Anda di halaman 1dari 182

PEMERINTAH KOTA

SURAKARTA

PROFIL
KESEHATAN TAHUN 2017
KOTA SURAKARTA

DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA TAHUN 2018


Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah SWT, karena


hanya atas petunjuk-Nya, maka Buku Profil Kesehatan Kota Surakarta Tahun
2016 telah dapat diterbitkan sebagai salah satu keluaran dari upaya pemantapan
dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.
Profil Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2017 merupakan salah satu
upaya untuk memberikan gambaran/informasi hasil-hasil yang telah dicapai
dalam pelaksanaan pembangunan di bidang kesehatan serta situasi daerah dan
pencapaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat pada tahun 2017. Profil kesehatan Kota Surakarta juga
merupakan sarana untuk memantau dan mengevaluasi pencapaian
pembangunan kesehatan di Kota Surakarta dan hasil kinerja penyelenggaraan
Standar Pelayanan Minimal Kota Surakarta.
Format penyusunan Profil Kesehatan tahun 2017 mengacu pada
Pedoman Penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa
Tengah, ditambah beberapa format data yang disesuaikan dengan kebutuhan
data indikator kinerja SPM-BK. Meski demikian, masih ada beberapa data yang
tidak dapat diisi karena kesulitan mendapatkan datanya.
Untuk lebih meningkatkan mutu Buku Profil Kesehatan Kota Surakarta,
sangat diharapkan saran, tanggapan, dan partisipasi dari semua pihak. Akhirnya
kepada semua pihak yang telah menyumbangkan pikiran, tenaga dan daya
dalam penyusunan Buku Profil Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2017,
diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

KEPALA DINAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA

dr. SITI WAHYUNINGSIH, M.Kes., M.H.


Pembina Utama Muda
NIP. 19631004 198911 2 001

i
DAFTAR TABEL

TABEL URAIAN
1. LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH
TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN
2. JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR
3. PENDUDUK BERUMUR 1O TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF DAN
IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN
4. JUMLAH KELAHRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN
PUSKESMAS
5. JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN,
KECAMATAN DAN PUSKESMAS
6. JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN DAN
PUSKESMAS
7. KASUS BARU TB, SELURUH KASUS TB, KASUS TB PADA ANAK, DAN CASE
NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK
8. JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT
JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS
9. ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA + SERTA
KEBERHASILAN PENGOBATAN
10. PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN,
KECAMATAN DAN PUSKESMAS
11. JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN
12. PROSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS
KELAMIN
13. KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN
DAN PUSKESMAS
14. KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN
PUSKESMAS
15. KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2

ii
TABEL URAIAN
16. JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE
/ JENIS
17. PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM
TREATMENT/RFT)
18. JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
19. JUMLAH KASUS PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN
IMUNISASI (PD3I)
20. JUMLAH KASUS PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN
IMUNISASI (PD3I)
21. JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS
KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS
22. KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA
23. PENDERITA FILARIASIS DITANGANI
24. PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK ≥18 TAHUN MENURUT JENIS
KELAMIN
25. PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN
26. CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN
KANKER PAYUDARA DENGAN PEMEERIKSAAN KLINIS (CBE)
27. JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KLB
28. KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KALURAHAN YANG DITANGANI <24
JAM
29 CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, DAN PERSALINAN DITOLONG TENAGA
KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS
30. PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL
31. PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR
32. JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET Fe1, Fe3
33. JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN
KOMPLIKASI NEONATAL

iii
TABEL URAIAN
34. PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI
35. PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI
36. JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF
37. BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)
38. CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL
39. JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF
40. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI
41. PERSENTASE CAKUPAN DESA/KALURAHAN UNIVERSAL CHILD
IMMUNIZATION (UCI) MENURUT KECAMATAN
42. CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT
JENIS KELAMIN
43. CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-Hib, POLIO, CAMPAK DAN IMUNISASI
DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN
44. CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI DAN ANAK BALITA MENURUT
JENIS KELAMIN
45. JUMLAH ANAK 0 – 23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN
45.a PREVELENSI STUNTING ANAK BADUTA
46. CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN
47. JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN
48. CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN
49. CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD &
SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN
50. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT
51. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT
51.a PERSENTASE REMAJA PUTRI MENDAPAT TABLET TAMBAH DARAH
52. CAKUPAN PELAYNAN KESEHATAN USIA LANJUT
53. CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK
54. JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN
GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN

iv
TABEL URAIAN
55. ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
56. INDIKATOR KINERJA RUMAH SAKIT
57. PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
(BER-PHBS)
58. PERSENTASE RUMAH SEHAT
59. PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM
BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
60. PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG
MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
61. PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK
(JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN
62. DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT
63. PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
64. TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE
SANITASI
65. TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK
66. PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN
67. JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN
68. PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN
PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR) LEVEL I
69. JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA
70. JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)
71. JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN
72. JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN
73. JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI FASILITAS KESEHATAN
74. JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DI FASILITAS KESEHATAN

v
TABEL URAIAN
75. JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN
LINGKUNGAN DI FASILITAS KESEHATAN
76. JUMLAH TENAGA GIZI DI FASILITAS KESEHATAN
77. JUMLAH TENAGA KETERAPIAN FISIK DI FASILITAS KESEHATAN
78. JUMLAH TENAGA KETEKNISAN MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN
79. JUMLAH TENAGA KESEHATAN LAIN DI FASILITAS KESEHATAN
80. JUMLAH TENAGA PENUNJANG/PENDUKUNG KESEHATAN DI FASILITAS
KESEHATAN
81. ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA
82. KASUS PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PUSKESMAS DAN RUMAH SAKIT

vi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR i
DAFTAR TABEL ii
DAFTAR ISI vii

BAB. I. DEMOGRAFI 1

1.1. Keadaan Penduduk 1


1.2. Keadaan Ekonomi 3
1.3. Keadaan Pendidikan 4
1.4. Indeks Pembangunan Manusia 5

BAB. II SUMBER DAYA KESEHATAN 8

2.1. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama 8


2.1.1. Puskesmas 8
2.1.2. Klinik Pratama 10
2.1.3. Dokter Keluarga 12
2.2. Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan 12
2.2.1. Klinik Utama 12
2.2.2. Rumah Sakit Umum 13
2.2.3. Rumah Sakit Khusus 14
2.3. Fasilitas Penunjang Pelayanan Kesehatan 15
2.4. Tenaga Kesehatan 15
2.4.1. Tenaga Kesehatan di Puskesmas 16
2.4.2. Tenaga Kesehatan di Dinas Kesehatan dan UPT non Pusk 18
2.4.3. Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit 18
2.5. Pengawasan Kefarmasian 19
2.6. Pembiayaan Kesehatan 21
2.7. Kepesertaan Jaminan Kesehatan 22
2.8. Indikator Pelayanan Kesehatan 23
2.8.1. Upaya Kesehatan Dasar 23
2.8.2. Upaya Kesehatan Rujukan 23
2.8.3. Program GMC 25

vii
BAB. III KESEHATAN KELUARGA 27

3.1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan KB 27


3.1.1. Angka Kematian Ibu 27
3.1.2. Pelayanan Ante Natal Care 32
3.1.3. Status Gizi Ibu Hamil 33
3.1.4. Penanganan Bumil dengan Komplikasi Kebidanan 35
3.1.5. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan 35
3.1.6. Pelayanan Keluarga Berencana 35
3.2. Pelayanan Kesehatan Anak 36
3.2.1. Angka Kematian Bayi (AKB) 36
3.2.2. Angka Kematian Balita (AKBA) 37
3.2.3. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah 37
3.2.4. Penanganan Komplikasi Neonatal 38
3.2.5. Pemberian ASI Eksklusif 39
3.2.6. Pemberian Kapsul Vit A pada Balita 40
3.2.7. Penimbangan Balita di Posyandu (D/S) 41
3.2.8. Pelayanan Imunisasi 42
3.3. Pelayanan Kesehatan Remaja 43
3.4. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut 44
3.5. Peningkatan Gizi Masyarakat 45
3.5.1. Status Gizi Balita 45

BAB. IV PENGENDALIAN PENYAKIT 47

4.1. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) 47


4.1.1. Tetanus Neonatorum 47
4.1.2. Campak 47
4.1.3. Difteri 49
4.1.4. Pertusis 49
4.1.5. Polio dan AFP 49
4.1.6. Hepatitis B 51
4.1.7. Hemofilus Influenza Tipe b 52

4.2. Penyakit Menular 53


4.2.1. Tuberkulosis 53

viii
4.2.2. HIV/AIDS 55
4.2.3. Pneumonia 57
4.2.4. Kusta 57
4.2.5. Diare 58
4.2.6. Demem Berdarah Dengue (DBD) 59
4.2.7. Malaria 62
4.3. Penyakit Tidak Menular 63
4.3.1. Penyakit Hipertensi 63
4.3.2. Penyakit Diabetes Mellitus 64
4.4. Morbiditas 64
4.4.1. Pola Penyakit 64
4.4.2. Kejadian Luar Biasa 65

BAB. V KESEHATAN LINGKUNGAN 66

5.1. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 66


5.2. Penyehatan Lingkungan Permukiman dan Tempat-Tempat Umum 67
5.2.1. Rumah Sehat 67
5.2.2. Penduduk dengan Akses Berkelanjutan terhadap AM Berkualitas 67
5.2.3. Penduduk dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi yang Layak 68
5.2.4. Penyehatan Tempat-Tempat Umum 69

BAB. VI PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 70

5.1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 70


5.2. Pengembangan Media Promosi Kesehatan 72
5.3. Upaya Kesehayan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) 72
5.3.1. Kelurahan Siaga 72
5.3.2. Posyandu 73
5.3.3. Posbindu 74

BAB. VII PENUTUP 76


LAMPIRAN TABEL 79

ix
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

BAB I
DEMOGRAFI

1.1. KEADAAN PENDUDUK

1.1.1. Pertambahan penduduk.


Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
(Hasil Registrasi Penduduk), jumlah penduduk Kota Surakarta tahun 2017
sebesar 558.732 jiwa. Terdiri dari 275.590 jiwa penduduk laki-laki (49,32%)
dan 283.142 jiwa penduduk perempuan (50,68%).
Bila dibandingkan jumlah penduduk pada tahun 2016 (552.930 jiwa),
terjadi peningkatan jumlah penduduk. Seperti tahun sebelumnya, jumlah
penduduk terbanyak ada di kecamatan Banjarsari sebesar 176.938 jiwa dan
jumlah penduduk terkecil ada di kecamatan Serengan 53.614 jiwa.
Gambaran selengkapnya jumlah penduduk tiap kecamatan dapat dilihat
pada lampiran tabel 1.

1.1.2. Kepadatan Penduduk.


Kota Surakarta merupakan kab/kota terpadat di Jawa Tengah.
Dengan luas wilayah Kota Surakarta sebesar 44.04 km2 dan jumlah
penduduk sebesar 558.732 jiwa, diperoleh kepadatan penduduk sebesar
12.687 jiwa per km2. Apabila dibandingkan dengan kepadatan pada tahun
sebelumnya sebesar 12.555 jiwa per km2, mengalami peningkatan.
Kepadatan tertinggi ada pada Kecamatan Pasarkliwon sebesar 17.611 jiwa
per km2, dan kepadatan terendah ada pada Kecamatan Jebres 11.372 jiwa
per km2. Gambaran selengkapnya tentang kepadatan penduduk adalah
sebagai berikut :
Laweyan : 11.601
Serengan : 16.807
Pasar Kliwon : 17.611
Jebres : 11.372
Banjarsari : 11.947
Kota : 12.687
( Sumber : Dispendukcapil )

1
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

1.1.3. Sex Ratio Penduduk


Perkembangan penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat dari
angka sex ratio, yaitu perbandingan penduduk laki-laki terhadap penduduk
perempuan. Angka sex ratio penduduk tahun 2017 sebesar 97,33%. Ini
berarti bahwa setiap ada 100 orang perempuan maka terdapat 97 orang laki-
laki. Angka tersebut hampir sama dengan angka tahun 2016 sebesar
97,21%. Artinya terjadi peningkatan jumlah penduduk laki-laki lebih besar
dari pada perempuan, namun demikian jumlah penduduk perempuan masih
lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-laki. Ini merupakan
bahan pemikiran khususnya dalam mengantisipasi resiko angka kelahiran
dan perencanaan program pemberdayaan perempuan.

1.1.4. Angka Ketergantungan ( Dependency ratio )


Susunan penduduk menurut golongan umur dan jenis kelamin dapat
dilihat pada grafik sebagai berikut:
Grafik 1. Susunan Penduduk menurut Golongan Umur & Jenis Kelamin
Tahun 2017

2
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Berdasarkan grafik diatas, maka didapatkan angka ketergantungan sebesar


40,82% Ini berarti setiap 100 orang penduduk produktif menanggung 41
orang non produktif. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan angka
tahun 2016 sebesar 41,81%. Berarti terjadi penurunan angka
ketergantungan.

1.2. KEADAAN EKONOMI


1.2.1. Mata pencaharian
Salah satu ukuran untuk mengetahui ekonomi suatu wilayah adalah
dengan melihat komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian.
Berdasarkan data dari Monografi Kelurahan (Buku Kota Surakarta Dalam
Angka 2016) maka mata pencaharian penduduk, adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Mata Pencaharian Penduduk Kota Surakarta Tahun 2017

NO LAPANGAN PEKERJAAN JUMLAH %


1. Pertanian 1.840 0.43%
2. Pertambangan 364 0.09%
3. Industri 62.226 14.57%
4. Listrik dan Gas 426 0.10%
5. Konstruksi 13.658 3.20%
6. Perdagangan 108.207 25.34%
7. Angkutan 12.643 2.96%
8. Keuangan 16.612 3.89%
9. Jasa 55.223 12.93%
10. Lain-lain 155.766 36.49%
Jumlah 426.965 100%
Sumber : Buku Surakarta Dalam Angka 2017
Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa prosentase terbesar penduduk di
Surakarta adalah di bidang Perdagangan, yaitu sebesar 25.34%.

1.2.2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).


Produk Domestik Regional Bruto merupakan indikator untuk
mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan
masyarakat. Berdasarkan BPS Kota Surakarta (Tahun 2016), laju
pertumbuhan ekonomi diukur dari besarnya nilai PDRB atas dasar harga
3
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

konstan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, terjadi kenaikan relatif
sedang yaitu 5.32%, sedangkan untuk pertumbuhan harga berlaku sebesar
8.04%. Untuk lebih jelasnya, tentang pertumbuhan PDRB tahun 2010 s/d
2016 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel. 2 Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto


Kota Surakarta Tahun 2010 s/d 2016 (jutaan rupiah)
BERLAKU KONSTAN
Tahun
NILAI % PERUBAHAN NILAI %PERUBAHAN
2010 21,469,551.30 11.94 21,469,551.30 5.94
2011 23,909,011.13 11.36 22,848,439.42 6.42
2012 26,425,273.02 10.52 24,123,781.59 5.58
2013 29,081,312.47 10.05 25,631,681.32 6.25
2014 32,059,446.90 10.24 26,984,358.61 5.28
2015 34,982,374.09 9.12 28,453,493.87 5.44
2016 37,793,266.18 8.04 29,965,873.01 5.32

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa semenjak tahun 2010 hingga
tahun 2016 pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan (pertumbuhan
positif) meskipun keadaan ekonomi masih belum menggembirakan.

PDRB per Kapita Penduduk Kota Surakarta tahun 2016 menurut harga
berlaku adalah sebesar Rp. 73,642,588.94 sedangkan PDRB per Kapita
menurut harga konstan adalah sebesar Rp. 59,747,484.77

1.3. KEADAAN PENDIDIKAN


Salah satu indikator indeks pembangunan manusia adalah tingkat
pendidikan penduduk. Untuk kota Surakarta, berdasarkan data dari BPS
Kota Surakarta, maka banyaknya penduduk menurut pendidikan (umur 10
tahun ke atas) tahun 2016 adalah sebagai berikut:

4
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Grafik 2. Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan


Kota Surakarta Tahun 2017

1.4. INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator untuk mengukur


capaian pembangunan manusia berdasarkan sejumlah komponen dasar kualitas
hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga
dimensi dasar yaitu dimensi kesehatan, pengetahuan dan hidup layak.

Tabel 3. Besaran Komponen IPM Kota Surakarta Tahun 2010-2017

Komponen 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017


Angka Harapan Hidup 76,89 76,93 76,97 76,99 77,00 77,03 77,06

Angka Harapan Lama Sekolah 13,34 13,50 13,64 13,92 14,14 14,50 14,51

Angka Rata-rata Lama Sekolah 10,05 10,11 10,25 10,33 10,36 10,37 10,38

Pengeluaran 12.464 12.680 12.820 12.907 13.604 13.900 13.986

IPM 78,00 78,44 78,89 79,34 80,14 80,76 80,85

Rangking se Jawa Tengah 2 2 2 2 3 3 3

5
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa IPM Kota Surakarta mengalami
peningkatan terus menerus dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2017. Besaran
IPM Kota Surakarta menduduki peringkat ketiga dari 35 kabupaten/kota di Jawa
Tengah. Jika dibandingkan dengan IPM Kabupaten di sekitarnya, IPM Kota
Surakarta tertinggi dilihat dari kelima komponen penilaian, sebagaimana tabel di
bawah ini.

Tabel 4. IPM Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2016


Indeks Pembangunan Manusia (metode baru)
Wilayah Jateng Indeks Pembangunan Manusia Urutan
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
PROVINSI JAWA
66.08 66.64 67.21 68.02 68.78 69.49 69.98
TENGAH
Kabupaten Cilacap 64.18 64.73 65.72 66.80 67.25 67.77 68.60 20
Kabupaten Banyumas 66.87 67.45 68.06 68.55 69.25 69.89 70.49 15
Kabupaten Purbalingga 63.61 64.33 64.94 65.53 66.23 67.03 67.48 27
Kabupaten Banjarnegara 60.70 61.58 62.29 62.84 63.15 64.73 65.52 33
Kabupaten Kebumen 63.08 64.05 64.47 64.86 65.67 66.87 67.41 28
Kabupaten Purworejo 68.16 69.11 69.40 69.77 70.12 70.37 70.66 14
Kabupaten Wonosobo 62.50 63.07 64.18 64.57 65.20 65.70 66.19 31
Kabupaten Magelang 63.28 64.16 64.75 65.86 66.35 67.13 67.85 24
Kabupaten Boyolali 68.76 69.14 69.51 69.81 70.34 71.74 72.18 12
Kabupaten Klaten 70.76 71.16 71.71 72.42 73.19 73.81 73.97 7
Kabupaten Sukoharjo 71.53 72.34 72.81 73.22 73.76 74.53 75.06 5
Kabupaten Wonogiri 63.90 64.75 65.75 66.40 66.77 67.76 68.23 23
Kabupaten Karanganyar 70.31 71 72.26 73.33 73.89 74.26 74.90 6
Kabupaten Sragen 67.67 68.12 68.91 69.95 70.52 71.10 71.43 13
Kabupaten Grobogan 64.56 65.41 66.39 67.43 67.77 68.05 68.52 22
Kabupaten Blora 63.02 63.88 64.70 65.37 65.84 66.22 66.61 29
Kabupaten Rembang 64.53 65.36 66.03 66.84 67.40 68.18 68.60 20
Kabupaten Pati 65.13 65.71 66.13 66.47 66.99 68.51 69.03 19
Kabupaten Kudus 69.22 69.89 70.57 71.58 72 72.72 72.94 10
Kabupaten Jepara 66.76 67.63 68.45 69.11 69.61 70.02 70.25 16
Kabupaten Demak 66.02 66.84 67.55 68.38 68.95 69.75 70.10 18
Kabupaten Semarang 69.58 70.35 70.88 71.29 71.65 71.89 72.40 11
Kabupaten Temanggung 63.08 64.14 64.91 65.52 65.97 67.07 67.60 26

6
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Kabupaten Kendal 66.23 66.96 67.55 67.98 68.46 69.57 70.11 17


Kabupaten Batang 61.64 62.59 63.09 63.60 64.07 65.46 66.38 30
Kabupaten Pekalongan 63.75 64.72 65.33 66.26 66.98 67.40 67.71 25
Kabupaten Pemalang 58.64 59.66 60.78 61.81 62.35 63.70 64.17 34
Kabupaten Tegal 61.14 61.97 62.67 63.50 64.10 65.04 65.84 32
Kabupaten Brebes 59.49 60.51 60.92 61.87 62.55 63.18 63.98 35
Kota Magelang 73.99 74.47 75 75.29 75.79 76.39 77.16 4
Kota Surakarta 77.45 78 78.44 78.89 79.34 80.14 80.76 3
Kota Salatiga 78.35 78.76 79.10 79.37 79.98 80.96 81.14 2
Kota Semarang 76.96 77.58 78.04 78.68 79.24 80.23 81.19 1
Kota Pekalongan 68.95 69.54 69.95 70.82 71.53 72.69 73.32 9
Kota Tegal 69.33 70.03 70.68 71.44 72.20 72.96 73.55 8

7
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

BAB II
SUMBER DAYA KESEHATAN

Derajat kesehatan masyarakat suatu negara dipengaruhi oleh


keberadaan sumber daya kesehatan yang meliputi : sarana kesehatan, tenaga
kesehatan, kefarmasian dan pembiayaan kesehatan. Sarana kesehatan yang
diulas pada pada bagian ini terdiri dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama (FKTP) yang meliputi puskesmas, klinik pratama dan dokter keluarga
serta fasilitas kesehatan tingkat rujukan (FKTR) yang meliputi klinik utama,
rumah sakit umum dan rumah sakit khusus.
Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan
bahwa fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang
digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif,
preventif, kuratif, maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah,
pemerintah daerah, dan/atau masyarakat.

2.1. FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA


2.1.1. Puskesmas
Puskesmas adalah suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi
sebagai pusat pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta
masyarakat dalam bidang kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan
tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh,
terpadu yang berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat
tinggal dalam suatu wilayah tertentu.
Puskesmas diharapkan dapat bertindak sebagai motivator,
fasilitator dan turut serta memantau terselenggaranya proses
pembangunan di wilayah kerjanya agar berdampak positif terhadap
kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Hasil yang diharapkan dalam
menjalankan fungsi ini antara lain adalah terselenggaranya pembangunan
di luar bidang kesehatan yang mendukung terciptanya lingkungan dan
perilaku sehat.

8
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

Puskesmas diharapkan menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat


Pertama (FKTP) yang handal sehingga bisa menjadi FKTP utama Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Surakarta. Adapun data Puskesmas di
Kota Surakarta Tahun 2017 sebagaimana tabel berikut :

Tabel 5. Data Puskesmas di Kota Surakarta

TIPE KRITERIA JUMLAH JEJARING

JML NON SAN


NAMA PER TER
NO DESA/ PERA BIAS GAT PUS POLIN POSKES
PUSKESMAS AWA PEN
KEL WATA A TERP TU DES DES
TAN CIL
N ECIL

1 PAJANG 4 V - V - - 3 - -

2 PENUMPING 4 - V V - - 1 - -

3 PURWOSARI 3 - V V - - 1 - -

5 JAYENGAN 4 - V V - - 1 - -
2
4 KRATONAN 3 - V V - - - -

6 GAJAHAN 6 V - V - - 1 - -

7 SANGKRAH 3 - V V - - 2 - -

9 PURWODININGRT 6 - V V - - 1 - -

10 NGORESAN 1 - V V - - 1 - -

8 SIBELA 1 V - V - - 2 - -

11 PUCANGSAWIT 3 - V V - - 2 - -

14 NUSUKAN 1 - V V - - 2 - -

13 MANAHAN 2 - V V - - - - -

15 GILINGAN 3 - V V - - 1 - -

12 BANYUANYAR 2 V - V - - 1 - -

16 SETABELAN 4 - V V - - 1 - -

17 GAMBIR SARI 1 - V V - - 2 - -

TOTAL SURAKARTA 51 24

Adapun keempat Puskesmas Perawatan yang ada, sekaligus


berfungsi sebagai Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal
Emergensi Dasar).

9
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

Dari 17 Puskesmas yang ada di Kota Surakarta, 16 Puskesmas


sudah terakreditasi dan 1 Puskesmas (Puskesmas Purwodiningratan)
sedang dalam proses persiapan penilaian akreditasi.

2.1.2. Klinik Pratama


Selain Puskesmas sebagai andalah Pemerintah dalam pelayanan
tingkat pertama, Klinik Pratama juga memiliki kontribusi terhadap
pelayanan kesehatan di Kota Surakarta. Jumlah Klinik Pratama di Kota
Surakarta adalah sebanyak 36 dengan rincian Balai Pengobatan (BP)
sebanyak 3, Klinik Pratama Rawat Jalan sebanyak 27 dan Klinik Pratama
Rawat Inap sebanyak 6. Data Klinik Pratama yang ada di Kota Surakarta
adalah sebagai berikut :

Tabel 6. DATA KLINIK PRATAMA DAN BALAI PENGOBATAN


DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2017

NO NAMA KLINIK JENIS KLINIK ALAMAT


Jl. RE. Marthadinata N. 15
1 AIRA pratama rawat jalan
Sudiroprajan, Jebres, Surakarta
AISYIYAH MEDICAL
2 pratama rawat jalan Jl.KH. Dewantoro 10 Kentingan
CENTER
Jl. Slamet Riyadi No. 78 RT 01 RW
3 ANANDA pratama rawat jalan
03 Jajar, Laweyan, Surakarta
pratama rawat inap Jl. Veteran No. 113 Danukusuman,
4 AN NISA
bersalin Surakarta
Jl. Sutowijoyo No. 10 Penumping,
5 AURA pratama rawat jalan
Laweyan, Surakarta
pratama rawat inap Jl. Dr. Rajiman RT 03 RW 08 Pajang,
6 BAROKAH
bersalin Laweyan, Surakarta
7 BETESDA BP Jl. Sutan Syarir (Gereja SJA)
pratama rawat inap
8 Bhayangkara Jl.dr.Muwardi 33A Purwosari
bersalin
pratama rawat jalan Jl. Dewi Sartika No 33
9 MECADITA
kes.gigi danukusuman, Serengan, Surakarta
pratama rawat jalan Jl. Dr. Supomo No. 78 Punggawan,
10 MECADITA
kes.gigi Banjarsari, Surakarta
Jl. Brigjen Sudiarto No. 196
11 BUDI PENI Pratama rawat jalan
Joyotakan
12 CAHAYA SEHAT BP Jl. Patimura No 88
Jl. Kyai Mojo No 70 Semanggi,
13 ENGGAL WARAS Pratama rawat jalan
Surakarta

10
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

NO NAMA KLINIK JENIS KLINIK ALAMAT


Jl. Kapt.Mulyadi No. 182 Pasar
14 FOSMIL Pratama rawat jalan
Kliwon, Surakarta
15 KARUNIA HUSADA pratama rawat jalan Jl. Kol. Sutarto No. 150 C. Jebres
Jl. Kol. Sutarto No. 57 RT 02 RW 08
16 KIMIA FARMA Pratama rawat jalan
Jebres, Surakarta
Jl. Arifin No.1 Kp. Baru, Pasar
17 MARGANINGSIH pratama rawat jalan
Kliwon, Surakarta
18 PMI Pratama rawat jalan Jl. Kol. Sutarto No. 58 Jebres
19 POOLIEN pratama rawat jalan Jl. Yos Sudarso No. 338 Serengan
Jl. Yosodipuro N. 121
PT. ESTETIKA MEDIKA
20 pratama rawat jalan Mangkubumen, Banjarsari,
UTAMA (LBC)
Surakarta
Jl. Jaya Wijaya No. 11 Kadipiro
21 KUSUMA HUSADA pratama rawat jalan
Surakarta
Jl. Gajah Mada No. 103
22 LARISSA pratama rawat jalan
Punggawan, Banjarsari, Surakarta
Jl. Letjend Sutoyo No.13 Nusukan,
23 MITRA MEDIKA pratama rawat jalan
Banjarsari, Surakarta
Jl. Cilosari RT 2 RW 13 Semanggi,
24 MTA Pratama rawat inap
Pasar Kliwon, Surakarta
Jl. Yosodipuro No. 99
25 NAAVAGREEN pratama rawat jalan Mangkubumen, Banjarsari,
Surakarta
Jl. Sumpah Pemuda No.6, Kadipiro,
26 NGESTI HUSADAJATI Pratama rawat jalan
Banjarsari, Surakarta
Jl. Prof Yohanes No. 35 Jebres,
27 NORMA Pratama rawat jalan
Surakarta
28 PMS pratama rawat jalan Jl. Ir Juanda No. 47 Surakarta
29 PT. KAI Pratama rawat jalan Jl. Monginsidi No. 112 Surakarta
Jl. Truntum I RT 01 RW 15
30 RETNO pratama rawat jalan
Sondakan, Laweyan, Surakarta
Jl. Petir RT 01 RW 14 Jebres, Jebres,
31 SOLO PEDULI Pratama rawat inap
Surakarta
Jl. Sriwijaya No. 8 Nusukan,
32 SRIWIJAYA pratama rawat jalan
Banjarsari, Surakarta
Jl. Gajah Mada No. 57 RT 01 RW 05
33 TIPHARA pratama rawat jalan
Punggawan, Banjarsari, Surakarta
34 UNS Medical Center BP Jl. Ir. Sutami 36A Kentingan
Jl. Malabar Utara III Mojosongo,
35 MOJOSONGO Pratama rawat inap
Jebres
36 CITA MEDIKA HUSADA Pratama rawat jalan Jl. Pulanggeni No. 23

11
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

2.1.3. Dokter Keluarga / Dokter Praktek Perseorangan


Sebagai daerah perkotaan, Kota Surakarta memiliki keragaman
jenis sarana pelayanan kesehatan, Selain Puskesmas dan Klinik Pratama,
keberadaan Dokter Keluarga juga memberikan kontribusi terhadap
pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kota Surakarta. Adapun jumlah ijin
dokter praktek di Kota Surakarta pada tahun 2017 adalah sebanyak 1.850,
tersebar di 5 kecamatan, dengan persebaran sebagai berikut :

Tabel 7. Data Ijin Dokter Praktek Perseorangan di Kota Surakarta


Tahun 2017

NO KECAMATAN JUMLAH
1 LAWEYAN 126
2 SERENGAN 57
3 PASARKLIWON 40
4 JEBRES 84
5 BANJARSARI 183
JUMLAH 490

2.2. FASILITAS KESEHATAN TINGKAT RUJUKAN


Selain Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), keberadaan
Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan juga sangat mempengaruhi kualitas
pelayanan kesehatan secara menyuluruh di Kota Surakarta. Fasilitas
Kesehatan Rujukan yang akan dibahas dalam bab ini adalah Klinik Utama,
Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Khusus.

2.2.1. Klinik Utama


Di Kota Surakarta terdapat 15 Klinik Utama dengan perincian : 9
buah Klinik Utama Rawat Jalan dan 6 buah Klinik Utama Rawat Inap. Data
Klinik Utama di Kota Surakarta adalah sebagai berikut :

12
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

Tabel. 8. DATA KLINIK UTAMA DI KOTA SURAKARTA TAHUN 2017

NO NAMA KLINIK JENIS KLINIK ALAMAT


CAHAYA MITRA (PT.
Jl. Nusa Indah IX No. 5 Punggawan,
1 KARMEL INDAH Utama rawat jalan
Banjarsari
SEJAHTERA)
Jl. Letjend Suprapto No. 89
2 CERDAS CERIA Utama rawat jalan
Banyuanyar
Utama rawat inap Jl. Surya No. 34 Purwodiningratan,
3 dr. JOHAN
bersalin Jebres, Surakarta
Gigi Utama rawat Jl. Dr. Rajiman No. 402 RT 07 RW 05
4 EPIONE DENTISTRY
jalan Penumping, Laweyan, Surakarta
Utama rawat inap Jl. dr. Rajiman No. 383 Panularan,
5 MOMMY & ME
bersalin Surakarta
ONKOLOGI PERMATA Jl. Siwalan No. 37 RT 02 RW 14
6 Utama rawat inap
HARAPAN Kerten, Laweyan, Surakarta
Jl. Cempaka XI RT 02/20 Sampangan,
7 PKU SAMPANGAN Utama rawat inap
Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta
Utama rawat jalan Jl. Honggowongso No. 119 RT 3 RW 3
8 QTA (Klinik Gigi)
kes gigi mulut Kratonan, Serengan, Surakarta
SHERLY INDRATNO
Utama rawat jalan Jl. Kapten Mulyadi No. 30
9 AND ASSOCIATES
kes gigi mulut Sudiroprajan, Jebres
DENTAL CLINIC
SOLO EYE CENTER Utama Kesehatan Jl. Dr. Rajiman No. 422 Bumi,
10
(Mata) Mata rawat jalan Laweyan
Utama rawat inap Jl. Prof. Suharso No. 109 Jajar,
11 SRI MURTI
bersalin Laweyan, Surakarta
Gigi Utama rawat Jl. Urip Sumoharjo 112 RT 05 RW 09
12 VIVO
jalan Purwodiningratan, Jebres, Surakarta
Jl. Letjen. S. Parman No. 131
13 BUDI SEHAT Utama rawat jalan
Kestalan, Surakarta
Jl. Gajahmada No. 134, RT 004 RW
14 KLINIK MOMMIES Utama rawat jalan
001
KHUSUS JIWA DAN Jl. Adi Sucipto 167 Karangasem,
15 Utama rawat inap
SARAF PURI WALUYO Laweyan, Surakarta
16 STAMINA Utama Rawat Jalan Jl. Moh. Yamin 121

2.2.2. Rumah Sakit Umum


Rumah Sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang
menjadi rujukan bagi Puskesmas, Klinik, dan Dokter Keluarga. Rumah
Sakit terbagi menjadi 2 kategori, yaitu Rumah Sakit Umum (RSU) dan
Rumah Sakit Khusus (RSK).

13
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

Rumah Sakit terbagi menjadi 4 type yaitu A, B, C, dan D. Untuk


pelayanan rujukan pasien dari FKTP, diberlakukan rujukan terstruktur dan
berjenjang, artinya dari FKTP dapat merujuk ke Rumah Sakit type D atau
C, dan tidak bisa langsung dirujuk ke Rumah Sakit type B atau A, kecuali
dalam keadaan darurat (life saving).
Data Rumah Sakit Umum yang ada di Kota Surakarta adalah
sebagai berikut :

Tabel 9. DATA RUMAH SAKIT UMUM DI KOTA SURAKARTA

JUMLAH TEMPAT
NO NAMA RUMAH SAKIT KEPEMILIKAN TYPE
TIDUR (TT)

1 RSU Dr Moewardi Pem Prov. Jateng A 853


2 RS Slamet Riyadi TNI C 107
3 RSUD Kota Surakarta Pem Kot Surakarta C 125
4 RS Kasih Ibu Swasta B 200
5 RS PKU Muhammadiyah Ska Swasta B 286
6 RS Dr. OEN Surakarta Swasta B 225
7 RS Brayat Minulyo Swasta C 107
8 RS Panti Waluyo Swasta C 174
9 RS Islam Kustati Swasta C 205
10 RS Hermina Surakarta Swasta D 50
11 RS Tri Harsi Swasta D 38

JUMLAH 2.370

2.2.3. Rumah Sakit Khusus


Rumah Sakit Khusus adalah Fasilitas Rujukan untuk pelayanan
penyakit tertentu. Data Rumah Sakit Khusus di Kota Surakarta adalah
sebagai berikut :

14
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

Tabel 10. DATA RUMAH SAKIT KHUSUS DI KOTA SURAKARTA

JUMLAH
NO NAMA RUMAH SAKIT KEPEMILIKAN TYPE TEMPAT TIDUR
(TT)

1 RSJD Surakarta Pem Prov. Jateng A 340


2 RS Mata Solo Swasta C 20
3 BBKPM Surakarta Kemenkes -

JUMLAH 360

2.3. FASILITAS PENUNJANG PELAYANAN KESEHATAN

Selain tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan primer dan


rujukan, pelayanan kesehatan di Kota Surakarta juga dilengkapi dengan
fasilitas penunjang pelayanan kesehatan seperti apotek, toko obat, dan
laboratorium kesehatan sebagaimana tabel berikut :
Tabel 11. Data Fasilitas Penunjang Pelayanan Kesehatan
Kota Surakarta Tahun 2017
JUMLAH
No. SARANA
PEMERINTAH SWASTA
1 Apotek 1 166
2 Toko Obat 0 23
3 Laboratorium Kesehatan 1 11

2.4. TENAGA KESEHATAN


Tenaga kesehatan memiliki peranan penting untuk meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat agar
masyarakat mampu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat sehingga akan terwujud derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya

15
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi serta sebagai salah
satu unsur kesejahteraan umum.
Berdasarkan Undang Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang
Tenaga Kesehatan, tenaga kesehatan adalah setiap orang yang
mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan
dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk
jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
Tenaga di bidang kesehatan terdiri atas tenaga kesehatan dan
asisten tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan dikelompokkan ke dalam tiga
belas jenis, yang terdiri atas: tenaga medis, tenaga psikologi klinis, tenaga
keperawatan, tenaga kebidanan, tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan
masyarat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga keterapian
fisik, tenaga keteknisian medis, tenaga teknik biomedika, tenaga kesehatan
tradisional, dan tenaga kesehatan lainnya.

2.4.1. Tenaga Kesehatan di Puskesmas

Kota Surakarta merupakan wilayah perkotaan yang merupakan


penyangga bagi kabupaten di sekitarnya. Demikian juga untuk pelayanan
kesehatan, baik di tingkat pertama maupun di tingkat rujukan. Dari 17
Puskesmas yang ada di Kota Surakarta, semuanya telah memiliki tenaga
medis dokter dan dokter gigi.
Berdasarkan Permenkes nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat, tenaga kesehatan yang harus tersedia di
Puskesmas adalah :
- Dokter
- Dokter gigi
- Perawat
- Bidan
- Tenaga Kesehatan Masyarakat
- Tenaga Kesehatan Lingkungan
- Tenaga Teknis Laboratorium Medis
- Tenaga Gizi
- Tenaga Kefarmasian
- Tenaga Administrasi

16
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

Untuk tenaga paramedis perawat, bidan, farmasi, gizi dan analis


semua puskesmas juga telah ada. Namun untuk tenaga Kesehatan
Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Rekam Medis dan Fisioterapi, belum
semua puskesmas memiliki.
Gambaran tentang sebaran SDM Kesehatan di Puskesmas Kota
Surakarta adalah sebagai berikut :

Tabel. 12. SDM Kesehatan di Puskesmas Kota Surakarta Tahun 2017

Rekam Medis
Perawat dan
perawat gigi
Dokter Gigi

Fisioterapi
Farmasi

Kesmas

Kesling
Dokter
Umum

Analis
JML
Bidan

Gizi
Nama Unit Kerja
PDDK

PAJANG 48.103 5 1 12 8 5 1 2 1 1 2 1
PENUMPING 23.604 3 1 6 4 2 1 1 0 0 1 0
PURWOSARI 28.526 1 2 6 4 3 1 1 1 0 1 0
JAYENGAN 30.465 2 1 6 5 3 1 1 1 0 1 0
KRATONAN 23.149 2 1 7 5 4 1 2 1 0 2 0
GAJAHAN 31.805 4 1 13 12 4 2 3 1 1 2 0
SANGKRAH 53.078 3 1 6 6 4 2 1 1 1 2 0
PWDININGRTN 27.356 3 1 5 4 3 1 2 1 1 2 0
NGORESAN 32.484 2 1 6 4 3 1 2 1 0 1 0
SIBELA 50.409 4 1 12 9 6 2 2 0 2 1 0
PUCANGSAWIT 32.815 2 2 5 5 3 1 1 1 1 1 0
NUSUKAN 30.561 2 1 6 4 4 1 2 0 1 1 0
MANAHAN 20.168 2 1 6 3 2 1 1 1 0 1 0
GILINGAN 27.167 1 1 6 4 2 1 2 1 0 1 0
BANYUANYAR 31.529 3 1 11 11 3 2 1 1 0 2 0
SETABELAN 13.279 2 1 9 4 2 1 1 1 0 1 0
GAMBIR SARI 54.236 2 2 5 4 3 1 1 1 1 1 0
JUMLAH 558.732 43 20 127 96 56 21 26 13 9 23 1

17
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

2.4.2. Tenaga Kesehatan di Dinas Kesehatan dan UPTD non Puskesmas


Dinas Kesehatan merupakan instansi pengampu kebijakan bidang
kesehatan di Kota Surakarta. Sebagai instansi yang mengelola kebijakan,
tentunya Dinas Kesehatan perlu didukung oleh tenaga-tenaga kesehatan
yang berwawasan luas dan handal.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Surakarta juga memiliki Unit
Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) selain UPTD Puskesmas, yaitu : UPTD
Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS), UPTD Instalasi
Farmasi dan UPTD Laboratorium Kesehatan.
Data SDM Kesehatan di Dinas Kesehatan dan UPTD non
Puskesmas adalah sebagai berikut :

Tabel. 13. SDM Kesehatan di Dinas Kesehatan dan UPTD non Puskesmas
Kota Surakarta Tahun 2017
Dokter Umum

Dokter Gigi

Perawat
Farmasi

Kesmas

Jumlah
Kesling

Umum
Analis
Bidan

Gizi

NO UNIT KERJA

1 Dinas Kesehatan 4 1 3 5 3 2 9 4 1 34 66
2 UPT PK 0 0 1 0 1 0 1 0 1 4 8
3 UPT Instalasi Farmasi 0 0 6 0 0 0 0 0 0 3 9
4 UPT Laboratorium Kes 1 0 0 0 0 0 0 0 5 3 9
5 UPT Gawat Darurat 0 0 0 9 0 0 0 0 0 4 13
Jumlah 5 1 10 14 4 2 10 4 7 48 105

2.4.3. Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit


Di Kota Surakarta terdapat 11 rumah sakit umum dan 2 rumah
sakit khusus. Data distribusi tenaga kesehatan di rumah sakit adalah
sebagai berikut :

18
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

Tabel 14. Data Distribusi Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Kota Surakarta
Tahun 2017

Dokter Spesialis

Dokter Umum

Drg. Spesialis

Teknis Medis
Dokter Gigi

Perawat
Farmasi

Kesmas

Jumlah
Kesling

Umum
Bidan

Gizi
NO UNIT KERJA

1 RSUD Dr. Moewardi 127 21 4 5 123 1025 87 23 1 3 172 636 2227


2 RS Slamet Riyadi 6 4 0 2 9 88 25 3 0 0 14 54 205
3 RS Dr. Oen Surakarta 14 24 0 2 5 331 28 4 1 1 33 358 801
4 RS Brayat Minulyo 0 7 0 1 22 124 11 2 0 1 23 161 352
5 RS Panti Waluyo 46 29 2 7 89 507 64 4 0 3 34 122 907
6 RS Kasih Ibu 47 28 3 3 51 283 26 5 0 1 80 0 527
7 RS PKU Muh Ska 56 26 3 2 62 328 39 5 0 2 48 286 857
8 RSUI Kustati 33 12 1 2 26 313 21 1 0 0 39 198 646
9 RS Tri Harsi 7 4 1 3 3 28 13 2 0 0 7 17 85
10 RSUD Kota Surakarta 2 8 0 3 8 23 17 3 0 2 15 17 98
11 RS Hermina 19 19 4 2 3 53 12 1 0 1 12 0 126
12 RSJD Surakarta 3 12 0 2 23 247 0 8 2 3 33 162 495
13 RS Mata Solo 3 3 0 0 8 20 0 0 0 0 10 10 59

Jumlah 363 197 18 34 432 3370 343 61 4 17 520 2021 7380

2.5. PENGAWASAN KEFARMASIAN, MAKANAN MINUMAN, DAN OBAT


TRADISIONAL
Program pengawasan kefarmasian, makanan minuman dan obat
tradisional meliputi : ketersediaan obat di puskesmas, pengadaan obat,
pelayanan kefarmasian di Puskesmas, pelayanan kefarmasian di sarana
kesehatan swasta dan pengawasan keamanan pangan.
a. Ketersediaan Obat di Puskesmas
Ketersediaan obat merupakan faktor yang penting dalam
pelayanan kesehatan di puskesmas. Ketersediaan obat di
puskesmas adalah obat – obat essensial, obat generik, obat
penunjang, Obat Asli Indonesia dan Obat Program. Secara

19
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

keseluruhan ketersediaan obat di puskesmas telah terpenuhi. Dari


target 95% dapat tercapai 97,2%.
b. Pengadaan Obat
Pada tahun 2017 pengadaan obat untuk kebutuhan puskesmas
dilaksanakan di Dinas Kesehatan dengan anggaran dari APBD Kota
Surakarta dan DAK serta di dukung dengan obat buffer dari Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan obat – obat program
sebagian berasal dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas
Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, apabila terdapat kekurangan
kebutuhan obat program pengadaannya dari anggaran APBD Kota
Surakarta. Target pengadaan obat generik sebesar 100%, tercapai
95,45%. Tidak tercapainya pengadaan obat generik ada tahun
2017 dikarenakan ada beberapa industri farmasi yang tidak dapat
memenuhi pesanan obat dari Dinas Kesehatan. Kekurangan obat
dapat terpenuhi dengan obat buffer yang ada di Dinas Kesehatan
Kota Surakarta dan buffer dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah.
c. Pelayanan kefarmasian di puskesmas.
Salah satu upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di
puskesmas adalah pemenuhan standar pelayanan kefarmasian
meliputi sarana prasarana penyimpanan dan pelayanan obat,
pengelolaan obat, pencatatan pelaporan obat, dan pelayanan
informasi obat. Pada tahun 2017, 17 puskesmas di Kota Surakarta
sudah memenuhi standar pelayanan kefarmasian dan akan
ditingkatkan pada tahun yang akan datang. Angka ini menunjukkan
peningkatan yang baik terhadap pelayanan kefarmasian di
puskesmas dari target 95 % di tahun 2017.
d. Pengawasan keamanan pangan
Pengawasan keamanan pangan meliputi : pengawasan distributor
makanan, pengawasan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dan
pemeriksaan pangan yang beredar .
Pada tahun 2017 distributor makanan yang memenuhi syarat
95,31% dari target sebesar 75%. Sedangkan IRTP yang memenuhi

20
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

syarat 97,13% dari target 95%. IRTP yang tidak memenuhi syarat
dilakukan pembinaan sehingga pada akhir tahun telah memenuhi
syarat.

Pengawasan peredaran makanan dilakukan pengujian terhadap


pangan yang beredar baik di sekolah, industri rumah tangga pangan,
distributor, super market, toko dan pasar tradisional. Hasil pengujian
sampel makanan yang beredar 84,89% dari target 85%. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa masih terdapat makanan yang tidak memenuhi syarat
yaitu mengandung bahan berbahaya berupa pengawet boraks, formalin,
pemanis buatan dan pewarna tekstil yang dilarang untuk makanan.
Makanan yang tidak memenuhi syarat banyak ditemukan di pasar
tradisional.

2.6. PEMBIAYAAN KESEHATAN


Anggaran untuk pembiayaan kesehatan di Kota Surakarta tahun
2017 berasal dari berbagai sumber sebagai berikut :

2.6.1. Program dan kegiatan yang dibiayai APBD Kota Tahun 2017
 Total belanja : Rp. 146.447.574.546,-
 Belanja Tidak Langsung , : Rp. 49.908.797.000,-
 Belanja langsung : Rp. 96.538.777.546,-

2.6.2. Program yang didanai Non APBD


Pembangunan kesehatan di Kota Surakarta, selain didukung dari
dana APBD Kota, maka sebagian mendapatkan alokasi dana dari APBN,
APBD Propinsi, dan bantuan luar negri. Adapun rincian dana untuk
kegiatan sebagai berikut:

a. Sumber dana APBN sebesar Rp. 29.180.967.000,-


b. Sumber dana APBD Propinsi sebesar Rp. 77.162.850,-
c. Sumber Dana Kerja sama/Luar Negeri Rp. 76.375.896.987,-

21
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

Berdasarkan data tersebut di atas, diperoleh bahwa anggaran


kesehatan Pemerintah Kota Surakarta Tahun 2017 mencapai 10,95%. Dan
anggaran perkapita sebesar Rp. 452.888,23. Ini berarti bahwa Pemerintah
Kota Surakarta telah berkomitmen dalam penganggaran bidang kesehatan.
Hanya saja, anggaran kesehatan yang telah dialokasikan tersebut,
sebagian besar masih terserap pada upaya kuratif dan rehabilitatif.
Sedangkan untuk pembiayaan upaya promotif dan preventif belum
signifikan. Hal ini menjadi tantangan bagi Dinas Kesehatan Kota Surakarta
untuk dapat mengubah persepsi dari “Paradigma Sakit” menjadi
“Paradigma Sehat”, sesuai dengan arah kebijakan pembangunan
kesehatan bahwa pembangunan kesehatan berorientasi pada upaya
promotif dan preventif.

2.7. KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN

Masalah kesehatan merupakan masalah mendasar bagi kehidupan


manusia dan membutuhkan pembiayaan yang cukup besar apabila terjadi
masalah kesehatan. Untuk itu, pemerintah mencanangkan program pembiayaan
kesehatan (Jaminan Kesehatan Nasional / JKN) yang diselenggarakan oleh
BPJS. Pada tahun 2019, diharapkan seluruh penduduk Indonesia sudah memiliki
jaminan kesehatan.

Untuk Kota Surakarta, pada tahun 2017 total kepesertaan jaminan


kesehatan sudah mencapai 81,77% yang terbagi menjadi :

- JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN (28,58%)


- JKN PBI APBD (17,34%)
- JKN Pekerja Penerima Upah (21,39%)
- JKN Pekerja Bukan Penerima Upah/ Mandiri (9,83%)
- JKN Bukan Pekerja (4,64%)

22
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

2.8. INDIKATOR PELAYANAN KESEHATAN

2.8.1. Upaya Kesehatan Dasar

Jumlah Puskesmas yang ada di Kota Surakarta adalah sebanyak 17 unit,


dengan rincian 4 unit Puskesmas Rawat Inap dan 13 unit Puskesmas Rawat
Jalan. Selain itu juga terdapat 25 unit Puskesmas Pembantu dan 17 unit
Puskesmas Keliling.
Indikator yang digunakan untuk menilai kinerja puskesmas salah satunya
adalah rata kunjungan rawat jalan per hari (150 orang/hari). Untuk Puskesmas di
Kota Surakarta, rata kunjungan per Puskesmas per hari adalah sebesar 129
orang. Tertinggi Puskesmas Sibela dengan kunjungan 234 orang/hari dan
terrendah Puskesmas Manahan dengan kunjungan 86 orang/hari.

2.8.2. Upaya Kesehatan Rujukan

Rumah Sakit di Kota Surakarta sebanyak 13 buah yang terdiri dari 11


Rumah Sakit Umum dan 2 Rumah Sakit Khusus. Jika dilihat dari kepemilikan,
untuk Rumah Sakit Umum, maka 3 (tiga) Rumah Sakit Umum milik Pemerintah
dan 8 (tujuh) Rumah Sakit Umum swasta. Sedangkan untuk Rumah Sakit
Khusus 1 (satu) milik Pemerintah Provinsi (RSJD) dan 1 (satu) milik swasta (RS
Khusus Mata Solo).
Indikator mutu pelayanan rumah sakit dapat dilihat dari BOR, LOS, TOI,
GDR dan NDR. Bed Occupation Rate (BOR) yang ideal untuk suatu rumah sakit
antara 60% s/d 80%. BOR rata-rata untuk rumah sakit umum di Kota Surakarta
sebesar 64,8%. BOR tertinggi ada di Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Surakarta
yaitu sebesar 73,84%, dan yang terendah ada di RS Tri Harsi yaitu 13,22%.
Sedangkan untuk rumah sakit khusus. maka BOR rata-rata adalah 66,0%.
Leng Of Stay (LOS) adalah rata-rata lamanya pasien dirawat, angka yang
ditetapkan antara 6-9 hari. Tahun 2017, rata-rata LOS untuk RS umum adalah
3,4 hari. Sedangkan untuk rumah sakit khusus LOS sebesar 25,2 hari. Angka

23
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

LOS untuk rumah sakit umum sangat rendah jika dibandingkan dengan besaran
yang ditetapkan. Ini berarti bahwa rata-rata pasien tidak lama dirawat di rumah
sakit umum. Sedangkan untuk rumah sakit khusus, angka rata lama dirawat
cukup lama karena untuk pasien di rumah sakit jiwa membutuhkan perawatan
yang cukup lama.
Turn Of Interval (TOI) adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati
dan angka ideal dari TOI adalah 1-3. Untuk Rumah sakit umum TOI rata-rata 2,1
dan TOI rata-rata untuk Rumah sakit khusus 12,8. Net Death Rate (NDR) adalah
angka kematian lebih atau sama dengan 48 jam dan jumlah yang dapat ditolerir
adalah 2,2 per 100 penderita keluar. NDR untuk Rumah Sakit Umum di tahun
2017 adalah sebesar 2,4. Gross Death rate (GDR) adalah angka kematian untuk
tiap-tiap 100 penderita keluar maksimum adalah 4,5. GDR rata-rata untuk rumah
sakit umum adalah 3,9. Rumah sakit dengan GDR melebihi angka 4,5 adalah
rumah sakit umum Dr. Moewardi.
Untuk meningkatkan akses masyarakat ke pelayanan rujukan, terutama
untuk penanganan kegawatdaruratan medis, Kota Surakarta sudah membentuk
PSC 119 PANDAWA. Berdasarkan pencatatan laporan kejadian yang masuk ke
Call Centre PSC 119 PANDAWA, diperoleh hasil sebagai berikut :

REKAP KEJADIAN TIAP BULAN TAHUN 2017

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Total
Kategori
Prank Call 0 0 0 0 14 46 88 16 59 26 23 31 303
Emergency 9 6 13 5 24 13 9 14 4 17 8 5 127
Accident 0 0 0 0 2 1 1 0 1 0 0 0 5
Informasi 0 4 2 5 3 0 3 4 3 5 6 3 38
Bencana 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Non Emergency 0 0 1 0 3 15 57 21 190 98 23 22 430
Kriminal 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
No Response 0 0 0 0 26 67 201 17 21 30 43 40 445
Non Catagory 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1 3
Salah Sambung 0 0 1 0 4 8 5 1 3 7 3 1 33
18 10
Total 9 10 17 10 76 150 364 73 281 3 108 3 1384

24
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

2.8.3. Program GMC (General Medical Ceck-up)

GMC merupakan program pemerintah Kota Surakarta untuk pemeriksaan


laboratorium bagi masyarakat kota Surakarta dan ASN Kota Surakarta yang
usianya lebih dari 40 tahun. Program tersebut di tetapkan dengan Peraturan
Walikota Surakarta No. 25 A tahun 2016 tentang Program Pembebasan Biaya
Pelayanan Kesehatan. Program GMC dilaksanakan di UPT Laboratorium
Kesehatan Daerah dan UPT Puskesmas di Kota Surakarta

Hasil Pemeriksan GMC tahun 2017 sebagaimana tersebut dapat di lihal pada
tabel sebagai berikut :
No. PUSKESMAS JUMLAH ASN MASYARAKAT
1 PAJANG 746 137 609
2 PENUMPING 839 40 799
3 PURWOSARI 2357 259 2098
4 JAYENGAN 305 19 286
5 KRATONAN 1406 23 1383
6 GAJAHAN 954 103 851
7 SANGKRAH 1300 121 1179
8 PURWODININGRATAN 944 99 845
9 NGORESAN 715 18 697
10 SIBELA 794 6 788
11 PUCANGSAWIT 367 21 346
12 NUSUKAN 639 72 567
13 MANAHAN 454 85 369
14 GILINGAN 510 110 400
15 BANYUANYAR 1470 136 1334
16 SETABELAN 1174 222 952
17 GAMBIRSARI 799 41 758
18 LABKESDA 105 90 15
SUB TOTAL 15878 1602 14276

25
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th 2017

Data tersebut diatas menunjukkan bahwa jumlah masyarakat Kota


Surakarta dan ASN Pemerintah Kota Surakarta yang berusia lebih 40 th yg telah
melaksanakan pemeriksaan GMC pada tahun 2017 sebanyak 15.878 orang,
terdiri dari 1.602 orang ASN dan 14.276 orang masyarakat bukan ASN Pemkot
Surakarta.
Apabila dibandingkan jumlah yang periksa GMC dengan jumlah penduduk
dan ASN Kota Surakarta yang lebih 40 tahun terhitung masih relatif sedikit. Hal
ini ada beberapa kemungkinan antara lain kurangnya sosialisasi ke masyarakat
tentang program GMC, kurangnya kesadaran masyarakat untuk cek kesehatan
secara rutin sebagai deteksi dini kesehatan atau masyarakat dan ASN
melakukan pemeriksaan GMC di fasilitas kesehatan selain puskesmas.
Puskesmas yang melaksanakan pelayanan GMC paling banyak adalah
puskesmas Purwosari sebanyak 2357 orang, sedangkan puskesmas yang paling
sedikit melakukan pelayanan GMC adalah puskesmas Jayengan sebanyak 305
orang.

26
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

BAB III
KESEHATAN KELUARGA

3.1. PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN KB


3.1.1. Angka Kematian Ibu

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting


dari derajat kesehatan masyarakat dan khususnya derajat kesehatan
perempuan. Angka ini berguna juga untuk menggambarkan status gizi dan
kesehatan ibu, serta tingkat pelayanan kesehatan terhadap ibu, terutama
ibu pada saat hamil, melahirkan dan masa nifas.
Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator Renstra
(Rencana Strategis), selain itu juga merupakan salah satu target yang
telah ditentukan dalam tujuan pembangunan millenium berkelanjutan
(SDG’s tujuan ke-5) yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target
yang akan dicapai sampai tahun 2030 adalah mengurangi sampai 3/4
resiko jumlah kematian ibu. Angka kematian Ibu Bersalin atau Maternal
Mortality Rate (MMR) menunjukan banyaknya ibu hamil atau ibu bersalin
yang meninggal pada tiap 100.000 kelahiran hidup.
Angka Kematian Ibu di Indonesia menurut Survei Demografi dan
Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012 sebesar 359 per 100.000
kelahiran hidup, meningkat dibandingkan hasil SDKI Tahun 2007 sebesar
228 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian ibu maternal
di Jawa Tengah (berdasarkan Profil Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2012)
sebesar 114 per 100.000 kelahiran hidup. Dengan demikian jika
dibandingkan dengan angka kematian Nasional maupun angka Jawa
Tengah, angka kematian Ibu di Kota Surakarta sudah dibawah angka Jawa
Tengah dan Nasional.

27
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Grafik 3. Pencapaian dan Proyeksi Angka Kematian Ibu (AKI)


Tahun 1994-2015 (Dalam 100.000 Kelahiran Hidup)

Sumber data: SDKI 1991 - 2012

Pendekatan lain yang dapat dipergunakan untuk melihat taraf


kesehatan ibu adalah dengan melihat data perkembangan jumlah kematian
ibu hamil, bersalin dan nifas (Maternal Mortality Rate) di Kota Surakarta
menurut data laporan program KIA/KB, sebagai berikut :

Grafik 4. Angka Kematian Ibu Maternal di Kota Surakarta


Tahun 2011 s/d 2017

28
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Pada grafik diatas dapat diketahui bahwa angka kematian ibu


maternal masih fluktuasi. Kematian ibu cukup rendah di tahun 2011 yaitu
sebesar 39,4 kemudian meningkat pada tahun 2012, dan menurun kembali
pada tahun 2013. Namun tahun 2014 mengalami peningkatan yang cukup
tajam dari tahun sebelumnya yaitu 71,35. Pada tahun 2015, kembali terjadi
penurunan dengan hasil 52,26, namun belum mencapai target yang
ditetapkan. Pada tahun 2016 terjadi penurunan yaitu 40,6. Namun pada tahun
2017, terjadi peningkatan kembali menjadi 70,74 per 100.000 kelahiran hidup
sehingga kembali tidak mencapai target yang diharapkan yaitu 50 per 100.000
kelahiran hidup

Tabel 16. Kematian Ibu Berdasarkan Masa Maternal dan Umur


di Kota Surakarta Tahun 2017

Masa Maternal Kelompok Umur 2016


Jml %
Ibu Hamil <20 tahun 0 0
20-34 tahun 0 0
≥ 35 tahun 0 0
Ibu Bersalin <20 tahun 0 0
20-34 tahun 2 66.6
≥ 35 tahun 1 33.4
Ibu Nifas <20 tahun 0 0
20-34 tahun 3 75
≥ 35 tahun 1 25
Kematian Ibu <20 tahun 0 0
20-34 tahun 5 71.42
≥ 35 tahun 2 28.58
Kematian Ibu Ibu Hamil 0 0
Ibu Bersalin 3 42.8
Ibu Nifas 4 57.2
Sumber : Sumber : Program KIA Bidang Kesmas, 2017

29
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Berdasarkan masa maternal, kematian ibu maternal 3 kasus terjadi


pada masa bersalin dan 4 kasus terjadi pada masa nifas. Menurut
Kelompok umur jumlah kematian ibu terbanyak pada umur 20-34 tahun.
Kematian Ibu banyak terjadi pada ibu nifas dan kelompok umur 20 -
34 tahun, hal ini tidak sesuai dengan teori RISTI Reproduksi dimana pada
kelompok usia tersebut seharusnya dan penyebab yang memungkinkan
hal tersebut antara lain :
 Migrasi ibu hamil yang sangat dinamis, sehingga masa kehamilan
kurang bisa terpantau
 Penanganan di Pelayanan Dasar (BPM/Klinik) yang belum memenuhi
standar sehingga sering terjadi keterlambatan di Rumah Sakit
Rujukan
 Ada Rumah Sakit yang belum sepenuhnya melakukan pelayanan
sesuai standar
 Ada 17,9% Pasangan Usia Subur yang belum menggunakan
kontrasepsi.
Penyebab kematian ibu maternal di Kota Surakarta pada tahun 2017
adalah karena perdarahan (4 kasus) dan (3 kasus) karena pre
eklamsi/eklamsi (PEB). Salah satu upaya untuk pemantauan kesehatan ibu
hamil dalam bentuk pencegahan dan deteksi dini resiko tersebut adalah
pemeriksaan laboratorium, ibu hamil WAJIB melakukan pemeriksaan
golongan darah, pemeriksaan Hb, protein urine, reduksi urine (sesuai
pedoman pelayanan ANC Terpadu KEMENKES RI Tahun 2013).
Terjadinya kematian ibu dilatarbelakangi oleh terlambat mengenal
tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas
kesehatan, terlambat mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.
Beberapa upaya yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Kota
Surakarta dalam rangka penurunan angka kematian ibu yaitu :
 Penguatan di Pelayanan Dasar melalui : Bimbingan Teknis ke
Pelayanan Swasta dan Bidan Praktek Mandiri (BPM), melakukan
kemitraan dan koordinasi dengan organisasi profesi terkait serta
melakukan evaluasi Standar Pelayanan dan Kepatuhan terhadap SPO

30
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

 Optimalisasi peran jejaring antara Dinas Kesehatan dengan seluruh


Rumah Sakit, Rumah Bersalin dan Bidan Praktek Mandiri di Kota
Surakarta dalam pelaporan kejadian kematian ibu.
 Sistim survailance dalam pelacakan kematian maksimal 2 x 24 jam
 Deteksi dini dengan menggunakan instrumen Score Pudji Rochyati saat
kehamilan dan melakukan rujukan Intra Uterin serta memberikan surat
rujukan 2 minggu sebalum HPL (Hari Perkiraan Lahir)
 Implementasi P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
Komplikasi), yaitu salah satu kegiatan dalam pelayanan antenatal dan
merupakan upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil, suami dan
keluarganya tentang semua resiko kehamilan, bahaya kehamilan dan
persalinan, serta mengajak ibu hamil, suami, dan masyarakat sekitarnya
untuk melakukan perencanaan. Meskipun dalam pelaksanaannya masih
ditemui beberapa kendala, diantara :
- Sticker tidak dipasang
- Pengisian data tidak lengkap
 GSI (Gerakan Sayang Ibu), yaitu suatu gerakan bersama yang
dilakukan masyarakat dan pemerintah dalam rangka memenuhi hak
reproduksi perempuan dan hidup ibu dan bayi. Dengan gerakan ini
diharapkan akan muncul kepedulian masyarakat terhadap pemenuhan
hak – hak tersebut.
 Kunjungan dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di
puskesmas untuk melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil resiko
tinggi dan transfer of knowledge kepada petugas puskesmas.
 Kegiatan Audit Maternal Perinatal yang bertujuan melakukan analisa
penyebab kematian Maternal Perinatal untuk menyelesaikan masalah
serta akan diwujudkan dalam bentuk rekomendasi AMP, antara lain :
- Penanganan kasus gawat darurat kebidanan harus dilakukan
stabilisasi terlebih dahulu dan rujukan dengan respon time
maksimal 30 menit sudah ditangani di RS
- Rujukan Materrnal sangat disarankan ke RS PONEK

31
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

- Perlu dilakukan pembinaan berkala ke RS Rujukan agar satu


pemahaman dalam mengatasi kasus gawat darurat maternal
perinatal
 Kegiatan Kelas Hamil adalah kegiatan peningkatan pemahaman serta
pembelajaran tentang segala seluk-beluk kehamilan, persalinan, masa
nifas dan perawatan bayi, bagi ibu hamil dan pendamping (suami atau
saudara terdekat). Selain itu juga untuk deteksi diri sendiri ibu hamil
 Adanya PCS 119 PANDAWA milik Pemerintah Kota Surakarta yang
memperlancar akses layanan penanganan kegawatdaruratan.
Gambaran selengkapnya mengenai jumlah kematian ibu tiap kecamatan
dapat dilihat pada lampiran.

3.1.2. Pelayanan Ante Natal Care (ANC)

Selama tahun 2017 dari jumlah ibu hamil sebanyak 10.757, yang
melakukan pemeriksaan ante natal care pertama kali (K1) sebanyak 10.757
(100%). Capaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian tahun 2016
yang 99,7%. Sedangkan ibu hamil yang melakukan pemeriksaan sampai
dengan minimal empat kali sebanyak 10.586 (98,4%). Lebih tinggi bila
dibandingkan dengan angka tahun 2016 (97,5%). Hal ini menunjukkan bahwa
telah adanya perbaikan dalam pencatatan dan pelaporan, sehingga cakupan
K1 dan K4 yang terlaporkan sudah mendekati jumlah sasaran yang ada.
Selain itu bahwa kesadaran masyarakat untuk melalkukan ANC sesuai
ketentuan.
Target SPM untuk K4 tahun 2017 sebesar 93,5%. Sehingga angka
Surakarta sudah mencapai target. Bila dibandingkan angka Jawa Tengah
yang sebesar 88,78% maka angka Surakarta lebih tinggi. Jika dilihat sebaran
tiap Puskesmas, maka Puskesmas yang angka capaiannya cukup jauh dari
target adalah puskesmas Kratonan (87,5%), dan Setabelan (91.5%). Untuk
puskesmas yang lain, hasil yang dicapai sudah melampaui target yang
ditetapkan.

32
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Diharapkan dengan telah dilakukannya tahapan ANC dengan benar


maka kualitas layanan dan jenis layanan yang diperoleh ibu hamil sudah
sesuai standar. Saat ini juga sedang dikembangkan program PPIA yaitu selain
ibu hamil mendapat pelayanan 10T, juga dilakukan screening terhadap HIV,
Siphilis dan Hepatitis.

3.1.3. Status Gizi Ibu Hamil

Status gizi ibu hamil dapat dilihat dari banyaknya ibu hamil yang
menderita Kurang Energi Kronis (KEK) dan Anemi Gizi Besi (AGB). Pada
tahun 2017, berdasarkan laporan Puskesmas, ditemukan Ibu hamil KEK
sebanyak (1,6%) 174 orang, dari sasaran ibu hamil sebanyak 10.757. Jika
dibandingkan angka tahun 2016 yang sebesar 3,4% maka prosentase ibu
hamil menderita KEK mengalami penurunan. Jika dilihat angka di tiap
kecamatan maka angka Bumil KEK terbesar ada di wilayah kecamatan
Serengan sebesar 2,6% dan terendah di wilayah kecamatan Laweyan
sebesar 1,3%. Yang perlu diperhatikan adalah wilayah kecamatan Serengan,
yang pada tahun 2016 dengan Bumil KEK terrendah namun pada tahun 2017
menjadi kecamatan dengan kasus Bumil AGB tertinggi.
Peningkatan AGB pada Ibu Hamil di Kota Surakarta disebabkan kurang
optimalnya pelayanan screening ibu hamil di layanan swasta dan jejaring
fasyankes lainnya. Di sini pentingnya edukasi tentang asupan makanan yang
bergizi seimbang agar tidak terkena anemia.
Sedangkan untuk bumil dengan AGB, berdasarkan laporan dari
Puskesmas, untuk tahun 2017 ditemukan bumil dengan AGB sebesar 11,2%.
Terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan capaian tahun 2016 sebesar
8,52%. Gambaran mengenai status gizi Ibu hamil dapat dilihat pada grafik
berikut ini.

33
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Grafik 5. Proporsi Ibu Hamil KEK dan AGB


Kota Surakarta Tahun 2011 - 2017

Tablet Fe adalah tablet yang mengandung Besi Elemental 60 mg dan


asam folat 0.25 mg. Ibu hamil mendapat Fe3 adalah ibu yang selama
kehamilannya minimal mendapat 90 tablet Fe. Distribusi tablet Fe ditujukan
untuk mengurangi kasus kurang darah (anemia) pada ibu hamil. Program
pemberian tablet Fe gratis baru terbatas pada ibu hamil karena besarnya
dana yang dibutuhkan untuk bisa menyediakan tablet Fe bagi seluruh ibu
hamil minimal 90 tablet per ibu hamil, juga terkait dampak resiko terhadap
kematian ibu yakni akibat karena perdarahan, sebab perdarahan saat
kehamilan, persalinan dan nifas berhubungan dengan kondisi Status Anemia
dengan salah satu antisipasi anemia dengan pemberian Fe 90.
Capaian distribusi tablet Fe3 (90 tablet) tahun 2017 di Kota Surakarta
sebesar 97,49% sudah di atas target Kementerian Kesehatan sebesar 95.
Jika dilihat dari angka Bumil Anemia untuk Kota Surakarta tahun 2017
yang sebesar 11,2% , maka hal ini sejalan dengan angka capaian distribusi
tablet Fe3. Melihat capaian distribusi tablet Fe yang sudah baik di Kota
Surakarta, yang dibutuhkan berikutnya adalah adanya personil atau
masyarakat yang berperan sebagai pengawas minum tablet Fe. Sehingga
dapat diyakinkan bahwa tablet Fe yang telah diterima oleh ibu hamil memang
34
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

benar-benar diminum sesuai ketentuan. Khusus di Kota Surakarta, Dinas


Kesehatan telah mengeluarkan ketentuan dosis pemberian tablet Fe untuk ibu
hamil anemia, diberikan 1 tablet sehari sebagai dosis pencegahan.

3.1.4. Penanganan Ibu Hamil dengan Komplikasi Kebidanan

Penanganan ibu hamil dengan komplikasi kebidanan merupakan salah


satu indikator pelayanan kesehatan ibu. Selama tahun 2017, dari jumlah ibu
hamil yang ada, ditemukan ibu hamil dengan komplikasi kebidanan sebanyak
2.139 (99,42%) dari perkiraan jumlah bumil kebidanan komplikasi sebesar
2.151 Penemuan ibu hamil dengan komplikasi kebidanan sudah ditangani
100% walaupun penanganan secara definitif, dengan sistem rujukan di Kota
Surakarta cukup bagus karena kasus ibu hamil dengan komplikasi kebidanan
sudah dapat ditangani melalui pelayanan dokter ahli kebidanan dan penyakit
kandungan (dr SpOG) di 4 puskesmas PONED dan 1 Puskesmas Setabelan
sebagai rujukan ibu hamil risiko tinggi melalui screening dengan skor
Pujirochyati.

3.1.5. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan

Pada tahun 2017 dari jumlah persalinan sebanyak 9.883 (100%)


seluruhnya telah ditolong oleh tenaga kesehatan dan di Fasilitas Kesehatan.
Hasil ini sama dengan pencapaian tahun 2016 (100%). Jika dibandingkan
dengan target SPM (100%), maka Surakarta sudah mencapai target.

3.1.6. Pelayanan Keluarga Berencana

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana


Kota Surakarta, jumlah PUS tahun 2017 sebanyak 68001, dari jumlah PUS
yang ada, 78,7% telah menjadi peserta KB aktif, dan 7,7% merupakan
peserta KB baru. Jika dibandingkan angka Jawa Tengah untuk angka peserta
KB aktif (77,23%), maka angka Surakarta lebih tinggi. Jika dilihat dari proporsi
35
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

jenis kontrasepsi peserta KB aktif dengan MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka


Panjang) 29,6% sedangkan non MKJP 35,59%, dimungkinkan predeksi terjadi
kehamilan akibat kegagalan kontrasepsi. Untuk itu, jejaring antara penolong
persalinan dan petugas KB di lapangan perlu ditingkatkan untuk
meningkatkan cakupan peserta KB Aktif, terutama pasca melahirkan.

Grafik 6. Prosentase Peserta KB Baru dan Peserta KB Aktif menurut


kecamatan se-Kota Surakarta tahun 2017

3.2. PELAYANAN KESEHATAN ANAK

3.2.8. Angka Kematian Bayi (AKB)

Selama tahun 2017 berdasarkan laporan dari Puskesmas ditemukan


kematian bayi sejumlah 29 bayi, sedangkan jumlah kelahiran hidup sebanyak
9.896. Dari data tersebut didapatkan angka kematian bayi sebesar 2,93 per
seribu kelahiran hidup. Dari 29 kematian bayi tersebut 22 kematian terjadi
masa neonatal dan 7 kasus pasa periode bayi.
Kematian bayi yang didominasi pada masa neonatal harus menjadi
perhatian. Kuantitas dan kualitas kunjungan neonatal harus lebih ditingkatkan
untuk menjaring kasus-kasus neonatal resiko tinggi sehingga bisa dilakukan
penanganan lebih dini dan mencegah kematian.

36
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Apabila dibandingkan dengan angka tahun 2016 (2,82 per 1000


kelahiran hidup), maka mengalami sedikit peningkatan. Jika dibandingkan
angka Jawa Tengah yang sebesar 32 per seribu kelahiran hidup maka angka
kematian bayi di Surakarta lebih rendah, tetapi diatas target Renstra (2,61 per
1000 KH).
Angka kematian bayi bila dilihat dari sebaran teritnggi ditemukan di
Puskesmas Pajang ada 6 bayi, sedangkan Puskesmas yang tidak ada
kejadian kematian bayi di Puskesmas Purwosari, Puskesmas Manahan,
Puskesmas Setabelan, dan Puskesmas Gambirsari. Gambaran selengkapnya
mengenai jumlah kematian bayi dapat dilihat pada lampiran.

3.2.2. Angka Kematian Balita (AKBA)

Berdasarkan laporan dari Puskesmas yang ada di Kota Surakarta


selama tahun 2017 terdapat kematian anak balita sebanyak 42 anak,
sedangkan jumlah kelahiran hidup sebanyak 9.896. Berdasarkan data
tersebut didapatkan angka kematian anak Balita sebesar 4,42 per 1000
kelahiran hidup. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka
kematian balita tahun 2016 (4,16 per 1000 kelahiran hidup) dan lebih tinggi
dibanding dengan target Renstra 2017. Angka kematian anak balita di Jawa
Tengah sebesar 38 per 1000 kelahiran hidup, dengan demikian angka
kematian balita di Surakarta jauh lebih rendah.

3.2.3 Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Gambaran tentang status gizi bayi baru lahir dapat dilihat dari angka
berat badan saat lahir. Selama tahun 2017, berdasarkan laporan Puskesmas
ditemukan bayi baru lahir dengan Berat Lahir Rendah (< 2500 g) sebanyak
254 bayi (2,6%). Mengalami penurunan dibandingkan dengan angka BBLR
tahun 2016 (284 bayi 2,9%). Angka BBLR tertinggi berada di Puskesmas
Sangkrah 75 bayi (8,1%) dan tidak ada kasus BBLR di Puskesmas Sibela dan
Puskesmas Nusukan.

37
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Jika dilihat dari Status Gizi Bumil, angka BBLR sebanding dengan
angka Bumil KEK yang juga mengalami penurunan dibandingkan dengan
angka bumil KEK tahun 2016.
Masih ditemukannya kasus BBLR erat hubungannya dengan :
a. Status gizi ibu pada waktu hamil rendah (1,6%) ibu hamil menderita Kurang
Energi Kronis ( KEK )
b. Faktor kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan
c. Kurangnya pengetahuan ibu tentang asupan gizi

Grafik 7. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah


Di Kota Surakarta Tahun 2011 - 2017

160 147
135 137
140 129 127127
116 111112 113
120 103
96
100 86 89

80
60
40
20
0
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Laki-laki Perempuan

3.2.4. Penanganan Komplikasi Neonatal

Penanganan Komplikasi Neonatal tahun 2017 adalah 100%, terjadi


kenaikan dibanding tahun 2016 sebesar 3,5% jika dibandingkan cakupan
tahun 2016 sebesar 96,1%. Jumlah perkiraan neonatal komplikasi adalah
sebanyak 1.484 bayi. Data yang ditemukan dan ditangani adalah 587 bayi
walau penanganannya definitif (39,55% dari perkiraan neonatal komplikasi).
Penemuan neonatal komplikasi di Kota Surakarta yang cukup tinggi,
adalah baik jika dilihat dari sisi kinerja. Namun harus menjadi perhatian dari

38
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

sisi kualitas pelayanan terutama pada masa neonatal dan juga masa
kehamilan.

3.2.5. Pemberian ASI Eksklusif

Bayi mendapatkan ASI Eksklusif adalah bayi 0-6 bulan yang diberi
ASI saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin dan mineral
berdasarkan recall 24 jam. Cakupan pemberian ASI Eksklusif diperoleh dari
hasil pendataan yang dilakukan oleh kader pada bulan Februari dan Agustus
setiap tahunnya.
Target bayi mendapatkan ASI Eksklusif dari Kementerian Kesehatan
adalah 80%, sementara capaian di Kota Surakarta tahun 2017 sebesar
79,7%. Dengan sebaran capaian tertinggi di Puskesmas Pajang 93,2% dan
capaian terendah di Puskesmas Ngoresan 64,4%. Apabila dibandingkan
dengan tahun 2016 sebesar 76,6% ada kenaikan 3,1%, hasilnya diatas target
Renstra 2017 sebesar 74,2% tetapi hasilnyamasih di bawah target
Kementerian Kesehatan.
Dari sisi pengetahuan ibu, sebenarnya hampir semua ibu sudah
terpapar penyuluhan ASI oleh petugas kesehatan ataupun media promosi
yang lain. Akan tetapi perilaku ibu untuk memberikan ASI yang memang
masih perlu diluruskan. Kendala yang dihadapi yang menjadikan seorang ibu
tidak memberikan ASI Eksklusif antara lain karena ibu bekerja, ASI tidak
cukup, bayi rewel, payudara kecil sehingga kurang percaya diri, dan lain-lain.
Beberapa upaya yang dilakukan untuk dapat meningkatkan cakupan
ASI Eksklusif adalah :
 Kegiatan Kelompok Pendukung Ibu (KP-Ibu)
Adalah kegiatan kelompok masyarakat yang terdiri dari ibu hamil dan ibu
menyusui dengan didampingi oleh motivator dari kalangan mereka sendiri
yang telah diberi pelatihan khusus, serta fasilitator dari puskesmas.
Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman
dan informasi tentang pemberian ASI. Sampai dengan tahun 2012 telah
dibentuk KP-Ibu di seluruh kelurahan..
39
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

 Advokasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) ke sarana pelayanan kesehatan


 Advokasi penyediaan ruang Laktasi di Perkantoran dan Tempat-Tempat
Umum
 Advokasi untuk Pro ASI sesuai (PP33/TH 2012) di layanan Kesehatan
Persalinan

3.2.6. Pemberian Kapsul Vitamin A pada Balita

Vitamin A merupakan zat gizi yang esensial bagi manusia. Selain


untuk kesehatan mata sebagai fungsi utama, vitamin A sangat bermanfaat
untuk pertumbuhan, dan meningkatkan daya tahan tubuh, membantu fungsi
reproduksi dan sel-sel syaraf. Pada ibu nifas yang cukup mendapat vitamin A
akan meningkatkan kandungan vitamin A dalam ASI, sehingga bayi yang
disusui lebih kebal terhadap penyakit.Disamping itu kesehatan ibu lebih cepat
pulih. Oleh karena konsumsi sehari-hari sumber vitamin A rendah, maka untuk
memenuhi kebutuhan tubuh perlu suplementasi kapsul vitamin A.
Kapsul vitamin A adalah kapsul yang mengandung vitamin A dosis
tinggi, yaitu 100.000 Satuan Internasional (SI) yang berwarna biru untuk bayi
umur 6-11 bulan dan 200.000 SI yang berwarna merah untuk anak balita 12-
59 bulan. Pemberian kapsul vitamin A bayi dan anak balita dilakukan pada
bulan Februari dan Agustus, sedangkan ibu nifas mendapatkan 2 (dua) kapsul
vitamin A selama masa nifas.
Hasil cakupan pemberian kapsul vitamin A tahun 2017 di Kota
Surakarta untuk bayi adalah sebesar 76,38% dan anak balita sebesar 95%.
Hasil tersebut lebih tinggi dari target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan
sebesar 85%. Namun untuk Kota Surakarta, diharapkan capaian bisa 100%
karena wilayah perkotaan dengan luas wilayah yang tidak besar sehingga
mudah dijangkau.
Tingginya cakupan pemberian vitamin A di Kota Surakarta
dikarenakan seluruh posyandu yang ada sebanyak 605 posyandu semuanya
dalam kategori aktif serta mudahnya akses terhadap fasilitas pelayanan
kesehatan, dan tentunya peran aktif dari promosi kesehatan baik berupa

40
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

penyuluhan langsung maupun melalui media massa yang ada di Kota


Surakarta.
Di Kota Surakarta pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi juga mulai
diberikan bagi Balita sakit. Pemberian ini diintegrasikan dengan program
manajemen terpadu balita sakit (MTBS). Berdasarkan laporan Puskesmas,
jumlah balita sakit yang mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi sebanyak 940
anak.

3.2.7. Penimbangan Balita di Posyandu (D/S)

Salah satu indikator peran serta masyarakat di bidang kesehatan


adalah cakupan balita yang datang dan ditimbang di Posyandu (D/S).
Cakupan D/S tahun 2017 adalah sebesar 76,8%, masih di bawah target
Nasional yaitu 80%. Beberapa kendala yang dihadapi dalam pencapaian
target tersebut adalah :
 Surakarta merupakan wilayah perkotaan yang banyak terdapat fasilitas
pelayanan kesehatan selain puskesmas dan posyandu, sehingga masih
ada balita yang tercatat di Posyandu namun tidak pernah datang ke
Posyandu.
 Saat ini, anak usia >2 th sudah mengikuti PAUD dan TK, sehingga pada
saat pelaksanan Posyandu, tidak bisa datang.

Untuk mengatasi kendala tersebut, perlu dilakukan upaya jemput bola


dengan mengambil data hasil pemantauan tumbuh kembang yang dilakukan
di luar Posyandu untuk bisa dicatat di posyandu sehingga pertumbuhan dan
perkembangannya tetap dapat dipantau.

3.2.8. Pelayanan Imunisasi

Untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, dan kecacatan bayi


serta anak Balita perlu dilaksanakan program imunisasi baik program rutin
maupun program tambahan untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah
dengan imunisasi yaitu penyakit TBC, Difteri, Pertusis, Tetanus, Meningitis,

41
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Polio, Campak dan Hepatitis B. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar
lengkap yang terdiri dari BCG satu kali, DPT tiga kali, Polio empat kali,
Hepatitis B empat kali, dan campak satu kali. Cakupan imunisasi lengkap
dihitung berdasarkan cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selama tahun 2017, dari jumlah sasaran bayi sebanyak 9.896 bayi,
yang telah lengkap status imunisasinya sebesar 97,32%. Hasil ini sudah di
atas target SPM (95%).

Imunisasi dasar pada bayi seharusnya diberikan pada anak sesuai


dengan umurnya. Pada kondisi ini, diharapkan sistem kekebalan tubuh dapat
bekerja secara optimal. Namun demikian, pada kondisi tertentu beberapa bayi
tidak mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap. Kelompok inilah yang
disebut dengan drop out (DO) imunisasi. Bayi yang mendapatkan imunisasi
DPT-HB-Hib1 pada awal pemberian imunisasi, namun tidak mendapatkan
imunisasi campak, disebut angka drop out imunisasi (DPT-HB-Hib1)-Campak.
Indikator ini diperoleh dengan menghitung selisih penurunan cakupan
imunisasi Campak terhadap cakupan imunisasi DPT-HB-Hib1. Angka drop
out imunisasi Campak terhadap cakupan imunisasi DPT-HB-Hib1
menunjukkan kecenderungan penurunan dengan asumsi bahwa semakin
sedikit bayi yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
Sejak tahun 2002 Kota Surakarta telah berhasil mencapai target
UCI (Universal Child Immunization), artinya cakupan imunisasi dasar lengkap
di 51 kelurahan Kota Surakarta lebih dari 85%, dengan demikian sudah sesuai
dengan harapan WHO (World Health Organization).
Pada tahun 2017, secara nasional dilaksanakan Kampanye
Imunisasi Measless Rubella (MR) dengan tujuan untuk eliminasi Campak dan
pengendalian Rubella. Sasaran dari Kampanye Imunisasi MR adalah anak
usia 9 bulan sampai 15 tahun secara menyeluruh dengan tanpa melihat status
imunisasinya. Untuk Kota Surakarta jumlah sasaran riil berdasarkan
pendataan di Posyandu, PAUD/TK, SD dan SMP pada tahun 2017 adalah
sebanyak 144.642 orang. Dan hasil dari pelaksanaan kegiatan Kampanye
Imunisasi MR di Kota Surakarta sebanyak 142.990 orang (98,86%). Capaian
ini sudah melampaui target nasional (95%).
42
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

3.3. PELAYANAN KESEHATAN REMAJA

Masa remaja merupakan masa yang cukup rawan, baik ditinjau dari
sosial budaya maupun dari sisi kesehatan. Dari tinjauan kesehatan, pada
masa remaja terjadi perubahan fisik dan spikis yang cukup drastis. Pada
masa itu juga timbul rasa keingintahuan yang cukup besar sehingga apabila
tidak mendapatkan pengetahuan yang cukup akan dapat menjerumuskan
mereka kepada hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan mereka
sendiri dan lingkungannya.
Pada Puskesmas PKPR, remaja yang berkunjung dilayani secara
terpisah dari pasien umum lainnya. Hal ini untuk menjaga privasi pasien
sehingga mereka dapat lebih terbuka kepada petugas pelayanan kesehatan.
Hasil pelayanan PKPR dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 16. Cakupan Pelayanan Puskesmas dengan PKPR


Tahun 2012 - 2017
NO URAIAN 2012 2013 2014 2015 2016 2017
1. Jumlah remaja dilayani di 28.686 34.650 43.477 38.371 56.792 39.134
Puskesmas
2. Jumlah remaja mendapatkan 15.287 25.987 31.952 28.649 41.695 37.018
pelayanan medis
3. Jumlah remaja mendapat 5.285 7.654 7.429 5.288 11.120 5.203
pelayanan konseling
4. Jumlah remaja dirujuk ke 1.023 1.525 1.777 1.487 2.328 1.767
Rumah Sakit

Selain itu, mulai tahun 2016 juga telah mulai dilaksanakan pemberian
tablet Fe untuk remaja putri. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya
kematian ibu dengan intervensi dini terhadap remaja putri sebagai calon ibu.
Untuk tahun 2017, cakupan pemberian tablet Fe untuk remaja putri adalah
sebesar 37,9%. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 51.a.

43
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

3.4. PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT

Program usia lanjut saat ini dijadikan program pengembangan


pelayanan di Puskesmas karena memiliki arti yang cukup stategis. Saat ini
jumlah penduduk usia lanjut berkisar antara 27 juta (angka nasional), dan
diprediksi pada tahun 2020 akan menjadi sekitar 38 juta atau 11,8% dari
seluruh jumlah penduduk; dan jumlah ini sebanding dengan jumlah penduduk
usia lanjut yang ada saat ini di Kota Surakarta sebesar 8,99%. Hal ini
berkaitan dengan makin meningkatnya umur harapan hidup yang hingga saat
ini umur harapan hidup Kota Surakarta mencapai usia 77,06 tahun pada tahun
2017. Ini dapat dijadikan indikator mengenai kualitas pelayanan pada usia
lanjut di Kota Surakarta.
Secara keseluruhan cakupan pelayanan kesehatan lansia di Kota
Surakarta tahun 2017 (83,31%), masih jauh dari target Renstra DKK
Surakarta 2017 (100%); akan tetapi masih ada beberapa puskesmas yang
belum memenuhi target Renstra, seperti Puskesmas Pajang,
Purwodiningratan dan Sibela. Sedangkan capaian terrendah ada di
Puskesmas Penumping.
Hal ini kemungkinan disebabkan karena penghitungan hasil
pelayanan pada pos lansia hanya lansia baru yang pertama kali datang di
Pos lansia tanpa menyertakan kunjungan di puskesmas, dan lansia yang
berkunjung ke pos lansia ada yang tidak tercatat karena banyaknya jumlah
lansia yang berkunjung pada saat pelaksanaan pos lansia oleh karena
keterbatasan tenaga dan kemampuan kader lansia. Kedepan perlu dilakukan
lagi refresing bagi kader lansia di dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan
pada pos lansia sehingga didapatkan pencatatan pelaporan yang lebih baik
lagi.

44
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

3.5. PENINGKATAN GIZI MASYARAKAT

3.5.1. Status Gizi Balita

Data status gizi balita tahun 2017 diperoleh dari hasil rutin yang
dilakukan setiap bulan di 605 posyandu se Kota Surakarta. Dari rekap hasil
pengukuran status gizi diketahui bahwa tidak ditemukan balita dengan status
gizi buruk (0%), sama seperti tahun 2017 sebesar 0%. Sedangkan prevalensi
balita dengan status BGM (di Bawah Garis Merah) sebesar 0,9%. Data
tertinggi berada di Puskesmas Banyuanyar sebesar 2,5%. Bila dibandingkan
dengan data tahun 2016 sebasar 1,9%, berarti mengalami penurunan.
Capaian ini dimungkinkan karena adanya kesalahan dalam pola asuh,
namun demikian Pemerintah Kota berkomitmen untuk menanggulangi
permasalahan gizi di masyarakat yaitu dengan program PMT Pemulihan dari
dana APBD Kota Surakarta dengan pendampingan dan pemantauan berkala
dari petugas puskesmas.
Permasalahan gizi yang ada, disamping gizi kurang dan gizi buruk
adalah status gizi lebih. Semakin mudahnya akses terhadap berbagai jenis
makanan dan masih kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap pola
makan dengan gizi seimbang akan berpengaruh terhadap peningkatan
prevalensi gizi lebih.
Selain hal tersebut di atas, permasalahan gizi juga dilihat dari berapa
banyak balita pendek (stunting) yang ada. Untuk tahun 2017, prosentase
baduta stunting yang ada di Kota Surakarta adalah sebesar 2,94%. Menurun
jika dibandingkan dengan angka tahun 2016 yang sebesar 3,26%.
Status gizi balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena akibat
yang bisa timbul bila status gizi balita buruk diantaranya adalah :
a. Adanya gangguan pertumbuhan fisik dan mental anak
b. Penurunan tingkat kecerdasan/IQ
c. Rentan terhadap berbagai macam penyakit
Kemungkinan penyebab masih ditemukannya balita dengan status gizi buruk
dan kurang adalah :

45
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

a. Daya beli masyarakat yang masih rendah karena faktor pendapatan


keluarga
b. Pola makan keluarga yang belum menerapkan pola makan gizi
seimbang

Upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam rangka meningkatkan


status gizi masyarakat diantaranya :
a. Promosi pentingnya penyediaan menu dengan gizi seimbang
b. Peningkatan cakupan keluarga sadar gizi, dengan optimalisasi pendataan
c. Pemberian makanan tambahan bagi Balita dengan gizi buruk atau gizi
kurang
d. Pemberian makanan tambahan bagi Ibu hamil KEK
e. Pemantapan SKPG

46
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

BAB IV
PENGENDALIAN PENYAKIT

4.1. PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)

4.1.1. Tetanus Neonatorum

Tetanus neonatorum disebabkan oleh basil Clostridium tetani, yang


masuk ke tubuh melalui luka. Penyakit ini menginfeksi bayi baru lahir yang
salah satunya disebabkan oleh pemotongan tali pusat dengan alat yang
tidak steril. Kasus tetanus neonatorum banyak ditemukan di negara
berkembang khususnya negara dengan cakupan persalinan oleh tenaga
kesehatan yang rendah.
Pada tahun 2017 tidak terdapat kasus tetanus neonatarum, seperti
juga tahun sebelumnya. Sama dengan capaian Provinsi Jawa Tengah yang
tidak ditemukan kasus Tetanus Neonatorum pada tahun 2016. Capaian
tersebut sangat bagus jika dibandingkan dengan capaian Nasional yang
pada tahun 2016 sebanyak 33 kasus dengan 14 kasus meninggal (CFR
sebesar 42,4%) .

4.1.2. Campak

Penyakit campak merupakan penyakit yang potensial menimbulkan


wabah, dikarenakan penyebarannya yang mudah yaitu melalui udara
sewaktu penderita bersin atau batuk serta komplikasi yang timbul yaitu diare
hebat, peradangan pada telinga dan infeksi saluran nafas (pneumoni)..
Kasus penyakit campak akan diperburuk dengan gizi buruk sehingga dapat
meningkatkan angka kematian karena campak. Penyakit ini dapat dicegah
dengan pemberian imunisasi campak. Indonesia adalah negara keempat
terbesar penduduknya di dunia yang memiliki angka kesakitan campak
sekitar satu juta pertahun dengan 30.000 kematian, yang menyebabkan
Indonesia menjadi salah satu prioritas yang diidentifikasikan oleh WHO dan

47
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

UNICEF untuk melaksanakan akselerasi dan menjaga kesinambungan dari


reduksi campak dengan strategi cakupan rutin yang tinggi (>90%) dan
merata di setiap kabupaten/kota serta memastikan semua anak
mendapatkan kesempatan kedua untuk imunisasi campak. Kekebalan yang
terbentuk pada pemberian imunisasi kesempatan pertama adalah 85 persen
dan pada kesempatan kedua adalah 95 persen. Cakupan imunisasi campak
yang tinggi (≥ 95%) dan merata di suatu wilayah akan membentuk hird
immunity/kekebalan komunitas di wilayah tersebut karena yang 5% akan
terimunisasi dengan sendirinya (secara pasif).
Penyakit campak disebabkan oleh virus campak golongan
Paramyxovirus viridae measles. Penularan dapat terjadi melalui udara yang
telah terkontaminasi oleh droplet (ludah) orang yang telah terinfeksi.
Sebagian besar kasus campak menyerang anak-anak usia pra sekolah dan
usia SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka dia akan
mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tersebut seumur hidupnya dari
virus yang sama.
Pada tahun 2017, dilaporkan terdapat 8 kasus campak, lebih rendah
jika dibandingkan tahun 2016 yang sebanyak 20 kasus. Dari jumlah kasus
tersebut, semuanya dapat ditatalaksana dengan baik dan tidak ada
komplikasi yang berat sehingga tidak terdapat kasus meninggal dunia.
Kasus tersebut tersebar di Puskesmas Pajang 3 kasus, Puskesmas
Jayengan 1 kasus, Puskesmas Ngoresan 1 kasus, dan Puskesmas
Banyuanyar 3 kasus.
Campak dinyatakan sebagai KLB apabila terdapat 5 atau lebih kasus
klinis yang mengelompok, 2 diantaranya konfirm (hasil pemeriksaan
laboratorium positif campak) dalam waktu 4 minggu berturut-turut yang
terjadi secara mengelompok dan dibuktikan adanya hubungan
epidemiologis. Dari 8 kasus campak klinis yang terlaporkan, hasil
pemeriksaan laboratorium dinyatakan negatif sehingga di Kota Surakarta
tidak terjadi KLB Campak.
Berdasarkan laporan hasil cakupan imunisasi dari Puskesmas
pada tahun 2017 cakupan imunisasi campak pada bayi sebesar 93,5 persen
sedangkan pada anak Sekolah Dasar sebesar 97,6 persen. Untuk cakupan
imunisasi campak pada bayi sudah sedikit diatas target nasional (> 95%).

48
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

4.1.3. Difteri

Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae


yang menyerang sistem pernapasan bagian atas. Penyebarannya melalui
kontak fisik dan pernafasan. Difteri dapat menimbulkan komplikasi berupa
gangguan pernafasan yang berakibat kematian. Penyakit difteri pada
umumnya menyerang anak-anak usia 1-10 tahun. Berdasarkan data
survailans penyakit PD3I, pada tahun 2017 tidak terdapat kasus difteri, sama
seperti tahun sebelumnya (tahun 2016).

4.1.4. Pertusis

Pertusis disebut juga batuk rejan atau batuk 100 hari adalah penyakit
pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertusis.
Penyebaran pertusis adalah melalui percikan ludah (droplet infection) yang
keluar dari batuk atau bersin. Gejala penyakit adalah pilek, mata merah,
bersin, demam, dan batuk ringan yang lama- kelamaan batuk menjadi parah
dan menimbulkan batuk menggigil yang cepat dan keras. Komplikasi
pertusis adalah pneumonia bacterialis yang dapat menyebabkan kematian.
Pada tahun 2017 sebagaimana tahun sebelumnya, tidak dijumpai kasus
pertusis di Kota Surakarta.

4.1.5. Polio dan AFP (Acute Flaccid Paralysis/Lumpuh Layu Akut)

Polio adalah penyakit pada susunan syaraf pusat yang disebabkan


oleh satu dari tiga virus yang berhubungan, yaitu virus polio tipe 1, 2 atau 3.
Secara klinis penyakit polio adalah anak dibawah 15 tahun yang menderita
lumpuh layu akut (acute flaccid paralysis = AFP). Penyebaran penyakit Polio
adalah melalui kotoran manusia (tinja) yang terkontaminasi. Penyakit yang
pada umumnya menyerang anak berusia 0-3 tahun ini ditandai dengan

49
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

munculnya demam, lelah, sakit kepala, mual, kaku di leher, serta sakit di
tungkai dan lengan.
Polio merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang dapat
dibasmi berdasarkan pemikiran bahwa virus polio akan mati bila disingkirkan
dari tubuh manusia dengan cara pemberian imunisasi. Eradikasi polio secara
global akan memberikan keuntungan secara finansial. Biaya jangka pendek
yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan eradikasi tidak akan seberapa
dibanding dengan keuntungan yang akan didapat dalam jangka panjang.
Tidak ada lagi anak-anak yang menjadi cacat karena polio. Biaya yang
diperlukan untuk rehabilitasi penderita polio dan biaya untuk imunisasi polio
akan dapat dihemat. Dalam rangka upaya membebaskan Indonesia dari
penyakit Polio maka telah dilaksanakan program Eradikasi Polio (ERAPO)
yang meliputi pemberian imunisasi polio secara rutin, pemberian imunisasi
tambahan (PIN, Sub-PIN, Mopping-up) pada anak balita, surveilans AFP dan
pengamanan virus polio di laboratorium.
Surveilans AFP adalah pengamatan yang dilakukan terhadap semua
kasus kelumpuhan yang terjadi secara mendadak dan sifatnya layuh
(flaccid), seperti kelumpuhan pada poliomyelitis, terjadi pada anak usia di
bawah 15 tahun yang merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit
polio, dalam upaya untuk menemukan adanya transmisi virus polio liar. Hasil
pemeriksaan virologist dan klinis akan membuktikan secara sah dan
meyakinkan apakah semua kasus AFP yang terjaring termasuk kasus polio
atau tidak, sehingga akhirnya dapat diketahui apakah masih ada polio liar di
masyarakat. AFP merupakan kelumpuhan yang sifatnya flaccid yang bersifat
lunglai, lemas atau layuh, atau terjadi penurunan kekuatan otot, dan terjadi
secara akut (mendadak).
Sedangkan non polio AFP adalah kasus lumpuh layuh akut yang
diduga kasus polio sampai dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium
bukan kasus polio. Kementerian Kesehatan menetapkan non polio AFP rate
minimal 2/100.000 populasi anak usia <15 tahun.
Pada tahun 2017, di Kota Surakarta terjadi 1 kasus AFP di wilayah
puskesmas Sangkrah. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium
diperoleh hasil negatif Polio (AFP Non-Polio). Ini membuktikan bahwa di
Kota Surakarta tidak ada virus Polio liar.

50
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Dalam tata laksana kasus AFP, setiap kasus AFP yang ditemukan
dalam kegiatan intensifikasi surveilans, akan dilakukan pemeriksaan
spesimen tinja untuk mengetahui ada tidaknya virus polio liar. Untuk itu
diperlukan spesimen adekuat yang sesuai dengan persyaratan yaitu diambil
≤14 hari setelah kelumpuhan dan suhu spesimen 0°C - 8°C sampai di
laboratorium.
Target penemuan kasus AFP dalam satu wilayah minimal 2 kasus
AFP diantara 100.000 anak usia <15 tahun per tahun. Surveilans AFP
dengan target penemuan 2 kasus AFP per tahun perlu selalu dilakukan
sebagai bentuk kewaspadaan sampai dinyatakan dunia bebas dari penyakit
polio. Penemuan kasus AFP di suatu wilayah bukan berarti terdapat kasus
polio di wilayah tersebut, akan tetapi justru untuk memastikan apakah masih
ada kasus polio liar atau tidak di wilayah tersebut.

4.1.6. Hepatitis B

Hepatitis B (penyakit kuning) adalah penyakit yang disebabkan oleh


virus hepatitis B yang merusak hati. Penularan penyakit adalah secara
horizontal yaitu dari darah dan produknya melalui suntikan yang tidak aman,
melalui transfuse darah dan melalui hubungan seksual. Sedangkan
penularan secara vertical yaitu dari ibu ke bayi selama proses persalinan.
Infeksi pada anak biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala yang
ada adalah merasa lemah, gangguan perut dan gejala lain seperti flu. Urin
menjadi kuning, kotoran menjadi pucat. Penyakit ini bisa menjadi kronis dan
menimbulkan pengerasan hati (Cirrhosis Hepatis), kanker hati (Hepato
Cellular Carsinoma) dan menimbulkan kematian. Semakin muda tertular
akan semakin mudah menjadi kronis/parah. Kronisitas dialami oleh 90% bayi
yang terinfeksi saat lahir, 25-50% anak yang terinfeksi saat usia 1-5 tahun
dan 1-5% anak lebih dari 5 tahun dan orang dewasa. Untuk itulah maka
pemberian imunisasi Hepatits B yang pertama (HB-0) diberikan seawal
mungkin segera setelah bayi lahir, kurang dari 24 jam.
Program imunisasi hepatitis B yang telah berjalan selama ini (HB-0,
DPT-HB-Hib 1, 2, 3) ternyata belum cukup untuk mencegah perkembangan

51
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

penyakit hepatitis B, sehingga pemerintah berupaya memberikan HBIg


(Hepatitis B immune globulin) kepada bayi yang lahir dari ibu dengan HBsAg
positif lebih awal lagi sebelum 6 jam dari kelahiran. Untuk itu idealnya
dilakukan skrining HBsAg pada ibu hamil trimester ke-1 dan ke-3,
terintegrasi dalam paket ANC, sehingga pemberian HBIg pada bayi baru
lahir tepat waktu.

4.1.7. Hemofilus Influenza tipe b

Hemofilus Influenza tipe b (Hib) adalah salah satu bakteri yang dapat
menyebabkan infeksi di beberapa organ seperti meningitis, epiglotitis,
pneumonia, arthritis dan selulitis. Penularan penyakit secara droplet melalui
nasofaring. Sebagian besar bakteri bertahan sampai beberapa bulan di
tubuh (asymptomatis carrier).
Secara epidemiologis Hib banyak menyerang anak di bawah usia 5
tahun, terutama usia 6 bulan sampai 1 tahun. Gejala yang ditimbulkan
tergantung organ mana yang diserang, pada organ selaput otak akan timbul
gejala meningitis (demam, kaku kuduk, kehilangan kesadaran), pada organ
paru akan menyebabkan pneumonia (demam, sesak nafas, retraksi otot
pernafasan), terkadang menimbulkan gejala sisa berupa kerusakan alat
pendengaran.

52
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

4.2. PENYAKIT MENULAR

4.2.1. Tuberculosis
(1) Kasus TB
Pada tahun 2017 ditemukan jumlah kasus baru BTA+ sebanyak
180 kasus, menurun bila dibandingkan kasus baru BTA+ yang ditemukan
tahun 2016 yang sebesar 283 kasus. Jumlah kasus tertinggi yang
dilaporkan terdapat di puskesmas Sangkrah sebanyak 29 kasus dan
jumlah kasus terrendah di Puskesmas Setabelan sebanyak 1 kasus.
Cakupan semua kasus TBC (CDR) yang diobati adalah sebanyak
720 kasus (83% dari sasaran) meskipun suspek yang diperiksa lebih
banyak (3.291 suspek) dibandingkan tahun 2016 (2.684 suspek).
Salah satu penyebab kurang optimalnya dalam peningkatan CDR
TB karena masih kurangnya dukungan pelaksanaan strategi DOTS (Direct
Observed Treatment Short-Course Chemotherapy) oleh dokter, baik di
Rumah Sakit maupun praktek mandiri, walaupun upaya sosialisasi strategi
DOTS kepada DPM sudah dilaksanakan. Upaya yang dilakukan dalam
rangka meningkatkan CDR adalah dengan melakukan jejaring dengan
Puskesmas, Rumah sakit, LAPAS dan BBKPM, memperluas jejaring
dengan investigasi kontak baik oleh petugas kesehatan maupun kader
kesehatan. Penemuan penderita juga secara aktif case finding oleh
puskesmas.
Selain itu, Kota Surakarta juga telah menjalankan program TOSS
TB (Temukan dan Obati sampai Sembuh Tuberculosis), serta telah
menyusun RAD TB (Rencana Aksi Daerah).
Menurut jenis kelamin, kasus BTA+ pada laki-laki lebih tinggi
daripada perempuan yaitu 1,5 kali dibandingkan kasus BTA+ pada
perempuan. Jika dilihat dari kelompok umur, kasus baru pada anak (umur
0-14 tahun) sebanyak 3 kasus atau 1,67% dari seluruh kasus baru BTA(+).
Yang perlu diwaspadai dengan adanya kasus TB anak adalah bahwa ada
orang dewasa di sekitar anak atau kontak erat dengan anak tersebut yang
harus pula ditemukan, diobati sampai sembuh.

53
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

(2) Angka Kesembuhan (Cure rate)


Dari seluruh kasus TBC yang ada (720 kasus), semuanya telah
dilakukan pengobatan. Dari yang diobati, angka keberhasilan pengobatan
mencapai 87,32%, belum mencapai target yang diharapkan yaitu sebesar
90%. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain :
a. Adanya kematian penderita TBC sebanyak 12 orang
b. Adanya penderita yang Drop Out (DO) minum obat.
c. Adanya penderita yang pindah dan tidak diketahui alamatnya
d. Adanya penderita yang mengalami gagal pengobatan, kemudian
dilanjutkan dengan pengobatan kategori 2.
Upaya untuk peningkatan angka kesembuhan dengan pemberian
PMT (Pemberian Makanan Tambahan), dan untuk mengantisipasi Drop
Out pengobatan diberikan transport PMO (Pengawas minum obat).
Jejaring eksternal dengan fasilitas pelayanan TB DOTS dilakukan secara
berkala untuk pelacakan kasus TB yang mangkir.
Untuk meningkatkan pemulihan bagi penderita TB diberikan
bantuan “PMT“ (Pemberian Makanan Tambahan) dan transport rujukan
pemeriksaan ke BBKPM. Dan untuk mengantisipasi drop out pengobatan
maka dilakukan program pemantauan minum obat (PMO) oleh kader atau
keluarga dekat.
Jumlah kasus TBC resisten obat (TB MDR) tahun 2017 (12 kasus)
meningkat dibandingkan dengan tahun 2016 (4 kasus). Ini bisa terjadi
karena penderita TB MDR akan menularkan TB MDR juga. Selain itu juga
karena masih ada fasilitas kesehatan yang melakukan pengobatan TBC
tidak sesuai standard. Bagi penderita TB-MDR penduduk kota Surakarta
diberikan bantuan transport untuk pengobatan per hari selama pengobatan
sampai dinyatakan sembuh.
Saat ini, program pemberantasan TBC juga diintegrasikan dengan
program HIV. Kepada seluruh pasien TBC diharapkan di-screening HIV
sehingga dapat diketahui status HIV-nya. Cakupan TB HIV pada tahun
2017 sebesar 58%, masih belum mencapai target yang diharapkan
sebesar 60%.

54
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

4.2.2. HIV & AIDS

HIV-AIDS merupakan salah satu penyakit IMS (Inveksi Menular


Seksual) yang menjadi program prioritas pengendalian penyakit di Dinas
Kesehatan Kota Surakarta. Berdasarkan data dari Bidang P2P, selama
tahun 2017 ditemukankan kasus baru sebanyak 118 terdiri dari HIV 57
orang dan AIDS 61 orang. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan
dengan jumlah kasus HIV/AIDS tahun 2016 sebanyak 91 kasus. Proporsi
jenis kelamin HIV pada laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan yaitu
59,65% laki-laki dan 40,35% perempuan begitu juga dengan AIDS
penderita laki-laki 72,13% dan perempuan 27,87% hal ini disebabkan
antara lain oleh adanya kelompok LSL (Lelaki sex Lelaki) yang cenderung
meningkat, dimana aktifitas sexualnya sangat rentan terhadap transmisi
virus HIV, disamping lebih banyak laki-laki yang menggunakan jasa wanita
pekerja sex (WPS) yang tanpa diketahui sudah terjangkit HIV/AIDS
sehingga risiko tertular semakin tinggi. Sedangkan kematian akibat
HIV/AIDS sebanyak 9 kasus, dengan rincian 7 kasus kematian pada laki-
laki dan 2 kasus kematian pada perempuan. Penemuan kasus diperoleh
dengan adanya puskesmas yang membuka pelayanan IMS (Puskesmas
Sangkrah, Manahan, Kratonan dan Setabelan) dan Layanan VCT secara
efektif di 17 Puskesmas. Untuk layanan pengobatan dilaksanakan di RSUD
Dr. Moewardi, RSUD Kota Surakarta, BBKPM Surakarta, RS dr. Oen
Surakarta, Puskesmas Manahan dan Puskesmas Sangkrah.
Jumlah keseluruhan kasus HIV/AIDS di Kota Surakarta sejak tahun
2004 sebanyak 595 kasus (23% dari estimasi jumlah kasus di Kota
Surakarta sebesar 2.620 kasus). Penemuan belum sesuai estimasi
penderita yang ada. Kasus HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es
sehingga masih banyak kasus yang sebenarnya ada tapi belum bisa
terdeteksi. Oleh karena itu dilakukan upaya peningkatan penemuan kasus
HIV/AIDS, antara lain melalui strategi akselerasi SUFA (Strategic Use oF
ARV) dengan mengedepankan prinsip TOP (Temukan Obati Pertahankan),
yaitu pemberian pengobatan ARV tanpa memandang/memeriksa CD4-nya,
artinya bila hasil skrining HIV positif maka langsung diterapi ARV tanpa
memeriksa banyak sedikitnya kekebalan tubuh seseorang. Sasaran

55
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

akselerasi SUFA adalah kelompok berrisiko meliputi populasi kunci (LSL,


WPS, Waria), Ibu hamil, penderita IMS,TB dan Hepatitis B.
Program akselerasi SUFA dimulai tahun 2014, diawali di 4
puskesmas (Manahan, Sangkrah, Setabelan dan Kratonan), kemudian
berkembang ke semua puskesmas. Bentuk kegiatan akselerasi SUFA
diantaranya adalah VCT mobile, skrining HIV pada ibu hamil yang
merupakan paket ANC, skrining pada penderita TB, IMS dan Hepatitis B
melalui KTIP (Konseling Testing Inisiatif Petugas).
Gambaran mengenai kasus baru HIV/AIDS dan Kematian Akibat
HIV/AIDS sebagaimana gambar berikut :

Grafik 8. Kasus Baru HIV/AIDS dan Kematian Akibat AIDS

Salah satu upaya yang dilakukan untuk pencegahan penyakit


HIV/AIDS melalui ibu adalah dilaksanakannya Program PPIA (Pencegahan
Penularan HIV dari Ibu ke Anak). Program PPIA bertujuan untuk mencegah
penularan virus HIV/AIDS dari ibu kepada anak. Program ini dilaksanakan
dengan melakukan pemeriksaan/penapisan (screening) terhadap ibu hamil pada
saat kontak pertama (K1) dengan tenaga kesehatan, dan terintegrasi ke dalam
paket pemeriksaan ibu hamil (ANC).

56
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

4.2.3. Pneumonia

Pneumonia merupakan penyebab dari 15% kematian balita di


dunia, terbanyak terjadi di Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara
(www.who.int). Pneumonia menyerang semua umur, populasi yang rentan
terserang adalah anak-anak usia kurang dari 2 tahun.
Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru
(alveoli) yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti
virus, jamur dan bakteri. Gejala penyakit pneumonia yaitu menggigil,
demam, sakit kepala, batuk, mengeluarkan dahak, dan sesak napas.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini
yaitu dengan meningkatkan penemuan pneumonia pada balita. Perkiraan
kasus pneumonia secara nasional sebesar 3.55%, namun angka perkiraan
kasus di masing-masing provinsi menggunakan angka yang berbeda-beda
sesuai angka yang telah ditetapkan. Untuk Jawa Tengah, angka perkiraan
kasus pneumonia adalah sebesar 3,61%.
Sampai dengan tahun 2017, angka cakupan penemuan pneumonia
balita di Kota Surakarta yaitu 234 kasus atau 16,8% dari jumlah kasus
yang diperkirakan (1.393 kasus). Lebih tinggi dari capaian tahun 2016
sebesar 5% dari jumlah kasus yang diperkirakan. Angka tersebut masih
sangat jauh dari target yang diharapkan yaitu sebesar 80%. Salah satu
upaya peningkatan penemuan kasus pneumonia adalah dengan
optimalisasi MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) di puskesmas.

4.2.4. Kusta

Pemberantasan penyakit kusta di Kota Surakarta mempunyai tujuan


melakukan eliminasi kusta kurang dari 1 per 10.000 penduduk baik di
tingkat Kota maupun di tingkat Puskesmas. Kegiatan pemberantasan kusta
difokuskan pada pencarian penderita baik secara aktif maupun pasif.
Pengobatan penderita tipe PB maupun MB dengan “Multy Drug Therapy“
(MDT). Selain itu upaya pencegahan dan perawatan cacat serta
penyuluhan kesehatan.

57
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Dari hasil pengamatan penyakit kusta, secara epidemiologis Kota


Surakarta sudah mencapai Eliminasi Kusta sejak tahun 1990. Selama
tahun 2017 tidak ditemukan kasus kusta Tipe PB di Puskesmas, namun
ada 5 kasus kusta tipe MB yang tersebar di Puskesmas Purwodiningratan
(1 kasus), Puskesmas Sibela (3 kasus), dan Puskesmas Pucangsawit (1
kasus). Hal ini perlu mendapat perhatian karena seluruh kasus kusta yang
ditemukan pada tahun 2017 adalah tipe MB yang merupakan jenis penyakit
kusta yang mudah menular. Dari 5 kasus yang ada, terdapat 1 kasus
penderita dengan cacat tingkat 2 (20%). Terdapatnya kasus penderita
dengan cacat tingkat 2 menunjukkan adanya keterlambatan dalam
penemuan dan pengobatan. Angka penemuan kasus baru tahun 2017
adalah 0,89 per 100.000, berarti sudah di bawah standar Nasional yaitu < 1
per 10.000. Semua kasus yang ditemukan telah dilakukan pengobatan.
Upaya yang dilakukan untuk memberantas Penyakit Kusta di Kota
Surakarta adalah dengan kegiatan deteksi dini melalui pendataan PIS PK
dan Contact Survey. Selain itu dilakukan juga kegiatan Chase Survey,
pemeriksaan kontak penderita, termasuk yang telah RFT dimonitor setiap
tahun terus-menerus sampai waktu 5 tahun.

4.2.5. Diare

Berdasarkan laporan hasil pengamatan penyakit Puskesmas,


selama tahun 2017, ditemukan kasus diare sebanyak 7.570 (67,1%
dari perkiraan jumlah kasus diare). Angka ini mengalami penurunan
yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan jumlah kasus pada
tahun 2016 (11.183 kasus), dan belum mencapai target yang
diharapkan sebesar 80%. Hal ini kemungkinan terjadi karena data
yang dilaporkan hanya yang berkunjung ke Puskesmas saja, belum
termasuk yang ke sarana pelayanan kesehatan lain (rumah sakit,
balai pengobatan, dan dokter praktek).
Kasus diare berhubungan dengan perilaku masyarakat,
penyediaan kualitas air bersih dan kepemilikan jamban keluarga
yang memenuhi syarat kesehatan. Jika dilihat dari akses tehadap air

58
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

bersih, sebenarnya seluruh keluarga yang ada sudah memiliki akses


terhadap air bersih. Sedangkan untuk penduduk yang memiliki akses
terhadap sanitasi yang layak masih sebesar 61%.
Upaya yang telah dilakukan dalam rangka penanggulangan
diare adalah upaya promosi melalui penjaja makanan, sosialisasi
PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dengan penekanan pada
kesadaran untuk tidak buang air besar sembarangan (Stop
BABS/ODF Open Difecation Free), serta mengoptimalkan layanan
konseling sanitasi di Puskesmas.

4.2.6. Demam Berdarah Dengue (DBD)

(1) Angka Kesakitan (Incidence Rate)

Berdasarkan data kasus DBD tahun 2017 Kota Surakarta


merupakan daerah endemis penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Lima (5) kecamatan yang ada semua merupakan daerah endemis. Dari 51
Kelurahan yang ada, hanya 4 kelurahan yang bebas DBD, yaitu kelurahan
Laweyan, Kedunglumbu, Kepatihan Wetan dan Ketelan. Sisanya 29
kelurahan endemis dan 18 kelurahan sporadis.
Berdasarkan laporan pengamatan penyakit dari Puskesmas,
selama tahun 2017 ditemukan kasus Penyakit Demam Berdarah sebanyak
146 kasus yang tersebar di 14 wilayah Puskesmas di Kota Surakarta. Tiga
Puskesmas yang di wilayahnya tidak terjadi kasus DBD adalah Puskesmas
Pajang, Gilingan dan Setabelan. Jumlah kasus terbanyak terjadi di wilayah
Puskesmas Gambirsari sebanyak 61 kasus, diikuti oleh wilayah
Puskesmas Sibela sebanyak 30 kasus dan wilayah Puskesmas Nusukan
13 kasus. Kondisi ini didukung dengan kegiatan “Gerakan Satu Rumah
Satu Jumantik” yang dilaksanakan oleh masyarakat secara berjenjang
terorganisir.
Dengan jumlah kasus sebanyak 146, maka didapatkan angka
kesakitan (incidence rate/IR) sebesar 2,61 per 10.000 penduduk. Angka ini
mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan tahun 2016 dimana IR

59
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

tahun 2016 sebesar 13,58 per 10.000 penduduk (751 kasus). Dengan
demikian target Renstra Kota Surakarta untuk indikator Incidence rate (IR)
DBD < 4 per 10.000 penduduk tercapai, namun untuk target nasional yaitu
IR < 2 % belum tercapai.
Penurunan kasus DBD di Kota Surakarta pada tahun 2017 belum
bisa dikatakan sebagai cerminan keberhasilan kegiatan PSN di
masyarakat. Sesuai dengan data epidemiologi, pada tahun 2017 siklus
DBD mengalami penurunan secara nasional termasuk di Kota Surakarta.
Penurunan kasus DBD tahun 2017 diharapkan tidak membuat
pemerintah dan masyarakat lengah terhadap budaya Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat. Berdasarkan hasil pemantauan jentik berkala, angka bebas
jentik sebesar 94,8% lebih baik jika dibandingkan tahun 2016 (94,5%),
meskipun angka ini masih di bawah target (>95%). Untuk itu, masyarakat
tetap perlu ditingkatkan kesadarannya akan pentingnya kegiatan PSN
melalui “Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik”.
Upaya – upaya yang telah dilakukan dalam rangka pencegahan
dan pemberantasan penyakit demam berdarah adalah Promosi tentang
pencegahan dan penanggulangan penyakit demam berdarah melalui
kegiatan JUSE (Jum’at Sehat), Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di
semua kelurahan sampai ke tingkat RW, Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN), Pemantauan Jentik Berkala (PJB), Gerakan Satu Rumah Satu
Jumantik (G1R1J), Larvasidasi Selektif (LS), Penyelidikan Epidemiologi
(PE) setiap ada kasus dan fogging focus bagi yang memenuhi kriteria.
Mengingat mobilitas penduduk yang tinggi dan penyebab penyakit
DBD adalah virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes agypti,
maka upaya pencegahan selain yang telah disebutkan di atas, perlu
ditambahkan “BHT” (Bersihkan lingkungan, Hindari gigitan nyamuk,
Tingkatkan daya tahan tubuh). Bersihkan lingkungan di sini meliputi
lingkungan di dalam maupun di luar rumah/gedung terutama tempat-
tempat yang disukai nyamuk. Hindari gigitan nyamuk dapat dilakukan mulai
dari yang ramah lingkungan (menutup lobang angin dengan kasa, tidur
memakai kelambu, mengenakan pakaian tertutup, lengan/celana panjang)
sampai pemakaian lotion anti nyamuk.

60
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Sedangkan tingkatkan daya tahan tubuh dapat dilakukan selain


dengan makan makanan yang bergizi seimbang, juga dengan olahraga
secara teratur dan istirahat cukup dengan tidur pada malam hari mulai
pukul 21.00 sampai dengan pukul 03.00, tanpa lampu, karena saat itulah
waktu terbentuknya imunitas tubuh secara alami, hindari begadang.

(2) Angka Kematian Demam Berdarah (Case Fatality Rate/CFR)

Dari 146 kasus DBD di Kota Surakarta, 1 diantaranya meninggal


dunia karena DSS, sehingga didapatkan CFR sebesar 0,7%. Kematian
terjadi di kelurahan Mojosongo wilayah Puskesmas Sibela. Gambaran
selengkapnya tentang jumlah kasus dan yang meninggal untuk tiap-tiap
Puskesmas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 17. Sebaran Kasus DBD DAN CFR menurut Puskesmas


Di Kota Surakarta Tahun 2017
JUMLAH JUMLAH
NO PUSKESMAS CFR
KASUS KEMATIAN
1. Pajang 0 0 0
2. Penumping 1 0 0
3. Purwosari 6 0 0
4. Jayengan 3 0 0
5. Kratonan 4 0 0
6. Gajahan 1 0 0
7. Sangkrah 4 0 0
8. Purwodiningaratan 1 0 0
9. Ngoresan 6 0 0
10. Sibela 30 1 3,3
11. Pucangsawit 7 0 0
12. Nusukan 13 0 0
13. Manahan 2 0 0
14. Gilingan 0 0 0
15. Banyuanyar 7 0 0
16. Setabelan 0 0 0
17. Gambirsari 61 0 0
KOTA 146 1 0,7

61
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

(3) Pelayanan terhadap Penderita DBD


Seluruh penderita DBD di Kota Surakarta yang berobat ke sarana
pelayanan kesehatan, sudah mendapatkan pelayanan. Dengan kata lain
cakupan pelayanan penderita DBD di Kota Surakarta mencapai 100%.
Sehingga target yang ditetapkan dalam SPM sudah tercapai. Walaupun
demikian, dengan masih adanya penderita yang meninggal, menunjukkan
kualitas penanganannya masih perlu ditingkatkan.
Penanganan penderita DBD memerlukan kecepatan dan
ketepatan, baik di tingkat masyarakat maupun di sarana pelayanan
kesehatan. Tidak terpenuhinya kedua hal tersebut dapat berakibat fatal
bagi penderita, karena akan mempertinggi resiko terjadinya kematian. Di
tingkat masyarakat diharapkan ada kewaspadaan dini melalui kegiatan
Kelurahan Siaga sehingga apabila terjadi kasus dapat diambil keputusan
yang tepat dan segera dirujuk. Dalam hal kecepatan penanganan, semua
sarana pelayanan kesehatan di Kota Surakarta menempatkan penderita
DBD sebagai prioritas. Pelaporan KDRS dari rumah sakit harus sudah
diterima Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam waktu 1 kali 24 jam sejak
diagnosa DBD ditegakkan dan PE (Penyelidikan Epidemiologi) dilakukan
Puskesmas dalam waktu 1 kali 24 jam sejak KDRS diterima puskesmas.
Sedangkan dalam hal ketepatan penanganan, upaya peningkatan
kemampuan tenaga kesehatan selalu dilakukan antara lain melalui
ceramah klinik serta pertemuan tatalaksana penyakit DBD maupun jejaring
surveilans dengan rumah sakit.

4.2.7. Malaria
Kota Surakarta tidak termasuk daerah endemis penyakit malaria.
Meski demikian upaya kewaspadaan dini terhadap penularan kasus
impor/eksodus dari daerah lain yang endemis tetap dilakukan. Upaya
deteksi dini dilakukan melalui pemeriksaan klinis di Puskesmas.
Berdasarkan laporan dari Puskesmas, maka selama tahun 2017 tidak
ditemukan kasus malaria baik secara klinis maupun laboratorium.

62
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

4.2.8. Filariasis
4.3. PENYAKIT TIDAK MENULAR
Peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH) akan menambah jumlah
lanjut usia (lansia) yang akan berdampak pada pergeseran pola penyakit di
masyarakat dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif. Prevalensi
penyakit menular mengalami penurunan, sedangkan penyakit tidak menular
(PTM) cenderung mengalami peningkatan. Secara nasional proporsi
kematian akibat PTM meningkat. Sedangkan secara global Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan PTM telah menyebabkan 60
persen kematian dan 43 persen kesakitan.
Di Jawa Tengah jumlah kasus PTM berdasarkan informasi dari
puskesmas dan rumah sakit menunjukkan angka yang cukup fantastis dan
meningkat dari tahun ke tahun. Demikian juga di kota Surakarta,
berdasarkan laporan dari puskesmas dan rumah sakit tahun 2017 terjadi
peningkatan pada hampir semua jenis PTM dibandingkan tahun 2016.
Selain itu juga ada pergeseran usia pengidap PTM menunjukkan pada usia
yang lebih muda.
Keadaan ini perlu segera ditanggulangi, karena sesungguhnya PTM
merupakan penyakit yang dapat dicegah bila faktor risikonya dikendalikan.
Pencegahan dan penanggulangan PTM merupakan kombinasi upaya
inisiatif pemeliharaan kesehatan mandiri oleh petugas dan individu yang
bersangkutan yang dapat dilakukan melalui kegiatan deteksi dini faktor risiko
PTM berbasis masyarakat yaitu Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu
Penyakit Tidak Menular) maupun kegiatan prolanis di Puskesmas, serta
perilaku “CERDIK” (Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok,
Rajin olahraga dan aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola
stres).

4.3.1. Penyakit Hipertensi


Penyakit hipertensi masuk pada 10 besar penyakit di Puskesmas.
Jika dilihat berdasarkan penyakit tidak menular maka menempati urutan
pertama. Kasus yang ditemukan pada tahun 2017 dari laporan Puskesmas
sebanyak 54.691 kasus (hipertensi essensial). Terjadi penurunan jika
dibandingkan dengan jumlah kasus tahun 2016 sebanyak 59.028 kasus. Hal

63
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

ini perlu mendapat perhatian apakah penurunan tersebut karena


pengelolaan penyakit yang sudah baik karena adanya PROLANIS (Program
Pengelolaan Penyakit Kronis) dan Posbindu PTM, ataukah karena banyak
yang putus pengobatan. Ini menunjukkan bahwa pola penyakit degeneratif
perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak.

4.3.2. Penyakit Diabetes Melitus (DM)


Pada tahun 2017, ditemukan kasus Diabetes Mellitus tidak
tergantung insulin sebanyak 6.579 (data Puskesmas) dan 22.462 (data
Rumah Sakit). Sedangkan untuk DM yang tergantung insulin ditemukan 139
(data Puskesmas) dan 1.427 (data rumah sakit). Jika dihitung prevalensinya
maka diperoleh angka sebesar 5.470 per 100.000 penduduk. Mengalami
perununan jika dibandingkan prevalensi pada tahun 2016 adalah sebesar
7.491 per 100.000 penduduk. Dari pola penyakit tidak menular menunjukkan
bahwa saat ini pola penyakit masyarakat sudah bergeser ke arah pola
penyakit degeneratif. Gambaran selengkapnya mengenai pola penyakit tidak
menular dapat dilihat pada lampiran.

4.4. MORBIDITAS

4.4.1. Pola Penyakit


Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal dari
masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui pengumpulan
data Puskesmas melalui sistem pencatatan dan pelaporan yang ada.
Gambaran 10 penyakit terbesar pada pasien rawat jalan di Puskesmas pada
tahun 2017 adalah sebagai berikut :

64
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Tabel 18. Pola Penyakit Pada Rawat Jalan Puskesmas


Di Kota Surakarta Tahun 2017

NO NAMA PENYAKIT JUMLAH %


1 Essential (primary) hypertension 79596 12,12
2 Common Cold 74020 11,27
3 Myalgia 29504 4,49
4 Influenza with other manifestations 21928 3,34
5 Headache 19296 2,94
6 Acute Upper Respirations Infections (ISPA) 16965 2,58
7 Cough 15892 2,42
8 Acute Pharyngitis 14975 2,28
9 Rheumatism 14952 2,28
10 Gastritis and duodenitis 14641 2,23

4.4.2. Kejadian Luar Biasa

Dari hasil kegiatan pengamatan penyakit Dinas Kesehatan Kota


Surakarta selama tahun 2017 terjadi 1 kasus KLB (Kejadian Luar Biasa).
Jenis KLB yang terjadi adalah keracunan makanan dengan jumlah korban
sebanyak 23 orang, terjadi di kelurahan Gilingan wilayah Puskesmas
Gilingan. Kejadian ini sudh dapat tertangani dalam waktu kurang dari 24
jam, sehingga tidak terjadi korban jiwa. Meskipun demikian, tetap diperlukan
kewaspadaan agar prestasi dapat terus dipertahankan.
Sementara itu, pada tahun 2017 tidak ada laporan KLB akibat PD3I
maupun penyakit menular lainnya.

65
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

BAB V
KESEHATAN LINGKUNGAN

5.1 SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)

STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan


saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.
Perubahan perilaku Buang Air Besar (BAB) merupakan pintu masuk
perubahan perilaku sanitasi secara menyeluruh. Tolok ukur keberhasilan dari
kegiatan pemicuan di masyarakat adalah dengan melihat capaian melalui 5
pilar yaitu:
1. Stop buang air besar sembarangan (stop BABS), masyarakat yang akses
ke jamban sehat/menggunakan jamban sehat semakin baik capaiannya.
2. Cuci tangan pakai sabun (CTPS)
3. Pengelolaan air minum/makanan rumah tangga (PAM-RT)
4. Pengelolaan sampah rumah tangga
5. Pengelolaan limbah cair rumah tangga
Dari kelima pilar tersebut, pilar 2 sampai 5 dinyatakan berhasil bila
30% dari keluarga yang ada di wilayah yang disurvey sudah melaksanakan
kegiatan tersebut, sedangkan untuk pilar 1 harus 100% dari KK yang
disurvei sudah tidak BABS.
Kelurahan STBM adalah kelurahan yang sudah stop BABS minimal 1
RW, mempunyai tim kerja STBM atau natural leader dan telah mempunyai
rencana kerja STBM atau mempunyai rencana tindak lanjut. Sampai dengan
akhir tahun 2017 semua kelurahan di kota Surakarta sudah dapat dinyatakan
sebagai kelurahan STBM. Keluarga dengan akses jamban sehat mencapai
95,0%, dan kelurahan yang masyarakatnya sudah 100% bebas buang air
besar sembarangan (Stop BABS) sebanyak 3 (tiga) kelurahan yaitu
kelurahan Kepatihan Kulon, Kelurahan Kauman dan kelurahan Kratonan,
Kegiatan yang dilakukan dalam mencapai kota Open Defecation Free (ODF)
/ kota bebas Buang Air Besar Sembarangan adalah Pemicuan di Kelurahan
yang mempunyai wilayah RW yang masih BABS, penyambungan saluran

66
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

rumah melalui Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) PDAM, pembuatan


IPAL komunal dan pembuatan jamban pribadi.

5.2 PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DAN TEMPAT-TEMPAT


UMUM

5.2.1 Rumah Sehat


Pendataan rumah sehat pada tahun 2017 sebanyak 103.250, naik
sebanyak 2.16 % dibandingkan pendataan rumah sehat tahun 2016 yaitu
sebanyak 77.411 rumah, sedangkan rumah yang dibina pada tahun 2017
sebanyak 4.689 rumah dan yang memenuhi syarat sebanyak 1.170 rumah
(24,9%).

5.2.2 Penduduk dengan Akses Berkelanjutan terhadap Air Minum


Berkualitas
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010
tentang persyaratan Kualitas air minum adalah air yang melalui proses
pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat
kesehatan dan dapat langsung diminum. Permenkes tersebut juga
menyebutkan penyelenggara air minum berkewajiban menjamin air minum
yang diproduksi aman bagi kesehatan. Dalam hal ini penyelenggara air
minum diantaranya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan
Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi swasta, usaha perorangan, kelompok
masyarakat.
Air minum yang aman bagi kesehatan adalah air minum yang
memenuhi persyaratan secara fisik, mikrobiologis, kimia, dan radioaktif.
Persyaratan secara fisik air harus tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna,
serta memiliki total zat padat terlarut, kekeruhan dan suhu sesuai ambang
batas. Secara bakteriologis harus bebas dari bakteri E coli dan. secara
kimiawi zat kimia yang terkandung seperti besi, aluminium, klor, arsen dan
lainnya harus di bawah ambang batas yang ditentukan. Kadar radioaktif,
gross alpha activity tidak boleh melebihi 0,1 becquarel per liter (Bq/l) dan
kadar gross beta activity tidak boleh melebihi 1 Bq/l.

67
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

5.2.3 Penduduk dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak

(1) Akses Air Minum


Sarana air bersih yang dipergunakan sejumlah 120.227 sarana
terdiri dari Sumur gali (SGL) 20.465, water pump 34.443, sambungan
rumah PDAM 55.319 sarana. Yang memenuhi syarat sebanyak 77,775
sarana. Dari 558.732 penduduk yang ada, sebanyak 553.256 penduduk
(99,02%) sudah mengakses air bersih, sedang jumlah penduduk yang
mengakses air bersih yang memenuhi syarat sebanyak 62,4%.
Untuk penyelenggara air minum yang produknya dijual ke
masyarakat, juga dilakukan pemeriksaan sampel. Jumlah penyelenggara
tahun 2016 adalah 164 dan pada tahun 2017 naik menjadi 173. Sampel
yang diperiksa bakteriologisnya 895 dan yang memenuhi syarat 723
sampel (80,78%). Untuk penyelenggara yang belum memenuhi syarat
harus dilakukan tindakan untuk dapat melakukan penggantian filter dan
tindakan lain dalam usaha agar hasil menjadi baik sebelum dipasarkan.

(2) Jamban Keluarga


Penduduk dengan akses jamban sehat pada tahun 2016 adalah
91,7% dan yang belum akses ke jamban sehat 8,3% sedang tahun 2017
penduduk yang belum mengakses ke jamban sehat turun menjadi 4,3%
yang sudah mengakses jamban sehat 95,7%. Usaha-usaha yang sudah
dilakukan untuk memenuhi cakupan akses jamban sehat adalah dengan
membangun ipal komunal sebanyak 93 sarana sampai akhir 2017,
sambungan rumah IPAL PDAM, perbaikan MCK umum. Capaian akses
jamban sehat 95,7 % sudah melampoi target SPM yaitu 85%.

(3) Saluran Pengelolaan Air Limbah (SPAL)


Saluran pengolahan IPAL rumah tangga di kota Surakarta
disalurkan ke draenase kota dan rumah yang sudah memiliki saluran
limbah rumah tangga 97% hal ini sudah dapat mengurangi genangan air
limbah dilingkungan rumah tangga, angka tersebut sudah melampui target
SPM sebesar 90%.

68
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

5.2.4 Penyehatan Tempat-Tempat Umum

Tempat-tempat Umum (TTU) yang ada di kota Surakarta meliputi


kantor, hotel, sekolah, toko, pasar dan lain-lain. Tempat-tempat umum
adalah tempat bertemunya beberapa orang yang saling berinteraksi di
dalamnya yang bisa datang dari berbagai macam latar belakang dan
kebiasaan maupun perilakunya. Untuk tahun 2017 jumlah TTU yang ada di
Surakarta 578 dan yang dilakukan inspeksi sanitasi/ pemeriksaan
sebanyak 550 atau 95,2% dan yang memenuhi syarat sebanyak 525 atau
90,8%

69
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

BAB VI

PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

6.1. PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

Derajat kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor dan menurut H.L.


Blum faktor yang terbesar adalah faktor perilaku masyarakat. Dengan
mewujudkan perilaku yang sehat, diharapkan dapat menurunkan angka
kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat kurangnya
kesadaran/pengetahuan masyarakat dalam mengunjungi sarana pelayanan
kesehatan.
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
Kementerian Kesehatan melalui Pusat Promosi Kesehatan menerapkan
program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS adalah
sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil
pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok dan
masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan
dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. PHBS
merupakan suatu tindakan pencegahan agar masyarakat terhindar dari
penyakit dan gangguan kesehatan. Dalam menerapkan PHBS tersebut di
dukung melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS).
GERMAS merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang
dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan
kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk
meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari
keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang
membentuk kepribadian. Dengan demikian PHBS dapat dilakukan di
berbagai tatanan masyarakat, seperti tatanan rumah tangga, sekolah,
tempat kerja dan tempat-tempat umum. PHBS di tatanan rumah tangga
adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau,
dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan
aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
Untuk mencapai rumah tangga ber-PHBS, terdapat enam belas upaya
yang harus dilakukan, yaitu:

68
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan


2. Pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali selama kehamilan
3. Memberi bayi ASI eksklusif
4. Menimbang balita secara teratur
5. Mengkonsumsi gizi seimbang
6. Menggunakan air bersih untuk keperluan sehari-hari
7. Menggunakan jamban sehat
8. Membuang sampah di tempat sampah
9. Memiliki lantai rumah kedap air
10. Melakukan aktifitas fisik setiap hari
11. Tidak ada yang merokok di dalam rumah
12. Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar
13. Menggosok gigi dua kali sehari
14. Tidak minum miras dan atau menyalahgunakan narkoba
15. Menjadi peserta jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK)
16. Melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) minimal
seminggu sekali

Dari 173.639 rumah tangga yang ada, telah dilakukan pemeriksaan


PHBS sebesar 66%. Dari rumah tangga yang diperiksa tersebut 95,3%
berada pada tatanan rumah tangga sehat utama dan paripurna. Bila
dibandingkan dengan target Renstra Dinas Kesehatan Kota Surakarta (60%)
dan RPJMD Kota Surakarta (60%) maka capaian Kota Surakarta sudah
melampaui target yang diharapkan. Gambaran tentang rumah tangga yang
berperilaku hidup bersih dan sehat dapat dilihat pada lampiran.
Jika dilihat penyebaran tiap Puskesmas, maka yang mencapai tatanan
rumah tangga utama dan paripurna tertinggi ada di Puskesmas Banyuanyar
(99,8%) dan terendah ada di wilayah Puskesmas Gambirsari (89%).
Capaian PHBS mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu sebesar
74,2% menjadi 95,3% pada tahun 2017. Hal ini dikarenakan adanya upaya
GERMAS yang mulai dilaksanakan di masyarakat dan dukungan Program
Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS PK) yang dilaksanakan di
seluruh UPT Puskesmas Dinas Kesehatan Kota Surakarta sehingga
cakupannya menjadi lebih meningkat dan melampaui target yang ditetapkan.

69
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

6.2. PENGEMBANGAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN

Tahun 2017 telah dilakukan kegiatan penyuluhan dan promosi


kesehatan dengan sasaran tidak hanya pada institusi sekolah namun juga
masyarakat umum (karang taruna, saka bakti husada, kader kesehatan,
PKK, pengrajin dan pekerja lain). Jumlah seluruh kegiatan penyuluhan yang
dilakukan sebanyak 1.539. Kegiatan penyebarluasan informasi dilakukan
baik melalui media cetak maupun media audio visual seperti cetak leaflet,
baliho, spanduk, neon box dan siaran radio.

6.3. UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)

6.3.1. Kelurahan Siaga


Kelurahan Siaga adalah program yang diluncurkan Kementerian
Kesehatan sebagai upaya untuk pemberdayaan masyarakat di bidang
kesehatan. Kelurahan Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar,
mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman
terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular dan
penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), kejadian
bencana, kecelakaan, dan lain-lain, dengan memanfaatkan potensi
setempat, secara gotong royong.
Pengembangan Kelurahan Siaga meliputi upaya untuk lebih
mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat,
menyiapsiagakan masyarakat menghadapi masalah-masalah kesehatan,
serta memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup
bersih dan sehat. Inti kegiatan Kelurahan Siaga adalah memberdayakan
masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat.
Tujuan diadakannya kelurahan siaga ini adalah mewujudkan
masyarakat yang mandiri untuk sehat, yang artinya :
1. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat di wilayah
kelurahan tentang pentingnya kesehatan.
2. Meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat di
wilayah kelurahan terhadap risiko dan bahaya yang dapat

70
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

menimbulkan gangguan kesehatan (bencana, wabah, kegawat-


daruratan dan sebagainya).
3. Meningkatnya keluarga yang sadar gizi dan melaksanakan
perilaku hidup bersih dan sehat
4. Meningkatnya kesehatan lingkungan di wilayah kelurahan
5. Meningkatnya kemampuan dan kemauan masyarakat kelurahan
untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan.
Suatu kelurahan dinamakan kelurahan siaga apabila mempunyai 8
indikator yaitu:
1. Adanya Forum Masyarakat Kelurahan;
2. Adanya Fasilitas Pelayanan kesehatan Dasar dan Sistem
Rujukannya;
3. Adanya Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat yang
dikembangkan;
4. Adanya Sistem Pengamatan Penyakit (Surveilance) berbasis
Masyarakat;
5. Adanya Sistem Kesiapsiagaan bencana dan Kegawatdaruratan
berbasis masyarakat;
6. Adanya upaya menciptakan Lingkungan Sehat;
7. Adanya Upaya mewujudkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat);
8. Adanya Upaya mewujudkan Kadarzi (Keluarga Sadar Gizi).

Kota Surakarta memiliki jumlah kelurahan sebanyak 51 kelurahan.


Dari 51 kelurahan tersebut keseluruhan berada pada strata Kelurahan Siaga
Mandiri (100%).

6.3.2. Posyandu
Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang dilaksanakan
oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan
kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan
bagi ibu, bayi dan anak balita.
Pada tahun 2017, jumlah Posyandu yang ada di kota Surakarta
sebanyak 605 Posyandu. Jika dibandingkan jumlah Posyandu tahun 2016
yang sebesar 603 maka berarti terjadi penambahan dua Posyandu. Dari 605

71
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

posyandu tersebut, tidak ada posyandu yang berada pada strata pratama, 6
posyandu (0,99%) berada pada strata Posyandu Madya, 40 posyandu
(6,61%) berada pada strata posyandu Purnama, 559 posyandu (92,40%)
berada pada strata Posyandu Mandiri.
Jika dilihat penyebaran tiap Puskesmas, maka Puskesmas dengan
Posyandu Mandiri terbanyak ada di wilayah Puskesmas Purwosari,
Jayengan, Kratonan, Ngoresan, Sibela, Nusukan, Manahan, Gilingan,
Banyuanyar, dan Setabelan (100%) dan yang terendah di wilayah
Puskesmas Pucangsawit (37,5%). Gambaran selengkapnya mengenai
Tingkat Kemandirian Posyandu di Kota Surakarta tahun 2017 dapat dilihat
pada tabel 69 dan grafik sebagai berikut:
Grafik 6. Kemandirian Posyandu Menurut Kecamatan
Kota Surakarta Tahun 2017

Jika dilihat dari keaktifan posyandu maka Posyandu yang berada di


Kota Surakarta sebanyak 99,01% merupakan Posyandu Aktif.

6.3.3. Posbindu
Permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan salah
satunya adalah beban ganda penyakit, yaitu di satu pihak masih banyaknya
penyakit infeksi yang harus ditangani, namun di pihak lain semakin
meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM). Peningkatan prevalensi
penyakit tidak menular menjadi ancaman yang serius dalam pembangunan
nasional karena mengancam pertumbuhan ekonomi secara nasional. Oleh

72
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

karena itu dikembangkan model pengendalian PTM berbasis masyarakat


melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM.
Kegiatan Posbindu PTM adalah kegiatan yang melibatkan peran
serta masyarakat dalam rangka deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut
dini faktor risiko penyakit tidak menular secara mandiri dan
berkesinambungan. Tujuan utama kegiatan Posbindu PTM adalah untuk
meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan
dini faktor risiko PTM. Sasaran Posbindu PTM cukup luas mencakup semua
masyarakat usia 15 tahun ke atas baik itu dengan kondisi sehat, masyarakat
berisiko maupun masyarakat dengan kasus PTM.
Kota Surakarta memiliki 32 Posbindu yang tersebar di 5 kecamatan,
yaitu 7 Posbindu berada di Kecamatan Laweyan, 5 Posbindu di Kecamatan
Serengan, 5 Posbindu di Kecamatan Pasar Kliwon, 5 Posbindu di
Kecamatan Jebres dan 10 Posbindu di Kecamatan Banjarsari.

73
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

BAB VII
PENUTUP

6.1. KEADAAN UMUM

Indeks Pembangunan Manusia ada 3 (tiga) indikator yaitu tingkat


pendidikan, derajat kesehatan, dan kemampuan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan capaian kinerja tahun 2017, maka gambaran pembangunan
manusia di Kota Surakarta dapat disimpulkan sebagai berikut :
Dari aspek pendidikan, rata-rata pendidikan penduduk adalah lulus SD
dan SLTP (34%). Sedangkan yang mencapai lulus setingkat SLTA hanya 30%,
tamat Akademi dan Perguruan Tinggi hanya sebesar 17%, sedangkan yang
belum tamat SD atau tidak sekolah sebesar 19%. Hal ini perlu mendapat
perhatian karena tingkat pendidikan penduduk merupakan salah satu faktor yang
menentukan kualitas sumber daya manusia. Selain itu tingkat pendidikan juga
berpengaruh terhadap kemudahan dalam menerima (akses) informasi
kesehatan.
Kemampuan ekonomi masyarakat dapat dilihat dari pendapatan
perkapita dan mata pencaharian penduduk. Pendapatan penduduk perkapita
(data tahun 2015), menurut harga berlaku sebesar 73.642.588,94 rupiah.
Sedangkan menurut harga konstan sebesar 59.747.484,77 rupiah. Sektor
industri dan perdagangan masih merupakan sektor yang sangat dominan di
Surakarta.

74
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

6.2. DERAJAT KESEHATAN

Derajat kesehatan di Surakarta relatif baik, meskipun masih ditemukan


masalah-masalah kesehatan. Angka kematian bayi (2,93 per 1000 kelahiran
hidup), angka kematian Balita (4,42 per 1000 kelahiran hidup), angka kematian
ibu (70,74 per 100.000 kelahiran hidup). Untuk AKI, AKB dan AKABA Kota
Surakarta sudah berada di bawah angka nasional dan Jawa Tengah. Namun
masih perlu adanya perhatian terhadap status gizi Balita, masih didapatkan
kasus gizi kurang meskipun kasus gizi buruk sudah tidak ditemukan. Belum lagi
masih tingginya angka anemi ibu hamil dan anemi balita. Hal ini dimungkinkan
karena faktor ketidaktahuan dan ketidakmampuan keluarga untuk mengkonsumsi
makanan dengan gizi seimbang.
Jika dilihat pola penyakit selain penyakit menular seperti penyakit demam
berdarah, juga masih ditemukan penyakit yang dapat dicegah dengan
imunisasi/PD3I (seperti : penyakit campak). Yang perlu diwaspadai juga adalah
bertambahnya kasus penyakit menular seksual yaitu penyakit HIV/AIDS.
Sedangkan untuk penyakit tidak menular, maka hipertensi, diabetes melitus,
penyakit jantung dan stroke menempati kelompok 5 (lima) terbesar.

6.3. PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

Aspek lingkungan merupakan faktor yang paling besar dalam


menentukan derajat kesehatan. Dilihat dari lingkungan fisik, maka secara
kuantitas sudah baik. Prosentase rumah sehat baru mencapai 74,9%, Tempat
Umum sehat mencapai 90,8%, dan Keluarga dengan jamban keluarga mencapai
95,7%. Sedangkan dari aspek lingkungan biologis, rumah bebas jentik baru
mencapai 94,84%. Masih ada 5,16% rumah yang belum bebas jentik. Ini
menunjukkan peran serta masyarakat dalam PSN (Pemberantasan Sarang
Nyamuk) masih perlu ditingkatkan. Kepadatan nyamuk yang tinggi
memungkinkan terjadinya penularan penyakit demam berdarah.

75
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

Perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat Surakarta masih perlu


ditingkatkan. Dari 114.575 keluarga yang didata PHBS, terdapat 95,3% keluarga
ber-PHBS dengan strata sehat utama dan sehat paripurna.
Demikian juga tingkat kemandirian Posyandu, 92,4% posyandu yang
mandiri dari 605 Posyandu yang ada. Sedangkan untuk cakupan ASI eksklusif,
sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan (79,7%). Untuk cakupan
peserta asuransi kesehatan masih perlu ditingkatkan (81,77%) dengan jenis
kepesertaan JKN PBI APBN, JKN PBI APBD, dan JKN Mandiri. Melihat kondisi
tersebut, berarti masih ada penduduk belum menggunakan/memanfaatkan
sistem pembiayaan pra upaya.
Aspek pelayanan kesehatan, dilihat dari jumlah sarana pelayanan
kesehatan yang ada, maka rasio sarana pelayanan kesehatan sudah mencukupi,
baik rumah sakit , Puskesmas, Balai Pengobatan, rumah Bersalin, dan Praktek
perorangan. Sedangkan jika dilihat dari tenaga kesehatan, memang distribusinya
belum merata. Demikian juga kualitasnya, masih perlu adanya peningkatan
dalam kemampuan teknis dalam pelayanan. Pencapaian cakupan pelayanan
kesehatan secara kuantitas sudah cukup baik, seperti cakupan K4, persalinan
tenaga kesehatan, imunisasi rata-rata mencapai lebih dari 90%. Namun dari
aspek kualitas masih perlu adanya peningkatan sesuai standar operating
prosedur.

76
Profil Kesehatan Kota Surakarta Th. 2017

LAMPIRAN TABEL

77
RESUME PROFIL KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
A. GAMBARAN UMUM
1 Luas Wilayah 44 Km2 Tabel 1
2 Jumlah Desa/Kelurahan 51 Desa/Kel Tabel 1
3 Jumlah Penduduk 275.590 283.142 558.732 Jiwa Tabel 2
4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 3,3 Jiwa Tabel 1
5 Kepadatan Penduduk /Km2 12686,9 Jiwa/Km2 Tabel 1
6 Rasio Beban Tanggungan 40,8 per 100 penduduk produktif Tabel 2
7 Rasio Jenis Kelamin 97,3 Tabel 2
8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf 99,86 99,86 99,86 % Tabel 3
9 Penduduk 10 tahun yang memiliki ijazah tertinggi
a. SMP/ MTs 41.369,00 41.512,00 82.881,00 % Tabel 3
b. SMA/ SMK/ MA 35.983,00 37.478,00 73.461,00 % Tabel 3
c. Sekolah menengah kejuruan 33.964,00 37.455,00 71.419,00 % Tabel 3
d. Diploma I/Diploma II 1.483,00 1.987,00 3.470,00 % Tabel 3
e. Akademi/Diploma III 10.639,00 11.872,00 22.511,00 % Tabel 3
f. Universitas/Diploma IV 23.847,00 23.229,00 47.076,00 % Tabel 3
g. S2/S3 (Master/Doktor) 2.849,00 1.904,00 4.753,00 % Tabel 3

B. DERAJAT KESEHATAN
B.1 Angka Kematian
10 Jumlah Lahir Hidup 4.914 4.982 9.896 Tabel 4
11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 2 1 1 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 4
12 Jumlah Kematian Neonatal 12 10 22 neonatal Tabel 5
13 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) 2 2 2 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
14 Jumlah Bayi Mati 3 4 7 bayi Tabel 5
15 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 1 1 1 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
16 Jumlah Balita Mati 13 7 42 Balita Tabel 5
17 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 3 1 4 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 5
18 Kematian Ibu
Jumlah Kematian Ibu 7 Ibu Tabel 6
Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 71 per 100.000 Kelahiran Hidup Tabel 6
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
B.2 Angka Kesakitan
19 Tuberkulosis
Jumlah kasus baru TB BTA+ 111 69 180 Kasus Tabel 7
Proporsi kasus baru TB BTA+ 61,67 38,33 % Tabel 7
CNR kasus baru BTA+ 40,28 24,37 32,22 per 100.000 penduduk Tabel 7
Jumlah seluruh kasus TB 125 82 207 Kasus Tabel 7
CNR seluruh kasus TB 45,36 28,96 37,05 per 100.000 penduduk Tabel 7
Kasus TB anak 0-14 tahun 30,92 % Tabel 7
Persentase BTA+ terhadap suspek 6,92 4,09 5,47 % Tabel 8
Angka kesembuhan BTA+ 77,89 78,52 78,17 % Tabel 9
Angka pengobatan lengkap BTA+ 8,42 10,07 9,14 % Tabel 9
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) BTA+ 86,32 88,59 87,32 % Tabel 9
Angka kematian selama pengobatan 3,22 1,53 2,35 per 100.000 penduduk Tabel 9
20 Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani 16,84 16,76 16,80 % Tabel 10
21 Jumlah Kasus HIV 34 23 57 Kasus Tabel 11
22 Jumlah Kasus AIDS 44 17 61 Kasus Tabel 11
23 Jumlah Kematian karena AIDS 7 2 9 Jiwa Tabel 11
24 Jumlah Kasus Syphilis 0 0 0 Kasus Tabel 11
25 Donor darah diskrining positif HIV 0,13 0,04 0,11 % Tabel 12
26 Persentase Diare ditemukan dan ditangani 0,00 0,00 0,00 % Tabel 13
27 Kusta
Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 3 2 5 Kasus Tabel 14
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 1,09 0,71 0,89 per 100.000 penduduk Tabel 14
Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun 0,00 % Tabel 15
Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 20,00 % Tabel 15
Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0,18 per 100.000 penduduk Tabel 15
Angka Prevalensi Kusta 0,11 0,07 0,09 per 10.000 Penduduk Tabel 16
Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) 0,00 0,00 0,00 % Tabel 17
Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) 100,00 100,00 100,00 % Tabel 17
28 Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
AFP Rate (non polio) < 15 th 0,78 per 100.000 penduduk <15 tahun Tabel 18
Jumlah Kasus Difteri 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Difteri 0 % Tabel 19
Jumlah Kasus Pertusis 0 0 0 Kasus Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) 0 % Tabel 19
Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum 0 0 0 Kasus Tabel 19
Case Fatality Rate Tetanus Neonatorum 0 % Tabel 19
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
Jumlah Kasus Campak 4 4 8 Kasus Tabel 20
Case Fatality Rate Campak 0 % Tabel 20
Jumlah Kasus Polio 0 0 0 Kasus Tabel 20
Jumlah Kasus Hepatitis B 0 0 0 Kasus Tabel 20
29 Incidence Rate DBD 30,12 22,25 26,13 per 100.000 penduduk Tabel 21
30 Case Fatality Rate DBD 1,20 0,00 0,68 % Tabel 21
31 Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence ) 0,00 0,00 0,00 per 1.000 penduduk berisiko Tabel 22
32 Case Fatality Rate Malaria 0,00 0,00 0,00 % Tabel 22
33 Angka Kesakitan Filariasis 0 0 0 per 100.000 penduduk Tabel 23
34 Persentase Hipertensi/tekanan darah tinggi 16,73 30,34 12,10 % Tabel 24
35 Persentase obesitas 2,83 3,98 3,45 % Tabel 25
36 Persentase IVA positif pada perempuan usia 30-50 tahun 2,50 % Tabel 26
37 % tumor/benjolan payudara pada perempuan 30-50 tahun 1,18 % Tabel 26
38 Desa/Kelurahan terkena KLB ditangani < 24 jam 100,00 % Tabel 28

C. UPAYA KESEHATAN
C.1 Pelayanan Kesehatan
39 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 100 % Tabel 29
40 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 98,41 % Tabel 29
41 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 100,00 % Tabel 29
42 Pelayanan Ibu Nifas 99,97 % Tabel 29
43 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 99,95 % Tabel 29
44 Ibu hamil dengan imunisasi TT2+ 408,94 % Tabel 30
45 Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3 97,49 % Tabel 32
46 Penanganan komplikasi kebidanan 99,42 % Tabel 33
47 Penanganan komplikasi Neonatal 38,67 40,41 39,54 % Tabel 33
48 Peserta KB Baru 7,74 % Tabel 36
49 Peserta KB Aktif 78,65 % Tabel 36
50 Bayi baru lahir ditimbang 100 100 100 % Tabel 37
51 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) 2,58 2,55 2,57 % Tabel 37
52 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 99,94 99,98 98,14 % Tabel 38
53 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 96,46 96,79 96,62 % Tabel 38
54 Bayi yang diberi ASI Eksklusif 79,59 79,86 79,73 % Tabel 39
55 Pelayanan kesehatan bayi 96,46 96,79 96,62 % Tabel 40
56 Desa/Kelurahan UCI 100,00 % Tabel 41
57 Cakupan Imunisasi Campak Bayi 92,90 94,10 93,50 % Tabel 43
58 Imunisasi dasar lengkap pada bayi 98,19 96,47 97,32 % Tabel 43
59 Bayi Mendapat Vitamin A 79,69 73,14 76,39 % Tabel 44
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
60 Anak Balita Mendapat Vitamin A 95,75 93,99 94,85 % Tabel 44
61 Baduta ditimbang - - - % Tabel 45
62 Baduta berat badan di bawah garis merah (BGM) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! % Tabel 45
63 Pelayanan kesehatan anak balita 91,73 89,21 90,44 % Tabel 46
64 Balita ditimbang (D/S) 78,68 74,98 76,79 % Tabel 47
65 Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) 0,92 0,94 0,93 % Tabel 47
66 Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan 100,00 100,00 100,00 % Tabel 48
67 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat 100,00 100,00 100,00 %
Tabel 49
68 Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap 2,04 Tabel 50
69 SD/MI yang melakukan sikat gigi massal 73,43 sekolah Tabel 51
70 SD/MI yang mendapat pelayanan gigi 94,46 sekolah Tabel 51
71 Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) 17,45 16,66 17,07 % Tabel 51
72 Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) 43,51 48,19 48,02 % Tabel 51
73 Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan
mulut 43,51 48,19 48,02 % Tabel 51
74 Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) 79,98 85,90 83,31 % Tabel 52

C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan


Persentase

75 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 82,00 81,55 81,77 % Tabel 53


76 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 383,56 527,91 457,71 % Tabel 54
77 Cakupan Kunjungan Rawat Inap 26,51 33,26 29,98 % Tabel 54
78 Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) di RS 4,24 3,47 3,81 per 100.000 pasien keluar Tabel 55
79 Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) di RS 2,60 2,11 2,33 per 100.000 pasien keluar Tabel 55
80 Bed Occupation Rate (BOR) di RS 64,98 % Tabel 56
81 Bed Turn Over (BTO) di RS 55,58 Kali Tabel 56
82 Turn of Interval (TOI) di RS 2,30 Hari Tabel 56
83 Average Length of Stay (ALOS) di RS 3,91 Hari Tabel 56

C.3 Perilaku Hidup Masyarakat


87 Rumah Tangga ber-PHBS 95,32 % Tabel 57
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
C.4 Keadaan Lingkungan
88 Persentase rumah sehat 76,06 % Tabel 58
89 Penduduk yang memiliki akses air minum yang layak 61,85 % Tabel 59
90 Penyelenggara air minum memenuhi syarat kesehatan 80,78 % Tabel 60
91 Penduduk yg memiliki akses sanitasi layak (jamban sehat) 61,01 % Tabel 61
92 Desa STBM - % Tabel 62
93 Tempat-tempat umum memenuhi syarat 95,22 % Tabel 63
TPM memenuhi syarat higiene sanitasi 81,24 % Tabel 64
TPM tidak memenuhi syarat dibina 54,05 % Tabel 65
TPM memenuhi syarat diuji petik 27,29 % Tabel 65

D. SUMBERDAYA KESEHATAN
D.1 Sarana Kesehatan
94 Jumlah Rumah Sakit Umum 11,00 RS Tabel 67
95 Jumlah Rumah Sakit Khusus 2,00 RS Tabel 67
96 Jumlah Puskesmas Rawat Inap 4,00 Tabel 67
97 Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap 13,00 Tabel 67
Jumlah Puskesmas Keliling 17,00 Tabel 67
Jumlah Puskesmas pembantu 25,00 Tabel 67
98 Jumlah Apotek 157,00 Tabel 67
99 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 100,00 % Tabel 68
100 Jumlah Posyandu 605,00 Posyandu Tabel 69
101 Posyandu Aktif 99,01 % Tabel 69
102 Rasio posyandu per 100 balita 1,60 per 100 balita Tabel 69
103 UKBM
Poskesdes - Poskesdes Tabel 70
Polindes - Polindes Tabel 70
Posbindu 32,00 Posbindu Tabel 70
104 Jumlah Desa Siaga 51,00 Desa Tabel 71
105 Persentase Desa Siaga 100,00 % Tabel 71

D.2 Tenaga Kesehatan


106 Jumlah Dokter Spesialis 415,00 266,00 681,00 Orang Tabel 72
107 Jumlah Dokter Umum 182,00 312,00 494,00 Orang Tabel 72
108 Rasio Dokter (spesialis+umum) 210,30 per 100.000 penduduk Tabel 72
109 Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi Spesialis 42,00 113,00 155,00 Orang Tabel 72
ANGKA/NILAI
NO INDIKATOR No. Lampiran
L P L+P Satuan
110 Rasio Dokter Gigi (termasuk Dokter Gigi Spesialis) 27,74 per 100.000 penduduk
111 Jumlah Bidan 543,00 Orang Tabel 73
112 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 97,18 per 100.000 penduduk Tabel 73
113 Jumlah Perawat 1.052,00 2.632,00 3.684,00 Orang Tabel 73
114 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 659,35 per 100.000 penduduk Tabel 73
115 Jumlah Perawat Gigi 2,00 43,00 45,00 Orang Tabel 73
116 Jumlah Tenaga Kefarmasian 131,00 809,00 940,00 Orang Tabel 74
117 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat 2,00 30,00 32,00 Orang Tabel 75
118 Jumlah Tenaga Sanitasi 15,00 21,00 36,00 Orang Tabel 76
119 Jumlah Tenaga Gizi 13,00 69,00 82,00 Orang Tabel 77

D.3 Pembiayaan Kesehatan


120 Total Anggaran Kesehatan 253.043.148.837,00 Rp Tabel 81
121 APBD Kesehatan terhadap APBD Kab/Kota 11,20 % Tabel 81
122 Anggaran Kesehatan Perkapita 452.888,23 Rp Tabel 81
TABEL 1

LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,


DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN


JUMLAH
NO KECAMATAN WILAYAH DESA + RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK
2 DESA KELURAHAN PENDUDUK 2
(km ) KELURAHAN TANGGA TANGGA per km
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 LAWEYAN 8,64 0 11 11 100.233 31.108 3,22 11.601

2 SERENGAN 3,19 0 7 7 53.614 17.258 3,11 16.807

3 PASARKLIWON 4,82 0 9 9 84.883 25.734 3,30 17.611

4 JEBRES 12,58 0 11 11 143.064 43.917 3,26 11.372

5 BANJARSARI 14,81 0 13 13 176.938 53.824 3,29 11.947

JUMLAH (KAB/KOTA) 44,04 0 51 51 558.732 171.841 3,25 12.687


TAHUN 2016 44,04 0 51 51 552.930 171.842 3,22 12.555

Sumber: - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta


TABEL 2

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH PENDUDUK
NO KELOMPOK UMUR (TAHUN)
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN
1 2 3 4 5 6

1 0-4 19.082 18.613 37.695 102,52


2 5-9 22.052 20.651 42.703 106,78
3 10 - 14 21.697 20.836 42.533 104,13
4 15 - 19 22.035 21.490 43.525 102,54
5 20 - 24 21.521 20.934 42.455 102,80
6 25 - 29 19.998 19.923 39.921 100,38
7 30 - 34 23.433 23.370 46.803 100,27
8 35 - 39 23.713 23.622 47.335 100,39
9 40 - 44 21.009 21.672 42.681 96,94
10 45 - 49 19.796 20.911 40.707 94,67
11 50 - 54 17.432 19.723 37.155 88,38
12 55 - 59 15.257 16.787 32.044 90,89
13 60 - 64 11.796 12.352 24.148 95,50
14 65 - 69 6.976 7.813 14.789 89,29
15 70 - 74 4.254 5.879 10.133 72,36
16 75+ 5.539 8.566 14.105 64,66

JUMLAH 275.590 283.142 558.732 97,33


ANGKA BEBAN TANGGUNGAN (DEPENDENCY RATIO) 40,82

Sumber: - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta


TABEL 3

PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF


DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH PERSENTASE
NO VARIABEL LAKI-LAKI+ LAKI-LAKI+
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS 233.734 243.256 476.990
PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG
2 233.418 242.915 476.333 99,86 99,86 99,86
MELEK HURUF
PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG
3
DITAMATKAN:
a. TIDAK/BELUM MEMILIKI IJAZAH SD 47.692 41.021 88.713 6,11 9,24 7,71
b. SD/MI 35.592 46.457 82.049 13,12 14,66 13,90
c. SMP/ MTs 41.369 41.512 82.881 20,32 18,33 19,31
d. SMA/ MA 35.983 37.478 73.461 16,03 17,25 16,65
e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 33.964 37.455 71.419 23,82 15,57 19,61
f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 1.483 1.987 3.470 1,26 1,11 1,19
g. AKADEMI/DIPLOMA III 10.639 11.872 22.511 4,91 1,94 3,40
h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 23.847 23.229 47.076 7,98 7,91 7,95
i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) 2.849 1.904 4.753 1,19 0,62 0,90

Sumber: BPS Kota Surakarta


TABEL 4

JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH KELAHIRAN

NO KECAMATAN NAMA PUSKESMAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN

HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 LAWEYAN 889 0 889 878 2 880 1.767 2 1.769


PAJANG 415 0 415 432 2 434 847 2 849
PENUMPING 225 0 225 191 0 191 416 0 416
PURWOSARI 249 0 249 255 0 255 504 0 504
2 SERENGAN 452 0 452 417 0 417 869 0 869
JAYENGAN 265 0 265 257 0 257 522 0 522
KRATONAN 187 0 187 160 0 160 347 0 347
3 PASARKLIWON 743 3 746 745 1 746 1.488 4 1.492
GAJAHAN 276 3 279 281 1 282 557 4 561
SANGKRAH 467 0 467 464 0 464 931 0 931
4 JEBRES 1.287 4 1.291 1.342 0 1.342 2.629 4 2.633
PURWODININGRATAN 225 0 225 262 0 262 487 0 487
NGORESAN 281 0 281 290 0 290 571 0 571
SIBELA 484 0 484 488 0 488 972 0 972
PUCANGSAWIT 297 4 301 302 0 302 599 4 603
5 BANJARSARI 1.543 1 1.544 1.600 1 1.601 3.143 2 3.145
NUSUKAN 259 0 259 282 0 282 541 0 541
MANAHAN 171 0 171 180 0 180 351 0 351
GILINGAN 247 0 247 249 1 250 496 1 497
BANYUANYAR 323 1 324 292 0 292 615 1 616
SETABELAN 84 0 84 94 0 94 178 0 178
GAMBIRSARI 459 0 459 503 0 503 962 0 962

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.914 8 4.922 4.982 4 4.986 9.896 12 9.908


ANGKA LAHIR MATI PER 1.000 KELAHIRAN (DILAPORKAN) 1,6 0,8 1,2
TAHUN 2016 4.838 5 4.843 5.013 6 5.019 9.851 11 9.862

Sumber: Laporan Puskesmas

Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi
TABEL 5

JUMLAH KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH KEMATIAN

NO KECAMATAN PUSKESMAS LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN


NEONATA a ANAK NEONATA a ANAK NEONATA a ANAK
BAYI BALITA BAYI BALITA BAYI BALITA
L BALITA L BALITA L BALITA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 LAWEYAN 4 0 1 1 2 2 1 3 6 2 2 10
PAJANG 3 0 0 0 2 1 0 1 5 1 0 6
PENUMPING 1 0 0 0 0 1 1 2 1 1 1 3
PURWOSARI 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1
2 SERENGAN 0 0 0 0 2 0 0 0 2 0 0 2
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 2 0 0 0 2 0 0 2
3 PASARKLIWON 1 1 2 3 2 0 1 1 3 1 3 7
GAJAHAN 0 0 1 1 2 0 0 0 2 0 1 3
SANGKRAH 1 1 1 2 0 0 1 1 1 1 2 4
4 JEBRES 4 0 5 5 1 2 1 3 5 2 6 13
PURWODININGRATAN 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 3
NGORESAN 1 0 4 4 0 0 0 0 1 0 4 5
SIBELA 1 0 0 0 1 1 1 2 2 1 1 4
PUCANGSAWIT 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1
5 BANJARSARI 3 2 2 4 3 0 0 0 6 2 2 10
NUSUKAN 1 0 0 0 1 0 0 0 2 0 0 2
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 2 0 1 1 1 0 0 0 3 0 1 4
BANYUANYAR 0 2 1 3 1 0 0 0 1 2 1 4
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 12 3 10 13 10 4 3 7 22 7 13 42
ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) 2 1 2 3 2 1 1 1 2,22 0,71 1,31 4,24
TAHUN 2016 3 12 6 18 10 8 2 10 13 20 8 41

Sumber: Laporan Puskesmas

Keterangan : - Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum tentu menggambarkan AKN/AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi
TABEL 6
JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

KEMATIAN IBU
JUMLAH JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU
NO KECAMATAN PUSKESMAS
LAHIR HIDUP < 20 20-34 ≥35 < 20 20-34 ≥35 < 20 20-34 ≥35 < 20 20-34 ≥35
JUMLAH JUMLAH JUMLAH JUMLAH
tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun tahun
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1 LAWEYAN 1.767 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PAJANG 847 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 416 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 504 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 869 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1
JAYENGAN 522 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1
KRATONAN 347 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 1.488 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 2
GAJAHAN 557 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1
SANGKRAH 931 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1
4 JEBRES 2.629 0 0 0 0 0 2 0 2 0 1 1 2 0 3 1 4
PURWODININGRATAN 487 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 2 0 1 1 2
NGORESAN 571 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 972 0 0 0 0 0 2 0 2 0 0 0 0 0 2 0 2
PUCANGSAWIT 599 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 3.143 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 541 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 351 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 496 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 615 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 178 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 962 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 9.896 0 0 0 0 0 2 1 3 0 3 1 4 0 5 2 7


ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 70,74
TAHUN 2016 9.851 0 0 0 0 0 1 0 1 0 2 1 3 0 3 1 4

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
- Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas
- Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi
TABEL 7

KASUS BARU TB BTA+, SELURUH KASUS TB, KASUS TB PADA ANAK, DAN CASE NOTIFICATION RATE (CNR) PER 100.000 PENDUDUK
MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH SELURUH
JUMLAH KASUS BARU TB BTA+ KASUS TB ANAK
JUMLAH PENDUDUK KASUS TB
NO KECAMATAN PUSKESMAS 0-14 TAHUN
L P L P
L+P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 LAWEYAN 49.129 51.104 100.233 18 67 9 33,33 27 19 59 13 40,63 32 10 31,25


PAJANG 23.597 24.506 48.103 9 75 3 25,00 12 10 77 3 23,08 13 6 46,15
PENUMPING 11.503 12.101 23.604 6 75 2 25,00 8 6 50 6 50,00 12 1 8,33
PURWOSARI 14.029 14.497 28.526 3 43 4 57,14 7 3 43 4 57,14 7 3 42,86
2 SERENGAN 26.223 27.391 53.614 12 67 6 33,33 18 17 68 8 32,00 25 6 24,00
JAYENGAN 14.907 15.558 30.465 7 70 3 30,00 10 10 71 4 28,57 14 2 14,29
KRATONAN 11.316 11.833 23.149 5 63 3 37,50 8 7 64 4 36,36 11 4 36,36
3 PASARKLIWON 42.214 42.669 84.883 31 69 14 31,11 45 35 69 16 31,37 51 13 25,49
GAJAHAN 15.598 16.207 31.805 8 50 8 50,00 16 8 50 8 50,00 16 4 25,00
SANGKRAH 26.616 26.462 53.078 23 79 6 20,69 29 27 77 8 22,86 35 9 25,71
4 JEBRES 70.913 72.151 143.064 17 55 14 45,16 31 18 51 17 48,57 35 14 40,00
PURWODININGRATAN 13.324 14.032 27.356 5 63 3 37,50 8 5 63 3 37,50 8 2 25,00
NGORESAN 16.072 16.412 32.484 1 50 1 50,00 2 1 50 1 50,00 2 2 100,00
SIBELA 25.209 25.200 50.409 6 46 7 53,85 13 6 38 10 62,50 16 9 56,25
PUCANGSAWIT 16.308 16.507 32.815 5 63 3 37,50 8 6 67 3 33,33 9 1 11,11
5 BANJARSARI 87.111 89.827 176.938 33 56 26 44,07 59 36 56 28 43,75 64 21 32,81
NUSUKAN 15.092 15.469 30.561 4 44 5 55,56 9 5 45 6 54,55 11 2 18,18
MANAHAN 9.818 10.348 20.166 3 100 0 0,00 3 4 100 0 0,00 4 2 50,00
GILINGAN 13.279 13.888 27.167 9 64 5 35,71 14 9 60 6 40,00 15 1 6,67
BANYUANYAR 15.581 15.948 31.529 9 56 7 43,75 16 9 56 7 43,75 16 9 56,25
SETABELAN 6.384 6.895 13.279 0 0 1 100,00 1 0 0 1 100,00 1 0 0,00
GAMBIRSARI 26.957 27.279 54.236 8 50 8 50,00 16 9 53 8 47,06 17 7 41,18

JUMLAH (KAB/KOTA) 275.590 283.142 558.732 111 62 69 38 180 125 60 82 40 207 64 30,9

CNR KASUS BARU TB BTA+ PER 100.000 PENDUDUK 40,28 24,37 32,22

CNR SELURUH KASUS TB PER 100.000 PENDUDUK 45,36 28,96 37,05


TAHUN 2016 272.559 280.371 552.930 154 54 129 46 283 233 55 191 45 424 89 21,0

Sumber: Laporan Puskesmas & RS


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 8

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

TB PARU
SUSPEK % BTA (+)
NO KECAMATAN PUSKESMAS BTA (+)
TERHADAP SUSPEK
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 LAWEYAN 197 235 432 18 9 27 9,14 3,83 6,25


PAJANG 127 139 266 9 3 12 7,09 2,16 4,51
PENUMPING 32 33 65 6 2 8 18,75 6,06 12,31
PURWOSARI 38 63 101 3 4 7 7,89 6,35 6,93
2 SERENGAN 143 145 288 12 6 18 8,39 4,14 6,25
JAYENGAN 78 90 168 7 3 10 8,97 3,33 5,95
KRATONAN 65 55 120 5 3 8 7,69 5,45 6,67
3 PASARKLIWON 240 264 504 31 14 45 12,92 5,30 8,93
GAJAHAN 67 67 134 8 8 16 11,94 11,94 11,94
SANGKRAH 173 197 370 23 6 29 13,29 3,05 7,84
4 JEBRES 464 504 968 17 14 31 3,66 2,78 3,20
PURWODININGRATAN 94 89 183 5 3 8 5,32 3,37 4,37
NGORESAN 82 137 219 1 1 2 1,22 0,73 0,91
SIBELA 223 208 431 6 7 13 2,69 3,37 3,02
PUCANGSAWIT 65 70 135 5 3 8 7,69 4,29 5,93
5 BANJARSARI 561 538 1.099 33 26 59 5,88 4,83 5,37
NUSUKAN 57 44 101 4 5 9 7,02 11,36 8,91
MANAHAN 83 53 136 3 0 3 3,61 0,00 2,21
GILINGAN 127 114 241 9 5 14 7,09 4,39 5,81
BANYUANYAR 123 120 243 9 7 16 7,32 5,83 6,58
SETABELAN 47 65 112 0 1 1 0,00 1,54 0,89
GAMBIRSARI 124 142 266 8 8 16 6,45 5,63 6,02

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.605 1.686 3.291 111 69 180 6,92 4,09 5,47
TAHUN 2016 1.147 1.537 2.684 154 129 283 13,43 8,39 10,84

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 9

ANGKA KESEMBUHAN DAN PENGOBATAN LENGKAP TB PARU BTA+ SERTA KEBERHASILAN PENGOBATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

ANGKA PENGOBATAN LENGKAP


ANGKA KESEMBUHAN (CURE RATE) ANGKA KEBERHASILAN
(COMPLETE RATE) JUMLAH KEMATIAN
BTA (+) DIOBATI* PENGOBATAN (SUCCESS
NO KECAMATAN PUSKESMAS SELAMA PENGOBATAN
L P L+P L P L+P RATE/SR)

L P L+P Σ % Σ % Σ % Σ % Σ % Σ % L P L+P L P L+P


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

1 LAWEYAN 13 6 19 8 61,54 5 83,33 13 68,42 2 15,38 1 16,67 3 15,79 76,92 100,00 84,21 0 0 0
PAJANG 8 5 13 5 62,50 4 0,00 9 69,23 2 25,00 1 0,00 3 23,08 87,50 0,00 92,31 0 0 0
PENUMPING 1 1 2 0 0,00 1 100,00 1 50,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0,00 100,00 50,00 0 0 0
PURWOSARI 4 0 4 3 0,00 0 0,00 3 75,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0,00 0,00 75,00 0 0 0
2 SERENGAN 7 5 12 6 85,71 5 100,00 11 91,67 0 0,00 0 0,00 0 0,00 85,71 100,00 91,67 1 0 1
JAYENGAN 4 3 7 4 100,00 3 100,00 7 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
KRATONAN 3 2 5 2 66,67 2 100,00 4 80,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 66,67 100,00 80,00 1 0 1
3 PASARKLIWON 10 14 24 8 80,00 13 92,86 21 87,50 0 0,00 0 0,00 0 0,00 80,00 92,86 87,50 1 0 1
GAJAHAN 3 6 9 2 66,67 5 83,33 7 77,78 0 0,00 0 0,00 0 0,00 66,67 83,33 77,78 0 0 0
SANGKRAH 7 8 15 6 85,71 8 100,00 14 93,33 0 0,00 0 0,00 0 0,00 85,71 100,00 93,33 1 0 1
4 JEBRES 24 11 35 23 95,83 11 100,00 34 97,14 0 0,00 0 0,00 0 0,00 95,83 100,00 97,14 0 0 0
PURWODININGRATAN 5 3 8 5 100,00 3 100,00 8 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
NGORESAN 2 1 3 2 100,00 1 100,00 3 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
SIBELA 13 4 17 12 92,31 4 100,00 16 94,12 0 0,00 0 0,00 0 0,00 92,31 100,00 94,12 0 0 0
PUCANGSAWIT 4 3 7 4 100,00 3 100,00 7 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
5 BANJARSARI 23 29 52 21 91,30 27 93,10 48 92,31 1 4,35 1 3,45 2 3,85 95,65 96,55 96,15 0 1 1
NUSUKAN 5 1 6 4 80,00 0 0,00 4 66,67 0 0,00 0 0,00 0 0,00 80,00 0,00 66,67 0 1 1
MANAHAN 3 1 4 3 100,00 1 100,00 4 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
GILINGAN 0 3 3 0 0,00 2 66,67 2 66,67 0 0,00 1 33,33 1 33,33 0,00 100,00 100,00 0 0 0
BANYUANYAR 7 11 18 7 100,00 11 100,00 18 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
SETABELAN 3 5 8 3 100,00 5 100,00 8 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
GAMBIRSARI 5 8 13 4 80,00 8 100,00 12 92,31 1 20,00 0 0,00 1 7,69 100,00 100,00 100,00 0 0 0

RUTAN SURAKARTA 1 0 1 1 100,00 0 0,00 1 100,00 0,00 0,00 0 0,00 100,00 0,00 100,00 0 0 0
RSUD SURAKARTA 8 3 11 6 75,00 2 66,67 8 72,73 2 25,00 1 33,33 3 27,27 100,00 100,00 100,00 0 0 0
RSUDM 18 9 27 11 61,11 6 66,67 17 62,96 5 27,78 3 33,33 8 29,63 88,89 100,00 92,59 1 0 1
RS DR OEN 3 8 11 1 33,33 2 25,00 3 27,27 0 0,00 3 37,50 3 27,27 33,33 62,50 54,55 1 1 2
RS BRAYAT MINULYO 5 6 11 2 40,00 4 66,67 6 54,55 0 0,00 2 33,33 2 18,18 40,00 100,00 72,73 1 0 1
RS PANTI WALUYO 13 12 25 11 84,62 9 75,00 20 80,00 0 0,00 1 8,33 1 4,00 84,62 83,33 84,00 1 0 1
RS KUSTATI 4 5 9 1 25,00 2 40,00 3 33,33 2 50,00 1 20,00 3 33,33 75,00 60,00 66,67 1 0 1
RS KASIH IBU 10 6 16 6 60,00 3 50,00 9 56,25 0 0,00 0 0,00 0 0,00 60,00 50,00 56,25 0 1 1
RS PKU MUH SURAKARTA 6 5 11 4 66,67 3 60,00 7 63,64 1 16,67 1 20,00 2 18,18 83,33 80,00 81,82 0 0 0
RS HERMINA SURAKARTA 1 1 2 0 0,00 0 0,00 0 0,00 1 100,00 1 100,00 2 100,00 100,00 100,00 100,00 0 0 0
BBKPM 44 29 73 39 88,64 25 86,21 64 87,67 2 4,55 0 0,00 2 2,74 93,18 86,21 90,41 1 1 2

JUMLAH (KAB/KOTA) 190 149 339 148 77,89 117 78,52 265 78,17 16 8,42 15 10,07 31 9,14 86,32 88,59 87,32 8 4 12
ANGKA KEMATIAN SELAMA PENGOBATAN PER 100.000 PENDUDUK 3 2 2
TAHUN 2016 113 69 182 107 94,69 66 95,65 173 95,05 4 3,54 1 1,45 10 5,49 98,23 97,10 100,55 2 1 6

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
* kohort yang sama dari kasus yang dinilai kesembuhan dan pengobatan lengkap
Jumlah pasien adalah seluruh pasien yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien yang ditemukan di BBKPM/BPKPM/BP4, RS, Lembaga Pemasyarakatan,
rumah tahanan, dokter praktek swasta, klinik dll
TABEL 10

PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PNEUMONIA PADA BALITA


JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI
NO KECAMATAN PUSKESMAS
PENDERITA L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 LAWEYAN 3.468 3.612 7.080 125 130 256 9 7 12 9 21 8


PAJANG 1.668 1.732 3.400 60 63 123 1 2 0 0 1 1
PENUMPING 812 852 1.664 29 31 60 4 14 5 16 9 15
PURWOSARI 988 1.028 2.016 36 37 73 4 11 7 19 11 15
2 SERENGAN 1.605 1.806 3.411 58 65 123 3 5 0 0 3 2
JAYENGAN 1.056 1.100 2.156 38 40 78 3 8 0 0 3 4
KRATONAN 549 706 1.255 20 25 45 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 2.943 2.921 5.864 106 105 212 15 14 12 11 27 13
GAJAHAN 1.104 1.144 2.248 40 41 81 9 23 8 19 17 21
SANGKRAH 1.839 1.777 3.616 66 64 131 6 9 4 6 10 8
4 JEBRES 5.020 5.104 10.124 181 184 365 73 40 78 42 151 41
PURWODININGRATAN 944 992 1.936 34 36 70 15 44 18 50 33 47
NGORESAN 1.136 1.160 2.296 41 42 83 2 5 0 0 2 2
SIBELA 1.784 1.784 3.568 64 64 129 48 75 51 79 99 77
PUCANGSAWIT 1.156 1.168 2.324 42 42 84 8 19 9 21 17 20
5 BANJARSARI 5.886 6.223 12.109 212 225 437 15 7 17 8 32 7
NUSUKAN 1.068 1.092 2.160 39 39 78 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 485 540 1.025 18 19 37 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 940 980 1.920 34 35 69 6 18 7 20 13 19
BANYUANYAR 1.100 1.128 2.228 40 41 80 1 3 4 10 5 6
SETABELAN 452 488 940 16 18 34 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 1.841 1.995 3.836 66 72 138 8 12 6 8 14 10

JUMLAH (KAB/KOTA) 18.922 19.666 38.588 683 710 1.393 115 17 119 17 234 16,80
TAHUN 2016 19.416 19.952 39.368 701 720 1.421 43 6,13 28 3,89 71 5,00

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 11

JUMLAH KASUS HIV, AIDS, DAN SYPHILIS MENURUT JENIS KELAMIN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

HIV AIDS JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS SYPHILIS


NO KELOMPOK UMUR PROPORSI PROPORSI PROPORSI
L P L+P KELOMPOK L P L+P KELOMPOK L P L+P L P L+P KELOMPOK
UMUR UMUR UMUR
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 ≤ 4 TAHUN 0 0 0 0,00 0 1 1 1,64 0 0 0 0 0 0 0,00

2 5 - 14 TAHUN 0 0 0 0,00 0 0 0 0,00 0 0 0 0 0 0 0,00

3 15 - 19 TAHUN 1 0 1 1,75 0 0 0 0,00 0 0 0 0 0 0 0,00

4 20 - 24 TAHUN 5 2 7 12,28 2 0 2 3,28 0 0 0 0 0 0 0,00

5 25 - 49 TAHUN 22 17 39 68,42 33 14 47 77,05 5 2 7 0 0 0 0,00

6 ≥ 50 TAHUN 6 4 10 17,54 9 2 11 18,03 2 0 2 0 0 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 34 23 57 44 17 61 7 2 9 0 0 0

PROPORSI JENIS KELAMIN 59,65 40,35 72,13 27,87 77,78 22,22 0,00 0,00
TAHUN 2016 25 7 32 44 15 59 9 5 14 0 0 0

Sumber: Bidang P2PL


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus baru yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 12

PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV MENURUT JENIS KELAMIN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

DONOR DARAH
SAMPEL DARAH DIPERIKSA/DISKRINING
NO UNIT TRANSFUSI DARAH POSITIF HIV
JUMLAH PENDONOR TERHADAP HIV
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 UDD PMI Kota Surakarta 54.235 23.038 77.273 54.235 100,00 23.038 100,00 77.273 100,00 73 0,13 9 0,04 82 0,11
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!

JUMLAH 54.235 23.038 77.273 54.235 100,00 23.038 100,00 77.273 100,00 73 0,13 9 0 82 0,11
TAHUN 2016 49.101 20.152 69.253 49.101 100,00 20.152 100,00 69.253 100,00 95 0,19 15 0 110 0,16

Sumber : PMI Kota Surakarta


TABEL 13

KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

DIARE
JUMLAH PENDUDUK DIARE DITANGANI
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH TARGET PENEMUAN
L P L+P
L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1 LAWEYAN 49.129 51.104 100.233 992 1.032 2.025 622 62,7 755 73% 1.377 68
PAJANG 23.597 24.506 48.103 477 495 972 202 42,4 248 50% 450 46
PENUMPING 11.503 12.101 23.604 232 244 477 249 107,2 297 122% 546 115
PURWOSARI 14.029 14.497 28.526 283 293 576 171 60,3 210 72% 381 66
2 SERENGAN 26.223 27.391 53.614 530 553 1.083 533 100,6 750 136% 1.283 118
JAYENGAN 14.907 15.558 30.465 301 314 615 312 103,6 471 150% 783 127
KRATONAN 11.316 11.833 23.149 229 239 468 221 96,7 279 117% 500 107
3 PASARKLIWON 42.214 42.669 84.883 853 862 1.715 296 34,7 465 54% 761 44
GAJAHAN 15.598 16.207 31.805 315 327 642 120 38,1 204 62% 324 50
SANGKRAH 26.616 26.462 53.078 538 535 1.072 176 32,7 261 49% 437 41
4 JEBRES 70.913 72.151 143.064 1.432 1.457 2.890 724 50,5 992 68% 1.716 59
PURWODININGRATAN 13.324 14.032 27.356 269 283 553 158 58,7 183 65% 341 62
NGORESAN 16.072 16.412 32.484 325 332 656 321 98,9 454 137% 775 118
SIBELA 25.209 25.200 50.409 509 509 1.018 83 16,3 139 27% 222 22
PUCANGSAWIT 16.308 16.507 32.815 329 333 663 162 49,2 216 65% 378 57
5 BANJARSARI 87.111 89.827 176.938 1.760 1.815 3.574 1.025 58,3 1.408 78% 2.433 68
NUSUKAN 15.092 15.469 30.561 305 312 617 231 75,8 411 132% 642 104
MANAHAN 9.818 10.348 20.166 198 209 407 167 84,2 168 80% 335 82
GILINGAN 13.279 13.888 27.167 268 281 549 194 72,3 281 100% 475 87
BANYUANYAR 15.581 15.948 31.529 315 322 637 53 16,8 61 19% 114 18
SETABELAN 6.384 6.895 13.279 129 139 268 322 249,7 396 284% 718 268
GAMBIRSARI 26.957 27.279 54.236 545 551 1.096 58 10,7 91 17% 149 14

JUMLAH (KAB/KOTA) 275.590 283.142 558.732 5.567 5.719 11.286 3.200 57,5 4.370 76% 7.570 67,1
ANGKA KESAKITAN DIARE PER 1.000 PENDUDUK 13,55
TAHUN 2016 272.559 280.371 552.930 5.506 5.663 11.169 4.856 88,2 6.327 111,7% 11.183 100,1

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 14

KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

KASUS BARU
NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah PB + MB
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
0 0 0 0 0
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PAJANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0 3 2 5 3 2 5
PURWODININGRATAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 1 2 3 1 2 3
PUCANGSAWIT 0 0 0 1 0 1 1 0 1
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 3 2 5 3 2 5
PROPORSI JENIS KELAMIN 0,00 0,00 60,00 40,00 60,00 40,00
ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE ) PER 100.000 PENDUDUK 1,09 0,71 0,89
TAHUN 2016 0 0 0 5 1 6 5 1 6

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 15

KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

KASUS BARU
PENDERITA KUSTA
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA CACAT TINGKAT 2
0-14 TAHUN
KUSTA
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
- #DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 0 0 0,00 0 0,00
PAJANG 0 0 0,00 0 0,00
PENUMPING 0 0 0,00 0 0,00
PURWOSARI 0 0 0,00 0 0,00
2 SERENGAN 0 0 0,00 0 0,00
JAYENGAN 0 0 0,00 0 0,00
KRATONAN 0 0 0,00 0 0,00
3 PASARKLIWON 0 0 0,00 0 0,00
GAJAHAN 0 0 0,00 0 0,00
SANGKRAH 0 0 0,00 0 0,00
4 JEBRES 5 0 0,00 1 20,00
PURWODININGRATAN 1 0 0,00 1 0,00
NGORESAN 0 0 0,00 0 0,00
SIBELA 3 0 0,00 0 0,00
PUCANGSAWIT 1 0 0,00 0 0,00
5 BANJARSARI 0 0 0,00 0 0,00
NUSUKAN 0 0 0,00 0 0,00
MANAHAN 0 0 0,00 0 0,00
GILINGAN 0 0 0,00 0 0,00
BANYUANYAR 0 0 0,00 0 0,00
SETABELAN 0 0 0,00 0 0,00
GAMBIRSARI 0 0 0,00 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 5 0 0,00 1 20,00


ANGKA CACAT TINGKAT 2 PER 100.000 PENDUDUK 0,1790
TAHUN 2016 6 0 0,00 3 50

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 16

JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT TIPE/JENIS, JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

KASUS TERCATAT
NO KECAMATAN PUSKESMAS Pausi Basiler/Kusta kering Multi Basiler/Kusta Basah JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
0 0 0 0 0
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PAJANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0 3 2 5 3 2 5
PURWODININGRATAN 0 0 0 1 0 1 1 0 1
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 1 2 3 1 2 3
PUCANGSAWIT 0 0 0 1 0 1 1 0 1
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 3 2 5 3 2 5
ANGKA PREVALENSI PER 10.000 PENDUDUK 0,1089 0,0706 0,0895
TAHUN 2016 0 0 0 9 1 10 9 1 10

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 17

PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT (RELEASE FROM TREATMENT/RFT) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

KUSTA (PB) KUSTA (MB)


a RFT PB a RFT MB
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDERITA PB PENDERITA MB
L P L+P L P L+P
L P L+P JML % JML % JML % L P L+P JML % JML % JML %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 2 1 3 2 100 1 0,00 3 100
PAJANG 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 1 2 1 100 1 0,00 2 0,00
PENUMPING 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
PURWOSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 1 0,00 0 0,00 1 0,00
2 SERENGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
JAYENGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
KRATONAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 1 0,00 0 0,00 1 0,00
GAJAHAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
SANGKRAH 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 1 0,00 0 0,00 1 0,00
4 JEBRES 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 2 0 2 2 100 0 0,00 2 100
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
NGORESAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00
SIBELA 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 1 0,00 0 0,00 1 0,00
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 1 0 1 1 100 0 0,00 1 100
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
NUSUKAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
MANAHAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00
GILINGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
BANYUANYAR 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
SETABELAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 5 1 6 5 100,00 1 100 6 100,00


TAHUN 2016 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 9 1 10 3 33,33 0 0 3 30,00

Sumber: Laporan Puskesmas

Keterangan : a = Penderita kusta PB/MB merupakan penderita pada kohort yang sama
TABEL 18

JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KASUS AFP


NO KECAMATAN PUSKESMAS
<15 TAHUN (NON POLIO)
1 2 3 4 5

1 LAWEYAN 23.007 0
PAJANG 11.080 0
PENUMPING 5.353 0
PURWOSARI 6.574 0
2 SERENGAN 12.261 0
JAYENGAN 6.975 0
KRATONAN 5.286 0
3 PASARKLIWON 19.137 1
GAJAHAN 7.230 0
SANGKRAH 11.907 1
4 JEBRES 32.793 0
PURWODININGRATAN 6.284 0
NGORESAN 7.419 0
SIBELA 11.630 0
PUCANGSAWIT 7.460 0
5 BANJARSARI 40.411 0
NUSUKAN 6.984 0
MANAHAN 4.371 0
GILINGAN 6.213 0
BANYUANYAR 7.340 0
SETABELAN 3.028 0
GAMBIRSARI 12.475 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 127.609 1


AFP RATE (NON POLIO) PER 100.000 PENDUDUK USIA < 15 TAHUN 0,78
TAHUN 2016 125.965 2

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan:
Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS

Catatan : Jumlah penduduk < 15 tahun kolom 4 = jumlah penduduk < 15 tahun pada tabel 2, yaitu sebesar:
122.931
TABEL 19

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH KASUS PD3I


DIFTERI TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM
NO KECAMATAN PUSKESMAS PERTUSIS
JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS JUMLAH KASUS
MENINGGAL MENINGGAL MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 0 0 0
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PAJANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
CASE FATALITY RATE (%) 0,00 0,00 0,00
TAHUN 2016 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 20

JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH KASUS PD3I


CAMPAK
NO KECAMATAN PUSKESMAS POLIO HEPATITIS B
JUMLAH KASUS
MENINGGAL
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
0 0 0
1 LAWEYAN 2 1 3 0 0 0 0 0 0 0
PAJANG 2 1 3 0 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 1 2 3 0 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 1 2 3 0 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 4 4 8 0 0 0 0 0 0 0
CASE FATALITY RATE (%) 0,0
TAHUN 2016 9 11 20 0 0 0 0 0 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 21

JUMLAH KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)


NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%)
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 4 3 7 0 0 0 0,0 0,0 0,0
PAJANG 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0
PENUMPING 1 0 1 0 0 0 0,0 0,0 0,0
PURWOSARI 3 3 6 0 0 0 0,0 0,0 0,0
2 SERENGAN 3 4 7 0 0 0 0,0 0,0 0,0
JAYENGAN 1 2 3 0 0 0 0,0 0,0 0,0
KRATONAN 2 2 4 0 0 0 0,0 0,0 0,0
3 PASARKLIWON 2 3 5 0 0 0 0,0 0,0 0,0
GAJAHAN 0 1 1 0 0 0 0,0 0,0 0,0
SANGKRAH 2 2 4 0 0 0 0,0 0,0 0,0
4 JEBRES 23 21 44 1 0 1 4,3 0,0 2,3
PURWODININGRATAN 1 0 1 0 0 0 0,0 0,0 0,0
NGORESAN 2 4 6 0 0 0 0,0 0,0 0,0
SIBELA 17 13 30 1 0 1 5,9 0,0 3,3
PUCANGSAWIT 3 4 7 0 0 0 0,0 0,0 0,0
5 BANJARSARI 51 32 83 0 0 0 0,0 0,0 0,0
NUSUKAN 7 6 13 0 0 0 0,0 0,0 0,0
MANAHAN 2 0 2 0 0 0 0,0 0,0 0,0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0
BANYUANYAR 4 3 7 0 0 0 0,0 0,0 0,0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0
GAMBIRSARI 38 23 61 0 0 0 0,0 0,0 0,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 83 63 146 1 0 1 1,2 0,0 0,7


INCIDENCE RATE PER 100.000 PENDUDUK 30,1 22,3 26,1
TAHUN 2016 378 373 751 5 10 15 1,3 2,7 2,0

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 22

KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

MALARIA
SEDIAAN DARAH DIPERIKSA
NO KECAMATAN PUSKESMAS SUSPEK MENINGGAL CFR
POSITIF
L P L+P
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
0 - #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
PAJANG 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
PENUMPING 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
KRATONAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
4 JEBRES 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
SIBELA 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
MANAHAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
GILINGAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0 0 0,00 0,00 0,00

JUMLAH PENDUDUK BERISIKO 0 0 0 0

ANGKA KESAKITAN (ANNUAL PARASITE INCIDENCE ) PER 1.000 PENDUDUK BERISIKO 0,00 0,00 0,00
TAHUN 2016 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 23

PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PENDERITA FILARIASIS
NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS BARU DITEMUKAN JUMLAH SELURUH KASUS
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9
0 0
1 LAWEYAN 0 0 0 0 0 0
PAJANG 0 0 0 0 0 0
PENUMPING 0 0 0 0 0 0
PURWOSARI 0 0 0 0 0 0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0 0
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0
KRATONAN 0 0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0 0
GAJAHAN 0 0 0 0 0 0
SANGKRAH 0 0 0 0 0 0
4 JEBRES 0 0 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0 0
NGORESAN 0 0 0 0 0 0
SIBELA 0 0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0 0
NUSUKAN 0 0 0 0 0 0
MANAHAN 0 0 0 0 0 0
GILINGAN 0 0 0 0 0 0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0 0
SETABELAN 0 0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 0 0
ANGKA KESAKITAN PER 100.000 PENDUDUK (KAB/KOTA) 0 0 0
TAHUN 2016 0 0 0 0 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS
TABEL 24

PENGUKURAN TEKANAN DARAH PENDUDUK ≥ 18 TAHUN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

DILAKUKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH HIPERTENSI/TEKANAN DARAH TINGGI


JUMLAH PENDUDUK ≥ 18 TAHUN LAKI-LAKI + LAKI-LAKI +
NO KECAMATAN PUSKESMAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN
PEREMPUAN PEREMPUAN
LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 31.248 33.427 64.675 23.494 75,19 26.759 80,05 50.253 77,70 2.217 9,44 4.490 16,78 6.707 13,35
PAJANG 15.009 16.029 31.038 13.474 89,77 15.020 93,71 28.494 91,80 862 6,40 2.396 15,95 3.258 11,43
PENUMPING 7.316 7.916 15.232 7.316 100,00 7.916 100,00 15.232 100,00 501 6,85 1.021 12,90 1.522 9,99
PURWOSARI 8.923 9.482 18.405 2.704 30,30 3.823 40,32 6.527 35,46 854 31,58 1.073 28,07 1.927 29,52
2 SERENGAN 16.827 17.933 34.760 14.400 85,58 17.542 97,82 31.942 91,89 2.593 18,01 4.113 23,45 6.706 20,99
JAYENGAN 9.566 10.186 19.752 7.139 74,63 9.795 96,16 16.934 85,73 940 13,17 2.095 21,39 3.035 17,92
KRATONAN 7.261 7.747 15.008 7.261 100,00 7.747 100,00 15.008 100,00 1.653 22,77 2.018 26,05 3.671 24,46
3 PASARKLIWON 26.542 27.432 53.974 15.582 58,71 23.306 84,96 38.888 72,05 2.952 18,94 9.655 41,43 12.607 32,42
GAJAHAN 9.807 10.419 20.226 5.603 57,13 8.915 85,56 14.518 71,78 1.201 21,43 3.853 43,22 5.054 34,81
SANGKRAH 16.735 17.013 33.748 9.979 59,63 14.391 84,59 24.370 72,21 1.751 17,55 5.802 40,32 7.553 30,99
4 JEBRES 45.359 47.131 92.490 26.892 59,29 28.795 61,10 55.687 60,21 7.330 27,26 15.214 52,84 22.544 40,48
PURWODININGRATAN 8.523 9.166 17.689 5.310 62,30 2.440 26,62 7.750 43,81 1.053 19,83 2.210 90,57 3.263 42,10
NGORESAN 10.280 10.721 21.001 3.676 35,76 7.501 69,97 11.177 53,22 1.260 34,28 3.941 52,54 5.201 46,53
SIBELA 16.125 16.461 32.586 16.125 100,00 16.461 100,00 32.586 100,00 3.534 21,92 7.178 43,61 10.712 32,87
PUCANGSAWIT 10.431 10.783 21.214 1.781 17,07 2.393 22,19 4.174 19,68 1.483 83,27 1.885 78,77 3.368 80,69
5 BANJARSARI 54.926 58.240 113.166 21.616 39,35 27.636 47,45 49.252 43,52 1.968 9,10 4.159 15,05 6.127 12,44
NUSUKAN 9.516 9.839 19.355 544 5,72 1.445 14,69 1.989 10,28 124 22,79 176 12,18 300 15,08
MANAHAN 6.191 6.736 12.927 651 10,52 714 10,60 1.365 10,56 133 20,43 191 26,75 324 23,74
GILINGAN 8.373 9.040 17.413 8.373 100,00 9.040 100,00 17.413 100,00 878 10,49 2.198 24,31 3.076 17,66
BANYUANYAR 9.824 10.381 20.205 7.983 81,26 9.116 87,81 17.099 84,63 223 2,79 440 4,83 663 3,88
SETABELAN 4.025 4.488 8.513 1.359 33,76 2.106 46,93 3.465 40,70 69 5,08 111 5,27 180 5,19
GAMBIRSARI 16.997 17.756 34.753 2.706 15,92 5.215 29,37 7.921 22,79 541 19,99 1.043 20,00 1.584 20,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 174.902 184.163 359.065 101.984 58,31 124.038 67,35 452.044 125,89 17.060 16,73 37.631 30,34 54.691 12,10
TAHUN 2016 201.949 212.000 413.949 20.908 10,35 29.502 13,92 100.820 24,36 4.580 21,91 7.076 23,98 23.312 23,12

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 25

PEMERIKSAAN OBESITAS MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH PENGUNJUNG PUSKESMAS DILAKUKAN PEMERIKSAAN OBESITAS OBESITAS


DAN JARINGANNYA BERUSIA ≥ 18
NO KECAMATAN PUSKESMAS TAHUN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN
LAKI-LAKI +
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
PEREMPUAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 33.002 35.327 68.329 21.161 64,12 23.462 66,41 44.623 65,31 73 0,34 70 0,30 143 0,32
PAJANG 15.930 16.976 32.906 13.474 84,58 15.020 88,48 28.494 86,59 8 0,06 30 10,00 38 0,13
PENUMPING 7.625 8.273 15.898 7.625 100,00 8.273 100,00 15.898 100,00 9 0,12 12 0,15 21 0,13
PURWOSARI 9.447 10.078 19.525 62 0,66 169 1,68 231 1,18 56 90,32 28 16,57 84 36,36
2 SERENGAN 17.563 18.848 36.411 3.560 20,27 4.611 24,46 8.171 22,44 847 23,79 1.369 29,69 2.216 27,12
JAYENGAN 9.988 10.728 20.716 1.060 10,61 2.140 19,95 3.200 15,45 804 75,85 1.309 61,17 2.113 66,03
KRATONAN 7.575 8.120 15.695 2.500 33,00 2.471 30,43 4.971 31,67 43 1,72 60 2,43 103 2,07
3 PASARKLIWON 27.779 29.012 56.791 15.586 56,11 22.821 78,66 38.407 67,63 764 4,90 1.311 5,74 2.075 5,40
GAJAHAN 10.345 11.128 21.473 5.607 54,20 8.430 75,75 14.037 65,37 412 7,35 851 10,09 1.263 9,00
SANGKRAH 17.434 17.884 35.318 9.979 57,24 14.391 80,47 24.370 69,00 352 3,53 460 3,20 812 3,33
4 JEBRES 47.511 49.825 97.336 26.136 55,01 28.471 57,14 54.607 56,10 351 1,34 821 2,88 1.172 2,15
PURWODININGRATAN 8.933 9.737 18.670 3.982 44,58 1.830 18,79 5.812 31,13 81 2,03 367 20,05 448 7,71
NGORESAN 10.739 11.283 22.022 3.676 34,23 7.501 66,48 11.177 50,75 27 0,73 157 2,09 184 1,65
SIBELA 16.995 17.506 34.501 16.995 100,00 17.506 100,00 34.501 100,00 39 0,23 43 0,25 82 0,24
PUCANGSAWIT 10.844 11.299 22.143 1.483 13,68 1.634 14,46 3.117 14,08 204 13,76 254 15,54 458 14,69
5 BANJARSARI 58.547 62.207 120.754 18.821 32,15 20.708 33,29 39.529 32,74 382 2,03 407 1,97 789 2,00
NUSUKAN 10.094 10.638 20.732 10.094 100,00 10.638 100,00 20.732 100,00 287 2,84 239 2,25 526 2,54
MANAHAN 6.578 7.184 13.762 19 0,29 22 0,31 41 0,30 19 100 22 100 41 100
GILINGAN 8.868 9.588 18.456 10 0,11 7 0,07 17 0,09 10 100,00 7 100,00 17 100,00
BANYUANYAR 10.613 11.174 21.787 7.983 75,22 9.116 81,58 17.099 78,48 62 0,78 128 1,40 190 1,11
SETABELAN 4.278 4.716 8.994 698 16,32 865 18,34 1.563 17,38 4 0,57 11 1,27 15 0,96
GAMBIRSARI 18.116 18.907 37.023 17 0,09 60 0,32 77 0,21 0 0,00 0 0,00 - 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 184.402 195.219 379.621 85.264 46,24 100.073 51,26 185.337 48,82 2.417 2,83 3.978 3,98 6.395 3,45
TAHUN 2016 201.949 212.000 413.949 25.640 12,70 29.478 13,90 55.118 13,32 1.334 5,20 1.916 6,50 3.250 5,90

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 26

CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (CBE)
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PEMERIKSAAN LEHER RAHIM


PEREMPUAN IVA POSITIF TUMOR/BENJOLAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS DAN PAYUDARA
USIA 30-50 TAHUN
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 16.185 208 1,29 8 3,85 2 0,96
PAJANG 7.741 66 0,85 2 3,03 0 0,00
PENUMPING 3.766 27 0,72 1 3,70 1 3,70
PURWOSARI 4.678 115 2,46 5 4,35 1 0,87
2 SERENGAN 8.706 124 1,42 5 4,03 2 1,61
v JAYENGAN 4.949 68 1,37 2 2,94 1 1,47
KRATONAN 3.757 56 1,49 3 5,36 1 1,79
3 PASARKLIWON 13.040 414 3,17 28 6,76 7 1,69
GAJAHAN 4.953 181 3,65 16 8,84 2 1,10
SANGKRAH 8.087 233 2,88 12 5,15 5 2,15
4 JEBRES 23.003 672 2,92 7 1,04 13 1,93
PURWODININGRATAN 4.845 73 1,51 3 4,11 0 0,00
NGORESAN 5.190 32 0,62 1 3,13 0 0,00
SIBELA 8.204 238 2,90 3 1,26 13 5,46
PUCANGSAWIT 4.764 329 6,91 0 0,00 0 0,00
5 BANJARSARI 28.641 864 3,02 9 1,04 3 0,35
NUSUKAN 4.920 134 2,72 1 0,75 1 0,75
MANAHAN 3.291 52 1,58 0 0,00 0 0,00
GILINGAN 4.349 83 1,91 0 0,00 0 0,00
BANYUANYAR 5.129 64 1,25 0 0,00 0 0,00
SETABELAN 2.180 312 14,31 5 1,60 1 0,32
GAMBIRSARI 8.772 219 2,50 3 1,37 1 0,46

JUMLAH (KAB/KOTA) 89.575 2.282 2,55 57 2,50 27 1,18


TAHUN 2016 94.344 1.663 1,76 28 1,68 8 0,48

Sumber: Laporan Puskesmas


Ket: IVA: Inspeksi Visual dengan Asam asetat
CBE: Clinical Breast Examination
TABEL 27

JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

YANG TERSERANG JUMLAH JUMLAH PENDUDUK


JENIS WAKTU KEJADIAN (TANGGAL) JUMLAH PENDERITA KELOMPOK UMUR PENDERITA ATTACK RATE (%) CFR (%)
NO KEMATIAN TERANCAM
KEJADIAN JUMLAH JUMLAH
LUAR BIASA KEC DESA/KEL DIKETAH DITANGGU- AKHIR L P L+P
0-7 8-28 1-11 1-4 5-9 10-14 15-19 20-44 45-54 55-59 60-69 70+
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
UI LANGI HARI HARI BLN THN THN THN THN THN THN THN THN THN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
1 Keracunan 1 1 19-12-17 19-12-17 20-12-17 7 16 23 0 0 0 9 2 0 1 8 3 0 0 0 0 0 0 22 43 65 31,82 37,21 35,38 - - -
Makan 0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! ##### ##### #DIV/0!

Sumber: Bidang P2P


Ket : Kelurahan Gilingan
TABEL 28

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DI DESA/KELURAHAN YANG DITANGANI < 24 JAM


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

KLB DI DESA/KELURAHAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JUMLAH DITANGANI <24 JAM %
1 2 3 4 5 6
#DIV/0!
1 LAWEYAN 0 0 100,00
PAJANG 0 0 100,00
PENUMPING 0 0 100,00
PURWOSARI 0 0 100,00
2 SERENGAN 0 0 100,00
JAYENGAN 0 0 100,00
KRATONAN 0 0 100,00
3 PASARKLIWON 0 0 100,00
GAJAHAN 0 0 100,00
SANGKRAH 0 0 100,00
4 JEBRES 0 0 100,00
PURWODININGRATAN 0 0 100,00
NGORESAN 0 0 100,00
SIBELA 0 0 100,00
PUCANGSAWIT 0 0 100,00
5 BANJARSARI 1 1 100,00
NUSUKAN 0 0 100,00
MANAHAN 0 0 100,00
GILINGAN 1 1 100,00
BANYUANYAR 0 0 100,00
SETABELAN 0 0 100,00
GAMBIRSARI 0 0 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 1 1 100,00


TAHUN 2016 1 1 100,00

Sumber: Bidang P2P


TABEL 29

CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS
MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

IBU HAMIL IBU BERSALIN/NIFAS


PERSALINAN MENDAPAT IBU NIFAS
K1 K4
NO KECAMATAN PUSKESMAS DITOLONG NAKES YANKES NIFAS MENDAPAT VIT A
JUMLAH JUMLAH
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 1.896 1.896 100,0 1.860 98,1 1.756 1.756 100,0 1.756 100,00 1.755 99,94
PAJANG 934 934 100,0 918 98,3 849 849 100,0 849 100,00 849 100,00
PENUMPING 433 433 100,0 418 96,5 412 412 100,0 412 100,00 412 100,00
PURWOSARI 529 529 100,0 524 99,1 495 495 100,0 495 100,00 494 99,80
2 SERENGAN 967 967 100,0 917 94,8 866 866 100,0 866 100,00 864 99,77
JAYENGAN 567 567 100,0 567 100,0 519 519 100,0 519 100,00 519 100,00
KRATONAN 400 400 100,0 350 87,5 347 347 100,0 347 100,00 345 99,42
3 PASARKLIWON 1.647 1.647 100,0 1.623 98,5 1.490 1.490 100,0 1.489 99,93 1.489 99,93
GAJAHAN 626 626 100,0 602 96,2 562 562 100,0 561 99,82 561 99,82
SANGKRAH 1.021 1.021 100,0 1.021 100,0 928 928 100,0 928 100,00 928 100,00
4 JEBRES 2.781 2.781 100,0 2.762 99,3 2.628 2.628 100,0 2.626 99,92 2.628 100,00
PURWODININGRATAN 532 532 100,0 526 98,9 483 483 100,0 483 100,00 483 100,00
NGORESAN 620 620 100,0 620 100,0 569 569 100,0 569 100,00 569 100,00
SIBELA 983 983 100,0 980 99,7 971 971 100,0 969 99,79 971 100,00
PUCANGSAWIT 646 646 100,0 636 98,5 605 605 100,0 605 100,00 605 100,00
5 BANJARSARI 3.466 3.466 100,0 3.424 98,8 3.143 3.143 100,0 3.143 100,00 3.142 99,97
NUSUKAN 595 595 100,0 595 100,0 541 541 100,0 541 100,00 541 100,00
MANAHAN 390 390 100,0 383 98,2 351 351 100,0 351 100,00 351 100,00
GILINGAN 528 528 100,0 524 99,2 497 497 100,0 497 100,00 496 99,80
BANYUANYAR 661 661 100,0 651 98,5 616 616 100,0 616 100,00 616 100,00
SETABELAN 236 236 100,0 216 91,5 176 176 100,0 176 100,00 176 100,00
GAMBIRSARI 1.056 1.056 100,0 1.055 99,9 962 962 100,0 962 100,00 962 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 10.757 10.757 100,0 10.586 98,4 9.883 9.883 100,0 9.880 99,97 9.878 99,95
TAHUN 2016 10.828 10.791 99,7 10.561 97,5 9.810 9.810 100,0 9.806 99,96 9.820 100,10

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 30

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL


JUMLAH IBU
NO KECAMATAN PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+
HAMIL
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 1.896 1.855 97,8 1.858 98,0 1.887 99,5 1.883 99,3 1.886 99,5 7.514 396,3
PAJANG 934 934 100,0 934 100,0 934 100,0 934 100,0 934 100,0 3.736 400,0
PENUMPING 433 416 96,1 416 96,1 416 96,1 416 96,1 416 96,1 1.664 384,3
PURWOSARI 529 505 95,5 508 96,0 537 101,5 533 100,8 536 101,3 2.114 399,6
2 SERENGAN 967 1.114 115,2 1.114 115,2 1.114 115,2 1.114 115,2 1.114 115,2 4.456 460,8
JAYENGAN 567 714 125,9 714 125,9 714 125,9 714 125,9 714 125,9 2.856 503,7
KRATONAN 400 400 100,0 400 100,0 400 100,0 400 100,0 400 100,0 1.600 400,0
3 PASARKLIWON 1.647 1.604 97,4 1.580 95,9 1.571 95,4 1.551 94,2 1.543 93,7 6.245 379,2
GAJAHAN 626 620 99,0 620 99,0 620 99,0 620 99,0 620 99,0 2.480 396,2
SANGKRAH 1.021 984 96,4 960 94,0 951 93,1 931 91,2 923 90,4 3.765 368,8
4 JEBRES 2.781 2.758 99,2 2.758 99,2 2.758 99,2 2.722 97,9 2.720 97,8 10.958 394,0
PURWODININGRATAN 532 529 99,4 529 99,4 529 99,4 529 99,4 529 99,4 2.116 397,7
NGORESAN 620 656 105,8 656 105,8 656 105,8 656 105,8 656 105,8 2.624 423,2
SIBELA 983 990 100,7 990 100,7 990 100,7 990 100,7 990 100,7 3.960 402,8
PUCANGSAWIT 646 583 90,2 583 90,2 583 90,2 547 84,7 545 84,4 2.258 349,5
5 BANJARSARI 3.466 3.834 110,6 3.486 100,6 3.804 109,8 3.765 108,6 3.762 108,5 14.817 427,5
NUSUKAN 595 701 117,8 701 117,8 701 117,8 662 111,3 659 110,8 2.723 457,6
MANAHAN 390 721 184,9 365 93,6 365 93,6 365 93,6 365 93,6 1.460 374,4
GILINGAN 528 527 99,8 526 99,6 527 99,8 527 99,8 527 99,8 2.107 399,1
BANYUANYAR 661 661 100,0 661 100,0 661 100,0 661 100,0 661 100,0 2.644 400,0
SETABELAN 236 254 107,6 263 111,4 263 111,4 263 111,4 263 111,4 1.052 445,8
GAMBIRSARI 1.056 970 91,9 970 91,9 1.287 121,9 1.287 121,9 1.287 121,9 4.831 457,5

JUMLAH (KAB/KOTA) 10.757 11.165 103,8 10.796 100,4 11.134 103,5 11.035 102,6 11.025 102,5 43.990 408,9
TAHUN 2016 10.827 9.850 91,0 9.829 90,8 9.726 89,8 9.684 89,4 9.496 87,7 77.470 715,5

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 31

PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA WANITA USIA SUBUR MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA WUS


JUMLAH WUS
NO KECAMATAN PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5
(15-39 TAHUN)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 21.952 16.492 75,1 16.495 75,1 16.467 75,0 16.448 74,9 16.453 74,9
PAJANG 10.535 10.536 100,0 10.536 100,0 10.536 100,0 10.536 100,0 10.536 100,0
PENUMPING 5.169 4.645 89,9 4.645 89,9 4.588 88,8 4.588 88,8 4.588 88,8
PURWOSARI 6.248 1.311 21,0 1.314 21,0 1.343 21,5 1.324 21,2 1.329 21,3
2 SERENGAN 11.741 6.614 56,3 3.426 29,2 6.607 56,3 6.610 56,3 6.594 56,2
JAYENGAN 6.671 2.803 42,0 2.803 42,0 2.803 42,0 2.803 42,0 2.803 42,0
KRATONAN 5.070 3.811 75,2 623 12,3 3.804 75,0 3.807 75,1 3.791 74,8
3 PASARKLIWON 18.590 2.628 14,1 2.604 14,0 2.595 14,0 2.575 13,9 2.518 13,5
GAJAHAN 6.966 1.211 17,4 1.211 17,4 1.211 17,4 1.211 17,4 1.162 16,7
SANGKRAH 11.624 1.417 12,2 1.393 12,0 1.384 11,9 1.364 11,7 1.356 11,7
4 JEBRES 31.332 12.288 39,2 12.288 39,2 12.288 39,2 11.836 37,8 11.848 37,8
PURWODININGRATAN 5.991 5.540 92,5 5.540 92,5 5.540 92,5 5.124 85,5 5.138 85,8
NGORESAN 7.114 1.615 22,7 1.615 22,7 1.615 22,7 1.615 22,7 1.615 22,7
SIBELA 11.040 2.390 21,6 2.390 21,6 2.390 21,6 2.390 21,6 2.390 21,6
PUCANGSAWIT 7.187 2.743 38,2 2.743 38,2 2.743 38,2 2.707 37,7 2.705 37,6
5 BANJARSARI 38.750 19.397 50,1 18.640 48,1 18.678 48,2 18.818 48,6 18.900 48,8
NUSUKAN 6.693 2.664 39,8 2.664 39,8 2.664 39,8 2.524 37,7 2.521 37,7
MANAHAN 4.416 4.750 107,6 4.394 99,5 4.394 99,5 4.394 99,5 4.394 99,5
GILINGAN 5.950 4.689 78,8 4.688 78,8 4.409 74,1 4.689 78,8 4.689 78,8
BANYUANYAR 6.905 1.294 18,7 1.294 18,7 1.294 18,7 1.294 18,7 1.294 18,7
SETABELAN 2.908 453 15,6 462 15,9 462 15,9 462 15,9 547 18,8
GAMBIRSARI 11.878 5.547 46,7 5.138 43,3 5.455 45,9 5.455 45,9 5.455 45,9

JUMLAH (KAB/KOTA) 122.365 57.419 46,9 53.453 43,7 56.635 46,3 56.287 46,0 56.313 46,0
TAHUN 2016 121.091 43.821 36,2 43.703 36,1 43.795 36,2 43.246 35,7 42.903 35,4

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 32

JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET)


NO KECAMATAN PUSKESMAS
IBU HAMIL JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8

1 LAWEYAN 1.896 1.881 99,21 1.837 96,89


PAJANG 934 931 99,68 907 97,11
PENUMPING 433 423 97,69 409 94,46
PURWOSARI 529 527 99,62 521 98,49
2 SERENGAN 967 929 96,07 917 94,83
JAYENGAN 567 567 100,00 567 100,00
KRATONAN 400 362 90,50 350 87,50
3 PASARKLIWON 1.647 1.623 98,54 1.623 98,54
GAJAHAN 626 602 96,17 602 96,17
SANGKRAH 1.021 1.021 100,00 1.021 100,00
4 JEBRES 2.781 2.672 96,08 2.691 96,76
PURWODININGRATAN 532 445 83,65 447 84,02
NGORESAN 620 621 100,16 621 100,16
SIBELA 983 970 98,68 987 100,41
PUCANGSAWIT 646 636 98,45 636 98,45
5 BANJARSARI 3.466 3.458 99,77 3.419 98,64
NUSUKAN 595 594 99,83 594 99,83
MANAHAN 390 390 100,00 383 98,21
GILINGAN 528 522 98,86 520 98,48
BANYUANYAR 661 661 100,00 651 98,49
SETABELAN 236 236 100,00 216 91,53
GAMBIRSARI 1.056 1.055 99,91 1.055 99,91

JUMLAH (KAB/KOTA) 10.757 10.563 98,20 10.487 97,49


TAHUN 2016 10.828 10.330 95,40 9.977 92,14

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 33

JUMLAH DAN PERSENTASE PENANGANAN KOMPLIKASI KEBIDANAN DAN KOMPLIKASI NEONATAL


MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PERKIRAAN PENANGANAN PENANGANAN KOMPLIKASI NEONATAL


PERKIRAAN NEONATAL
BUMIL KOMPLIKASI JUMLAH LAHIR HIDUP BUMIL KEK BUMIL AGB
JUMLAH KOMPLIKASI L P L+P
NO KECAMATAN PUSKESMAS DENGAN KEBIDANAN
IBU HAMIL
KOMPLIKASI
KEBIDANAN S % L P L+P L P L+P S % S % S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
- - #DIV/0! - - - - ##### ##### - #####
1 LAWEYAN 1.896 379 447 117,9 889 878 1.767 133 132 265 66 49,5 70 53,2 136 51,3 25 1,3 145 7,6
PAJANG 934 187 242 129,6 415 432 847 62 65 127 12 19,4 11 16,9 23 18,1 10 1,1 54 5,8
PENUMPING 433 87 94 109 225 191 416 34 29 63 27 79,4 33 113,8 60 95,2 15 3,5 37 8,5
PURWOSARI 529 106 111 104,9 249 255 504 37 38 75 27 73,0 26 68,4 53 70,7 0 - 54 10,2
2 SERENGAN 967 193 290 149,9 452 417 869 68 63 130 27 39,8 29 46,4 56 43,0 25 2,6 134 13,9
JAYENGAN 567 113 188 165,8 265 257 522 40 39 79 17 42,5 19 48,7 36 45,6 10 1,8 109 19,2
KRATONAN 400 80 102 127,5 187 160 347 28 24 52 10 35,7 10 41,7 20 38,5 15 3,8 25 6,3
3 PASARKLIWON 1.647 329 449 136,3 743 745 1.488 111 112 223 81 72,7 85 76,1 166 74,4 27 1,6 302 18,3
GAJAHAN 626 125 39 31,2 276 281 557 41 42 83 33 80,5 34 81,0 67 80,7 10 1,6 45 7,2
SANGKRAH 1.021 204 410 200,8 467 464 931 70 70 140 48 68,6 51 72,9 99 70,7 17 1,7 257 25,2
4 JEBRES 2.781 556 465 83,6 1.287 1.342 2.629 193 201 394 59 30,6 63 31,3 122 30,9 41 1,5 290 10,4
PURWODININGRATAN 532 106 41 38,5 225 262 487 34 39 73 3 8,8 5 12,8 8 11,0 5 0,9 58 10,9
NGORESAN 620 124 126 101,6 281 290 571 42 44 86 14 33,3 16 36,4 30 34,9 13 2,1 126 20,3
SIBELA 983 197 124 63,1 484 488 972 73 73 146 9 12,3 10 13,7 19 13,0 10 1,0 20 2,0
PUCANGSAWIT 646 129 174 134,7 297 302 599 45 45 90 33 73,3 32 71,1 65 72,2 13 2,0 86 13,3
5 BANJARSARI 3.466 693 488 70,4 1.543 1.600 3.143 231 240 471 52 22,5 55 22,9 107 22,7 56 1,6 338 9,8
NUSUKAN 595 119 123 103,4 259 282 541 39 42 81 3 7,7 2 4,8 5 6,2 7 1,2 37 6,2
MANAHAN 390 78 63 80,8 171 180 351 26 27 53 17 65,4 15 55,6 32 60,4 4 1,0 30 7,7
GILINGAN 528 106 4 3,8 247 249 496 37 37 74 3 8,1 5 13,5 8 10,8 10 1,9 51 9,7
BANYUANYAR 661 132 135 102,1 323 292 615 48 44 92 12 25,0 15 34,1 27 29,3 21 3,2 19 2,9
SETABELAN 236 47 48 101,7 84 94 178 13 14 27 14 107,7 13 92,9 27 100,0 4 1,7 45 19,1
GAMBIRSARI 1.056 211 115 54,5 459 503 962 69 75 144 3 4,3 5 6,7 8 5,6 10 0,9 156 14,8

JUMLAH (KAB/KOTA) 10.757 2.151 2.139 99,42 4.914 4.982 9.896 737 747 1.484 285 38,7 302 40,4 587 39,5 174 1,6 1209 11,2
TAHUN 2016 10.828 2.168 2.571 118,72 4.838 5.013 9.851 726 752 1.478 223 30,7 242 32,2 465 31,5 370 3,4 923 8,52

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 34

PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PESERTA KB AKTIF
MKJP NON MKJP MKJP +
NO KECAMATAN PUSKESMAS % MKJP +
IM KON OBAT LAIN NON
IUD % MOP % MOW % % JUMLAH % % SUNTIK % PIL % % % JUMLAH % NON MKJP
PLAN DOM VAGINA NYA MKJP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
##### #### #### #### 0 #### ##### ##### #### #### #### 0 #### 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 1.624 20,6 16 0,2 376 4,8 255 3,2 2.271 28,8 852 10,8 3.700 46,9 1.059 13,4 0 0,0 0 0,0 5.611 71,2 7.882 100,0
PURWOSARI
2 SERENGAN 700 21,8 16 0,5 208 6,5 197 6,1 1.121 34,9 458 14,3 1.362 42,4 272 8,5 0 0,0 0 0,0 2.092 65,1 3.213 100,0
KRATONAN
3 PASARKLIWON 1.928 23,7 28 0,3 575 7,1 514 6,3 3.045 37,5 1.034 12,7 2.773 34,1 1.269 15,6 0 0,0 0 0,0 5.076 62,5 8.121 100,0
SANGKRAH
4 JEBRES 2.295 16,6 35 0,3 739 5,3 1.243 9,0 4.312 31,1 1.024 7,4 6.777 48,9 1.742 12,6 0 0,0 0 0,0 9.543 68,9 13.855 100,0
PUCANGSAWIT
5 BANJARSARI 2.434 13,9 56 0,3 766 4,4 989 5,6 4.245 24,2 1.703 9,7 8.973 51,2 2.595 14,8 0 0,0 0 0,0 13.271 75,8 17.516 100,0
GAMBIRSARI

JUMLAH (KAB/KOTA) 8.981 17,8 151 0,3 2.664 5,3 3.198 6,3 14.994 29,6 5.071 10,0 23.585 46,6 6.937 13,7 0 0,0 0 0,0 35.593 70,4 50.587 100,0
TAHUN 2016 11.055 20,3 168 0,3 2.576 4,7 3.062 5,6 16.861 31,0 5.003 9,2 25.263 46,5 7.233 13,3 0 0,0 0 0,0 37.499 69,0 54.360 100,0

Sumber: Dinas Pengendalian Penduduk dan KB


Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 35

PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PESERTA KB BARU
MKJP NON MKJP MKJP + % MKJP
NO KECAMATAN PUSKESMAS
OBAT LAIN NON + NON
IUD % MOP % MOW % IMPLAN % JUMLAH % KONDOM % SUNTIK % PIL % % % JUMLAH % MKJP MKJP
VAGINA NYA
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

1 LAWEYAN 493 42,8 20 1,7 130 11,3 146 12,7 789 68,5 16 1,4 286 24,8 61 5,3 0 0,0 0 0,0 363 31,5 1.152 100,0
PURWOSARI
2 SERENGAN 117 15,9 0 0,0 0 0,0 100 13,6 217 29,5 15 2,0 462 62,9 41 5,6 0 0,0 0 0,0 518 70,5 735 100,0
KRATONAN
3 PASARKLIWON 228 23,8 0 0,0 72 7,5 125 13,0 425 44,3 18 1,9 410 42,7 107 11,1 0 0,0 0 0,0 535 55,7 960 100,0
SANGKRAH
4 JEBRES 731 28,2 0 0,0 102 3,9 223 8,6 1.056 40,7 195 7,5 1.137 43,8 208 8,0 0 0,0 0 0,0 1.540 59,3 2.596 100,0
PUCANGSAWIT
5 BANJARSARI 294 21,2 0 0,0 127 9,2 215 15,5 636 45,9 25 1,8 658 47,5 67 4,8 0 0,0 0 0,0 750 54,1 1.386 100,0
GAMBIRSARI

JUMLAH (KAB/KOTA) 1.863 27,3 20 0,3 431 6,3 809 11,8 3.123 45,7 269 3,9 2.953 43,2 484 7,1 0 0,0 0 0,0 3.706 54,3 6.829 100,0
TAHUN 2016 1.719 26,6 4 0,1 462 7,2 745 11,5 2.930 45,4 290 4,5 2.816 43,6 417 6,5 0 0,0 0 0,0 3.523 54,6 6.453 100,0

Sumber: Dinas Pengendalian Penduduk dan KB


Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
TABEL 36

JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PESERTA KB BARU PESERTA KB AKTIF


NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PUS
JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8
0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 10.358 314 3,0 8.073 77,9
PAJANG 5.449 238 4,4 4.346 79,8
PENUMPING 2.250 65 2,9 1.672 74,3
PURWOSARI 2.659 11 0,4 2.055 77,3
2 SERENGAN 4.959 427 8,6 3.616 72,9
JAYENGAN 2.367 323 13,6 1.635 69,1
KRATONAN 2.592 104 4,0 1.981 76,4
3 PASARKLIWON 10.327 1.910 18,5 8.247 79,9
GAJAHAN 3.714 1.638 44,1 2.933 79,0
SANGKRAH 6.613 272 4,1 5.314 80,4
4 JEBRES 19.776 1.045 5,3 15.348 77,6
PURWODININGRATAN 3.876 144 3,7 2.195 56,6
NGORESAN 4.389 177 4,0 3.764 85,8
SIBELA 7.159 515 7,2 6.030 84,2
PUCANGSAWIT 4.352 209 4,8 3.359 77,2
5 BANJARSARI 22.581 1.567 6,9 18.201 80,6
NUSUKAN 4.293 161 3,8 3.495 81,4
MANAHAN 1.988 34 1,7 1.560 78,5
GILINGAN 3.183 204 6,4 2.488 78,2
BANYUANYAR 3.718 655 17,6 3.063 82,4
SETABELAN 1.451 78 5,4 1.160 79,9
GAMBIRSARI 7.948 435 5,5 6.435 81,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 68.001 5.263 7,7 53.485 78,7


TAHUN 2016 68.826 6.453 9,4 56.512 82,1

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 37

BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

BAYI BARU LAHIR DITIMBANG BBLR JML BBL


JUMLAH LAHIR HIDUP
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L P L+P MENDAPAT IMD
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 889 878 1.767 889 100,0 878 100,0 1.767 100,0 23 2,6 19 2,2 42 2,4 806 45,6
PAJANG 415 432 847 415 100,0 432 100,0 847 100,0 9 2,2 8 1,9 17 2,0 392 46,3
PENUMPING 225 191 416 225 100,0 191 100,0 416 100,0 1 0,4 1 0,5 2 0,5 171 41,1
PURWOSARI 249 255 504 249 100,0 255 100,0 504 100,0 13 5,2 10 3,9 23 4,6 243 48,2
2 SERENGAN 452 417 869 452 100,0 417 100,0 869 100,0 17 3,8 18 4,3 35 4,0 355 40,9
JAYENGAN 265 257 522 265 100,0 257 100,0 522 100,0 8 3,0 10 3,9 18 3,4 183 35,1
KRATONAN 187 160 347 187 100,0 160 100,0 347 100,0 9 4,8 8 5,0 17 4,9 172 49,6
3 PASARKLIWON 743 745 1.488 743 100,0 745 100,0 1.488 100,0 48 6,5 49 6,6 97 6,5 833 56,0
GAJAHAN 276 281 557 276 100,0 281 100,0 557 100,0 12 4,3 10 3,6 22 3,9 396 71,1
SANGKRAH 467 464 931 467 100,0 464 100,0 931 100,0 36 7,7 39 8,4 75 8,1 437 46,9
4 JEBRES 1.287 1.342 2.629 1287 100,0 1342 100,0 2.629 100,0 18 1,4 19 1,4 37 1,4 1.127 42,9
PURWODININGRATAN 225 262 487 225 100,0 262 100,0 487 100,0 3 1,3 1 0,4 4 0,8 238 48,9
NGORESAN 281 290 571 281 100,0 290 100,0 571 100,0 11 3,9 14 4,8 25 4,4 137 24,0
SIBELA 484 488 972 484 100,0 488 100,0 972 100,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 527 54,2
PUCANGSAWIT 297 302 599 297 100,0 302 100,0 599 100,0 4 1,3 4 1,3 8 1,3 225 37,6
5 BANJARSARI 1.543 1.600 3.143 1543 100,0 1600 100,0 3.143 100,0 21 1,4 22 1,4 43 1,4 1.649 52,5
NUSUKAN 259 282 541 259 100,0 282 100,0 541 100,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0 358 66,2
MANAHAN 171 180 351 171 100,0 180 100,0 351 100,0 3 1,8 2 1,1 5 1,4 143 40,7
GILINGAN 247 249 496 247 100,0 249 100,0 496 100,0 2 0,8 4 1,6 6 1,2 174 35,1
BANYUANYAR 323 292 615 323 100,0 292 100,0 615 100,0 13 4,0 12 4,1 25 4,1 516 83,9
SETABELAN 84 94 178 84 100,0 94 100,0 178 100,0 1 1,2 3 3,2 4 2,2 138 77,5
GAMBIRSARI 459 503 962 459 100,0 503 100,0 962 100,0 2 0,4 1 0,2 3 0,3 320 33,3

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.914 4.982 9.896 4.914 100,0 4.982 100,0 9.896 100,0 127 2,6 127 2,5 254 2,6 4.770 48,20
TAHUN 2016 4.838 5.013 9.851 4.838 100,0 5.013 100,0 9.851 100,0 137 2,8 147 2,9 284 2,9

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 38

CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATAL MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

KUNJUNGAN NEONATAL 1 KALI (KN1) KUNJUNGAN NEONATAL 3 KALI (KN LENGKAP)


JUMLAH LAHIR HIDUP
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P L P L+P
L P L +P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 889 878 1.767 889 100,0 878 100,0 1.767 100,0 862 97,0 851 96,9 1.713 96,9
PAJANG 415 432 847 415 100,0 432 100,0 847 100,0 413 99,5 427 98,8 840 99,2
PENUMPING 225 191 416 225 100,0 191 100,0 416 100,0 204 90,7 173 90,6 377 90,6
PURWOSARI 249 255 504 249 100,0 255 100,0 504 100,0 245 98,4 251 98,4 496 98,4
2 SERENGAN 452 417 869 452 100,0 417 100,0 869 100,0 443 98,0 411 98,6 854 98,3
JAYENGAN 265 257 522 265 100,0 257 100,0 522 100,0 261 98,5 255 99,2 516 98,9
KRATONAN 187 160 347 187 100,0 160 100,0 347 100,0 182 97,3 156 97,5 338 97,4
3 PASARKLIWON 743 745 1.488 743 100,0 745 100,0 1.488 100,0 727 97,8 729 97,9 1.456 97,8
GAJAHAN 276 281 557 276 100,0 281 100,0 557 100,0 264 95,7 267 95,0 531 95,3
SANGKRAH 467 464 931 467 100,0 464 100,0 931 100,0 463 99,1 462 99,6 925 99,4
4 JEBRES 1.287 1.342 2.629 1.285 99,8 1.342 100,0 2.627 99,9 1.214 94,3 1.274 94,9 2.488 94,6
PURWODININGRATAN 225 262 487 225 100,0 262 100,0 487 100,0 204 90,7 235 89,7 439 90,1
NGORESAN 281 290 571 279 99,3 290 100,0 569 99,6 240 85,4 260 89,7 500 87,6
SIBELA 484 488 972 484 100,0 488 100,0 972 100,0 483 99,8 486 99,6 969 99,7
PUCANGSAWIT 297 302 599 297 100,0 302 100,0 599 100,0 287 96,6 293 97,0 580 96,8
5 BANJARSARI 1.543 1.600 3.143 1.542 99,9 1.599 99,9 2.961 94,2 1.494 96,8 1.557 97,3 3.051 97,1
NUSUKAN 259 282 541 258 99,6 281 99,6 539 99,6 258 99,6 281 99,6 539 99,6
MANAHAN 171 180 351 171 100,0 180 100,0 171 48,7 171 100,0 179 99,4 350 99,7
GILINGAN 247 249 496 247 100,0 249 100,0 496 100,0 239 96,8 241 96,8 480 96,8
BANYUANYAR 323 292 615 323 100,0 292 100,0 615 100,0 283 87,6 259 88,7 542 88,1
SETABELAN 84 94 178 84 100,0 94 100,0 178 100,0 84 100,0 94 100,0 178 100,0
GAMBIRSARI 459 503 962 459 100,0 503 100,0 962 100,0 459 100,0 503 100,0 962 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.914 4.982 9.896 4.911 99,9 4.981 100,0 9.712 98,1 4.740 96,5 4.822 96,8 9.562 96,6
TAHUN 2016 4.838 5.013 9.851 4.826 99,8 5.015 100,0 9.841 99,9 4.660 96,3 4.811 96,0 9.471 96,1

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 39

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF


JUMLAH BAYI
USIA 0-6 BULAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS 0-6 BULAN
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
- #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0!
1 LAWEYAN 387 389 776 338 87,3 330 84,8 668 86,1
PAJANG 168 171 339 161 95,8 155 90,6 316 93,2
PENUMPING 95 99 194 84 88,4 86 86,9 170 87,6
PURWOSARI 124 119 243 93 75,0 89 74,8 182 74,9
2 SERENGAN 272 275 547 203 74,6 213 77,5 416 76,1
JAYENGAN 116 121 237 89 76,7 93 76,9 182 76,8
KRATONAN 156 154 310 114 73,1 120 77,9 234 75,5
3 PASARKLIWON 342 342 684 284 83,0 286 83,6 570 83,3
GAJAHAN 111 109 220 96 86,5 94 86,2 190 86,4
SANGKRAH 231 233 464 188 81,4 192 82,4 380 81,9
4 JEBRES 588 616 1.204 447 76,0 473 76,8 920 76,4
PURWODININGRATAN 118 127 245 89 75,4 96 75,6 185 75,5
NGORESAN 128 136 264 82 64,1 88 64,7 170 64,4
SIBELA 196 202 398 168 85,7 176 87,1 344 86,4
PUCANGSAWIT 146 151 297 108 74,0 113 74,8 221 74,4
5 BANJARSARI 699 732 1.431 549 78,5 578 79,0 1.127 78,8
NUSUKAN 96 109 205 79 82,3 81 74,3 160 78,0
MANAHAN 69 75 144 61 88,4 64 85,3 125 86,8
GILINGAN 117 120 237 81 69,2 84 70,0 165 69,6
BANYUANYAR 157 165 322 124 79,0 134 81,2 258 80,1
SETABELAN 42 41 83 32 76,2 34 82,9 66 79,5
GAMBIRSARI 218 222 440 172 78,9 181 81,5 353 80,2

JUMLAH (KAB/KOTA) 2.288 2.354 4.642 1.821 79,6 1.880 79,9 3.701 79,7
TAHUN 2016 2.731 2.759 5.490 2.089 76,5 2.123 76,9 4.212 76,7

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 40

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PELAYANAN KESEHATAN BAYI


JUMLAH BAYI
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 889 878 1.767 862 97,0 851 96,9 1.713 96,9
PAJANG 415 432 847 413 99,5 427 98,8 840 99,2
PENUMPING 225 191 416 204 90,7 173 90,6 377 90,6
PURWOSARI 249 255 504 245 98,4 251 98,4 496 98,4
2 SERENGAN 452 417 869 443 98,0 411 98,6 854 98,3
JAYENGAN 265 257 522 261 98,5 255 99,2 516 98,9
KRATONAN 187 160 347 182 97,3 156 97,5 338 97,4
3 PASARKLIWON 743 745 1.488 727 97,8 729 97,9 1.456 97,8
GAJAHAN 276 281 557 264 95,7 267 95,0 531 95,3
SANGKRAH 467 464 931 463 99,1 462 99,6 925 99,4
4 JEBRES 1.287 1.342 2.629 1.214 94,3 1.274 94,9 2.488 94,6
PURWODININGRATAN 225 262 487 204 90,7 235 89,7 439 90,1
NGORESAN 281 290 571 240 85,4 260 89,7 500 87,6
SIBELA 484 488 972 483 99,8 486 99,6 969 99,7
PUCANGSAWIT 297 302 599 287 96,6 293 97,0 580 96,8
5 BANJARSARI 1.543 1.600 3.143 1.494 96,8 1.557 97,3 3.051 97,1
NUSUKAN 259 282 541 258 99,6 281 99,6 539 99,6
MANAHAN 171 180 351 171 100,0 179 99,4 350 99,7
GILINGAN 247 249 496 239 96,8 241 96,8 480 96,8
BANYUANYAR 323 292 615 283 87,6 259 88,7 542 88,1
SETABELAN 84 94 178 84 100,0 94 100,0 178 100,0
GAMBIRSARI 459 503 962 459 100,0 503 100,0 962 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.914 4.982 9.896 4.740 96,5 4.822 96,8 9.562 96,6
TAHUN 2016 4.673 4.890 9.563 4.459 95,4 4.671 95,5 9.130 95,5

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 41

CAKUPAN DESA/KELURAHAN UNIVERSAL CHILD IMMUNIZATION (UCI) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH DESA/KELURAHAN % DESA/KELURAHAN


NO KECAMATAN PUSKESMAS
DESA/KELURAHAN UCI UCI

1 2 3 4 5 6

1 LAWEYAN 11 11 100,0
PAJANG 4 4 100,0
PENUMPING 4 4 100,0
PURWOSARI 3 3 100,0
2 SERENGAN 7 7 100,0
JAYENGAN 4 4 100,0
KRATONAN 3 3 100,0
3 PASARKLIWON 9 9 100,0
GAJAHAN 6 6 100,0
SANGKRAH 3 3 100,0
4 JEBRES 11 11 100,0
PURWODININGRATAN 6 6 100,0
NGORESAN 1 1 100,0
SIBELA 1 1 100,0
PUCANGSAWIT 3 3 100,0
5 BANJARSARI 13 13 100,0
NUSUKAN 1 1 100,0
MANAHAN 2 2 100,0
GILINGAN 3 3 100,0
BANYUANYAR 2 2 100,0
SETABELAN 4 4 100,0
GAMBIRSARI 1 1 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 51 51 100,0


TAHUN 2016 51 51 100,0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 42

CAKUPAN IMUNISASI HEPATITIS B < 7 HARI DAN BCG PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH LAHIR HIDUP Hb < 7 hari BCG
NO KECAMATAN PUSKESMAS
L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 889 878 1767 872 98,09 869 98,97 1741 98,53 868 97,64 860 97,95 1728 97,79
PAJANG 415 432 847 413 99,52 434 100,46 847 100,00 414 99,76 433 100,23 847 100,00
PENUMPING 225 191 416 220 97,78 179 93,72 399 95,91 213 94,67 170 89,01 383 92,07
PURWOSARI 249 255 504 239 95,98 256 100,39 495 98,21 241 96,79 257 100,78 498 98,81
2 SERENGAN 452 417 869 444 98,23 410 98,32 854 98,27 448 99,12 409 98,08 857 98,62
JAYENGAN 265 257 522 262 98,87 254 98,83 516 98,85 268 101,13 254 98,83 522 100,00
KRATONAN 187 160 347 182 97,33 156 97,50 338 97,41 180 96,26 155 96,88 335 96,54
3 PASARKLIWON 743 745 1488 706 95,02 720 96,64 1426 95,83 732 98,52 748 100,40 1480 99,46
GAJAHAN 276 281 557 290 105,07 299 106,41 589 105,75 277 100,36 278 98,93 555 99,64
SANGKRAH 467 464 931 416 89,08 421 90,73 837 89,90 455 97,43 470 101,29 925 99,36
4 JEBRES 1287 1342 2629 1415 109,95 1498 111,62 2913 110,80 1259 97,82 1365 101,71 2624 99,81
PURWODININGRATAN 225 262 487 225 100,00 262 100,00 487 100,00 226 100,44 262 100,00 488 100,21
NGORESAN 281 290 571 248 88,26 273 94,14 521 91,24 251 89,32 272 93,79 523 91,59
SIBELA 484 488 972 472 97,52 479 98,16 951 97,84 464 95,87 467 95,70 931 95,78
PUCANGSAWIT 297 302 599 470 158,25 484 160,26 954 159,27 318 107,07 364 120,53 682 113,86
5 BANJARSARI 1543 1600 3143 1576 102,14 1635 102,19 3211 102,16 1514 98,12 1559 97,44 3073 97,77
NUSUKAN 259 282 541 295 113,90 291 103,19 586 108,32 275 106,18 266 94,33 541 100,00
MANAHAN 171 180 351 158 92,40 189 105,00 347 98,86 158 92,40 189 105,00 347 98,86
GILINGAN 247 249 496 247 100,00 257 103,21 504 101,61 246 99,60 247 99,20 493 99,40
BANYUANYAR 323 292 615 305 94,43 311 106,51 616 100,16 274 84,83 271 92,81 545 88,62
SETABELAN 84 94 178 101 120,24 89 94,68 190 106,74 92 109,52 90 95,74 182 102,25
GAMBIRSARI 459 503 962 470 102,40 498 99,01 968 100,62 469 102,18 496 98,61 965 100,31

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.914 4.982 9.896 5.013 102,01 5.132 103,01 10.145 102,52 4.821 98,11 4.941 99,18 9.762 98,65
TAHUN 2016 4.838 5.013 9.851 4.762 98,43 4.919 98,12 9.681 98,27 4.769 98,57 4.898 97,71 9.667 98,13

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 43

CAKUPAN IMUNISASI DPT-HB/DPT-HB-Hib, POLIO, CAMPAK, DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

BAYI DIIMUNISASI
JUMLAH BAYI a
DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 POLIO 4 CAMPAK IMUNISASI DASAR LENGKAP
NO KECAMATAN PUSKESMAS (SURVIVING INFANT)
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 889 878 1.767 857 96 849 97 1706 97 865 97 841 96 1706 97 834 94 870 99 1704 96 867 98 882 100 1749 98,98
PAJANG 415 432 847 412 99 425 98 837 99 413 100 423 98 836 99 400 96 442 102 842 99 417 100 442 102 859 101,42
PENUMPING 225 191 416 205 91 168 88 373 90 213 95 163 85 376 90 194 86 172 90 366 88 203 90 183 96 386 92,79
PURWOSARI 249 255 504 240 96 256 100 496 98 239 96 255 100 494 98 240 96 256 100 496 98 247 99 257 101 504 100,00
2 SERENGAN 452 417 869 456 101 393 94 849 98 465 103 396 95 861 99 449 99 365 88 814 94 452 100 387 93 839 96,55
JAYENGAN 265 257 522 276 104 246 96 522 100 285 108 245 95 530 102 264 100 231 90 495 95 264 100 239 93 503 96,36
KRATONAN 187 160 347 180 96 147 92 327 94 180 96 151 94 331 95 185 99 134 84 319 92 188 101 148 93 336 96,83
3 PASARKLIWON 743 745 1.488 713 96 762 102 1475 99 709 95 746 100 1455 98 722 97 731 98 1453 98 747 101 731 98 1478 99,33
GAJAHAN 276 281 557 252 91 298 106 550 99 247 89 289 103 536 96 265 96 268 95 533 96 276 100 268 95 544 97,67
SANGKRAH 467 464 931 461 99 464 100 925 99 462 99 457 98 919 99 457 98 463 100 920 99 471 101 463 100 934 100,32
4 JEBRES 1.287 1.342 2.629 1250 97 1310 98 2560 97 1210 94 1285 96 2495 95 1106 86 1205 90 2311 88 1245 97 1232 92 2477 94,22
PURWODININGRATAN 225 262 487 218 97 253 97 471 97 216 96 255 97 471 97 196 87 247 94 443 91 226 100 247 94 473 97,13
NGORESAN 281 290 571 248 88 268 92 516 90 250 89 268 92 518 91 264 94 296 102 560 98 284 101 299 103 583 102,10
SIBELA 484 488 972 459 95 454 93 913 94 431 89 436 89 867 89 431 89 436 89 867 89 446 92 428 88 874 89,92
PUCANGSAWIT 297 302 599 325 109 335 111 660 110 313 105 326 108 639 107 215 72 226 75 441 74 289 97 258 85 547 91,32
5 BANJARSARI 1.543 1.600 3.143 1491 97 1536 96 3027 96 1495 97 1538 96 3033 97 1454 94 1517 95 2971 95 1514 98 1574 98 3088 98,25
NUSUKAN 259 282 541 258 100 248 88 506 94 256 99 245 87 501 93 306 118 310 110 616 114 267 103 287 102 554 102,40
MANAHAN 171 180 351 163 95 187 104 350 100 163 95 188 104 351 100 147 86 177 98 324 92 174 102 196 109 370 105,41
GILINGAN 247 249 496 245 99 246 99 491 99 245 99 244 98 489 99 236 96 244 98 480 97 235 95 244 98 479 96,57
BANYUANYAR 323 292 615 261 81 281 96 542 88 268 83 281 96 549 89 261 81 281 96 542 88 275 85 280 96 555 90,24
SETABELAN 84 94 178 102 121 82 87 184 103 96 114 85 90 181 102 98 117 81 86 179 101 86 102 82 87 168 94,38
GAMBIRSARI 459 503 962 462 101 492 98 954 99 467 102 495 98 962 100 406 88 424 84 830 86 477 104 485 96 962 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.914 4.982 9.896 4.767 97,0 4.850 97,4 9.617 97,2 4.744 96,54 4.806 96,47 9.550 96,50 4.565 92,90 4.688 94,10 9.253 93,50 4.825 98,19 4.806 96,47 9.631 97,32
TAHUN 2016 4.838 5.013 9.851 4.682 96,8 4.855 96,8 9.537 96,8 4.670 96,53 4.875 97,25 9.545 96,89 4.600 95,08 4.805 95,85 9.405 95,47 4.600 95,08 4.805 95,85 9.405 95,47

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan: a = khusus provinsi yang menerapkan 3 dosis polio maka diisi dengan polio 3
TABEL 44

CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI DAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

BAYI 6-11 BULAN ANAK BALITA (12-59 BULAN) BALITA (6-59 BULAN)
MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH BAYI JUMLAH JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P S % S % S % L P L+P S % S % S % L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
- - - #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! - #### #### - #### - - - - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0!
1 LAWEYAN 889 878 1.767 548 61,64 597 68,00 1.145 64,80 2.579 2.734 5.313 2.256 87 2.381 87 4.637 87 3.468 3.612 7.080 3.127 90,17 2.978 82,45 6.105 86,23
PAJANG 415 432 847 203 48,92 224 51,85 427 50,41 1.253 1.300 2.553 1.052 84 1.063 82 2.115 83 1.668 1.732 3.400 1.456 87,29 1.287 74,31 2.743 80,68
PENUMPING 225 191 416 164 72,89 188 98,43 352 84,62 587 661 1.248 585 100 663 100 1.248 100 812 852 1.664 751 92,49 851 99,88 1.602 96,27
PURWOSARI 249 255 504 181 72,69 185 72,55 366 72,62 739 773 1.512 619 84 655 85 1.274 84 988 1.028 2.016 920 93,12 840 81,71 1.760 87,30
2 SERENGAN 452 417 869 392 86,73 376 90,17 768 88,38 1.153 1.389 2.542 1.125 98 1.244 90 2.369 93 1.605 1.806 3.411 1.545 96,26 1.620 89,70 3.165 92,79
JAYENGAN 265 257 522 223 84,15 225 87,55 448 85,82 791 843 1.634 628 79 702 83 1.330 81 1.056 1.100 2.156 1.014 96,02 927 84,27 1.941 90,03
KRATONAN 187 160 347 169 90,37 151 94,38 320 92,22 362 546 908 497 137 542 99 1.039 114 549 706 1.255 531 96,72 693 98,16 1.224 97,53
3 PASARKLIWON 743 745 1.488 623 83,85 534 71,68 1.157 77,76 2.200 2.176 4.376 2.087 95 2.094 96 4.181 96 2.943 2.921 5.864 2.823 95,92 2.628 89,97 5.451 92,96
GAJAHAN 276 281 557 212 76,81 231 82,21 443 79,53 828 863 1.691 694 84 718 83 1.412 84 1.104 1.144 2.248 1.040 94,20 949 82,95 1.989 88,48
SANGKRAH 467 464 931 411 88,01 303 65,30 714 76,69 1.372 1.313 2.685 1.393 102 1.376 105 2.769 103 1.839 1.777 3.616 1.783 96,95 1.679 94,49 3.462 95,74
4 JEBRES 1.287 1.342 2.629 952 73,97 847 63,11 1.799 68,43 3.733 3.762 7.495 3.519 94 3.561 95 7.080 94 5.020 5.104 10.124 4.685 93,33 4.408 86,36 9.093 89,82
PURWODININGRATAN 225 262 487 194 86,22 144 54,96 338 69,40 719 730 1.449 618 86 652 89 1.270 88 944 992 1.936 913 96,72 796 80,24 1.709 88,27
NGORESAN 281 290 571 208 74,02 166 57,24 374 65,50 855 870 1.725 796 93 806 93 1.602 93 1.136 1.160 2.296 1.063 93,57 972 83,79 2.035 88,63
SIBELA 484 488 972 343 70,87 361 73,98 704 72,43 1.300 1.296 2.596 1.302 100 1.294 100 2.596 100 1.784 1.784 3.568 1.643 92,10 1.655 92,77 3.298 92,43
PUCANGSAWIT 297 302 599 207 69,70 176 58,28 383 63,94 859 866 1.725 803 93 809 93 1.612 93 1.156 1.168 2.324 1.066 92,21 985 84,33 2.051 88,25
5 BANJARSARI 1.543 1.600 3.143 1.401 90,80 1.290 80,63 2.691 85,62 4.343 4.623 8.966 4.425 102 4.522 98 8.947 100 5.886 6.223 12.109 5.744 97,59 5.812 93,40 11.556 95,43
NUSUKAN 259 282 541 260 100,39 265 93,97 525 97,04 809 810 1.619 801 99 819 101 1.620 100 1.068 1.092 2.160 1.069 100,09 1.084 99,27 2.153 99,68
MANAHAN 171 180 351 127 74,27 110 61,11 237 67,52 314 360 674 431 137 433 120 864 128 485 540 1.025 441 90,93 543 100,56 984 96,00
GILINGAN 247 249 496 163 65,99 124 49,80 287 57,86 693 731 1.424 613 88 638 87 1.251 88 940 980 1.920 856 91,06 762 77,76 1.618 84,27
BANYUANYAR 323 292 615 264 81,73 204 69,86 468 76,10 777 836 1.613 795 102 818 98 1.613 100 1.100 1.128 2.228 1.041 94,64 1.022 90,60 2.063 92,59
SETABELAN 84 94 178 89 105,95 87 92,55 176 98,88 368 394 762 348 95 377 96 725 95 452 488 940 457 101,11 464 95,08 921 97,98
GAMBIRSARI 459 503 962 498 108,50 500 99,40 998 103,74 1.382 1.492 2.874 1.437 104 1.437 96 2.874 100 1.841 1.995 3.836 1.880 102,12 1.937 97,09 3.817 99,50

JUMLAH (KAB/KOTA) 4.914 4.982 9.896 3.916 79,69 3.644 73,14 7.560 76,39 14.008 14.684 28.692 13.412 96 13.802 94 27.214 95 18.922 19.666 38.588 17.924 94,73 17.446 88,71 35.370 91,66
TAHUN 2016 4.838 5.013 9.851 3.996 82,60 4.277 85,32 8.333 84,59 14.562 14.964 29.526 14.473 99 14.479 97 28.952 98 19.400 19.977 39.377 18.558 95,66 18.756 93,89 37.314 94,76

Sumber: Laporan Puskesmas


Keterangan: Pelaporan pemberian vitamin A dilakukan pada Februari dan Agustus, maka perhitungan bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A dalam setahun
dihitung dengan mengakumulasi bayi 6-11 bulan yang mendapat vitamin A di bulan Februari dan yang mendapat vitamin A di bulan Agustus
TABEL 45

JUMLAH ANAK 0-23 BULAN DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

ANAK 0-23 BULAN (BADUTA)


JUMLAH BADUTA DITIMBANG BGM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P Σ % Σ % Σ %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 LAWEYAN 1.511 1.552 3.063 0 0 0 0 0,0 0,0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!


PAJANG 751 779 1.530 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
PENUMPING 304 305 609 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
PURWOSARI 456 468 924 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
2 SERENGAN 720 739 1.459 0 0 0 0 0,0 0,0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
v JAYENGAN 359 364 723 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
KRATONAN 361 375 736 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
3 PASARKLIWON 1.343 1.358 2.701 0 0 0 0 0,0 0,0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
GAJAHAN 496 516 1.012 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
SANGKRAH 847 842 1.689 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
4 JEBRES 1.835 1.846 3.681 0 0 0 0 0,0 0,0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
PURWODININGRATAN 305 307 612 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
NGORESAN 512 522 1.034 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
SIBELA 649 659 1.308 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
PUCANGSAWIT 369 358 727 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
5 BANJARSARI 2.722 2.788 5.510 0 0 0 0 0,0 0,0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
NUSUKAN 473 482 955 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
MANAHAN 313 329 642 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
GILINGAN 423 441 864 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
BANYUANYAR 397 404 801 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
SETABELAN 163 169 332 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
GAMBIRSARI 953 963 1.916 0 0,0 0,0 0,0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!

JUMLAH (KAB/KOTA) 8.131 8.283 16.414 0 0 0 0 0,0 0,0 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0!
TAHUN 2016 8.633 8.935 17.568 5.978 6.328 12.306 1.191 71 70,0 164 2,7 206 3,3 370 3,0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 45.a

PREVALENSI STUNTING ANAK BADUTA


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH BADUTA PROSENTASE BADUTA


BADUTA STUNTING
NO KECAMATAN PUSKESMAS DILAPORKAN (S) STUNTING
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 7 8 9

1 LAWEYAN 1.511 1.552 3.063 15 17 32 0,99% 1,10% 1,04%


PAJANG 751 779 1.530 10 9 19 1,33% 1,16% 1,24%
PENUMPING 304 305 609 4 6 10 1,32% 1,97% 1,64%
PURWOSARI 456 468 924 1 2 3 0,22% 0,43% 0,32%
2 SERENGAN 720 739 1.459 17 19 36 2,36% 2,57% 2,47%
JAYENGAN 359 364 723 10 12 22 2,79% 3,30% 3,04%
KRATONAN 361 375 736 7 7 14 1,94% 1,87% 1,90%
3 PASARKLIWON 1.343 1.358 2.701 58 59 117 4,32% 4,34% 4,33%
GAJAHAN 496 516 1.012 15 19 34 3,02% 3,68% 3,36%
SANGKRAH 847 842 1.689 43 40 83 5,08% 4,75% 4,91%
4 JEBRES 1.835 1.846 3.681 49 55 104 2,67% 2,98% 2,83%
PURWODININGRATAN 305 307 612 7 9 16 2,30% 2,93% 2,61%
NGORESAN 512 522 1.034 16 17 33 3,13% 3,26% 3,19%
SIBELA 649 659 1.308 4 5 9 0,62% 0,76% 0,69%
PUCANGSAWIT 369 358 727 22 24 46 5,96% 6,70% 6,33%
5 BANJARSARI 2.722 2.788 5.510 99 95 194 3,64% 3,41% 3,52%
NUSUKAN 473 482 955 19 18 37 4,02% 3,73% 3,87%
MANAHAN 313 329 642 6 8 14 1,92% 2,43% 2,18%
GILINGAN 423 441 864 30 28 58 7,09% 6,35% 6,71%
BANYUANYAR 397 404 801 13 10 23 3,27% 2,48% 2,87%
SETABELAN 163 169 332 11 9 20 6,75% 5,33% 6,02%
GAMBIRSARI 953 963 1.916 20 22 42 2,10% 2,28% 2,19%

JUMLAH (KAB/KOTA) 8.131 8.283 16.414 238 245 483 2,93% 2,96% 2,94%
TAHUN 2016 8.772 9.009 17.781 276 304 580 3,15% 3,37% 3,26%

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 46

CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

ANAK BALITA (12-59 BULAN)


MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI)
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH
L P L+P
L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
0 0 0 #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 2.579 2.734 5.313 1.941 75,3 1.986 72,6 3.927 73,9
PAJANG 1.253 1.300 2.553 668 53,3 682 52,5 1.350 52,9
PENUMPING 587 661 1.248 561 95,6 576 87,1 1.137 91,1
PURWOSARI 739 773 1.512 712 96,3 728 94,2 1.440 95,2
2 SERENGAN 1.153 1.389 2.542 1.050 91,1 1.078 77,6 2.128 83,7
JAYENGAN 791 843 1.634 554 70,0 559 66,3 1.113 68,1
KRATONAN 362 546 908 496 137,0 519 95,1 1.015 111,8
3 PASARKLIWON 2.200 2.176 4.376 2.007 91,2 2.031 93,3 4.038 92,3
GAJAHAN 828 863 1.691 682 82,4 711 82,4 1.393 82,4
SANGKRAH 1.372 1.313 2.685 1.325 96,6 1.320 100,5 2.645 98,5
4 JEBRES 3.733 3.762 7.495 3.557 95,3 3.590 95,4 7.147 95,4
PURWODININGRATAN 719 730 1.449 637 88,6 654 89,6 1.291 89,1
NGORESAN 855 870 1.725 760 88,9 775 89,1 1.535 89,0
SIBELA 1.300 1.296 2.596 1.302 100,2 1.294 99,8 2.596 100,0
PUCANGSAWIT 859 866 1.725 858 99,9 867 100,1 1.725 100,0
5 BANJARSARI 4.343 4.623 8.966 4.295 98,9 4.415 95,5 8.710 97,1
NUSUKAN 809 810 1.619 798 98,6 817 100,9 1.615 99,8
MANAHAN 314 360 674 312 99,4 331 91,9 643 95,4
GILINGAN 693 731 1.424 696 100,4 728 99,6 1.424 100,0
BANYUANYAR 777 836 1.613 758 97,6 763 91,3 1.521 94,3
SETABELAN 368 394 762 302 82,1 331 84,0 633 83,1
GAMBIRSARI 1.382 1.492 2.874 1.429 103,4 1.445 96,8 2.874 100,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 14.008 14.684 28.692 12.850 91,7 13.100 89,2 25.950 90,4
TAHUN 2016 14.562 14.964 29.526 11.860 81,4 12.259 81,9 24.119 81,7

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 47

JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

BALITA
JUMLAH BALITA DITIMBANG BGM
NO KECAMATAN PUSKESMAS
DILAPORKAN (S) JUMLAH (D) % (D/S) L P L+P
L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 3.468 3.612 7.080 2.556 2.398 4.954 73,7 66,4 70,0 20 2 23 3 43 0,9
PAJANG 1.668 1.732 3.400 1.204 985 2.189 72,2 56,9 64,4 8 0,7 6 0,6 14 0,6
PENUMPING 812 852 1.664 674 707 1.381 83,0 83,0 83,0 2 0,3 4 0,6 6 0,4
PURWOSARI 988 1.028 2.016 678 706 1.384 68,6 68,7 68,7 10 1,5 13 1,8 23 1,7
2 SERENGAN 1.605 1.806 3.411 1.221 1.339 2.560 76,1 74,1 75,1 6 0,5 8 0,6 14 0,5
JAYENGAN 1.056 1.100 2.156 708 744 1.452 67,0 67,6 67,3 4 0,6 4 0,5 8 0,6
KRATONAN 549 706 1.255 513 595 1.108 93,4 84,3 88,3 2 0,4 4 0,7 6 0,5
3 PASARKLIWON 2.943 2.921 5.864 2.260 2.306 4.566 76,8 78,9 77,9 10 0,4 11 0,5 21 0,5
GAJAHAN 1.104 1.144 2.248 921 957 1.878 83,4 83,7 83,5 0 0,0 2 0,2 2 0,1
SANGKRAH 1.839 1.777 3.616 1.339 1.349 2.688 72,8 75,9 74,3 10 0,7 9 0,7 19 0,7
4 JEBRES 5.020 5.104 10.124 4.044 3.844 7.888 80,6 75,3 77,9 34 0,8 33 0,9 67 0,8
PURWODININGRATAN 944 992 1.936 639 645 1.284 67,7 65,0 66,3 4 0,6 5 0,8 9 0,7
NGORESAN 1.136 1.160 2.296 784 799 1.583 69,0 68,9 68,9 1 0,1 2 0,3 3 0,2
SIBELA 1.784 1.784 3.568 1.676 1.420 3.096 93,9 79,6 86,8 21 1,3 15 1,1 36 1,2
PUCANGSAWIT 1.156 1.168 2.324 945 980 1.925 81,7 83,9 82,8 8 0,8 11 1,1 19 1,0
5 BANJARSARI 5.620 6.042 11.662 4.598 4.722 9.320 81,8 78,2 79,9 65 1,4 62 1,3 127 1,4
NUSUKAN 1.068 1.092 2.160 895 920 1.815 83,8 84,2 84,0 18 2,0 17 1,8 35 1,9
MANAHAN 485 540 1.025 384 435 819 79,2 80,6 79,9 2 0,5 1 0,2 3 0,4
GILINGAN 940 980 1.920 649 607 1.256 69,0 61,9 65,4 7 1,1 4 0,7 11 0,9
BANYUANYAR 945 1.082 2.027 809 864 1.673 85,6 79,9 82,5 22 2,7 19 2,2 41 2,5
SETABELAN 341 353 694 209 249 458 61,3 70,5 66,0 3 1,4 4 1,6 7 1,5
GAMBIRSARI 1.841 1.995 3.836 1.652 1.647 3.299 89,7 82,6 86,0 13 0,8 17 1,0 30 0,9

JUMLAH (KAB/KOTA) 18.656 19.485 38.141 14.679 14.609 29.288 78,7 75,0 76,8 135 0,9 137 0,9 272 0,9
TAHUN 2016 19.416 19.952 39.368 14.157 14.715 29.064 72,9 73,8 73,8 266 1,9 295 2,0 561 1,9

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 47.A

STATUS GIZI BALITA MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

BALITA
JUMLAH BALITA DILAPORKAN GIZI BURUK GIZI KURANG GIZI BAIK GIZI LEBIH
NO KECAMATAN PUSKESMAS
(S) L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
L P L+P ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ % ∑ %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
1 LAWEYAN 3.468 3.612 7.080 0 0 0 0 0 0 26 0,7 50 1,4 76 1,1 3.427 98,8 3.542 98,1 6.969 98,4 15 0,4 20 0,6 35 1,0
PAJANG 1.668 1.732 3.400 0 0 0 0 0 0 8 0,5 26 1,5 34 1,0 1.655 99,2 1.699 98,1 3.354 98,6 5 0,3 7 0,4 12 0,7
PENUMPING 812 852 1.664 0 0 0 0 0 0 7 0,9 12 1,4 19 1,1 802 98,8 836 98,1 1.638 98,4 3 0,4 4 0,5 7 0,8
PURWOSARI 988 1.028 2.016 0 0 0 0 0 0 11 1,1 12 1,2 23 1,1 970 98,2 1.007 98,0 1.977 98,1 7 0,7 9 0,9 16 1,6
2 SERENGAN 1.605 1.806 3.411 0 0 0 0 0 0 36 2,2 45 2,5 81 2,4 1.546 96,3 1.738 96,2 3.284 96,3 23 1,4 23 1,3 46 2,6
JAYENGAN 1.056 1.100 2.156 0 0 0 0 0 0 24 2,3 28 2,5 52 2,4 1.017 96,3 1.055 95,9 2.072 96,1 15 1,4 17 1,5 32 3,0
KRATONAN 549 706 1.255 0 0 0 0 0 0 12 2,2 17 2,4 29 2,3 529 96,4 683 96,7 1.212 96,6 8 1,5 6 0,8 14 2,0
3 PASARKLIWON 2.943 2.921 5.864 0 0 0 0 0 0 124 4,2 93 3,2 217 3,7 2.774 94,3 2.793 95,6 5.567 94,9 45 1,5 35 1,2 80 2,9
GAJAHAN 1.104 1.144 2.248 0 0 0 0 0 0 27 2,4 26 2,3 53 2,4 1.076 97,5 1.116 97,6 2.192 97,5 1 0,1 2 0,2 3 0,3
SANGKRAH 1.839 1.777 3.616 0 0 0 0 0 0 97 5,3 67 3,8 164 4,5 1.698 92,3 1.677 94,4 3.375 93,3 44 2,4 33 1,9 77 4,6
4 JEBRES 5.020 5.104 10.124 0 0 0 0 0 0 146 2,9 156 3,1 302 3,0 4.776 95,1 4.854 95,1 9.630 95,1 98 2,0 94 1,8 192 4,0
PURWODININGRATAN 944 992 1.936 0 0 0 0 0 0 26 2,8 29 2,9 55 2,8 911 96,5 959 96,7 1.870 96,6 7 0,7 4 0,4 11 1,1
NGORESAN 1.136 1.160 2.296 0 0 0 0 0 0 24 2,1 36 3,1 60 2,6 1.098 96,7 1.105 95,3 2.203 95,9 14 1,2 19 1,6 33 3,0
SIBELA 1.784 1.784 3.568 0 0 0 0 0 0 64 3,6 58 3,3 122 3,4 1.669 93,6 1.680 94,2 3.349 93,9 51 2,9 46 2,6 97 5,8
PUCANGSAWIT 1.156 1.168 2.324 0 0 0 0 0 0 32 2,8 33 2,8 65 2,8 1.098 95,0 1.110 95,0 2.208 95,0 26 2,2 25 2,1 51 4,6
5 BANJARSARI 5.620 6.042 11.662 0 0 0 0 0 0 113 2,0 124 2,1 237 2,0 5.418 96,4 5.852 96,9 11.270 96,6 89 1,6 66 1,1 155 2,6
NUSUKAN 1.068 1.092 2.160 0 0 0 0 0 0 18 1,7 17 1,6 35 1,6 1.031 96,5 1.054 96,5 2.085 96,5 19 1,8 21 1,9 40 3,8
MANAHAN 485 540 1.025 0 0 0 0 0 0 8 1,6 10 1,9 18 1,8 474 97,7 527 97,6 1.001 97,7 3 0,6 3 0,6 6 1,1
GILINGAN 940 980 1.920 0 0 0 0 0 0 48 5,1 47 4,8 95 4,9 857 91,2 920 93,9 1.777 92,6 35 3,7 13 1,3 48 5,2
BANYUANYAR 945 1.082 2.027 0 0 0 0 0 0 18 1,9 23 2,1 41 2,0 911 96,4 1.048 96,9 1.959 96,6 16 1,7 11 1,0 27 2,6
SETABELAN 341 353 694 0 0 0 0 0 0 6 1,8 7 2,0 13 1,9 324 95,0 333 94,3 657 94,7 11 3,2 13 3,7 24 7,2
GAMBIRSARI 1.841 1.995 3.836 0 0 0 0 0 0 15 0,8 20 1,0 35 0,9 1.821 98,9 1.970 98,7 3.791 98,8 5 0,3 5 0,3 10 0,5

JUMLAH (KAB/KOTA) 18.656 19.485 38.141 0 0 0 0 0 0 445 2,4 468 2,4 913 2,4 17.941 96,2 18.779 96,4 36.720 96,3 270 1,4 238 1,2 508 2,7

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 48

CAKUPAN KASUS BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

KASUS BALITA GIZI BURUK


MENDAPAT PERAWATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DITEMUKAN
L P L+P
L P L+P S % S % S %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 LAWEYAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0


PAJANG 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PENUMPING 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PURWOSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
2 SERENGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
JAYENGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
KRATONAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
3 PASARKLIWON 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
GAJAHAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
SANGKRAH 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
4 JEBRES 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PURWODININGRATAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
NGORESAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
SIBELA 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
PUCANGSAWIT 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
5 BANJARSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
NUSUKAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
MANAHAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
GILINGAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
BANYUANYAR 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
SETABELAN 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
GAMBIRSARI 0 0 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 0 100,0 0 100,0 0 100,0


TAHUN 2016 0 0 0 0 100 0 0 0 100

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 49

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN) SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT


SD DAN SETINGKAT
MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (PENJARINGAN)
JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS L P L+P MENDAPAT
PELAYANAN
Σ %
L P L+P Σ % Σ % Σ % KESEHATAN
(PENJARINGAN)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
0
1 LAWEYAN 1.356 1.151 2.507 1.356 100 1.151 100 2.507 100 57 57 100
PAJANG 496 495 991 496 100 495 100 991 100 26 26 100
PENUMPING 525 327 852 525 100 327 100 852 100 15 15 100
PURWOSARI 335 329 664 335 100 329 100 664 100 16 16 100
2 SERENGAN 469 484 953 469 100 484 100 953 100 28 28 100
JAYENGAN 200 207 407 200 100 207 100 407 100 15 15 100
KRATONAN 269 277 546 269 100 277 100 546 100 13 13 100
3 PASARKLIWON 875 839 1.714 875 100 839 100 1.714 100 43 43 100
GAJAHAN 452 441 893 452 100 441 100 893 100 18 18 100
SANGKRAH 423 398 821 423 100 398 100 821 100 25 25 100
4 JEBRES 936 780 1.716 936 100 780 100 1.716 100 54 54 100
PURWODININGRATAN 152 142 294 152 100 142 100 294 100 11 11 100
NGORESAN 179 155 334 179 100 155 100 334 100 12 12 100
SIBELA 353 280 633 353 100 280 100 633 100 16 16 100
PUCANGSAWIT 252 203 455 252 100 203 100 455 100 15 15 100
5 BANJARSARI 1.849 1.765 3.614 1.849 100 1.765 100 3.614 100 89 89 100
NUSUKAN 256 246 502 256 100 246 100 502 100 15 15 100
MANAHAN 327 344 671 327 100 344 100 671 100 11 11 100
GILINGAN 319 280 599 319 100 280 100 599 100 16 16 100
BANYUANYAR 352 356 708 352 100 356 100 708 100 15 15 100
SETABELAN 174 166 340 174 100 166 100 340 100 10 10 100
GAMBIRSARI 421 373 794 421 100 373 100 794 100 22 22 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 5.485 5.019 10.504 5.485 100 5.019 100 10.504 100 271 271 100
CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT 100 100 100
TAHUN 2016 5.630 5.486 11.116 5.630 100 5.486 100 11.116 100 277 277 100

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 50

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT


NO KECAMATAN PUSKESMAS PENCABUTAN GIGI RASIO TUMPATAN/
TUMPATAN GIGI TETAP
TETAP PENCABUTAN
1 2 3 4 5 6
#DIV/0!
1 LAWEYAN 2.056 1.470 1,4
PAJANG 522 1.084 0,5
PENUMPING 969 201 4,8
PURWOSARI 565 185 3,1
2 SERENGAN 1.344 310 4,3
JAYENGAN 535 126 4,2
KRATONAN 809 184 4,4
3 PASARKLIWON 1.362 481 2,8
GAJAHAN 1.085 201 5,4
SANGKRAH 277 280 1,0
4 JEBRES 449 271 1,7
PURWODININGRATAN 241 138 1,7
NGORESAN 85 65 1,3
SIBELA 108 55 2,0
PUCANGSAWIT 15 13 1,2
5 BANJARSARI 2.196 1.097 2,0
NUSUKAN 442 249 1,8
MANAHAN 347 60 5,8
GILINGAN 133 51 2,6
BANYUANYAR 284 248 1,1
SETABELAN 107 292 0,4
GAMBIRSARI 883 197 4,5

JUMLAH (KAB/ KOTA) 7.407 3.629 2,04


TAHUN 2016 4.228 2.649 1,60

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 51

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

UPAYA KESEHATAN GIGI SEKOLAH

JUMLAH JUMLAH JUMLAH MURID SD/MI MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH SD/MI DGN SD/MI
% %
SD/MI SIKAT GIGI MENDAPAT
MASSAL YAN. GIGI
L P L+P L % P % L+P % L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
#DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0! #DIV/0! - ##### - ##### ##### - #####
1 LAWEYAN 57 43 75,4 42 73,7 7.419 7.086 14.505 1.356 18,3 1.151 16,2 2.507 17,3 172 121 293 121 70,3 60 49,6 181 61,8
PAJANG 26 26 100,0 26 100,0 3.276 3.160 6.436 496 15,1 495 15,7 991 15,4 90 21 111 90 100 21 100 111 100
PENUMPING 15 3 20,0 - 0,0 2.139 2.038 4.177 525 24,5 327 16,0 852 20,4 62 84 146 12 19,4 23 27,4 35 24,0
PURWOSARI 16 14 87,5 16 100,0 2.004 1.888 3.892 335 16,7 329 17,4 664 17,1 20 16 36 19 95,0 16 100,0 35 97,2
2 SERENGAN 28 14 50,0 28 100,0 2.853 2.942 5.795 469 16,4 484 16,5 953 16,4 211 229 440 178 84,4 216 94,3 394 89,5
v JAYENGAN 15 1 6,7 15 100,0 1.029 1.046 2.075 200 19,4 207 19,8 407 19,6 91 82 173 58 63,7 69 84,1 127 73,4
KRATONAN 13 13 100,0 13 100,0 1.824 1.896 3.720 269 14,7 277 14,6 546 14,7 120 147 267 120 100 147 100 267 100
3 PASARKLIWON 43 43 100,0 43 100,0 4.273 4.417 8.690 875 20,5 839 19,0 1.714 19,7 80 67 0 0 0,0 0 0,0 0 0,0
GAJAHAN 18 18 100,0 18 100,0 2.016 2.093 4.109 452 22,4 441 21,1 893 21,7 20 15 35 20 100 15 100 35 100
SANGKRAH 25 25 100,0 25 100,0 2.257 2.324 4.581 423 18,7 398 17,1 821 17,9 60 52 112 40 66,67 33 63,46 73 65,18
4 JEBRES 54 54 100,0 54 100,0 5.665 5.021 10.686 936 16,5 780 15,5 1.716 16,1 127 168 295 65 51,2 106 63,1 171 58,0
PURWODININGRATAN 11 11 100,0 11 100,0 911 849 1.760 152 16,7 142 16,7 294 16,7 29 30 59 20 69 22 73,33 42 71
NGORESAN 12 12 100,0 12 100,0 1.139 1.012 2.151 179 15,7 155 15,3 334 15,5 37 73 110 37 100 73 100 110 100
SIBELA 16 16 100,0 16 100,0 1.963 1.787 3.750 353 18,0 280 15,7 633 16,9 22 22 44 8 36,4 11 50,0 19 43,2
PUCANGSAWIT 15 15 100,0 15 100,0 1.652 1.373 3.025 252 15,3 203 14,8 455 15,0 39 43 82 0 0 0 0 0 0,0
5 BANJARSARI 89 45 50,6 89 100,0 11.268 10.728 21.996 1.858 16,5 1.777 16,6 3.635 16,5 1.035 990 2.025 343 0,0 377 0,0 720 35,56
NUSUKAN 15 3 20,0 15 100,0 2.042 1.915 3.957 256 12,5 246 12,8 502 12,7 203 204 407 48 23,65 50 24,51 98 24,08
MANAHAN 11 6 54,5 11 100,0 1.862 1.964 3.826 327 17,6 344 17,5 671 17,5 265 243 508 47 17,74 63 25,93 110 21,65
GILINGAN 16 16 100,0 16 100,0 1.933 1.785 3.718 319 16,5 280 15,7 599 16,1 25 21 46 0 0,0 0 0,0 0 0,0
BANYUANYAR 15 15 100,0 15 100,0 1.874 1.912 3.786 352 18,8 356 18,6 708 18,7 107 142 249 27 25,23 59 41,55 86 34,54
SETABELAN 10 4 40,0 10 100,0 1.146 1.084 2.230 174 15,2 166 15,3 340 15,2 125 130 255 20 16 45 35 65 25,49
GAMBIRSARI 22 1 4,5 22 100,0 2.411 2.068 4.479 430 17,8 385 18,6 815 18,2 310 250 560 201 64,84 160 64,00 361 64,46

JUMLAH (KAB/ KOTA) 271 199 73,4 256 94,5 31.478 30.194 61.672 5.494 17,5 5.031 16,7 10.525 17,1 1.625 1.575 3.053 707 43,5 759 48,2 1.466 48,0
TAHUN 2016 273 151 55,3 257 94,1 31.511 30.186 61.697 6.961 22,1 6.610 21,9 13.571 22,0 455 575 1.030 400 87,9 418 72,7 818 79,4

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 51.a

PERSENTASE REMAJA PUTRI MENDAPAT TABLET TAMBAH DARAH


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH MENDAPAT TABLET Fe


NO KECAMATAN PUSKESMAS REMAJA
JUMLAH %
PUTRI
1 2 3 4 5 6
0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 6.809 3.404 50,0
PAJANG 2.271 628 27,7
PENUMPING 2.065 896 43,4
PURWOSARI 2.473 1.880 76,0
2 SERENGAN 3.979 1.107 27,8
JAYENGAN 2.654 887 33,4
KRATONAN 1.325 220 16,6
3 PASARKLIWON 7.279 1.723 23,7
GAJAHAN 2.765 571 20,7
SANGKRAH 4.514 1.152 25,5
4 JEBRES 12.310 3.981 32,3
PURWODININGRATAN 2.394 1.112 46,4
NGORESAN 2.800 332 11,9
SIBELA 4.299 1.638 38,1
PUCANGSAWIT 2.817 899 31,9
5 BANJARSARI 20.930 9.246 44,2
NUSUKAN 2.350 1.800 76,6
MANAHAN 3.451 918 26,6
GILINGAN 4.648 2.963 63,7
BANYUANYAR 2.721 1.763 64,8
SETABELAN 3.106 1.032 33,2
GAMBIRSARI 4.654 770 16,5

JUMLAH (KAB/KOTA) 51.307 19.461 37,9


TAHUN 2016 47.832 14.953 31,3

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 52

CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

USILA (60TAHUN+)
NO KECAMATAN PUSKESMAS
JUMLAH MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN
L P L+P L % P % L+P %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
0
1 LAWEYAN 3.914 5.105 9.019 2.931 74,89 4.109 80,49 7.040 78,06
PAJANG 1.880 2.448 4.328 1.880 100,00 2.448 100,00 4.328 100,00
PENUMPING 916 1.209 2.125 189 20,63 369 30,52 558 26,26
PURWOSARI 1.118 1.448 2.566 862 77,10 1.292 89,23 2.154 83,94
2 SERENGAN 2.091 2.736 4.827 1.655 79,15 2.508 91,67 4.163 86,24
JAYENGAN 1.189 1.554 2.743 1.031 86,71 1.492 96,01 2.523 91,98
KRATONAN 902 1.182 2.084 624 69,18 1.016 85,96 1.640 78,69
3 PASARKLIWON 3.363 4.263 7.626 2.351 69,91 3.323 77,95 5.674 74,40
GAJAHAN 1.242 1.619 2.861 286 23,03 711 43,92 997 34,85
SANGKRAH 2.121 2.644 4.765 2.065 97,36 2.612 98,79 4.677 98,15
4 JEBRES 5.701 7.240 12.941 4.853 85,13 6.497 89,74 11.350 87,71
PURWODININGRATAN 1.061 1.402 2.463 1.061 100,00 1.402 100,00 2.463 100,00
NGORESAN 1.281 1.640 2.921 892 69,63 1.292 78,78 2.184 74,77
SIBELA 2.059 2.549 4.608 2.059 100,00 2.549 100,00 4.608 100,00
PUCANGSAWIT 1.300 1.649 2.949 841 64,69 1.254 76,05 2.095 71,04
5 BANJARSARI 6.941 8.972 15.913 5.813 83,75 7.886 87,90 13.699 86,09
NUSUKAN 1.203 1.542 2.745 1.102 91,60 1.498 97,15 2.600 94,72
MANAHAN 782 1.034 1.816 685 87,60 968 93,62 1.653 91,02
GILINGAN 1.058 1.388 2.446 994 93,95 1.352 97,41 2.346 95,91
BANYUANYAR 1.241 1.594 2.835 463 37,31 703 44,10 1.166 41,13
SETABELAN 509 689 1.198 447 87,82 641 93,03 1.088 90,82
GAMBIRSARI 2.148 2.725 4.873 2.122 98,79 2.724 99,96 4.846 99,45

JUMLAH (KAB/KOTA) 22.010 28.316 50.326 17.603 79,98 24.323 85,90 41.926 83,31
TAHUN 2016 21.723 28.006 49.729 12.948 59,61 17.044 60,86 28.384 57,08

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 53

CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN PENDUDUK MENURUT JENIS JAMINAN DAN JENIS KELAMIN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PESERTA JAMINAN KESEHATAN


NO JENIS JAMINAN KESEHATAN JUMLAH %
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Jaminan Kesehatan Nasional 456.896 0,00 0,00 81,77

1.1 Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 78.976 80.685 159.661 28,66 28,50 28,58

1.2 PBI APBD 48.721 48.178 96.899 17,68 17,02 17,34

1.3 Pekerja penerima upah (PPU) 61.553 57.943 119.496 22,33 20,46 21,39

1.4 Pekerja bukan penerima upah (PBPU)/mandiri 27.098 27.809 54.907 9,83 9,82 9,83

1.5 Bukan pekerja (BP) 9.645 16.288 25.933 3,50 5,75 4,64

2 Jamkesda 0 0,00 0,00 0,00

3 Asuransi Swasta 0 0,00 0,00 0,00

4 Asuransi Perusahaan 0 0,00 0,00 0,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 225.993 230.903 456.896 82,00 81,55 81,77


TAHUN 2016 207.278 215.923 423.201 76,05 77,01 76,54

Sumber: BPJS Kesehatan KCU Surakarta


TABEL 54

JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA


NO SARANA PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 Puskesmas Pajang 19.606 34.019 53.625 10 39 49 11 8 19


2 Puskesmas Penumping 9.913 16.825 26.738 0 15 19 34
3 Puskesmas Purwosari 11.604 18.768 30.372 0 46 50 96
4 Puskesmas Jayengan 10.632 23.083 33.715 0 78 53 131
5 Puskesmas Kratonan 12.105 24.375 36.480 0 14 18 32
6 Puskesmas Gajahan 14.531 31.091 45.622 53 199 252 39 41 80
7 Puskesmas Sangkrah 18.968 39.899 58.867 0 115 173 288
8 Puskesmas Purwodiningratan 11.603 20.665 32.268 0 68 51 119
9 Puskesmas Ngoresan 12.200 24.622 36.822 0 0
10 Puskesmas Sibela 27.374 42.823 70.197 47 118 165 148 155 303
11 Puskesmas Pucangsawit 11.759 21.382 33.141 0 36 31 67
12 Puskesmas Nusukan 14.460 27.571 42.031 0 18 27 45
13 Puskesmas Manahan 10.843 14.995 25.838 0 79 57 28
14 Puskesmas Gilingan 10.259 18.435 28.694 0 66 71 215
15 Puskesmas Banyuanyar 13.290 22.725 36.015 66 169 235 117 68 84
16 Puskesmas Setabelan 10.341 18.230 28.571 0 97 108 205
17 Puskesmas Gambirsari 12.764 24.982 37.746 0 103 92 100

SUB JUMLAH I 232.252 424.490 656.742 176 525 701 1.050 1.022 1.846

1 RSUD Dr. Moewardi 135.799 174.913 310.712 17.536 22.944 40.480 192 176 368
2 RS Slamet Riyadi 18.497 22.497 40.994 2.122 2.524 4.646 343 422 765
3 RS Dr Oen Surakarta 71.188 105.450 176.638 6.968 9.839 16.807 120 118 238
4 RS Brayat Minulyo 27.732 38.209 65.941 2.519 2.938 5.457 0 0 0
5 RS Panti Waluyo 82.969 121.346 204.315 4.148 6.060 10.208 3.537 3.475 7.012
6 RS Kasih Ibu 109.758 149.714 259.472 7.080 9.005 16.085 411 421 832
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 76.895 99.483 176.378 8.764 14.180 22.944 123 271 394
8 RSUI Kustati 43.980 52.366 96.346 7.085 7.258 14.343 39 33 72
9 RS Tri Harsi 2.469 3.153 5.622 435 497 932 0 0 0
10 RSUD Kota Surakarta 42.784 56.204 98.988 4.109 6.691 10.800 986 1.076 2.062
11 RS Hermina 42.290 69.583 111.873 2.629 3.408 6.037 1.324 1.296 2.620
12 RSJD Surakarta 25.790 18.087 43.877 1.919 958 2.877 21.388 13.995 35.383
13 RS Mata Solo 36.473 45.355 81.828 206 233 439 0 0 0

SUB JUMLAH II 716.624 956.360 1.672.984 65.520 86.535 152.055 28.463 21.283 49.746

1 Klinik Puri Waluyo (Jiwa & Syaraf) 2.600 2.322 4.922 73 76 149 1.881 1.803 3.684
2 0 0 0
3 0 0 0

SUB JUMLAH III 2.600 2.322 4.922 73 76 149 1.881 1.803 3.684
JUMLAH (KAB/KOTA) 951.476 1.383.172 2.334.648 65.769 87.136 152.905 31.394 24.108 55.276
JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 248.066 262.011 510.077 248.066 262.011 510.077
CAKUPAN KUNJUNGAN (%) 383,6 527,9 457,7 26,5 33,3 30,0
TAHUN 2016 624.145 909.443 1.533.588 63.510 75.094 138.604 27.804 21.575 49.379

Sumber: Laporan Puskesmas dan RS


Catatan: Puskesmas non rawat inap hanya melayani kunjungan rawat jalan
TABEL 55

ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH PASIEN KELUAR (HIDUP PASIEN KELUAR MATI


a PASIEN KELUAR MATI GDR NDR
NO NAMA RUMAH SAKIT TEMPAT + MATI) ≥ 48 JAM DIRAWAT
TIDUR L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

1 RSUD Dr. Moewardi 853 18.385 19.391 37.776 1.437 1.560 2.997 1.068 1.122 2.190 7,8 8,0 7,9 5,8 5,8 5,8
2 RS Slamet Riyadi 107 2.122 2.524 4.646 25 33 58 25 33 58 1,2 1,3 1,2 1,2 1,3 1,2
3 RS Dr Oen Surakarta 225 6.968 9.839 16.807 345 253 598 202 154 356 5,0 2,6 3,6 2,9 1,6 2,1
4 RS Brayat Minulyo 107 2.810 3.280 6.090 93 70 163 27 19 46 3,3 2,1 2,7 1,0 0,6 0,8
5 RS Panti Waluyo 174 4.277 6.144 10.421 146 114 260 58 50 108 3,4 1,9 2,5 1,4 0,8 1,0
6 RS Kasih Ibu 200 6.872 8.417 15.289 226 252 478 113 133 246 3,3 3,0 3,1 1,6 1,6 1,6
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 286 10.123 17.169 27.292 238 315 553 156 176 332 2,4 1,8 2,0 1,5 1,0 1,2
8 RSUI Kustati 205 5.348 6.534 11.882 142 162 304 38 45 83 2,7 2,5 2,6 0,7 0,7 0,7
9 RS Tri Harsi 38 341 403 744 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
10 RSUD Kota Surakarta 125 5.127 6.194 11.321 151 143 294 39 41 80 2,9 2,3 2,6 0,8 0,7 0,7
11 RS Hermina 50 2.577 3.399 5.976 45 35 80 20 14 34 1,7 1,0 1,3 0,8 0,4 0,6
12 RSJD Surakarta 340 2.014 1.047 3.061 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0
13 RS Mata Solo 20 206 233 439 0 0 0 0 0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0

KABUPATEN/KOTA 2.730 67.170 84.574 151.744 2.848 2.937 5.785 1.746 1.787 3.533 4,2 3,5 3,8 2,6 2,1 2,3
TAHUN 2016 2.513 65.999 84.108 150.107 2.632 2.364 4.996 1.562 1.529 3.091 4,0 2,8 3,3 2,4 1,8 2,1

Sumber: Laporan RS
a
Keterangan: termasuk rumah sakit swasta
TABEL 56

INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

a JUMLAH PASIEN KELUAR JUMLAH HARI JUMLAH LAMA


NO NAMA RUMAH SAKIT BOR (%) BTO (KALI) TOI (HARI) ALOS (HARI)
TEMPAT TIDUR (HIDUP + MATI) PERAWATAN DIRAWAT

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 RSUD Dr. Moewardi 853 37.776 204.705 134.250 65,75 44,29 2,82 3,55
2 RS Slamet Riyadi 107 4.646 25.185 25.185 64,49 43,42 2,99 5,42
3 RS Dr Oen Surakarta 225 16.807 57.799 59.458 70,38 74,70 1,45 3,54
4 RS Brayat Minulyo 107 6.090 25.154 22.899 64,41 56,92 2,28 3,76
5 RS Panti Waluyo 174 10.421 44.552 33.412 70,15 59,89 1,82 3,21
6 RS Kasih Ibu 200 15.289 53.903 54.320 73,84 76,45 1,25 3,55
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 286 27.292 73.657 98.741 70,56 95,43 1,13 3,62
8 RSUI Kustati 205 11.882 30.224 34.088 40,39 57,96 3,75 2,87
9 RS Tri Harsi 38 744 1.833 1.777 13,22 19,58 16,18 2,39
10 RSUD Kota Surakarta 125 11.321 30.178 30.178 66,14 90,57 1,36 2,67
11 RS Hermina 50 5.976 13.630 11.559 74,68 119,52 0,77 1,93
12 RSJD Surakarta 340 3.061 86.020 87.399 69,32 9,00 12,44 28,55
13 RS Mata Solo 20 439 669 668 9,16 21,95 15,10 1,52

KABUPATEN/KOTA 2.730 151.744 647.509 593.934 65,0 55,6 2,3 3,9


TAHUN 2016 2.513 150.107 627.620 566.534 68,4 59,7 1,9 3,8

Sumber: Laporan RS
a
Keterangan: termasuk rumah sakit swasta
TABEL 57

PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (BER-PHBS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

RUMAH TANGGA
NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH
JUMLAH % DIPANTAU % BER- PHBS
DIPANTAU BER- PHBS
1 2 3 4 5 6 7 8
#DIV/0! #DIV/0!
1 LAWEYAN 31.150 17.924 57,5 17.674 98,6
PAJANG 14.949 8.698 58,2 8.589 98,7
PENUMPING 7.336 3.632 49,5 3.607 99,3
PURWOSARI 8.865 5.594 63,1 5.478 97,9
2 SERENGAN 16.661 10.449 62,7 9.819 94,0
JAYENGAN 9.467 5.759 60,8 5.423 94,2
KRATONAN 7.194 4.690 65,2 4.396 93,7
3 PASARKLIWON 26.380 14.684 55,7 13.797 94,0
GAJAHAN 9.885 6.002 60,7 5.946 99,1
SANGKRAH 16.495 8.682 52,6 7.851 90,4
4 JEBRES 44.459 32.124 72,3 30.913 96,2
PURWODININGRATAN 8.501 6.770 79,6 6.471 95,6
NGORESAN 10.095 8.292 82,1 8.050 97,1
SIBELA 15.666 13.555 86,5 12.981 95,8
PUCANGSAWIT 10.197 3.507 34,4 3.411 97,3
5 BANJARSARI 54.989 39.394 71,6 37.013 94,0
NUSUKAN 9.498 6.608 69,6 6.336 95,9
MANAHAN 6.267 3.873 61,8 3.704 95,6
GILINGAN 8.442 5.825 69,0 5.473 94,0
BANYUANYAR 9.799 6.332 64,6 6.318 99,8
SETABELAN 4.127 2.577 62,4 2.562 99,4
GAMBIRSARI 16.856 14.179 84,1 12.620 89,0

JUMLAH (KAB/KOTA) 173.639 114.575 66,0 109.216 95,3


TAHUN 2016 171.842 131.231 76,4 97.342 74,2

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 58

PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

TAHUN 2016 TAHUN 2017


RUMAH MEMENUHI SYARAT JUMLAH RUMAH DIBINA MEMENUHI RUMAH MEMENUHI SYARAT
JUMLAH RUMAH DIBINA
(RUMAH SEHAT) RUMAH YANG SYARAT (RUMAH SEHAT)
NO KECAMATAN PUSKESMAS SELURUH
BELUM
RUMAH
JUMLAH % MEMENUHI JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
SYARAT
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0!
1 LAWEYAN 16.945 13.896 82,01 3.049 150 4,92 85 56,67 13.981 82,51
PAJANG 7.267 5.546 76,32 1.721 100 5,81 53 53,00 5.599 77,05
PENUMPING 4.967 4.546 91,52 421 - 0,00 0 0,00 4.546 91,52
PURWOSARI 4.711 3.804 80,75 907 50 5,51 32 64,00 3.836 81,43
2 SERENGAN 10.336 8.187 79,21 2.149 110 5,12 14 12,73 8.201 79,34
JAYENGAN 5.488 4.781 87,12 707 50 7,07 10 20,00 4.791 87,30
KRATONAN 4.848 3.406 70,26 1.442 60 4,16 4 6,67 3.410 70,34
3 PASARKLIWON 12.222 6.452 52,79 5.770 310 5,37 104 33,55 6.556 53,64
GAJAHAN 4.755 2.997 63,03 1.758 250 14,22 94 37,60 3.091 65,01
SANGKRAH 7.467 3.455 46,27 4.012 60 1,50 10 16,67 3.465 46,40
4 JEBRES 28.882 22.409 77,59 6.473 870 13,44 416 47,82 22.825 79,03
PURWODININGRA 5.944 5.353 90,06 591 400 67,68 72 18,00 5.425 91,27
NGORESAN 6.702 4.522 67,47 2.180 340 15,60 229 67,35 4.751 70,89
SIBELA 9.393 6.582 70,07 2.811 70 2,49 70 100,00 6.652 70,82
PUCANGSAWIT 6.843 5.952 86,98 891 60 6,73 45 75,00 5.997 87,64
5 BANJARSARI 34.925 26.467 75,78 8.458 3.249 38,41 551 16,96 27.018 77,36
NUSUKAN 7.200 5.869 81,51 1.331 60 4,51 49 81,67 5.918 82,19
MANAHAN 4.186 3.450 82,42 736 0 0,00 0 0,00 3.450 82,42
GILINGAN 5.983 3.333 55,71 2.650 2.650 100,00 306 11,55 3.639 60,82
BANYUANYAR 5.500 4.541 82,56 959 500 52,14 196 39,20 4.737 86,13
SETABELAN 2.612 2.389 91,46 223 39 17,49 0 0,00 2.389 91,46
GAMBIRSARI 9.444 6.885 72,90 2.559 0 0,00 0 0,00 6.885 72,90

JUMLAH (KAB/KOTA) 103.310 77.411 74,93 25.899 4.689 18,10 1170 24,95 78.581 76,06
TAHUN 2016 102.792 74.668 72,64 28.124 653 2,32 100 15,31 74.768 72,74

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 59

PENDUDUK DENGAN AKSES BERKELANJUTAN TERHADAP AIR MINUM BERKUALITAS (LAYAK) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PENDUDUK DENGAN
BUKAN JARINGAN PERPIPAAN AKSES
PERPIPAAN (PDAM,BPSPAM)
BERKELANJUTAN
SUMUR GALI TERLINDUNG SUMUR GALI DENGAN POMPA SUMUR BOR DENGAN POMPA TERMINAL AIR MATA AIR TERLINDUNG PENAMPUNGAN AIR HUJAN TERHADAP AIR MINUM
MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI MEMENUHI
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH PENDUDUK
SYARAT SYARAT SYARAT SYARAT

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENDUDUK

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

1 LAWEYAN 100.233 4.143 22.075 959 4.705 9.366 50.423 1.956 9.560 - - - - - - - - - - - - - - - - 4.578 27.660 4.578 27.660 41.925 41,83
PAJANG 48.103 2.256 11.506 30 150 4.917 29.017 180 720 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.469 7.580 1.469 7.580 8.450 17,57
PENUMPING 23.604 955 4.011 90 360 2.520 13.688 40 160 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.084 5.905 1.084 5.905 6.425 27,22
PURWOSARI 28.526 932 6.558 839 4.195 1.929 7.718 1.736 8.680 - - - - - - - - - - - - - - - - 2.025 14.175 2.025 14.175 27.050 94,83
2 SERENGAN 53.614 4.079 17.113 1.056 9.301 2.577 16.864 2.564 12.481 - - - - - - - - - - - - - - - - 3.084 19.616 3.084 19.616 41.398 77,21
JAYENGAN 30.465 2.496 7.615 494 7.615 1.875 9.725 1.875 9.725 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.456 13.104 1.456 13.104 30.444 99,93
KRATONAN 23.149 1.583 9.498 562 1.686 702 7.139 689 2.756 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.628 6.512 1.628 6.512 10.954 47,32
3 PASARKLIWON 84.883 1.698 10.872 286 1.154 4.738 30.566 2.866 13.294 - - - - - - - - - - - - - - - - 8.259 43.445 8.259 43.445 57.893 68,20
GAJAHAN 31.805 507 2.535 34 146 1.830 9.150 1.830 9.150 - - - - - - - - - - - - - - - - 2.468 20.120 2.468 20.120 29.416 92,49
SANGKRAH 53.078 1.191 8.337 252 1.008 2.908 21.416 1.036 4.144 - - - - - - - - - - - - - - - - 5.791 23.325 5.791 23.325 28.477 53,65
4 JEBRES 143.064 3.740 26.944 1.606 6.424 4.380 25.106 2.699 10.849 - - - - - - - - - - - - - - - - 26.627 91.014 26.627 91.014 108.287 75,69
PURWODININGRATAN 27.356 587 4.109 0 0 1.125 11.962 480 1.920 - - - - - - - - - - - - - - - - 2.012 11.285 2.012 11.285 13.205 48,27
NGORESAN 32.484 1.440 12.960 869 3.476 1.151 2.624 1.144 4.576 - - - - - - - - - - - - - - - - 3.526 16.900 3.526 16.900 24.952 76,81
SIBELA 50.409 256 1.280 44 176 53 265 53 265 - - - - - - - - - - - - - - - - 17.962 48.864 17.962 48.864 49.305 97,81
PUCANGSAWIT 32.815 1.457 8.595 693 2.772 2.051 10.255 1.022 4.088 - - - - - - - - - - - - - - - - 3.127 13.965 3.127 13.965 20.825 63,46
5 BANJARSARI 176.938 6.805 30.335 1.460 5.848 13.382 79.016 6.984 28.008 - - - - - - - - - - - - - - - - 12.771 62.211 12.771 62.211 96.067 54,29
NUSUKAN 30.561 1.138 5.690 8 40 2.105 10.525 72 360 - - - - - - - - - - - - - - - - 2.158 14.346 2.158 14.346 14.746 48,25
MANAHAN 20.166 1.372 4.116 494 1.976 2.430 7.520 540 2.160 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.625 8.530 1.625 8.530 12.666 62,81
GILINGAN 27.167 1.414 7.732 450 1.800 2.157 6.783 1.569 6.276 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.819 7.276 1.819 7.276 15.352 56,51
BANYUANYAR 31.529 1.850 7.400 98 392 2.063 20.753 1.217 4.868 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.688 3.376 1.688 3.376 8.636 27,39
SETABELAN 13.279 455 1.365 135 540 992 2.976 521 2.084 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.088 8.938 1.088 8.938 11.562 87,07
GAMBIRSARI 54.236 576 4.032 275 1.100 3.635 30.459 3.065 12.260 - - - - - - - - - - - - - - - - 4.393 19.745 4.393 19.745 33.105 61,04

JUMLAH (KAB/KOTA) 558.732 20.465 107.339 5.367 27.432 34.443 201.975 17.069 74.192 - - - - - - - - - - - - - - - - 55.319 243.946 55.319 243.946 345.570 61,85
TAHUN 2016 552.930 20.298 108.774 4.904 19.084 34.471 189.400 15.116 60.464 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 43.007 211.903 43.007 211.903 510.077 100

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 60

PERSENTASE KUALITAS AIR MINUM DI PENYELENGGARA AIR MINUM YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH MEMENUHI SYARAT


JUMLAH SAMPEL (FISIK, BAKTERIOLOGI, DAN KIMIA)
NO KECAMATAN PUSKESMAS PENYELENGGARA
DIPERIKSA
AIR MINUM
JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7

1 LAWEYAN 32 227 189 83,26


PAJANG 14 59 40 67,80
PENUMPING 10 86 76 88,37
PURWOSARI 8 82 73 89,02
2 SERENGAN 14 55 43 78,18
JAYENGAN 6 31 25 80,65
KRATONAN 8 24 18 75,00
3 PASARKLIWON 16 85 69 81,18
GAJAHAN 7 6 5 83,33
SANGKRAH 9 79 64 81,01
4 JEBRES 50 207 163 78,74
PURWODININGRATAN 5 46 42 91,30
NGORESAN 6 67 55 82,09
SIBELA 21 34 26 76,47
PUCANGSAWIT 18 60 40 66,67
5 BANJARSARI 61 321 259 80,69
NUSUKAN 17 194 153 78,87
MANAHAN 7 9 7 77,78
GILINGAN 7 53 44 83,02
BANYUANYAR 19 55 45 81,82
SETABELAN 0 0 0 0,00
GAMBIRSARI 11 10 10 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 173 895 723 80,78


TAHUN 2016 164 743 649 87,35

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 61

PENDUDUK DENGAN AKSES TERHADAP FASILITAS SANITASI YANG LAYAK (JAMBAN SEHAT) MENURUT JENIS JAMBAN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JENIS SARANA JAMBAN PENDUDUK


KOMUNAL LEHER ANGSA PLENGSENGAN CEMPLUNG DENGAN AKSES
SANITASI LAYAK

PENDUDUK
MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT MEMENUHI SYARAT (JAMBAN SEHAT)

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA

JUMLAH SARANA
JUMLAH

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
NO KECAMATAN PUSKESMAS

% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK

% PENDUDUK
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA

PENGGUNA
PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK

PENDUDUK
SARANA

SARANA

SARANA

SARANA
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

1 LAWEYAN 100.233 48 1.722 9 580 33,68 15.904 63.616 13.778 55.112 87 - - - - 0,00 - - - - 0,00 55692 55,6
PAJANG 48.103 26 632 8 400 63,29 7.263 29.052 7.124 28.496 98 - - - - 0,00 - - - - 0,00 28896 60,1
PENUMPING 23.604 17 615 0 0 0,00 4.149 16.596 2.885 11.540 70 - - - - 0,00 - - - - 0,00 11540 48,9
PURWOSARI 28.526 5 475 1 180 37,89 4.492 17.968 3.769 15.076 84 - - - - 0,00 - - - - 0,00 15256 53,5
2 SERENGAN 53.614 39 880 0 0 0,00 9.658 38.632 8.731 34.924 90 - - - - 0,00 0,00 34924 65,1
JAYENGAN 30.465 39 880 0 0 0,00 5.129 20.516 4.734 18.936 92 - - - - 0,00 - - - - 0,00 18936 62,2
KRATONAN 23.149 0 0 0 0 0,00 4.529 18.116 3.997 15.988 88 - - - - 0,00 - - - - 0,00 15988 69,1
3 PASARKLIWON 84.883 91 10.800 8 1.980 18,33 9.655 38.620 7.809 31.236 81 - - - - 0,00 0,00 33216 39,1
GAJAHAN 31.805 57 4.080 2 360 8,82 4.585 18.340 4.024 16.096 88 - - - - 0,00 - - - - 0,00 16456 51,7
SANGKRAH 53.078 34 6.720 6 1.620 24,11 5.070 20.280 3.785 15.140 75 - - - - 0,00 - - - - 0,00 16760 31,6
4 JEBRES 143.064 77 11.540 23 3.220 27,90 25.400 101.600 23.881 95.524 94 - - - - 0,00 0,00 98744 69,0
PURWODININGRATAN27.356 15 552 6 300 54,35 4.758 19.032 4.720 18.880 99 - - - - 0,00 - - - - 0,00 19180 70,1
NGORESAN 32.484 14 1.484 4 720 48,52 6.318 25.272 5.733 22.932 91 - - - - 0,00 - - - - 0,00 23652 72,8
SIBELA 50.409 40 2.272 3 520 22,89 8.775 35.100 8.056 32.224 92 - - - - 0,00 - - - - 0,00 32744 65,0
PUCANGSAWIT 32.815 8 7.232 10 1.680 23,23 5.549 22.196 5.372 21.488 97 - - - - 0,00 - - - - 0,00 23168 70,6
5 BANJARSARI 176.938 105 11.642 9 1.180 10,14 32.201 128.804 30.528 117.140 91 - - - - 0,00 0,00 118320 66,9
NUSUKAN 30.561 14 1.750 3 360 20,57 6.828 27.312 6.774 27.096 99 - - - - 0,00 - - - - 0,00 27456 89,8
MANAHAN 20.166 15 460 0 0 0,00 4.028 16.112 4.972 14.916 93 - - - - 0,00 - - - - 0,00 14916 74,0
GILINGAN 27.167 33 7.141 2 360 5,04 5.179 20.716 3.568 14.272 69 - - - - 0,00 - - - - 0,00 14632 53,9
BANYUANYAR 31.529 8 354 2 100 28,25 5.191 20.764 4.983 19.932 96 - - - - 0,00 - - - - 0,00 20032 63,5
SETABELAN 13.279 26 1.041 2 360 34,58 2.438 9.752 2.324 9.296 95 - - - - 0,00 - - - - 0,00 9656 72,7
GAMBIRSARI 54.236 9 896 0 0 0,00 8.537 34.148 7.907 31.628 93 - - - - 0,00 - - - - 0,00 31628 58,3

JUMLAH (KAB/KOTA) 558.732 360 36.584 49 6.960 19,02 92.818 371.272 84.727 333.936 89,94 - - - - 0 - - - - 0 340.896 61,0
TAHUN 2016 552.930 360 36.584 49 6.960 19,02 92.818 371.272 84.727 333.936 89,94 - - - - 0 - - - - 0 340.896 66,8

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 62

DESA YANG MELAKSANAKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)


JUMLAH DESA/ DESA MELAKSANAKAN DESA STOP BABS
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA STBM
KELURAHAN STBM (SBS)
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
#REF! #REF! #REF! #REF!
1 LAWEYAN 11 7 63,6 0 0 0 0
PAJANG 4 4 100,0 0 0 0 0
PENUMPING 4 4 100,0 0 0 0 0
PURWOSARI 3 3 100,0 0 0 0 0
2 SERENGAN 7 7 100,0 0 0 0 0
JAYENGAN 4 4 100,0 0 0 0 0
KRATONAN 3 3 100,0 0 0 0 0
3 PASARKLIWON 9 9 100,0 0 0 0 0
GAJAHAN 6 6 100,0 0 0 0 0
SANGKRAH 3 3 100,0 0 0 0 0
4 JEBRES 11 11 100,0 0 0 0 0
PURWODININGRATAN 6 6 100,0 0 0 0 0
NGORESAN 1 1 100,0 0 0 0 0
SIBELA 1 1 100,0 0 0 0 0
PUCANGSAWIT 3 3 100,0 0 0 0 0
5 BANJARSARI 13 13 100,0 0 0 0 0
NUSUKAN 1 1 100,0 0 0 0 0
MANAHAN 2 2 100,0 0 0 0 0
GILINGAN 3 3 100,0 0 0 0 0
BANYUANYAR 2 2 100,0 0 0 0 0
SETABELAN 4 4 100,0 0 0 0 0
GAMBIRSARI 1 1 100,0 0 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 51 47 92,2 0 0 0 0


TAHUN 2016 51 22 43,1 0,0 0,00 0 0

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 63

PERSENTASE TEMPAT-TEMPAT UMUM MEMENUHI SYARAT KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

TEMPAT-TEMPAT UMUM
YANG ADA MEMENUHI SYARAT KESEHATAN

SARANA PENDIDIKAN SARANA KESEHATAN HOTEL


SARANA TEMPAT-TEMPAT
SARANA PENDIDIKAN HOTEL
KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM

JUMLAH TTU
NO KECAMATAN PUSKESMAS SD SLTP SLTA PUSKESMAS BINTANG NON BINTANG
UMUM

SAKIT UMUM
PUSKESMAS

BINTANG

BINTANG

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH

JUMLAH
RUMAH
SLTP

SLTA

NON
SD

%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! - #DIV/0!
1 LAWEYAN 56 17 26 8 3 7 28 145 53 94,6 17 100,0 26 100,0 8 100,0 3 100,0 7 100,0 28 100,0 142 97,9
PAJANG 25 6 9 4 - 1 9 54 25 100,0 6 100,0 9 100,0 4 100,0 - 100,0 1 100,0 9 100,0 54 100,0
PENUMPING 15 6 6 2 - 4 10 43 12 80,0 6 100,0 6 100,0 2 100,0 - 100,0 4 100,0 10 100,0 40 93,0
PURWOSARI 16 5 11 2 3 2 9 48 16 100,0 5 100,0 11 100,0 2 100,0 3 100,0 2 100 9 100,0 48 100,0
2 SERENGAN 28 10 6 5 - 2 4 55 28 100,0 10 100,0 6 100,0 5 100,0 - 100,0 2 100,0 4 100,0 55 100,0
JAYENGAN 15 6 3 2 - 2 4 32 15 100,0 6 100,0 3 100,0 2 100,0 - 100,0 2 100,0 4 100,0 32 100,0
KRATONAN 13 4 3 3 - - - 23 13 100,0 4 100,0 3 100,0 3 100,0 - 100,0 - 100,0 - 100,0 23 100,0
3 PASARKLIWON 44 11 7 5 1 3 3 74 40 90,9 11 100,0 7 100,0 5 100,0 1 100,0 3 100,0 3 100,0 70 94,59
GAJAHAN 19 8 4 2 1 3 2 39 19 100,0 8 100,0 4 100,0 2 100,0 1 100,0 3 100,0 2 100,0 39 100,0
SANGKRAH 25 3 3 3 - - 1 35 21 84,0 3 100,0 3 100,0 3 100,0 - 100,0 - 100,0 1 100,0 31 88,6
4 JEBRES 55 18 15 10 3 2 3 106 55 100,0 18 100,0 15 100,0 10 100,0 3 100,0 2 100,0 3 100,0 106 100,0
PURWODININGRATAN 11 7 8 2 - 2 - 30 11 100,0 7 100,0 8 100,0 2 100,0 - 100,0 2 100,0 - 100,0 30 100,0
NGORESAN 12 5 5 2 3 - - 27 12 100,0 5 100,0 5 100,0 2 100,0 3 100,0 - 100,0 - 100,0 27 100,0
SIBELA 16 2 2 3 - - - 23 16 100,0 2 100,0 2 100,0 3 100,0 - 100,0 - 100,0 - 100,0 23 100,0
PUCANGSAWIT 16 4 - 3 - - 3 26 16 100,0 4 100,0 - - 3 100,0 - 100,0 - 100,0 3 100,0 26 100,0
5 BANJARSARI 90 27 35 13 4 9 49 227 72 80,0 26 96,3 33 94,3 13 100,0 4 100,0 9 100,0 48 98,0 205 90,3
NUSUKAN 15 2 4 3 - - 1 25 - - 2 100,0 4 100,0 3 100,0 - 100,0 - 100,0 1 100,0 10 40,0
MANAHAN 11 4 8 1 1 2 2 29 11 100,0 4 100,0 8 100,0 1 100,0 1 100,0 2 100,0 2 100,0 29 100,0
GILINGAN 17 1 7 2 1 4 35 67 17 100,0 1 100,0 7 100,0 2 100,0 1 100,0 4 100,0 35 100,0 67 100,0
BANYUANYAR 15 8 9 2 - - 1 35 14 93,3 9 112,5 9 100,0 2 100,0 - 100,0 - 100,0 - 100,0 34 97,1
SETABELAN 10 9 4 2 1 3 10 39 9 90,0 8 88,9 3 75,0 2 100,0 1 100,0 3 100,0 10 100,0 36 92,3
GAMBIRSARI 22 3 3 3 1 - - 32 21 95,5 2 66,7 2 66,7 3 100,0 1 100,0 - 100,0 - 100,0 29 90,6

JUMLAH (KAB/KOTA) 273 83 89 41 11 23 87 607 248 90,8 82 98,8 87 97,8 41 100,0 11 100,0 23 100,0 86 98,9 578 95,22
TAHUN 2016 276 85 9*0 42 12 20 108 633 273 100,0 84 100,0 89 100,0 17 100,0 11 100,0 17 100,0 108 100,0 606 100

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 64

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) MENURUT STATUS HIGIENE SANITASI


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

TPM MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI TPM TIDAK MEMENUHI SYARAT HIGIENE SANITASI
JUMLAH RUMAH DEPOT AIR RUMAH DEPOT AIR
NO KECAMATAN PUSKESMAS MAKANAN MAKANAN
TPM JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL % JASA BOGA MAKAN/ MINUM TOTAL %
JAJANAN JAJANAN
RESTORAN (DAM) RESTORAN (DAM)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
0 ###### 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 132 12 48 21 30 111 84,09 0 0 11 0 11 8,33
PAJANG 43 4 4 14 21 43 100 0 0 0 0 0 0,00
PENUMPING 54 8 20 4 6 38 70,37 0 0 6 0 6 11,11
PURWOSARI 35 0 24 3 3 30 85,71 0 0 5 0 5 14,29
2 SERENGAN 60 9 17 10 18 54 90 0 0 4 2 6 10,00
JAYENGAN 21 4 7 6 4 21 100 0 0 0 0 0 0,00
KRATONAN 39 5 10 4 14 33 84,62 0 0 4 2 6 15,38
3 PASARKLIWON 43 6 3 2 3 14 32,56 6 0 14 9 29 67,44
GAJAHAN 27 6 3 1 3 13 48,15 6 0 6 2 14 51,85
SANGKRAH 16 0 0 1 0 1 6,25 0 0 8 7 15 93,75
4 JEBRES 153 11 39 35 52 137 89,54 0 1 15 0 16 10,46
PURWODININGRATAN 61 4 9 4 43 60 98,36 0 0 1 0 1 1,64
NGORESAN 10 3 0 6 1 10 100 0 0 0 0 0 0,00
SIBELA 55 1 27 9 6 43 78,18 0 0 12 0 12 21,82
PUCANGSAWIT 27 3 3 16 2 24 88,89 0 1 2 0 3 11,11
5 BANJARSARI 257 40 94 48 26 208 80,93 17 9 13 10 49 19,07
NUSUKAN 75 1 39 15 15 70 93,33 1 2 2 0 5 6,67
MANAHAN 40 4 27 5 0 36 90,00 1 0 2 1 4 10,00
GILINGAN 42 22 0 6 0 28 66,67 8 0 1 5 14 33,33
BANYUANYAR 55 3 6 12 11 32 58,18 5 7 7 4 23 41,82
SETABELAN 26 4 22 0 0 26 100 0 0 0 0 0 0,00
GAMBIRSARI 19 6 0 10 0 16 84,21 2 0 1 0 3 15,79

JUMLAH (KAB/KOTA) 645 78 201 116 129 524 81,24 23 10 57 21 111 17,21
TAHUN 2016 828 78 119 136 449 782 94,41 0 2 0 90 92 5,56

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 65

TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN DIBINA DAN DIUJI PETIK


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

JUMLAH TPM DIBINA JUMLAH TPM DIUJI PETIK

PERSENTASE TPM DIBINA

SYARAT HIGIENE SANITASI


JUMLAH TPM MEMENUHI

PERSENTASE TPM
MEMENUHI SYARAT
JUMLAH TPM TIDAK

MAKANAN JAJANAN

MAKANAN JAJANAN
DEPOT AIR MINUM

DEPOT AIR MINUM


RUMAH MAKAN/

RUMAH MAKAN/

DIUJI PETIK
JASA BOGA

JASA BOGA
RESTORAN

RESTORAN
TOTAL

TOTAL
(DAM)

(DAM)
NO KECAMATAN PUSKESMAS

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 LAWEYAN 11 0 0 1 5 6 54,55 111 0 0 25 20 45 40,54


PAJANG 0 0 0 0 0 0 0,00 43 0 0 11 4 15 34,88
PENUMPING 6 0 0 1 5 6 100,00 38 0 0 7 1 8 21,05
PURWOSARI 5 0 0 0 0 0 0,00 30 0 0 7 15 22 73,33
2 SERENGAN 6 0 0 1 2 3 50,00 54 0 0 9 5 14 25,93
JAYENGAN 0 0 0 0 0 0 0,00 21 0 0 5 3 8 38,10
KRATONAN 6 0 0 1 2 3 50,00 33 0 0 4 2 6 18,18
3 PASARKLIWON 29 6 0 3 1 10 34,48 14 0 0 3 5 8 57,14
GAJAHAN 14 6 0 2 1 9 64,29 13 0 0 2 5 7 53,85
SANGKRAH 15 0 0 1 0 1 6,67 1 0 0 1 0 1 100,00
4 JEBRES 16 0 1 3 0 4 25,00 137 2 1 23 4 30 21,90
PURWODININGRATAN 1 0 0 0 0 0 0,00 60 0 1 4 1 6 10,00
NGORESAN 0 0 0 0 0 0 0,00 10 0 0 6 0 6 60,00
SIBELA 12 0 0 2 0 2 16,67 43 1 0 7 2 10 23,26
PUCANGSAWIT 3 0 1 1 0 2 66,67 24 1 0 6 1 8 33,33
5 BANJARSARI 49 16 9 8 4 37 75,51 208 2 2 39 3 46 22,12
NUSUKAN 5 1 2 1 0 4 80,00 70 0 0 14 2 16 22,86
MANAHAN 4 0 0 0 0 0 0,00 36 0 0 4 0 4 11,11
GILINGAN 14 8 0 0 0 8 57,14 28 0 0 8 1 9 32,14
BANYUANYAR 23 5 7 7 4 23 100,00 32 0 0 7 0 7 21,88
SETABELAN 0 0 0 0 0 0 0,00 26 1 2 0 0 3 11,54
GAMBIRSARI 3 2 0 0 0 2 66,67 16 1 0 6 0 7 43,75

JUMLAH (KAB/KOTA) 111 22 10 16 12 60 54,05 524 4 3 99 37 143 27,29


TAHUN 2016 156 13 25 39 79 156 100,00 569 0 0 0 0 0 0,00

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 66

PERSENTASE KETERSEDIAAN OBAT DAN VAKSIN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PERSENTASE
SATUAN TOTAL JUMLAH
NO NAMA OBAT KEBUTUHAN SISA STOK KETERSEDIAAN
TERKECIL PENGGUNAAN OBAT/VAKSIN
OBAT/VAKSIN
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Albendazol tab Tablet 142.680 95.120 24.870 119.990 84,10
2 Amoxicillin 500 mg tab Tablet 1.380.300 920.200 538.800 1.459.000 105,70
3 Amoxicillin syrup Botol 19.575 13.050 21.610 34.660 177,06
4 Deksametason tab Tablet 1.272.300 848.200 470.100 1.318.300 103,62
5 Diazepam injeksi 5 mg/mL Ampul 50 33 17 50 100
6 Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai HCL) Ampul 201 134 - 134 66,67
7 Fitomenadion (Vitamin K) injeksi Ampul - - - -
8 Furosemid tablet 40 mg Tablet 9.900 6.600 8.500 15.100 152,53
9 Garam oralit Kantong 32.925 21.950 45.900 67.850 206,07
10 Glibenklamid Tablet 17.100 11.400 28.600 40.000 233,92
11 Kaptopril tab Tablet 255.000 170.000 106.600 276.600 108,47
12 Magnesium Sulfat injeksi 20 % Vial 26 17 103 120 461,54
13 Metilergometrin Maleat inj 0,200 mg-1 ml Ampul 129 86 114 200 155,04
14 Obat Anti Tuberculosis dewasa Paket 1.781 1.187 73 1.260 70,75
15 Oksitosin injeksi Ampul 1.208 805 330 1.135 93,96
16 Parasetamol 500 mg tab Tablet 1.101.600 734.400 1.007.500 1.741.900 158,12
17 Tablet Tambah Darah Tablet 1.127.925 751.950 - 751.950 66,67
18 Vaksin BCG Vial 254 169 260 429 168,90
19 Vaksin TT Vial 153 102 429 531 347,06
20 Vaksin DPT/ DPT-HB/ DPT-HB-Hib Vial 1.035 690 310 1.000 96,62

Sumber: Instalasi Farmasi


catatan: diisi sesuai dengan indikator program terbaru (20 jenis obat)
TABEL 67

JUMLAH SARANA KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

PEMILIKAN/PENGELOLA
NO FASILITAS KESEHATAN
KEMENKES PEM.PROV PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9
RUMAH SAKIT
1 RUMAH SAKIT UMUM 0 1 1 1 0 8 11
2 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 1 0 0 0 1 2
PUSKESMAS DAN JARINGANNYA
1 PUSKESMAS RAWAT INAP 0 0 4 0 0 0 4
- JUMLAH TEMPAT TIDUR 0 0 40 0 0 0 40
2 PUSKESMAS NON RAWAT INAP 0 0 13 0 0 0 13
3 PUSKESMAS KELILING 0 0 17 0 0 0 17
4 PUSKESMAS PEMBANTU 0 0 25 0 0 0 25
SARANA PELAYANAN LAIN
1 RUMAH BERSALIN - - - - - - -
2 BALAI PENGOBATAN/KLINIK 0 0 0 2 0 71 73
3 PRAKTIK DOKTER BERSAMA - - - - - - -
4 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN 0 0 0 0 0 499 499
5 PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL 0 0 0 0 0 55 55
6 BANK DARAH RUMAH SAKIT 0 1 1 1 0 8 11
7 UNIT TRANSFUSI DARAH 0 0 0 0 0 1 1
SARANA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI KEFARMASIAN
1 INDUSTRI FARMASI 0 0 0 0 0 0 -
2 INDUSTRI OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 0 -
3 USAHA KECIL OBAT TRADISIONAL 0 0 0 0 0 5 5
4 PRODUKSI ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 1 1
5 PEDAGANG BESAR FARMASI 0 0 0 0 0 34 34
6 APOTEK 0 0 0 0 0 157 157
7 TOKO OBAT 0 0 0 0 0 23 23
8 PENYALUR ALAT KESEHATAN 0 0 0 0 0 21 21
9 INDUSTRI KOSMETIK 0 0 0 0 0 5 5

Sumber: Bidang Yankes


TABEL 68

PERSENTASE SARANA KESEHATAN (RUMAH SAKIT) DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I
KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I


NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA
JUMLAH %
1 2 3 4 5

1 RUMAH SAKIT UMUM 11 11 100,00

2 RUMAH SAKIT KHUSUS 2 2 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 13 13 100,00

Sumber: Bidang Yankes


TABEL 69

JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

STRATA POSYANDU
POSYANDU AKTIF
NO KECAMATAN PUSKESMAS PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI
JUMLAH
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
#DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! 0 0 #DIV/0!
1 LAWEYAN 0 0,00 0 0,00 3 2,75 106 97,25 109 109 100,00
PAJANG 0 0,00 0 0,00 2 1,83 41 95,35 43 43 100,00
PENUMPING 0 0,00 0 0,00 1 2,33 27 96,43 28 28 100,00
PURWOSARI 0 0,00 0 0,00 0 0,00 38 100,00 38 38 100,00
2 SERENGAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 63 100,00 63 63 100,00
JAYENGAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 33 100,00 33 33 100,00
KRATONAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 30 100,00 30 30 100,00
3 PASARKLIWON 0 0,00 0 0,00 9 30,00 91 91,00 100 100 100,00
GAJAHAN 0 0,00 0 0,00 6 6,00 43 87,76 49 49 100,00
SANGKRAH 0 0,00 0 0,00 3 3,00 48 94,12 51 51 100,00
4 JEBRES 0 0,00 6 6,00 22 22,00 132 82,50 160 154 96,25
PURWODININGRATAN 0 0,00 0 0,00 3 3,00 35 92,11 38 38 100,00
NGORESAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 37 100,00 37 37 100,00
SIBELA 0 0,00 0 0,00 0 0,00 45 100,00 45 45 100,00
PUCANGSAWIT 0 0,00 6 6,00 19 19,00 15 37,50 40 34 85,00
5 BANJARSARI 0 0,00 0 0,00 6 6,00 167 96,53 173 173 100,00
NUSUKAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 28 100,00 28 28 100,00
MANAHAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 21 100,00 21 21 100,00
GILINGAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 32 100,00 32 32 100,00
BANYUANYAR 0 0,00 0 0,00 0 0,00 29 100,00 29 29 100,00
SETABELAN 0 0,00 0 0,00 0 0,00 21 100,00 21 21 100,00
GAMBIRSARI 0 0,00 0 0,00 6 6,00 36 85,71 42 42 100,00

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0,00 6 0,99 40 6,61 559 92,40 605 599 99,01
RASIO POSYANDU PER 100 BALITA 2

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 70

JUMLAH UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KECAMATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/ UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)


KELURAHAN POSKESDES POLINDES POSBINDU
1 2 3 4 5 6 7

1 LAWEYAN 11 0 0 7
PAJANG 4 0 0 4
PENUMPING 4 0 0 2
PURWOSARI 3 0 0 1
2 SERENGAN 7 0 0 5
JAYENGAN 4 0 0 2
KRATONAN 3 0 0 3
3 PASARKLIWON 9 0 0 5
GAJAHAN 6 0 0 4
SANGKRAH 3 0 0 1
4 JEBRES 11 0 0 5
PURWODININGRATAN 6 0 0 2
NGORESAN 1 0 0 1
SIBELA 1 0 0 1
PUCANGSAWIT 3 0 0 1
5 BANJARSARI 13 0 0 10
NUSUKAN 1 0 0 1
MANAHAN 2 0 0 2
GILINGAN 3 0 0 2
BANYUANYAR 2 0 0 2
SETABELAN 4 0 0 2
GAMBIRSARI 1 0 0 1

JUMLAH (KAB/KOTA) 51 0 0 32

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 71

JUMLAH DESA SIAGA MENURUT KECAMATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

DESA/KELURAHAN SIAGA
JUMLAH
NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA/
PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH %
KELURAHAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0 - #DIV/0!
1 LAWEYAN 11 0 0 0 11 11 100
PAJANG 4 0 0 0 4 4 100
PENUMPING 4 0 0 0 4 4 100
PURWOSARI 3 0 0 0 3 3 100
2 SERENGAN 7 0 0 0 7 7 100
JAYENGAN 4 0 0 0 4 4 100
KRATONAN 3 0 0 0 3 3 100
3 PASARKLIWON 9 0 0 0 9 9 100
GAJAHAN 6 0 0 0 6 6 100
SANGKRAH 3 0 0 0 3 3 100
4 JEBRES 11 0 0 0 11 11 100
PURWODININGRATAN 6 0 0 0 6 6 100
NGORESAN 1 0 0 0 1 1 100
SIBELA 1 0 0 0 1 1 100
PUCANGSAWIT 3 0 0 0 3 3 100
5 BANJARSARI 13 0 0 0 13 13 100
NUSUKAN 1 0 0 0 1 1 100
MANAHAN 2 0 0 0 2 2 100
GILINGAN 3 0 0 0 3 3 100
BANYUANYAR 2 0 0 0 2 2 100
SETABELAN 4 0 0 0 4 4 100
GAMBIRSARI 1 0 0 0 1 1 100

JUMLAH (KAB/KOTA) 51 0 0 0 51 51 100

Sumber: Laporan Puskesmas


TABEL 72

JUMLAH TENAGA MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

DOKTER
DR SPESIALIS DOKTER UMUM TOTAL DOKTER GIGI TOTAL
NO UNIT KERJA GIGI SPESIALIS
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1 Puskesmas Pajang - - - 1 4 5 1 4 5 - 1 1 - - - - 1 1
2 Puskesmas Penumping - - - 2 1 3 2 1 3 - 1 1 - - - - 1 1
3 Puskesmas Purwosari - - - - 1 1 - 1 1 - 2 2 - - - - 2 2
4 Puskesmas Jayengan - - - 1 1 2 1 1 2 - 1 1 - - - - 1 1
5 Puskesmas Kratonan - - - 1 1 2 1 1 2 - 1 1 - - - - 1 1
6 Puskesmas Gajahan - - - 1 3 4 1 3 4 - 1 1 - - - - 1 1
7 Puskesmas Sangkrah - - - 1 2 3 1 2 3 - 1 1 - - - - 1 1
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - 1 2 3 1 2 3 - 1 1 - - - - 1 1
9 Puskesmas Ngoresan - - - - 2 2 - 2 2 - 1 1 - - - - 1 1
10 Puskesmas Sibela - - - 1 3 4 1 3 4 - 1 1 - - - - 1 1
11 Puskesmas Pucangsawit - - - 1 1 2 1 1 2 2 - 2 - - - 2 - 2
12 Puskesmas Nusukan - - - - 2 2 - 2 2 - 1 1 - - - - 1 1
13 Puskesmas Manahan - - - 1 1 2 1 1 2 - 1 1 - - - - 1 1
14 Puskesmas Gilingan - - - - 1 1 - 1 1 - 1 1 - - - - 1 1
15 Puskesmas Banyuanyar - - - 1 2 3 1 2 3 - 1 1 - - - - 1 1
16 Puskesmas Setabelan - - - - 2 2 - 2 2 - 1 1 - - - - 1 1
17 Puskesmas Gambirsari - - - 2 - 2 2 - 2 - 2 2 - - - - 2 2

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - - - 14 29 43 14 29 43 2 18 20 - - - 2 18 20


- - - - - - - - - -
1 RSUD Dr. Moewardi 127 71 198 9 12 21 136 83 219 2 3 5 1 3 4 3 6 9
2 RS Slamet Riyadi 6 6 12 3 1 4 9 7 16 1 1 2 - - - 1 1 2
3 RS Dr Oen Surakarta 14 4 18 14 10 24 28 14 42 2 - 2 - - - 2 - 2
4 RS Brayat Minulyo - 2 2 4 3 7 4 5 9 - 1 1 - - - - 1 1
5 RS Panti Waluyo 46 23 69 7 22 29 53 45 98 1 6 7 1 1 2 2 7 9
6 RS Kasih Ibu 47 19 66 14 14 28 61 33 94 - 3 3 2 1 3 2 4 6
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 56 27 83 9 17 26 65 44 109 - 2 2 1 2 3 1 4 5
8 RSUI Kustati 33 12 45 6 6 12 39 18 57 1 1 2 1 - 1 2 1 3
9 RS Tri Harsi 7 4 11 2 2 4 9 6 15 1 2 3 - 1 1 1 3 4
10 RSUD Kota Surakarta 2 7 9 3 5 8 5 12 17 - 3 3 - - - - 3 3
11 RS Hermina 19 23 42 5 14 19 24 37 61 1 1 2 1 3 4 2 4 6
12 RSJD Surakarta 3 7 10 4 8 12 7 15 22 1 1 2 - - - 1 1 2
13 RS Mata Solo 3 5 8 1 2 3 4 7 11 - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 363 210 573 81 116 197 444 326 770 10 24 34 7 11 18 17 35 52
SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 52 56 108 87 167 254 139 223 362 17 42 59 6 18 24 23 60 83
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 415 266 681 182 312 494 597 578 1.175 29 84 113 13 29 42 42 113 155
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 122 88 210 20 8 28

Sumber: Profil SDMK


a
Keterangan : termasuk S3
TABEL 73

JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

a
PERAWAT PERAWAT GIGI
NO UNIT KERJA BIDAN
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 Puskesmas Pajang 8 2 9 11 0 1 1
2 Puskesmas Penumping 4 0 5 5 0 1 1
3 Puskesmas Purwosari 4 0 5 5 0 1 1
4 Puskesmas Jayengan 5 0 5 5 0 1 1
5 Puskesmas Kratonan 5 1 5 6 0 1 1
6 Puskesmas Gajahan 12 1 11 12 0 1 1
7 Puskesmas Sangkrah 6 2 3 5 0 1 1
8 Puskesmas Purwodiningratan 4 2 2 4 0 1 1
9 Puskesmas Ngoresan 4 1 4 5 0 1 1
10 Puskesmas Sibela 9 5 6 11 0 1 1
11 Puskesmas Pucangsawit 5 2 2 4 0 1 1
12 Puskesmas Nusukan 4 1 4 5 0 1 1
13 Puskesmas Manahan 3 1 4 5 0 1 1
14 Puskesmas Gilingan 4 1 4 5 0 1 1
15 Puskesmas Banyuanyar 11 3 7 10 0 1 1
16 Puskesmas Setabelan 4 1 7 8 0 1 1
17 Puskesmas Gambirsari 4 0 4 4 0 1 1
0 0
SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 96 23 87 110 0 17 17

1 RSUD Dr. Moewardi 87 371 648 1019 0 6 6


2 RS Slamet Riyadi 25 25 63 88 0 0 0
3 RS Dr Oen Surakarta 28 53 275 328 0 3 3
4 RS Brayat Minulyo 11 18 106 124 0 0 0
5 RS Panti Waluyo 64 139 366 505 0 2 2
6 RS Kasih Ibu 26 53 228 281 0 2 2
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 39 104 224 328 0 0 0
8 RSUI Kustati 21 78 235 313 0 0 0
9 RS Tri Harsi 13 12 11 23 1 4 5
10 RSUD Kota Surakarta 17 12 9 21 1 1 2
11 RS Hermina 12 6 47 53 0 0 0
12 RSJD Surakarta 0 117 128 245 0 2 2
13 RS Mata Solo 0 1 19 20 0 0 0

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 343 989 2359 3348 2 20 22


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 104 40 186 226 0 6 6
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA 0 0 0 0 0 0 0
JUMLAH (KAB/KOTA) 543 1052 2632 3684 2 43 45
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 97,18 659,35 8,05

Sumber: Profil SDMK


a
Keterangan : termasuk perawat anastesi dan perawat spesialis
TABEL 74

JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

TENAGA KEFARMASIAN
TENAGA TEKNIS
NO UNIT KERJA APOTEKER TOTAL
KEFARMASIANa
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 Puskesmas Pajang - 4 4 - 1 1 - 5 5
2 Puskesmas Penumping - 2 2 - - - - 2 2
3 Puskesmas Purwosari 1 2 3 - - - 1 2 3
4 Puskesmas Jayengan - 3 3 - - - - 3 3
5 Puskesmas Kratonan - 4 4 - - - - 4 4
6 Puskesmas Gajahan - 4 4 - - - - 4 4
7 Puskesmas Sangkrah - 4 4 - - - - 4 4
8 Puskesmas Purwodiningratan - 3 3 - - - - 3 3
9 Puskesmas Ngoresan - 3 3 - - - - 3 3
10 Puskesmas Sibela - 5 5 - 1 1 - 6 6
11 Puskesmas Pucangsawit 1 2 3 - - - 1 2 3
12 Puskesmas Nusukan - 3 3 - 1 1 - 4 4
13 Puskesmas Manahan - 2 2 - - - - 2 2
14 Puskesmas Gilingan 1 1 2 - - - 1 1 2
15 Puskesmas Banyuanyar 1 1 2 - 1 1 1 2 3
16 Puskesmas Setabelan - 2 2 - - - - 2 2
17 Puskesmas Gambirsari - 3 3 - - - - 3 3

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 4 48 52 - 4 4 4 52 56


- - - - -
1 RSUD Dr. Moewardi 17 74 91 2 30 32 19 104 123
2 RS Slamet Riyadi 1 6 7 - 2 2 1 8 9
3 RS Dr Oen Surakarta - 1 1 - 4 4 - 5 5
4 RS Brayat Minulyo 1 18 19 - 3 3 1 21 22
5 RS Panti Waluyo 10 60 70 4 15 19 14 75 89
6 RS Kasih Ibu 2 46 48 - 3 3 2 49 51
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 6 41 47 4 11 15 10 52 62
8 RSUI Kustati 8 11 19 1 6 7 9 17 26
9 RS Tri Harsi - 2 2 - 1 1 - 3 3
10 RSUD Kota Surakarta 2 4 6 - 2 2 2 6 8
11 RS Hermina - 2 2 - 1 1 - 3 3
12 RSJD Surakarta 1 13 14 3 6 9 4 19 23
13 RS Mata Solo 2 5 7 - 1 1 2 6 8

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 50 283 333 14 85 99 64 368 432


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 5 74 79 58 315 373 63 389 452
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 59 405 464 72 404 476 131 809 940
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 83,05 85,19 168,24

Sumber: Profil SDMK


Keterangan : a termasuk analis farmasi, asisten apoteker, sarjana farmasi
TABEL 75

JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

KESEHATAN MASYARAKATa KESEHATAN LINGKUNGANb


NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8

1 Puskesmas Pajang - 2 2 - 1 1
2 Puskesmas Penumping - 1 1 - - -
3 Puskesmas Purwosari - 1 1 - 1 1
4 Puskesmas Jayengan - 1 1 - 1 1
5 Puskesmas Kratonan - 2 2 1 - 1
6 Puskesmas Gajahan - 3 3 1 - 1
7 Puskesmas Sangkrah - 1 1 - 1 1
8 Puskesmas Purwodiningratan - 2 2 1 - 1
9 Puskesmas Ngoresan - 2 2 1 - 1
10 Puskesmas Sibela - 2 2 - - -
11 Puskesmas Pucangsawit 1 - 1 - 1 1
12 Puskesmas Nusukan - 2 2 1 - 1
13 Puskesmas Manahan - 1 1 - 1 1
14 Puskesmas Gilingan - 2 2 - 1 1
15 Puskesmas Banyuanyar - 1 1 1 - 1
16 Puskesmas Setabelan - 1 1 - 1 1
17 Puskesmas Gambirsari - 1 1 - 1 1

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 1 25 26 6 9 15

1 RSUD Dr. Moewardi - 1 1 - 3 3


2 RS Slamet Riyadi - - - - - -
3 RS Dr Oen Surakarta 1 - 1 1 - 1
4 RS Brayat Minulyo - - - - 1 1
5 RS Panti Waluyo - - - 3 - 3
6 RS Kasih Ibu - - - - 1 1
7 RS PKU Muhammadiyah Ska - - - 2 - 2
8 RSUI Kustati - - - - - -
9 RS Tri Harsi - - - - - -
10 RSUD Kota Surakarta - - - - 2 2
11 RS Hermina - - - 1 - 1
12 RSJD Surakarta - 2 2 2 1 3
13 RS Mata Solo - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 1 3 4 9 8 17


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - 2 2 - 4 4
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 2 30 32 15 21 36
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 5,73 6,44

Sumber: Profil SDMK


Keterangan :
a
termasuk tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga biostatistik dan kependudukan,
tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, epidemiolog kesehatan
b
termasuk tenaga sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan
TABEL 76

JUMLAH TENAGA GIZI DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2016

NUTRISIONIS DIETISIEN TOTAL


NO UNIT KERJA
L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 Puskesmas Pajang - 1 1 - - - - 1 1
2 Puskesmas Penumping - 1 1 - - - - 1 1
3 Puskesmas Purwosari 1 - 1 - - - 1 - 1
4 Puskesmas Jayengan - 1 1 - - - - 1 1
5 Puskesmas Kratonan - 1 1 - - - - 1 1
6 Puskesmas Gajahan 2 - 2 - - - 2 - 2
7 Puskesmas Sangkrah - 2 2 - - - - 2 2
8 Puskesmas Purwodiningratan - 1 1 - - - - 1 1
9 Puskesmas Ngoresan - 1 1 - - - - 1 1
10 Puskesmas Sibela - 2 2 - - - - 2 2
11 Puskesmas Pucangsawit - 1 1 - - - - 1 1
12 Puskesmas Nusukan 1 - 1 - - - 1 - 1
13 Puskesmas Manahan 1 - 1 - - - 1 - 1
14 Puskesmas Gilingan - 1 1 - - - - 1 1
15 Puskesmas Banyuanyar - 2 2 - - - - 2 2
16 Puskesmas Setabelan 1 - 1 - - - 1 - 1
17 Puskesmas Gambirsari - 1 1 - - - - 1 1

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 6 15 21 - - - 6 15 21


- - - - -
1 RSUD Dr. Moewardi 3 20 23 - - - 3 20 23
2 RS Slamet Riyadi - 3 3 - - - - 3 3
3 RS Dr Oen Surakarta - 4 4 - - - - 4 4
4 RS Brayat Minulyo - - - - 2 2 - 2 2
5 RS Panti Waluyo - 2 2 1 1 2 1 3 4
6 RS Kasih Ibu - 4 4 - 1 1 - 5 5
7 RS PKU Muhammadiyah Ska - 2 2 - 3 3 - 5 5
8 RSUI Kustati - 1 1 - - - - 1 1
9 RS Tri Harsi - 2 2 - - - - 2 2
10 RSUD Kota Surakarta - 3 3 - - - - 3 3
11 RS Hermina - 1 1 - - - - 1 1
12 RSJD Surakarta 3 5 8 - - - 3 5 8
13 RS Mata Solo - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 6 47 53 1 7 8 7 54 61


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN - 6 6 - - - -
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 12 68 80 1 7 8 13 69 82
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 14,68

Sumber: Profil SDMK


TABEL 77

JUMLAH TENAGA KETERAPIAN FISIK DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

TENAGA KETERAPIAN FISIK


TOTAL
NO UNIT KERJA FISIOTERAPIS OKUPASI TERAPIS TERAPIS WICARA AKUPUNKTUR
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1 Puskesmas Pajang - 1 1 - - - - - - - - - - 1 1
2 Puskesmas Penumping - - - - - - - - - - - - - - -
3 Puskesmas Purwosari - - - - - - - - - - - - - - -
4 Puskesmas Jayengan - - - - - - - - - - - - - - -
5 Puskesmas Kratonan - - - - - - - - - - - - - - -
6 Puskesmas Gajahan - - - - - - - - - - - - - - -
7 Puskesmas Sangkrah - - - - - - - - - - - - - - -
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - - - - - - - - - - - - -
9 Puskesmas Ngoresan - - - - - - - - - - - - - - -
10 Puskesmas Sibela - - - - - - - - - - - - - - -
11 Puskesmas Pucangsawit - - - - - - - - - - - - - - -
12 Puskesmas Nusukan - - - - - - - - - - - - - - -
13 Puskesmas Manahan - - - - - - - - - - - - - - -
14 Puskesmas Gilingan - - - - - - - - - - - - - - -
15 Puskesmas Banyuanyar - - - - - - - - - - - - - - -
16 Puskesmas Setabelan - - - - - - - - - - - - - - -
17 Puskesmas Gambirsari - - - - - - - - - - - - - - -

SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) - 1 1 - - - - - - - - - - 1 1

1 RSUD Dr. Moewardi 9 11 20 1 4 5 1 1 2 1 - 1 12 16 28


2 RS Slamet Riyadi - 3 3 - - - - - - - - - - 3 3
3 RS Dr Oen Surakarta 3 6 9 1 2 3 - - - - - - 4 8 12
4 RS Brayat Minulyo - - - - - - - - - - - - - - -
5 RS Panti Waluyo 3 6 9 - 1 1 - - - - - - 3 7 10
6 RS Kasih Ibu 1 6 7 1 - 1 1 - 1 - - - 3 6 9
7 RS PKU Muhammadiyah Ska 2 3 5 - 1 1 - 1 1 - - - 2 5 7
8 RSUI Kustati 1 - 1 - - - - - - - - - 1 - 1
9 RS Tri Harsi - 4 4 - - - - - - - - - - 4 4
10 RSUD Kota Surakarta - 1 1 - - - - - - - - - - 1 1
11 RS Hermina - 2 2 1 - 1 - 1 1 - - - 1 3 4
12 RSJD Surakarta 1 2 3 1 2 3 - - - - - - 2 4 6
13 RS Mata Solo - - - - - - - - - - - - - - -

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 20 44 64 5 10 15 2 3 5 1 - 1 28 57 85


SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 6 14 20 3 3 6 1 3 4 - - - 10 20 30
KLINIK DI INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT - - - - - - - - - - - - - - -
KLINIK DI DINAS KESEHATAN KAB/KOTA - - - - - - - - - - - - - - -
JUMLAH (KAB/KOTA) 26 59 85 8 13 21 3 6 9 1 - 1 38 78 116
RASIO TERHADAP 100.000 PENDUDUK 21

Sumber: Profil SDMK


TABEL 78

JUMLAH TENAGA KETEKNISIAN MEDIS DI FASILITAS KESEHATAN


KOTA SURAKARTA
TAHUN 2017

TENAGA KETEKNISIAN MEDIS


NO UNIT KERJA REKAM MEDIS DAN
TEKNISI ANALISIS REFRAKSIONIS TEKNISI TRANSFUSI TEKNISI
RADIOGRAFER RADIOTERAPIS TEKNISI GIGI ORTETIK PROSTETIK INFORMASI JUMLAH
ELEKTROMEDIS KESEHATAN OPTISIEN DARAH KARDIOVASKULER
KESEHATAN
L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

1 Puskesmas Pajang - - - - - - - - - - - - 1 1 2 - - - - - - 1 - 1 - - - - - - 2 1 3
2 Puskesmas Penumping - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 1 - 1
3 Puskesmas Purwosari - - - - - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 1 1
4 Puskesmas Jayengan - - - - - - - - - - - - 1 - 1 - - - - - - - - - - - - - - - 1 - 1
5 Puskesmas Kratonan - - - - - - - - - - - - 1 1 2 - - - - - - - - - - - - - - - 1 1 2
6 Puskesmas Gajahan - - - - - - - - - - - - 1 1 2 - - - - - - - 1 1 - - - - - - 1 2 3
7 Puskesmas Sangkrah - - - - - - - - - - - - - 2 2 - - - - - - 1 - 1 - - - - - - 1 2 3
8 Puskesmas Purwodiningratan - - - - - - - - - - - - 1 1 2 - - - - - - - 1 1 - - - - - - 1 2 3
9 Puskesmas Ngoresan