Anda di halaman 1dari 8

LATIHAN SOAL UAS PROSTODONSIA 1

(UAS 2004)

1. Hal di bawah ini termasuk anamnesis


1. keinginan dan keluhan penderita
2. pengalaman dengan GT
3. sebab kehilanga gigi
4. ada tidaknya karies

2. Perlunya diketahui pekerjaan penderita, antara lain untuk:


1. memperkirakan penghasilan penderita
2. menentukan desain GT
3. memperkirakan rencana terapi yang digunakan
4. menentukan lama pembuatan GT

3. Hal-hal di bawah ini dapat digunakan untuk memperkirakan retensi GT:


1. perlekatan frenulum
2. bentuk ridge
3. vestibulum
4. bentuk dalam palatum

4. GTT atau GTJ yang telah disemen tetap, perlu dilakukan pemantauan ulang pada penderita
7-10 hari dengan tujuan untuk mengetahui
1. fungsi pengunyahan
2. kesehatan sulkus gingiva
3. kenyamanan pemakaian GTT
4. adanya plak pada GTT

5. Pada waktu pemeriksaan/evaluasi biologik GTT yang perlu diperhatikan adalah sebagai
berikut
1. adaptasi jaringan lunak dan pontik
2. hubungan oklusal pada GTT
3. estetik
4. bidang kontak dengan gigi sebelahnya

6. Adanya sekunder karies pada daerah GTT disebabkan oleh karena


1. marginal __ yang kurang
2. plak kontrol yang tidak baik
3. restorasi yang berlebihan (over hanging)
4. diet makanan penderita

7. Tindakan pencegahan pada ___ GTT adalah


1. kebersihan mulut
2. _____
3. faktor antibakteri dan anti___
4. evaluasi biologik sebelum penyemenan akhir

1
8. Penyebab GTT harus dibongkar adalah
1. karies di sekeliling servikal gigi penyangga
2. kerusakan pelapis muka
3. kegoyangan gigi
4. karies GTT harus dibongkar

9. Yang perlu diketahui tentang exostosis adalah:


1. tidak semua exostosis perlu dialveolektomi
2. exostosis dapat diatasi hanya dengan merelief basis GT-nya
3. yang perlu dicatat hanya pada regio yang tidak bergigi
4. hanya diperhatikan bila untuk GTL saja

10. Untuk membuat akhiran preparasi bagian servikal, gigi penyangga yang GTT nya terbuat
dari logam, bentuk/jenis bur yang digunakan adalah:
1. bur kerucut berujung bulat
2. bur kerucut berujung papak
3. chamfer bur
4. semua jenis bur diatas logam

11. Untuk keawetan bahan restorasi dari, maka pada waktu preparasi gigi penyangga RB
posterior diperhatikan
1. preparasi tonjol fungsional bentuk bevel di bagian bawah
2. preparasi tonjol fungsional bentuk bevel di bagian palatal
3. preparasi bagian oklusal mempunyai ketebalan 1 mm
4. preparasi bagian oklusal mempunyai ketebalan 1,5 mm

12. Faktor-faktor berikut di bawah ini tidak berpengaruh terhadap retensi GTT, yaitu:
1. Bentuk akhiran preparasi chamfer
2. Luas permukaan bidang aksial gigi penyangga
3. Bentuk akhiran preparasi shoulder
4. Derajat kecondongan preparasi gigi bidang aksial

13. Faktor di bawah ini bukan merupakan azas preparasi gigi penyangga untuk GTT:
1. retensi dan resistensi
2. pengamanan jaringan periodonsium
3. keawetan bahan GTT
4. operatoryang terampil

14. Bentuk mata bur di bawah ini untuk membuat chamfer pd akhiran preparasi gigi
penyangga :
1. roda (wheel)
2. flat end (ujung papak)
3. flame

2
4. ujung bulat (round end)

15. Komponen suatu GTT adalah:


1. retainer
2. pontik
3. konektor
4. abutment

16. Pemakaian bahan cetak irreversible hydrocolloid, W/P ratio yang digunakan
seyogyanya:
1. satu takaran powder berbanding satu takaran air
2. dua takaran powder berbanding satu takaran air
3. perbandingan disesuaikan dengan besar kecilnya rahang
4. menurut instruksi dari pabrik

17. Yang dimaksud dengan sendok cetak perorangan adalah:


1. dibuat sendiri oleh operator
2. bersifat disposable
3. dipergunakan secara individual
4. bisa dibuat dari bahan self cured acrylic

18. GTT jenis fixed-fixed bridge adalah GTT yang:


1. kedua pemautnya disemen pada gigi penyangga
2. mempunyai dua pemaut pada kedua sisi pontiknya
3. mempunyai konektor yang dibuat menjadi satu dengan pontik dan pemaut
4. selalu terdiri dari tiga unit

19. Pemaut GTT secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan yaitu:
1. mahkota sebagian, mahkota , dan mahkota 4/5
2. pemaut intrakoronal, ektrakoronal, dan pemaut intraradikular (intraradiks)
3. mahkota jaket, mahkota pigura, dan mahkota tuang penuh
4. jenis inlay, mahkota pasak, dan mahkota selubung

20. Macam-macam oklusi yang perlu diketahui dalam pembuatan GTT adalah:
1. oklusi statik
2. oklusi disfungsional
3. oklusi fungsional
4. artikulasi

21. Disharmoni oklusi dapat menimbulkan kelainan atau gejala-gejala antara lain:
1. jaringan periodontal
2. otot-otot pengunyahan
3. sendi temporomandibular
4. myofacial pain disfunction

3
22. Penyesuaian oklusi perlu dilakukan bila menunjukkan indikasi sebagai berikut:
1. gigi hilang
2. traumatik oklusi
3. dalam perwatan ortodontik
4. kelainan periodontal

23. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk memperoleh estetik yang baik pada
pembuatan GTT adalah:
1. translucency
2. hubungan dengan jaringan lunak
3. ketiadaan monoton warna
4. warna glap pada embrassure

24. Indikasi rancangan GTT sehubungan dengan keadaan yang mendukung adalah:
1. oklusi, daya kunyah tersebar merata
2. bentu lingir rongak (ridge) tipis tanpa defek jaringan lunak
3. periodonsium, meliputi seluruh akar gigi penyangga dan utuh
4. letak geligi penyangga, sumbu giginya berlawanan arah

25. Kontra indikasi langsung perawatan GTT adalah karena ada faktor-faktor:
1. kesulitan pembersihan rongga mulut oleh penderita
2. proses karies masih ada
3. kebiasaan buruk yang memicu terjadinya defect atau cacat gigi
4. resorbsi tulang alveoli vertikal masih ada

26. Hal-hal yang turut menentukan desain suatu GTT antara lain adalah
1. panjang daerah tak bergigi
2. letak karies
3. bentuk gigi
4. oklusi penderita

27. GTT sementara dibuat dengan tujuan


1. supaya GTT dapat dikerjakan tanpa tergesa-gesa
2. melindungi gigi penyangga yang telah diasah terhadap rangsang termis, fisis, dan
kimia
3. mengetahui reaksi gingiva tethadap pelaksanaan pengasahan gigi tetangga
4. mempertahankan relasi gigi

28. Syarat yang harus dipenuhi oleh suatu GTT sementara antara lain
1. dapat dilepas dan dipasang kembali oleh dokter giginya
2. tidak mengiritasi gingiva
3. estetis dapat diterima penderita
4. tidak boleh kontak dengan gigi-gigi antagonis

4
29. Pemantauan jaringan gingiva dalam rangka pembuatan GTT sementara harus
memperhatikan
1. estetika
2. fungsi pengunyahan
3. jaringan periodonsium
4. kecembungan GTT sementara/ mahkota GT sementara di daerah bukal / lingual

30. Bentukan-bentukan di bawah ini untuk menambah retensi GTT pada tahap pengasahan
gigi penyangga :
1. box
2. pin hole
3. alur
4. shoulder

31. Perlunya mengenal manusia karena manusia terdiri dari unit dan unsur:
1. anatomi
2. intelektual
3. fisiologi
4. emosional

32. Dilaksanakan wawancara/interview pada penderita dalam perawatan untuk mengetahui:


1. keinginan dan kebutuhan
2. sifat/karakter
3. data demografi
4. status ekonomi

33. Keberhasilan komunikasi dengan penderita tergantung pada:


1. daya tarik pesan
2. sesuai kebutuhan
3. pesan termasuk lingkup perhatian
4. memenuhi kebutuhan

34. Sikap mental penderita Philosophical Mind


1. rasional
2. emosional
3. mental seimbang
4. sukar merasa puas

35. Penyakit infeksi yang mempunyai manifestasi di rongga mulut


1. hepatitis
2. sifilis
3. AIDS
4. diferi

5
36. Dalam pembongkaran GTT, setelah pembuatan alat pada pemaut tindakan selanjutnya
adalah
1. langsung melepas GTT dengan reverse
2. langsung melepas GTT dengan kawat yang diberi beban
3. langsung melepas GTT dengan tukul dan pahat
4. diungkit dengan alat tumpul kemudian dilepas dengan crown remover

37. Penderita wanita lebih kooperatif daripada penderita pria


SEBAB Dalam pembuatan GT penderita wanita lebih mementingkan segi estetik

38. Riwayat kehilangan gigi dapat digunakan sebagai acuan tentang macam GT yang akan
diterapkan
SEBAB Kehilangan gigi karena pencabutan tidak dibenarkan kalau dibuatkan GTT

39. Pembuatan GT yang dibiayai oleh orang lain dapat berdampak mempunyai prognosa
yang kurang baik
SEBAB Prognosa suatu perawatan tergantung pada besarnya biaya yang dikeluarkan

40. Pengasahan gigi penyangga GTT harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip yang
telah ditentukan
SEBAB Keberhasilan perawatan GTT ditentukan juga oleh hasil pengasahan gigi
penyangga

41. Pada tahap pengasahan gigi penyangga di bagian bidang proksimal harus menghilangkan
titik kontaknya dulu dengan gigi tetangganya
SEBAB Untuk menghilangkan titik kontak dengan gigi tetangga harus memakai mata
bur jenis kerucut yang gemuk (long thick tapered)

42. Untuk melakukan pengasahan gigi penyangga bagian lingual/palatinal gigi anterior
hanya memakai satu jenis mata bur saja
SEBAB Bagian lingual/palatinal gigi anterior mempunyai 2 permukaan bidang yaitu dari
singulum ke insisal dan dari singulum ke servikal

43. Sesuai dengan prinsip-prinsip pengasahan gigi penyangga untuk GTT, batas akhir
pengasahan dianjurkan ditempatkan di atas saku gusi kecuali apabila diperlukan estetik
SEBAB Letak batas akhir pengasahan gigi penyangga yang diletakkan di atas saku gusi
lebih aman terhadap kelainan periodontal

44. Untuk membentuk chamfer pada bagian batas akhir pengasahan gigi penyangga GTT
dipakai mata bur dengan ujung datar (flat end)
SEBAB Pemakaian bentuk ujung mata bur yang akan dipakai untuk mengasah gigi
penyangga GTT disesuaikan dengan bentuk akhiran pengasahan

6
45. Gigi yang telah menjalani perawatan saluran akar tidak dapat dijadikan gigi penyangga
(abutment)
SEBAB Gigi yang telah menjalani perawatan saluran akaradalah gigi non vital

46. Lengan yang terletak di daerah palatal yang terdapat pada Spring Bridge mengganggu
kenyamanan penderita
SEBAB Makanan yang tersangkut di bawah lengan palatal sukar dibersihkan oleh
penderita.

47. Pembuatan GTT sementara merupakan keharusan pada pembuatan Gigi Tiruan Tetap
SEBAB Gigi-gigi yang sudah diasah harus dilindungi dari rangsangan termis dan
kimiawi

48. Pembuatan GTT sementara secara langsung (direct) adalah GTT sementara yang
dipersiapkan segera setelah gigipenyangga dipreparasi
SEBAB GTT sementara harus segera dipasang setelah pengasahan gigi pada gigi
penyangga

49. GTT sementara untuk geligi poterior rahang atas tidak harus dipasang
SEBAB GTT sementara untuk gigi posterior RA kebutuhan estetika tidak begitu
diperlukan

50. Setelah pengasahan gigi penyangga, gigi penyangga harus dilindungi sampai GTT asli
jadi
SEBAB Untuk melindungi gigi penyangga kestabilan kedudukannya, fungsi
pengunyahan dan estetika serta untuk informasi diagnosa

51. Penderita yang pernah memakai GT akan mudah beradaptasi dengan GT yang baru
SEBAB GT yang baru lebih baik dan lebih enak dipakai

52. Pemakai GTT hatus membersihkan GTT-nya dengan benang pembersih saja
SEBAB Benang pembersih gigi dapat membersihkan sisa makanan di bawah pontik

53. GTT yang terlepas pelapis ukanya harus dibongkar


SEBAB Bagian pelapis muka yang rusak dapat melukai jaringan mukosa gigi

54. Pada waktu pembongkaran GTT harusmenggunakan obat anestesi lokal


SEBAB Obat anestesi lokal dapat menghilangkan rasa sakit yang ditimbulkan akibat
pembongkaan GTT

55. Gigi yang non vital tidak bisa dibuatkan GTT


SEBAB Gigi yang non vital harus dirawat endo

7
Salah satu tahap yang harus diperhatikan ddalam persiapan pembuatan GTT adalah tahap
pencocokan warna, matra warna yang justru bersifat achromatis disebut sebagai (56)..........

Dalam pelaksanaan pencocokan warna, operator hanya boleh memandang obyek selama
(57).........., hal ini akibat kejenuhan reseptor dalam mata kita. Untuk mengatasi hal tersebut
operator disarankan untuk mengalihkan pandangan ke komplemen dari warna gigi yaitu
warna (58)..........

Dalam pelaksanaan proses pembuatan gigi tiruan membutuhkan sebuah alat mekanis yang
disebut (59).........., dan alat yang dipakai dalam proses pendidikan anda sekarang adalah jenis
(60)..........