan ini diimbangi oleh 1
elektron yang mengitari inti.
Satu kelemahan dari postulat Rutherford adalah selama elektron bergerak
dalam suatu orbit, maka ada percepatan menuju ke pusat, elektron ini
secara kontinyu mengemisikan radiasi dan secara berangsur-angsur akan
melepaskan energi yang akhirnya akan jatuh ke dalam inti. Hal ini tidak
mungkin terjadi karena atom itu stabil, lagi pula model ini tidak dapat
memperoleh data dari penelitian spektrum atom unsur-unsur.
4. Model atom Bohr

Gambar 5. Model atom Bohr


Adapun postulat Bohr berbunyi :
a. Elektron dalam suatu atom bergerak mengitari sekeliling inti dalam
orbit tertentu. Setiap orbit memiliki tingkat energi tertentu, dan energi
suatu elektron adalah tetap selama berada pada orbitnya. Elektron pada
tingkat ini disebut tingkat stasioner dan setiap tingkat energi dinamakan
tingkat energi atau kulit. Elektron pada tingkat energi ini tidak
meradiasikan energi.
b. Emisi dan absorpsi energi dalam bentuk radiasi hanya dapat dihasilkan
jika suatu elektron pindah dari tingkat stasioner ke tingkat lainnya.
c. Energi tidak diemisikan atau diabsorpsi secara pela-pelan tetapi dalam
satuanpaket hf (disebut kuantum), dengan h adalah tetapan planck dan f
adalah frekuensi energi yang diradiasikan.
d. Lebih jauh tingkat energi dari inti, maka lebih besar pula energinya.
Energi diabsorpsikan bila elektron melompat dari orbit bagian dalam ke
orbit yang lebih luar. Energi akan diemisikan bila elektron bergerak
dari orbit yang luar ke orbit yang paling dalam.
e. Energi yang ada pada setiap orbit dipengaruhi oleh kondisi dimana
momentum anguler elektron yang bergerak dalam orbitnya mempunyai
nilai tertentu.
5. Model atom mekanika gelombang
Pada tahun 1924, Louis De Broglie ahli fisika prancis pemenang hadiah
nobel tahun 1929, menyimpulkan bahwa elektron dalam atom dapat
dipandang sebagai partikel dan gelombang. Sebagai akibat dualistis sifat
elektron, Heisenberg pemenang hadiah nobel bidang fisika untuk tahun
1926 mengemukakan azas ketidakpastian, yakni tidak mungkin mengetahui
secara bersamaan kedudukan dan kecepatan gerak elektron. Dengan alasan
ini lintasan elektron yang digambarkan Bohr tidak mungkin ada. Yang
dapat dikatakan adalah elektron dalam atom mempunyai kebolehjadian
ditemukan dalam ruang-ruang tertentu dalam atom yang disebut orbital.
Gagasan bahwa elektron berada dalam orbital-orbital di seputar inti atom
merupakan model atom yang mutakhir.
Pada tahun 1926, Erwin schrodinger seorang ahli fisika austria pemenang
hadiah nobel untuk bidang fisika pada tahun 1933, berhasil merumuskan
persamaan gelombang untuk menggambarkan gerakan elektron dalam
atom.
B. SISTEM PERIODIK UNSUR
1. Pengelompokan unsur-unsur dan perkembangannya
Tabel sistem periodik merupakan suatu cara untuk menyusun dan
mengklasifikasi unsur-unsur, dimana unsur-unsur yang mirip sifatnya
diletakkan pada kelompok yang sama. Dengan melihat tabel sistem
periodik, para kimiawan dengan sekejap dapat menginformasikan unsur-
unsur mana yang mempunyai kemiripan sifat.
Pengelompokan unsur-unsur yang palig awal dan sederhana
berdasarkan sifat-sifatnya adalah menjadi kelompok logam dan non-
logam. Perhatikan tabel perbedaan sifat-sifat logam dan non-logam
dibawah ini.
Tabel 1. Tabel perbedaan logam dan non-logam
Sifat logam Sifat non-logam
Mempunyai kilap logam Tidak mengkilap
Dapat ditempa Tidak dapat menghantarkan
panas atau listrik
Dapat diulur menjadi kawat Pada umumnya berupa gas atau
cairan
Menghantar panas dan listrik
Pada umumnya berupa padatan
Lavoisier dalam bukunya (1789) mencatat 16 unsur logam dan 7 unsur
non-logam saat itu yaitu
a. Kelompok logam : emas, tembaga, timah, seng, antimon, besi,
molibden, wolfram, kobal, mangan, nikel, timbal, bismut, perak,
platina, dan raksa.
b. Kelompok non-logam : belerang, arsen, karbon, hidrogen, pospor,
nitrogen, dan oksigen.
John Newlands (1865) menemukan hubungan antara sifat unsur dengan
massa atom relatif, sesuai dengan hukum yang disebutnya hukum oktaf.
Ia menyusun unsur-unsur ke dalam kelompok tujuh unsur dan setiap unsur
kedelapan mempunyai sifat yang mirip dengan unsur pertama, unsur
kesembilan mirip dengan unsur yang kedua, dan seterusnya. Perhatikan
tabel berikut ini.
Tabel 2. Tabel daftar Newlands
H Li Be B C N O
2 3 4 5 6 7
F
1 Na Mg Al Si P S
8 9 10 11 12 13 14
Cl K Ca Cr Ti Mn Fe
15 16 17 18 19 20 21
Codan
Ni Cu Zn Y In As Se
22 23 24 25 26 27 28
Cedan Zr Didan Rodan
Br Rb Sr La 33 Mo Ru
29 30 31 32 34 35
Pd Ag Cd U Sn Sb I
36 37 38 39 40 41 42
Te Cs BadanV Ta W Nb Au
43 44 45 46 47 48 49
Ptdan
Ir Os Hg Tl Pb Bi Th
50 51 52 53 54 55 56
Kesimpulan dari daftar Newlands adalah : sifat-sifat unsur merupakan
pengulangan secara oktaf.
Kelemahannya ialah :
a. Tidak memperhitungkan letak unsur-unsur yang belum ditentukan.
b. Terdapat banyak pasangan unsur yang terpaksa ditempatkan pada satu
posisi daftar.
Begeyer de Chancourtois, adalah orang pertama yang berhasil
memperoleh suatu penyusunan unsur secara periodik berdasarkan fakta
bahwa jika unsur-unsur disusun menurut penurunan massa atom, diperoleh
secara periodik unsur yang sifatnya mirip.
2. Sistem periodik pendek
Julius Lothar Meyer (1870 dari jerman) menemukan hubungan yang
lebih jelas antara sifat unsur dan massa atom relatif. Ia menemukan
keperiodikan sifat unsur-unsur, jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan
massa atom relatif. Dalam memperlajari keperiodikan unsur-unsur ia lebih
menekankan pada sifat-sifat fisika.
Di Rusia Mendeleyev (1869) juga menyusun satu daftar seperti yang
dilakukan Meyer yang terdiri dari 65 unsur yang telah dikenal pada masa
itu. Selain dari sifat fisika, ia menggunakan sifat-sifat kimia untuk
menyusun daftar unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif.
Mendeleyev mengungkapkan suatu hukum periodik yang berbunyi :
sifat unsur-unsur merupakan fungsi periodik dari massa atom relatifnya
Tabel sistem periodik Mendeleyev yang telah disempurnakan (1871)
terdiri atas gelongan (lajur tegak) dan periode (deret mendatar).

Keuntungan tabel periodik Mendeleyev dalam memahami sifat unsur


ialah:
a. Sifat kimia dan sifat fisika unsur dalam satu golongan berubah secara
teratur.
b. Dapat meramal sifat unsur yang belum diketemukan, yang akan
mengisi tempat kosong dalam daftar.
c. Tabel ini tidak mengalami perubahan setelah penemuan unsur-unsur
gas mulia.
Kelemahan tabel periodik mendeleyev :
a. Panjang peride tidak sama.
b. Triade besi (Fe, Co, dan Ni), triade platina ringan (Ru, Rh, dan Pd),
dan triade platina (Os, Ir, dan Pt) dimasukkan ke dalam golongan VIII.
c. Selisih massa atom relatifnya antara unsur yang berurutan tidak teratur
(antara -1 dan +4 ), sehingga sukar untuk meramal unsur-unsur yang
belum ditentukan.
Tabel 3. Tabel sistem periodik Mendeleyev
Periode Go Go Go Go Go Gol Go Go
l l l l l VI l l
I II III I V VI VII
1 H1 V I I
2 Li7 Be9,4 B11 C12 N14 O16 F19

3 Na23 Mg24 Al27,3 Si28 P31 S32 Cl35,5 Fe56


K39 Ca40 ?45 Tc50 V51 Cr52 Mn55 Co59
Ni59
4 Cu Zn65,2 ?68 ?70 As75 Se Br80
63,4 79,4
Ru104,4
Rb Sr87,6 Y(60) Zr90 Nb94 Mo96 ?100 Rh104,4
85,4 Pd106,6
5 Ag Cd112 In Sn118 Sb122 Te128 I127
108 (75,6) Os199
Cs Ba137 ? La180 Ta182 W186 Re Ir198
133 Pt197,4
6 Au Hg200 Tl204 Pb207 Bi210
197
3. Golongan, Periode, dan konfigurasi elektron dalam sistem periodik
panjang
Adapun sistem periodik sederhana yaitu mulai nomor atom 1 (hidrogen)
sampai nomor atom 20 (kalsium). Kedua puluh unsur ini termasuk unsur-
unsur utama dan nomor golongannya dibubuhi huruf A. Unsur-unsur yang
terletak pada lajur tegak disebut golongan. Golongan-golongan diberi
nomor I, II, III, dan seterusnya. Misalnya golongan II terdiri dari unsur
berilium, magnesium dan kalsium. Unsur-unsur dalam deret mendatar
disebut periode. Misalnya, delapan unsur-unsur dimulai dari natrium
sampai argon terletak dalam periode.
Dalam setiap golongan, banyak elektron pada kulit terluar setiap unsur
selalu sama sesuai nomor golongannya. Misalnya, fluor dan klor keduanya
merupakan unsur-unsur yang terletak pada golongan VII, maka kedua
unsur tersebut memiliki 7 elektron pada kulit terluarnya. Struktur elektron
sangat penting untuk memahami sifat-sifat unsur pada tabel sistem
periodik. Perhatikan gambar dibawah ini.
Gambar 6. Konfigurasi elektron 20 unsur pertama dalam sistem
perodik
Adapun sistem periodik dalam bentuk panjang dapat dilihat pada gambar
berikut.

Gambar 7. Sstem periodik bentuk panjang


Unsur-unsur utama yang terdiri dari delapan golongan dikenal dengan
nama-nama tertentu sebagai berikut.
Tabel 4. Nama golongan unsur utama
Lambang NamaGolongan Elektron
Golongan Valensi
IA GolonganAlkali 1
IIA GolonganAlkaliTanah 2
IIIA Golongan Boron 3
IVA Golongan Karbon 4
VA Golongan Nitrogen 5
VIA GolonganOksigen 6
VIIA Golongan Halogen 7
4. Sifat keperiodikan
VIIIA atau 0 unsur
Golongan Gas Mulia 8
Yang dimaksud dengan sifat-sifat periodik ialah ada hubungan antara
sifat-sifat suatu unsur dengan letaknya pada tabel sistem periodik. Sifat-
sifat ini berubah dan berulang secara periodik, sesuai dengan perubahan
nomor atom dan konfigurasi elektron.
a. Jari-jari atom
Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron pada kulit
terluar.
Untuk unsur-unsur segolongan : jari-jari atom makin ke bawah makin
besar, karena jumlah kulit yang dimiliki atom semakin banyak, maka
kulit terluar semakin jauh dari inti atom.
Untuk unsur-unsur seperiode : jari-jari atom semakin pendek dari kiri
ke kanan. Sekalipun jumlah kulitnya sama, tetapi banyaknya proton
bertambah sehingga elektron-elektron terluar tertarik lebih dekat ke
arah inti.
b. Energi ionisasi
Untuk melepas elektron terluar dari suatu atom dalam wujud gas
diperlukan energi. Energi minimum yang diperlukan ini disebut energi
ionisasi pertama.
Selain itu dikenal pula energi ionisasi kedua, ketiga dan seterusnya.
Energi ionisasi kedua, berarti energi minimum yang diperlukan untuk
melepas elektron kedua dari suatu ion yang bermuatan +1.
Semakin besar energi ionisasi, semakin sukar atom itu melepaskan
elektron terluarnya. Jadi semakin stabil atom tersebut.
Energi ionisasi unsur-unsur dalam satu golongan dari atas kebawah
berkurang dan dalam satu periode dari kiri ke kanan bertambah besar.
c. Afinitas elektron
Jika suatu atom dalam wujud gas menerima elektron, maka dilepaskan
energi. Energi yang dilepaskan ini disebut afinitas elektron. Secara
umum dalam satu golongan dari atas kebawah berkurang dan dalam
satu periode dari kiri ke kanan semakin bertambah.
d. Keelektronegatifan
Merupakan ukuran kemampuan suatu atom untuk menarik elektron
dalam ikatannya. Dalam sistem periodik disimpulkan bahwa,
keelektronigatifan dalam satu golongan dari atas kebawah harga
keelektronegatifannya berkurang dan dalam satu periode dari kiri
kekanan harga keelektronegatifannya bertambah atau semakin besar.
e. Sifat kelogaman
Unsur-unsur dalam sistem periodik juga dikelompokkan menjadi
logam dan non-logam. Batas antara logam dan non-logam tidak begitu
jelas karena ada unsur yang tidak termasuk logam dan non-logam,
unsur-unsur ini termasuk kelompok semilogam atau metalloid. Unsur-
unsur metalloid misalnya B, Si, Ge, As, Sb dan Te. Sebelah kiri batas
garis diletakkan unsur-unsur logam, sedang unsur-unsur non-logam
terletak disebelah kanan. Perhatikan gambar berikut.
Gambar 8. Letak unsur logam dan non-logam pada sistem periodik
Berdasarkan energi ionisasi, afinitas elektron dan keelektronegatifan,
maka sifat kelogaman dalam sistem periodik dapat disimpulkan bahwa
dalam satu golongan dari atas kebawah sifat logam bertambah dan
dalam satu periode dari kiri ke kanan sifat logam berkurang.
BAB III
KESIMPULAN
1. Partikel penyusun atom terdiri dari elektron, proton dan neutron. Berbagai
model-model atom menurut pada tokoh diantaranya model atom Dalton, model
atom Thomson, model atom Rutherford, model atom Bohr, dan model atom
mekanika gelombang, yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-
masing.
2. Dalam sistem periodik membahas mengenai pengelompokan unsur-unsur
berdasarkan sifatnya (logam dan non-logam), sistem periodik pendek,
golongan, periode, dan konfigurasi elektron dalam sistem periodik panjang,
serta sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron,
keelekronegatifan, dan kelogaman).
DAFTAR PUSTAKA
Purtadi,Sukisman.Kimia Untuk Sekolah Menengah.
staffnew.uny.ac.id/upload/132304809/pendidikan/Teaching+Material+ki
mia+SMA+expl.pdf. Diakses 20 juli 2017
Sugiarto,Bambang.2004.Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur.Jakarta:Bagian
Proyek Pengembangan Kurikulum.
KIMIA DASAR

MAKALAH
STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR

Oleh : SUKMAWATI (1412040006)

PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN 2017