BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada awalnya orang menganggap materi (zat) bersifat kontinu. Tetapi hasil
pengamatan dan penemuan penemuan berikutnya seperti penemuan muatan elementer
melalui percobaan tetes minyak Millikan dan percobaan simpangan sinar katoda memaksa
orang untuk mulai memikirkan bahwa materi itu bersifat diskrit. Ide pertama mengenai
bagian zat yang terkecil diungkapkan oleh dua orang filsuf Yunani yaitu Leucippus dan
muridnya Democritus (469-370 S.M) yang kemudian menamakan zat terkecil itu dengan
istilah atom ( a = tidak, tomos = dibagi). Selanjutnya konsep atom muncul karena orang ingin
mengetahui struktur zat.Struktur zat berarti komponen-komponen yang membangun zat itu
dan hubungan satu komponen dengan komponen lainnya dalam struktur itu.
Atom terdiri atas proton dan neutron serta sejumlah elektron pada jarak yang agak
jauh.Selanjutnya muncullah anggapan bahwa elektron berputar mengelilingi inti sebagaimana
planet mengelilingi matahari.Tetapi, anggapan ini ditolak oleh teori elektromagnetik klasik.
Alasannya adalah anggapan di atas bertentangan dengan keberadaan orbit yang mantap.
Untuk mengatasi kesulitan ini Neils Bohr pada tahun 1913 mengajukan gagasannya untuk
memudahkan gambaran perilaku atom.Meskipun mengandung beberapa kelemahan, Neils
Bohr memberikan sumbangan yang berarti bagi perkembangan teori atom.Sejak akhir abad
ke-19 hingga awal abad ke-20 teori atom mengalami perkembangan yang sangat pesat,
seiring semakin meningkatnya rasa keingintahuan manusia tentang hakikat atom. Tinjauan
atom tidak lagi melalui tinjauan intuitif dan teoritis, tetapi sudah melalui proses pengamatan
empiris dan dukungan tinjauan matematis yang hasilnya sangat mengagumkan.
Untuk mengetahui akan kebenaran hal tersebut maka penulis menyusun makalah ini
yang nantinya dapat digunakan untuk menggali pemahaman lebih mendalam mengenai teori
dan perkembangan atom.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut :
1.2.1 Bagaimana model Atom J.J Thomson?
1.2.2 Apa itu spectra atom ?
1.2.3 Bagaimana model Atom Rutherford ?
1.2.4
1.2.5
1.2.6
Bagaimana model Atom Bohr?
Apa itu Atom Hidrogen menurut De Broglie?
Bagaimana Atom Hydrogen dalam pandangan Kuantum Mekanik?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1. Menjelaskan model atom J.J Thomson.
1.3.2. Menjelaskan spektra atom
1.3.3. Menjelaskan model atom Rutherford.
1.3.4. Menjelaskan model atom Bohr.
1.3.5. Menjelaskan atom hidrogen menurut De Broglie.
1.3.6. Menjelaskan atom hidrogen dalam pandangan Kuantum Mekanik.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Model Atom J. J. Thomson
Ide mengenai susunan dari sebuah materi adalah atom baru muncul pada tahun
1900.J.J. Thomson adalah salah satunya yang memvisualisasikan atom sebagai a
homogeneous sphere of positive charge inside of which there were the negatively charge
electron. Dengan kata lain atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan
didalamya tersebar muatan negatif elektron.
Penemuan atom yang didalamnya terdapat elektron dibuktikan oleh thomson.
Penemuan ini berlangsung dalam sebuah experiment yang dikenal sebagai Cathode rays
experiment. J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan
bahwa sinar katode merupakan partikel, partikel yang bermuatan positif.
Gambar 1
Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan
partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut
elektron.A tom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan
negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positif untuk menetrallkan muatan
negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut, Thomson memperbaiki kelemahan dari
teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom
Thomson.
Gambar 2 :Model Atom Thompson
2.1.1. Kelebihan model atom Thomson
Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom
bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur.Atom tersusun dari partikel yang
bermuatan positif dan negative untuk membentuk atom netral.Juga membuktikan bahwa
electron terdapat dalam semua unsur.
2.1.2. Kelemahan model atom Thomson
Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif
dalam bola atom tersebut. Bertentangan dengan percobaan rutherford, dengan hambiran sinar
alfa ternyata muatan positif tidak merata namun terkumpul jadi satu yang disebut sebagai inti
atom.
2.2.
Atom Spektra
Secara empiris, jika gas dipanaskan, itu memancar kancahaya. Radiasi diasumsikan
karenao silasi atom. Radiasi dari gas keluar telah diamati, dan ditemukan bahwa spektrum itu
tidak kontinyu, tapi diskrit dalam bentuks pektrum garis. Spektrum garis dapat digunakan
untuk mempelajari struktur atom.Setiap teori struktur atom harus mampu menjelaskan
mengapa atom memancarkan cahaya hanya panjang gelombang diskrit.
Gambar 3
Hidrogen adalah atom paling sederhana yang layak untuk dipelajari. Ia hanya memiliki
satu elektron yang mengorbit intinya. J.J. Balmer (1885) menunjukkan bahwa empat
terlihat garis pada spektrum hidrogen yang akan cocok dengan rumus berikut.
Rdisebutkonstanta Rydberg yang nilainyaR =1,097x 107m-1. Kemudian ditemukan bahwa
deret Balmer dari garis panjang ke dalam daerah UV
Kemudian percobaan pada hidrogen menunjukkan bahwa ada seri lain baris dalam
UV dan IR dan ini memiliki pola yangsama seperti deret Balmer, tetapi pada panjang
gelombang yang berbeda, yaitu
1. Lyman series:
n=2, 3,
2. Balmer series:
n=3, 4,.
3. Paschen series :
n=4, 5, .
4. Bracket series :
n=5,.
5. Pfund series :
n=
2.3.
Model Atom Rutherford
Teori atom Thomson pada 1911 diuji oleh seorang ahli fisika yang berasal dari
Inggris, Ernest Rutherford.Ia menguji kebenaran teori Thomson dengan melakukan
percobaan menggunakan partikel alfa yang ditembakkan pada sebuah keping logam emas
yang sangat tipis. Partikel alfa adalah partikel yang dipancarkan oleh unsur radioaktif
bermuatan listrik positif yang besarnya dua kali muatan elektron dan massanya empat kali
massa proton.
Lempeng Tipis Emas
Layar
Partikel alfa
Sumber Radioaktif
Skema Percobaan
Rutherford
Gambar 4
Rutherford memiliki asumsi bahwa jika teori atom Thomson benar maka seluruh
partikel alfa dengan energi yang besar harus menembus lurus keping tipis emas
tersebut.Sebab, atom-atom keping logam emas netral tidak menghalangi partikel alfa yang
bermuatan listrik positif.Sebagian besar partikel alfa menembus keping logam tipis lurus
mengenai layar.Akan tetapi, beberapa partikel alfa yang lainnya dibelokkan bahkan ada yang
dipantulkan.Setiap sudut pembelokkan dan pemantulan sinar alfa tersebut diukur oleh
Rutherford.
Berdasarkan Hukum Colulomb, partikel alfa yang bermuatan positif hanya akan
dibelokkan atau dipantulkan oleh suatu muatan sejenis yakni muatan positif. Berarti,
dalam atom logam emas harus ada muatan listrik positif dan tidak tersebar di seluruh atom
melainkan terpusat pada suatu tempat sehingga menolak partikel alfa.
Atas dasar fakta ini, Rutherford memperbaiki model atom Thomson, dan
mengemukakan model atom sebagai berikut sebagai berikut :
a. Sebuah atom terdiri atas inti bermuatan positif yang terletak di tengah/pusat.
Inti atom dikelilingi elektron yang dipengaruhi oleh gaya tarik-menarik, yang disebut
gaya Coulomb sebesar:
Dimana gaya coulomb tersebut diimbangi dengan gaya sentripental sebesar :
b. Atom bersifat netral, yaitu jumlah proton sama dengan jumlah elektron yang
mengelilingi inti..
2.3.1. Kelemahan kelemahanModel Atom Rutherford
Model atom Rutherford juga memiliki kelemahan kelemahan, diantaranya :
Jika lintasan makin kecil, periode putaran electron juga makin kecil.Frekuensi
gelombang bermacammacam, sehingga spektrum yang dipancarkan seharusnya berupa
spektrum diskontinu. Pada kenyataannya, pada atom hidrogen bertentangan dengan
pengamatan
spektrometer tentang atom hidrogen.Teori atom Rutherford tidak dapat menjelaskan
kestabilan atom. Berdasarkan hukum Coulomb, electron yang berinteraksi dengan inti atom
akan mengalami gaya Coulomb yang juga berfungsi sebagai gaya sentripetal.Akibatnya,
elektron mengalami percepatan (percepatan sentripetal). Menurut teori gelombang
elektromagnetik yang dikemukakan oleh Maxwell jika muatan (elektron) mengalami
percepatan maka muatan tersebut akan memancarkan gelombang elektromagnetik. Jika
demikian maka energi electron berkurang dan akhirnya akan jatuh ke inti atom, tetapi pada
kenyataannya tidak demikian.
2.4. Model Atom Bohr
2.4.1. Postulat Dasar Model Atom Bohr
Ada empat postulat yang digunakan untuk menutupi kelemahan model atom Rutherford,
antara lain :
1. Atom Hidrogen terdiri dari sebuah elektron yang bergerak dalam suatu lintas edar
berbentuk lingkaran mengelilingi inti atom ; gerak elektron tersebut dipengaruhi oleh
gaya coulomb sesuai dengan kaidah mekanika klasik.
2. Lintas edar elektron dalam hydrogen yang mantap hanyalah memiliki harga
momentum angular L yang merupakan kelipatan dari tetapan Planck dibagi dengan
2.
dimanan = 1,2,3, dan disebut sebagai bilangan kuantum utama, dan h adalah
konstanta Planck.
3. Dalam lintas edar yang mantap elektron yang mengelilingi inti atom tidak
memancarkan energi elektromagnetik, dalam hal ini energi totalnya E tidak berubah.
4. Jika suatu atom melakukan transisi dari keadaan energi tinggi EU ke keadaan energi
lebih rendah EI, sebuah foton dengan energi h=EU-EI diemisikan. Jika sebuah foton
diserap, atom tersebut akan bertransisi ke keadaan energi rendah ke keadaan energi
tinggi.
Bohr menyatakan bahwa elektron-elektron hanya menempati orbit-orbit tertentu
disekitar inti atom, yang masing-masing terkait sejumlah energi kelipatan dari suatu nilai
kuantum dasar. (John Gribbin, 2002)
Model Bohr dari atom hidrogen menggambarkan elektron-elektron bermuatan
negatif mengorbit pada kulit atom dalam lintasan tertentu mengelilingi inti atom yang
bermuatan positif. Ketika elektron meloncat dari satu orbit ke orbit lainnya selalu disertai
dengan pemancaran atau penyerapan sejumlah energi elektromagnetik hf.
Menurut Bohr : Ada aturan fisika kuantum yang hanya mengizinkan sejumlah
tertentu elektron dalam tiap orbit. Hanya ada ruang untuk dua elektron dalam orbit terdekat
dari inti. (John Gribbin, 2005)
Gambar 5 : Model Atom Bohr
Model ini adalah pengembangan dari model puding prem (1904), model Saturnian
(1904), dan model Rutherford (1911). Karena model Bohr adalah pengembangan dari model
Rutherford, banyak sumber mengkombinasikan kedua nama dalam penyebutannya menjadi
model Rutherford-Bohr.
Gambar 6 : Model Bohr untuk atom hydrogen
Lintasan yang diizinkan untuk elektron dinomori n = 1, n = 2, n =3 dst. Bilangan ini
dinamakan bilangan kuantum, huruf K, L, M, N juga digunakan untuk menamakan
lintasan.
Jari-jari orbit diungkapkan dengan 12, 22, 32, 42, n2. Untuk orbit tertentu dengan jarijari minimum a0 = 0,53
Jika elektron tertarik ke inti dan dimiliki oleh orbit n, energi dipancarkan
dan energi elektron menjadi lebih rendah sebesar
2.4.2. Tingkatan energi elektron dalam atom hidrogen
Gambar 7 : Tingkat-tingkat energi atom Hydrogen
Model Bohr hanya akurat untuk sistem satu elektron seperti atom hidrogen atau
helium yang terionisasi satu kali. Penurunan rumusan tingkat-tingkat energi atom hidrogen
menggunakan model Bohr.Penurunan rumus didasarkan pada tiga asumsi sederhana:
1. Energi sebuah elektron dalam orbit adalah penjumlahan energi kinetik dan energi
potensialnya:
dengank = 1 / (40), dan qe adalah muatan elektron.
2. Momentum sudut elektron hanya boleh memiliki harga diskrit tertentu:
dengann = 1,2,3, dan disebut bilangan kuantum utama, h adalah konstanta Planck,
dan
3. Elektron berada dalam orbit diatur oleh gaya coulomb. Ini berarti gaya coulomb sama
dengan gaya sentripetal:
Dengan mengalikan ke-2 sisi persamaan (3) dengan r didapatkan:
Suku di sisi kiri menyatakan energi potensial, sehingga persamaan untuk energi
menjadi:
Dengan menyelesaikan persamaan (2) untuk r, didapatkan harga jari-jari yang
diperkenankan:
Dengan memasukkan persamaan (6) ke persamaan (4), maka diperoleh:
Dengan membagi kedua sisi persamaan (7) dengan mev didapatkan
Dengan memasukkan harga v pada persamaan energi (persamaan (5), dan kemudian
mensubstitusikan harga untuk k dan , maka energi pada tingkatan orbit yang berbeda dari
atom hidrogen dapat ditentukan sebagai berikut:
1Dengan memasukkan harga semua konstanta, didapatkan,
Dengan demikian, tingkat energi terendah untuk atom hidrogen (n = 1) adalah -13.6
eV. Tingkat energi berikutnya (n = 2) adalah -3.4 eV. Tingkat energi ketiga (n = 3) adalah
-1.51 eV, dan seterusnya. Harga-harga energi ini adalah negatif, yang menyatakan bahwa
elektron berada dalam keadaan terikat dengan proton. Harga energi yang positif berhubungan
dengan atom yang berada dalam keadaan terionisasi yaitu ketika elektron tidak lagi terikat,
tetapi dalam keadaan tersebar.
Dengan teori kuantum, Bohr juga menemukan rumus matematika yang dapat
dipergunakan untuk menghitung panjang gelombang dari semua garis yang muncul dalam
spektrum atom hidrogen.Nilai hasil perhitungan ternyata sangat cocok dengan yang diperoleh
dari percobaan langsung.Namun untuk unsur yang lebih rumit dari hidrogen, teori Bohr ini
ternyata tidak cocok dalam meramalkan panjang gelombang garis spektrum.Meskipun
demikian, teori ini diakui sebagai langkah maju dalam menjelaskan fenomena-fenomena
fisika yang terjadi dalam tingkatan atomik.Teori kuantum dari Planck diakui kebenarannya
karena dapat dipakai untuk menjelaskan berbagai fenomena fisika yang saat itu tidak bisa
diterangkan dengan teori klasik.
2.4.3. Kelebihan dan Kelemahan Teori Bohr
Keberhasilan teori Bohr terletak pada kemampuannya untuk meramalkan garis-garis
dalam spektrum atom hidrogen
Salah satu penemuan adalah sekumpulan garis halus, terutama jika atom-atom yang
dieksitasikan diletakkan pada medan magnet
2.4.4. Kelemahan
Struktur garis halus ini dijelaskan melalui modifikasi teori Bohr tetapi teori ini tidak
pernah berhasil memerikan spektrum selain atom hydrogen
Belum mampu menjelaskan adanya stuktur halus(fine structure) pada spectrum, yaitu
2 atau lebih garis yang sangat berdekatan
Belum dapat menerangkan spektrum atom kompleks
Itensitas relatif dari tiap garis spektrum emisi.
Efek Zeeman, yaitu terpecahnya garis spektrum bila atom berada dalam medan
magnet.
2.5.
Hipotesis De Broglie pada Atom Hidrogen
Jika Niels Bohr masih memandang bahwa elektron adalah partikel, tidak demikian
halnya Louis V. de Broglie, seorang fisikawan Perancis.Pada tahun 1923, de Broglie
menyatakan bahwa partikel sub-atom dapat dipandang sebagai gelombang.Pernyataan ini
dapat dilihat sebagai kebalikan dari pernyatan Einstein yang mengatakan bahwa gelombang
elektromagnetik terkuantisasi seperti layaknya partikel, yang disebut photon (1905). De
Broglie meneliti persamaan E = hv, dan persamaan
, dijumpai kesulitan untuk
menerangkan persamaan pertama pada kasus partikel, karena tidak ada kepastian apakah E
merupakan energy kinetic, energy total, ataukan energy energy relativistic total. Untuk
persamaan kedua, kesulitan ini tidak dijumpai. De Broglie mengusulkan, tanpa dukungan
bukti percobaan bagi hipotesisnya, bahwa bagi semua partikel yang bergerak dengan
momentum p, terkait suatu gelombang dengan panjang gelombang
, yang berhubungan
dengan p menurut persamaan :
De Broglie berpendapat bahwa setiap orbit elektron dalam atom, sebenarnya, adalah
gelombang berdiri. Gelombang elektron harus menjadi gelombang berdiri melingkar yang
menutup dirinya sendiri.Jika panjang gelombang gelombang tidak menutup sendiri,
interferensi destruktif terjadi sebagai gelombang itu bergerak di sekitar loop dan cepat
padam.Jadi, gelombang-satunya yang bertahan adalah mereka yang lingkar orbit melingkar
berisi seluruh jumlah panjang gelombang. Lingkar orbit Bohr radius rnadalah
n=1, 2, 3, ..
Substitusikan
, kita dapatkan
, jadi
Ini hanya kondisi kuantum yang diusulkan oleh Bohr, namun dapat dijelaskan oleh
dualitas gelombang-partikel de Broglie. Teori Bohr bekerja dengan baik untuk hidrogen dan
satu-elektron ion. Ini tidak membuktikan sesukses untuk multi-elektron atom. Hal ini
diperlukan sebuah teori baru untuk memberikan pemahaman yang utuh untuk multi-elektron
atom.
2.6.
Atom Hidrogen Dalam Mekanika Kuantum
Kuantum mekanik adalah sebuah teori baru yang dapat menyatukan dualitas
gelombang-partikel menjadi sebuah teori tunggal yang konsisten. Mekanik kuantum,
didukung oleh persamaan Schrodinger, mempertahankan aspek-aspek tertentu dari Teori
Bohr. Atom hidrogen adalah yang paling sederhana dari semua atom, terdiri dari sebuah
elektron tunggal muatan-e bergerak di sekitar inti pusat muatan + e. Untuk hidrogen, energi
potensial adalah karena gaya Colomb antara elektron dan proton.
.. (1)
PersamaanSchrdinger dalam tiga dimensi berbentuk sebagai berikut :
..(2)
adalah fungsi dari dari x, y, z. Cara lazim untuk memecahkan persamaan
deferensial parsial seperti ini adalah dengan memisahkan veriabel. Potensial bagi gaya antara
inti atom dan electron adalah :
1
e2
(
)
V x , y ,z =
4 0 x 2+ y 2+ z 2 ..
(3)
Dalam masalah tiga dimensi dari atom H, solusi dari persamaan Schrdinger
dicirikan oleh tiga bilangan kuantum. Namun, empat nomor yang berbeda kuantum benarbenar diperlukan untuk menentukan setiap negara pada atom H, keempat datang dari
pengobatan relativistik.
Mekanika kuantum memprediksi persis tingkat energi yang sama untuk atom H seperti
halnya Teori Bohr. Yang
..............
(4)
Bilangan kuantum n dikenal sebagai bilangan kuantum utama, bernilai bulat 1, 2, 3,
. Menentukan bilangan n adalah setara dengan memilih suatu tingkatan energy tertentu.
Dimana, n adalah bilangan bulat disebut bilangan kuantum utama. Energi total dari
sebuah negara di atom H tergantung pada n.Jumlah kuantum orbital, l, ini terkait dengan
momentum sudut orbital dari elektron. Aku bisa mengambil nilai integer dari 0 sampai (n1).
Untuk keadaan dasar, n = 1, l hanya bisa nol. Tapi untuk = 3, l bisa 0,1, atau 2. Besar
sebenarnya dari momentum anguler orbital L berkaitan dengan bilangan kuantum l oleh
..(4)
Untuk l = 0 s negara (yang tajam); l = 1 p negara (pokok); l = 2 d negara (difus); l =
3 f negara (fundamental). Nilai l tidak mempengaruhi energi total atom H, hanya n tidak
sampai sejauh cukup. Tapi dalam atom dengan dua atau lebih elektron, energi tidak
tergantung pada l serta n.
Jumlah kuantum magnetik, ml, berkaitan dengan arah momentum sudut elektron,
dan dapat mengambil nilai integer mulai dari -l sampai + l. Sebagai contoh, jika l = 2, maka
dapat ml -2, -1,0, +1, +2. Karena momentum sudut adalah sebuah vektor, maka tidak
mengherankan bahwa baik besarnya dan arahnya akan terkuantisasi. Untuk l = 2, lima arah
diperbolehkan dapat disajikan oleh gambar 8 :
Gambar 8
Keterbatasan inipada arah L sering disebut kuantisasi ruang.Dalam mekanika
kuantum arah momentum sudut biasanya ditentukan dengan memberikan komponen
sepanjang sumbuz. Para LZ ini terkait dengan memperoleh persamaan :
(5)
Ditemukan bahwa ketika sebuah tabung ditempatkan dalam medan magnet, garis
spektrum dibagi menjadi garis-garis sangat erat spasi beberapa fenomena yang dikenal
sebagai efek Zeeman, seperti yang ditunjukkan pada persamaan (3).Ini berarti bahwa tingkat
energi harus celah, dan dengan demikian bahwa energi suatu negara tidak hanya bergantung
padantetapi juga padamlketikamedan magnet diterapkan
Gambar 9 :Transisi dapat terjadi antara tingkat n=3; l =2ke tingkat n =2; l=1,
dengan foton
Akhirnya, ada jumlah kuantum spin, ms, yang hanya dapat memiliki dua nilai atau
atau
. Keberadaan dari jumlah kuantum tidak keluar dari teori asal
Schrodinger, seperti yang dilakukann, l, dan ml. Sebaliknya, itu keluar dari pengobatan
relativistik berikutnya karena P.A.M.Diract. Sebuah studi yang cermat terhadap gariss pektra
l hidrogen menunjukkan bahwa setiap sebenarnya terdiri dari dua (atau lebih) baris sangat
erat spasi bahkan dalam adanya medan magnet eksternal. Itu pada awalnya dihipotesiskan
bahwa ini membelah kecil tingkat energi, yang disebut struktur halus, mungkin disebabkan
karena momentum sudut terkait dengan berputar dari elektron. Interaksi antara arus kecil dari
elektron berputar dan karena muatan magnetik untuk mengorbit dapat menyebabkan
pemisahan diamati kecil tingkat energi.
Spin electron ini dapat memiliki dua arah yang berbeda, mz=1 / 2 ataumz=-1 / 2,
yang sering dikatakan berputar keatas dan berputar ke bawah, seperti yang ditunjukkan pada
gambar.
Gambar 10 :S momentum sudut berputar dapat mengambil hanya dua arah,
ms=1 / 2 (spin up) dan ms=-1 / 2 (spin down).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
J.J. Thomson adalah salah satunya yang memvisualisasikan atom sebagai a
homogeneous sphere of positive charge inside of which there were the negatively
charge electron. Dengan kata lain atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif
dan didalamya tersebar muatan negatif elektron.
Setiapteori
strukturatomharusmampumenjelaskan
mengapaatommemancarkan
cahayahanyapanjang gelombangdiskrit.
Bohr menyatakan bahwa elektron-elektron hanya menempati orbit-orbit tertentu
disekitar inti atom, yang masing-masing terkait sejumlah energi kelipatan dari suatu
nilai kuantum dasar. (John Gribbin, 2002)
Rutherford mengemukakan model atom sebagai berikut sebagai berikut :
a. Sebuah atom terdiri atas inti bermuatan positif yang terletak di tengah/pusat.
Inti atom dikelilingi elektron yang dipengaruhi oleh gaya tarik-menarik, yang
disebut gaya Coulomb.
b. Atom bersifat netral, yaitu jumlah proton sama dengan jumlah elektron yang
mengelilingi inti
De Broglie berpendapat bahwa setiap orbit elektron dalam atom, sebenarnya, adalah
gelombang berdiri.
Mekanik kuantum adalah sebuah teori baru yang dapat menyatukan dualitas
gelombang-partikel menjadi sebuah teori tunggal yang konsisten.