Anda di halaman 1dari 8

PENUNTUN PRAKTIKUM LAPANGAN

MATA KULIAH PRODUKTIFITAS PERAIRAN

DOSEN PENGASUH:
ENCIK WELIYADI, S.Pi., M.Sc

JURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2014
PENUNTUN PRAKTIKUM LAPANGAN
MATA KULIAH PRODUKTIFITAS PERAIRAN

Kode mata kuliah : Produktifitas perairan


Jumlah SKS : 3 SKS
Semester : Genap
Koordinator Praktikum : Encik Weliyadi, S.Pi., M.Sc
Pelaksana Praktikum : Encik Weliyadi, S.Pi., M.Sc

A. Pendahuluan
Produktifitas Perairan adalah gambaran atau kondisi tingkat kesuburan dari suatu
perairan. Untuk mengukur seberapa besar tingkat kesuburan di perairan tertentu
adalah dengan menghitung Produktifitas Primer di perairan tersebut. Produktifitas
primer adalah jumlah energi cahaya yang diserap dan disimpan oleh jasad produser
“fitoplankton” sebagai makanan (bahan organik), melalui proses fotosintesa dan
kemosintesa dalam periode waktu tertentu.
Nilai produktivitas primer yang dihasilkan oleh organisme-organisme eutotrof
tersebut dapat diduga dari kemampuannya melakukan fotosintesa. (Anonim, 1992).
Dalam penggunaan metode oksigen, didasarkan atas terbentuknya oksigen selama
berlangsungnya proses fotosintesis. Diasumsikan bahwa dalam proses fotosintesis,
jumlah oksigen setara dengan jumlah karbondioksida (CO2) yang terpakai. Meskipun
asumsi ini tidak terlalu tepat, tetapi cara peritungan karbon yang terbentuk dari evolusi
oksigen masih dapat di gunakan.

Secara sederhana reaksi kimia sederhana dari proses fotosintesa dapat dinyatakan sbb :

Energi cahaya
6 CO2 + 6 H2O -----------------------> C6H12O6 + O2
Suplai nutrien
Dari reaksi di atas, memperlihatkan bahwa untuk membentuk 6 molekul O2
membutuhkan 6 molekul CO2. Jadi untuk mengubah nilai mg O2 yang terbentuk
(selama fotosintesa) ke dalam unit mg C adalah :

6 atom C 6 x 12
  0.375
12 atom O 12 x 16

catatan : 12 = berat atom C dan 16 = berat atom O

Dengan metode Oksigen, beberapa parameter Produktifitas Primer dapat ditentukan


seperti :
 GPP (Gross Primary Productivity ) = total fotosintesa atau total asimilasi atau
produksi primer kotor.
 NPP (Net Primary Productivity) = jumlah bahan organic yang disimpan dalam
jaringan setelah dikurangi dengan jumlah yang terpakai untuk respirasi selama
selang waktu tertentu.
 R (Respiration) = Jumlah oksigen yang digunakan untuk proses respirasi.
 NCP = (Net Community Production) = NPP dikurangi konsumsi Oksigen oleh
organisme heterotropik selama periode tertentu.

B. Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui nilai produktifitas primer di perairan laut
yang berlokasi di perairan Pantai Amal, dengan menggunakan metode oksigen atau
winkler.

C. Bahan dan Alat


1. Bahan
a. Reagen untuk pengukuran Kandungan Oksigen terlarut (DO, Dissolved Oxygen): -
- MnSO4
- Larutan NaOH atau KOH
- Larutan KI (Kalium Iodida)
- Larutan Amilum
- Larutan H2SO4 6 N
- Larutan Natrium thiosulfat (Na2S2O3)
b. Air suling (Aquades)
c. Sampel air
d. Plastik berwarna hitam

2. Alat
a. Botol winkler
b. Pipet ukur volume 5 ml, 10 ml, dan 50 ml
c. Pipet tetes
d. Erlenmeyer 125 ml
e. Gelas piala 400 ml

D. Lokasi Praktikum
Praktikum mata kuliah Planktonologi akan dilaksanakan di Kepulauan Derawan,
Kabupaten Berau, propinsi Kalimantan Timur.

E. Prosedur Kerja Pengukuran Nilai Produktifitas Primer Menggunakan


Metode Winkler/Oksigen:
1. Siapkan sekurang-kurangnya 7 botol standar BOD/winkler (volume masing-masing =
300 ml). Lapisi atau bungkus ketiga botol dari tujuh botol tersebut menggunakan
plastik hitam dengan rapat. Tujuannya adalah agar cahaya tidak dapat menembus
ke dalam botol tersebut. Sementara, 4 botol yang lain dibiarkan terang.
2. Secara hati-hati masukkan air contoh yang diperoleh dari kedalaman tertentu ke
dalam 3 botol gelap (simbol D) dan 3 botol terang (simbol L). Sedangkan, satu
botol terang yang lain disebut botol awal (simbol I).
3. Lakukan pengukuran oksigen terlarut secara langsung untuk perlakuan pada botol
awal dengan simbol I.
4. Selanjutnya, untuk sampel contoh pada botol dengan simbol L dan D dibenamkan
kedalam kolom air dimana contoh air tersebut diambil. Inkubasi selama beberapa
waktu, kemudian botol tadi diangkat dan segera diukur kandungan oksigennya.
5. Dari hasil pengukuran pada botol-botol tersebut, dapat dihitung parameter-
parameter seperti :
R (mg O2 /L) = I – D
GPP (mg O2 /L) = L – D atau R + NPP
NPP (mg O2 /L) =L–I

Botol Awal (I)


Dasar Permukaan air

Botol Gelap (D)


Botol Terang (L)

Dasar Tanah
Nilai oksigen terlarut hasil pengukuran di atas kemudian dikonversi ke satuan mg
C/l/jam dengan formula Vollenweider (1969) dalam Kaswaji (1993) yaitu :

Ket:
0.375 = Koefisien konversi oksigen menjadi karbon
KF = Koefisien Fotosintesis : 1,2

Selain itu, produksi primer juga dapat dikonversi ke satuan mg C/m3/jam dengan
menggunakan rumus berikut (Umaly dan Cuvin, 1988) yaitu:

Ket:
0.375 = Koefisien konversi oksigen menjadi karbon
KF = Koefisien Fotosintesis : 1,2
1000 = konversi dari Liter ke M3.

F. Prosedur Kerja Pengukuran Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen)


menggunakan metode titrasi

1. Ambil contoh air yang sudah disiapkan dan masukkan ke dalam botol winkler
2. Tambahkan 1 ml MnSO4 dan 1 ml Alkali iodida azida dengan ujung pipet tepat diatas
permukaan sampel.
3. Tutup segera sampel dalam botol winkler tersebut, dan homogenkan hingga terbentuk
gumpalan sempurna.
4. Biarkan gumpalan mengendap selama 5 – 10 menit
5. Tambahkan 1 ml larutan H2SO4 pekat, tutup dan homogenkan hingga endapan larut
dengan sempurna.
6. Pipet 50 ml dan masukkan ke dalam erlenmeyer 150 ml.
7. Titrasi dengan natrium thiosulfat hingga membentuk warna kuning muda, dan
tambahkan amilum/kanji sebanyak 3 tetes.
8. Lanjutkan titrasi dengan natrium thiosulfat sampai warna biru tepat hilang.
9. Perhitungannya nilai O2 dalam mg/L adalah sbb;
O2 terlarut (mg/l) = V x N x 8000 x F
50
FORMAT LAPORAN PRAKTIKUM PLANKTONOLOGI

A. Ketentuan Penulisan

Laporan praktikum ini ditulis pada kertas ukuran A4 70 gram, dengan margin berukuran
4,3,3,3 cm. Format huruf adalah Times New Roman dan ukuran spasi yaitu 1,5.
Sistematika penulisan laporan adalah sebagai berikut :

Sampul
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud Dan Tujuan
II. TINJAUAN PUSTAKA
III. METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
3.2 Alat dan Bahan
3.3 Prosedur Kerja
3.4 Analisa Data
IV. HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Hasil Praktikum
4.2 Pembahasan
V. Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN