Anda di halaman 1dari 3

KODE ETIK ASISTEN APOTEKER

Ditulis pada Mei 4, 2016


Pengertian Standar Profesi Asisten Apoteker, Asisten Apoteker dan Standar Kompetensi
Standar Profesi Asisten Apoteker adalah standar minimal bagi Asisten Apoteker di Indonesia
dalam menjalankan tugas profesinya sebagai tenaga Kesehatan di bidang kefarmasian. Asisten
Apoteker adalah tenaga kesehatan yang berijazah Sekolah Asisten Apoteker / Sekolah Menengah
Farmasi, Politeknik Kesehatan Jurusan Farmasi, Akademi Farmasi, Politeknik Kesehatan Jurusan
Analisa Farmasi dan Makanan, Akademi Analisa Farmasi dan Makanan yang telah melakukan
sumpah sebagai Asisten Apoteker dan mendapat surat ijin sebagai tenaga kesehatan / legislasi
sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Asisten Apoteker juga sebagai salah satu tenaga
kefarmasian yang selalu bekerja di bawah pengawasan seorang Apoteker yang memiliki SIA (Surat
Izin Apotek).Standar Kompetensi adalah bagian dari standar Profesi Asisten Apoteker berdasarkan
unit kompetensi bagi lulusan Sekolah Menengah Farmasi, DIII-Farmasi, DIII- Analisa Farmasi dan
Makanan.

Batasan Ruang Lingkup


Batasan ruang lingkup pekerjaan kefarmasian untuk Asisten Apoteker meliputi ruang lingkup
tanggung jawab dan hak sebagai Asisten Apoteker di Indonesia sesuai dengan kewenangan dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lingkup pekerjaan kefarmasian Asisten Apoteker sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No


679/MENKES/SK/V/2003 pada BAB III pasal 8 ayat 2 (dua) meliputi:

1. Melaksanakan pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan


keadaan, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obatdan obat
tradisional.
2. Pekerjaan kefarmasian yang dilakukan oleh Asisten Apoteker dilakukan dibawah
pengawasan Apoteker / pimpinan Unit atau dilakukan secara mandiri sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Lingkup Hak dari pekerjaan kefarmasian meliputi :

1. Hak untuk mendapatkan posisi kemitraan dengan profesi tenaga kesehatan lain.
2. Hak untuk mendapat perlindungan hukum pada saat melaksanakan praktek sesuai dengan
standar yang digunakan.
3. Hak untuk mendapatkan jasaprofesi sesuai dengan kewajiban jasa professional kesehatan.
4. Hak bicara dalam rangka peningkatan mutu pelayanankesehatan untuk memberikan
keamanan masyarakatdalam aspek sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya.
5. Hak untuk mendapatkan kesempatsn menambah / meningkatkan ilmu pengetahuan baik
melalui pendidikan lanjut (S1), pelatihan maupun seminar.
6. Hak untuk memperoleh pengurangan beban studi bagi yang melanjutkan pendidikan ke
jenjang S1 Farmasi.
1. Kualifikasi Pendidikan
Kualifikasi pendidikan Asisten Apoteker berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 679
/Menkes/SK/V/2003, dikelompokkan sebagai berikut :

1. Jenjang pendidikan menengah :


2. Lulusan Sekolah Asisten Apoteker
3. Lulusan Sekolah Menengah Farmasi
4. Jenjang pendidikan Tinggi
5. Diploma III Farmasi
6. Lulusan Akademi Farmasi
7. Lulusan Politeknik Kesehatan Jurusan Farmasi
8. Diploma III Analisa Farmasi dan Makanan
9. Lulusan Akademi Analisa Farmasi dan Makanan
10. Lulusan Politeknik Kesehatan Jurusan Analisa Farmasi dan MakanAN
1. Standar Kompetensi
Standar kompetensi Asisten Apoteker disusun mengacu pada naskah Standar Kompetensi nasional
Bidang Farmasi yang melalui forum consensus disetujui dan disahkan oleh para profesional baik
dari organisasi profesi, pengguna jasa (apotek, rumah sakit, industri & GP Farmasi) maupun
daripendidikan dalam WorkshopNasional di Wisma Makara UI-Depok pada bulan Desember 2004.

Standar kompetensi yang ditulis dalam standar profesi ini meliputi unit dan elemen kompetensi
Asisten Apoteker dalam bidang Farmasi Komunitas, Farmasi Rumah Sakit,Farmasi Industri dan
bidang Pengawasan serta bidang penelitian.

Bidang Farmasi Komunitas meliputi pelayanan kefarmasian di Toko Obat, Apotik, Puskesmas,
Pedagang Besar Farmasi, serta Instalasi Farmasi Dinas Profinsi / Kabupaten / Kota. Bidang Farmasi
Rumah Sakit meliputi kefarmasian di Rumah Sakit. Bidang Farmasi Industri meliputi teknik
kefarmasian yang diterapkan antaralain dalam industry yaitu di unit produksi, unit pengawasan /
penjaminan mutu serta unit penelitian dan pengambangan.Bidang Pengawasan meliputi
pemeriksaan atau pengujian yang dilakukan di instansi-instansi yang berwenang antara lain Pusat
apengujian Obat & Makannan Nasional. Balai/Balai Besar Pengawas Obat & Makanan,
LaboratoriumKesehatan Daerah Lembaga Sertifikasi Halal Depag, Sucofindo dan instansi lainnya.
Bidang Penelitian merupakan penerapan teknik kefarmasian untuk kajian ilmiah.

Unit serta elemen kompetensi Asisten Apoteker yang diuraikan dibawah ini, dibatasi oleh peraturan
yang berlaku bahwa Asisten Apoteker mempunyai kewenangan penuh pada pengelolaan obat bebas
serta obat bebas terbatas sedangkan untuk pengelolaan obat keras, psikotropika narkotikaharus
dibawah supervise /pengawasan Apoteker atau pimpinan unit yang kompeten.

1. Kode Etik
Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam
pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan
etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma,
nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, Etika berasal
dari kata Yunani: Ethos, jamaknya ta etha, yang berarti ADAT ISTIADAT atau Kebiasaan dapat
diartikan sebagai suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh
yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

Beberapa ahli merumuskan pengertian etika sebagai berikut :

1. Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku
menurut ukuran dan nilai yang baik.
2. Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku
perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh
akal.
3. Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai
dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Bahwasanya Sumpah Asisten Apoteker Menjadi pegangan hidup dalam menjalankan tugas
pengabdian kepada nusa dan bangsa Oleh karena itu seorang ahli farmasi Indonesia dalam
pengabdianya profesinya mempunyai ikatan moral yang tertuang dalam Kode etik ahli Farmasi
Indonesia :

1. a) Kewajiban terhadap Profesi


2. Seorang Asisten Apoteker harus menjunjung tinggi serta memelihara martabat, kehormatan
profesi, menjaga integritas dan kejujuran serta dapat dipercaya.
3. Seorang Asisten Apoteker berkewajiban untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuan
sesuai dengan perkembangan teknologi.
4. Serorang Asisten Apoteker senantiasa harus melakukan pekerjaan profesinya sesuai dengan
standar operasional prosedur, standar profesi yang berlaku dank ode etik profesi.
5. Serorang Asisten Apoteker senantiasa harus menjaga profesionalisme dalam memenuhi
panggilan tugas dan kewajiban profesi.
6. b) Kewajiban Ahli Farmasi terhadap teman sejawat
7. Seorang Ahli Farmasi Indonesia memandang teman sejawat sebagaimana dirinya dalam
memberikan penghargaan
8. Seorang Ahli Farmasi Indonesia senantiasa menghindari perbuatan yang merugikan teman
sejawat secara material maupun moral
9. Seorang Ahli Farmasi Indonesia senantiasa meningkatkan kerjasama dan memupuk
keutuhan martabat jabatan kefarmasiaqn,mempertebal rasa saling percaya didalam
menunaikan tugas
10. c) Kewajiban terhadap Pasien/pemakai Jasa
11. Seorang Asisten Apoteker harus bertanggung jawab dan menjaga kemampuannya dalam
memberikan pelayanan kepada pasien/pemakai jasa secara professional
12. Seorang Asisten Apoteker harus menjaga rahasia kedokteran dan rahasia kefarmasian, serta
hanya memberikan kepada pihak yang berhak
13. Seorang Asisten Apoteker harus berkonsultasi/merujuk kepada teman sejawat atau teman
sejawat profesi lain untuk mendapatkan hasil yang akurat atau baik.
14. d) Kewajiban Terhadap Masyarakat
15. Seorang ahli Farmasi harus mampu sebagi suri teladan ditengah-tengah masyarakat
16. Seorang ahli Farmasi Indonesia dalam pengabdian profesinya memberikan semaksimal
mungkin pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki
17. Seorang ahli Farmasi Indonesia harus selalu aktif mengikuti perkembangan peraturan
perundang-undangan dibidang kesehatan khususnya dibidang kesehatan khususnya dibidang
Farmasi
18. Seorang ahli Farmasi Indonesia harus selalu melibatkan diri dalam usaha
usaha pembangunan nasional khususnya dibidang kesehatan
19. Seorang ahli Farmasi harus mampu sebagai pusat informasi sesuai bidang profesinya kepada
masyarakat dalam pelayanan kesehatan
20. Seorang ahli Farmasi Indonesia harus menghindarkan diri dari usaha- usaha yang
mementingkan diri sendiri serta bertentangan dengan jabatan Farmasian.
21. e) Kewajiban Ahli Farmasi Indonesia terhadap Profesi Kesehatan Lainnya
22. Seorang Ahli Farmasi Indonesia senantiasa harus menjalin kerjasama yang baik, saling
percaya, menghargai dan menghormati terhadap profesi kesehatan lainnya.
23. Seorang Ahli Farmasi Indonesia harus mampu menghindarkan diri terhadap perbuatan
perbuatan yang dapat merugikan,menghilangkan kepercayaan,penghargaan masyarakat
terhadap profesi kesehatan lainnya.