Anda di halaman 1dari 7

ANALISA DATA Data Etiologi Masalah Keperawatan DS: Klien meraung-raung dan mengatakan nyeri skala 9 pada tungkai

bawah kiri setelah menabrak mobil kijang dari belakang Trauma (kecelakaan lalu lintas) Fraktur cruris sinistra Gangguan sirkulasi Respon inflamasi Menstimulasi pelepasan neurtransmitter Dihantarkan melalui serabut eferen Melewati korteks serebri Gangguan rasa nyaman/nyeri Gangguan rasa nyaman/nyeri berhubungan dengan agen cedera fisik

DO: GCS : 4 5 6 Akral hangat Grimace (+) Klien tidak dapat tungkai bawah sebelah kiri Deformitas daerah cruris (+) RR : 28x/mnt TD : 120/90 mmHg HR : 94 x/mnt

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan No. 1 Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan agen cedera fisik Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x5 jam masalah nyeri teratasi Kriteria Hasil : NOC No. 1 2 3 4 5 6 Indikator 1 Mengenal factor penyebab nyeri 2 x x x x x x Skor 3 4 5

Mengenali tanda dan gejala nyeri Mengetahui onset nyeri


Frekuensi nafas

Menggunakan teknik relaksasi Menggunakan analgesic yang tepat

7.

Melaporkan nyeri terkontrol

Keterangan Penilaian : 1. Tidak pernah menunjukan 2. Jarang menunjukan 3. Kadang kadang menunjukan 4. Sering menunjukan 5. Selalu menunjukan. x = awal = target

NIC : Manajemen Nyeri Manajemen nyeri : 1. Kaji secara komperhensif tentang nyeri, meliputi : skala nyeri, lokasi, karakteristik dan onset, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas / beratnya nyeri, dan factor-faktor presipitasi. 2. Observasi isyarat-isyarat non verbal dari ketidaknyamanan. 3. Kolaborasi pemberian analgetik sesuai dengan anjuran sebelum memulai aktivitas. 4. Gunakan komunikasi terapeutik agar klien dapat mengekspresikan nyeri. 5. Kaji latar belakang budaya klien. 6. Evaluasi tentang keefektifan dari tindakan mengontril nyeri yang telah digunakan. 7. Berikan dukungan terhadap klien dan keluarga. 8. Berikan informasi tentang nyeri, seperti : penyebab, berapa lama terjadi, dan tindakan pencegahan. 9. Motivasi klien untuk memonitor sendiri nyerinya. 10. Ajarkan penggunaan teknik relaksasi napas dalam. 11. Evaluasi keefektifan dari tindakan mengontrol nyeri. 12. Tingkatkan tidur / istirahat yang cukup. 13. Beritahu dokter jika tindakan tidak berhasil atau terjadi

IMPLEMENTASI

Nama klien No RM Jam 00.30

: Sdr. F : 168595

Tanggal pengkajian Diagnosa medis

: 28 November 2013 : CF Anterobrachii S

Tindakan Keperawatan Mengkaji status neurologis GCS dan visual survey S: -

Respon Klien

Klien meraung kesakitan pada sleuruh tubuh terutama tangan kiri skala 9 Teman klien mengatakan klien mengendarai sepeda motor sendiriann 30 menit yang lalu setelah minum alkohol dan narkoba

O: -

GCS : 4 5 6 Grimace (+) Terdapat kontusio pada tangan kiri Klien tidak dapat menggerakkan tangan kiri Terdapat luka abrasi pada bawah hidung, dagu, pergelangan tangan kiri, lengan kanan dan kaki kanan dengan perdarahan (+) minimum Klien meraung kesakitan TD : 110/80 mmHg RR: 28 x/mnt HR : 94x/mnt Suhu: 35 C CRT <2 s Akral dingin Klien meraung kesakitan Posisi klien paten tirah baring Klien kooperatif Klien meraung kesakitan Terpasang O2 nasal kanul 3 lpm posisi paten Klien kooperatif RR : 28x/mnt

00.35

Mengukur tekanan darah, nadi, pernafasan, suhu, CRT

00.40

Memposisikan klien tirah baring

S: O: S: O: S: O: -

00.45

Memasang terapi O2 nasal kanul 3lpm

00.50

Melakukan pemasangan infus

S: O: S: O: -

Klien meraung kesakitan Klien kooperatif Respon alergi (-) Klien meraung kesakitan Hb : 12,2 Hct : 35,1% Leukosit : 22,2 x 10 pangkat 9 Trombosit : 406 x 10pangkat9

00.55

Mengambil sampel darah pemeriksaan DL

01.00

Memberikan terapi resusitasi cairan RL 30 tpm

S: O: S: O: S: O: S: O: S: O: -

Klien meraung kesakitan Plebitis (-) Infus paten Klien meraung kesakitan Balutan pada tangan kanan, kiri dan kaki kanan paten Pus (-) Perdahan lanjut (-) Klien mengatakan nyeri sudah lebih berkurang namun masih nyeri

01.05

Melakukan perawatan luka pada tangan kanan, kiri dan kaki kanan

01.20

Memberi KIE manajemen nyeri dan memberikan terapi injeksi IV : Ketolorac 30gr Ranitidine 50 mg Ondansentron 1 amp

Terapi masuk Respon alergi (-) Klien mulai nampak lebih tenang Grimace (+) RR: 28x.mnt Klien mengatakan paham Klien kooperatif Terdapat closed fractur pada anterobrachii sinistra Klien mengatakan paham Terpasang spalk pada tangan kiri Paten ( +)

01.30

Memberi KIE kondisi klien dan memobilisasi klien untuk pemeriksaan radiologi rontgen humerus

01.45

Memberi KIE Memasang spalk pada tangan kiri

02.00

Memberikan injeksi IM tetagram 250 IU

S: O: S: -

Klien mengatakan nyeri sudah lebih berkurang namun masih nyeri

Terapi masuk Respon alergi (-) Klien mengatakan masih merasa nyeri pada badan namun berkurang dari 9 menjadi 7

03.00

Mengevaluasi status nyeri dan TTV

O: - Grimace (+) 06.00 Mengantarkan klien MRS S: O: Klien kooperatif dan tidur RR : 24x/mnt TD : 110/80 mmHg HR : 88 x/mnt

EVALUASI Hari/Tgl Jam Kamis, 28 November 2013 O: No. 1 Indikator Mengenal factor penyebab nyeri 2 Mengenali tanda dan gejala nyeri 3 4 5 6 Mengetahui onset nyeri Frekuensi nafas 3 3 2 1 5 5 5 5 5 4 5 5 3 5 5 Skor Awal Target Akhir 3 5 5 S: klien mengatakan masih merasa nyeri pada badan namun berkurang dari 9 menjadi 7 Evaluasi

Menggunakan teknik relaksasi


Menggunakan analgesic yang tepat

7. NOC

Melaporkan nyeri terkontrol

A: Masalah sesuai dengan NOC sudah teratasi/ belum teratasi Prosentase ketercapaian 90% P: Intervensi dihentikan/ dilanjutkan dan didelegasikan kepada perawat ruang dengan intervensi NIC : 1. Observasi isyarat-isyarat non verbal dari ketidaknyamanan. 2. Gunakan komunikasi terapeutik agar klien dapat mengekspresikan nyeri. 3. Evaluasi tentang keefektifan dari tindakan mengontril nyeri yang telah digunakan. 4. Kolaborasi pemberian analgetik sesuai dengan anjuran sebelum memulai aktivitas.