Anda di halaman 1dari 16

TUGAS

TEKNIK REAKSI HIDROKARBON

OLEH :
NAMA : ABDUL DAUD
NIM : 03012681419015
JURUSAN : BKU TEKNOLOGI PETROKIMIA

DOSEN : PROF. Dr.Ir.H.M. SAID, M.Sc

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN AJARAN 2014/2015

1
TUGAS BAB I

Problem :
1. Jelaskan asumsi yang digunakan dalam penurunan persamaan desain untuk
(a) Reaktor Batch
(b) CSTR
(c) Reaktor Plug Flow

2. Reaksi order satu A B berlangsung dalam reaktor CSTR dengan volumetric flow rate
konstan. Tentukan volume reaktor untuk mereduksi konsentrasi yang keluar 10 %
konsentrasi masuk. Volumetric flow rate = 10 dm3/min dan k = 0.23/menit.

3. Tulis Persamaan desain Reaktor Backmix tanpa pengadukan sempurna sehingga laju reaksi
bervariasi dalam volume reactor.

4. Jelaskan uraian proses pembuatan asam sulfat dan lengkapi dengan flow sheet. Jenis reaktor
(converter) apa yang digunakan dalam proses tersebut.

5. Berapa kondisi operasi (temperatur dan tekanan) dari catalytic cracking reactor yang
digunakan dalam pengilangan minyak bumi (petroleum refinery).

6. Jelaskan jenis reaktor yang digunakan untuk catalytic reforming hidrokarbon.

7. Jelaskan uraian proses pembuatan ammonia dan urea dengan flow sheet. Jenis reaktor
(converter) apa yang digunakan dalam proses tersebut

8. Sistem pembangkit kapasitas 1000 MW listerik menggunakan fluidized bed combustor.


Sistem ini diberikan umpan 240 ton batubara/jam (90 % C, 10 % H2). 50 % umpan dibakar
didalam suatu battery fluidized bed. Battery memiliki 10 fluidized bed combustor dengan
ukuran masing-masing combustor: panjang = 20 m dan lebar = 1 m. Tentukan laju reaksi
didalam bed berdasarkan oksigen yang digunakan.

Solution :
1. a. Asumsi yang digunakan pada persamaan desain untuk Reaktor Batch
Pada reaktor batch, semakin lama reaktan dalam reaktor, semakin banyak reaktan terkonversi
menjadi produk sampai keseimbangan terjadi atau reaktan habis. sehingga
Fj0 = Fj = 0.
mole A yang bereaksi
Mole A yang bereaksi = (mole A yang diumpankan).
mole A yang diumpankan
= N A .x
Mole A sisa pada waktu t adalah mol A yang diumpankan ke reaktor pada t = 0 dikurang
mol A yang bereaksi
N A N Ao N Ao x N Ao (1 x) (1)
Dimana:
NA = Jumlah mole A yang tertinggal dalam reaktor setelah waktu t
N A =Jumlah mole A mula-mula yang diumpan kedalam reaktor pada t = 0
N A x=Jumlah mole A yang terkonsumsi oleh reaksi kimia
Jika campuran reaksi tercampur sempurna oleh pengadukan didalam reaktor batch, laju
reaksi sama didalam volume reaktor:
dN A
rA V (2)
dt

2
Pers (1) dapat digunakan untuk volume reaktor konstan atau bervariasi. Dari Persamaa (2):
N A N A0 N A0 x
dN A dx dx
0 N Ao N AO (3)
dt dt dt

Substitusi Persamaan (3) ke Persamaan (2) diperoleh persamaan desain untuk sistem batch.
dx
N A0 rA V
dt
dx
N AO rA V
dt

Reaktor Batch Volume Konstan:


Pada volume konstan, V dapat dimasukkan dalam diferensial:
I dN A d (N A /V ) dC
A rA (4)
V dt dt dt
Jika volume reaktor bervariasi selama reaksi berlangsung didalam reaktor batch, volume
merupakan fungsi waktu atau konversi.
dx
N A0 rAV
dt
dx
V dt N A0
rA
(5)
dx
dt N A0
rAV
t xdx
dt N
o
A0
o r V
A
x ( t ) dx
t N A0 (6)
o rAV

b. Asumsi yang digunakan pada persamaan desain Reaktor Continous Stirred Tank
Reactor (CSTR)
Konsentrasi dan temperatur didalam reaktor sama dengan yang keluar dari reaktor.
Pada sistem aliran, konversi meningkat dengan kenaikan waktu tinggal reaktan dalam reaktor
karena semakin banyak reaktan menjadi produk. Waktu tinggal reaktan meningkat jika
volume reaktor meningkat. Dengan demikian konversi merupakan fungsi volume reaktor.
FA FA0 FA0 x (7)
Dimana :
FA = molar flowrate A meninggalkan sistem
FAO = molar flowrate A diumpankan sistem
FAO .x = molar flowrate A dikonsumsi sistem
FA FA0 (1 x) (8)
CSTR atau Backmix Reactor
Reaksi 1 mole A:
b c d
A B C D
a a a
Neraca mol untuk CSTR:
FA0 FA rAV (9)
Dengan menggabung Persamaan (7) dan (9) dihasilkan:
FA0 x
V
rA exit (10)

Pada reaktor, CSTR konversi dan laju reaksi didalam reaktor sama dengan konversi dan laju
reaksi yang keluar reaktor.

3
c. Asumsi yang digunakan pada persamaan desain Plug Flow Reactor (PFR)
Reaktan berkurang sepanjang tubular reactor sehingga konsentrasi bervariasi secara
kontinyu dalam arah axial, sehingga laju reaksi bervariasi pada arah axial kecuali untuk
reaksi order nol.
Neraca mol sistem secara keseluruhan dinyatakan dengan:
Neraca mol:
dF
A rA (11)
dV
FA FA0 FA0 x
(12)

Diferensiasi persamaan (11) menghasilkan:


dF dx
A FA0 (13)
dV dV
Dengan menggabung persamaan (12) dan (13) didapat:
dx
FAO rA (14)
dV
x dx V
FA0 dV
o r o
A

x dx
V FA0 (15)
o rA

Laju reaksi merupakan fungsi konsentrasi dan konsentrasi merupakan fungsi konversi sehingga
laju reaksi merupakan fungsi konversi

2. Diketahui : Reaksi Orde satu A B berlangsung dalam Reaktor CSTR dengan volumetric
flow rate konstan.
Konsentrasi masuk : 10 %
Volumetric Flow Rate : 10 dm3/min
k : 0,23/min

Penyelesaian :
dFA
rA (a)
dV
rA kCA (b)
dFA d (C A vo ) dC A
vo rA (c)
dV dV dV
Dengan mensubstitusi Persamaan (b) kedalam persamaan (c):
CA v
vo dC A
k CA0 C A 0
dV (d)

v C
V o ln A0 (e)
k CA
Basis Konsentrasi masuk (CAO: 1 mol/liter)
10 dm 3 / min C A0 10 dm 3
V ln ln 10 100 dm 3
0,23 / min 0,1 C A0 0,23
V (43,478)(2,3026) 100,112 dm3

3. Persamaan desain Reaktor Backmix tanpa pengadukan sempurna sehingga laju reaksi
bervariasi dalam volume reactor
N A N Ao N Ao x N Ao (1 x) (1)

4
Dimana:
NA = Jumlah mole A yang tertinggal dalam reaktor setelah waktu t
N A = Jumlah mole A mula-mula yang diumpan kedalam reaktor pada t = 0
N A x= Jumlah mole A yang terkonsumsi oleh reaksi kimia
Jika campuran reaksi tercampur tidak sempurna tanpa pengadukan didalam reaktor Backmix,
laju reaksi bervariasi didalam volume reaktor:
dFA
rA V (2)
dt
Pers (2) dapat digunakan untuk volume reaktor konstan atau bervariasi. Dari Persamaan (1):
FA FA0 FA0 x
dFA dx dx
0 FAo FAO (3)
dt dt dt

Substitusi Persamaan (3) ke Persamaan (2) diperoleh persamaan desain untuk sistem
Backmix.
dx
FA0 rA V
dt
dx
FAO rA V
dt

4. Uraian proses pembuatan asam sulfat dan lengkapi dengan flow sheet.

Proses pembuatan Asam Sulfat (H2SO4)


Bahan baku dalam produksi ini adalah Belerang Padat (kadar Sulfur 98,11%; kadar H2O
2,6%; Kadar Ash 0,9%; Acidity 0,52% berat, impurities (HC, NaCl, Fe, K, Na).
Tahapan Proses Asam Sulfat adalah sebagai berikut :
- Sulfur Handling
Alat utamanya adalah Melter (Melting Box) yang berfungsi untuk melebur belerang
dengan pemanas Steam tekanan 7 kgf / cm2 dan temperatur 170 oC melalui Coil. Untuk
meratakan panas & mengurangi kotoran maka pada dasar Melter dilengkapi pengaduk
sedangkan untuk mengatasi terjadinya asam bebas ditambahkan serbuk kapur. Sulfur cair
yang terbentuk selanjutnya di alirkan ke Filter untuk disaring kotorannya dan
ditambahkan diatomeceous (bahan precoating) supaya penyaringan dapat baik dan

5
mengcoating dari Filter. Sulfur cair dari Filter di tampung dalam Storage Tank yang
dilengkapi dengan Steam Coil (4 kgf / cm2) untuk mempertahankan suhu 130-140oC.

- Pembuatan Gas SO2


Peralatan utamanya adalah Furnace yang fungsinya membakar sulfur cair dengan udara
kering sehingga akan terbentuk SO2 gas. Sulfur cair dari Storage Tank dialirkan secara
Spray ke dalam Sulfur Furnace dengan ditambahkan udara kering dari Drying Tower,
dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
S + O2 SO2 + Energi

Gas panas yang dihasilkan 10,5 % volume SO2 temperatur 1042oC dan dimanfaatkan
untuk Steam Superheater. Gas keluar dari Steam Superheater temperatur menjadi 430oC.

- Pengubah SO2
Peralatan utamanya Converter yang terdiri dari 4 Bed dengan fungsi mengkonversi SO 2
menjadi SO3 dengan bantuan katalis Vanadium Pentaoksida dengan reaksi sebagai
berikut :
SO2 +1/2O2 SO3 + Energi

Konversi yang terjadi pada bed 1 s/d 3 adalah 94% dengan temperatur 450 oC dan
didinginkan pada Economizer sampai 220 oC yang selanjutnya dimasukkan kedalam
menara Absorber. Sisa-sisa gas gabungan dari Heat Exchanger masuk bed 4 dengan
temperatur 420 oC dan terjadi konversi sekitar 99,73% dan keluar bed 4 masukke
Economizer untuk didinginkan sampai 190 oC kemudian masuk menara Absorber.

- Pengeringan Udara & Penyerapan SO3


Udara Atmosfer dihisap oleh Air Blower lewat Drying Tower dan air yang terkandung
diserap oleh H2SO4 98,5% dan udara kering yang dihasilkan dengan suhu 110 oC
digunakan sebagai udara pembakar pada Sulfur Furnace. Penyerapan Gas SO3 dari bed 3
dan 4 dilakukan di Absorber Tower dengan H2SO4 98,5% yang merupakan reaksi
eksothermis :
SO3 + H2O H2SO4 + Energi

Asam Sulfat dari Drying Tower dan Absorber Tower ditampung dalam Tanki
penampung, apabila konsentrasi Asam Sulfat masih terlalu tinggi maka ditambah air
sehingga diperoleh konsentrasi H2SO4 98,5%.

- Penyimpanan dan Loading


Produk H2SO4 yang dihasilkan disimpan dalam Acid Storage Tank dan selanjutnya akan
ditransfer ke unit-unit yang memerlukan serta sebagian lagi untuk produk loading.
Produk H2SO4 memiliki temperatur 45 oC, konsentrasi 98,5% berat(min.), kadar H2O
2,0% berat (max.), Fe 100 ppm dan SO2 450 ppm.

Jenis reaktor (converter) yang digunakan dalam proses tersebut yaitu Reaktor Fixed Bed
(Packed-Bed) Reactor.

5. Kondisi operasi (temperatur dan tekanan) dari catalytic cracking reactor yang digunakan
dalam pengilangan minyak bumi (petroleum refinery) yaitu temperatur 5000C ( 9300 F ) Dan
Tekanan 1 atm.
6. Jenis reaktor yang digunakan untuk catalytic reforming hidrokarbon yaitu Fluidized-Bed
Reactor.

7. Uraian proses pembuatan ammonia dan urea dengan flow sheet. Jenis reaktor (converter) apa
yang digunakan dalam proses tersebut.
PROSES PEMBUATAN UREA
Bahan baku : Gas CO2 dan Liquid NH3 yang di supply dari Pabrik Amoniak
Proses pembuatan Urea di bagi menjadi 6 Unit yaitu :

6
1. Sintesa Unit
2. Purifikasi Unit
3. Kristaliser Unit
4. Prilling Unit
5. Recovery Unit
6. Proses Kondensat Treatment Unit

Reaktor yang digunakan yaitu reaktor jenis Semi Batch :


TAHAPAN PROSES SINTESIS AMMONIA
secara garis proses sintesis ammonia dibagi menjadi 4 Unit dengan urutan sebagai berikut :
1. Feed Treating Unit
2. Reforming Unit
3. Purification & Methanasi
4. Synthesa loop dan Amonik Refrigerant

Blok Diagram Proses Pembuatan Amonia Secara Sederhana

Reaktor yang digunakan adalah Reaktor Jenis Plug Flow Reaktor/Tubular Reaktor.

7
8. Diket. : Kapasitas 1000 MW listerik menggunakan fluidized bed combustor.
Umpan 240 ton batubara/jam (90 % C, 10 % H2).
50 % umpan dibakar didalam suatu battery fluidized bed.
Battery memiliki 10 fluidized bed combustor: panjang=20 m dan lebar=1 m.
Ditanya : Tentukan laju reaksi didalam bed berdasarkan oksigen yang digunakan?

8
TUGAS BAB II

1. Reaksi dekomposisi gas Isotermal A 3B. Reaktor dioperasikan pada 300 0F (1490C),
dan tekanan 10 atau (1013 kPA). Umpan awal berupa ekimolar campuran A dan inert.
Jika konversi intermediate 30 % dan konversi overall 80 % dan laju alir molar 52
mol/menit, berapa volume total reaktor untuk konfigurasi berikut:
a. CSTR CSTR
b. PFR - PFR
c. PFR CSTR
d. CSTR PFR

2) Space time 5 jam dibutuhkan untuk mencapai 80 % dalam CSTR. Tentukan volume
reaktor untuk memproses 2 ft3/menit.
Berapa space velocity system.

3) Tunjukkan untuk CSTR yang disusun secara series, volume reaktor ke n :


x xn1
Vn FAO n
rA n
Xn-1 : konversi keluar reaktor n-1
Xn : konversi keluar reaktor n

Apa jenis reaktor apabila volume setiap reaktor manjadi, Vi , 0


dan jumlah CSTR menjadi besar, n
4) Turunkan persamaan :
x dx
W FAO
0 r
A

W berat katalis

5) Reaksi nonelementer fasa gas irreversible A + 2BC berlangsung secara isothemal


pada reaktor batch tekanan konstan. Komposisi umpan = 40 % A dan 60 % B.
temperature Reaktor 227 0C dan Tekanan 1013 kPa (10 atm). data laboratorium pada
kondisi ini :
-rA(mole/dm3.s)x108 0.010 0.005 0.002 0.001
X 0.10 0.2 0.4 0.6

(a) Tentukan volume Plug flow reactor yang dibutuhkan untuk mencapai konversi 60 %
dengan laju alir volumetric 2 m3/menit
(b) Tentukan volume reaktor CSTR untuk mencapai konversi 60 % dengan laju alir volumetric
2 m3/menit

Solution :
1. Diketahui : dekomposisi gas Isotermal A 3B.
Treaktor : 300 0F (1490C) = 422,2 OK
Preaktor : 10 atm atau (1013 kPA).
X1 : 30 %
X2 : 80 %
FAO : 52 mol/menit = 0,867 mol/detik
Ditanya : berapa volume total reaktor untuk konfigurasi berikut?
a. CSTR CSTR
b. PFR PFR
c. PFR CSTR
d. CSTR PFR

9
Data Laju Reaksi :
X 0.0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.85

-rA (mol/dm3.det) 0.0053 0.0052 0.0050 0.0045 0.0040 0.0033 0.0025 0.0018 0.00125 0.0010

Catatan : beberapa data untuk X menggunakan metode interpolasi.

Jawab :
a. CSTR-CSTR

FA0 x1
V1 (0.867)( 222,2)(0.3) 57.8 dm3
rA1
F (x x )
V2 A0 2 1 (0.867)(800)(0.8 0.3) 346.8 dm3
rA 2
V = V1 + V2 = 404,6 dm3 405 dm3.

Jika digunakan satu CSTR untuk memperoleh 80 % konversi:

FA0 x
V (0.867)(800)(0.8) 555 dm 3
rA

b. PFR PFR

Menggunakan Simpons 1/3 Rule:


x
f ( xo ) 4 f ( x1 ) f ( x2 )
x2
xO
f ( x)dx
3
0.3 x 1 1 1
V1 FAO FAO 4
0 3 rA( 0) rA( 0.15) rA( 0.3)
0.15
(0.867) 188,68 4(238) 222,2
3
59.1 dm3
x 1 1 1
V2 FAO 4
3 rA( 0.3) rA( 0.55) rA( 0.8)
0.25
(0.867) 222,2 4(344,83) 800
3
173,51 dm3

V V1 V2 232,61 dm3

c. PFR CSTR

Plug Flow :
dx
FAO rA
dV
0.3 dx x 1 4 1
V1 FAO FAO
0 rA 3 rA ( 0 ) rA ( 0.15) rA ( 0.3)
0.15
(0.867) 188,68 4(238,1) 222,2
3
59.1 dm 3

10
CSTR
F (x x )
V2 A0 2 1 (0.867)(800)(0.8 0.3) 346.8 dm3
rA 2

V V1 V2 59,1 346,8 405,9 dm3

d. CSTR PFR

CSTR :
x1
V1 FAO (0.867)(0.3)( 222,2) 57.8 dm 3
rA1
PFR :
x 1 1 1
V2 FAO 4
3 rA( 0.3) rA( 0.55) rA( 0.8)
0.25
(0.867) 222,2 4(344,83) 800
3
173,51 dm3

Vtotal V1 V2 231,31 dm3

2. Diketahui : (Space Time) : 5 jam = 300 menit


X (konversi) : 80 %
Vo (Laju Alir Volumetrik) : 2 ft3/menit
Ditanya : - Volume Reaktor (V)
- Space Velocity (SV)
Penyelesaian :
V
a.
vO
V
300menit
2 ft3 / menit
V 600 ft3
v 1
b. SV = 0
V
2 ft3 / min 1 1
SV = 0.0033 min atau 0.0033 min
600 ft3 300

3. Untuk CSTR yang disusun secara series, volume reaktor ke n, yaitu :

xn1
Vn1 FAO
rA n1

1 + 2 + +
= =

=1
1 2 1 3 2 1
= ( + + + + )
1 1 1
x xn1
Vn FAO n
rA n
Xn-1 : konversi keluar reaktor n-1
Xn : konversi keluar reaktor n
jenis reaktor apabila volume setiap reaktor manjadi, Vi 0 dan jumlah CSTR menjadi
besar, n
11
4. Turunan Persamaan :
x dx
W FAO
0 r
A

W berat katalis

Mole Balance : Laju Aliran A Kedalam sistem + Laju Pembentukan A oleh reaksi kimia di
dalam sistem Laju Aliran A keluar sistem = Laju Akumulasi A di dalam sistem.
1.
Mole Balance secara sitematis dinyatakan dengan persamaan ;

FAO + (-rA) FA =

0 + (-rA) 0 =

(-rA) = pers (1)

FA = FAO (1-XA)
dF dxA
A FA0 , subtitusi pers.(1)
dW dW
dxA
(-rA) = FA0
dW
rA dW FA0 dxA
dxA
dW FA0
rA
W x dx
o dW FA0 o rA
x dx
W FA0
o rA
5. Diketahui : A + 2BC
Komposisi umpan = 40 % A dan 60 % B
Treaktor : 227oC + 273,2 = 500,2 oK
Preaktor : 10 atm (1013 kPa)
R : 0,082 dm3 atm / moloK
Data Lab :
-rA(mole/dm3.s)x108 0.010 0.005 0.002 0.001
X 0.10 0.2 0.4 0.6
Catatan : beberapa data untuk X menggunakan metode interpolasi.

Ditanya : - Volume PFR yang dibutuhkan untuk mencapai X = 60% dengan laju alir Volumetrik
2 m3/min = 0.0333 m3/det.
- Volume CSTR yang dibutuhkan untuk mencapai X = 60% dengan laju alir
Volumetrik 2 m3/min = 0.0333 m3/det.
Penyelesaian :
PA0 y P
C A0 A0 0
RT0 RT0
(0.4)(10) atm
C A0 0.097 mol / dm 3 0.097 mol / liter
(0.082 dm .atm / mol.K )(500.2 K )
3

FA0 C A0 v0 (0.097 mol / dm 3 )(0.333 dm 3 / det) 0.0323 mol / det

12
a. PFR
dx x 1 4 1
V FAO
0.6
FAO
0 ,1 rA 3 rA ( 0.1) rA ( 0.35) rA ( 0.6 )
0.25
(0.0323) (100 1454,5 1000)
3
6,876 dm 3

b. CSTR
x1
V FAO (0.0323)(0.6)(1000) 19,38 dm 3
rA1

13
TUGAS BAB III
Soal
1) Tentukan energi aktivitas dan faktor frekuensi dari data berikut :
k(min-1) T(0C)
0,001 0,050
00,0 100,0

3
2) Reaksi Fasa gas homogen : CH 4 O2 HCOOH H 2 O
2

Tulis hubungan antara


rCH 4 dan rO ?
3) Reaksi Irreversible :
aA bB cC dD
Merupakan reaksi elementer :

r k C
a b
A A B C
Jika A sebagai basis :
b c d
A B C D
a a a
Apakah laju reaksi :
a
rA k C A CB b
?

4) Buatlah tabel stoikhiometri untuk menunjukkan konsentrasi masing-masing species sebagai


fungsi konversi.
a) Reaksi fasa liquid : H2SO4

+ H2O CH2 OH

CH2 CH2 OH
CH2
Konsentrasi awal ethyline oksida = 1 lb mol/ft3 dan air =3,47 mol/ftCH
3
2 OH
3
(62,41 lb/ft : 18)

b) Pirolisa fasa gas:


C2 H 6 C2 H 4 H 2
Etana masuk flow reaktor pada 6 atm dan 1100 K.

Solution :
1. Tentukan energi aktivitas dan faktor frekuensi dari data berikut :
k(min-1) T(0C) T(0K)
0,001 0,050 3,66
00,0 100,0 2,69
o
R = 8,314 J/mol K
Decade Method (2 point)
E 1
log k1 log A
2,3R T1
E 1
log k2 log A
2,3 T2
k2 E 1 1
log
k1 2,3R T2 T1

14

2,3R log k2
E k1
1 1

T2 T1

1 1
Pilih & sehingga k2 0.1k1
T1 T2
k
log 2 1
k1
1
k1 0.01 ; = 0,00366
1
k2 0.001 ; 0.00269
T2

E
2.3038.314 J / mol.K 19.147 20 kJ 4,78 kcal
0.00269 0.00366 / K 0.00097 mol mol

3
2. Reaksi Fasa gas homogen : CH 4 O2 HCOOH H 2 O
2

Hubungan antara rCH 4 dan rO , yaitu :


2CH 4 3O2 2HCOOH 2H 2O

aA + bB cC + dD

3
CH 4 O2 HCOOH H 2O
b
2
A + c + d
B C D
a a a

rA N AO X
N A N AO N AO X N AO 1 X

rB
b
rA , rA rB
a b

rC
c
rA , rA rC
a c

rD
d
rA , rA rD
a d

Hubungan laju reaksi dinyatakan dari stoikiometri reaksi :


rA r r r
rA B C D
a b c d

3. Reaksi Irreversible :
aA bB cC dD
Merupakan reaksi elementer :
rA k C A
a b
CB

15
Jika A sebagai basis :
b c d
A B C D
a a a
Laju reaksinya bukan:
a
rA k C A CB b
?
b
Tetapi : rA k C A atau rA k C A
a b
CB a CB

4. Tabel Stoikhiometri untuk menunjukkan konsentrasi masing-masing species sebagai fungsi


konversi.
a) Reaksi fasa liquid :
H2SO4
+ H2O
CH2 OH

CH2 CH2 CH2 OH

Konsentrasi awal ethyline oksida = 1 lb mol/ft3 dan air =3,47 mol/ft3 (62,41 lb/ft3 : 18)

Penyelesaian :
Tabel Stoikhiometri

Species Simbol Mol mula- Mol yang Mol sisa/Mol akhir Konsentrasi
mula bereaksi
C2 H 4 A NAO
- N AO X N A N AO N AO X C A C AO C AO X
= 1 lb mol/ft3 - 1 lb mol/ft3.X
CA =(1-X) lb mol/ft3
B NBO
H 2O

b
N AO X N B N BO b N AO X b
C B C BO C AO X
a a a
1
= (3,47 (1 lb mol/ft3.X)
1
CB =(3,47-X) lb mol/ft3

C NCO
C2 H 4 (OH ) 2 c
N AO X N C N CO
c
N AO X
c
CC CCO C AO X
a a a
1
= CCO + (1 lb mol/ft3.X)
1
CA =( CCO + X) lb mol/ft3
NTO
c b c b
N T N TO 1 N AO X C T C TO 1C AO X
a a
a a
= CTO + (11 - 11 -1)(1 lb mol/ft3.X)
1 1
= CTO + ( - -1)(1 lb mol/ft3.X)
1 1
= CTO + (-1)(1 lb mol/ft3.X)

= CTO -1 lb mol/ft3.X

b) Pirolisa fasa gas:


C2 H 6 C2 H 4 H 2
Etana masuk flow reaktor pada 6 atm dan 1100 K.
Penyelesaian :
P y P
C A0 A0 A0 0
RT0 RT0
(6) atm
C A0 0.0665 mol / dm 3 0.0665 mol / liter
(0.082 dm .atm / mol.K )(1100 K )
3

16