Anda di halaman 1dari 20

rumah tradisional

Rumah adat Melayu telah diwarisi sejak ratusan


tahun yang lalu. Gaya dan bentuk Rumah Melayu
Tradisional dipengaruhi oleh cara hidup, ekonomi,
lingkungan dan iklim.
Iklim merupakan hal penting yang mempengaruhi
arsitektur Rumah Adat Melayu. Negara kita
memiliki udara panas dan hujan selalu turun
dengan deras. Rumah dan bangunan dibangun
dengan balok atau kanopi. Rumah Tradisional
Melayu dibangun untuk menyediakan saluran
udara atau jalan nafas. Rumah Tradisional Melayu
tradisional dapat menghindari banjir saat terjadi
banjir. Rumah Adat Melayu
Bentuk atap yang curam yang disebut "tempat
tidur lipat" bisa mempermudah air hujan. Lantai
dan dinding rumah yang terbuat dari tenun adalah
untuk memudahkan pendistribusian udara dan
untuk mengurangi panas.
Rumah Melayu Melayu Kuno yang digunakan oleh
orang Melayu disebut "dangau" atau "hujan
Peta Lokasi Desain Arsitektur
es". Bentuk rumah tradisional ini ringkas. Di masa
lalu, pilar-pilar Rumah Melayu tradisional
dibulatkan dan terbuat dari pohon-pohon
muda. Seluruh rumah itu terbuat dari kayu dan
atapnya dari atap nipah atau rumbia.

Rumah adat melayu


Bentuk Rumah Adat Melayu telah mengalami
perubahan secara bertahap. Tapi bentuk dasar
lantai tinggi dan tinggi tanah tetap terjaga. Bahan
yang digunakan seperti kayu, atap nipah, atap
rotan, atap atap, bambu swaddle, kulit kayu, kayu
bambu atau nibung, telah diganti dengan bahan
lain seperti zing dan genteng untuk atap dan semen
dan batu bata.
Bentuk tradisional h berbeda untuk setiap negara
bagian. Rumah-rumah ini memiliki ciri khas
tersendiri.

Pengantar rumah Rumah Atap Limas Terengganu


Melayu Tradisional di
Malaysia &
Lukisan Terukur

Rumah Melayu Tradisional di Malaysia ~

Peta Penempatan Rumah Melayu Tradisional


Di Terengganu ada beberapa bentuk rumah
tradisional Melayu dan salah satunya disebut
" Rumah Limas Bungkus ".

Rumah Limas Bungkus

Rumah Limas Wungkus ini berasal dari Belanda


dan Inggris. Jenis arsitektur ini pertama kali
diperkenalkan di kepulauan Riau sekitar abad 17
sampai abad ke-19. Pada abad ke-19, dimulai di
Terengganu.
Fitur khas dari jenis rumah ini adalah penggunaan
atap lurus horizontal dan empat piring yang turun
ke atap. Rumah ini menggunakan dinding
dandelion dan piano serta dihiasi ukiran. Hal ini
cukup populer di kalangan raja dan
bangsawan. Di Terengganu, ada tiga istana yang
menggunakan desain ini, Istana Tengku Anjang
dan Istana Panjang Tengku di Besut dan Istana
Kolam di Kuala Terengganu.

BUNGKUS LIMAS RUMAH

Rumah Limas Bungkus


Rumah Limas Bungkus, yang dibangun dengan
metode persiapan, juga dihiasi dengan ukiran kayu
yang menarik dan mengesankan oleh karnivora
lokal Mohd Salizan bin Hj. Abd Rahman dari
Pakatan Jurukir Tradisional Sdn Bhd.

Struktur rumah ini dikenal di atap rumah yang


terdiri dari layar lurus dan juga dihubungkan
dengan 4 piring yang turun ke atap atap yang
dihiasi ukiran kayu.Rumah ini memiliki bentuk
bentuk panjang dan empat persegi panjang. Ruang
terdiri dari teras, beranda, rumah pusat dan
dapur.
Rumah Terengganu dibangun dari cengal, meranti
dan kapur. Sementara atapnya dari atap tanah dan
atap atapnya rileks.
Rumah tradisional Terengganu, "Rumah Limas
Bungkus" cukup indah dan bisa membuat hati kami
tercengang saat melihatnya. Karya seni ukiran
kayu di rumah ini cukup mengilustrasikan betapa
hebatnya kreativitas dan keunikan pikiran
masyarakat sebelumnya.

Rumah Atap Kedah

Di Kedah, rumah panjang harus hampir sama


dengan rumah panjang tapi hanya perbedaan
dalam pengaturan ruangnya. Longhouses harus
memanjang, atap horisontal panjang
menggunakan layar layar yang terbuat dari
inverter segitiga atau huruf 'v' terbalik. Atap dapur
sedikit lebih rendah dari atap ibu seolah-olah
seperti atap rumah gajah keperawatan di Penang.

Rumah panjang terdiri dari beberapa ruang, yaitu


ruang datar dan ruang tamu menghadap ke depan,
sedangkan ruang tamu, teras, sama naiknya,
ruangan dan area dapur berada di
belakang.Rumah itu memiliki banyak pilar dan
biasanya lebih dari 20 pilar di rumah
ibunya. Bahan bangunannya adalah Cengal,
Meranti, Bambu Laut, dan bambu sedangkan
atapnya terbuat dari Ruko, Nipah dan Senggora.
Rumah Atap Panjang Kelantan
Arsitektur rumah Melayu tradisional dikaitkan
dengan sifat kreatif masyarakat Melayu dan
hubungan dekat mereka dengan lingkungan. Di
antara faktor-faktor yang mempengaruhi arsitektur
Melayu adalah faktor iklim, Islam, sosial dan
lingkungan.
Faktor agama Islam menyebabkan fakta bahwa
rumah tersebut didirikan di arah kiblat dan jarak
antara pria dan wanita dipisahkan.Faktor iklim
telah menyebabkan
sebagian besar rumah tradisional Melayu ini
memiliki lantai tinggi dari permukaan tanah yang
bisa mengatasi kelembaban tanah. Selain itu, bisa
mencegah ruang di dalam rumah menjadi banjir
jika ada banjir.Pada tahap awal rumah tradisional
Melayu adalah rumah dasar yang dikenal sebagai
rumah pisang dari anathema.

. Bentuk rumah berubah sesuai dengan perubahan


di mana laterion rumah berhias @ diposisikan
lantai tinggi dari tanah dan berisi ruang dan
dinding.

Bentuk atap seperti huruf V terbalik


diperkenalkan. Pada pertemuan di bagian atas
penutup atap dipisahkan oleh pisang yang disebut
tulang @ piring. Bentuk atapnya juga dikenal
sebagai atap atap atap yang panjang. Setelah
kedatangan penjajah Belanda dan Inggris, rumah
tersebut berubah bentuk menjadi bentuk atap @
Belanda.

Sejalan dengan perubahan dan perkembangan


teknologi, metode membangun rumah juga telah
berubah. Pada tahap awal, sistem dibangun rumah
hanya dengan cara terikat dan taram
tanggam. Sistem Punching kemudian
diperkenalkan. Begitu pula penggunaan kuku kayu
yang juga dikenal dengan setter untuk memperkuat
bingkai rangka rumah. Pada tahap awal tiang
rumah bulat dan rotan @ root digunakan untuk
menguatkan sendi. Lengan Taram dibuat untuk
mendinginkan sendi lateral dan dipukul untuk jalur
Pengenalan Rumah Melayu Melayu Kelantan balok dan balok.

Penggunaan alat seperti kepiting, gergaji dan alat


pahat memungkinkan lantai dan dinding yang
lebih baik untuk menggantikan kayu
gergajian. Penggunaan papan untuk dinding dan
lantai diperkenalkan untuk memperkuat dan rumah
rumah. Su

menghubungkan konektor untuk dinding yang


dikenal sebagai koneksi kisi dan konektor kisi telah
ditunjukkan secara horizontal, vertikal dan
diagonal.
Pengaruh budaya eksternal terutama dari
kepulauan Melayu seperti Pattani, Acheh,
Minangkabau, Jawa, Bugis, Riau, Jambi, dan
Bajau telah mempengaruhi arsitektur dan desain
rumah Melayu. Begitu juga dengan rumah
Minangkabau, Bugis dan lainnya.

Rumah Bumbung Panjang Melaka

~ Melaka House ~

Di Melaka rumah tradisional ini dikenal dengan


nama Melaka Malay House. Masih ada di seluruh
Negara Bagian Melaka sampai sekarang. Rumah
ini terkenal dengan tangga batu yang dilapisi
dengan ubin warna-warni yang diimpor dari
China dan India. Rumah aslinya menggunakan 12
sampai 16 pilar utama di bangunan utama atau
rumah ibu. Komponen bangunan terdiri dari
rumah seorang ibu, ruang tamu dan dapur .
Pembagian ruang terdiri dari ruang teras, di
depannya terkadang dengan ruang teras
tambahan. Di ruang tamu ada sebuah ruangan dan
antara rumah induk dan rumah dapur ada sebuah
ruangan yang disebut selang.
Tersedia di ruang tamu ruang antara atap dan
ruangan disebut peran atau loteng. Penggunaan
ruang serta ranjang anak perempuan saat ada
fungsi serta ruang penyimpanan. Rumah ini
biasanya dibangun dari cengal, meranti dan resin
laut.
Rumah Tradisional yang dibangun dengan desain
cagar budaya Melayu memiliki atap yang panjang
dan tangga batu ubin berlapis.
Tangga batu adalah fitur utama selain ukiran kayu
di bagian teras yang unik. Halaman rumah
tradisional ini biasanya dihiasi dengan berbagai
macam bunga menarik ~ ~ ~ Rumah Melayu Negeri Sembilan ~

Rumah dan desa merupakan salah satu alat


Rumah Sembilan Panjang Negeri Sembilan budaya terpenting dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga berfungsi sebagai dasar studi sosio-
kultural masyarakat .

Rumah dan bangunannya bisa mewakili bentuk


budaya bagi orang-orang yang mendiaminya. Di
Negeri Sembilan, desain rumah Melayu cukup unik
yang melambangkan keunikan masyarakat adat
yang dipraktikkan oleh masyarakat Negeri
Sembilan.

Rumah Melayu Tradisional memiliki daya tarik


tersendiri di mana setiap bangunan dan struktur
dasar rumah seperti pilar, atap, benang, jendela
dan langit-langit dibangun dengan mewakili
berbagai makna khas. Rumah-rumah sering
dikaitkan dengan sifat kreatif masyarakat Melayu
dan hubungan dekat mereka. dengan lingkungan.
Jika kita ingin pindah ke Negeri Sembilan, kita
akan bertemu dengan rumah Melayu yang hampir
mirip dengan bentuknya. Di Taman Seni,
Seremban adalah model Rumah Melayu Negeri
Sembilan yang telah menjadi tua. Namun di masa
tuanya, banyak rahasia sejarah telah diawetkan.
Model Rumah Melayu Negeri Sembilan dibangun
pada tahun 1921. Ini juga menggambarkan desain
arsitektur rumah Melayu Negeri Sembilan secara
keseluruhan. Model rumah Melayu pada awalnya
terletak di dataran tinggi di persimpangan Jalan
Tasik dan Jalan Dunman di Bandar Seremban
sebelum dipindahkan ke Taman Seni Negeri
Sembilan.

Karena rumah Melayu Negeri Sembila khas, model


rumah Melayu Negeri Sembilan mirip dengan
desain rumah adat Minangkabau. Ini berpengaruh Bagian ini biasanya menjadi tempat menyimpan
nyata pada rumah Melayu Negeri Sembilan secara barang berharga dan juga tempat para putri.
keseluruhan. Dan tentu saja tidak dapat
dipungkiri, karena kebanyakan orang Melayu
Sembilan berasal dari Minangkabau. Istana Ampang Tinggi dibangun pada masa
pemerintahan Yamtuan Ulin (Yamtuan Imam),
Jika kita cermati konsep pembangunan Rumah Yang Ke Pertuan Besar kelima dari Negeri
Melayu Negeri Sembilan, sangat lengkap dalam Sembilan antara tahun 1861-1869. Pernah
hal pengaturan dan perencanaannya. Dengan kediaman Tunku Muhammad, Yang di Pertuan
memusatkan diri pada model Rumah Melayu Besar Negeri Sembilan ketujuh. Pada tahun 1928,
Negeri Sembilan, kita akan meniru desain istana ini bukan lagi tempat tinggal dan dijaga
Minangkabau, memiliki atap yang panjang dan oleh kerabatnya. Pada tahun 1953, istana
kurus dengan keduanya. Atap atap naik sedikit, dipindahkan ke Seremban dan menjadi Museum
seperti rumah Melayu lainnya, juga rumah Negara.
seorang ibu, atau rumah tengah serambi dan
loteng dan dindingnya memiliki ukiran yang
menarik. Di antara fitur lainnya adalah lantai
tinggi dan lantai berbasis kayu.

Model Rumah Melayu Negeri Sembilan terbuat


dari kayu berkualitas tinggi dan atapnya juga
terbuat dari kayu. Rumah ini berukuran cukup
besar yaitu 17,8 meter x 2,7 meter dan lebar 7,8
meter x 0,9 meter, memiliki 16 pilar utama, oleh
karena itu juga dikenal sebagai Polehouse 16.
Seperti rumah tradisional Melayu, rumah ini juga Kedua Rumah Model Rumah Negeri Sembilan dan
menghiasi dengan ukiran menarik di bagian depan Istana Ampang Tinggi kini menjadi objek wisata
rumah. Penilaian ini menambah kualitas seni untuk mengunjungi Taman Seni Negeri Sembilan.
rumah yang tidak hanya kuat dalam hal konstruksi Inilah prestasi arsitektur masyarakat Melayu yang
tapi juga indah dan berharga dalam hal desain memiliki kreativitas tinggi dan mereka memarahi
seni. Itulah model Rumah Melayu yang waris. budaya leluhur.Kualitas seni lahir dari
dipamerkan di London pada tahun 1924 di proses evolusi, dibentuk oleh zaman dan di
Pameran Wembly Agung. Kini model Rumah dalamnya tersirat dan diwujudkan dalam aspek
Melayu Negeri Sembilan masih berdiri di Taman budaya Melayu yang merupakan kebanggaan
Seni Negeri Sembilan sebagai bangunan generasi sekarang.
bersejarah untuk generasi masa depan.
Rumah Bumbung Panjang Pahang ~

Di dekat Model Rumah Melayu Negeri Sembilan,


ada bangunan tua lainnya yaitu Istana Ampang
Tinggi.Istana Ampang Tinggi juga merupakan
istana yang memiliki pengaruh desain
Minangkabau, panjang dan melengkung. Selain
disainnya, keindahan atau kesenian patung yang
ditemukan di Dinding, pintu, tangga dan bagian
kastil lainnya juga merupakan hak istimewa.
Dibangun juga tanpa menggunakan kuku besi.

Istana Ampang Ampang

Sebagian besar ukiran di Istana ini memiliki motif


tertentu, terutama motif awan larva, semantung
bunga, bunga manggis dan berbagai macam motif
floral. Memang, ukiran ini melambangkan kualitas
tinggi dari patung dan budaya Melayu. dirimu
sendiri

Istana ini juga memiliki loteng. Inilah salah satu


ciri rumah tradisional Melayu Negeri Sembilan.
menghubungkan bagian tertentu.Sesuai dengan
pemukiman orang Melayu di tepi sungai, sebagian
besar rumah ini masih dapat ditemukan di desa-
desa dekat Sungai Jelai, Sungai Pahang dan
Sungai Tembeling di daerah Lipis, Jerantut,
Temerloh, Maran dan Pekan.
Zaman telah berubah karena nilai arsitektur
modern kini semakin kontras dan mendominasi
kehidupan masyarakat Melayu saat ini untuk
menenggelamkan bentuk-bentuk tradisional tempat
tinggal yang patut diapresiasi oleh semua
pihak. Rumah tradisional Melayu Pahang, yang
juga dikenal dengan Rumah Serambi Pahang,
biasanya ditutupi dengan dinding yang panjang
dan dindingnya ditutupi layar dan ada ukiran di
tepinya. Pembagian rumah terdiri dari rumah
seorang ibu dan dapur yang dipisahkan oleh
sebuah ruang yang disebut jeda.
Arsitekturnya juga berisi ruang tertentu di depan
yaitu ruang teras yang diikuti oleh ruang ibu yang
terdiri dari ruang panggung dan 'perbalai'. Di
balik layar ada ruang duduk belakang anak atau
anak.Untuk ruang dapur, itu terdiri dari ruang rak
yang digunakan untuk memasak dan mencuci.
Faktor cuaca mempengaruhi sebagian besar
arsitektur rumah tradisional Pahang dan terbukti
saat disain atap lebih landai dan kanopi untuk
menghindari parasit.
Desain yang lebih terbuka adalah adanya banyak
jendela, beranda dan tiang sehingga memberi
jalan angin di bagian bawah rumah, jendela dan
atap.
Bentuknya banyak dikaitkan dengan benturan
budaya dan berpengaruh antara Minangkabau,
Aceh, Bugis, Jawa dan Siam serta memamerkan
ketrampilan pengerjaan lokal.
Arsitektur rumah Pahang juga dibangun dengan
desain arsitektur Melayu 'Palladian', dengan atap
tradisional Melayu sementara ukiran di pintu dan
dinding menampilkan motif Barat seperti yang
terlihat di kediaman resmi mantan Sekretaris
Negara Bagian Pahang, rumah perdana menteri,
Datuk Seri Najib Tun Abdul Razak di Bukit Bius
disini yang dibangun pada tahun 1922.
Tempat tinggal ini dilengkapi dengan beberapa
ruangan yang terbuat dari kayu kelas tinggi dan
kayu tahan lama tanpa rusak oleh rayap dan
hewan penghancur lainnya.
Pada masa awal, kayu menjadi andalan struktur
Pahang tradisional Melayu kaya akan arsitektur rumah, sedangkan rotan dan akarnya menjadi
yang diwarisi dari masa lalu. Biasanya arsitektur pengikat, kayu atau tangkai ke lantai, anyaman
kreatif dan imajinatif diwujudkan melalui desain bambu dan daun atau nipah ke dinding dan atap.
istana, rumah, surau, kapal, ayam dan peralatan Biasanya, rumah tradisional Pahang diperkuat
tertentu yang digunakan dalam kehidupan sehari- dengan penggunaan kayu kayu yang terbagi dan
hari. dibuat menjadi papan meranti, merbau, cengal dan
Salah satu arsitektur yang dikagumi oleh beberapa hutan lainnya yang berlangsung lebih
desainnya yang halus adalah rumah tradisional dari satu abad.
Melayu Pahang. Keunikan rumah adat Pahang ini Desain kreatif menampilkan motif tanaman seperti
dibangun tanpa paku pun, ketika sejenis alat yang daun, bunga, dan binatang, terutama burung yang
disebut tato digunakan atau diperkuat untuk
masih bisa dilihat pada ukiran di jendela, pintu,
dinding, atap dan balok.
Balok dibuat untuk bergabung dengan bagian
balok dengan kolom, balok, lantai, tangga dan
rangka atap yang menampilkan karya seni tanpa
menggunakan kuku.
Rumah tradisional Melayu Pahang adalah warisan
arsitektur yang unik dan berharga.
Desainnya dibangun oleh pengrajin yang
menunjukkan keahlian dan kreativitasnya di
bidang arsitektur kuno.
Ini menampilkan kearifan dalam menggunakan
dan memperluas ruang sesuai dengan kebutuhan
saat ini, menyesuaikan cuaca dan penggunaan
bahan bangunan.
Rumah Melayu tradisional Pahang melambangkan
cara hidup dunia kuno di tepi sungai yang menjadi
sumber rezeki dan transportasi yang sangat
penting di era itu.

Perak Long Roof House

Rumah Tradisional Melayu Pahang dikenal


dengan nama Rumah Serambi Pahang. Rumah ini
semakin parah. Hal ini juga ditemukan di
beberapa desa yang usianya hampir seratus tahun.
Rumah ini biasanya ditutupi dengan balok panjang
saat di pinggir dinding dipasang di layar dan ada
tepi berukir di pinggirnya. Komponennya terdiri
dari rumah ibu dan dapur dan di antaranya
dipisahkan oleh ruang yang disebut interval. Ini
juga berisi ruang-ruang tertentu di sisi depan
ruang teras yang diikuti oleh ruang induk yang
berisi panggung dan aula. Di balik layar ada
ruang duduk belakang anak atau anak.
Untuk ruang dapur itu berisi sebuah ruang
penyimpanan dan platform. Ruang ini digunakan
untuk menunggu, memasak dan sebagainya.
dengan desain modern dan canggih lainnya seperti
atap kerikil dan atap perak. Rumah tersebut
menyaksikan beberapa elemen struktur kesenian
yang cukup menarik, ringkas dan memiliki
fungsinya sendiri.

~ Rumah Kutai ~
_____________________________________ Perl
is Long Roof House

Rumah ini memiliki tipe atap yang panjang. Hak


istimewa desain karena mereka lebih etis dan
ringkas. Rumah ini masih di Perak dan berumur
lebih dari 100 tahun. Diantaranya adalah
Kampung Sayong Lembah, Kuala Kangsar,
Kampung Lama Lama dan Kampung Bota Kanan,
Parit.
Rumah ini sepenuhnya memanfaatkan bahan
bangunan yang ada disekitar desa. Struktur
dasarnya adalah kayu keras sedangkan atapnya
terbuat dari daun rumbia dan dinding tanah liat
bambu atau anyaman anyaman.
Rumah itu memiliki atap cukup tinggi, namun ada
sedikit keunikan dalam hal keterbukaan rumah
ini. Tampaknya tidak memiliki ventilasi yang baik
dan memadai. Dinding rumah mencapai atap
punggungan tanpa rangka atau sejenisnya. Ini
karena dindingnya berkelok-kelok, jadi tidak harus
menjadi patung dan sikap rendah hati penghuni
rumah.
Kesederhanaan desain menunjukkan bahwa rumah
majemuk itu untuk orang biasa dibandingkan
Rumah teras ...
Beranda rumah ...

Rumah adat Perlis

Kami mulai dengan Perlis, negara bagian paling


utara di Malaysia.
Kita akan mulai dengan Perlis, negara bagian
paling utara di Malaysia.

Sementara masuk ke dalam bisa melihat bagian


belakang ...
Saat masuk ke dalam seseorang bisa melihat
bagian paling belakang di bagian belakang ...
Ini adalah rumah atap Perlis yang panjang.
Ini adalah rumah Perlis yang beratap panjang.

Angkat! Ruang tengah ...


Ayo ayo naik! Bagian tengah ...

Ruang makan
Bagian makan.
Sisi belakang atap.
Bagian atap di belakang.

Sedikit informasi arsitektural.


Beberapa informasi tentang arsitektur.

Jenis rumah ini perlahan punah. Rumah itu


berumur lebih dari 70 tahun. Perlis Long Roofed
House terbuat dari kayu 'Cengal' dan 'Damar
laut'. Dindingnya terbuat dari potongan bambu
yang diratakan yang terjalin dalam suatu
pola. Atapnya terbuat dari sagu atau telapak
'Nipah' dan terkadang, ubin Senggora.

Penang Long Roof Home

Di Penang ada berbagai jenis rumah tradisional


Melayu dengan bentuk yang berbeda, yaitu Rumah
Panjang Bumbung, Rumah Serambi dan Rumah
Serambi Gajah, namun semua jenis rumah ini
punah. Rumah Serambi Gajah Serambi bisa
dikenali dengan bentuk atapnya dimana atap sang
ibu terlihat lebih tinggi dari atap teras. Serve
Elephant Serve House, atapnya terlihat sangat
rendah karena seekor gajah sedang menyusui
anaknya.

Rumah jenis ini menggunakan atap yang panjang


dan horisontal dan di pinggir dinding dipasang
dinding tegak yang disebut layar lebar sedangkan
komponen bangunannya terdiri dari rumah ibu
dan dapur. Pembagian ruangan terdiri dari ruang
tamu, terletak di depan teras luar, ruang tengah,
ruang teras bagian dalam, ruang gajah dan dapur
pembibitan. Bahan rumah berasal dari kayu
seperti Cengal dan Meranti sedangkan atapnya
dari Rumbia.

Rumah Long Roof Selangor

Di Penang ada berbagai jenis rumah tradisional


Melayu dengan bentuk yang berbeda, yaitu Rumah
Panjang Bumbung, Rumah Serambi dan Rumah
Serambi Gajah, namun semua jenis rumah ini
punah. Rumah Serambi Gajah Serambi bisa
dikenali dengan bentuk atapnya dimana atap sang
ibu terlihat lebih tinggi dari atap teras. Serve
Elephant Serve House, atapnya terlihat sangat
rendah karena seekor gajah sedang menyusui
anaknya.

Rumah jenis ini menggunakan atap yang panjang


dan horisontal dan di pinggir dinding dipasang
dinding tegak yang disebut layar lebar sedangkan
komponen bangunannya terdiri dari rumah ibu
dan dapur. Pembagian ruangan terdiri dari ruang
tamu, terletak di depan teras luar, ruang tengah,
ruang teras bagian dalam, ruang gajah dan dapur
pembibitan. Bahan rumah berasal dari kayu
seperti Cengal dan Meranti sedangkan atapnya
dari Rumbia.

Rumah Limas Johor


Inggris di Malaya, pengaruh Islamisme dan
pengaruh arsitektur rumah Indonesia. Hal ini bisa
dilihat melalui transformasi rumah atap yang
panjang, rumah tradisional Johor Melayu ke
rumah limas. Komunitas Melayu Melayu Melayu
tradisional telah menyesuaikan arsitektur dengan
arsitektur rumah limas.Contohnya adalah melalui
konstruksi tangga yang memiliki arti
tertentu. Pengaruh ini tidak hanya diserap oleh
komunitas Melayu Johor tapi juga masyarakat
Melayu.Arsitektur rumah Melayu Johor memiliki
nilai estetis yang perlu dipertahankan dan
diwariskan dari generasi ke generasi.
2,0 SEJARAH RUMAH TANGGA

Pengaruh iklim khatulistiwa di Malaysia


mempengaruhi kehidupan masyarakatnya,
termasuk dalam arsitektur rumah. Dalam konteks
yang lebih kecil, mengambil contoh arsitektur
rumah limas di Johor, pembangunan rumah
tradisional adalah tempat perlindungan yang
sesuai dengan topografi dan faktor iklim
tanah. Jika diturunkan dari titik sejarah piramida,
kata 'limas' mengacu pada atap lima pelaut (Abdul
Halim Nasir dan Wan Hashim Wan Teh 1997:
66). Limas atau 'lima atap' ditambah sebuah
segitiga di atasnya disebut 'limas' (bukan 'lima
emas' karena beberapa waktu lalu hanya kaca
pembesar yang kerikil, dan mungkin digunakan di
Kesultanan Johor-Riau). Rumah ini juga sering
disebut sebagai rumah Bari (Abdul Halim Nasir
dan Wan Hashim Wan Teh 1997: 66). Bari dalam
bahasa Indonesia berarti tua atau tua.
Menurut Abdul Halim Nasir dan Wan Hashim Wan
Teh (1997: 70), rumah Melayu piramida mulai
tumbuh dan menjadi populer di Malaysia sejak
pertengahan abad 19. Pengaruh budaya eksternal
terutama dari Kepulauan Melayu seperti Pattani,
Acheh, Minangkabau, Jawa, Bugis, Riau , Jambi,
dan Bajau telah mempengaruhi arsitektur dan
desain rumah-rumah Melayu. Misalnya Rumah
Minangkabau, Rumah Bugis, Rumah Belanda, dan
Rumah Bujang. Kedatangan kolonialis Barat,
terutama Belanda dan Inggris, telah menyebabkan
rumah tradisional Johor Johor diubah dari rumah
atap yang panjang ke rumah limas, yang berbeda
dengan posisi atapnya (Abdul Halim Nasir dan
Wan Hashim Wan Teh 1997: 67). Bisa dikatakan
bahwa semua rumah adat milik negara di
Malaysia memiliki rumah atap yang panjang
namun, setelah kedatangan penyerbu dan
masuknya pengaruh dari luar,

TAHU SENI BINA JOHOR HERITAGE: 2.1 STRUKTUR RUMAH KELUARGA Rumah
RUMAH TANGGA rampasan
1.0 PENDAHULUAN
Arsitektur rumah piramid merupakan bagian dari Johor memiliki bentuk dasar yang sama dengan
budaya material. Sebenarnya, arsitektur rumah medium yang dibangun tinggi. Di dalamnya ada
limas telah banyak mendapat pengaruh dari unsur rumah Melayu tradisional, terutama bagian
luar. Diantaranya kolonialisme Belanda dan dalam kanopi dan alas tumpuan (Ensiklopedia
Malayiana jilid 11, 1996: 248). Cara untuk lagi, 'lima atap' ini ditambah dengan struktur
mengidentifikasi rumah piramida Johor menurut segitiga di atasnya yang disebut 'limas' (dari 'lima
Ensiklopedi Malayiana (1996: 252) adalah melalui emas' karena suatu masa lalu hanya rumah
atap rumahnya yang memiliki piring panjang dan seorang pria atau alas kaki yang berkerikil, dan
terhubung dengan empat kerikil. Di bagian atas mungkin mulai digunakan di Kesultanan Johor-
atap ada sebuah kayu tajam yang disebut langit Riau).
(Suraya 1995: 39). Rumah itu memiliki serambi Fitur paling penting dari rumah piramida adalah
depan yang disebut teras dan di ujung teras ada struktur bangunannya di tiang.Keuntungan yang
ruang teras. Rumah itu terbuat dari cengal, didapat dari 'cairan' ini; termasuk menghindari
keranji, perak dan meranti (Suraya 1995: 39). masuknya mudah ke hewan liar, dan mencegah air
Garis rumah Limas terdiri dari tiga bagian, masuk rumah jika terjadi banjir. Rumah juga akan
bagian depan, tengah dan belakang. Di bagian lebih dingin karena ventilasi pada semua bagian
depan rumah ada tangga dengan tangga yang (dari atas, bawah dan bawah). Selain itu, ruang
ganjil. Bagian dalam juga merupakan halaman kosong di bagian bawah rumah (juga disebut
yang luas. Ruang ini berpusat pada pertemuan 'polong') menjadi tempat yang ideal untuk
seperti pesta dan upacara Marhaban. Ruang tamu menyimpan barang.
sekaligus akan dijadikan 'showroom' untuk Arsitektur rumah limas dikaitkan dengan sifat
menunjukkan kekayaan pemilik rumah. Di bagian kreatif masyarakat Melayu serta hubungan mereka
dinding ruang akan dihiasi ukiran berpola yang yang dekat dengan lingkungan sekitar dan
dilukis dengan warna keemasan. Ruang belakang kepemilikan mereka.Di antara faktor-faktor yang
digunakan sebagai dapur. mempengaruhi arsitektur rumah limas adalah
faktor iklim, Islam, sosial dan lingkungan. Faktor
agama Islam menyebabkan fakta bahwa rumah
Dengan kata lain, bagian depan disebut 'rumah tersebut didirikan di arah kiblat dan jarak antara
ibu' (untuk menghormati peran ibu sebagai pria dan wanita dipisahkan. Rumah limas memiliki
pengelola rumah dan pembenci keluarga), bagian lebih dari satu ruangan. Ini termasuk kamar tidur
tengahnya sebagai 'rumah tengah' dan belakang utama, kamar tidur anak laki-laki, kamar tidur
adalah 'rumah dapur' anak perempuan dan kamar tidur tamu. Selain itu,
(www.sumsel.go.id/seniBudaya) . Biasanya di distribusi rumah ke ibu, rumah menengah dan
bagian depan rumah harus memiliki luas lantai rumah dapur juga merupakan pengaruh sosio-
bawah dari lantai rumah ibu.Bagiannya ditutupi religius dari komunitas Melayu sebelumnya,
dengan atap, tapi biasanya tidak berdinding dan termasuk masyarakat Johor Melayu. Adanya
hanya pagar.Bagian ini juga disebut 'foyer', atau konsep open plan menciptakan berbagai bentuk
'lobby' (www.dipardass.go). Ruang ini menjadi simbol pemisah fisik.
tempat intermediasi antara bagian luar rumah dan Faktor iklim dan lokasi perumahan yang dekat
rumah untuk tujuan melakukan pekerjaan, dengan hutan menyebabkan kerikil menjadi lantai
beristirahat atau menerima tamu non-Muslim. Di atas dari tanah sehingga bisa mengatasi
bagian belakang rumah ada 'rig' yang merupakan kelembaban tanah dan menghindari masuknya
tempat kerja mencuci atau mencuci. binatang liar (Mohd Tajuddin Mohamad Rosli dkk
Isolasi bagian ini dipandang sebagai kehidupan 2004: 28).Selain itu, tiang ini juga bisa mencegah
masyarakat Melayu tradisional.Pembagian rumah ruang di dalam rumah menjadi banjir jika terjadi
bisa mencegah kebakaran. Ini karena kebakaran banjir.
sering terjadi karena memasak api. Oleh karena Budaya masyarakat Melayu kaya akan aspek
itu, jika bagian dapur terbakar, lebih mudah figuratif atau berpengaruh dari agama Islam
mengendalikan area yang lain daripada yang sehingga pengaruh arsitektur Barat juga tidak
terbakar. Selain itu, jika pemilik rumah ingin mampu membandingkannya. Rumah limas
memperbesar rumah, struktur rumah pusat bisa biasanya dibangun di atas matahari terbit atau
ditambahkan antara Home and Kitchen turun untuk menyesuaikannya dengan arah kiblat
House. Struktur rumah kayu lapis yang diangkat di dan juga untuk mengendalikan suhu di rumah
atas tiang terlihat bisa meningkatkan ventilasi. Ini (Abdul Halim Nasir dan Wan Hashim Wan Teh
juga disesuaikan dengan kopling berbagai gaya 1997: 36). Orang tua juga percaya bahwa
jendela, termasuk jenis jendela sebagai 'jendela kebiasaan membuka jendela pagi-pagi meski
Prancis', yang berguna untuk masuk angin dan matahari belum terbit akan memanggil malaikat
cahaya (lihat lampiran). Menurut Mohd Tajuddin penabur. Pintu dan jendela didekorasi dengan
Mohamad Rosli dkk. al (2004: 28) lagi pula, awan berukir indah berbentuk sebagai tanda
Rumah limas memiliki 'atap lima' atau 'limas' (roof menyambut tamu datang karena dianggap
shield). 'Lima atap' adalah jenis lima piring atau membawa rezeki.
empat piring seperti piramida untuk struktur Elemen sufisme dalam arsitektur piramida adalah
sederhana seperti pondok wakaf sebagai perumpamaan kuburan untuk mengingat
(http://myschoolnet.ppk.kpm.my). Lebih canggih kematian. Dengan itu, orang akan menghindari
hal-hal yang dilarang dan dipraktikkan oleh Allah
SWT. Konsep ini bisa dilihat di rumah sebuah
piramida dengan titik langit yang jernih di sisi kiri
dan kanan atap dan berbentuk batu nisan.Unsur
ini juga merupakan simbol kemanusiaan yang
semakin terang dari langit.
Langkah-langkah sebuah rumah tradisional
Melayu sengaja dibangun dengan angka ganjil
karena jumlahnya malah menunjukkan
kesempurnaan dan itu hanya milik Allah SWT. Hal
ini juga mirip dengan arsitektur rumah
piramida. Angka ganjil menunjukkan manusia
sebagai pelayan yang lemah dan tidak
sempurna. Secara tradisional, orang Melayu
tradisional biasanya mengambil 3, 5, 7 dan 9
tahap.Nomor 7 sering dikaitkan dengan
pemahaman 7 langit, 7 warisan bumi, 7 hari dan
seterusnya. Dengan demikian, menjelaskan bahwa
masyarakat Melayu tradisional sering
menyesuaikan isi Al-Qur'an dalam arsitektur
rumah mereka.
Di bagian bawah layar, komunitas Melayu Johor
Perubahan juga terjadi dalam hal alat atau
menggabungkan pola bulan atau matahari
kebutuhan dasar serta peralatan rumah tangga
terbit. Namun, mereka juga menggunakan unsur
dan perabotan. Rumah limas menuntut tuan rumah
flora. Parit-parit teluk membuktikan bahwa pola
untuk menyediakan meja dan kursi di teras atau
yang digunakan oleh masyarakat Melayu terkait teras di samping rumah, di ruang makan dan
dengan nilai etika kepercayaan kepada Tuhan
ruang tamu. Tirai jendela yang menjadi bagian
Yang Maha Esa (Rahmah Bujang dan Nor Azlin
terpenting dari rumah piramida juga
Hamidon 1998: 121). Motif motifnya
membutuhkan penggunaan sejumlah besar kain
menggambarkan cahaya atau tuntunan dari Allah
agar sesuai dengan panjang dan lebar
SWT yang dibutuhkan oleh manusia. Ukiran yang
jendela. Selain itu, rumah limas memiliki ruang
saling berhubungan yang menghiasi pintu adalah tamu khusus dan bisa direnovasi untuk kebutuhan
kiasan dari kata syahadah yang mengikat dan
anggota rumah (Rahmah Bujang dan Nor Azlin
menghubungkan orang-orang dengan Allah SWT
Hamidon 1998: 124). Dekorasi rumah harus
selamanya. Menurut kepercayaan masyarakat
disesuaikan dengan kesesuaian alokasi ruang
Melayu tradisional, kalimah syahadah perlu
rumah. Ini adalah praktik umum bagi pemilik
dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari,
rumah. Namun, bagi masyarakat modern, semua
tidak hanya sebagai kata suci tapi juga sebagai ini belum tentu pemilik rumah karena pemilik
simbol kontak manusia dengan Allah SWT.
rumah memiliki hak untuk menentukan rumah
3.0 PENERIMAAN LAHAN DALAM MODE
mereka sendiri. Selanjutnya, masuknya unsur
KOMUNITAS MODERN
barat, timur dan asli Indonesia dalam membawa
citra ke dekorasi rumah telah menarik masyarakat
Tradisi membangun rumah Limas ditransmisikan modern menuju dekorasi interior rumah. Buktinya
dari generasi ke generasi dari generasi ke
adalah semakin banyak orang di Malaysia
generasi. Namun, era perubahan telah mengubah
termasuk masyarakat Johor yang memimpikan
tradisi ini. Pengaruh dan arus modernisasi telah
struktur bangunan barat yang jauh lebih
mengubah pola pemikiran manusia yang akhirnya
sederhana dan membutuhkan biaya yang lebih
mengubah arsitek rumah piramida. Sementara itu,
rendah. Dampak kenaikan suhu dunia juga telah
sulitnya mendapatkan pasokan kayu menyebabkan mengubah arsitektur rumah dengan pengaruh
harga kayu menjadi sangat mahal. Situasi ini telah
AC. Buktinya adalah semakin banyak orang di
mengubah minat masyarakat Johor untuk
Malaysia termasuk masyarakat Johor yang
melanjutkan tradisi membangun rumah
memimpikan struktur bangunan barat yang jauh
limas. Selain itu, faktor kemampuan ekonomi juga
lebih sederhana dan membutuhkan biaya yang
mengakibatkan masyarakat Johor, terutama saat
lebih rendah. Dampak kenaikan suhu dunia juga
ini berubah untuk tinggal di rumah bertingkat atau telah mengubah arsitektur rumah dengan
apartemen yang jauh lebih sesuai dengan
pengaruh AC. Buktinya adalah semakin banyak
kemampuan ekonomi mereka.
orang di Malaysia termasuk masyarakat Johor
yang memimpikan struktur bangunan barat yang
jauh lebih sederhana dan membutuhkan biaya
yang lebih rendah.Dampak kenaikan suhu dunia
juga telah mengubah arsitektur rumah dengan Ini seperti ledakan baru untuk bangun, begitulah
pengaruh AC. nasib nenek Johor. Rumah adat ini telah dijadikan
Dalam hal proses konstruksi rumah limas, salah satu rekomendasi untuk mengatasi kerusakan
masyarakat Johor tradisional memiliki sistem serius akibat banjir yang kerap melanda negeri
konstruksi yang unik. Ini karena mereka harus belakangan ini. Mengutip pernyataan Menteri
mengikuti beberapa level sebelum rumah bisa Besar Datuk Abdul Ghani Othman oleh Bernama,
dipasang. Proses ini dimulai dengan tahap pemerintah negara bagian Johor akan menyoroti
persiapan melalui pertemuan antara suami dan disain "Rumah Johor Limas" yang didirikan di
istri tentang rumah yang akan dibangun atas kolom, untuk membangun proyek perumahan
berdasarkan kemampuan dan rumah yang besar di daerah rawan banjir (area Berita, Southern
(Mohd Tajuddin Mohamad Rosli dkk 2004: News May , 24). Situasi ini telah memberi nafas
29). Setelah mencapai konsensus, mereka akan baru ke piramida karena setelah sekian lama
mengadakan upacara untuk membantai hewan terpinggirkan, maka seni modernisasi diwujudkan
berkaki dua atau berkaki empat seperti ayam dan oleh masyarakat modern saat ini.Rumah
kambing untuk tujuan pertemuan untuk Limas, akan dibangun melalui proyek perumahan
menemukan sumber bahan bangunan, tempat pemerintah negara bagian dan akan menggunakan
untuk disiapkan, waktu untuk menyiapkan, beton dan non kayu karena tingginya biaya bahan
pengadaan bahan dan mencari baku di pasar. Pemerintah negara bagian tersebut
pembuatnya. Dalam pertemuan tersebut, sebuah bermaksud untuk menyoroti rancangan tahun ini
pertemuan doa doa dengan semua penduduk desa dengan harga mulai dari RM60, 000 sampai
juga diadakan. Upacara diadakan pada Jumat RM70.000 a (Regional News, Southern News, 24
malam. Mei).
Pada tahap pembangunan, ada tiga bagian yang Selanjutnya, usaha reproduksi populis juga secara
perlu dikembangkan secara terpisah, yaitu bagian aktif dilakukan untuk menjelaskan kepada
bawah, tengah, dan atas rumah. Sebelum masyarakat tentang seni peninggalan tradisional
pembangunan rumah diadakan, ada upacara untuk Melayu. Program seperti program budaya yang
berdiri. Upacara tersebut ditandai dengan diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan,
membantai hewan berkaki empat, seperti kambing Kesenian dan Warisan (KeKKWa) dan Pemerintah
dan sapi, kemudian proses pelacak tiang Negara Bagian Johor dipandang sebagai salah
dilakukan. Setelah selesai selesai, prosesnya satu contoh upaya dan perlu dilanjutkan guna
diperpanjang dengan pengembangan bagian mempertahankan warisan dan budaya negara yang
tengah rumah. hilang.
Biasanya, saat membangun bagian bawah rumah 3.0 KESIMPULAN
piramida, bahan pembuatan bagian ini juga sudah
disiapkan, mulai dari papan sampai lantai, Memang, budaya, kesenian dan sastra di suatu
dinding, daun pintu, jendela dan negara justru mencerminkan identitas negara dan
sebagainya. Namun proses ini terkadang masyarakat negara. Karena itu, kebutuhan kita
diutamakan dengan membuat atap rumah. Hal ini untuk mempertahankan seni pusaka dituntut agar
dimaksudkan agar bahan di tengah, seperti tidak kehilangan waktu dan lenyap 'badai'. Dalam
dinding dan lantai, terlindungi dari hujan dan arsitektur tradisional piramida, tindakan yang
panas. Pekerjaan bangunan di rumah piramida lebih drastis perlu dilakukan untuk melestarikan
terdiri dari balok panjang, peredam atau balok dan menghemat keseimbangan piramida dan
bintang, balok pengaman atau langit, kasau, mengkomersilkannya untuk tatapan generasi
kasau, rakit dan lapisan atap. mendatang. Harapan masa depan akan
Dibandingkan dengan masyarakat modern semua keberadaan rumah ini di masa depan masih buram
proses diserahkan ke kontraktor penuh. Konsep karena minat dan kecenderungan arus generasi
gotong-royong yang dipraktikkan oleh masyarakat sekarang terhadap piramida semakin
tradisional sekarang tidak lagi berlaku dalam hal terpinggirkan. Oleh karena itu, program seni
membuang-buang waktu, mementingkan diri warisan budaya harus dijalankan dari waktu ke
sendiri, sibuk dengan urusan sehari-hari dan waktu untuk terus mempromosikan rumah
terlalu banyak pengejaran material. Budaya piramida ke arena yang lebih global.
meterial dan sekuler yang dibawa oleh kolonis dan JOHOR HOUSE LANDSCAPE LANDSCAPE DI
media saat ini telah mengancam praktik membantu DANGA BAY
jiwa mereka. Hal ini juga berkontribusi terhadap Rumah tradisional Melayu Johor juga dikenal
perlambatan daerah pemukiman. Orang-orang sebagai rumah batu kapur Johor.Keseniannya
Melayu sangat bersemangat untuk menjual tanah sangat indah dimana konstruksinya tanpa
mereka dan akibatnya, mereka tidak lagi memiliki menggunakan kuku, hanya berdasarkan tanggul
lahan dan cenderung memilih rumah teras sebagai belaka. Rumah limas tradisional ini dibangun di
tempat alternatif untuk tinggal. Selain itu, atas iklim iklim tropis di Semenanjung
Malaysia. Rumah limusin Johor sangat
dipengaruhi oleh unsur-unsur eksternal seperti
Inggris, Belanda, dan juga elemen rumah di
Indonesia.
Rumah paviliun Johor memiliki bentuk dasar yang
sama dengan medium yang dibangun tinggi. Cara
untuk mengidentifikasi piramida Johor adalah
melalui atap rumah yang memiliki layar panjang
dan terhubung dengan empat paviliun. Di bagian
atas atap ada sebuah kayu tajam yang disebut
langit meminta. Rumah itu memiliki teras depan
yang disebut rumah ibu dan pada akhirnya adalah
teras. Biasanya rumah ini terbuat dari cengal,
keranji, perak dan meranti.
Untuk mengenal dan melihat lebih banyak tentang
rumah ini kita bisa pergi ke Danga Bay, Johor
Bahru karena di daerah ini kita telah membangun
rumah-rumah penggalian dari setiap kabupaten di
Johor. Di area rumah ini dibangun lanskap
bergaya desa. Ini terlihat cantik dan
sederhana. Memadukan kehijauan rumput
membuat area taman lebih segar dari pada
kombinasi warna kayu rumahan yang dilap dengan
pewarna kayu. Kantor Polisi juga merupakan
rumah piramid.

~ Sarawak Iban Longhouse ~

Iban Sarawak Longhouse ...

The Longhouse adalah tradisi Ibans yang terdiri


dari serangkaian puluhan jenis kelamin. Rumah ini
memiliki fitur dan keistimewaan tersendiri dalam
hal keamanan dan budaya. Arsitektur rumah ini
melekat pada adat istiadat tradisi lokal suku
masing-masing suku yang tidak terpengaruh oleh
masyarakat luar.
Rumah tersebut menggunakan tiang kayu keras
dan tidak mudah terdekomposisi seperti mudah
membeli kayu di Kepulauan
Kalimantan. Bumbunngnya dari rumbia daun
seperti Biru, Pantu, Mulong dan jenis daun tebal.
Dinding rumah terbuat dari kulit kayu seperti
Terentang atau bambu yang diiris dan
dipotong. Lantai juga menggunakan bambu, papan
atau kulit kayu. Tangga rumah terbuat dari kayu
bundar yang diikat dengan beliong dan disebut
tangga takik.
Rumah Panjang memiliki 3 ruang, yaitu tanju
(foyer atau open veranda), ruai (ruang terbuka)
dan ruang. Bagian atas ruangan dan punggungan
disebut sadau (peran) sebagai tempat tidur
perawan selain menyimpan biji-bijian dan
peralatan.

Rumah Adat Kadazan Sabah

*** ~ Gambar Rumah Tradisional ~ ***


Rumah Pahang

Rumah piramida Johor

Rumah Bajau (Sabah)

rumah orang Minangkabau

Dataran tinggi Melanau (Sarawak)

Pasted from <http://elya-iz.blogspot.co.id/>