Kecemasan Orangtua dan Jantung Bawaan
Kecemasan Orangtua dan Jantung Bawaan
SKRIPSI
Oleh:
PUTRI MAULIDASARI
1007101010107
Putri Maulidasari
vi
DAFTAR ISI
Halaman
v
3.7 Metode Pegumpulan Data .............................................................23
3.7.1 Sumber Data........................................................................23
3.7.2 Teknik Pengumpulan Data..................................................23
3.7.3 Instrumen Penelitian............................................................23
3.7.4 Uji Validitas dan Reabilitas ................................................23
3.8 Pengolahan dan Analisis Data......................................................24
3.8.1 Pengolahan Data..................................................................24
3.8.2 Analisis Data .......................................................................25
3.9 Alur Penelitian..............................................................................26
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .........................................................27
4.1 Hasil penelitian..............................................................................27
4.1.1 Karakterisrtik Umum Subjek Penelitian .............................27
4.1.2 Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Tingkat
Kecemasan Orangtua ..........................................................28
4.1.3 Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan
Orangtua .............................................................................29
4.1.4 Hubungan Usia dengan Tingkat Kecemasan Orangtua ......29
4.1.5 Hubungan Status Ekonomi dengan Tingkat Kecemasan
Orangtua .............................................................................30
4.2 Pembahasan.................................................................................. 31
4.2.1 Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Tingkat
Kecemasan Orangtua ......................................................... 32
4.2.2 Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan
Orangtua ............................................................................ 33
4.2.3 Hubungan Usia dengan Tingkat Kecemasan Orangtua ..... 34
4.2.4 Hubungan Status Ekonomi dengan Tingkat Kecemasan
Orangtua ............................................................................ 35
4.3 Keterbatasan Penelitian ................................................................ 36
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .........................................................35
5.1 Kesimpulan....................................................................................35
5.2 Saran..............................................................................................35
viv
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 4.1 Distribusi frekuensi karakteristik responden.......................................27
Tabel 4.2 Distibusi frekuensi kejadian tingkat kecemasan orangtua yang
memiliki anak PJB ..............................................................................28
Tabel 4.3 Hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat kecemasan orangtua
yang memiliki anak dengan PJB .........................................................28
Tabel 4.4 Hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan orangtua yang
memiliki anak dengan PJB..................................................................29
Tabel 4.5 Hubungan usia dengan tingkat kecemasan orangtua yang
memiliki anak dengan PJB................................................................. 30
Tabel 4.6 Hubungan status ekonomi dengan tingkat kecemasan orangtua
yang memiliki anak dengan PJB ........................................................ 30
vi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
vii
DAFTAR SINGKATAN
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Jadwal Kegiatan Penelitian.............................................................41
Lampiran 2 Lembar Permohonan Kesediaan Menjadi Responden....................42
Lampiran 3 Kuisioner Penelitian .......................................................................43
Lampiran 4 Hasil Uji Validitas dan Reabilitas Kuesioner .................................46
Lampiran 5 Master Data ....................................................................................47
Lampiran 6 Hasil Analisis SPSS........................................................................49
Lampiran 7 Surat Izin Penelitian .......................................................................55
Lampiran 8 Surat Selesai Penelitian ..................................................................60
Lampiran 9 Riwayat Hidup................................................................................61
viii
ABSTRAK
Orangtua yang memahami dan mengerti kondisi kesehatan anak sangat
diperlukan dalam menunjang perkembangan anak. Kecemasan merupakan respon
yang umumnya muncul pada orangtua yang memiliki anak dengan PJB. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat
kecemasan orangtua terhadap penyakit jantung bawaan pada anak. Penelitian ini
bersifat analitik dengan rancangan cross-sectional. Data diperoleh dari 40
responden orangtua yang memiliki anak dengan PJB yang dilakukan pada
Oktober-Desember 2013 di Poliklinik Jantung RSUDZA. Variabel penelitian ini
adalah tingkat pendidikan, pengetahuan, usia, dan status ekonomi dan tingkat
kecemasan orangtua terhadap PJB pada anak. Hasil penelitian menunjukkan
sebanyak 24(60%) orangtua memiliki tingkat pendidikan dasar, 23(57,5%)
orangtua memiliki pengetahuan kurang, 35(87,5%) orangtua dengan usia dewasa
dini, dan 20(50%) orangtua dengan status ekonomi rendah. Berdasarkan uji Chi-
square ,terlihat bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat
pengetahuan dengan tingkat kecemasan orangtua (Pvalue (0,020) < 0,05, PR
(1,8), CI (0,95-3,26)). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
pengetahuan dan tingkat kecemasan orangtua (Pvalue (0,530) > 0,05, PR (1,1), CI
(0,75-1,75)). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan tingkat
kecemasan orangtua (Pvalue (0,477) > 0,05, PR (1,2), CI (0,56-2,51)). Terdapat
hubungan yang signifikan antara status ekonomi dan tingkat kecemasan orangtua
(Pvalue (0,038) < 0,05, PR (1,6), CI (0,99-2,39)). Penelitian ini menyimpulkan
bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan orangtua terhadap
penyakit jantung bawaan pada anak adalah tingkat pendidikan dan status
ekonomi.
Kata Kunci: Penyakit Jantung Bawaan, Tingkat Kecemasan Orangtua, Tingkat
Pendidikan, Pengetahuan, Usia, Status Ekonomi
ix
ABSTRACT
The parents who understand and know the health condition in their children is really
needed to support development of the children. Anxiety commonly appears from parents who
have the CHD children. The aim of this study is to determine the associated factors with the
anciety scale of parents who have the CHD children. This study was analitycal research with
cross-sectional design. Data were obtained on 40 respondents of parents who have CHD
children that taken in October-December 2013 in the Cardiologic Polyclinic of RSUDZA.
The variables in this study was level of education, knowledge, age, income, an the anxiety
scale of parents who have CHD children. The result of this study showed 24 parents (60%)
had basic level of education, 23 parents (57,5%) had lower knowledge, 35 parents (87,5%)
with an early adult age, and 20 parents (50%) had lower income. Based on Chi-square test,
showing that there was significant association between level of education and the anciety
scale of parents (P(0,020)<0,05,PR(1,8),CI(0,95-3,26)). There was unsignificant association
between knowledge and the anxiety scale of parents (P(0,530)>0,05,PR(1,1),CI(0,75-1,75)).
Thre was unsignificant association between age and the anxiety scale of parents
(P(0,477)>0,05,PR(1,2),CI(0,56-2,51)). There was significant association between income
and the anxiety scale of parents (P(0,038)<0,05,PR(1,6),CI 0,99-2,39)). This study concluded
that the associated factors with the anxiety scale of parents who have the CHD children were
the level of education and parents income.
Keywords: Congenital Heart Disease, The Anxiety Scale of Parents, The level of education,
Knowledge, Age, Income
xi
BAB I
PENDAHULUAN
1
2
Kondisi seperti ini semakin menuntut orangtua sebagai orang yang paling dekat
dengan anak agar memiliki pengetahuan yang baik tentang PJB sehingga dapat
menunjang perawatan dan meningkatkan kualitas hidup anak. Keadaan ini juga
dapat menurunkan angka kematian kasus PJB karena pengetahuan yang baik akan
menunjang perilaku kesehatan orangtua terhadap anak. (9)
Orangtua yang memahami dan mengerti kondisi kesehatan anak sangat
diperlukan mengingat peran penting orangtua dalam menunjang perkembangan
anak. Namun, fenomena yang terjadi di lapangan memperlihatkan berbagai respon
yang ditimbulkan oleh orangtua. Banyak orangtua yang kebingungan dan tidak
mengerti apa yang dialami oleh anak dan manfaat serta tujuan terapi yang
diberikan kepada anak mereka yang diakibatkan kurangnya informasi yang
didapat mengenai penyakit anak. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya respon
kecemasan pada orangtua. Untuk itu, peneliti ingin melihat lebih jauh faktor-
faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan orangtua terhadap PJB pada anak.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apa saja faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat kecemasan orangtua terhadap PJB pada anak?
1. Bagi instansi terkait seperti rumah sakit diharapkan menjadi masukan dalam
memberikan pengertian kepada orangtua tentang PJB pada anak, baik
melalui penyuluhan, promosi kesehatan, maupun pada saat kunjungan
sehari-hari di rumah sakit.
2. Sebagai sumber acuan dan bahan perbandingan bagi penelitian selanjutnya
terutama yang berhubungan dengan penyakit jantung bawaan.
3
Bagi para pembaca seperti mahasiswa kedokteran, para dosen dan petugas
medis dapat dijadikan informasi dalam memahami hal-hal mendasar yang
berhubungan dengan penyakit jantung bawaan.
2.1.1 Definisi
2.1.2 Prevalensi
PJB terjadi pada sekitar 8 hingga 9 bayi per 1.000 kelahiran hidup.
Ditemukan 10% - 15% anak dengan PJB menderita lebih dari satu kelainan
jantung. PJB merupakan suatu kelompok kelainan serius yang paling sering
terjadi, dengan kurang dari 1/4 anak-anak akan meninggal dalam tahun pertama
kehidupan dan sebagian besar lainnya meninggal dalam bulan pertama kehidupan.
(3)
2.1.3 Etiologi
Meskipun penyebab PJB tidak diketahui secara pasti, namun terdapat dua
kelompok besar faktor resiko penyebab penyakit jantung bawaan, yaitu:
1. Lingkungan
a. Pajanan lingkungan yang tidak baik selama kehamilan dapat mengganggu
perkembangan janin seperti menghirup asap rokok, cat, atau udara di
bengkel mobil. (12)
b. Ibu hamil yang mengonsumsi alkohol 45 ml per hari dapat meningkatkan
insiden PJB sekitar 3,3 per 1000 kelahiran bayi. (12)
c. Ibu hamil yang menderita diabetes meningkatkan resiko kejadian penyakit
jantung bawaan sebanyak 5 %. (13)
d. Infeksi virus seperti virus rubella, sitomegalovirus, herpes atau virus
toksoplasmosis pada ibu hamil semasa kehamilan tiga bulan pertama dapat
mengganggu perkembangan jantung janin di dalam kandungan. (11)
4
5
Secara keseluruhan, PJB dibagi menjadi dua lesi, yaitu lesi asianotik dan
sianotik.
1. PJB Asianotik
PJB asianotik merupakan kelainan struktur dan fungsi yang dibawa sejak
(1)
lahir dan tidak ditandai dengan sianosis. Lesi jantung asianotik dapat
diklasifikasikan menjadi dua golongan. Golongan pertama berdasarkan lesi yang
menimbulkan penambahan beban volume paru yang disebabkan oleh
terbentuknya pirau kiri ke kanan, yang paling sering terjadi adalah defek sekat
ventrikel (DSV), defek sekat atrium (DSA), duktur arteriosus paten (DAP).
Sedangkan golongan kedua yang menyebabkan penambahan beban tekanan, yang
paling sering akibat obstruksi aliran keluar ventrikel, misalnya pada stenosis
pulmonal dan stenosis aorta. (8)
a. Defek Sekat Ventrikel (DSV)
Defek sekat ventrikel adalah kelainan jantung yang terjadi apabila dinding
(15)
pemisah antara kedua ventrikel tidak tertutup sempurna. DSV merupakan
malformasi kongenital yang paling sering meliputi 30-40% PJB. (16)
(3)
Defek sekat ventrikel menutup secara spontan pada 50% kasus. Defek
yang besar dapat menyebabkan dispnea, kesukaran makan, pertumbuhan jelek,
infeksi paru berulang, dan gagal jantung pada masa bayi. (8)
6
e. Stenosis Aorta
Stenosis Aorta (SA) didefinisikan sebagai obstruksi pada jalan keluar
(18)
ventrikel kiri dan terdapat perbedaan tekanan antara ventrikel kiri dan aorta.
Apabila terdapat stenosis berat, maka akan timbul gejala dispneu, tiba-tiba pucat,
sinkop atau stenokardiyang diakibatkan aktivitas berat. Angka kejadian SA adalah
6,1% dari seluruh kejadian penyakit jantung bawaan. (19)
2. PJB Sianotik
Manifestasi klinis yang tampak pada PJB sianotik adalah sianosis. Sianosis
merupakan kebiruan yang terlihat pada mukosa yang disebabkan oleh terdapatnya
hemoglobin tereduksi lebih dari 5 gr/dl dalam sirkulasi. Beberapa lesi PJB
sianotik adalah:
a. Tetralogi Fallot (TF)
Terdapat empat komponen kelainan yang digambarkan dalam tetralogi
fallot, yaitu defek septum ventrikel (DSV), stenosis pulmonal, overiding
(dekstroposisi) aorta pada sekat ventrikel dengan diameter kurang dari 50%, dan
hipertrofi ventrikel kanan. (20)
Manifestasi klinis TF pada masa bayi yaitu munculnya sianosis selama
beberapa minggu atau bulan, terdapat dispneu, kelelahan, dan pertumbuhan
terhambat. (19) Sianosis terjadi pada umur satu tahun pertama. Pada bayi dengan
obstruksi aliran ventrikel kanan berat, sianosis tampak segera pada masa neonatus.
(8)
2.1.5 Tatalaksana
mengganti katup, memperluas arteri atau bukaan katup jantung dan memperbaiki
cacat jantung kompleks. (24)
gigi anak. Hal yang dapat dilakukan orang tua berupa penggunaan sikat gigi yang
lebih lembut, menyikat gigi setiap hari, dan konsultasi dokter gigi secara teratur.
(24)
Tindakan lain yang dapat dilakukan adalah konseling diet, pemberian flour, pit
dan fissure sealant (penutupan pit dan fisur yang dalam pada gigi molar sebagai
usaha mencegah terjadinya akumulasi sisa makanan yang dapat berlanjut menjadi
akumulasi karies) dan instruksi pemeliharaan kebersihan mulut. (30)
3. Imunisasi pada anak dengan PJB
Dalam penelitian dilaporkan bahwa 27% orang tua tidak memberikan
imunisasi pada anak dengan PJB dikarenakan alasan saat imunisasi anak sakit
(25%), orangtua takut (50%), dan petugas kesehatan takut(25%). (31) Anak dengan
PJB mengalami kerentanan terhadap kejadian infeksi. Selain itu, anak PJB juga
membutuhkan tindakan operasi di masa bayi , mendapat transfusi darah , dan
penggunaan alat pintas jantung paru saat operasi. Seluruh hal ini mengharuskan
anak memiliki ketahanan tubuh yang tinggi mengingat banyaknya komplikasi
yang harus dihindari. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketahan tubuh adalah
dengan imunisasi secara teratur pada anak PJB sesuai dengan umur. (24) Meskipun
jadwal anak imunisasi tertunda akibat anak sedang demam ataupun karena jadwal
operasi, orangtua harus tetap melanjutkan dan melengkapi imunisasi anak yang
tertunda sesuai dengan pedoman yang ada. PJB sebagai salah satu penyakit kronik
yang peka terhadap infeksi sangat dianjurkan untuk diberikan imunisasi tambahan
terhadap Influenza, pneumokokus, dan MMR. (24)
Kecemasan (ansietas) berasal dari bahasa latin yaitu anguslus yang berarti
kaku dan ango, anci yang berarti mencekik. (33) Kecemasan adalah suatu keadaan
aprehensi atau keadaan khawatir yang mengeluhkan sesuatu yang buruk akan
(34)
terjadi. Kecemasan adalah suatu keadaan emosi dan kondisi yang dialami
secara subjektif yang tidak menyenangkan dan disertai rasa takut yang kita alami
pada tingkat yang berbeda. Respon kecemasan juga sangat berkaitan dengan
(35,33)
perasaan yang tidak pasti dan tidak berdaya. Kecemasan diperantarai oleh
suatu sistem kompleks yang melibatkan (sedikitnya) sistem limbik (amigdala,
12
pengetahuan, status ekonomi, keadaan fisik, tipe kepribadian, usia, dan potensial
stressor. (34)
Faktor biologi menunjukkan bahwa pada otak mengandung reseptor khusus
untuk pemakaian benzodiazepin yang merupakan salah satu obat yang
meningkatkan neuroregulator inhibisi Gamma Amino Butyric Acid (GABA) yang
berperan penting dalam mekanisme biologis yang berhubungan dengan cemas.
Terdapat tiga komponen yang berhubungan dalam hal menimbulkan kecemasan
yaitu GABA, benzodiazepine reseptor complex, locus ceruleus . GABA berfungsi
sebagai neuron yang bersifat inhibisi dan dapat dijumpai pada corpus striatum,
substansia nigra, cerebellum, dan hipotalamus. Pada keadaan cemas terjadi
penurunan aktifitas GABA sebagai neuron yang bersifat inhibitorik dan para
peneliti memperhitungkan bahwa pasien cemas memiliki reseptor GABA yang
abnormal. Benzodiazepine reseptor complex merupakan reseptor terhadap obat
anti cemas (golongan benzodiazepin) seperti Valium dan Librium yang dapat
membuat GABA menjadi lebih sensitif dan penderita akan merasa lebih tenang
akibat kerja dan aktifitas obat tersebut. Locus ceruleus merupakan salah satu pusat
pengaturan norepiefrin dan serotonin di otak. Ketidakteraturan ataupun disfungsi
norepinefrin dan serotonin memegang peranan dalam gangguan kecemasan yang
ditimbulkan. (34)
Beberapa faktor yang menjadi bahan penelitian dalam mempengaruhi
tingkat kecemasan orangtua yaitu:
1. Tingkat Pendidikan
Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan
kemampuan di dalam dan di luar sekolah serta berlangsung seumur hidup.
Pendidikan pada umumnya berguna dalam merubah pola pikir, tingkah laku, dan
pola pengambilan keputusan. Tingkat pendidikan yang cukup akan lebih mudah
dalam mengindentifikasi stressor dari dalam dan luar dirinya. Tingkat pendidikan
juga akan mempengaruhi kesadaran dan pemahaman terhadap stimulus tertentu.
(41)
Penelitian yang dilakukan oleh Cheuk dkk terhadap 156 pasang orang tua
dengan anak menderita PJB, dimana untuk ayah dan ibu terdapat 17,3% dan
17,9% berpendidikan tingkat rendah (setingkat SMP dan SD), 69,9% dan 72,4%
15
berpendidikan tingkat menengah (setingkat SMA), hanya 12,8% dan 9,6% yang
berpendidikan tinggi (perguruan tinggi). (42)
2. Pengetahuan
Pengetahuan merupakan hasil tahu dan terjadi setelah seseorang melakukan
penginderaan terhadap objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui proses
melihat, mendengar, mencium, meraba, dan merasakan. Sebagian pengetahuan
manusia diperoleh dari melihat dan mendengar. (41)
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh El Mahdi dkk terhadap 100
orang tua dengan anak menderita PJB didapatkan bahwa hanya 30% orang tua
mampu menyebutkan nama penyakit anak mereka dengan benar, 21% mampu
menunjukkan lesi jantung pada diagram yang disediakan, dan hanya 27% dari
(43)
semua orang tua pernah mendengar infeksi endokarditis. Berdasarkan
penelitian ini disimpulkan bahwa hanya 36% orang tua memiliki pengetahuan
yang baik sedangkan sisanya yaitu 64% orang tua memiliki pengetahuan kurang
tentang PJB yang diderita anak mereka. (43)
Banyak orang tua dengan anak menderita PJB memiliki pengetahuan yang
kurang tentang kondisi dan perawatan yang terbaik untuk anak. Hal ini pada
akhirnya membuat orang tua sering bingung mengenai tanda bahaya dan kapan
mereka harus memanggil dokter. Selain itu orang tua juga sering kurang
mengetahui pentingnya kebersihan gigi pada anak mereka sehingga jarang
membawa anak untuk melakukan perawatan gigi rutin padahal resiko infeksi
endokarditis pada anak PJB sangat tinggi melalui infeksi gigi. Bahkan banyak
orang tua yang merasa frustasi luar biasa jika anak mereka kesulitan makan
karena mereka tidak mengerti hubungan antara pemberian makanan dan kondisi
jantung. Hal ini pada akhirnya menyebabkan orangtua sering kurang hati-hati
dalam pemberian makan dan memperhitungkan pemasukan kalori. (24)
Penelitian yang dilakukan oleh Cheuk dkk terhadap 156 orang tua dengan
PJB didapat 59% orang tua mengetahui nama penyakit anak mereka, 80%
mengetahui jenis dan tujuan pengobatan, 47% mengetahui etiologi dan hanya
26,9% yang pernah mendengar tentang bahaya infeksi endokarditis pada anak.
Berdasarkan penelitian ini disimpulkan sebanyak 55,6% responden menjawab
benar semua pertanyaan sedangkan sisanya 44,4% menjawab salah. (42)
16
Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kecemasan baik itu ringan, sedang,
berat, dan sangat berat, maka digunakan salah satu alat ukurnya yang dikenal
Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS 42). DASS berisi 42 item pertanyaan
yang berisi 3 faktor yaitu depresi, cemas, dan stres. Pengukuran menggunakan
kuesioner DASS ini memiliki 14 item pertanyaan utuk masing-masing faktor
depresi, cemas, dan stres. Skala DASS telah dibuktikan memiliki validitas dan
reliabilitas cukup tinggi untuk ketiga pengukuran yaitu p<0,05. (49)
18
3.3 Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah orangtua atau wali yang bertanggung
jawab membawa anaknya berobat ke Poliklinik Jantung RSUD dr. Zainoel Abidin
Banda Aceh tahun 2013 karena PJB.
3.4 Sampel
Sampel penelitian ini adalah orangtua atau wali yang bertanggung jawab
terhadap anak yang berobat ke Poliklinik Jantung RSUD dr. Zainoel Abidin
Banda Aceh karena PJB serta memenuhi kriteria yang ditetapkan. Teknik
pengambilan sampel dihitung dengan rumus besar sampel untuk data proporsi
pada populasi tidak terbatas atau infinite. (50)
Z21-/2 P (1-P)
n = ------------------------
d2
19
20
n = 38 orang subjek
Tingkat pendidikan
1. Pengetahuan
2. Kecemasan orang
tua terhadap PJB
Usia pada anak
3.
4. Status ekonomi
pengukuran dilakukan dengan cara memilih jawaban multiple choice. Hasil ukur
dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Baik (x )
b. Kurang (x < )
Skala Pengukuran: Ordinal
4. Usia
Usia adalah lama waktu hidup sejak dilahirkan. Alat ukur yang digunakan
adalah kuesioner, pengukuran dilakukan melalui wawancara. Hasil ukur dapat
dikategorikan sebagai berikut: (45)
a. Dewasa dini (20-29 tahun)
b. Dewasa madya (30-39 tahun)
c. Dewasa akhir (>40 tahun)
Skala Pengukuran: Ordinal
5. Status Ekonomi
Status Ekonomi adalah pendapatan rata-rata perbulan yang diperoleh suatu
keluarga. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, pengukuran dilakukan
melalui wawancara. Hasil ukur dapat dikategorikan sebagai berikut: (48)
a. Tinggi : Rp 1.550.00,00
b. Rendah : <Rp 1.550.00,00
Skala Pengukuran: Ordinal
Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari
wawancara kepada responden dengan panduan Depession Anxiety Stress Scale
(DASS) dan kuisioner pengetahuan.
1. Analisis Univariat
Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan frekuensi dari variabel
tingkat kecemasan orangtua, tingkat pendidikan orangtua, pengetahuan orangtua,
usia orangtua, dan status ekonomi orangtua.
2. Analisis Bivariat
Analisis bivariat digunakan untuk mencari hubungan antara variabel
independen dengan variabel dependen. Analisis ini dilakukan dengan pengujian
statisitik yaitu Chi Square test melalui rumus:
( )
=
Keterangan:
x = chi square
O = nilai hasil pengamatan (observed)
E = nilai ekspektasi (expected)
25
Sampel penelitian
Pengolahan data
Analisa data
27
28
Kecemasan Orangtua
Tingkat Total
Ringan Sedang P value RP (95%-CI)
pendidikan
n % n % n %
Dasar dan
5 18,5 22 81,5 27 100
Menengah* 0,020** 1,8 (0,95-3,26)
Tinggi 7 53,8 6 46,2 13 100
Total 12 28 40
* Data digabung untuk analisis data
** Menggunakan uji Fishers Exact Test dengan signifikasi = 0,05
Berdasarkan tabulasi silang data pada tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa
sebanyak 22 responden (81,5%) dengan tigkat pendidikan dasar dan menengah
memiliki tingkat kecemasan sedang, dan sebanyak 7 responden (53,8 %) dengan
tingkat pendidikan tinggi memiliki tingkat kecemasan ringan. Data diatas
menunjukkan bahwa responden yang berpendidikan dasar dan menengah
cenderung mengalami tingkat kecemasan sedang.Di dapatkan Rasio Prevalens
(RP) >1 (1,8) dengan interval kepercayaan mencakup 1 (0,95-3,26) , yang berarti
belum dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan benar-benar merupakan faktor
resiko atau faktor protektif.
Kecemasan Orangtua
Total
Pengetahuan Ringan Sedang P value RP (95%-CI)
n % n % n %
Kurang 6 26,1 17 73,9 23 100
0,530* - -
Baik 6 35,3 11 64,7 17 100
Total 12 28 40
* Menggunakan uji Chi-Square dengan signifikasi = 0,05
Berdasarkan tabulasi silang data pada tabel 4.4 diatas menunjukkan bahwa
sebanyak 73,9% responden yang memiliki pengetahuan kurang mengalami
kecemasan sedang dan responden yang memiliki pengetahuan baik (64,7%) juga
mengalami kecemasan sedang.
Hasil uji statistik dengan Chi-Square untuk variabel pengetahuan
menunjukkan nilai p= 0,530 > 0,05. Ini berarti bahwa pada kemaknaan 95%
tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat
kecemasan orangtua yang memiliki anak dengan PJB.
Tabel 4.5 Hubungan usia dengan tingkat kecemasan orangtua yang memiliki anak
dengan PJB
Kecemasan Orangtua
Total
Usia Ringan Sedang P value RP (95%-CI)
n % n % n %
Dewasa Dini 2 18,2 9 81,8 11 100
Dewasa Madya- 0,275** - -
10 34,5 19 65,5 29 100
Akhir*
Total 12 28 40
* Data digabung untuk analisis data
** Menggunakan uji Fishers Exact Test dengan signifikasi = 0,05
Berdasarkan tabulasi silang data pada tabel 4.5 diatas menunjukkan bahwa
sebanyak 9 responden (81,8%) dengan usia dewasa dini mengalami kecemasan
sedang dan sebanyak 19 responden (65,5%) dengan usia dewasa madya-akhir
juga mengalami kecemasan sedang.
30
Hasil uji statistik dengan Fishers Exact Test untuk variabel usia
menunjukkan nilai p= 0,275 > 0,05. Ini berarti bahwa pada kemaknaan 95%
tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan tingkat kecemasan
orangtua yang memiliki anak dengan PJB.
Tabel 4.6 Hubungan status ekonomi dengan tingkat kecemasan orangtua yang
memiliki anak dengan PJB
Kecemasan Orangtua
Status Total
Ringan Sedang P value RP (95%-CI)
Ekonomi
n % N % N %
Rendah 3 15 17 85 20 100
0,038* 1,6 (0,99-2,39)
Tinggi 9 45 11 55 20 100
Total 12 28 40
* Menggunakan uji Chi-Square dengan signifikasi = 0,05
Berdasarkan tabulasi silang data pada tabel 4.6 diatas menunjukkan bahwa
sebanyak 85% responden yang memiliki status ekonomi rendah mengalami
tingkat kecemasan sedang dan sebanyak 45% responden yang memiliki satus
ekonomi tinggi mengalami tingkat kecemasan yang ringan. Data diatas
menunjukkan bahwa responden yang memiliki status ekonomi rendah cenderung
mengalami tingkat kecemasan yang sedang. Didapatkan Rasio Prevalens (RP) >1
(1,6) dengan interval kepercayaan mencakup 1 (0,99-2,39) , yang berarti belum
dapat disimpulkan bahwa status ekonomi benar-benar merupakan faktor resiko
atau faktor protektif.
4.2 Pembahasan
Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan Mariyam dan Arif di
BRSD RAA Soewonso Pati yang menunjukkan hubungan yang signifikan antara
(52)
pengetahuan dan tingkat kecemasan orangtua. Hubungan kedua variabel ini
bersifat negatif yang artinya semakin rendah tingkat pendidikan maka semakin
tinggi tingkat kecemasan, begitu pula sebaliknya. Tingkat pendidikan yang tinggi
pada seseorang akan membentuk pola yang lebih adaptif terhadap kecemasan,
sedangkan pada seseorang yang hanya memiliki tingkat pendidikan rendah akan
cenderung lebih mengalami kecemasan yang dikarenakan pola adaptif yang
kurang terhadap hal baru. (53)
Penelitian lain yang dilakukan oleh Maryaningtyas yang menunjukkan
bahwa faktor pendidikan adalah salah satu faktor eksternal yang dapat
(47)
berkontribusi terhadap kecemasan orangtua terkait penyakit anak. Artinya
orangtua yang memiliki anak dalam keadaan sakit akan mengalami tingkatan
kecemasan yang berbeda dikarenakan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh
orangtua.
Hal yang menyebabkan perbedaan hasil penelitian ini dari hasil pengamatan
penulis dikarenakan pola koping yang baik yang dimiliki oleh orangtua sehingga
baik orangtua yang memiliki pengetahuan yang baik maupun pengetahuan yang
kurang memiliki kemampuan yang baik dalam menghadapi dan menyelesaikan
masalah yang dimilikinya dan tidak mempengaruhi terhadap tingkat kecemasan
yang dialami. (54)
5.1 KESIMPULAN
5.2 SARAN
Berdasarkan simpulan dari hasil penelitian ini, beberapa saran yang dapat
diberikan adalah :
1. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan pada instansi kesehatan
yaitu pihak Rumah Sakit untuk mengantisipasi dan menurunkan tingkat
kecemasan orangtua dengan meningkatkan kerjasama antara departemen
kardiologi dan psikiatri.
2. Kasus PJB meningkat seiring dengan perkembangan zaman walaupun
intervensi dalam bidang kedokteran juga semakin maju, oleh karena
diharapkan peran serta semua pihak kesehatan untuk memberikan
penyuluhan mengenai hal-hal yang bisa dilakukan sejak masa kehamilan
untuk menghindari terjadinya penyakit jantung bawaan.
3. Penelitian selanjutnya diperlukan untuk menemukan faktor hubungan lain,
misalnya tingkat kecemasan orangtua berdasarkan tipe kelainan PJB anak,
34
35
37
38
41
Lampiran 2
LEMBAR PERMOHONAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN
Responden
42
Lampiran 3
KUISIONER PENELITIAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN
ORANGTUA TERHADAP PJB PADA ANAK
No urut kuesioner :
Tanggal pengumpulan data :
Pewawancara : Peneliti
II. PENGETAHUAN
Jawablah pertanyaan dengan memberikan tanda centang () salah satu
jawaban yang disediakan. Semua pernyataan diisi dengan satu jawaban.
NO TIDAK
PERNYATAAN YA TIDAK
TAHU
1. Penyakit jantung bawaan pada anak adalah 0 1 0
penyakit jantung yang didapat karena
kesalahan saat melahirkan
2. Penyakit jantung bawaan merupakan 1 0 0
penyakit yang mengganggu tumbuh
kembang anak
3. Penyakit jantung bawaan bisa disebabkan 1 0 0
oleh berbagai faktor
4. Penyakit jantung bawaan bisa menular dan 0 1 0
ditularkan
5. Kondisi gigi anak dengan penyakit jantung 1 0 0
bawaan lebih mudah mengalami karies gigi
atau karang gigi dan gigi mudah berlubang
43
44
No PERNYATAAN 0 1 2 3
N %
Valid 10 100,0
a
Cases Excluded 0 ,0
Total 10 100,0
Reliability Statistics
Cronbach's N of Items
Alpha
,776 11
Item-Total Statistics
21
"
0
0
0
A:A
"
Z
==
O
1
10
=181
"
10
o, lu l|
V
1
1-
Ol"
Ol"
r
IV
t
171
1
rv lrv llv
10
IO
"
10
A
81
LA IPIRAN 5
IV
01-
O
A
O
r
46
m
V
"
N
O
0
O
"
0
I V
O
IV
"
0
V
LA IPIRAN 5
Lampiran 6
I. ANALISA UNIVARIAT
Statistics
Valid 40 40 40
N
Missing 0 0 0
Tingkat Pendidikan
Pengetahuan
Status Ekonomi
49
50
Kecemasan
Usia
Cases
50
51
Crosstab
Kecemasan Total
Sedang Ringan
Count 17 6 23
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1-
sided) sided) sided)
a
Pearson Chi-Square ,395 1 ,530
b
Continuity Correction ,078 1 ,780
Likelihood Ratio ,392 1 ,531
Fisher's Exact Test ,728 ,388
Linear-by-Linear
,385 1 ,535
Association
N of Valid Cases 40
a. 0 cells (0,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 5,10.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
Lower Upper
51
52
Crosstab
Kecemasan Total
Sedang Ringan
Count 17 3 20
Rendah % within Status Ekonomi 85,0% 15,0% 100,0%
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1-
sided) sided) sided)
a
Pearson Chi-Square 4,286 1 ,038
b
Continuity Correction 2,976 1 ,084
Likelihood Ratio 4,435 1 ,035
Fisher's Exact Test ,082 ,041
Linear-by-Linear
4,179 1 ,041
Association
N of Valid Cases 40
a. 0 cells (0,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6,00.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
52
53
Lower Upper
Crosstab
Kecemasan Total
Sedang Ringan
Count 22 5 27
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1-
sided) sided) sided)
a
Pearson Chi-Square 5,215 1 ,022
b
Continuity Correction 3,668 1 ,055
Likelihood Ratio 5,049 1 ,025
Fisher's Exact Test ,032 ,029
Linear-by-Linear
5,085 1 ,024
Association
N of Valid Cases 40
a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 3,90.
b. Computed only for a 2x2 table
Risk Estimate
53
54
Lower Upper
Kecemasan Total
Ringan Sedang
Count 10 19 29
Chi-Square Tests
Value df Asymp. Sig. (2- Exact Sig. (2- Exact Sig. (1-
sided) sided) sided)
a
Pearson Chi-Square 1,009 1 ,315
b
Continuity Correction ,382 1 ,536
Likelihood Ratio 1,075 1 ,300
Fisher's Exact Test ,451 ,275
Linear-by-Linear
,984 1 ,321
Association
N of Valid Cases 40
a. 1 cells (25,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 3,30.
b. Computed only for a 2x2 table
54
55
Risk Estimate
Lower Upper
55
LAI\,IPIRAN 7 53
Nama
l
:Pmi MauliattaH
N : 1007101ololo7
Judul Penelitian
Untuk mekilnrkan penelitian judul
:"rl1
memenuhi persvaratan menyelesaikai
diatas dalam raugkA untuk
p*oait*
(s'Ked) pada proerarn. sroii p""ai&io*oo*o #il?Hbkteran
Universitas Syiah-Kual;_1,**';i#T"rt*gr,.gFakurtas Kedorreteran
Oktobers.d lgDesember2Of:] -T mutai tanggriJ 19
.r I
SubyeklResponden :
.r orang. tua'stau wSri dari pasien anarc penderira penyakit jantung
,,.... .. ..bqutaflr yanghglop,st.di p,gtiktin*,Jantung RSUD i. il;nori eUair.
\faktu:@0$_
l9
al'.-}?{{:. s,d tg tu|sexe<r
Jika Penelitian tersebut disetujui, moho4 ".?-. fl
BpMbu/sdr. Berkenan
menandatangani dan meugirimkan kembari k" fiarrg penelitian
Pengembangan form.lir b,kti persetujuan di bawah ini,
&
luna proses lebih
laqiut.
Tetapi bila ada sesuahr hal sehingga penelitian belum dapat
disetujui, mohon
dapat diinforruasikan juga atasannya.
Atas informasi dan kerjasama yang baik diucapkan terina kasih.
1994021004
BUKTI PERSETUJUAN
mencennati persetujuan rz in peneritianu.., ,.!.y.\*....s3:Il.{g..r3.r.....
!3tgtatr
Ytl qlt" prinsipnya kami setuju I tiaa*=e*iu ( coret seperlunya
), yang bersangkuta, melakukan perrclitisn
i .taL !t{.!l
d !-.,.!.(. .... .9r.r.$r.r.,.6............:. ..
buhi persetujuan ini dapat dipergunakaa sebagai penyelesaian adminishasi
ff#?}ffiar lebih lanjut.
LA IPIRAN 7 55
1 EIVIBAR KONFIRMASI
IZIN PENELITIAN
Tanggal I)iieruskan
ker-rada
09 Okt 2013 Dengan hormat-
aS
, Mohon infonnasi dan persetujuan lzin Penelitian.
R 22 a.n. '. Putri Maulidacui
Z'J
`
F Institusi : Fakultas Kedokteran Unsyiah.
`
Topik ;: "Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecentasan Or<tng
Tua Terhadap Peruyakit Jantung Bawaan Pada Anak" .
SubyelclResponden :
'--":;i dti pasien mtak penderita penyakit janhmg
Ormg tuo'atau.wali
'.':.+;* ''bawaan'yang,dirofi,atdi Ruang'seureune I F"lW dr. Tninoel Abidfui
'-:.;
Jumlah Subyek/Rosponden : 4 0 responden
1994021004
&" a.nL aOt ,ari
u( nya
satlallmencerlr di pttsttuan
yangbersan mattkan
lTri. " l
Demikian,agar bukti perscttuall ini dapat dipergunakall sebag pcwelesaian adnlin si lebih l ut.
Tcrima k ih.
:1 1
LAIPIRAN 7 56
LEvIIBAR KONFIRMASi
lZIN PENELITIAN
'l'angga! Diteruskan
SubyeklResponden :
'r' pva\E tua *tau wali dali pqsien qtak
penQerita penyakit jantung
u*ror-yang berobat di.potikrinikJantung RSUD ai. zitno"ieoui
-,
Jrnnlah SubyelclResponden : 40 reiponden
Waktu :
tg otrlober s,4 t9 \gqfiee? roD. g
Jika Penelitian tersebut disetujui, mohon BpMbulSdr Berkenan
meuandatangani dan mengirimkan kembali ke Bidang penelitian &
Pengembangan formulir bukri persetuiuan di bawah io!.[1na proses lebih
lanjut.
Tetapi bita ada sesuatu hal sehingga penelitian belum dapat disetujui, mohon
dapat diinformasikan juga alasannya,
Atas informasi dan kerjasama yang baik diucapkan terima kasih.
1994021004
Bu 3rI P,ERSETUJUAN
Setelahmcnccmtti pesettuan P
,a.n:. . Q a,
r
B Acch, Q 11.__1,1.
Kepala Poliklinik.
NIP
LAIPIRAN 7 57
LEMBAR KONF
SI
IZIN PENELITIAN
T'anggal I)iteruskan
kerrada
09 0kt 2013 Ytil: D"lgarrir;"r,al,
K .R Mohon informasi dan persetuju an lzitt pcnelitian.
Sc
`
SD a.n. : Purri Maulidasari I
.Z tt I
Subyelc/Responden: I
' orang tuti otau u,ali tlari pasien anak penderita penyakit jant ms
bawaan yw dirawat di:Ruang se*eune l.yw dr. hinoel abtdin:
I
I
Jumlah SubyeklResponden : 4:0 responden
I
oeten6er too. 24 I
Jika Penelitian tersebut disetujui, mohon Bpk/Ibulsdr. Berkenan I
menandatangani dan mengirimkan kembali ke Bidang penelitian &
I
formulir bukti persetujuan di bawah ini, l]Itra proses tebh
iriif;-u""tan I
Tetapi bila ada sesuatu hal sehingga peneritian belum dapat diseh{ui, mohon
I
dapat diinformasikanjuga alasannya. I
Atas infonnasi clan kerjasamr baik diucapkan terima
lang kasih. I
NIP.197306221994021004
BUKTIPERSETUttAN
Setelah lncncermati persttuan a.n 3.
(ra s"hwa yang
.
ttsang14Kmll mdttk k
Yl ll ]slllll.IT.ilIIl
iJ
buM Pcrsttllan dapat apergun an wbagtt penyd m adlnhtrasHebh
.
(oO
NIP
( fukLl;''^
- 1$l
.
-\-CIt#
l4o ., r
"-.'.'/)
LAIPIRAN 7 57
S`
a.n :P7 da 1
``
`
.Z ,4
idin IIlstitusi :
rO
D `ra77 0%
r Toplk : b r Fa r r h K 0
rJarr g3
" P '1
Subyck/Responden:
dm ll, d7 7r"P3, tt ittrmg
S"`
: 4g JirOar diRtt r7g r
D dtt Za idi4.
Jumlab Subyenesponden: FaSPO
g dtt Fa ra re , 4g
` ` "
_
`"`
Wah_:
A4r , 9 >6 n46 ,"
Jika P aririlg7a
tersebut discttui, mOhon Bpau/Sdr.Berkenan
menandatangani dan IInengirimkan kembali ke Bidang Pell &
Pengembangan formulir bukti persettuan di bawah int gttLa p ses lcbth
l ut.
Tetapi bna ada sesuatu hal schingga n3
dapat diinfOmasikalljuga alasamya. `rilriaa belm dapat disettut mohOn
Atas infOmasi dankttasalna yang baik diucapkan tdma kasih.
,i
NIPl.197306221994021004
rbu
:LJ=:itth
58
Lampiran 8
PEMERINTAH ACE
RUttH SAKIT UMUM DAERA dr.ZAINOEL AB )IN
Jno Tgk.Daud Beureueh Nomor lo8 Telepon(o651}34562 34563 Fax.(0651)34566
BANDA ACEH 23126)
BsndaAceh
tW
l IP.195605061986121001
LAIPIRAN 9 59
RI AYAT HIDUP
(Putri Maulidasari)