Anda di halaman 1dari 41

2017

PEMBELAJARAN
BERBASIS STEM
HAND OUT

TIM PENGEMBANG KURIKULUM


DINAS PENDIDIKAN PROPINSI JAWA BARAT
I. KONSEP STEM1
TPK PROPINSI JAWA BARAT
1.1. Pengertian
Pendidikan STEM adalah pendekatan interdisipliner untuk mempelajari berbagai
konsep akademik yang disandingkan dengan dunia nyata dengan menerapkan prinsip-
prinsip sains, matematika, rekayasa dan teknologi ; yang menghubungkan antara
sekolah, komunitas, pekerjaan, dan dunia global, memberikan ruang untuk
pengembangan STEM literasi, dan dengannya memiliki kemampuan untuk bersaing
dalam dunia ekonomi baru (Tsupros 2009)
Suatu basis kurikulum yang idenya adalah mendidik siswa dalam 4 disiplin ilmu: sains,
teknologi, engineering, dan matematika secara pendekatan interdisipliner, menyajikan
paradigma pembelajaran yang kohesif dengan basis aplikasi pada dunia nyata (alam)
(lifescience.com)
Mampu berpikir out of the box dan menggunakan material-material untuk memecahkan
masalah tersebut
Pemecahan masalah dan pengembangan solusi dengan cepat dan cost efective

STEM adalah akronim dari science, technology, engineering, dan mathematics.


o Sains adalah kajian tentang fenomena alam yang melibatkan observasi dan pengukuran,
sebagai wahana untuk menjelaskan secara obyektif alam yang selalu berubah.
o Teknologi adalah tentang inovasi-inovasi manusia yang digunakan untuk memodifikasi
alam agar memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, sehingga membuat kehidupan
lebih baik dan lebih aman.
o Enjiniring (engineering) adalah pengetahuan dan keterampilan untuk memperoleh dan
mengaplikasikan pengetahuan ilmiah, ekonomi, sosial, serta praktis untuk mendesain dan
mengkonstruksi mesin, peralatan, sistem, material, dan proses yang bermanfaat bagi
manusia secara ekonomis dan ramah lingkungan
o Matematika adalah ilmu tentang pola-pola dan hubungan-hubungan, dan menyediakan
bahasa bagi teknologi, sains, dan enjiniring

1
Oregon.State.Board.of.EducaHon. March.2013Next Generation Science Standards Update

2
Science : Berkaitan dengan alam untuk memahami alam semesta
(NRC,(1996,(p.(24) merupakan dasar dari teknologi
Teknologi : Modifikasi segala sesuatu yang alamiah untuk memenuhi kebutuhan
manusia (ITEA,(2000,(p.(7)
Engenering : Aplikasi kreatif dari prinsipmsains untuk merancang atau
mengembangkan rangka, mesin, alat- alat. Atau suatu proses pabrikasi
dalam membuat rancangan yang telah dibuat berdasarkan berbagai
perkembangan seperti ekonomi dan keselamatan. (American Engineers
Council for Profesional Development)
Mathematic : Merupakan ilmu yang mempelajari keteraturan pola Dan
hubungannya(AAAS,1993,p.23). It providesan Exact language for
technology, science,and engineering

1.2. Tujuan
Pendidikan STEM bertujuan mengembangkan peserta didik yang melek STEM
pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan masalah
dalam situasi kehidupannya, menjelaskan fenomena alam, mendesain, serta menarik
kesimpulan berdasar bukti mengenai isu-isu terkait STEM;
memahami karakteristik fitur-fitur disiplin STEM sebagai bentuk-bentuk pengetahuan,
penyelidikan, serta desain yang digagas manusia;
kesadaran bagaimana disiplin-disiplin STEM membentuk lingkungan material,
intelektual dan kultural,
mau terlibat dalam kajian isu-isu terkait STEM sebagai warga negara yang konstruktif,
peduli, serta reflektif dengan menggunakan gagasan-gagasan sains, teknologi, enjiniring
dan matematika.(Bybee, 2013:5),

3
Domain Keterampilan Belajar Abad ke-21 4Cs (NEA, 2012)
Setiya Utari, QTEP 17 JUli 2016

Berpikir Kritis dan Memecahkan Masalah (Critical Thinking and Problem Solving)
Memberikan alasan secara efektif
Menggunakan berbagai tipe cara mengemukakan alasan
Berpikir sistemik
Menganalisis bagaimana bagian-bagian dari sebuah sistem berinteraksi untuk
menghasilkan keluaran keseluruhan dalam sebuah sistem yang rumit
Membuat keputusan
Menganalisis dan mengevaluasi fakta secara efektif
Menganalisis dan menevaluasi berbagai sudut pandang
Mengsintesis dan membuat keterhubungan antara informasi dan pendapat
Menginterpretasi informasi dan menarik kesimpulan berdasarkan analisa terbaik
Merefleksi dengan kritis pengalaman belajar dan proses
Memecahkan Masalah
Memecahkan berbagai macam masalah yang baru dengan cara biasa dan cara yang inovatif
Mengidentifikasi dan menanyakan pertanyaan yang bisa menjelaskan berbagai sudut
pandang yang memandu pada solusi terbaik

4
Setiya Utari, QTEP 17 JUli 2016

Kreativitas dan Inovasi (Creativity and Innovation)


5 kreatif
Berpikir
a. Menggunakan berbagai teknik untuk mendapatkan ide (contohnya brainstorming)
b. Menciptakan ide brilliant dan baru
c. Mengelaborasi, memperbaiki, menganalisis, dan mengevaluasi ide sendiri dalam rangka
memperbaiki dan memaksimalkan upaya kreatif

Bekerja kreatif dengan orang lain


Membangun, mengimplementasikan, serta mengkomunikasikan ide baru kepada orang lain
secara efektif
Terbuka dan responsif pada berbagai pandangan baru
Menunjukkan keoriginalitasan dan daya-temu dalam bekerja serta memahami benar batasan di
dunia nyata dalam menerapkan ide baru
Memandang kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar

Menerapkan inovasi
Menerapkan ide kreatif untuk mewujudkan kontribusi yang nyata dan berguna bagi bidang
dimana inovasi tersebut diterapkan

Setiya Utari, QTEP 17 JUli 2016

Kreativitas dan Inovasi (Creativity and Innovation)


5 kreatif
Berpikir
a. Menggunakan berbagai teknik untuk mendapatkan ide (contohnya brainstorming)
b. Menciptakan ide brilliant dan baru
c. Mengelaborasi, memperbaiki, menganalisis, dan mengevaluasi ide sendiri dalam rangka
memperbaiki dan memaksimalkan upaya kreatif

Bekerja kreatif dengan orang lain


Membangun, mengimplementasikan, serta mengkomunikasikan ide baru kepada orang lain
secara efektif
Terbuka dan responsif pada berbagai pandangan baru
Menunjukkan keoriginalitasan dan daya-temu dalam bekerja serta memahami benar batasan di
dunia nyata dalam menerapkan ide baru
Memandang kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar

Menerapkan inovasi
Menerapkan ide kreatif untuk mewujudkan kontribusi yang nyata dan berguna bagi bidang
dimana inovasi tersebut diterapkan

5
1.3.Manfaat STEM

a) Mengasah ketrampilan berfikir kritis dan kreatif, logis, inovatif dan produktif
b) Menanamkan semangat gotong royong dalam memecahkan masalah
c) Mengenalkan perspektif dunia kerja dan mempersiapkannya.
d) Pemanfaatan tehnologi untuk menciptakan dan mengkomunikasikan solusi yang inovatif
e) Media untuk menumbuh kembangkan kemampuan menemukan masalah dan
memecahkan masalah
f) Media untuk merealisasikan kecakapan abad 21 dengan menghubungkan pengalaman
kedalam proses pembelajaran melalui peningkatan kapasitas dan kecakapan siswa

1.4. A. Tiga Pendekatan STEM


a. Pendekatan Silos

Setiap lingkaran merupakan disiplin STEM.


Disiplin diajarkan secara terpisah untuk menjaga domain pengetahuan
domain dalam batas-batas dari masing-masing disiplin
b. Pendekatan embeded

pendekatan embeded lebih menekankan untuk mempertahankan integritas materi pelajaran,


bukan fokus pada interdisiplin mata pelajaran, materi pada pendekatan tertanam tidak
dirancang untuk dievaluasi atau dinilai
c. Pendekatan integrited

6
Pendekatan terpadu pendidikan STEM.
Bidang STEM diajarkan seolah-olah terintegrasi dalam satu subjek.
Integrasi dapat dilakukan dengan minimal dua disiplin, namun tidak terbatas untuk dua
disiplin. Garis lingkaran yang saling memotong menunjukkan berbagai pilihan yang
terlibat dalam integrasi dapat dicapai

B. Prespektif Pendidikan STEM (Bebey 2013)


a. STEM Equals Science (or Mathematics).

b. STEM Means Both Science and Mathematics ( STEM as a reference for science adn
mathematic)

c. STEM Means Science and Incorporates Technology, Engineering, or Math (Separate


Science Disciplines That Incorporate Other Disciplines)

7
d. STEM Equals a Quartet of Separate Disciplines

e. STEM Means Science and Math Are Connected by One Technology or Engineering
Program

f. STEM Means Coordination Across Disciplines

g. STEM Means Combining Two or Three Disciplines.

8
h. STEM Means Complementary Overlapping Across Disciplines

i. STEM Means a Transdisciplinary Course or Program

1.5.STEM dalam Pembelajaran Kurikulum 2013


1) Syarat-syarat Penerapan STEM
Perlunya kurikulum yang cocok untuk STEM Kurikulum 2013 (sudah berbasis
STEM)
Proses pembelajaran yang bersifat saintifik
Penilaian yang berbasis kelas dengan penilaian otentik
Untuk PAUD dan SD digunakan pendekatan tematik terpadu
Untuk SMP dan SMA/SMK disajikan terpadu dalam mata pelajaran

2) PilarSTEM (after Watters and Christensen, 2013)


Kurikulum yang sejalan
1. Jelas, konsisten dan fokus pada pembelajaran praktis /terapan baik dalam
pendekatan mengajar maupun dalam penilaian

9
2. Merepresentasikan dunia kerja yang menjadi perhatiannya
3. Terpusat pada ketrampilan praktis yang mengusung pada knowledge about ,
knowledge how , knowledge of culture , knowledge of work flow,
knowledge in code (5 knowledge dimensions Blackler, 1995)

3) STEM Framework(after Watters and Christensen, 2013)


a. Praktek mengajar yang sejalan
1) Mengetahui maksud dan tujuan pengajaran
2) Kunjungan ke industri (worksites)
3) Menggali bagaimana teori diaplikasikan di kegiatan industry
b. Metode Penilaian
1) Berbasis kompetensi
2) Penilaian authentic lebih ditekankan

1.6. Langkah-langkah Penerapan STEM


a. Telaah Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 pada prinsipnya sudah menerapkan kaidah-kaidah STEM dalam
Kompetensi Inti maupun Kompetensi Dasar.
Beberapa hal teknis agar penerapan STEM lebih optimal :
1) Membentuk Tim Pengembang Kurikulum untuk mengidentifikasi KD-KD yang bisa
diberikan muatan STEM, merumuskan indikator keberhasilan, meengevaluasi waktu
proses pembelajaran STEM, formasi struktur STEM dalam kegiatan proses
pembelajaran, TIK masuk kembali dalam kurikulum
2) Kajian sementara :
Untuk Kurikulum Paudni dan SD kelas rendah tampak kurikulum sudah
mengusung konsep dan kaidah STEM
Untuk Kurikulum SD kelas atas, STEM merupakan bagian dari pembelajaran
tematik, namun diperlukan waktu yang lebih panjang dalam pelaksanaan
prosesnya
Untuk kurikulum SMP , sesungguhnya STEM sudah terintegrasi dalam beberapa
mata pelajaran, tinggal diakomodir dalam pembuatan perencanaan pembelajaran
dan dilakukan/diaplikasikan dalam proses pembelajaran
Untuk kurikulum SMA dan SMKMengingat karakteristik kurikulum SMA dan
SMK sudah berdasarkan subject matter maka disarankan beberapa hal antara lain
(a). Pembelajaran dibuat tematik (b) . Proyek dibuat dengan mengintegrasi dari
beberapa KD (c) Adakan penelitian pada setiap satuan pendidikan

b. Menggunakan Crosscutting konsep untuk memahami kesamaan pemikiran dari sudut


pandang di siplin ilmu yang berbeda,

10
II. KONSEP CROSSCUTTING2

Crosscutting concepts have value because they provide students with connections and intellectual
tools that are related across the differing areas of disciplinary content and can enrich their
application of practices and their understanding of core ideas

Sebuah Kerangka K-12 Pendidikan sains: Praktek, Ide utama, dan Konsep lintas sektor
(Framework) merekomendasikan pendidikan sains di kelas K-12 dibangun dalam tiga dimensi
utama: praktek, ilmiah dan rekayasa; konsep crosscutting menyatukan studi ilmu pengetahuan
dan rekayasa melalui aplikasi umum mereka di seluruh bidang; dan ide-ide inti dalam disiplin
utama pada ilmu pengetahuan alam. Tujuan konsep ini adalah untuk menggambarkan konsep
lintas dua dimensi sektor untuk menjelaskan perannya dalam the Next Generation Science
Standards (NGSS).
Kerangka kerja mengidentifikasi tujuh konsep lintas sektoral yang menjembatani batas-batas disiplin,
menyatukan ide-ide inti seluruh bidang sains dan teknik. Tujuannya adalah untuk membantu siswa
memperdalam pemahaman mereka tentang ide-ide inti disiplin dan mengembangkan pandangan yang
koheren dan ilmiah berdasarkan dunia . Tujuh konsep lintas sektoral yang disajikan pada bagian ini
adalah sebagai berikut:

1. Pola. pola yang diamati dalam bentuk dan panduan organisasi dan klasifikasi, dan muncul pertanyaan
tentang hubungan dan faktor-faktor yang mempengaruhi mereka.

2. Penyebab dan akibat, Mekanisme dan penjelasan. Sesuati fenomena memiliki penyebab, kadang-
kadang sederhana, kadang-kadang komplek. Kegiatan utama dari ilmu pengetahuan sedang menyelidiki
dan menjelaskan hubungan kausal sebuah mekanisme yang mereka dimediasi. mekanisme tersebut
kemudian dapat diuji di diberikan konteks dan digunakan untuk memprediksi dan menjelaskan peristiwa-
peristiwa dalam konteks yang baru.

3. Skala, proporsi, dan kuantitas. Dalam mempertimbangkan fenomena, sangat penting untuk
mengenali apa yang relevan pada langkah-langkah yang berbeda dari ukuran, waktu, dan energi dan untuk
mengenali bagaimana perubahan dalam bentuk skala, proporsi, atau kuantitas mempengaruhi struktur
sistem atau kinerja.

4. Sistem dan model sistem. Mendefinisikan sistem yang diteliti-menentukan batas-batas dan membuat
eksplisit model sistem-menyediakan alat untuk memahami dan menguji ide-ide yang berlaku di seluruh
sains dan teknik.

5. Energi dan materi: Arus, siklus, dan konservasi. Pelacakan fluks energi dan materi ke dalam, dari, dan
dalam sistem membantu satu memahami kemungkinan dan keterbatasan sistem.

6. Struktur dan fungsi. Cara di mana suatu objek atau makhluk hidup adalah berbentuk dan substruktur
yang menentukan banyak sifat dan fungsinya.

2
Adapted from: National Research Council (2011). A Framework for K-12 Science Education: Practices, Crosscutting Concepts, and Core Ideas. Committee on a
Conceptual Framework for New K-12 Science Education Standards. Board on Science Education, Division of Behavioral and Social Sciences and Education.
Washington, DC: The National Academy Press. Chapter 4: Crosscutting Concepts.

11
7. Stabilitas dan perubahan. Untuk sistem alam dan dibangun sama, kondisi stabilitas dan faktor-faktor
penentu tingkat perubahan atau evolusi sistem adalah elemen penting dari studi.

Pola (pattern)

Pola tedapat di mana-mana-di secara teratur terjadi bentuk atau struktur dan mengulangi peristiwa atau
dalam bentuk hubungan. Misalnya, pola yang dilihat dalam simetri bunga dan kepingan salju, bersepeda,
musim, dan pasangan basa berulang DNA

Meskipun ada banyak pola di alam, mereka tidak norma karena ada kecenderungan adanya gangguanm
untuk meningkatkan (misalnya pecahan kaca yang menyebarkan untuk merakitnya sendiri ke dalam gelas
utuh). Dalam beberapa kasus, rangka tampaknya muncul dari ketidak teraturan, seperti ketika kecambah
tanaman, atau tornado muncul di tengah-tengah awan badai tersebar. Suatu contoh pola seperti suatu
keindahan alam ditemukan. Melihat pola sering merupakan langkah pertama untuk mengorganisir
fenomena dan mengajukan pertanyaan ilmiah tentang mengapa dan bagaimana pola terjadi.

Setelah pola dan variasi telah mencatat, menimbulkan pertanyaan mereka; ilmuwan mencari penjelasan
untuk pola yang diamati dan untuk kesamaan dan keragaman dalam diri mereka. Insinyur sering mencari
dan menganalisa pola,. Sebagai contoh, mereka mungkin mendiagnosis pola kegagalan dari sistem yang
dirancang diuji dalam rangka meningkatkan desain, atau mereka dapat menganalisis pola harian dan
musiman untuk merancang sebuah sistem yang dapat memenuhi kebutuhan berubah -ubah.

Pola tokoh menonjol dalam sains dan teknik praktik Menganalisis dan Data Interpreting. Mengenali
pola adalah bagian besar dari bekerja dengan data. Siswa mungkin melihat pola geografis pada peta, nilai-
nilai data plot pada diagram atau grafik, atau memeriksa penampilan suatu organisme atau mineral.
Konsep lintas sektor pola juga sangat terkait dengan praktik Menggunakan Matematika dan Komputasi
serta berpikir

Tabel berikut mencantumkan pedoman yang digunakan oleh tim menulis untuk bagaimana perkembangan
dengan contoh-contoh dari ekspektasi kinerja yang diambil dari NGSS.

Progresi lintas kelas Kinerja Harapan dari NGSS


Di kelas K-2, anak-anak mengenali bahwa pola- Gunakan pengamatan matahari, bulan, dan
pola di alam dan manusia dirancang dapat diamati, bintang-bintang untuk menggambarkan pola-pola
digunakan untuk menggambarkan fenomena, dan yang dapat diprediksi
digunakan sebagai bukti.
Di kelas 3-5, siswa mengidentifikasi persamaan Mengembangkan model gelombang untuk
dan perbedaan untuk memilah dan menggambarkan pola dalam hal amplitudo dan
mengelompokkan benda-benda alam dan produk panjang gelombang dan gelombang dapat
yang dirancang. Mereka mengidentifikasi pola-pola menyebabkan benda bergerak.
yang terkait dengan waktu, termasuk tingkat di kelas
sederhana dari perubahan dan siklus, dan
menggunakan pola-pola ini untuk membuat
prediksi.
Di kelas 6-8, siswa mengakui bahwa pola Menganalisis dan menginterpretasikan data untuk
makroskopik terkait dengan sifat struktur pola dalam catatan fosil yang mendokumentasikan
mikroskopis dan tingkat atom. Mereka keberadaan, keragaman, kepunahan, dan perubahan
mengidentifikasi pola-pola di tingkat perubahan bentuk kehidupan sepanjang sejarah kehidupan di

12
dan hubungan numerik lain yang memberikan Bumi dengan asumsi bahwa hukum-hukum alam
informasi tentang sistem alam dan manusia beroperasi hari ini seperti di masa lalu.
dirancang. Mereka menggunakan pola untuk
mengidentifikasi hubungan sebab dan akibat, dan
menggunakan grafik dan diagram untuk
mengidentifikasi data dalam pola.
Di kelas 9-12, siswa mengamati pola dalam sistem Membangun dan merevisi penjelasan untuk hasil
pada skala yang berbeda dan mengutip pola sebagai dari reaksi kimia sederhana berdasarkan kelompok
bukti empiris untuk kausalitas dalam mendukung elektron terluar dari atom, tren dalam tabel
penjelasan mereka dari fenomena. Mereka periodik, dan pengetahuan tentang pola sifat kimia.
mengakui klasifikasi atau penjelasan digunakan
pada satu skala mungkin tidak berguna atau perlu
revisi menggunakan skala yang berbeda; sehingga
membutuhkan penyelidikan ditingkatkan pada
eksperimen. Mereka menggunakan representasi
matematis untuk mengidentifikasi pola-pola
tertentu dan menganalisa pola kinerja untuk
merekayasa ulang dan meningkatkan sistem yang
dirancang.

2. Penyebab dan akibat

Setelah penemuan pola atau peristiwa yang terjadi bersama-sama dengan keteraturan. Sebuah pencarian
untuk penyebab fenomena memicu beberapa yang paling menarik dan produktif penyelidikan ilmiah.
Setiap jawaban tentatif, atau 'hipotesis,' bahwa A menyebabkan B membutuhkan model atau mekanisme
untuk rantai interaksi yang menghubungkan A dan B. Sebagai contoh, gagasan bahwa penyakit dapat
ditularkan oleh sentuhan. Penyakit menular baik dipahami sebagai yang ditularkan oleh berkembangnya
organisme mikroskopis (bakteri atau virus) antara orang yang terinfeksi dari satu ke yang lainnya.
Kegiatan utama dari ilmu pengetahuan adalah untuk mengungkap hubungan kausal tersebut, sering
dengan harapan bahwa memahami mekanisme akan memungkinkan prediksi dan, dalam kasus penyakit
menular, desain langkah-langkah pencegahan, perawatan, dan pengobatannya.

Dalam rekayasa, tujuannya adalah untuk merancang suatu sistem untuk menyebabkan efek yang
diinginkan, sehingga menyebab dan efek hubungan yang menjadi bagian dari rekayasa sebagai ilmu.
Proses desain adalah tempat yang baik untuk membantu siswa mulai berpikir dalam hal sebab dan akibat,
karena mereka harus memahami hubungan kausal yang mendasari untuk merancang dan menjelaskan
desain yang dapat mencapai tujuan tertentu.

Ketika siswa melakukan praktek Perencanaan dan melakukan Investigasi, mereka sering menangani
sebab dan akibat. Pada usia dini, ini keterlibatan melakukan sesuatu untuk sistem studi dan kemudian
menonton untuk melihat apa yang terjadi. Pada saat penngkatan usia, percobaan ditetapkan untuk menguji
sensitivitas parameter yang terlibat, dan ini dilakukan dengan membuat perubahan (penyebab) untuk
komponen tunggal dari suatu sistem dan pemeriksaan sering mengukur hasil (efek). Sebab dan akibat juga
berhubungan erat dengan praktek Terlibat dalam Argumen dari suatu Bukti. Dalam praktek ilmiah,
menyimpulkan penyebab efek seringkali sulit. Sebagai contoh, meskipun terjadinya (efek) dari
kepunahan massal sejarah organisme, seperti dinosaurus,kemapanann, alasan(penyebab) kepunahan
masih diperdebatkan, dan ilmuwan mengembangkan dan memperdebatkan argumen mereka berdasarkan

13
bentuk bukti yang berbeda. Ketika siswa terlibat dalam argumentasi ilmiah, sering berpusat tentang
mengidentifikasi penyebab efek.

Progresi lintas kelas Kinerja Harapan dari NGSS


Di kelas K-2, siswa belajar bahwa peristiwa Plan and conduct an investigation to determine the
memiliki penyebab yang menghasilkan pola yang effect of placing objects made with different materials in
diamati. Mereka merancang tes sederhana untuk the path of a beam of light
mengumpulkan bukti untuk mendukung atau
menolak ide-ide mereka sendiri tentang penyebab
sebuah peristiwa.
Di kelas 3-5, siswa secara rutin mengidentifikasi Melakukan pengamatan dan / atau pengukuran
hubungan tes kausal yang menggunakan hubungan untuk memberikan bukti efek pelapukan atau laju
ini untuk menjelaskan perubahan. Mereka erosi oleh air, es, angin, atau vegetasi.
memahami peristiwa yang terjadi bersama-sama
dengan keteraturan mungkin atau tidak mungkin
yang menandakan hubungan sebab dan akibat
Di kelas 6-8, siswa mengklasifikasikan hubungan Mengembangkan model yang memprediksi dan
sebagai kausal atau korelasional, dan mengakui menjelaskan perubahan dalam gerakan partikel,
bahwa korelasi tidak selalu berarti sebab-akibat. suhu dari zat murni ketika energi panas
Mereka menggunakan hubungan sebab dan akibat ditambahkan atau dihapus.
untuk memprediksi fenomena dalam sistem alam
yang dirancang. Mereka juga memahami bahwa
fenomena mungkin memiliki lebih dari satu
penyebab, dan beberapa hubungan sebab dan akibat
dalam sistem hanya dapat digambarkan dengan
menggunakan probabilitas.
Di kelas 9-12, siswa memahami bahwa bukti Membuat dan mempertahankan sesuatu
empiris diperlukan untuk membedakan antara berdasarkan bukti bahwa variasi genetik diwariskan
sebab dan korelasi dan membuat klaim tentang dapat dihasilkan dari: (1) kombinasi genetik baru
sebab-sebab tertentu dan efeknya. Mereka melalui meiosis, (2) kesalahan yang layak terjadi
menyarankan hubungan sebab dan akibat untuk selama replikasi, dan / atau (3) mutasi yang
menjelaskan dan memprediksi perilaku dalam disebabkan oleh faktor lingkungan.
sistem alam yang dirancang secara kompleks.
Mereka juga mengusulkan hubungan kausal dengan
memeriksa apa yang diketahui tentang mekanisme
skala yang lebih kecil dalam sebuah sistem.
Mereka mengakui perubahan dalam sistem
mungkin memiliki berbagai penyebab yang
mungkin tidak memiliki efek yang sama.

3. Skala, Proporsi dan Kuantitas

penting dalam ilmu pengetahuan dan rekayasa. Ini adalah dasar penilaian tentang dimensi yang
membentuk dasar dari pengamatan tentang alam. Sebelum analisis fungsi atau proses dapat dibuat
(bagaimana atau mengapa), perlu untuk mengidentifikasi apa yang terjadi. Konsep-konsep ini adalah titik
awal untuk pemahaman ilmiah, apakah itu dari total sistem atau komponen individu.

Pemahaman tentang skala tidak hanya melibatkan sistem pemahaman dan proses bervariasi dalam ukuran,
rentang waktu, dan energi, tetapi juga mekanisme yang berbeda beroperasi pada skala yang berbeda....

14
Pada tingkat dasar, untuk mengidentifikasi sesuatu yang lebih besar atau lebih kecil dari sesuatu yang
lain-dan berapa banyak lebih besar atau lebih kecil siswa harus menghargai unit yang digunakan untuk
mengukur dan mengembangkan tentang kuantitas.

Ide-ide rasio dan proporsionalitas seperti yang digunakan dalam ilmu pengetahuan dapat memperluas
dan pemahaman matematika tantangan siswa dari konsep-konsep ini. Untuk menghargai besarnya relatif
beberapa sifat atau proses, mungkin perlu untuk memahami hubungan antara berbagai jenis jumlah-
misalnya, kecepatan sebagai rasio jarak yang ditempuh ke waktu diambil, kepadatan sebagai rasio massa
untuk volume. Ini menggunakan rasio sangat berbeda dari rasio angka yang menggambarkan pecahan dari
kue. Pengakuan dari hubungan tersebut antara jumlah yang berbeda adalah langkah kunci dalam
membentuk model matematika yang menafsirkan data ilmiah.

Konsep lintas sektor Skala, Proporsi, dan Kuantitas menonjol dalam praktik Menggunakan Matematika
dan Komputasi Berpikir dan Menganalisis dan interprestasi data. Yang ditujukan pada pengukuran
struktur dan fenomena, dan pengamatan mendasar diperoleh, dianalisis, dan ditafsirkan secara kuantitatif.
Konsep lintas sektoral ini juga menonjol dalam praktik Mengembangkan dan Menggunakan Model.
Skala dan proporsi sering dipahami menggunakan model. Misalnya, timbangan relatif objek di tata surya
atau komponen atom sulit untuk memahami matematis (karena angka yang terlibat baik begitu besar atau
lebih kecil), tapi visual atau model konseptual membuat mereka jauh lebih dimengerti .

Progresi lintas kelas Kinerja Harapan dari NGSS


Di kelas K-2, siswa menggunakan skala relatif
(misalnya, lebih besar dan lebih kecil; panas dan
dingin; lebih cepat dan lebih lambat) untuk
menggambarkan objek. Mereka menggunakan
satuan standar untuk mengukur panjang
Di kelas 3-5, siswa mengenali obyek alam dan Mendukung argumen bahwa kecemerlangan
fenomena yang diamati dari yang sangat kecil matahari dan bintang-bintang adalah karena jarak
sampai pada sangat besar. Mereka menggunakan relatif mereka dari Bumi.
satuan standar untuk mengukur dan
menggambarkan kuantitas fisik seperti berat,
waktu, suhu, dan volume.
Di kelas 6-8, siswa mengamati waktu, ruang, dan Melakukan investigasi untuk memberikan bukti
fenomena energi pada berbagai skala menggunakan bahwa makhluk hidup yang terbuat dari sel-sel;
model untuk mempelajari sistem yang terlalu besar salah satu sel atau banyak yang berbeda dan jenis
atau terlalu kecil. Mereka memahami fenomena sel.
yang diamati pada satu skala mungkin tidak
diamati pada skala lain, dan fungsi sistem alam dan
dirancang dapat berubah dengan skala. Mereka
menggunakan hubungan proporsional (misalnya,
kecepatan sebagai rasio jarak yang ditempuh untuk
waktu yang dibutuhkan) untuk mengumpulkan
informasi tentang besarnya sifat dan proses, mereka
mewakili hubungan ilmiah melalui penggunaan
aljabar ekspresi dan persamaan.
Di kelas 9-12, siswa memahami pentingnya Gunakan representasi matematika atau komputasi
fenomena tergantung pada skala, proporsi, dan untuk memprediksi gerakan mengorbit benda di
kuantitas di mana itu terjadi. Mereka mengenali tata surya.
pola diamati pada satu skala mungkin tidak diamati

15
atau ada pada skala lain, dan beberapa sistem hanya
dapat dipelajari secara tidak langsung karena
mereka terlalu kecil, terlalu besar, terlalu cepat,
atau terlalu lambat untuk mengamati secara
langsung. Siswa menggunakan perintah besaranya
untuk memahami bagaimana model di salah satu
skala berkaitan dengan model dalam skala yang
lain. Mereka menggunakan pemikiran aljabar untuk
memeriksa data ilmiah dan memprediksi efek dari
perubahan dalam satu variabel (mis, pertumbuhan
linear vs pertumbuhan eksponensial) lain.

4. Sistem dan Model Sistem

Sistem berguna dalam sains dan teknik karena dunia yang kompleks, sehingga sangat membantu untuk
mengisolasi sistem tunggal untuk membangun sebuah model sederhana . Untuk melakukan ini, para
ilmuwan dan insinyur membayangkan batas buatan antara sistem yang bersangkutan dan segala sesuatu
yang lain. Mereka kemudian memeriksa sistem secara rinci sementara memperlakukan efek dari hal-hal di
luar batas baik sebagai gaya yang bekerja pada sistem atau arus materi dan energi di atasnya misalnya,
gaya gravitasi karena Bumi pada sebuah buku tergeletak di atas meja atau karbon dioksida diusir oleh
organisme. Pertimbangan arus masuk dan keluar dari sistem adalah elemen penting dari desain sistem. Di
laboratorium atau bahkan dalam penelitian lapangan, sejauh mana sistem yang diteliti dalam kondisi
terisolasi secara fisik atau eksternal dikendalikan merupakan elemen penting dari desain penyelidikan dan
interpretasi hasil ... Sifat-sifat dan perilaku seluruh sistem bisa sangat berbeda setiap bagian-bagiannya,
dan sistem besar mungkin muncul memiliki sifat , seperti bentuk pohon, yang tidak dapat diprediksi
secara rinci dari pengetahuan tentang komponen dan interaksinya.

Model sangat penting dalam memprediksi perilaku sistem atau dalam mendiagnosis masalah atau
kegagalan dalam fungsinya, terlepas dari apa jenis sistem sedang diperiksa ... Dalam sistem mekanis
sederhana, interaksi antara bagian-bagian yang dideskripsikan dalam hal kekuatan di antara mereka
penyebab yang perubahan dalam gerakan atau tekanan fisik. Dalam sistem yang lebih kompleks, tidak
selalu mungkin atau berguna untuk mempertimbangkan interaksi di tingkat mekanik rinci ini, namun itu
sama pentingnya untuk bertanya apa interaksi yang terjadi (misalnya, hubungan predator-mangsa dalam
suatu ekosistem) dan mengakui bahwa mereka semua melibatkan transfer energi, materi, dan (dalam
beberapa kasus) informasi antar bagian dari sistem ... Setiap model sistem menggabungkan asumsi dan
perkiraan; kuncinya adalah untuk menyadari apa yang mereka dan bagaimana mereka mempengaruhi
keandalan model yang presisi. Prediksi mungkin handal tetapi tidak tepat atau lebih buruk lagi, tepat
tetapi tidak dapat diandalkan; tingkat keandalan dan presisi diperlukan tergantung pada penggunaan
model.

Progresi lintas kelas Kinerja Harapan dari NGSS


Di kelas K-2, siswa memahami objek dan Gunakan model untuk mewakili hubungan antara
organisme dapat digambarkan dalam hal bagian kebutuhan tanaman atau hewan (termasuk manusia)
mereka; dan sistem di alam dan dirancang memiliki yang berbeda dan tempat mereka tinggal.
bagian-bagian yang bekerja sama
Di kelas 3-5, siswa memahami bahwa sistem 3-LS4-4. Membuat klaim tentang manfaat dari

16
adalah sekelompok bagian-bagian saling terkait solusi untuk masalah disebabkan ketika perubahan
yang membentuk keseluruhan dan dapat lingkungan dan jenis tanaman dan hewan yang
melaksanakan fungsi bagian-bagian individu. hidup bisa berubah.
Mereka juga dapat menggambarkan sistem dalam
hal komponen dan interaksi mereka.
Di kelas 6-8, siswa dapat memahami bahwa sistem Membangun dan menghadirkan argumen
dapat berinteraksi dengan sistem lain; mereka menggunakan bukti untuk mendukung klaim
mungkin memiliki sub-sistem dan menjadi bagian bahwa interaksi gravitasi menarik dan tergantung
dari sistem yang kompleks yang lebih besar. pada massa benda berinteraksi.
Mereka dapat menggunakan model untuk mewakili
sistem dalam bentuk interaksi-seperti dalam
model bekerja dalam bentuk input, proses dan
output-dan energi, materi, dan arus informasi dalam
sistem. Mereka juga dapat belajar bahwa model
terbatas hanya mewakili aspek-aspek tertentu dari
sistem yang diteliti.
Di kelas 9-12, siswa dapat menyelidiki atau Mengembangkan model untuk menggambarkan
menganalisis suatu sistem dengan mendefinisikan peran fotosintesis dan respirasi seluler di siklus
batas-batas dan kondisi awal, serta input dan karbon antara biosfer, atmosfer, hidrosfer, dan
output. Mereka dapat menggunakan model geosfer.
(misalnya: fisik, matematika, model komputer)
untuk mensimulasikan aliran energi, materi, dan
interaksi di dalam dan antara sistem pada skala
yang berbeda. Mereka juga dapat menggunakan
model dan simulasi untuk memprediksi perilaku
sistem, dan mengakui bahwa prediksi ini telah
presisi dan kehandalan terbatas karena asumsi dan
perkiraan yang melekat dalam model. Mereka juga
dapat merancang sistem untuk melakukan tugas-
tugas tertentu.

5. Energi dan Materi

Energi dan Materi adalah konsep penting dalam semua disiplin ilmu dan teknik, sering berhubungan
dengan sistem. Pasokan energi dan masing-masing unsur kimia yang diperlukan dalam batasan contoh
operasi sistem, tanpa masukan energi (sinar matahari) dan materi (karbon dioksida dan air), tanaman tidak
bisa tumbuh. Oleh karena itu, sangat informatif untuk melacak transfer materi dan energi ke dalam, atau
keluar dari sistem yang diteliti.

Dalam banyak sistem ada juga siklus dari berbagai jenis. Dalam beberapa kasus, contoh materi-untuk,
air akan bolak-balik antara atmosfer Bumi dan permukaan dan bawah permukaan waduk nya. Setiap
siklus seperti materi juga melibatkan transfer energi yang terkait pada setiap tahap, sehingga untuk
memahami siklus air, salah satu harus memodelkan tidak hanya bagaimana air bergerak antara bagian-
bagian dari sistem tetapi juga mekanisme perpindahan energi yang penting untuk suatu gerakan .

Pertimbangan energi dan materi input, output, dan arus atau transfer dalam sistem atau proses sama-
sama penting untuk rekayasa. Tujuan utama dalam desain adalah untuk memaksimalkan jenis tertentu

17
output energi, untuk meminimalkan input energi yang dibutuhkan untuk mencapai suatu tugas yang
diinginkan.

Progresi lintas kelas Kinerja Harapan dari NGSS


Di kelas K-2, siswa mengamati benda-benda bisa Melakukan pengamatan untuk membangun akun
pecah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, berbasis bukti tentang bagaimana sebuah objek
disatukan menjadi potongan-potongan yang lebih yang terbuat dari satu set potongan kecil dapat
besar, atau perubahan bentuk. dibongkar dan dibuat menjadi objek baru.
Di kelas 3-5, siswa belajar materi terbuat dari Mendukung argumen bahwa tanaman
partikel dan energi dapat ditransfer dalam berbagai mendapatkan bahan-bahan yang mereka butuhkan
cara dan objek. Siswa mengamati konservasi untuk pertumbuhan terutama dari udara dan air.
materi dengan melacak arus materi dan siklus
sebelum dan sesudah proses dan mengenali berat
total zat tidak berubah.
Di kelas 6-8, siswa belajar materi dilestarikan Mengembangkan model untuk menggambarkan
karena atom dilestarikan dalam proses fisik dan bersepeda melalui sistem bumi didorong oleh
kimia. Mereka juga belajar dalam sistem alam atau energi dari matahari dan gaya gravitasi.
dirancang, transfer energi mendorong gerakan dan /
atau bersepeda materi. Energi dapat mengambil
bentuk yang berbeda (misalnya energi di bidang,
energi panas, energi gerak). Transfer energi dapat
dilacak sebagai energi mengalir melalui sebuah
sistem yang dirancang secara alami.
Di kelas 9-12, siswa belajar bahwa jumlah total Mengembangkan model untuk menggambarkan
energi dan materi dalam sistem tertutup adalah perubahan dalam komposisi inti atom dan energi
kekal. Mereka dapat menggambarkan perubahan yang dilepaskan selama proses fisi, fusion, dan
dari energi dan materi dalam sistem dalam hal peluruhan radioaktif.
energi dan materi mengalir ke, dari, dan di dalam
sistem itu. Mereka juga belajar bahwa energi tidak
dapat diciptakan atau dimusnahkan. Ini hanya
bergerak antara satu tempat dan tempat lain, antara
obyek dan / atau bidang, atau antara sistem. Materi
energi mendorong bersepeda dalam dan di antara
sistem. Dalam proses nuklir, atom tidak
dilestarikan, namun jumlah total proton ditambah
neutron adalah kekal.

6. Struktur dan Fungsi

Bentuk dan stabilitas struktur benda-benda alam yang dirancang terkait dengan fungsi nya. Berfungsinya
sistem alam yang dibangun sama tergantung pada bentuk dan hubungan bagian-bagian kunci tertentu
serta sifat-sifat bahan dari mana mereka dibuat.Skala yang diperlukan dalam rangka untuk mengetahui
sifat-sifat apa dan aspek bentuk atau materi apa yang relevan pada besarnya tertentu atau dalam
penyelidikan tertentu pada sebuah fenomena, pemilihan skala yang tepat tergantung pada pertanyaan yang
ditanyakan. Sebagai contoh, substruktur molekul tidak terlalu penting dalam memahami fenomena
tekanan, tetapi mereka relevan untuk memahami mengapa rasio antara suhu dan tekanan pada volume
konstan berbeda untuk zat yang berbeda.

18
Demikian pula, memahami bagaimana sepeda paling baik beroperasi, dilakukan dengan memeriksa
struktur dan fungsi bagian bagian speda, katakanlah, frame, roda, dan pedal. Namun, membangun sepeda
ringan mungkin memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat (seperti kekakuan dan kekerasan) dari bahan
baku yang dibutuhkan untuk bagian-bagian tertentu dari sepeda. Dengan cara itu, membuatsepeda dapat
mencari bahan kurang padat dengan sifat-sifat yang sesuai; pengejaran ini dapat menyebabkan pada
gilirannya untuk pemeriksaan struktur atom-skala bahanyang akan dipakai. Selanjutnya, bagian-bagian
baru dengan sifat yang diinginkan, mungkin terbuat dari bahan-bahan baru, dapat dirancang dan dibuat.

Progresi lintas kelas Kinerja Harapan dari NGSS


Di kelas K-2, siswa mengamati bentuk dan Mengembangkan model sederhana yang meniru
stabilitas struktur benda-benda alam dan dirancang fungsi dari binatang dalam penyebaran benih atau
terkait dengan fungsi mereka (s). penyerbuk tanaman
Di kelas 3-5, siswa belajar materi yang berbeda
memiliki substruktur yang berbeda, yang kadang-
kadang dapat diamati; dan substruktur memiliki
bentuk dan bagian-bagian yang melayani fungsi.
Di kelas 6-8, model yang kompleks dan struktur Mengembangkan dan menggunakan model untuk
mikroskopis dan sistem dan memvisualisasikan menggambarkan bahwa gelombang tercermin,
bagaimana fungsi mereka tergantung pada bentuk, diserap, atau dikirimkan melalui berbagai bahan.
komposisi, dan hubungan antara bagian-bagiannya.
Mereka menganalisis banyak struktur alam dan
dirancang kompleks secara sistem untuk
menentukan bagaimana mereka berfungsi. Mereka
merancang struktur untuk melayani fungsi tertentu
dengan memperhatikan sifat akun dari bahan yang
berbeda, dan bagaimana bahan dapat dibentuk dan
digunakan.
Di kelas 9-12, siswa menyelidiki sistem dengan Merencanakan dan melakukan investigasi dari
memeriksa sifat bahan yang berbeda, struktur sifat-sifat air dan dampaknya pada bahan bumi dan
komponen yang berbeda, dan interkoneksi mereka proses permukaan.
untuk mengungkapkan fungsi sistem dan / atau
memecahkan masalah. Mereka menyimpulkan
fungsi dan sifat dari benda-benda alam dan
dirancang dan sistem dari struktur secara
keseluruhan, cara komponen mereka dibentuk dan
digunakan, dan substruktur molekul dari berbagai
bahan mereka.

7. Stabilitas dan Perubahan

Stabilitas dan Perubahan menjadi banyak perhatian dari berbagai pihak sebagian besar upaya ilmiah dan
rekayasa. Stabilitas menunjukkan suatu kondisi di mana beberapa aspek dari suatu sistem tidak berubah,
setidaknya pada skala observasi. Stabilitas berarti bahwa gangguan kecil akan memudar-yaitu, sistem
akan tinggal dimana, atau kembali ke kondisi stabil. stabilitas tersebut dapat mengambil bentuk yang
berbeda, dengan sederhana menjadi keseimbangan statis, seperti tangga bersandar di dinding. Sebaliknya,
sistem dengan arus masuk dan arus keluar stabil (yaitu, kondisi konstan) dikatakan dalam keseimbangan
dinamis. Sebagai contoh, sebuah bendungan mungkin pada tingkat yang konstan /stabil pada kondisi

19
tertentu air yang masuk dan keluar. Pola mengulangi perubahan-seperti siklus sebagai bulan mengorbit
bumi-juga dapat dilihat sebagai situasi yang stabil, meskipun jelas tidak statis.

Dalam merancang sistem untuk operasi yang stabil, mekanisme kontrol eksternal dan internal dalam
bentuk umpan balikmerupakan elemen desain penting; umpan balik penting untuk memahami sistem
alam juga. Sebuah umpan balik adalah mekanisme di mana kondisi memicu beberapa tindakan yang
menyebabkan perubahan dalam kondisi yang sama, seperti suhu ruang memicu kontrol yang bekeja
secara hidup dan mati tergantung suhu ruangan.

Sebuah sistem bisa stabil pada skala waktu kecil, tapi pada skala waktu yang lebih besar dapat dilihat
akan berubah. Sebagai contoh, ketika melihat sebuah organisme hidup selama satu jam atau beberapa
hari, mungkin menjaga stabilitas; selama periode yang lebih lama, organisme tumbuh, usia, dan akhirnya
mati. Untuk pengembangan sistem yang lebih besar, seperti berbagai spesies yang mendiami bumi atau
pembentukan galaksi hidup, skala waktu yang relevan mungkin sangat lama memang; proses tersebut
terjadi selama jutaan atau bahkan miliaran tahun.

Progresi lintas kelas Kinerja Harapan dari NGSS


Di kelas K-2, siswa mengamati beberapa hal tetap Membandingkan beberapa solusi yang dirancang
sama sementara hal-hal lain berubah, dan hal-hal untuk memperlambat atau mencegah angin atau air
dapat berubah secara perlahan atau cepat. dari mengubah bentuk tanah.
Di kelas 3-5, siswa mengukur perubahan dalam hal
perbedaan dari waktu ke waktu, dan mengamati
perubahan yang mungkin terjadi pada tingkat yang
berbeda. Siswa belajar beberapa sistem muncul
stabil, namun selama jangka waktu yang mereka
akhirnya akan berubah
Di kelas 6-8, siswa menjelaskan stabilitas dan Membangun sebuah argumen yang didukung oleh
perubahan dalam sistem alam atau dirancang bukti empiris bahwa perubahan komponen fisik
dengan memeriksa perubahan dari waktu ke waktu, atau biologis ekosistem mempengaruhi populasi.
dan mengingat kekuatan pada skala yang berbeda,
termasuk skala atom. Siswa belajar perubahan pada
salah satu bagian dari sistem dapat menyebabkan
perubahan besar di bagian lain, sistem dalam
kesetimbangan dinamis stabil karena keseimbangan
mekanisme umpan balik, dan stabilitas mungkin
akan terganggu oleh salah satu peristiwa tiba-tiba
atau perubahan bertahap yang menumpuk dari
waktu ke waktu
Di kelas 9-12, siswa memahami banyak penawaran Memperbaiki desain sistem kimia dengan
ilmu pengetahuan dengan membangun penjelasan menentukan perubahan dalam kondisi yang akan
tentang bagaimana hal-hal berubah dan bagaimana menghasilkan sejumlah peningkatan dari produk
mereka tetap stabil. Mereka mengukur dan model pada kesetimbangan.
perubahan dalam sistem selama jangka sangat
pendek atau sangat lama. Mereka melihat beberapa
perubahan yang ireversibel, dan umpan balik
negatif dapat menstabilkan sistem, sementara
umpan balik positif dapat mengganggu kestabilan
itu. Mereka mengakui sistem dapat dirancang untuk
stabilitas yang lebih besar atau lebih kecil.

20
Bagaimana Apakah Konsep crosscutting Terhubung?

Meskipun masing-masing dari tujuh konsep crosscutting dapat digunakan untuk membantu siswa
mengenali hubungan yang mendalam antara topik tampaknya berbeda, kadang-kadang dapat membantu
untuk memikirkan bagaimana tujuh konsep crosscutting terhubung satu sama lain. Koneksi dapat
dibayangkan dalam berbagai cara. Berikut ini adalah salah satu cara untuk berpikir tentang interkoneksi
nya

pola

Pola berdiri sendiri karena pola adalah aspek yang terdapat pada semua bidang sains dan teknik. Ketika
pertama kali menjelajahi fenomena baru, anak-anak akan melihat persamaan dan perbedaan yang
mengarah ke ide-ide untuk bagaimana obyek mungkin diklasifikasikan. Adanya pola alami menunjukkan
penyebab yang mendasari untuk pola baru. Misalnya, mengamati kepingan salju semua versi dari bentuk
simetris enam-sisi menunjukkan sesuatu tentang bagaimana molekul air bersama-sama ketika air
membeku; atau, ketika memperbaiki perangkat teknisi akan mencari pola tertentu berdasarkan kegagalan
menunjukkan penyebab yang mendasarinya. Pola juga membantu ketika menafsirkan data, yang dapat
menyediakan bukti yang berharga dalam mendukung penjelasan atau solusi khusus untuk suatu masalah.

Hubungan sebab dan akibat

Sebab dan akibat meupakan jantung ilmu. Seringkali tujuan dari penyelidikan ilmiah adalah untuk
menemukan penyebab yang mendasari fenomena, pertama kali diidentifikasi dengan memperhatikan pola.
Kemudian, pengembangan teori memungkinkan untuk prediksi pola-pola baru, yang kemudian
menyediakan bukti yang mendukung teori tersebut. Misalnya, pengamatan Galileo bahwa bola bergulir
menuruni lereng mengumpulkan kecepatan pada tingkat yang konstan akhirnya menyebabkan Hukum
Kedua Newton Motion, yang pada gilirannya disediakan prediksi tentang pola teratur gerak planet.

Struktur dan fungsi

Stuktur dan fungsi dapat dianggap sebagai kasus khusus dari sebab dan akibat. Apakah struktur tersebut
sedang jaringan atau molekul yang tinggal di atmosfer, memahami struktur mereka adalah penting untuk
membuat kesimpulan kausal. Insinyur membuat kesimpulan seperti ketika memeriksa struktur di alam
sebagai inspirasi untuk desain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sistem dan system model

Digunakan oleh para ilmuwan dan insinyur untuk menyelidiki dan merancang sistem alam. Tujuan dari
penyelidikan mungkin untuk mengeksplorasi bagaimana fungsi sistem, atau apa yang mungkin terjadi
salah. Kadang-kadang investigasi terlalu berbahaya atau mahal untuk mencoba tanpa terlebih dahulu
bereksperimen dengan model.

Skala, proporsi, dan kuantitas

Adalah pertimbangan penting ketika memutuskan bagaimana model fenomena. Sebagai contoh, ketika
menguji model skala sayap pesawat baru dalam terowongan angin, adalah penting untuk mendapatkan

21
proporsi yang tepat dan mengukur secara akurat atau hasilnya tidak akan berlaku. Bila menggunakan
simulasi komputer dari suatu ekosistem, penting untuk menggunakan perkiraan informasi dari ukuran
populasi untuk membuat prediksi yang cukup akurat. Matematika sangat penting dalam ilmu pengetahuan
dan rekayasa.

Energi dan materi

Adalah dasar untuk system model , apakah sistem yang dirancang dari alam . Sistem dijelaskan dalam
istilah materi dan energi. Seringkali fokus penyelidikan adalah untuk menentukan bagaimana energi atau
bahan mengalir melalui sistem, atau dalam kasus rekayasa untuk memodifikasi sistem,

Stabilitas dan perubahan dengan cara menggambarkan bagaimana fungsi sistem. Apakah mempelajari
ekosistem atau sistem rekayasa, pertanyaannya adalah sering untuk menentukan bagaimana sistem
berubah dari waktu ke waktu, dan faktor-faktor yang menyebabkan sistem menjadi tidak stabil
memberikan hasil masukan energi dalam output energi yang lebih berguna.

22
1. Pola - pola Diamati di alam panduan organisasi dan klasifikasi dan pertanyaan cepat tentang hubungan dan menyebabkan mendasari mereka.
K-2 Crosscutting Statements 3-5 Crosscutting Statements 6-8 Crosscutting Statements 9-12 Crosscutting Statements

Pola di dunia alam dan Persamaan dan perbedaan dalam pola makroskopik terkait dengan pola yang berbeda dapat diamati
manusia dirancang dapat pola dapat digunakan untuk sifat struktur mikroskopis dan pada masing-masing timbangan di
diamati, digunakan untuk mengurutkan, mengklasifikasikan, atom-tingkat. mana sistem dipelajari dan dapat
menggambarkan mengkomunikasikan dan Pola di tingkat perubahan dan memberikan bukti untuk
fenomena, dan digunakan menganalisis tingkat yang hubungan numerik lainnya dapat kausalitas dalam penjelasan
sebagai bukti. sederhana perubahan fenomena memberikan informasi tentang fenomena.
alam dan produk yang dirancang. sistem alam dan manusia Klasifikasi atau penjelasan
Pola perubahan dapat digunakan dirancang. digunakan pada satu skala
untuk membuat prediksi. Pola dapat digunakan untuk mungkin gagal atau perlu revisi
Pola dapat digunakan sebagai bukti mengidentifikasi hubungan ketika informasi dari skala yang
untuk mendukung penjelasan. sebab dan akibat. lebih kecil atau lebih besar
Grafik, grafik, dan gambar dapat diperkenalkan; sehingga
digunakan untuk membutuhkan penyelidikan
mengidentifikasi pola dalam ditingkatkan ke eksperimen.
data. Pola kinerja sistem yang
dirancang dapat dianalisis dan
diinterpretasikan untuk
merekayasa ulang dan
meningkatkan sistem.
representasi Matematika
diperlukan untuk mengidentifikasi
beberapa pola.
Bukti empiris diperlukan untuk
mengidentifikasi pola-pola.

23
2. Sebab Akibat: Mekanisme dan Prediksi - Acara memiliki penyebab, kadang-kadang sederhana, kadang-kadang komplek. Mengartikan
hubungan kausal, dan mekanisme yang mereka dimediasi, merupakan kegiatan utama dari sains dan teknik.
K-2 Crosscutting Statements 3-5 Crosscutting Statements 6-8 Crosscutting Statements 9-12 Crosscutting Statements

Acara memiliki penyebab Hubungan sebab dan akibat Relationships dapat Bukti empiris diperlukan untuk
yang menghasilkan pola diidentifikasi secara rutin, diklasifikasikan sebagai kausal membedakan antara penyebab
diamati. diuji, dan digunakan untuk atau korelasional, dan korelasi dan korelasi dan membuat
tes sederhana dapat dirancang menjelaskan perubahan. tidak selalu berarti sebab- klaim tentang sebab-sebab
untuk mengumpulkan bukti- Peristiwa yang terjadi akibat. tertentu dan efek nya.
bukti untuk mendukung atau bersama-sama dengan Penyebab dan akibat hubungan Penyebab dan akibat
menolak ide-ide siswa tentang keteraturan mungkin atau dapat digunakan untuk hubungan dapat disarankan dan
penyebab sebuah peristiwa. mungkin tidak menjadi memprediksi fenomena dalam diprediksi untuk sistem alam
hubungan sebab dan akibat sistem alam sebuah rancangan. dan manusia kompleks yang
Fenomena mungkin memiliki dirancang dengan memeriksa
lebih dari satu penyebab, dan apa yang diketahui tentang
beberapa hubungan sebab dan mekanisme skala yang lebih
akibat dalam sistem hanya kecil dalam sistem.
dapat digambarkan dengan Sistem dapat dirancang untuk
menggunakan probabilitas menyebabkan efek yang
diinginkan.
Perubahan sistem mungkin
memiliki berbagai penyebab
yang mungkin tidak memiliki
efek yang sama.

24
3. Skala, Proporsi, dan Kuantitas - Dalam mempertimbangkan fenomena, sangat penting untuk mengenali apa yang relevan pada ukuran yang
berbeda, waktu, dan skala energi, dan untuk mengenali hubungan proporsional antara jumlah yang berbeda sebagai sisik berubah.
K-2 Crosscutting Statements 3-5 Crosscutting Statements 6-8 Crosscutting Statements 9-12 Crosscutting Statements

Skala relatif memungkinkan benda-benda alam dan / atau Waktu, ruang, dan energi Pentingnya fenomena
objek dan peristiwa yang akan gejala yang tampak eksis dari fenomena dapat diamati pada tergantung pada skala,
dibandingkan dan dijelaskan yang sangat kecil dengan berbagai skala menggunakan proporsi, dan kuantitas di
(misalnya, lebih besar dan sangat besar atau dari periode model untuk mempelajari mana itu terjadi.
lebih kecil; panas dan dingin; waktu yang sangat singkat sistem yang terlalu besar atau Beberapa sistem hanya dapat
lebih cepat dan lebih lambat). untuk sangat panjang. terlalu kecil. dipelajari secara tidak
unit standar digunakan untuk unit standar digunakan untuk Fungsi diamati dari sistem langsung karena terlalu kecil,
mengukur panjang. mengukur dan alam dan dirancang dapat terlalu besar, terlalu cepat,
menggambarkan kuantitas berubah dengan skala. atau terlalu lambat untuk
fisik seperti berat, waktu, hubungan Proporsional mengamati secara langsung.
suhu, dan volume (misalnya, kecepatan sebagai Pola diamati pada satu skala
rasio jarak yang ditempuh ke mungkin tidak diamati atau
waktu diambil) di antara ada pada skala lainnya.
berbagai jenis jumlah Menggunakan konsep lipat
memberikan informasi tentang memungkinkan seseorang
besarnya sifat dan proses. untuk memahami bagaimana
hubungan ilmiah dapat model di salah satu skala
direpresentasikan melalui berkaitan dengan model
penggunaan aljabar ekspresi dalam skala yang lain.
dan persamaan. Aljabar berpikir digunakan
Fenomena yang dapat diamati untuk memeriksa data ilmiah
pada satu skala mungkin tidak dan memprediksi efek dari
diamati pada skala lain. perubahan dalam satu variabel
(mis, pertumbuhan linear vs
pertumbuhan eksponensial)
lain.

25
4. Sistem dan Sistem Model - Sebuah sistem adalah suatu kelompok yang terorganisir dari obyek terkait atau komponen; model dapat
digunakan untuk memahami dan memprediksi perilaku sistem.
K-2 Crosscutting Statements 3-5 Crosscutting Statements 6-8 Crosscutting Statements 9-12 Crosscutting Statements

Objects dan organisme dapat Sebuah sistem adalah Sistem dapat berinteraksi dengan Sistem dapat dirancang untuk
dijelaskan dalam hal bagian sekelompok bagian-bagian sistem lain; mereka mungkin melakukan tugas-tugas tertentu.
mereka. terkait yang membentuk memiliki sub-sistem dan menjadi Ketika menyelidiki atau
Sistem di alam dan dirancang keseluruhan dan dapat bagian dari sistem yang kompleks menjelaskan suatu sistem, batas-
memiliki bagian-bagian yang melaksanakan fungsi bagian- yang lebih besar. batas dan kondisi awal dari
bekerja bersama-sama. bagian komponen sistemnya Model dapat digunakan untuk sistem perlu didefinisikan dan
Sebuah sistem dapat mewakili sistem dan interaksi- input dan output mereka
digambarkan dalam hal seperti mereka sebagai input, dianalisis dan dijelaskan
komponen dan interaksi mereka. proses dan output-dan energi, menggunakan model.
materi, dan arus informasi dalam Model (misalnya, fisik,
sistem. matematika, model komputer)
Model terbatas dalam bahwa dapat digunakan untuk
mereka hanya mewakili aspek- mensimulasikan sistem dan
aspek tertentu dari sistem yang interaksi-termasuk energi, materi,
diteliti. dan mengalir-dalam informasi
dan antara sistem pada skala
yang berbeda.
Model dapat digunakan untuk
memprediksi perilaku sistem,
tetapi prediksi ini tingkat presisi
dan kehandalan terbatas karena
asumsi dan perkiraan yang
melekat dalam model.

5. Energi dan Materi: Arus, Siklus, dan Konservasi - energi Pelacakan dan materi mengalir, ke, dari, dan dalam sistem membantu satu memahami perilaku sistem
mereka
K-2 Crosscutting Statements 3-5 Crosscutting Statements 6-8 Crosscutting Statements 9-12 Crosscutting Statements

Objek bisa pecah menjadi Materi terbuat dari partikel- Materi dilestarikan karena atom Materi dilestarikan karena atom
potongan-potongan yang lebih partikel. dilestarikan dalam proses fisik dilestarikan dalam proses fisik
kecil, disatukan menjadi arus Materi dan siklus dapat dan kimia. dan kimia.
potongan-potongan yang lebih dilacak dalam hal berat zat Dalam sistem alami atau Dalam sistem alami atau

26
besar, atau mengubah bentuk sebelum dan sesudah proses dirancang, transfer energi dirancang, transfer energi
terjadi. Berat total zat-zat tidak mendorong gerakan. mendorong gerakan dan / atau
berubah. Apa yang dimaksud Energi dapat mengambil bentuk bersepeda materi.
dengan konservasi materi. Materi yang berbeda (misalnya energi di Energi dapat mengambil bentuk
diangkut ke dalam, dari, dan di bidang, energi panas, energi yang berbeda (misalnya energi di
dalam sistem. gerak). bidang, energi panas, energi
Energi dapat ditransfer dalam Transfer energi dapat dilacak gerak).
berbagai cara dan objek. sebagai energi mengalir melalui Transfer energi dapat dilacak
sebuah sistem yang dirancang sebagai energi mengalir melalui
atau alami. sebuah sistem yang dirancang
atau secara alami.

6. Struktur dan Fungsi - Cara obyek berbentuk atau terstruktur menentukan banyak sifat dan fungsinya.
K-2 Crosscutting Statements 3-5 Crosscutting Statements 6-8 Crosscutting Statements 9-12 Crosscutting Statements

Bentuk dan stabilitas struktur bahan yang berbeda Complex dan mikroskopis struktur Investigasi atau merancang sistem
benda-benda alam dan dirancang memiliki substruktur yang dan sistem dapat divisualisasikan, baru atau struktur memerlukan
terkait dengan fungsi mereka (s). berbeda, yang kadang- model, dan digunakan untuk pemeriksaan rinci dari sifat bahan
kadang dapat diamati. menggambarkan bagaimana fungsi yang berbeda, struktur komponen
substruktur memiliki bentuk mereka tergantung pada bentuk, yang berbeda, dan koneksi
dan bagian-bagian yang komposisi, dan hubungan antara komponen untuk mengungkapkan
melayani fungsi bagian-bagiannya; Oleh karena itu, fungsi dan / atau memecahkan
struktur alami dan dirancang masalah.
kompleks / sistem dapat dianalisis Fungsi dan sifat dari benda-benda
untuk menentukan bagaimana alam yang dirancang dan sistem
mereka berfungsi. dapat disimpulkan dari struktur
Struktur dapat dirancang untuk secara keseluruhan, cara
melayani fungsi tertentu dengan komponen mereka dibentuk dan
memperhatikan sifat akun dari digunakan, dan substruktur
bahan yang berbeda, dan bagaimana molekul dari berbagai bahan nya.
bahan dapat dibentuk dan
digunakan.

27
7. Stabilitas dan Perubahan - Untuk kedua sistem, kondisi yang mempengaruhi stabilitas dan faktor dirancang dan alami yang mengontrol tingkat
perubahan adalah elemen penting untuk mempertimbangkan dan memahami.
K-2 Crosscutting Statements 3-5 Crosscutting Statements 6-8 Crosscutting Statements 9-12 Crosscutting Statements

Beberapa hal tetap sama Perubahan diukur dalam hal Penjelasan stabilitas dan Banyak penawaran ilmu
sementara hal-hal lain berubah. perbedaan dari waktu ke waktu perubahan dalam sistem alam pengetahuan dengan
Hal dapat berubah lambat atau dan dapat terjadi pada tingkat atau dirancang dapat dibangun membangun penjelasan
cepat yang berbeda. dengan memeriksa perubahan tentang bagaimana hal-hal
Beberapa sistem muncul stabil, dari waktu ke waktu dan berubah dan bagaimana
tetapi periode lebih lama akhirnya kekuatan pada skala yang mereka tetap stabil.
akan berubah. berbeda, termasuk skala atom. Perubahan dan tingkat
Perubahan kecil dalam salah perubahan dapat diukur dan
satu bagian dari sistem dapat dimodelkan selama periode
menyebabkan perubahan besar yang sangat singkat atau
di bagian lain. sangat lama. Beberapa
Stabilitas mungkin akan perubahan sistem yang
terganggu baik oleh peristiwa ireversibel.
mendadak atau perubahan Feedback (negatif atau positif)
bertahap yang menumpuk dari dapat menstabilkan atau
waktu ke waktu. mengacaukan sistem.
Sistem dalam kesetimbangan Sistem dapat dirancang untuk
dinamis stabil karena stabilitas yang lebih besar
keseimbangan mekanisme atau lebih kecil.
umpan balik.

28
III. IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN STEM

1. Analisis KD dan Model Pembelajaran


Analisis KD dilakukan pada semua mata pelajaran dari kelas X sampai dengan kelas XII
menggunakan format 3.1

Format 3.1 Analisis KD dan Model Pembelajaran

MODEL
No. KD3 KD4 DISCO INQUI
PBL PJBL PBT
VERY RY

Catatan :

1) Tuliskan KD 3 dan KD 4 diambil dari mata pelajaran yang diampu


2) Beri tanda Checklist () pada kolom model, sesuai dengan model pembelajaran yang
dikembangkan pada KD tersebut

Dari hasil analisis di atas akan diperoleh KD yang berpotensi untuk dikembangkan ke
pendekatan STEM yaitu KD-KD yang mengandung model-model Inquiry, PBL, PJBL dan
PBT. Namun tidak semua model tersebut dapat langsung dikembangkan dengan pendekatan
STEM.

Contoh: Pelajaran Fisika kelas XI Semester 4


MODEL
KD3 KD4 DISCO INQU
No. PBL PJBL PBT
VERY IRY
1- ...... ....
9 3.9 Menerapkan hukum- 4.9 Merencanakan dan
hukum kemagnetan melaksanakan percobaan
dengan melakukan yang berkaitan dengan
perhitungan konsep kemagnetan dan
sederhana elektromagnet
10 ...
dst.

2. Melakukan analisis Crosscutting Concept


Untuk mengembangkan pendekatan STEM harus melihat keterkaitan Crosscutting
Concept dengan KD yang terpilih (Crosscutting adalah kesamaan pemikiran dari sudut
pandang disiplin ilmu yang berbeda), lihat Crosscutting Concept bagian II.

29
Format 3.2,Contoh analisis crosscutting concept dari KD yang terpilih
KONSEP YANG MELINGKUPI MATERI
Science
Konsep sains yang terdapat dalam KD Deskripsi, jenis sain yang terdapat dalam kd

Crosscutting Concept (diambil 1 atau beberapa dari 7 Deskripsi hasil analisa crosscutting concept
crosscutting concept yang relevan dengan karakteristik
kd

Engineering Technology
Deskripsi tentang konsep yang memungkinkan untuk Deskripsi tenyang bagaimana konsep itu
perekayasaan dikembangkan menjadi teknologi (dapat berupa
penemuan baru, rancang bangun ulang, atau dalam
bentuk inovasi)
Mathematics
Peran matematika sebagai alat berpikir untuk memecahkan persoalan (perhitungan problem problem sains dan
teknologi)
Deskripsi apa apa yang akan dihitung dengan Rumus/teorema yang diperlukan
matematika

Contoh Pengisian Format 3.2. analisis crosscutting concept

KONSEP YANG MELINGKUPI MATERI


Science
Energi baru terbarukan Memilih berbagai energi alternatif
Kemagnetan Konversi energi mengunakan konsep kemagnetan dan
Eelektromagnet elektromagnet
Crosscutting Concept Dengan menggunakan cross-cutting concept
- Pattern pattern, siswa dipandu untuk menganalisis
- Energy and matter flows pola perubahan energy dari fenomena alam
- System and system models yang terjadi. energy and matter flow
digunakan sebagai jembatan antara sains dan
teknologi dalam memahami proses
konversi energi angin menjadi listrik dan
praktikum menggunakan teknologi sederhana.
System and system models digunakan untuk
melatih siswa berpikir secara systemic melalui
simulasi atau eksperimen yang ditunjukkan atau
dilakukan siswa
Engineering Technology
Konstruksi dengan menggunakan desain sumbu Melakukan penyelidikan tentang perubahan
turbin vertikal memanfaatkan rotary vent dengan tipe energi mekanik menjadi listrik melalui
generator brushless pembuatan prototype pembangkit listrik
tenaga angin
Mathematics
Operasi bilangan
Trigonometri
Differensial
Integral
Menghitung gaya gerak listrik induksi akibat
perubahan fluks magnet terhadap kumparan dengan =

menggunakan turunan fungsi aljabar

=

30
3. Penyusunan RPP

Untuk menyusun RPP lakukan penjabaran KD terpilih ke dalam indikator essensial dan
STEM gunakan format 3.2
Rancangan
Masalah Proyek Materi Indikator
Pertanyaan
1 2 3 4 5
-
-
-
Catatan:
1. Kolom 1 diisi dengan masalah nyata dikehidupan yang diambil di crosscutting
concept
2. Kolom 2 diisi dengan jawaban dari pernyataan kolom 1 yang berupa proyek
3. Kolom 3 diisi dengan materi dari KD terpilih yang sesuai dengan crosscutting
concept
4. Kolom 4 diisi dengan indikator pencapaian materi di kolom 3 yang mengandung
pendekatan STEM
5. Kolom 5 diisi dengan pertanyaan yang sesuai dengan kolom 4

Contoh : Pelajaran Fisika kelas XI Semester 4

Judul : Membuat pembangkit listrik tenaga angin memanfaatkan ventilasi udara


rotary
Masalah Proyek Materi Indikator Rancangan Pertanyaan
1 2 3 4 5
Bagaimana mengatasi Membuat pembangkit Kemagnetan Energi alternatif: 1. Apakah angin
kekurangan energi listrik tenaga angin Elektromagnet Tenaga matahari bertiup kontinyu di
listrik? memanfaatkan ventilasi - Hukum Faraday Tenaga bayu daerahmu ? dan
udara rotary - Hukum Lenz Biomassa berapa kecepatan
Tenaga gelombang rata-ratanya?
- Pattern laut 2. Bila terjadi
- Energy and matter Tenaga pasang surut kecepatan angin
flows air laut tidak stabil,
- System and system Membuat pembangkit bagaimana cara
models listrik tenaga angin mengatasi agar
Kelistrikan dan vertikal axis memanfaat tegangan yang
Konversi Energi : kan ventilasi udara dibangkitkan tetap
3.10 Menjelaskan cara kerja rotary stabil
generator
4.10 Mendeskripsikan cara
kerja generator 3. Berapakah daya
Gambar Teknik : listrik optimal yang
dapat dihasilkan
3.1 Menganalisis teknik dengan memanfaat
pembuatan gambar kan ventilasi udara
detail komponen
rotary
mesin dan produk 4. Bila diinginkan daya
rakitan sederhana listrik lebih besar,
4.2 Menyajikan gambar apa yang akan anda
detail komponen lakukan ?
mesin dan produk 5. Bagaimana
rakitan sederhana rancangan model
Mekanika Teknik ; pembangkit listrik
3.8 Mendeskripsikan yang akan dibuat ?

31
macam-macam gaya, (sumbu vertikal atau
tegangan dan momen horizontal), jumlah
pada sambungan: lilitan kumparan,
keling, pasak , baut ditempatkan dimana
dan las yang dapat
4.8 Menerapkan diterapkan di rumah
perhitungan macam- 6. Bila posisi
macam gaya, sudu/kipas putaran
tegangan dan momen vertikal dirubah
pada sambungan: menjadi horizontal
keling, pasak , baut dengan kecepatan
dan las angin tetap,
Teknik Pengelasan bagaimana
Busur manual (SMAW) pengaruhnya
: terhadap daya yang
3.1 Menerapkan teori dihasilkan ?
pengelasan pelat 7. Berapakah daya
dengan pelat listrik optimal yang
berbagai posisi dapat dihasilkan
menggunakan las dengan rancangan
busur manual. pembangkit listrik
yang dibuat?
4.1 Melakukan pengelasan
pelat dengan pelat
pada sambungan sudut
dan tumpul posisi di
bawah tangan, posisi
mendatar dan posisi
vertikal dengan las
busur manual
(SMAW).

Catatan:
o RPP yang sudah ada menjadi dasar untuk penyusunan RPP berbasis STEM. Unsur-
unsur di atas digabungkan ke dalam RPP yang sudah ada.
o Unsur-unsur yang dimaksud adalah :
o Indikator
o Tujuan Pembelajaran
o Materi
o Kegiatan pembelajaran
o Pengembangan instrumen soal STEM
o Penilaian

Contoh : Pelajaran Fisika kelas XI Semester 4


A. Indikator
Indikator Pencapaian Kompetensi
4.4.1 Membangun generator listrik dc brushless
4.4.2 Membangun turbin angin sumbu vertikal
4.4.3 Merakit generator listrik dc brushless dengan turbin angin sumbu vertikal
(Ini indikator yang sudah ada di RPP sebelumnya)

Indikator STEM
3.1 Memilih Energi alternatif yang feasible
3.2 Membuat pembangkit listrik tenaga angin

(Tambahan indikator diambil dari kolom 4 format 3.2)

32
B. Tujuan Pembelajaran

1. Melalui kegiatan proyek, peserta didik mampu membangun turbin angin sumbu vertikal
dan alasan rasionalnya
2. Melalui kegiatan proyek, peserta didik mampu merakit generator listrik dc brushless
dengan turbin angin sumbu vertikal dan mengatasi problem yang muncul
3. Melalui kegiatan proyek, peserta didik mampu melaporkan proyeknya dan
mengomunikasikan dengan berbagai media secara bertanggung jawab
(Tambahan tujuan pembelajaran berbasis STEM)

B. Materi

Materi tambahan diambil dari kolom tiga format 3.2

Kegiatan Pembelajaran

Pembelajaran berbasis STEM pada kegiatan pembelajaran di RPP ditambahakan pada


kegiatan inti

Contoh: Pelajaran Fisika kelas XI Semester 4

1. Kegiatan Inti ( menit)


Pertanyaan mendasar
Guru menayangkan data potensi energi, kebutuhan energi dan konsumsi energi di
Indonesia dan meminta peserta didik mengamati.
Peserta didik mengidentifikasi kebutuhan energi dan kelangkaan energi
Guru meminta peserta didik merumuskan masalahnya dan mencari alternatif solusi
penyelesaian masalahnya
Peserta didik merumuskan masalah kelangkaan energi dan mencari alternatif solusi
penyelesaian
Guru menugaskan peserta didik untuk memilih salah satu alternatif penyelesaian.
Peserta didik memilih satu jenis alternatif penyelesaian secara rasional

Mengembangkan soal berbasis STEM


Instrumen soal merujuk ke indikator STEM (ambil kolom 5 pada format 3.2)
Bentuk soal disarankan dalam bentuk uraian dengan taksonomi Bloom level proses
berfikir mulai C4 sampai dengan C6

Contoh : Pelajaran Fisika kelas XI Semester 4

1. Apakah angin bertiup kontinyu di daerahmu ? dan berapa kecepatan rata-ratanya?


2. Bila terjadi kecepatan angin tidak stabil, bagaimana cara mengatasi agar tegangan
yang dibangkitkan tetap stabil

33
Penilaian
Penilaian dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip penilaian proyek
Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai sintak model pembelajaran berbasis proyek,

yaitu :
Pertanyaan mendasar
Yaitu merumuskan masalah dan mencari alternatif solusi
Menyusun perencanaan proyek
Merencanakan proyek sesuai alternatif yang dipilih
Menyusun jadwal
Menyusun jadwal kegiatan dari perencanaan sampai dengan pelaporan
Monitoring
Menyampaikan kemajuan proyek setiap tahap
Menguji hasil
Melakukan uji coba prototype dan melakukan perbaikan
Evaluasi pengalaman
Mengomunikasikan kegiatan proyek yang dibuat

Contoh RPP berbasis STEM


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMK
Bidang Keahlian : Teknologi Rekayasa
Program Keahlian : Teknologi Pesawat Udara
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : XI/ 3
Alokasi Waktu : JP

C. Kompetensi Inti
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik
untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung
D. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI-1
2. KD pada KI-2
34
3. KD pada KI-3
3.9 Memahami gejala kemagnetan
Menerapkan hukum-hukum kemagnetan dengan melakukan perhitungan sederhana

4. KD pada KI-4
4.9 Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang berkaitan dengan konsep
kemagnetan dan elektromagnet

E. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


1. Indikator KD pada KI-3
3.9.1 Menjelaskan gaya magnet antara dua kutub magnet
3.9.2 Menjelaskan pengaruh bahan magnet terhadap kekuatan magnet
3.9.3 Mengaitkan antara suhu Currie dengan sifat kemagnetan bahan
3.9.4 Menggunakan konsep magnetisasi dan demagnetisasi untuk mengubah kemagnetan
bahan
3.9.5. Menghitung gaya magnet antara dua kutub magnet dengan variasi jarak dan kuat
kutub magnet
3.9.6. Mendekripsikan induksi magnetik di sekitar kawat berarus listrik (hukum Biot-
Savart)
3.9.7. Menghitung gaya Lorentz dari kawat berarus listrik yang berada di dalam medan
magnet
3.9.8. Mendeskripksikan pengaruh perubahan fluks magnet terhadap kumparan (Hukum
Faraday)
3.9.9. Menentukan arah arus induksi (Hukum Lenz)
3.9.10. Mendiagramkan generator listrik ac/dc
3.9.11. Mengkreasikan generator listrik dc brush less
3.9.12. Menjelaskan induktansi listrik
3.9.13. Mendeskripsikan transformator menggunakn konsep induktansi timbal balik

2. Indikator KD pada KI-4


4.9.1. Membangun generator listrik dc brushless
4.9.2 Membangun turbin angin sumbu vertikal
4.9.3 Merakit generator listrik dc brushless dengan turbin angin sumbu vertikal

3. Indikator STEM
3.1 Memilih Energi alternatif yang feasible
3.2 Membuat pembangkit listrik tenaga angin

F. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui kegiatan diskusi dan menggali informasi, peserta didik mampu Menjelaskan gaya
magnet antara dua kutub magnetsesuai Hukum Coulomb dengan penuh rasa ingin tahu
2. Melalui kegiatan diskusi dan menggali informasi, peserta didik mampu Menjelaskan
pengaruh bahan magnet terhadap kekuatan magnet dengan penuh rasa ingin tahu
3. Melalui kegiatan diskusi dan menggali informasi, peserta didik mampu mengaitkan antara

35
suhu Currie dengan sifat kemagnetan bahan dengan penuh rasa ingin tahu
4. Melalui kegiatan diskusi dan menggali informasi, peserta didik mampu menggunakan
konsep magnetisasi dan demagnetisasi untuk mengubah kemagnetan bahan dengan tepat
dan
5. Melalui kegiatan praktikum, peserta didik mampu menghitung gaya magnet antara dua
kutub magnet dengan variasi jarak dan kuat kutub magnet dengan benar dan bertanggung
jawab
6. Melalui kegiatan praktikum, peserta didik mampu mendekripsikan induksi magnetik di
sekitar kawat berarus listrik (hukum Biot-Savart) dengan kaidahnya dan dengan teliti
7. Melalui kegiatan praktikum, peserta didik mampu Menghitung gaya Lorentz dari kawat
berarus listrik yang berada di dalam medan magnet
8. Disediakan galvanometer, beberapa kumparan dengan berbagai jumlah lilitan berbeda,
bebagai magnet dengan kekuatan kutub berbeda, peserta didik mampu mendeskripksikan
pengaruh perubahan fluks magnet terhadap kumparan (Hukum Faraday) dengan penuh
rasa ingin tahu.
9. Disediakan galvanometer, beberapa kumparan dengan berbagai jumlah lilitan berbeda,
bebagai magnet dengan kekuatan kutub berbeda, peserta didik Menentukan arah arus
induksi (Hukum Lenz) dengan benar dan teliti
10. Melalui kegiatan diskusi dan menggali informasi, peserta didik mampu mendiagramkan
generator listrik ac/dc
11. Melalui kegiatan diskusi dan menggali informasi, peserta didik mampu menjelaskan
induktansi listrik dengan benar
12. Melalui kegiatan diskusi dan menggali informasi, peserta didik mampu mendeskripsikan
transformator menggunakan konsep induktansi timbal balik
13. Melalui kegiatan diskusi dan menggali informasi, peserta didik mampu mengkreasikan
generator listrik dc brush less.
14. Melaui kegiatan proyek, peserta didik mampu membangun generator listrik dc brushless
15. Melaui kegiatan proyek, peserta didik mampu membangun turbin angin sumbu vertikal
16. Melaui kegiatan proyek, peserta didik mampu merakit generator listrik dc brushless
dengan turbin angin sumbu vertikal
17. Melalui kegiatan proyek, peserta didik mampu melaporkan hasil percobaannya lengkap
dengan teori kesalahan dan bertanggung jawab

G. Materi Pembelajaran
Pengertian Magnet:
Kutub magnet
Gaya magnet
Jenis magnet :
Magnet permanen
Magnet sementara
Jenis magnet berdasarkan bentuknya:

36
Magnet batang
Magnet U / ladam
Magnet jarum
Magnet silinder / koin
Bahan magnet:
Ferromagnetik
Ferimagnetik
Paramagnetik
diamagnetik
Suhu Currie
Magnetisasi/demagnetisasi
Induksi magnetik di sekitar kawat bermuatan listrik
Hukum Biot-Savart

- 0
= 2 (untuk kawat lurus panjang tak hingga)
0
- = (untuk kawat melingkar dengan N lilitan di pusat lingkaran)
2
0
- = (di tengah-tengah solenoida yang panjangnya l dengan N lilitan
2

0
- = (pada toroida)
2
Gaya Lorentz
=
Kaidah Flemings

Hukum Faraday

=

Hukum Lenz

=

Induktansi Diri

=

Induktansi timbal balik
12
2 =
1
d
H. Pendekatan, Model PBM dan Metode
Pendekatan : Saintifik

37
Model PBM : Project Base Learning
Metode : Observasi, Diskusi, Penugasan, Praktikum

I. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
1. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit)
- Guru mengkondisikan kelas termasuk membagi kelompok peserta didik
- Guru menanyakan kondisi kesehatan siswa dalam rangka mencairkan suasana dan
menghilangkan mental blok
- Guru melakukan apersepsi
- Siswa menyimak pertanyaan motivasi guru ;cadangan minyak Indonesia menurut
informasi tinggal untuk 12 tahun lagi, bagaimana cara mengatasi kelangkaan energi
tersebut?.
- Siswa menyimak dan menjawab beberapa pertanyaan pengetahuan prasarat.
- Siswa menyimak paparan tujuan pembelajaran.

2. Kegiatan Inti ( menit)


Pertanyaan mendasar (PERTEMUAN KE 1)
- Guru menayangkan data potensi energi, kebutuhan energi dan konsumsi energi di
Indonesia dan meminta peserta didik mengamati.
- Peserta didik mengidentifikasi kebutuhan energi dan kelangkaan energi
- Guru meminta peserta didik merumuskan masalahnya dan mencari alternatif solusi
penyelesaian masalahnya
- Peserta didik merumuskan masalah kelangkaan energi dan mencari alternatif solusi
penyelesaian
- Guru menugaskan peserta didik untuk memilih salah satu alternatif penyelesaian.
- Peserta didik memilih satu jenis alternatif penyelesaian secara rasional

Menyusun perencanaan proyek (PETEMUAN KE DUA)


- Guru menugaskan peserta didik merencanakan proyek sesuai alternatif yang dipilih.
- Peserta didik merencanakan proyek sesuai alternatif yang dipilih.
- Peserta didik mencari data-data yang dibutuhkan untuk pembuatan proyek
- Peserta didik mempelajari pengetahuan yang berkaitan dengan proyek dengan
browsing internet, studi literatur dan praktikum (sesuai indikator 3.9.1 - 3.9.4 dan
4.10.1 4.10.9)

Menyusun jadwal (PERTEMUAN KE TIGA)


- Guru menugaskan peserta didik untuk menyusun jadwal pembuatan proyek
- Peserta didik menyusun jadwal proyek dari mulai menyusun perencanaan,
pelaksanaan dan pelaporan

38
- Guru menugaskan peserta didik membuat proyek dan prototype sesuai urutan jadwal
yang dibuat
- Peserta didik mengerjakan proyek dan membuat prototype sesuai urutan jadwal yang
dibuat

Monitoring (PERTEMUAN KE 4)
- Guru memantau kemajuan proyek yang dibuat peserta didik langkah demi langkah
- Peserta didik menyampaikan kemajuan proyek yang dibuat

Menguji hasil
- Guru memfasilitasi peserta didik melakukan uji coba prototype dari proyek yang
dibuat
- Peserta didik melakukan uji coba dari prototype alat yang dibuat dengan supervisi
dari guru
- Peserta didik menyempurnakan prototype yang dibuat dari desain, fungsi, keandalan,
nilai ekonomis

Evaluasi pengalaman (PERTEMUANKe 5)


- Guru menugaskan peserta didik mempresentasikan hasil pembuatan prototype di
hadapan teman sekelas
- Peserta didik membuat bahan presentasi
- Peserta didik mempresentasikan hasil pekerjaanya
- Peserta didik yang lain menanggapi dan memberikan masukan
- Guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat
- Guru menugaskan membuat laporan
- Peserta didik menyusun laporan

3. Penutup (15 menit)


- Peserta didik menyimpulkan tentang projek yang dibuat bimbingan dari guru
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian kompetensi peserta didik, baik
sikap, keterampilan ataupun pengetahuan. Peserta didik menyimpulkan pembelajaran
tentang kemagnetan dan elektromagnet
- Peserta didik menyimak penguatan dari guru
- Guru memberi penugasan untuk pertemuan minggu berikutnya

J. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Tenik Penilaian:
Teknik penilaian menggunakan penilaian proyek
Instrumen penilaian:
Terlampir
K. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media/Alat
- Bahan Tayang
-

39
2. Alat
- LCD Proyektor
- Mesin bubut dan kelengkapannya
- Mesin las SMAW
- Mesin rol
- Alat ukur mekanik presisi
- Mistar baja
- Multimeter
- Oscilloscope
3. Bahan
- Magnet
- Kawat email
- Kabel serabut 1,5 mm
- Inti besi lunak
- Rotary vent
- Plat aluminium 0,2 mm
- Plat baja 0,3 mm
- Baja ST 42
- Baja siku 50 x 50 x 3 mm
- Elektroda 0,5 kg
- Accumulator
- Inverter

4. Sumber Belajar
- Guru
- Internet
- Instrumen/alat pengukuran
- Manual alat ukur
- Buku referensi
- Lingkungan sekitar

Mengetahui Bandung, 2017


Kepala SMK Guru Mata Pelajaran,

_______________________

40
KEPUSTAKAAN

Oregon.State.Board.of.EducaHon. March.2013Next Generation Science Standards Update

National Research Council (2011). A Framework for K-12 Science Education: Practices,
Crosscutting Concepts, and Core Ideas. Committee on a Conceptual
Framework for New K-12 Science Education Standards. Board on Science
Education, Division of Behavioral and Social Sciences and Education.
Washington, DC: The National Academy Press. Chapter 4: Crosscutting
Concepts.

Permendikbud no 20 tahun 2016 tentang Standar Kelulusan Pendidikan Dasar dan


Menengah, Kementerian pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Permendikbud no 21 tahun 2016 tentang Standar Isi, Pendidikan Dasar dan Menengah,
Kementerian pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Permendikbud no 22 tahun 2016 tentang Standar Proses, Pendidikan Dasar dan


Menengah, Kementerian pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Permendikbud no 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian, Pendidikan Dasar dan


Menengah, Kementerian pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

41