Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Manusia berkomunikasi selama puluhan ribu tahun. Sebagian besar waktu


juga digunakan untuk berkomunikasi. Komunikasi adalah istilah yang begitu populer
dewasa ini. Media masa, buku, kelompok diskusi, pelatihan, lokakarya, seminar dan
sebagainya membahas komunikasi. Komunikasi sebenarnya bukan hanya ilmu
pengetahuan, tetapi juga seni bergaul. Agar dapat berkomunikasi efektif, dituntut
tidak hanya pemahaman proses komunikasi, juga penerapan pengetahuan tentang
komunikasi secara efektif.
Komunikasi mengacu pada pertukaran informasi dan berbagi penyiratan
makna di antara mereka yang berkomunikasi. Menurut pedoman manusia sehat
2010, komunikasi kesehatan meliputi studi dan penggunaan strategi komunikasi
untuk menginformasikan dan mempengaruhi keputusan individu dan masyarakat
dalam peningkatan kesehatan. Komunikasi kesehatan berkontribusi penuh untuk
pencegahan penyakit dan promosi kesehatan.
Strategi komunikasi yang efektif untuk pribadi atau antarpersonal dapat
dilakukan melalui tatap muka antara penyuluh dengan kelompok sasaran, yaitu
masyarakat. Dalam hal ini penyuluh dapat menyampaikan semua informasi,
menangkap permasalahan yang dialami masyarakat dalam mengadopsi ide baru dan
melihat situasi yang sebenarnya di lapangan. Penyuluhan sebagai suatu proses
pendidikan, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh proses belajar yang dilakukan
oleh penyuluh dan sasaran penyuluhannya yaitu masyarakat.
Dalam menjangkau seluruh masyarakat untuk melakukan tatap muka, banyak
hambatan yang dan kendala yang dihadapi oleh penyuluh. Lionberger dan Gwin
(1982) mengungkapkan bahwa sering terjadi masalah dalam komunikasi
interpersonal yaitu (1). Adanya perbedaan persepsi diantara pemberi dan penerima
pesan dari suatu objek atau peristiwa, (2). Penggunaan bahasa yang bersifat abstrak,
(3). Adanya penggunaan kata-kata atau bahasa yang bersifat abstrak, (4). Adanya
penggunaan kata-kata atau bahasa yang bersifat emosional, (5). Kurangnya
kredibilitas sumber, dan (6). Seringkali komunikator hanya menempatkan
kepentingannya sendiri.
Komunikasi kesehatan telah menjadi alat yang diterima untuk
mempromosikan kesehatan masyarakat dan lingkungan. Prinsip prinsip komunikasi
kesehatan ini sering digunakan untuk berbagai pencegahan dan pengendalian
penyakit, termasuk strategi advokasi untuk isu isu kesehatan, perencanaan dan
pemasaran produk kesehatan, mendidik pasien tentang perawatan atau pilihan
perawatan medis, dan mendidik konsumen mengenai masalah kualitas layanan
kesehatan.

1
Seperti yang diketahui, komunikasi memiliki manfaat dan peranan yang besar
dalam masyarakat. Komunikasi memelihara dan menggerakkan kehidupan.
Komunikasi juga sebagai penggerak dan alat untuk menggambarkan aktivitas
masyarakat dan peradaban, mengubah insting menjadi inspirasi melalui berbagai
proses dan sistem untuk bertanya, menciptakan suatu tempat menyimpan ide
bersama, memperkuat perasaan kebersamaan dengan tukar menukar berita dan
mengubah pemikiran menjadi tindakan. Komunikasi merupakan gabungan ilmu
pengetahuan, organisasi dan kekuasaan yang berupa benang bermula dari ingatan
manusia yang terawal sampai kepada aspirasi yang termulia dalam usaha yang terus
menerus menuju kehidupan yang lebih baik.

1.2. Rumusan Masalah


- Apa yang dimaksud dengan Penyuluhan kesehatan dalam kesehatan lingkungan?
- Apa faktor yang mempengaruhi penyuluhan kesehatan lingkungan?
- Apa tujuan penyuluhan kesehatan?
- Apa saja metode penyuluhan kesehatan lingkungan?
- Apa saja media penyuluhan kesehatan lingkungan?

1.3. Tujuan

Menjelaskan definisi mengenai penyuluhan kesehatan.

2
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Strategi Komunikasi Antarpersonal agar Efektif dalam


Komunikasi Kesehatan
Keberhasilan kegiatan komunikasi secara efektif banyak ditentukan
oleh penentuan strategi komunikasi. Di lain pihak jika tidak ada strategi
komunikasi yang baik, efek dari proses komunikasi tidak mungkin akan
menimbulkan pengaruh negatif. Sedangkan untuk menilai proses komunikasi
dapat ditelaah dengan menggunakan model model komunikasi. Dalam
proses kegiatan komunikasi yang sedang berlangsung atau sudah selesai
prosesnya maka untuk menilai keberhasilan proses komunikasi tersebut
terutama efeknya menggunakan telaah model komunikasi.
Dalam hal strategi dalam bidang apa pun tentu harus didukung dengan
teori. Begitu juga pada strategi komunikasi harus didukung dengan teori,
karena teori merupakan pengetahuan mendasar pengalaman yang sudah
diuji kebenarannya. Teori merupakan suatu pernyataan atau suatu konklusi
dari beberapa pernyataan yang menghubungkan suatu statement yang satu
dengan statement lainnya.
Strategi komunikasi antarpersonal yang efektif dapat dilakukan melalui
metode tatap muka antara komunikator dan komunikan. Dalam hal ini
komunikator dapat menyampaikan semua informasi, menangkap
permasalahan yang dialami komunikan dalam mengadopsi ide baru dan
melihat situasi yang sebenarnya di lapangan. Komunikator sebagai suatu
proses pendidikan, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh proses belajar
yang dilakukan oleh komunikator dan komunikan.
Dalam menjangkau seluruh komunikan untuk melakukan tatap muka,
banyak hambatan dan kendala yang dihadapi oleh penyuluh. Lionberger dan
Gwin (1982) mengungkapkan bahwa sering terjadi masalah dalam
komunikasi antarpersonal, yaitu Adanya perbedaan persepsi diantara
pemberi dan penerima pesan dari suatu objek, penguasaan kata atau bahasa
yang bersifat abstrak dan emosional, kurangnya kredibilitas sumber, dan
seringkali komunikator hanya menempatkan kepentingannya sendiri.
Dalam rangka menimbulkan komunikasi yang efektif maka komunikasi
antarpersonal dan komunikasi massa perlu ditingkatkan. Bentuk atau model
komunikasi yang dapat digunakan dalam program penyuluhan salah satunya
adalah model Lasswell. Menurut Lasswell (1948) dirujuk dari Mulyana (2004)
model Lasswell berupa ungkapan verbal yaitu Who, Says what, In which
chanel, To whom, dan With what effect?
Dalam membina hubungan antarpersonal antara komunikator dan
komunikan, seorang komunikator harus memperhatikan beberapa hal, yaitu :
1. Keterbukaan

3
Membuka diri terhadap orang lain akan dapat menjadikan kedekatan /
keakraban, karena dengan membuka diri hubungan bisa menjadi timbal
balik atau yang dikenal dengan penyingkapan diri (Self Disclosure).
2. Empati
Menurut Rakhmat (2004) dalam empati kita ikut serta secara emosional
dan intelektual dalam pengalaman orang lain.

3. Kejujuran
Kejujuran menyebabkan perilaku kita dapat diduga dan dalam hal ini dapat
mendorong orang lain untuk percaya pada kita.

Menurut DeVito ada lima tahap dalam hubungan antarpersonal yaitu


kontak, keterlibatan, keakraban, pengrusakan, dan pemutusan. Dari upaya
pendekatan maka tahap tersebut digolongkan ke dalam kontak dan
diharapkan berkembang menjadi keterlibatan bahkan keakraban karena
apabila tahap keakraban terjadi, maka tidak ada lagi jarak yang dapat
menyebabkan hambatan dalam berkomunikasi khususnya penyampaian
informasi dan sebaliknya berusaha menghindari sikap sikap yang dapat
menimbulkan pengrusakan bahkan pemutusan hubungan

2.2 Penyuluhan Kesehatan dalam Kesehatan Lingkungan


Penyuluhan kesehatan merupakan kegiatan penambahan
pengetahuan yang diperuntukkan bagi masyarakat melalui penyebaran
pesan. Tujuan kegiatan penyuluhan kesehatan yaitu untuk mencapai tujuan
hidup sehat dengan cara mempengaruhi perilaku masyarakat baik itu secara
individu ataupun kelompok. Penyuluhan kesehatan merupakan gabungan dari
berbagai kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip prinsip
belajar sehingga dengan adanya penyuluhan kesehatan dapat membuat
masyarakat lebih sadar akan pentingnya pola hidup sehat.
Sasaran penyuluhan kesehatan yaitu mencakup individu, keluarga,
kelompok, dan masyarakat. Materi atau pesan yang disampaikan dalam
penyuluhan kesehatan biasanya disesuaikan dnegan kebutuhan kesehatan
individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat, sehingga materi atau pesan
dapat dirasakan langsung manfaatnya. Untuk menyampaikan pesan
penyuluhan kesehatan harus menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
untuk memudahkan komunikan memahami pesan tersebut.
Menurut WHO, kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan
ekologis yang harus ada antara manusia dengan lingkungannya agar dapat
menjamin keadaan sehat dari manusia. Ada tiga aspek yang dianggap
penting dalam kesehatan lingkungan, yaitu :
1. Lingkungan
Adalah segala sesuatu yang ada di luar dari diri seseorang
2. Perilaku

4
Merupakan suatu respon dari seseorang / organisme terhadap stimulus
atau rangsangan yang diterima
3. Kesehatan
Adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hisup produktif secara sosial dan ekonomi
Semakin hari tingkat kesehatan lingkungan semakin menurun. Hal ini
tentu saja bukan tanpa sebab. Berbagai macam penyebab seperti kurangnya
peran serta masyarakat dalam mengatasi kesehatan dan kurangnya rasa
tanggung jawab masyarakat dalam bidang kesehatan. Faktor perilaku dan
gaya hidup masyarakat juga termasuk sebagai penyebab menurunnya
kesehatan lingkungan. Sanitasi dasar adalah sanitasi minimal yang diperlukan
agar tetap selalu sehat.

Masalah kesehatan lingkungan yang biasa terjadi di masyarakat


adalah kurangnya ketersediaan air bersih dan air minum, meningkatnya
pembuangan sampah rumah tangga maupun pabrik, kurangnya saluran air
limbah, masih adanya jamban di pinggir sumber air, dan lain lain. Dengan
adanya berbagai macam penyebab dan masalah kesehatan lingkungan juga
menimbulkan berbagai macam jenis penyakit yang tentu saja membuat
masyarakat hidup tidak sehat.

2.3 Peran Komunikasi dalam Profesi


Setiap orang memiliki pemikiran dan pendapat yang berbeda beda,
tetapi ide tersebut bisa dipersatukan melalui komunikasi. Bila tetap berbeda
maka itu menjadi suatu hal yang biasa di alam demokrasi. Tetapi yang
terpenting adalah bagaimana membangun komunikasi itu menyenangkan
sehingga tujuan bisa tercapai meski ada perbedaan pendapat. Bila
komunikasi tidak berjalan dengan baik maka bisa menghambat suatu roda
organisasi.
Yang jelas komunikasi itu lebih kepada menyampaikan suatu pesan
yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan yang disertai sarana
untuk mencapai suatu tujuan dengan ditandai adanya respon dari isi pesan
tersebut. Karena dalam komunikasi harus ada timbal balik (feedback) antara
komunikator dan komunikan. Begitu juga dengan sebuah profesi, dibutuhkan
komunikasi yang baik, sehingga apa yang disampaikan oleh komunikator
kepada komunikan bisa dicerna dengan optimal, sehingga tujuan yang ingin
dicapai bisa terwujud.
Salah satu contoh peran komunikasi dalam profesi misalnya analis
kesehatan. Komunikasi yang baik juga sangat dibutuhkan untuk seorang
analis kesehatan. Seorang analis kesehatan atau pranata laboratorium ialah
petugas yang bekerja di laboratorium untuk melakukan pemeriksaan lab
sebagai penunjang diagnosa dokter demi membantu seseorang mencapai

5
keadaan jasmani dan jiwa yang sejahtera. Diagnosa seorang dokter sangat
dipengaruhi oleh sampel yang diteliti oleh seorang analis.
Jika terjadi kesalahan komunikasi antara petugas analis kesehatan
dengan dokter, maka dikhawatirkan akan terjadi kesalahan diagnosa. Hal ini
tentu saja bisa membahayakan kondisi pasien selanjutnya yang sudah salah
diidagnosa. Dokter sepertinya masih merasa terlalu sibuk untuk menjelaskan
secara sederhana kepada pasien tentang penyakitnya, diagnosis, prosedur
pengobatan yang akan dilakukan, sehingga mereka lebih memilih untuk
memberikan instruksi berupa resep dan tindakan medis dengan informasi
yang seadanya kepada pasien.

6
BAB III
KASUS

Kesehatan Lingkungan (Contoh Satuan Acara Penyuluhan)

Pokok Bahasan :Kesehatan Lingkungan


Sub Pokok Bahasan: SPAL yang memenuhi standar kesehatan
Sasaran: Warga desa batu-batu
Waktu: 14 mei 2016 jam 15.00 WITA
Tempat: Gedung BPU desa batu-batu

Setelah penyuluhan, keluarga mampu memahami pentingnya menciptakan lingkungan


rumah yang memenuhi standar kesehatan.

Setelah penyuluhan, keluarga diharapkan mampu :

1. Menyebutkan pengertian Kesehatan Lingkungan


2. Menjelaskan ruang lingkup Kesehatan Lingkungan
3. Menjelaskan pengaruh Kesehatan Lingkungan rumah terhadap kesehatan
4. Menciptakan lingkungan rumah yang memenuhi standar kesehatan

Materi:
1). Pengertian Kesehatan Lingkungan
2). Ruang lingkup Kesehatan Lingkungan
3). Pengaruh Kesehatan Lingkungan terhadap kesehatan keluarga
4). Syarat syarat lingkungan rumah yang sehat

Metode: Ceramah
Media: Karton Manila

Pembahasan Materi
A. Pengertian Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan adalah suatu keseimbangan yang harus ada antara manusia dengan
lingkungan agar dapat menjamin kesehatan manusia.

7
B. Ruang lingkup Kesehatan Lingkungan

Penyediaan air bersih dan pengendalian pencemaran air bersih serta pengolahan air limbah
(SPAL ) tertutup
Pengolahan sampah dan pemberantasan vektor
Pencegahan dan pengawasan pencemaran tanah
Sanitasi makanan dan pengendalian pencemaran udara
Pengendalian kebisingan perumahan dan permukiman
Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk perlindungan lingkungan

C. Pengaruh Kesehatan Lingkungan terhadap kesehatan keluarga


Keluarga yang sehat biasanya berasal dari lingkungan rumah yang sehat, maka kesehatan
keluarga dapat meningkat. Rumah yang cukup bersih dapat memberikan kenyamanan bagi
penghuninya. Rumah yang ventilasinya cukup, dapat menghindarkan keluarga dari resiko
terjadinya penyakit/gangguan saluran pernafassan.

D. Syarat syarat lingkungan rumah yang sehat

Harus mempunyai pekarangan / halaman yang cukup


Harus mempunyai ventilasi yang cukup sehingga memungkinkan sirkulasi udara yang lancar
Harus cukup mendapat penerangan baik siang maupun malam hari
Mempunyai WC dalam kamar mandi
Adanya sumber air yang sehat
Harus ada tempat pembuangan kotoran, sampah, dan air limbah yang baik

8
BAB IV
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara
menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar,
tahu, dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada
hubungannya dengan kesehatan.
Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan dan kesempatan
berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan dimana individu,
keluarga, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat, tahu
bagaimana caranya melakukan apa yang bisa dilakukan, secara perseorangan maupun
secara kelompok dan meminta pertolongan.
Kesehatan lingkungan adalah saluran suatu lingkungan rumah yang dapat
menunjang kesehatan baik fisik, rohani, maupun sosial.

B. Tujuan penyuluhan Kesehatan

Menurut WHO (1954) tujuan penyuluhan kesehatan adalah untuk merubah perilaku
perseorangan dan masyarakat dalam bidang kesehatan. Tujuan penyuluhan kesehatan
pada hakekatya sama dengan tujuan pendidikan kesehatan.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan Penyuluhan


1. Tingkat pendidikan

Tingkat pendidikan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terhadp informasi


baru yang diterimanya. Maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat
pendidikannya, semakin mudah seseorang menerima informasi yang didapatnya.

2. Tingkat Sosial Ekonomi

Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi seseorang semakin mudah pula dalam
menerima informasi baru.

3. Adat istiadat

Pengaruh adat istiadat dalam menerima informasi baru merupakan hal yang tidak
dapat diabaikan, karena masyarakat masih sangat menghargai dna menganggap
sesuatu yang tidak boleh diabaikan.

4. Kepercayaan masyarakat
Masyarakat lebih mudah memperhatikan informasi yang disampaikan oleh orang-
orang yang sudah mereka kenal, karena timbul kepercayaan masyarakat dengan
penyampai informasi.
5. Ketersediaan waktu

9
Waktu penyampain informasi harus memperhatikan tingkat aktifitas masyarakat
untuk menjamin tingkat kehadiran masyarakat dalam penyuluhan.

D. Sasaran penyuluhan
Sasaran penyuluhan kesehatan mencakup individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat. Penyuluhan kesehatan pada individu dapat dilakukan dirumah sakit, klinik,
puskesmas, dan posyandu.

E. Materi atau Pesan penyuluhan

Materi atau pesan yang disampaikan kepada sasarn hendaknya disesuaikan dengan
kebutuhan kesehatan sasaran sehingga materi yang dismapakan dapat langsung
dirasakat manfaatnya. Materi yang disampaikan sebaiknya menggunakan bahasa yang
mudah dimengerti, tidka terlalu sulit untuk dimengerti oleh sasaran, dalam
penyampaian materi sebaiknya menggunakan metode dan media untuk mempermudah
pemahaman dan untuk menarik perhatian sasaran.

F. Media penyuluhan

1. Media cetak yaitu suatu media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual.
Media cetak terdiri dari :
a. brosur
adalah suatu media untuk menyampaikan pesan kesehatan dan bentuk buku, baik
tulisan ataupun gambar. merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan
(lebih dominan) yang berupa buku kecil setebal 10-25 halaman, dan paling banyak 50
halaman. Booklet ini dimaksudkan untuk memepengaruhi pengetahuan dan
keterampilan sasaran tetapi pada tahapan menilai, mencoba dan menerapkan. Dalam
penggunaan media cetak brosur sebagai media pertanian ada beberapa hal yang harus
diperhatikan yaitu
1. gaya bahasa, kata-kata dan istilah harus mudah dimengerti kalimatnya ringkas dan
jelas sesuai dengan tingkat kemampuan sasaran,
2. sebaiknya kata yang tertulis dilengkapi dengan gambar atau foto agar lebih jelas
dan mudah dimengerti,
3. tulisan atau materi yang disajikan harus bersifat nyata, baik, dan menguntungkan
sesuai dengan kebutuhan sasaran
4. harus mengandung daya penarik pembaca, kertas yang baik, berwarna, bergambar,
atau bentuknya menarik untuk dibaca.

b. Leaflet atau folder


adalah suatu bentuk penyampaian informasi melalui lembar yang dilipat. Isi informasi
dapat berupa kalimat maupun gambar. sama hal nya dengan pamflet keduanya

10
merupakan barang cetakan yang juga dibagi-bagikan kepada sasaran penyuluhan.
Bedanya adalah umumnya dibagikan langsung oleh penyuluh, leaflet selembar kertas
yang dilipat menjadi dua (4 halaman) sedangkan folder dilipat menjadi 3 (6 halaman )
atau lebih, leaflet dan folder lebih banyak berisikan tulisan daripada gambarnya dan
keduanya ditujukan kepada sasaran untuk mempengaruhi pengetahuan dan
keterampilannya pada tahapan minat, menilai dan mencoba.

c. selebaran
adalah suatu bentuk informasi yang berupa kalimat maupun
kombinasi. Selebaran yaitu barang cetakan yang berupa selebar kertas bergambar atau
bertulisan yang dibagi-bagikan oleh penyuluh secara langsung kepada sasarannya,
disebarkan ke jalan raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau
helikopter. Alat peraga seperti ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan
minat sasarannya meskipun demikian, jika berisi informasi yang lebih lengkap dapat
dimanfaatkan oleh sasaran pada tahapan menilai dan mencoba.
d. Flip chart
adalah media penyampaian pesan atau informasi kesehatan dalam bentuk lembar
balik berisi gambar dan dibaliknya berisi pesan yang berkaitan dengan gambar tersebut.
adalah sekumpulan poster selebar kertas karton yang digabungkan menjadi satu. Masing-
masing berisikan pesan terpisah yang jika digabungkan akan merupakan satu kesataun
yang tidak terpisahkan yang ingin disampaikan secara utuh. Flipcard dimaksudkan untuk
mempengaruhi sikap, penegtahuan atau keterampilan. Akan tetapi, karena biasa
digunakan dalam pertemuan kelompok, alat peraga ini lebih efektif dan efisien untuk
disediakan bagi sasaran pada tahapan minat, menilai, mencoba.
e. Rubrik
tulisan pada surat kabar mengenai bahasan suatu masalah kesehatan.

f. poster
adalah bentuk media cetak berisi pesan kesehatan yang biasanya ditempel di tempat
umum. merupakan barang cetakan yang ukurannya relatif besar untuk ditempel atau
direntangkan di pinggir jalan. Berbeda dengan placard yang banyak berisiskan tulisan,
poster justru lebih banyak berisi gambar. Keduanya dimaksudkan untuk mempengaruhi
perasaan/sikap dan pengalaman pada tahapan sadar dan minat.
g. Foto
Foto yang mengungkap informasi kesehatan yang berfungsi untuk member informasi
dan menghibur. merupakan alat peraga yang dimaksudkan untuk mengenalkan inovasi
atau menunjukkan bukti-bukti keberhasilan/keunggulan satu inovasi yang ditawarkan.
Photo ini dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap dan pengetahuan sasaran pada
tahapan sadar, minat, menilai.

11
2. Media Elektronik yaitu suatu media bergerak dan dinamis, dapat dilihat dan
didengar dalam menyampaikan pesannya melalui alat bantu elektronika.adapun
macam media elektronik:
1) Televisi
2) Radio
3) Video
4) Slide
5) Film

3. Luar ruangan yaitu media yang menyampaikan pesannya di luar ruangan secara
umum melalui media cetak dan elektronika secara statis, missal :
1) Pameran
2) Banner
3) TV Layar Lebar
4) Spanduk
5) Papan Reklame

G. Peran media dalam penyuluhan

Tujuan atau alasan mengapa media sangat diperlukan di dalam pelaksanaan


penyuluhan kesehatan antara lain adalah :
a. Media dapat mempermudah penyampaian informasi.
b. Media dapat menghindari kesalahan persepsi.
c. Media dapat memperjelas informasi.
d. Media dapat mempermudah pengertian.
e. Media dapat mengurangi komunikasi verbalistik.
f. Media dapat menampilkan objek yang tidak dapat ditangkap dengan mata.
g. Media dapat memperlancar komunikasi

H. Metode-metode penyuluhan

Metode yang dapat dipergunakan dalam memberikan penyuluhan kesehatan adalah (


Notoatmodjo, 2002 ) :
a) Metode Ceramah
Adalah suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu ide, pengertian atau
pesan secara lisan kepada sekelompok sasaran sehingga memperoleh informasi tentang
kesehatan.
b) Metode Diskusi Kelompok
Adalah pembicaraan yang direncanakan dan telah dipersiapkan tentang suatu topik

12
pembicaraan diantara 5 20 peserta (sasaran) dengan seorang pemimpin diskusi yang
telah ditunjuk.
c) Metode Curah Pendapat
Adalah suatu bentuk pemecahan masalah di mana setiap anggota mengusulkan semua
kemungkinan pemecahan masalah yang terpikirkan oleh masing masing peserta, dan
evaluasi atas pendapat pendapat tadi dilakukan kemudian.
d) Metode Panel
Adalah pembicaraan yang telah direncanakan di depan pengunjung atau peserta
tentang sebuah topik, diperlukan 3 orang atau lebih panelis dengan seorang pemimpin.
e) Metode Bermain peran
Adalah memerankan sebuah situasi dalam kehidupan manusia dengan tanpa diadakan
latihan, dilakukan oleh dua orang atu lebih untuk dipakai sebagai bahan pemikiran oleh
kelompok.
f) Metode Demonstrasi
Adalah suatu cara untuk menunjukkan pengertian, ide dan prosedur tentang sesuatu
hal yang telah dipersiapkan dengan teliti untuk memperlihatkan bagaimana cara
melaksanakan suatu tindakan, adegan dengan menggunakan alat peraga. Metode ini
digunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu besar jumlahnya.
g) Metode Simposium
Adalah serangkaian ceramah yang diberikan oleh 2 sampai 5 orang dengan topik yang
berlebihan tetapi saling berhubungan erat.
h) Metode Seminar
Adalah suatu cara di mana sekelompok orang berkumpul untuk membahas suatu
masalah dibawah bimbingan seorang ahli yang menguasai bidangnya

13
BAB V
PENUTUPAN

A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini yaitu Penyuluhan kesehatan adalah
kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan
keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu, dan mengerti, tetapi juga mau dan
bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan.

B. Saran

Sarannya agar ada pembahasan lebih lanjut dan lebih mendalam mengenai materi
ini agar memperdalam dan memperbanyak pengetahuan mengenai Penyuluhan Kesehatan
lingkungan.

14
DAFTAR PUSTAKA

Notoatmodjo, Soekidjo, 2003. Ilmu kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar.Rineka


Cipta.
Jakarta. Notoatmojo, Soekidjo, 2007.Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Rineka Cipta.Jak
arta.

Mumpuni, indah. 2013. http://indahmumpunis1keperawatan.blogspot.co.id/2013/02/ikd-2-


ilmu-keperawatan-dasar-2-makalah.html, 14 mei 2016.

Ellyta. 2005. Penyuluhan Sebagai Salah Satu Bentuk Komunikasi Interpersonal Ditinjau dari
Aspek Psikologi komunikasi. http://ellytakmp.blogspot.co.id/2005/03/penyuluhan-sebagai-
sallah-satu-bentuk_25.html?m=1, 14 Mei 2016.

Yulia, Astri. 2012. Modul Penyuluhan Dasar Kesehatan Lingkungan. http://cheyaliyya-


environmentepidemiology.blogspot.co.id/2012/05/modul-penyuluhan-dasar-
kesehatan.html?=1,14 Mei 2016.

Maryati. 2012. Apa Itu Analis Kesehatan?.


http://analismerlinc.blogspot.co.id/2012/04/apa-itu-analis-kesehatan.html?m=1, 14 Mei
2016.

15