BERTANAM PADI SECARA TABELA UNTUK PENDAHULUAN Beberapa benih yang direkomendasikan dapat dilihat
PERCEPATAN TANAM DAN ANTISIPASI Ketersediaan air merupakan salah satu faktor pada Tabel 1.
penentu dalam upaya meningkatkan produktivitas dan Tabel 1. Rekomendasi benih untuk sistem TABELA
KEKERINGAN
produksi padi. Namun demikian, ketersediaan air sering kali
menjadi yang disebabkan oleh iklim kemarau yang Varietas Umur Hasil Tekstur Karakter
berkepanjangan (Elnino), periode hujan yang semakin singkat, (t/ha) nasi Penting
curah hujan tahunan yang cenderung menurun, distribusi hari (hari) GKG
hujan yang tidak merata, debit air dari sumber air irigasi Inpari 11 105 8,8 Pulen AT rebah, T
(bendungan dan mata air) semakin berkurang dan kekeringan,T
sedimentasi bendungan yang menyebabkan pendangkalan blas 033 dan
sehingga kapasitas tampung berkurang. Oleh karena itu, 133
diperlukan penanganan terhadap kondisi tersebut diantaranya Inpari 18 102 9,5 Pulen T rebah, T
dengan menerapkan sistem tanam padi “Tanam Benih kekeringan, T
Langsung (TABELA)”. Sistem ini tidak memerlukan wereng coklat
pemindahan bibit dari persemaian ke lahan sawah karena biotipe 1 dan 2,
benih sudah langsung ditanam disawah sejak awal. AT biotipe 3.
Keunggulan TABELA adalah mempercepat waktu tanam 7-10 Inpari 19 104 9,5 Pulen T rebah, T
hari dibandingkan tanam pindah. kekeringan, T
wereng coklat
PENGGUNAAN BENIH UNGGUL biotipe 1 dan 2,
Gunakan benih unggul bermutu dan bersertifikat yang AT biotipe 3.
berkarakter tahan kekeringan, tahan rebah, jumlah anakan Inpari 30 111 9,6 Pulen Sesui daerah
sedikit dan bermalai lebat untuk mencegah serangan hama rawan banjr,
penyakit akibat populasi tinggi. Kebutuhan benih mencapai tahan genangan
30-45 kg/ha. Guna memperoleh tanaman sehat maka perlu hingga 15 hari
menggunakan benih yang bernas. Benih bernas diperoleh Inpago 9 109 8,4 Sedang T rebah, T
dengan proses seleksi, dengan cara: 1) Siapkan larutan air kekeringan, AT
garam dalam ember dengan konsentrasi 3% atau 30 gr garam blas 133; 033;
untuk setiap 1 liter air, 2) Tuang benih dalam ember dan 173
kemudian buang benih yang mengapung dan ambil benih Inpago 10 115 7,3 Sedang AT rebah, T
yang tenggelam, 3) Cuci bersih benih yang tenggelam. Kekeringan, T
Benih yang sudah terpilih kemudian direndam air blas 033; AT
bersih dan jernih selama 1x24 jam selanjutnya diperam 073 dan 133
selama 1x24 jam. Jika tabela di lahan kering maka tidak Situ 115 5 Pulen Agak tahan
memerlukan perendaman dan pemeraman. Berikan perlakuan Bagendit blas, hdb
BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN benih berbahan aktif karbosulfan sebanyak 20 g/ 1 kg benih. patotipe III, IV,
(BPTP) GORONTALO Untuk daerah yang endemik blast dan HDB dilakukan cocok dilahan
BADAN LITBANG PERTANIAN perlakuan benih dengan bahan aktif pyroquilon atau agrep kering atau
KEMENTERIAN PERTANIAN dengan dosis 5-10 g/kg benih dengan cara pencelupan atau sawah
2018 pelapisan.
PENGOLAHAN TANAH dikeluarkan melalui pintu pengeluaran). Setelah 3-4 hari lalu b. Penyakit blas: Inpari 22 dan 39, Inpago 9, dan
Pembongkaran tanah pertama dilakukan 7-10 hari diairi kembali setinggi 3-4 cm, demikian seterusnya hingga Inpago 10
sebelum tanam, tanah dibalik dan dibiarkan terendam agar menjelang berbunga. Ketika tanaman memasuki fase c. Penyakit Tungro: Inpari 7, Inpari 8, Inpari 9,
biji, umbi dan rhizoma gulma mati. Dua atau tiga hari berbunga hingga pengisian gabah, air petakan dipertahankan Inpari 36 dan Inpari 37.
menjelang tanam, tanah yang sudah direndam digelebeg dalam kondisi tergenang. Kekeringan pada fase ini 3. Pencegahan hama penggerek batang dengan segera
sampai melumpur lalu digaru. Tanah yang diolah dengan baik menyebabakan penurunan hasil lebih tinggi dibandingkan mengolah tanah setelah panen padi agar kepompong
ditandai dengan tanah melumpur sempurna, permukaan tanah kekeringan pada fase vegetatif. Petakan segera dikeringkan penggerek batang dipangkal jerami musnah. Pertanaman
rata dan bersih. Permukaan tanah yang rata sangat penting pada 10 hari menjelang panen. harus bebas gulma, lingkungan sekitar termasuk
untuk menghindari kubangan air pada tanah yang lekuk. Jika pematang bersih dari gulma dan tanaman inang agar
benih ditanam pada kubangan air maka dalam 3-4 hari akan PEMUPUKAN hama dan vector penyakit tidak berkembang.
membusuk (gagal tumbuh). Tanah yang melumpur sempurna Lakukan pemupukan berdasarkan pertimbangan 4. Tidak menggunakan pupuk N secara berlebihan, karena
penting untuk mencegah hanyutnya benih jika hujan turun status hara tanah. BPTP Gorontalo telah mengeluarkan dapat menyebabkan lemahnya jaringan tanaman
sebelum benih tumbuh. Untuk mengantisipasi pertumbuhan rekomendasi pemupukan berbasis kecamatan (lihat aplikasi sehingga mudah terserang hama penyakit dan mudah
gulma gunakan herbisida pratumbuh. KATAM), jika rekomendasi tingkat desa belum rekomendasi rebah.
kecamatan tersebut dapat digunakan atau berdasar analisis 5. Pergiliran tanaman dengan non padi, untuk menghindari
PENANAMAN PUTS. Pemupukan urea dapat mengacu Bagan Warna Daun. tersedianya makanan sepanjang tahun bagi hama dan
Benih yang siap tanam Aturan pemupukan untuk padi Tabela sebagai berikut: penyakit sehingga perkembangannya terhambat.
diletakkan diatas permukaan tanah 1. Pupuk dasar, umur 3-4 minggu setelah sebar, 3/4 dosis 6. Untuk mengendalikan keong mas, selama 21 hari setelah
sebanyak 3-5 biji/lubang. NPK Phonska + 1/4 dosis urea sebar sawah perlu dikeringkan kemudian di genangi
Dianjurkan menanam dengan jajar 2. Pupuk susulan pertama, umur 7 minggu setelah sebar, secara bergantian. Pasang saringan seukuran 5 mm
legowo 2:1 atau 4:1 jarak tanam 25 2/4 dosis urea dipintu masuk air agar meminimalkan masuknya keong
cm x 12,5 cm x 50 cm. Dengan 3. Pupuk susulan kedua, umur 9 minggu setelah sebar, 1/4 dan mempermudah pengumpulan keong. Pungut keong
jajar legowo populasi tanaman optimal, 100% tanaman pada dosis NPK Phonska + 1/4 dosis urea. kemudian hancurkan. Buat caren disekeliling sawah. Bila
jajar legowo 2:1 dan 50% tanaman pada jajar legowo 4:1 perlu gunakan pestisida berbahan aktif niclos amida atau
berposisi sebagai tanaman pinggir. Jajar legowo sangat PENGENDALIAN GULMA pestisida nabati seperti lerak, deris (tuba) dan saponin
memudahkan petani dalam melaksanakan pemeliharaan Penyiangan dilakukan secara mekanik dan kimiawi. (mimba, pepaya, mengkudu)
tananaman (menyiang, memupuk, menyemprot) dan Herbisida berbahan aktif glisofat diaplikasikan sebelum olah
memonitor hama penyakit. Penanaman dapat menggunakan tanah. Sangat dianjurkan aplikasi herbisida selektif pratumbuh PANEN
alat drum seeder jika tersedia dan secara manual. 3-4 hari sebelum tanam. Herbisida selektif purna tumbuh Panen dilakukan pada saat padi masak fisiologis
digunakan pada saat 14 hari setelah tabur benih (HSTb) yaitu dengan ciri 95% bulir padi sudah menguning. Panen dengan
PENGAIRAN saat gulma berdaun 2-4 helai. Penyiangan mekanik dilakukan sabit berigi dan mesin perontok. Gabah yang telah dipanen
Pada agroekosistem sawah irigasi pada umur tanaman kurang dari 21 HSTb. dikeringkan dengan ketebalan jemur sekitar 5 cm dan
lahan dipertahankan lembab dan pembalikan setiap 2 jam hingga kadar air mencapai 12-14%.
tidak tergenang selama 7-10 hari PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT Dianjurkan menggunakan combine harvester agar dapat
setelah tabur memudahkan Pengendalian OPT dapat dilakukan dengan cara: menekan kehilangan menjadi dari 5%.
perkecambahan dan pertumbuhan 1. Penanaman serempak pada hamparan sekurang-
awal. Umur sekitar 7-10 hari, Penyusun : Ari Abd Rouf, Awaludin Hipi dan Soimah M
kurangnya 50 ha yang diselesaikan dalam waktu 7 hari. Diproduksi oleh : BPTP Gorontalo
tanaman segera diairi setinggi kurang lebih 3 cm untuk 2. Penanaman varietas tahan untuk antisipasi serangan Oplah : 1000 eksemplar
menekan pertumbuhan gulma setelah itu tutup saluran masuk terutama di wilayah endemis: Sumber Dana : APBN 2018
dan keluar air. Biarkan air dalam petakan mengering (tanpa Info lebih lanjut : BPTP Gorontalo Jl Muh Van Gobel No 270
a. Hama wereng coklat: Inpari 19, 31 dan 33 hubungi Iloheluma, Tilongkabila Telp 0435-827627