Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS RUMAH SAKIT “ SILOAM HOSPITALS ”

DENGAN METODE SWOT

Nama Kelompok :

1. Syahfira Natsya Prasetya (G4117)


2. Tamami Alifia Annisa (G41172130)
3. Asri Dheajeng Imani (G41172145)
4. Siti Hajar Aprilianti (G41172193)
5. Bellavidea Aprilisa (G4117)

PROGRAM STUDI D-IV REKAM MEDIK

JURUSAN KESEHATAN

POLITEKNIK NEGERI JEMBER

2018
A. LATAR BELAKANG RUMAH SAKIT “SILOAM HOSPITAL”

Siloam Hospitals adalah devisi group property terbesar di vertilisivikasi Indonesia, PT. Lippo
Karawaci,Tbk. dan terdiri 4 rumah sakit standart internasional 3 yang berlokasi terbesar di Jakarta dan
1 di Surabaya di pesisir Jawa Timur. Siloam Hospitals beroperasi 24 jam sehari dan menyediakan
fasilitas kecelakaan dan darurat Ambulans yang sangat terlatih dan staff medis yang berpengalaman di
setiap department.

Kelompok ini terdiri dari rumah sakit standart internasional :

1. Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) Jakarta


2. Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) Jakarta
3. Siloam Hospitals Lippo Karawaci (SHLK) Jakarta
4. Siloam Hospitals Surabaya (SHSB) Surabaya

Semanggi Specialist Clinic ini adalah fasilitas rawat jalan khusus yang terletak di Jakarat Pusat dan
tambahan terbaru untuk portfolio kesehatan.

Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) Jakarta adalah rumah sakit Pertama yang mendapatkan
akreditasi Internasional dari Amerika Serikat.

Kelompok ini kuat dalam berinvestasi dan terus meningkatkan pengetahuan dan pengalaman
staffnya serta mempertahankan teknis di pasar. Melalui investasi modsl manusia, dan peralatan
teknologi yang terdepan. Siloam Hospitals selalu meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan yang
diberikan kepada pasien. Hal ini makin memperkuat reputasinya sebagai rumah sakit pilihan di wilayah
Asia. Pada bulan desember 2007, Siloam Hospitals menjadi yang pertama di Indonesia yang memiliki
Siemens Dual Source CT Scanner (DSCT) di rumah sakit di Lippo Karawaci dan Kebun Jeruk DSCT
dan teknologi CT paling canggih d dunia.

Sebagai bagian dari komitmennya untuk menyediakan layanan kualitas kesehatan tertinggi.
Siloam Hospitals telah membentuk Pusat Exellence medis internasional di setiap rumah sakit. Sekali
lagi, strategi ini membedakan Siloam Hospitals dengan rumah-rumah sakit lain melalui keunggulan
dalam perawatan medis, teknologi yang mutakir dan pengalaman pasien yang superior. Dokter
specialist dan perawat yang ahli. Dan berkualitas merawat pasien yang terampil.
Sejarah singkat tentang berdirinya Siloam Hospitals sbb :

1. Didirikan tahun 1996, melalui usaha bersama PT. LippoLang Development Tbk dan
Pengembangan Gleneagles Singapura berdasarkan Healthcare LTD.
2. Bulan September tahun 2000, Perusahaan melakukan pengabungan usaha dengan PT. Baligraha
Medikatama, tbk
3. Tahun 2001 mencapai ISO akreditasi untuk Lippo Karawaci dan Graha Medika (sekarang
menjadi Siloam Hospitals Kebun Jeruk)
4. Tahun 2002 membuka Siloam Hospitals Lippo Cikarang.
5. Tahun 2002 mengakuisisi rumah sakit swasta tertua di Surabaya, Rumah sakit Budi Mulia
sekarang Siloam Hospitals Surabaya.
6. Pada bulan Juli Tahun 2004 perusahaan ini bergabung dengan Lippo Karawaci, Tbk
7. Tahun 2005 membuka khusus rawat jalan di Jakarta pusat Klinik Specialis Semanggi di mall
Plaza Semanggi.
8. Tahun 2006 memperkenalkan identitas merk tunggal di semua rumah sakit Siloam Hospitals.
9. Bulan September Tahun 2007 SHLV menjadi rumah sakit pertama yang diberi akreditasi Joint
Commision International oleh America Serikat.
10. Bulan Desember Tahun 2007 SHLV & SHLK memperkenalkan Dual Source CT Siemens yang
tercanggih di Indonesia.
11. Bulan Desember tahun 2007 Siloam Hospitals Surabaya memiliki generasi terbaru Philips 1,5
T MRI & MSCT 64 Slice.
 STRATEGI PERUSAHAAN

Salah satu strategi perusahaan yang paling vital yaitu strategi pertumbuhan, yang berarti
berkaitan erat dengan langkah yang ditempuh oleh perusahaan untuk melakukan pertumbuhan dan
berkembang. Di dalam strategipertumbuhan dibagi menjadi lima bagian, yaitu:

1. Strategi Konsentrasi

Kegiatan perusahaan untuk melakukan peningkatan produk yang di hasilkan.

2. Strategi Perluasan Pasar

Dalam strategi ini perusahan melakukan penambahan area pemasaran, sehingga di harapkan dengan
langkah ini produk yang terjual akan semakin meningkat.

3. Strategi Pengembangan Produk

Sebuah perusahaan melakukan penambahan fungsi barang atau memodifikasi barang yang di produksi.
dalam strategi pengembangan produk biasanya di dalamnya terdapat, ukuran dan kualitas yang dapat
menjadi pembeda pada jenis barang yang sama.

4. Strategi Integras
Strategi yang menyatukan beberapa usaha yang berskala kecil dan merubahnya menjadi bentuk produk
yang baru.

5. Strategi Diversifikasi
Merupakan strategi perusahaan yang berbentuk pada keaneka ragaman barang sejenis yang diproduksi.
 TAKTIK PERUSAHAAN

Taktik adalah tahap-tahap atau langkah-langkah tertentu yang dipakai untuk melaksanakan
strategi. Jika manajemen sudah merumuskan tujuan dan strateginya, maka ia berada dalam posisi untuk
menentukan taktik.

Ada perbedaan yang paling mendasar antara taktik dan strategi, yaitu :

a. Strategi mempunyai ruang lingkup yang lebih luas dibandingkan dengan taktik
b. Strategi pemasaran memerlukan keputusan dari manajemen tentang elemen-elemen marketing
mix perusahaan, sedangkan taktik merupakan program tertentu untuk jangka pendek.
c. Strategi bersifat permanen sehingga sulit dan memakan biaya besar jika diadakan perubahan,
sedangkan taktik dapat diubah dengan mudah.

Contoh : Jasa pelayanan medis yang memuaskan.

Menggunakan: Strategi untuk memenuhi keinginan pelanggan akanpelayanan medik yang cepat,
tepat, dan akurat.

Taktik berupa penawaran harga yang bersaing, dan dalam pelayanan medik akan mendapatkan
souvenir cantik dan bonus selama consumer yang berlangganan.
B. PROSES PERUSAHAAN DALAM MENYUSUN VISI, MISI, DAN TUJUAN

Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran perusahaan diawali dengan membuat
evaluasi diri dan melakukan analisis secara internal dan eksternal untuk menentukan apa yang
seharusnya dilakukan oleh perusahaan. Langkah berikutnya adalah membahas dalam rapat kerja untuk
menentukan visi, misi, tujuan dan sasaran perusahaan. Pencapaian dalam menyusun visi, misi, tujuan
& sasaran, tentunya juga harus memahami lingkungan sekitar, memperkirakan masa depan dan
persaingannya bagaimana.

VISI

- Berkualitas Internasional
- Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat
- Memilki Jaringan Yang Kuat
- Melayni Dengan Belas Kasih Dari Tuhan

MISI

Pilihan Terpercaya Untuk Mendapatkan Pelayanan Kesehatan, Pendidikan Kesehatan dan


Penelitian yang Holistik.

TUJUAN

Tujuan merupakan realisasi dari misi yang spesifik dan dapat dilakukan dalam jangka pendek.
Tujuan merupakan pernyataan tentang keadaan yang diinginkan di mana organisasi atau perusahaan
bermaksud untuk mewujudkannya dan sebagai pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang
di mana organisasi sebagai kolektivitas mencoba untuk menimbulkannya.

Dalam konteks ini RS. Siloam Hospitals memiliki beberapa tujuan yang lebih spesifik seperti:
Sumber daya manusia : Mengembangkan sumber daya manusia yang di miliki, Pelanggan :
Mengutamakan kepuasan pelanggan, Inovasi : Selalu berusaha menciptakan hal-hal baru yang lebih
baik tentunya, dll.
C. ANALISA SWOT (STRENGHT, WEAKNESS, OPPORTUNITY, THREAT)

SWOT adalah singkatan dari Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities


(peluang), dan Threats (ancaman). Ini adalah teknik untuk menyediakan kerangka kerja untuk
mengidentifikasi secara sistematis posisi organisasi, caranya berhubungan dengan lingkungan eksternal
dan masalah serta peluang yang dihadapi. Tujuan analisis SWOT adalah untuk memisahkan masalah
pokok dan memudahkan pendekatan strategis. Jadi dapa disimpulkan analisis SWOT adalah
perkembangan hubungan atau interaksi antar unsur-unsur internal (kekuatan dan kelemahan) terhadap
unsur-unsur eksternal (peluang dan ancaman).

A. Faktor Internal
Faktor internal terdiri dari strength dan weakness yaitu faktor yang berasal dari dalam objek itu
sendiri. Jika objeknya adalah sebuah organisasi katakan BEM, maka faktor internalnya meliputi
bagaimana kualitas SDM didalam BEM, bagaimana dengan manajemen keuangan di dalam BEM dan
lain-lain. Dari sini kita sepakati OBJEK yang kita bahas adalah Organisasi.

1. Strenght (Kekuatan)
a. RS. Siloam sudah memiliki brand yang cukup terkenal dalam pelayanannya.
b. RS. Siloam Memiliki 9 daerah dan kantor cabang di seluruh Indonesia dan terus berkembang
hingga saat ini.
c. Rumah Sakit Siloam telah memiliki beberapa rumah sakit, klinik spesialis dan pusat
pengobatan kanker.
d. Standart pelayanannya mengacu pada standar internasional.
e. Memiliki Profesor, Dokter, dan Perawatan Medis yang sudah professional.
f. Bangunan RS. Siloam menyerupai hotel di dalamnya (seperti : Minimarket,Restoran, dan
Cafetaria)
g. RS. Siloam memiliki peralatan terlengkap dan perlengkapan yang canggih (seperti : Analis
laboratorium, Radiologi, dan Cath lab)
h. RS. Siloam meneraptan teknologi IT yang terintegrasi di seluruh area cabang.
i. Selalu memberikan inovasi-inovasi baru dalam pelayanannya.
j. Pelayanan yang terbaik cukup sesuai dengan pelayanan exelence yang diberikan pada customer.
2. Weakness (Kelemahan)
a. RS. Siloam Surabaya tempat bangunannya kurang besar dan lebar.
b. Sempitnya area tempat parkir RS. Siloam Surabaya (kurang luas)
c. Dari jaman dulu sampai sekarang mengurus administrasi pada saat pasien pulang sangat lama
(-,+) 1 jam/lebih.
d. Sistem manajemen mutu terkait SDM nya masih lemah.
e. Sistem jobdesk karyawan masih tidak beraturan.
f. Budaya telat masih jadi kebiasaan

B. Faktor Eksternal
Faktor eksternal terdiri dari opportunity dan threat yaitu faktor yang berasal dari luar objek. Jika
objeknya adalah sebuah organisasi katakan BEM, maka faktor eksternalnya meliputi bagaimana dengan
dukungan dekan dan mahasiswa dan lain-lain. Dari sini kita sepakati OBJEK yang kita bahas adalah
Organisasi.

1. Opportunity (Peluang)
a. Pelayanan jasa yang di tawarkan sesuai dengan yang di harapkan oleh pelanggan.
b. Inovasi yang di ciptakan selalu dijadikan contoh oleh kompetitor.
c. Semakin banyaknya kebutuhan akan jasa pelayanan medic membuat RS. Siloam semakin
menambah luas jaringannya.
d. Peralatan lengkap dan Pelayanan Terbaik membuat RS. siloam untuk berekspansi jaringan ke
luar negeri (Mendunia)
e. RS. Siloam Buka operasional 24 jam

2. Threat (Ancaman)
a. Pelayanan Rate harga kamar relatif mahal dari kempetitor.
b. Semakin berkembangnya buka pelayanan Rumah Sakit baru di berbagai tempat.
c. Banyak bermunculan Rumah Sakit baru dengan berbagai bentuk tawaran yang menarik
Value Chain model M.Porter (rantai nilai)
Value Chain atau rantai nilai adalah kumpulan aktivitas atau kegiatan dalam sebuah perusahaan yang
dilakukan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan, mengirimkan dan support produk. Konsep
rantai nilai pertama kali dikenalkan dan dipopulerkan oleh Michael E. Porter pada tahun 1985 dalam
bukunya. Rantai nilai terdiri dari sekumpulan aktivitas utama dan pendukung. Dalam rantai nilai yang
umum, aktivitas pendukung terdiri dari infrastruktur perusahaan, pengelolaan sumber daya manusia,
pengembangan teknologi dan usaha memperolehnya. Sedangkan dalam aktivitas utama terdiri dari
logistic masuk, operasi, logistik keluar, pemasaran dan penjualan serta pelayanan.
Perusahaan menciptakan nilai tambah untuk konsumen dengan melakukan aktivitas-aktivitas utama dan
pendukung. Nilai tambah yg dihasilkan oleh aktivitas tersebut merupakan harga yg akan dibayar
konsumen jika harga yg dibayar lebih tinggi daripada total biaya yg dikeluarkan seluruh aktivitas maka
perusahaan akan menghasilkan keuntungan atau margin.

 Kuesioner Internal Factor Analisis Strategi Kekuatan (Strength)

No Faktor Strategi Nilai Bobot Ratin Skor


1 RS. Siloam sudah memiliki brand yang cukup terkenal dalam
4 0,2 4 0,8
pelayanannya.
2 RS. Siloam Memiliki 9 daerah dan kantor cabang di
2 0,1 3 0,3
seluruh Indonesia dan terus berkembang hingga saat ini.
Rumah Sakit Siloam telah memiliki beberapa RS
3 4 0,2 2 0,4
klinik spesialis dan pusat pengobatan kanker.
Standart pelayanannya mengacu pada standar
4 4 0,2 3 0,6
Internasional.
Memiliki Profesor, Dokter dan Perawatan Medis yg
5 2 0,1 2 0,2
sudah profesional.
Bangunan RS. Siloam menyerupai hotel di dalamnya
6 2 0,1 1 0,1
(seperti : Minimarket, Restoran, dan Cafetaria)

Total 14 0,9 15 2,4

Ukuran Pembobotan : Ukuran Rating Kekuatan :


• 1 = sedikit penting • 1 = Sedikit kuat
• 2 = Agak penting • 2 = Agak kuat
• 3 = penting • 3 = kuat
• 4 = sangat penting • 4 = Sangat kuat
 Kuesioner Internal Factor Analisis Strategi Kelemahan (Weakness)

No Faktor Strategi Nilai Bobot Ratin Skor


1 RS. Siloam Surabaya tempat bangunannya kurang besar dan
2 0,2 -3 -0.6
lebar.
2 Sempitnya area tempat parkir RS. Siloam Surabaya (kurang
1 0,1 -1 -0.1
luas)
3
Dari jaman dulu sampai sekarang mengurus administrasi 2 0,2 -2 -0.4
pada saat pasien pulang sangat lama (-,+) 1 jam/lebih.
4
1 0,1 -1 -0.1
Sistem manajemen mutu terkait SDM nya masih lemah.
5 Sistem jobdesk karyawan masih tidak beraturan. 2 0,2 -3 -0.6
6 Budaya telat masih jadi kebiasaan 2 0,2 -2 -0.4

Total 10 0,10 -12 -2.2

Ukuran Pembobotan : Ukuran Rating Kelemahan :


• 1 = Sedikit lemah • 1 = sedikit penting
• 2 = Agak lemah • 2 = Agak penting
• 3 = lemah • 3 = penting
• 4 = Sangat lemah • 4 = sangat penting

 Kuesioner Internal Factor Analisis Strategi Peluang (Opportunity)

No Faktor Strategi Nilai Bobot Ratin Skor


1 Pelayanan jasa yang di tawarkan sesuai dengan yang
4 0.3 4 1.1
di harapkan oleh pelanggan.
2 Inovasi yang di ciptakan selalu dijadikan contoh oleh
4 0.3 4 0.9
kompetitor.
3 Semakin banyaknya kebutuhan akan jasa pelayanan medic
membuat RS. Siloam semakin menambah luas 3 0.2 2 0.4
jaringannya.

4 Peralatan lengkap dan Pelayanan Terbaik membuat RS. siloam 2 0.1 2 0.3
untuk berekspansi jaringan ke luar negeri (Mendunia)
5 RS. Siloam Buka operasional 24 jam 1 0.1 2 0.1

Total 14 1 14 2.8

Ukuran Pembobotan : Ukuran Rating Peluang :


• 1 = sedikit penting • 1 = Sedikit peluang
• 2 = Agak penting • 2 = Agak peluang
• 3 = penting • 3 = peluang
• 4 = sangat penting • 4 = Sangat peluang

 Kuesioner Internal Factor Analisis Strategi Ancaman (Threat)


No Faktor Strategi Nilai Bobot Ratin Skor
1 Pelayanan Rate harga kamar relatif mahal dari kempetitor.
2 3 0.3 -0.9

2 Semakin berkembangnya buka pelayanan Rumah Sakit baru di


1 1 0.1 -0.6
berbagai tempat.
3 Banyak bermunculan Rumah Sakit baru dengan berbagai
2 3 0.1 -0.3
bentuk tawaran yang menarik

Total 5 7 0.5 -1.8

Ukuran Pembobotan : Ukuran Rating Ancaman :


• 1 = sedikit ancaman • 1 = sedikit penting
• 2 = agak penting • 2 = agak ancaman
• 3 = ancaman • 3 = penting
• 4 = sangat penting • 4 = sangat ancaman