Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Talang atap merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah
kontruksi bangunan. Talang diperlukan untuk membuat suatu konstruksi pada
bangunan yaitu saluran air hujan dan lain-lain yang sering digunakan dalam
konstruksi gedung.
Dalam pengerjaan talang atap ini banyak menggunakan berbagai
macam sambungan yaitu : sambungan lipat tunggal, sambungan lipat ganda,
paku keling pop, paku pukul, dan patri. Material yang digunakan ialah seng
dengan ketebalan 0,030 mm.
Bangunan memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia dan
sering kali mempengaruhi suasana hidup bagi setiap individu. Agar hal
tersebut tidak menjadi masalah dan tidak terjadi kesalahan, maka penulis
melaksanakan praktek ini guna mencari solusi atas kesalahan-kesalahan yang
terjadi di lapangan.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas,
maka yang akan diteliti ialah :
1. Bagaimana cara menghindari terjadinya korusi pada plat/seng ?
2. Kesalahan-kesalahan apa yang terjadi sehingga menyebabkan bocornya talang,
sehingga masalah-masalah tersebut dapat ditangani sebagaimana mestinya !

1
1.3 Ruang Lingkup Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah, maka tujuan
penulis melakukan praktek ialah:
1. Agar korusi pada plat/seng dapat dihindari, sehingga tidak mudah
bocor dan cepat berkarat.
2. Mencegah pemborosan pemakaian plat/seng karena salah pembentukan
3. Mencari penyebab terjadinya kebocoran pada talang dan mahir dalam
membuat talang dan saluran-saluran air hujan.

2
BAB II
DASAR TEORI

2.1 Pengertian Talang Atap


Talang atap adalah tempat pengaliran air hujan yang berasal dari atap
bangunan dan diteruskan ke pipa pembuangan. Bahan talang atap biasanya
dibuat dari baja galuanis, plat seng, lembaran tembaga, lembaran plat besi
tuang dan asbes semen.
Pada umumnya talang atap dikenal dengan (talang bak) adalah suatu
konstruksi talang yang dipasang dibelakang papan lis (Lispang) atau
tersembunyi, sehingga tidak terlihat dari luar. Talang luar adalah suatu
konstruksi talang yang dipasang di luar atau di depan papan lis (Lispang) atau
yang langsung terlihat dari luar. Konstruksi talang luar tidak tergantung pada
konstruksi lainnya seperti kemiringan atap misalnya, akan tetapi tergantung
pada keinginan pemakainya. Bentuk talang luar bermacam-macam, tapi yang
sering digunakan adalah bentuk segi empat, trapezium dan setengah lingkaran.

2.1 Alat - Alat Kerja Talang Atap

1. Gunting seng
Siku si
2. Palu karet
11. Mistar baja
3. Palu konde kecil
12. Penitik
4. Penggores
13. Kikir
5. Jangka sorong
14. Hand groovel
6. Set pipet
15. Sikat kawat
7. Pelobang
16. Bor mesin
8. Gunting kombinasi
17. Tang stel dan klem C
9. Jangka busur
18. Alat penjepit
10. Siku biasa

3
BAB III
MACAM-MACAM SAMBUNGAN PLAT

3.1 Tujuan

Pada akhir praktek ini mahasiswa dapat :

1. Membuat berbagai macam sambungan dengan sempurna.


2. Menjelaskan cara mengatasi kesulitan dalam pekerjaan ini.

3.2 Dasar Teori


Dalam pekerjaan plat, tidak akan terlepas dari pekerjaan
penyambungan. Hal ini disebabkan karena bentuk-bentuk konstruksi
pekerjaan plat yang bervariasi. Selain perlu diperhitungkan macam
sambungan yang akan dipergunakan harus sesuai dengan kegunaanya.
Berbagai macam sambungan yang sering dipergunakan dalam
pekerjaan plat yaitu sambungan lipatan, sambungan paku keling dan
sambungan patri.

3.3 Alat dan bahan

1. Mistar baja 13. Sikat kawat


2. Penggores 14. Kikir
3. Jangka tusuk 15. Gergaji besi
4. Penitik 16. Paku keling pukul
5. Palu besi 17. Paku keling pop
6. Palu konde dan karet 18. Plat BJLS
7. Gunting lurus 19. Timah patri
8. Mesin bor 20. Pasta patri
9. Tang klem
10. Hand groover
11. Rivet set
3.4 Keselamatan Kerja
1. Pakailah pakaian kerja selama bekerja
2. Hindari menggunakan palu besi terhadap sambungan sambungan paku
keling, jangan sampai memukul plat kerja.
3. Jangan memukul terlalu keras, Karena akan berpengaruh terhadap hasil
akhir benda kerja yang rusak.
4. Konsentrasi pada pekerjaan dan ikuti petunjuk instruktur
5. Sebelum bekerja, periksa semua alat dan bahan yang akan digunakan
dalam keadaan baik dan aman.

3.5 Langkah Kerja


1. Siapkan semua alat dan bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaan
ini.
2. Pelajari job shet
3. Siapkan plat seng untuk semua sambungan sesuai ukuran yang telah ditentukan
4. Ratakan plat seng dengan palu karet, luruskan dan kontrol ukurannya.
5. Tandai dan Lukis plat benda kerja denga penggores atau penitik sesuai
dengan ukuran pada gambar kerja.
6. Potong benda kerja yang sudah dilukis atau di ukur sesuai job seet.
7. Mulailah membuat pekerjaan lipatan tepi, lipat tunggal, lipat ganda,
sambungan paku keling pop, sambungan paku keling pukul dan terakhir
adalah sambungan patri.

a. Cara membuat lipatan tunggal


Siapkan peralatan dan bahan, periksa peralatan tersebut supaya
saat dipergunakan aman.
Garis kedua plat tersebut dengan ukuran 5 mm dari pinggiran
plat.
Lipat kedua plat tersebut satu persatu pada landasan sampai
membentuk sudut 1800 dan hubungkan kedua plat tadi.
Rapatkan sambungan tadi dengan menggunakan palu karet.
Bentuk sambungan tersebut dengan pembentuk (hand groover)
dengan cara dipukul dengan palu besi sambil digeser sedikit
demi sedikit dan terakhir pukul dengan palu konde memakai
penitik besi supaya sambungan menyatu dan tidak terlepas lagi.

5 mm

b. Cara membuat lipatan ganda


Garis kedua plat tersebut dengan ukuran 5 mm dari pinggiran
plat.
Lipat kedua plat tersebut satu persatu pada landasan sampai
membentuk sudut 1800 dan hubungkan kedua plat tadi.
Rapatkan sambungan tadi dengan menggunakan palu karet.
Kemudian lipat sekali lagi sehingga membentuk dua lipatan
Bentuk sambungan tersebut dengan pembentuk (hand groover)
dengan cara dipukul dengan palu besi sambil digeser sedikit
demi sedikit dan terakhir pukul dengan palu konde memakai
penitik besi supaya sambungan menyatu dan tidak terlepas lagi.

5 mm
c. Cara membuat sambungan paku keling pop
Siapkan peralatan dan bahan, periksa peralatan tersebut supaya
saat dipergunakan aman.
Garis kedua plat tersebut dengan ukuran 15 mm dari pinggiran
plat.
Tandai salah satu plat dengan jarak di bagi 5 bagian.
Hubungkan kedua plat tersebut sebatas garis tadi, kemudian
jepit kedua plat dengan menggunakan tang klem. Pastikan
kedua plat tersebut tidak berubah posisinya. Ingat, plat yang
telah ditandai sebelah atas.
Lubangi tanda tersebut dengan menggunakan mesin bor.
Masukan paku keling pop kedalam lubang tadi, kemudian tarik
tangkai paku dengan menggunakan Pop Riever. Lakukan
langkah ini sampai kelima lubang telah terpaku. (Usahakan
diantara kedua plat tidak ada celah).

1,5 mm

d. Cara membuat sambungan paku keling pukul


Siapkan peralatan dan bahan, periksa peralatan tersebut supaya
saat dipergunakan aman.
Garis kedua plat tersebut dengan ukuran 15 mm dari pinggiran
plat.
Tandai salah satu plat dengan jarak di bagi 5 bagian.
Hubungkan kedua plat tersebut sebatas garis tadi, kemudian
jepit kedua plat dengan menggunakan tang klem. Pastikan
kedua plat tersebut tidak berubah posisinya. Ingat, plat yang
telah ditandai sebelah atas.
Lubangi tanda tersebut dengan menggunakan mesin bor/
pembolong plat..
Masukan paku keling tin men kedalam lubang tadi, kemudian
balik plat tersebut dan pukul dengan menggunakan palu besi
dan River set. Lakukan langkah ini sampai kelima lubang telah
terpaku. (Usahakan diantara kedua plat tidak ada celah).

1,5 mm

e. Cara membuat sambungan patri.


Siapkan peralatan dan bahan, periksa peralatan tersebut supaya
saat dipergunakan aman.
Bersihkan permukaan sambungan yang akan dipatri dengan
kain pembersih.
Oleskan pasta pada bagian yang akan kena patri.
Panaskan boult patri dengan menggunakan kompor pemanas.
Letakkan kedua plat yang akan dipatri pada posisi yang benar
(menumpang).
Ambil boult patri dari kompor dan bersihkan dengan
menggunakan sikat kawat atau kikir.
Mulailah pengunjian sambungan pada ujung sambungan.
Sentuhkan ujung batang timah patri dengan baut solder,
sehingga timah patri mencair dan jatuh tepat diatas sambungan.
Pastikan kedua plat tersebut tidak akan berubah posisinya.
Lakukun penguncian tersebut searah pematri dengan jarak
sedemikian rupa hingga pada ujung akhir penyambungan.
Setelah penguncian selesai, mulailah mencairkan timah pada
ujung awal penguncian.
Letakkan boult patri diatas sambungan beberapa saat, hingga
timah patri mencair dan meresap ke celah-celah sambungan
sambil menekan sambungan tersebut dengan kayu supaya
sambungan merapat sampai cairan timah mengeras.
Dinginkan sambungan dan bersihkan sambungan dengan kain
lap basah untuk menghilangkan pasta dan kotoran setelah
dipatri.

1 mm

8. Melakukan peyoderan atau membuang sambungan dengan mengunakan


bahan timah yang dipanasi dengan boult patri.
9. Dan tiap-tiap dari hasil sambungan dipukul dengan martil supaya melekat
dan tidak bergeser.
10. Bersihkan benda kerja sebelum diperiksakan pada instruktur.
11. Bersihkan peralatan kerja serta tempat kerja dari bekas guntingan plat seng
5 mm

50 mm

5 mm

50 mm

5 mm

50 mm

15 mm

50 mm

15 mm

50 mm

10 mm

50 mm

10 mm

Gambar Kerja Plat


Lampiran Alat

Mistar baja

Pop Rivet Set


Hand Groover

Penitik

Boult Patri

Penggores
Busur Besi

Palu konde
BAB IV
MEMBUAT PIPA PEMBUANG SEGI EMPAT SUDUT 1200

4.1 Tujuan
Setelah melakukan praktek ini, Mahasiswa mampu:
Menjelaskan cara membuat sudut pipa pembuang segi empat dengan benar;
Membuat sudut pipa pembuang segi empat dengan sempurna;
Menjelaskan cara mengatasi kesulitan yang timbul dalam pembuatan sudut
pipa pembuang segi empat dengan tepat;

4.2 Dasar teori


Sudut pipa pembuang dipergunakan untuk mengubah arah aliran atau
mendistribusikan air dari pipa pembuang atau talang atap yang besar ke suatu
tempat pembuangan.
Besar sudut sambungan sudut pipa pembuang segi empat adalah
bervariasi, tergantung pada penggunaannya. Untuk membuat sudut pipa
pembuang segi empat atau bulat, maka langkah kerja di bawah ini perlu
diperhatian:
1. Memilih alat-alat yang akan dipergunakan.
2. Ukur besarnya sudut pipa penbuang yang akan dibuat, dengan
menggunakan siku goyang.
3. Buat gambar sket/lukis pada lembaran plat seng untuk dipakai sebagai
mal.

Dalam pekerjaan ini, sudut pipa pembuang dibuat dengan


menggunakan benda kerja dari pekerjaan sebelumnya (pipa pembuang segi
empat).
4.3 Peralatan dan bahan
Peralatan:
1. Penitik/ Penggores
2. Rol baja
3. Gunting plat
4. Busur derajat
5. Palu besi
6. Palu Karet
7. Baut solder
8. Perlangkapan patri
9. Sikat kawat
10. Kikir halus

Bahan:
1. Plat seng
2. Timah patri
3. Pasta patri
4. Orpus

4.4 Keselamatan kerja


1. Pakailah selalu pakaian kerja selama bekerja.
2. Agar tidak melukai tangan saat bekerja, bekas potongan harus selalu
dihaluskan.
3. Pusatkan pikiran dan perhatian pada pekerjaan dan ikuti petunjuk dari
instruktur.
4. Sebelum bekerja, periksa semua peralatan dan bahan yang akan
digunakan dalam keadaan baik dan aman.
4.5 Langkah kerja
1. Siapkan semua peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini.
2. Pelajari gambar kerja dan buat mal pada kertas karton untuk
mempermudah melukis pada plat.
3. Potong plat ukuran yang telah ditentukan.
4. Lukis plat berdasarkan mal yang dibuat tadi dengan penggores.
5. Potong plat tersebut berdasarkan garis yang telah dilukis pada mal dengan
gunting plat dan ratakan plat seng dengan menggunakan palu karet,
luruskan dan kontrol ukurannya.
6. Haluskan sisi- sisi yang telah dipotong yang masih tajam dengan kikir
halus dan ratakan dengan palu karet.
7. Lakukan lipatan pada masing- masing garis dengan sudut 90 0 dengan
menggunakan landasan atau mesin lipat plat (Dahulukan lipatan untuk
sambungan lipatan tunggal)
8. Setelah berbentuk segi empat hubungkan sambungan lipatan tunggal.
9. Bentuk sambungan lipatan tunggal dengan alat pembentuk dan perapat
sambil dipukul dengan palu besi. Untuk mempermudah saat pemukulan
gunakan pipa besi atau plat besi tebal.
10. Bengkokkan lidah sambungan ke dalam sedikit agar saat dibentuk sudut
1200 tidak tertahan dengan lidah tersebut.
11. Hubungkan pipa pembuang membentuk sudut 1200 dan solder/patri
sambungan tersebut dengan timah solder, usaha tidak ada celah saat
menyolder karena dapat mengakibatkan kebocoran.
12. Kontrol ukurannya.
13. Bersihkan benda kerja hingga bersih.
14. Serahkan pada instruktur bila pekerjaan telah selesai.
15. Bersihkan peralatan dan meja kerja serta tempat kerja (lantai) dari sisa-
sisa guntingan plat seng.
LAMPIRAN FOTO ALAT MEMBUAT PIPA PEMBUANG
SEGI EMPAT SUDUT 1200

KOMPOR

MISTAR

GUNTING PLAT
PENGGARIS PLAT
ALAT SOLDER

KIKIR

BAB V
MEMBUAT TALANG LUAR SEGI EMPAT

5.1 Tujuan
Setelah melakukan praktek ini, Mahasiswa mampu:
Menyebutkan macam- macam bentuk sudut talang luar segi empat dengan
benar;
Membuat sudut talang luar segi empat dengan sempurna;
Menjelaskan cara mengatasi kesulitan yang timbul dalam pekerjaan sudut
talang luar segi empat dengan tepat;

5.2 Dasar teori


Sudut talang luar terjadi apabila talang harus melalui sudut bangunan.
Seperti diketahui pada suatu bangunan dengan menggunakan talang luar akan
banyak dijumpai sudut bangunan. Talang luar akan mengikuti sudut bangunan
tersebut.
Ada 3 macam bentuk sudut talang yang sering dipergunakan/ dipasang
ialah :
1. Sudut luar;
2. Sudut dalam;
3. Sudut buntu;

Sudut talang dewasa ini juga banyak diperdagangkan di pasaran


dengan berbagai bentuk dan ukuran, khususnya dari bahan PVC dan
assbes semen. Untuk menyambungkan sudut talang dari bahan PVC
maupun Asbes semen, tidak akan mengalami kesulitan karena pabrik telah
menyediakan kelengkapan sambungannya seperti lem dan sebagainya.
Sudut talang dari bahan plat seng karena tidak dijual harus dibuat
oleh tukang ditempat/lapangan.

Dalam penyambungannya, menggunakan sambungan tumpang dan


memperkuat dengan patri. Untuk lebih memperkuat sambungan pada sisi
dalam, sudut talang dipasang penguat dari bahan yang sama. Ada tiga
macam penguat yang sering dipergunakan untuk sudut luar :
Untuk sudut dalam, penguat dipasang dari luar sudut talang dan
ditekukkan ke dalam talang dan dipatri.

5.3 Daftar Alat dan bahan


Alat :
1. Mistar baja
2. Penggores
3. Gunting plat
4. Palu kayu atau palu karet
5. Landasan atau meja kerja
6. Tang kombinasi
7. Plat seng(BJLS)
8. Kikir Halus
9. Sikat Kawat
10. Gergaji Besi
11. Perlengkapan Patri
12. Siku Baja

Bahan :

1. Plat BJLS
2. Timah patri
3. Arpus
4. Pasta patri
5. Batang besi 10 mm P = 20 cm
5.4 Keselamatan kerja
1. Pakailah selalu pakaian kerja selama bekerja.
2. Agar tidak melukai tangan saat bekerja, bekas potongan harus selalu
dihaluskan dengan kikir halus.
3. Pusatkan pikiran dan perhatian pada pekerjaan dan ikuti petunjuk dari
instruktur.
4. Sebelum bekerja, periksa semua peralatan dan bahan yang akan
digunakan dalam keadaan baik dan aman.

5.5 Langkah kerja


1. Siapkan semua alat dan bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaan
ini.
2. Pelajari gambar kerja
3. Melakukan pengukuran benda kerja dan pemotongan.
4. Mengaris dan megukur diatas benda kerja sesuai dengan ukuran yang ada
dijob seet.
5. Melakukan peglipatan terhadap benda kerja yang udah digaris.
6. Dan disisi luarnya didibuat bentuk lingkaran dengan bantuan besi yang
bulat..
7. Bersihkan benda kerja dengan kain basah,dan bersihkan tempat kerja
dengan bersih.
8. Serahkan hasil benda kerja kepada instruktur.
9. Bersihkan semua alat-alat yang udah digunakan.

20
LAMPIRAN FOTO ALAT MEMBUAT TALANG LUAR SEGI EMPAT

PENGGARIS PLAT

TANG PENJEPIT

PALU KARET

21
MISTAR

ROL SIKU BAJA

BESI PEMBENTUK ALUR

BAB VI

22
MEMBUAT TALANG BAK DALAM

6.1 Tujuan
Pada akhir pelajaran ini mahasiswa harus dapat :
1. Menjelaskan macam-macam bentuk talang dalam dengan benar.
2. Megetahui macam-macam jenis sambungan yang digunakan.
3. Menjelaskan cara mengatasi kesulitan yang timbul dalam pembuatan
talang bak dalam dengan tepat.

6.2 Dasar Teori


Talang dalam adalah suatu kontruksi talang yang dipasang
dibelakang papan lisping atau tersembunyi,sehingga tidak dapat terlihat dari luar
bagunan.Bak talang dalam juga berfungsi sebagai bak kontor dimana air hujan
yang megalir dri loteng,kemudian megalir kedalam talang luar,dan megalir
ketalang dalam yang kemudian dibuang ke talang pembuangan.

6.3 Daftar Alat dan bahan


1. Mistar baja
2. Penggores
3. Siku baja
4. Palu kayu / karet
5. Gunting plat
6. Perlengkapan patri
7. Palu besi
8. Paku tekan
9. Sikat kawat
10. Paku pukul
11. Timah patri
12. Pasta patri
13. Lem
14. Tang kombinasi

23
15. Pahat besi
16. Jangka tusuk
17. Peralatan solder
18. Plat seng
19. Mesin pemotong
20. Mesin pembentuk lingkaran
21. Mesin pembentuk setegah lingkaran
22. Mesin pelipat
23. Tang

6.4 Keselamatan Kerja


1. Pakailah pakaian kerja selama bekerja
2. Pusatkan pikiran dan perhatian pada pekerjaan dan ikuti petunjuk
instruktur
3. Sebelum bekerja, periksa semua alat dan bahan yang akan digunakan
dalam keadaan baik dan aman.

6.5 Langkah Kerja


1. Siapkan semua alat dan bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaan
ini.
2. Pelajari gambar kerja(job shift)
3. Lukis dan potong seng yang udah diukur dan digaris.
4. Ratakan hasil potongan dengan palu karet.
5. Lukis dan tandai bagian-bagian yang akan di kerjakan pertama untuk
talang bak dalam.
6. Gunting sesuai dengan garis yang di lukis.
7. Buatlah lipatan tepi pada kedua sisi plat benda kerja sebagai lipatan air.
8. Bentuk atau tekukan plat seng sesuai dengan garis lukis sehingga
membentuk talang bak seperti pada gambar kerja.
9. Dan dibuat lubang berbentuk persegi dengan ukuran sesuaika dengan
ukuran bak pegendap..

24
10. Setelah selesai pembuatan talang bak,sekarang membuat bak pengendap.
11. Gunting sesuai dengan garis lukis.
12. Perhatikan garis lipatan atau lidah jagan sampai terpotong.
13. Bentuk satu buah lingkaran ditegah-tegah bak pengendap,sesuaikan
dengan diameter corong pembuang,
14. Dan lubagi dengan mengunakan pahat besi.
15. Bentuk/tekukan sesuai dengan garis lukis sehingga membentuk bak
pegendap.
16. Perkuat sambungan plat bak pegendap dengan mengunakan patri.
17. Dan selanjutnya pembuatan corong/pipa pembuang.
18. Gunting ukuran sesuai hasil garis.
19. Bentukan corong atu lingkaran sesuai diameter yang ada dijob seet,dan
samakan dengan diameter lingkaran yang ada pada bak
pengendap,megukur diameter mengunakan jangka tusuk.
20. Gunting bagian atas/lidah dan rengagkan dengan palu besi atau tang
kombinasi.
21. Sambungkan corong dengan bak pengendap,perkuat sambungan dengan
cra menyam bung patri/soder.
22. Letakan bak pengendap pada talang bak ,dan tandai tempat-tempat untuk
pegeligan.
23. Mulai melakukan pengeboran talang bak dan bak pengendam sesuai
dengan tanda yang udah di berikan.
24. Mulai proses pengeligan dengan paku keeling atau paku tekan dan disaat
pengeligan tolong diperhatikan sambungan dan lidah sambungan.
25. Sebelum diperiksakan oleh instruktur,bersihkan sisa bekas
pematerian(pasta patri) pada benda kerja dengan kain lam basah.
26. Bersihkan tempat kerja,alat bangku atau meja kerja dari plat seng yg
runcing.

LAMPIRAN FOTO ALAT MEMBUAT TALANG BAK DALAM

25
Pahat Baja

Busur Drajat Besi

Gunting Plat

Palu besi

26
Mesin pemotong

Alat Solder

BAB VII
MEMBUAT TALANG LUAR BULAT (SETENGAH LINGKARAN)

27
7.1 Tujuan
Setelah melakukan praktek ini, Mahasiswa mampu:
Melukis lembaran plat seng dengan peukur dan pemberi tanda sesuai ukuran
gambar kerja dengan benar;
Memotong lembaran plat seng dengan menggunakan gunting plat sesuai
dengan lukisan/gambar.
Menjelaskan cara mengatasi kesulitan yang timbul dalam pekerjaan ini dengan
tepat

7.2 Dasar teori


Dalam kerja plat, pekerjaan melukis dan memotong plat adalah pekerjaan
yang sering dijumpai disamping pekerjaan membentuk dan menyambung. Hal
tersebut dapat juga dikatakan sebagai keterampilan dasar dalam pekerjaan plat
secara keseluruhan. Oleh karena itu, seorang pekerja plat harus menguasai
pekerjaan-pekerjaan tersebut dengan benar.

7.3 Peralatan dan bahan


Peralatan:
1. Penitik/ Penggores
2. Rol baja
3. Gunting plat
4. Jangka tusuk
5. Palu besi
6. Palu Karet
7. Kikir halus

Bahan kerja
Plat seng

28
7.4 Keselamatan kerja
1. Pakailah selalu pakaian kerja selama bekerja.
2. Agar tidak melukai tangan saat bekerja, bekas potongan harus selalu
dihaluskan.
3. pusatkan pikiran dan perhatian pada pekerjaan dan ikuti petunjuk
dari instruktur.
4. Sebelum bekerja, periksa semua peralatan dan bahan yang akan
digunakan dalam keadaan baik dan aman.

7.5 Langkah kerja


1. Siapkan semua peralatan yang akan digunakan dalam pekerjaan ini.
2. Pelajari gambar kerja
3. Potong plat dengan ukuran 310 mm x 300 mm dengan menggunakan
mesin pemotong plat untuk latihan menggunting kombinasi.
4. Ratakan plat seng dan ketok dengan menggunakan palu karet, luruskan
dan kontrol ukurannya.
5. Tandai dan lukis plat seng dengan penggores/ penitik sesuai dengan
gambar kerja.
6. Potong plat seng tersebut dengan menggunakan gunting plat sesuai garis
yang telah dilukis.
7. Haluskan sisi- sisi yang telah dipotong yang masih tajam dengan kikir
halus dan ratakan dengan palu karet.
8. Buatlah benda uji menjadi setengah liingkaran sesuai dengan gambar.
9. Serahkan pada instruktur bila pekerjaan telah selesai
10. Bersihkan alat kerja dan meja kerja dari servihan plat

LAMPIRAN FOTO ALAT KERJA TALANG


LUAR LINGKARAN

29
Palu Karet

Penggris Plat

Mistar

30
Mesin Penjepit

Kikir

Tang Penjepit

31
BAB VIII
LAMPIRAN FOTO MESIN ALAT KERJA

8.1 Gambar Mesin Kerja

Mesin pemotong plat dan

Mesin Pelipat Plat

32
Sedang Melipat Plat

BAB IX
PENUTUP
9.1 Kesimpulan
Dari hasil praktek kerja talang atap ini kami dapat simpulkan :
1. Praktek kerja ini juga penting dalam konstruksi.
2. Mengerti dan membuat bentuk-bentuk sambungan dan suatu benda
kerja yang dipakai di talang atap.
3. Dapat menggunakan alat dan bahan sesuai dengan kegunaannya.

9.2 Saran
1. Untuk Mahasiswa senantiasa harus mempergunakan waktu yang
diberikan untuk melakukan job yang diberikan, tanpa mencuri waktu
untuk membuat / melakukan job yang tidak dianjurkan, seperti
membuat suatu benda, hal ini dapat merugikan pihak sekolah dan
teman-teman yang sedang mengikuti praktek juga.
2. Kepada Instruktur, agar selalu mengawasi Mahasiswa/i dalam
mengikuti praktek mengingat banyak hal yang masih belum dimengerti
oleh Mahasiswa/i.
3. Alat dan bahan harap segera dilengkapi, karena banyak alat yang tidak
bisa di pakai lagi.
4. Kepada kepala bengkel agar senantiasa memeriksa peralatan d bengkel
karna banyak yang sudah tidak layak pakai lagi.

33
DAFTAR PUSTAKA

- Murtiyono, Petunjuk Kerja Pelat, Depdikbud, Bandung, 1996.


- Khamistan,ST,Job seet kerja talang atap,Politehknik negeri lhok seumawe
- Subarkah, Iman. 1980. Kontruksi Bangunan Gedung, Idea Dharma, Bandung
- Amalia. 2009. Laporan Kerja Talang Atap. Politeknik Negeri Lhokseumawe.
- Roof, Plambing. 1981. Sponting dan Guttering, Australia Government Pulishing
Service, Canberra.

34
35
PRAKTEK TALANG ATAP
POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
Jl. Banda Aceh - Medan Km. 280 Buketrata - Lhokseumawe, 24301 P.O.Box 90 Telp.42670. Fax. 42785

LEMBARAN ASISTENSI

Judul Laporan : Praktek Talang Atap


Nama : Surya Putra
Nim : 090 301 049
Kelas : B2
Jurusan : Teknik Sipil
Pembimbing : MISWAR,ST.MT
Nip : 196503121990031004

N Tanggal Uraian Paraf


o

36