Anda di halaman 1dari 2

Phonons II.

Thermal Properties

Fonon II. Sifat termal

We discuss the heat capacity of a phonon gas and then the effects of anharmonic
lattice interactions on the phonons and on the crystal. Thermal properties of metals are treated
in Chapter 6, superconductors in Chapter 12, magnetic materials in Chapters 14 and 15, and
noncrystalline solids in Chapter 17.

Kami membahas kapasitas panas dari gas fonon dan kemudian efek dari
interaksi kisi tidak harmonik pada fonon dan pada kristal. Sifat termal logam
diperlakukan dalam Bab 6, superkonduktor dalam Bab 12, bahan magnetik dalam Bab
14 dan 15, dan padatan bentuk non-kristalin pada Bab 17.

PHONON HEAT CAPACITY

KAPASITAS PANAS FONON

By heat capacity we shall usually mean the heat capacity at constant volume, which is
more fundamental than the heat capacity at constant pressure, which is what the experiments
determine.1 The heat capacity at constant volume is defined as Cv (dU/dT)v where U is the
energy and T the temperature.

Dengan kapasitas panas kita biasanya berarti kapasitas panas pada volume
konstan, yang lebih mendasar dari kapasitas panas pada tekanan konstan, yang mana
percobaan menentukan. Kapasitas panas pada volume konstan didefinisikan sebagai Cv
(dU / dT)v di mana U adalah energi dan T suhu.

The contribution of the phonons to the heat capacity of a crystal is called the lattice
heat capacity and is denoted by Clat.

Kontribusi fonon untuk kapasitas panas dari kristal disebut kapasitas panas kisi
dan dilambangkan dengan Clat.

The total energy of the phonons at a temperature (kB) in a crystal may be written
as the sum of the energies over all phonon modes, here indexed by the wavevector K and
polarization index p:

Total energi dari fonon pada suhu (kB) dalam kristal dapat ditulis sebagai
jumlah dari energi atas semua mode fonon, di sini ditunjukkan oleh vektor gelombang
K dan indeks polarisasi p:

1
A thermodynamic relation gives Cp-Cv = 92BVT, where is the temperature coefficient of linear expansion,
V the volume, and the bulk modulus. The fractional difference between Cp and Cv is usually small and often
may be neglected. As T0 we see that CpCv, provided and are constant.
Suatu relasi termodinamika memberikan Cp-Cv = 92BVT, di mana adalah koefisien temperatur
ekspansi linear, V volume, dan modulus bulk. Perbedaan pecahan antara Cp dan Cv biasanya kecil
dan sering dapat diabaikan. Seperti T 0 kita melihat bahwa Cp Cv, yang disediakan dan
konstan.
= , = , , , ()

where nK,p is the thermal equilibrium occupancy of phonons of wavevector K and


polarization p. The form of nK,p is given by the Planck distribution function:

di mana nK,p adalah ditempati kesetimbangan termal dari fonon pada vektor gelombang K
dan polarisasi p. Bentuk nK,p diberikan oleh fungsi distribusi Planck: