Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM FISIKA

“PEMBUKTIAN HUKUM GAS GAY LUSSAC”

OLEH :
NURWAHYUNI SARI
ANDI MUJAHIDIL ILMAN
SELVI
RISNA DAMAYANTI
SYAMSURIANI
KELAS XI MIA3

Guru Mata Pelajaran


MASDANI,S.Pd

MADRASAH ALIYAH NEGERI MARIORIAWA


KABUPATEN SOPPENG
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Kata Pengantar
Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena kami dapat
menyelesaikan laporan ini. Walaupun berbagai hambatan dan permasalahan
rencana untuk menyusun laporan ini dapat terwujud juga.

Laporan ini disusun untuk salah satu tugas mata palajaran Fisika tentang
“PEMBUKTIAN HUKUM GAS GAY LUSSAC”. Diharapkan setelah membaca
laporan ini Siswa-siswi dapat menambah wawasan dan dapat menganalisa
persoalan-persoalan yang dihadapkan.

Daftar pustaka kami sertakan dalam laporan ini dihalaman terakhir


sebelum lampiran agar mempermudah pembaca yang berminat menelusuri lebih
lanjut topic yang berkaitan.

Kami sadar laporan ini masih jauh dari sempurna. Tidak sedikit ide, saran,
dan kritik yang telah diberikan menjadi masukan bagi kami dalam
menyelesaikan laporan ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan ide, kritik dan
saran yang membangun atas isi laporan. Masukan tersebut akan senang hati kami
terima guna perbaikan dikemudian hari.

Akhirnya, semoga laporan ini dapat memberikan pengetahuan kepada


pembaca sekalian dan tuhan yang Maha Esa selalu memberikan petunjuk dan
bimbingan-Nya pada kita semua.

Latapparang, 6 Mei 2016

PENYUSUN

KELOMPOK 4
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………..i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang……………………………………………………….1
B. Rumusan Masalah……………………………………………………1
C. Tujuan ……………………………………………………………….1
D. Manfaat………………………………………………………………2

BAB II PEMBAHASAN
A. Landasan Teori……………………………………………………..3
B. Alat dan Bahan ……………………………………………………..3
C. Cara kerja……………………………………………………………4
D. Hasil Pengamatan………………………………………………….4
E. Analisis Data………………………………………………………..4

BAB III : PENUTUP

A. Kesimpulan………………………………………………………..5
B. Saran……………………………………………………………….5

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekarang kita akan belajar Hukum Perbandingan Volume (Gay Lussac). Sekitar
200 tahun yang lalu (1778-1850) seorang ilmuan bidang fisika dan kimia bernama
Joseph Louis Gay Lussac melakukan eksperimen perihal reaksi dari beberapa unsur
berwujud gas. Pada usianya yang ketiga puluh, ilmuwan asal Perancis ini telah
melakukan berbagai eksperimen dengan beberapa gas. Ketika ia mereakasikan 1
bagian volume gas hidrogen dengan satu bagian volum gas klor akan menghasilkan
dua bagian volum gas hidrogen klorida. Ketika Lussac mereaksikan 2 bagian volume
gas hidrogen bereaksi dengan 1 bagian volume gas oksigen ternyata menghasilkan dua
bagian volume uap air. Demikian juga ketika ia mereaksikan gas hidrogen dengan
nitrogen, 3 bagian hidrogen bereaksi dengan 1 bagian gas nitrogen menghasilkan 2
bagian gas amonia. Berikut reaksi nya
 H2(g) + Cl2(g) → 2 HCl(g)
 2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(g)
 3 H2(g) + N2(g) → 2 NH3(g)

B. Rumusan Masalah
 Bagaimana sejarah hokum Gay Lussac
 Apa bunyi hukum Gay Lussac
 Bagaimana rumus hukum Gay Lussac
 Apa perbedaan hukum Boyle, hukum Gay Lussac, dan hukum Boyle-Gay Lussac

C. Tujuan
 menjelaskab sejarah hokum Gay Lussac
 Menjelaskan bunyi hokum Gay Lussac
 Menuliskan rumus hokum Gay Lussac
 Menjelaskan perbedaan hokum Boyle, hokum Gay Lussac, dan hokum Boyle-
Gay Lussac

D. Manfaat
 Untuk mengetahui sejarah hokum Gay Lussac
 Untuk mengetahui bunyi hokum Gay Lussac
 Untuk mengetahui rumus hokum Gay Lussac
 Untuk mengetahui perbedaan hokum Boyle, hokum Gay Lussac, dan hokum
Boyle-Gay Lussac
BAB II PEMBAHASAN
A. Landasan Teori

1. Sejarah Hukum Perbandingan Volume (Gay Lussac)


Joseph-Louis Gay-Lussac ialah kimiawan dan fisikawan Perancis. Ia terkenal untuk 2
hukum yang berkenaan pada gas. Selain itu Ia juga terkenal untuk karyanya pada
campuran alk0h0l-air, derajat Gay-Lussac itu digunakan untuk mengukur minuman
beralk0h0l di banyak negara. Ia juga merupakan penemu boron.
a. Biografi
Gay-Lussac lahir pada 6 Desember 1778 di St Leonard dari Noblac, di bagian
Haute-Vienne. Ayahnya, Anthony Gay, anak seorang dokter, ia adalah seorang
pengacara dan jaksa, bekerja sebagai hakim di Noblat Bridge. Anthony Gay memiliki
dua putra dan tiga putri.
Ia menerima pendidikan awal di biara Katolik Bourdeix. Kemudian, dalam
perawatan Abbot dari Dumonteil ia mulai pendidikan di Paris, akhirnya memasuki
École Polytechnique pada tahun 1798. Gay-Lussac nyaris masuk wajib militer dan
pada saat masuk ke École Polytechnique ayahnya telah ditangkap (karena
Robespierre 's Reign of Terror). Tiga tahun kemudian, Gay-Lussac ditransfer ke
École des Ponts et Chaussées , dan tak lama kemudian ditugaskan untuk CL
Berthollet sebagai asistennya. Pada tahun 1802, ia diangkat demonstran ke AF
Fourcroy di École Polytechnique, di mana di (1809) ia menjadi profesor kimia. Dari
1808-1832, ia adalah profesor fisika di Sorbonne. Pada tahun 1821, ia terpilih sebagai
anggota asing dari Royal Swedish Academy of Sciences. Pada 1831 ia terpilih untuk
mewakili Haute-Vienne di ruang deputi, dan pada tahun 1839 ia memasuki ruang dari
rekan-rekan.
Pada tahun 1809 Gay-Lussac menikah dengah Geneviève-Marie-Joseph Rojot.
Ia pertama kali bertemu ketika dia bekerja sebagai asisten toko linen draper dan
sedang belajar buku teks kimia di bawah meja. Dia ayah lima anak, di antaranya yang
tertua (Jules) menjadi asisten Justus Liebig di Giessen.
Gay-Lussac meninggal di Paris, dan makamnya di Père Lachaise Cemetery,
Paris. Namanya adalah salah satu dari 72 nama yang tertulis di Menara Eiffel .
Di Paris sebuah jalan dan hotel dekat Sorbonne dinamai menurut namanya seperti
lapangan di tempat kelahirannya, St Leonard dari Noblac
 1802 - Gay-Lussac pertama kali merumuskan hukum Gay-Lussac, yang
menyatakan bahwa jika massa dan volume gas tetap konstan maka tekanan gas
meningkat secara linear dengan meningkatnya suhu. Hal ini kadang-kadang ditulis
sebagai P = k T, di mana k adalah konstanta tergantung pada massa dan volume
gas dan T adalah temperatur pada skala absolut (dalam hal hukum gas ideal , k = n
· R / V).
 1804 - Dia dan Jean-Baptiste Biot membuat balon udara yang mengudara hingga
ketinggian 7.016 meter (23.018 kaki) dalam penyelidikan awal atmosfer bumi. Dia
ingin mengumpulkan sampel dari udara pada ketinggian yang berbeda untuk
mencatat perbedaan suhu dan kelembaban.
 1805 - Bersama dengan temannya dan kolaborator ilmiah Alexander von
Humboldt, ia menemukan bahwa komposisi atmosfer tidak berubah dengan
penurunan tekanan (peningkatan ketinggian). Mereka juga menemukan bahwa air
terbentuk oleh dua bagian hidrogen dan satu bagian oksigen (berdasarkan volume).
 1808 - Dia adalah penemu boron.
 1810 - Bekerja sama dengan Louis Thenard, ia mengembangkan metode untuk
analisis unsur kuantitatif dengan mengukur CO 2 dan O 2 berevolusi melalui
reaksi dengan potasium klorat.
 1811 - Dia mengakui yodium sebagai elemen baru, dijelaskan sifat-sifatnya, dan
mengusulkan nama iode.
 1824 - Ia mengembangkan sebuah versi perbaikan dari buret yang termasuk lengan
sisi, dan menciptakan istilah " pipet . "dan" buret "dalam 1824 makalah tentang
standarisasi solusi indigo.
Joseph Louis Gay Lussac yang merupakan ahli kimia Prancis pada tahun 1808
melakukan eksperimen dan mengamati volume gas-gas terlibat dalam suatu reaksi.
Pengamatan ini dilakukan terhadap temperatur dan tekanan yang tetap atau sama
sehingga menghasilkan:
1. Satu bagian volume gas hidrogen bereaksi dengan satu bagian volume gas
klorin menghasilkan dua volume gas hidrogen klorida:
H2(g) + Cl2(g)  2HCl(g)
2. bagian volume gas hidrogen bereaksi dengan satu bagian volume gas
oksigenmenghasilkan dua bagian volume air:
2H2(g) + O2(g)  2H2O(g)
Sehingga dari data tersebut terdapat bunyi hukum perbandingan volume:
“Pada kondisi temperatur dan tekanan yang sama, perbandingan
volume gas-gas pereaksi dengan gas- gas hasil reaksi merupakan bilangan
bulat dan sederhana”
Dapat juga dikatan:
“Pada kondisi temperatur dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas
sama
dengan perbandingan koefisien dalam reaksi yang sama”

2. Data Percobaan Gay Lussac


Percobaan Volume Gas Oksigen Volume GasHidrogen Volume Uap
yangDireaksikan (L) yangDireaksikan (L) Air yang
Dihasilkan (L)
1 1 2 2
2 2 4 4
3 3 6 6

Sehingga dapat diperoleh rumus perbandingan volume: V1/N1= V2/N2 dimana


P dan T tetap
Keterangan : P = tekanan gas (atm)
T= suhu (K)
V= volume gas (L)
n= banyaknya gas (mol)
Sehingga perbandingan koefisien dalam reaksi kimia = perbandingan volume
pada
keadaan suhu dan tekanan yang tetap.”
Contoh Soal :
1.C3H8 + O2  CO2 + H2O
Pada suhu dan tekanan tertentu, perbandingan volume CO2dan H2O adalah
C3H8+ 5O2  3CO2+ 4H2O
Perbandingan volume CO2:H2O adalah 3:4

2.Jika 6 liter hidrogen bereaksi dengan nitrogen membentuk amonia, hitunglah


volume nitrogen dan volume amonia dalam keadaan suhu dan tekanan yang
tetap : 3H2+ N2  2NH3