Anda di halaman 1dari 14

FUNGSI KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL

Makalah

diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah


Sistem Komunikasi dalam Pembelajaran dari dosen Dr. Ramalis Hakim, M.Pd.,
Dra. Fetri Yeni J, M.Pd.

Oleh
Nofri Zardi Yanto 17155005
Seprian Ilham 18155009

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................................... i


BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...................................................................................... 1
C. Tujuan ......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Komunikasi Verbal .................................................................................... 3
1. Asal-Usul Bahasa ................................................................................... 3
2. Fungsi Bahasa Sebagai Bentuk Komunikasi Verbal .............................. 4
3. Keterbatasan Bahasa ............................................................................... 4
4. Kerumitan Makna Kata .......................................................................... 5
B. Komunikasi Nonverbal .............................................................................. 6
1. Ciri-ciri Pesan Non Verbal ..................................................................... 6
2. Fungsi-fungsi pesan non verbal .............................................................. 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................... 11
B. Saran ......................................................................................................... 11
DAFTAR RUJUKAN ......................................................................................... 12

i
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Komunikasi merupakan hal yang sangat lazim dan menjadi keharusan
bagi individu, individu adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.
Sejak pagi hingga malam hari dan berlanjut seterusnya waktu yang digunakan
untuk aktifitas salah satunya adalah berkomunikasi.
Setiap orang selalu berupaya memahami setiap peristiwa yang
dialaminya. Orang memberikan makna terhadap apa yang terjadi di dalam
dirinya sendiri atau lingkungan sekitarnya. Terkadang makna yang diberikan
itu sangat jelas dan mudah dipahami orang lain, namun terkadang makna itu
buram, tidak dapat dipahami dan bahkan bertentangan dengan makna
sebelumnya. Dengan memahami komunikasi maka orang dapat menafsirkan
peristiwa secara lebih fleksibel dan bermanfaat.
Dalam kebanyakan peristiwa komunikasi yang berlangsung, hampir
selalu melibatkan penggunaan lambang-lambang verbal dan non verbal secara
bersama-sama. keduanya , bahasa verbal dan non verbal, memiliki sifat
masing-masing yang tidak dapat dipisahkan.
Pesan yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima dapat dikemas
secara verbal dengan kata-kata atau nonverbal tanpa kata-kata. Komunikasi
yang pesannya dikemas secara verbal disebut komunikasi verbal, sedangkan
komunikasi yang pesannya dikemas secara nonverbal
disebut komunikasi nonverbal. Jadi, komunikasi verbal adalah penyampaian
makna dengan menggunakan kata-kata. Sedang komunikasi nonverbal tidak
menggunakan kata-kata.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, rumusan masalah umum dalam
makalah ini adalah “Bagaimana Fungsi Komunikasi Verbal dan Nonverbal?”
Adapun rumusan masalah khusus dalam makalah ini adalah sebagai
berikut :

1
1. Bagaimanakah fungsi komunikasi verbal ?
2. Bagaimanakah fungsi komunikasi nonverbal ?

C. Tujuan
Dalam makalah ini tujuan yang ingin dicapai adalah memperoleh
informasi tentang fungsi komunikasi verbal dan nonverbal.
Adapun tujuan khusus dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Memperoleh informasi tentang fungsi komunikasi verbal.
2. Memperoleh informasi tentang fungsi komunikasi nonverbal.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan simbol-simbol
verbal, baik secara lisan maupun tertulis. Komunikasi verbal adalah semua jenis
simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Hampir semua rangsangan
bicara yang kita sadari termasuk kedalam kategori pesan verbal disengaja, yaitu
usaha-usaha yang dilakukan secara sadar untuk berhubungan dengan orang lain
secara verbal. Komunikasi verbal ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :
• Disampaikan secara lisan / bicara atau tulisan
• Proses komunikasi eksplisit dan cenderung dua arah
• Kualitas proses komunikasi seringkali ditentukan oleh komunikasi non
verbal
1. Asal-Usul Bahasa
Hingga kini belum ada teori yang diterima luas mengenai bagaimana
bahasa itu muncul di permukaan bumi. Teoretikus kontemporer mengatakan
bahwa bahasa adalah ekstensi perilaku sosial. Konon makhluk-makhluk
yang mirip manusia (hominid) dan menggunakan alat pemotong dari batu
ini berkomunikasi secara naluriah, dengan bertukar tanda alamiah berupa
suara, postur dan gerakan tubuh, sedikit lebih maju dari komunikasi hewan
primata masa kini.
Dulu, ketika nenek moyang manusia belum mampu berbahasa verbal,
mereka berkomunikasi lewat gambar-gambar yang mereka buat pada
tulang, tanduk, cadas, dan dinding gua yang banyak ditemukan di Spanyol,
dan Prancis Selatan. Antara 40.000 dan 35.000 tahun lalu Cro Magnon
mulai menggunakan bahasa lisan.
Sekitar 5000 tahun lalu manusia melakukan transisi komunikasi
dengan memasuki era tulisan, sementara bahasa lisan pun terus
berkembang. Penyebaran sistem tulisan akhirnya sampai juga ke Yunani.
Bangsa Yunani yang kemudian menyempurnakan dan menyederhanakan

3
sistem tulisan ini. Sistem tulisan dan bahasa lisan itu terus berkembang
hingga kini.

2. Fungsi Bahasa Sebagai Bentuk Komunikasi Verbal


Bahasa dianggap sebagai suatu sistem kode verbal. Bahasa
didefinisikan sebagai seperangkat simbol, dengan aturan untuk
mengkombinasikan simbol-simbol tersebut, yang digunakan dan dipahami
suatu komunitas (Herlina, Tanpa tahun). Menurut Larry Barker (dalam
Mulyana) bahasa memiliki 3 fungsi sebagai berikut:
a. Penamaan (naming/labeling)
Penamaan merupakan fungsi bahasa yang mendasar. Penamaan
atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasi objek, tindakan,
atau orang yang menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam
berkomunikasi
b. Interaksi
Fungsi interaksi merujuk pada berbagai gagasan dan emosi yang
dapat mengundang simpati pengertian ataupun kemarahan dan
kebingungan.
c. Transmisi Informasi
Fungsi transmisi informasi adalah bahwa bahasa merupakan
media untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Bahasa
merupakan media transmisi informasi yang bersifat lintas waktu, artinya
melalui bahasa dapat disampaikan informasi yang menghubungkan
masa lali, masa kini, masa depan sehingga memungkinkan adanya
kesinambungan budaya dan tradisi.

3. Keterbatasan Bahasa
Bahasa yang merupakan komunikasi verbal, mempunyai porsi 35%
dari keseluruhan komunikasi manusia. Bahasa mempunyai keterbatasan
sebagai berikut:
a. Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek.

4
Kata-kata adalah kategori-kategori untuk merujuk pada objek
tertentu: orang, benda, peristiwa, sifat, perasaan, dan sebagainya. Tidak
semua kata tersedia untuk merujuk pada objek. Suatu kata hanya
mewakili realitas, tetapi bukan realitas itu sendiri. Dengan demikian,
kata-kata pada dasarnya bersifat parsial, tidak melukiskan sesuatu secara
eksak. Kata-kata sifat dalam bahasa cenderung bersifat dikotomis,
misalnya baik-buruk, kaya-miskin, pintar-bodoh, dsb.
b. Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual.
Kata-kata bersifat ambigu, karena kata-kata merepresentasikan
persepsi dan interpretasi orang-orang yang berbeda, yang menganut
latar belakang sosial budaya yang berbeda pula. Kata berat, yang
mempunyai makna yang nuansanya beraneka ragam. Misalnya: tubuh
orang itu berat; kepala saya berat; ujian itu berat; dosen itu memberikan
sanksi yang berat kepada mahasiswanya yang nyontek.
c. Kata-kata mengandung bias budaya.
Bahasa terikat konteks budaya. Teori Relativitas Linguistik Sapir-
Whorf mengatakan benarnya setiap bahasa menunjukkan suatu simbolik
yang khas, melukiskan realitas pikiran, pengalaman batin, dan
kebutuhan pemakainya. Ketika menggunakan bahasa daerah, sifat
bahasa daerah yang berlapis-lapis itu memaksa kita-sadar atau tidak-
untuk memandang orang dihadapan dengan kategori tertentu.
d. Percampuran adukkan fakta, penafsiran, dan penilaian.
Dalam berbahasa kita sering mencampuradukkan fakta (uraian),
penafsiran (dugaan), dan penilaian. Masalah ini berkaitan dengan
dengan kekeliruan persepsi.

4. Kerumitan Makna Kata


Keliru bila menganggap bahwa kata-kata itu mempunyai makna.
Makna yang berikan kepada kata yang sama bisa berbeda beda, tergantung
pada konteks ruang dan waktu. Makna muncul dari hubungan khusus antara
kata dan manusia. Makna tidak melekat pada kata-kata, namun kata-kata
membangkitkan makna dalam pikiran orang.

5
a. Bahasa daerah vs bahasa daerah
Di dunia ini terdapat berbagai kelompok manusia dengan budaya
dan subbudaya yang berbeda. Tidak mengherankan bila terdapat kata-
kata yang kebetulan sama atau hampir sama tetapi dimaknai secara
berbeda atau kata-kata yang berbeda namun dimaknai secara sama.
b. Bahasa daerah vs bahasa Indonesia
Sejumlah kata dari bahasa daerah juga digunakan dalam bahasa
Indonesia, atau sebaliknya, kata-kata Indonesia terdengar seperti
diselipkan dalam bahasa daerah, namun artinya sangat jauh berbeda.

B. Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam
bentuk nonverbal, tanpa kata-kata. Dalam hidup nyata komunikasi nonverbal
jauh lebih banyak dipakai daripada komuniasi verbal. Dalam berkomunikasi
hampir secara otomatis komunikasi nonverbal ikut terpakai. Karena itu,
komunikasi nonverbal bersifat tetap dan selalu ada. Komunikasi nonverbal
lebih jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan.
Komunikasi nonverbal adalah semua aspek komunikasi selain kata-kata
sendiri. Ini mencakup bagaimana kita mengucapkan kata-kata (infleksi,
volume), fitur, lingkungan yang mempengaruhi interaksi (suhu, pencahayaan),
dan benda-benda yang mempengaruhi citra pribadi dan pola interaksi (pakaian,
perhiasan, mebel).
Di dalam kehidupan komunikasi non verbal lebih banyak digunakan
daripada komunikasi verbal, di dalam berkomunikasi hampir secara otomatis
komunikasi ini ikut di gunakan. Sebab komunikasi non verbal sifatnya tetap dan
selalu ada. Komunikasi non verbal terbilang lebih jujur dalam mengungkapkan
hal-hal yang akan di ungkapkan karen komunikasi ini spontan.
1. Ciri-ciri Pesan Non Verbal
a. Isyarat nonverbal bersifat komunikatif
Dalam satu interaksi, setiap perilaku nonverbal selalu
mengkomunikasikan sesuatu. Dengan kata lain,kita tidak mungkin tidak
bertingkah laku, contoh diam. Saat diam, kita juga sudah

6
mengkomunikasikan sesuatu, duduk diam mendengarkan musik. Apa
yang sedang dilakukan atau tidak dilakukan, sengaja atau tidak sengaja,
di situ ada pesan yang dapat dibaca atau ditafsirkan oleh orang lain.
Devito menyebutkan gerakan otot di sekitar mata, tingkat kontak mata,
atau cara mereka saling memandang, semua memberikan petunjuk bagi
kita untuk memberi penilaian. Setiap perilaku itu mempunyai makna,
masing-masing melakukan komunikasi.
b. Isyarat nonverbal bersifat kontekstual
Artinya pesan yang terkandung dalam isyarat non-verbal
tergantung pada konteksnya (tempat, waktu dan situasi). Mengedipkan
mata pada seorang wanita di bis kota dan dimeja poker beda maknanya.
Kedipan di meja poker akan mendapat uang banyak, kedipan di bis kota,
sifatnya menggoda.
c. Isyarat nonverbal bersifat paket
Perilaku nonverbal, apakah itu gerakan tangan, mata, otot tubuh,
biasanya bersifat paket. Semua bagian tubuh biasanya berkerja sama
untuk komunikasikan makna tertentu. Misalnya, kita ingin mengetahui
seseorang sedang marah atau tidak, maka isyarat kita lihat adalah apakah
kata-kata verbalnya diikuti isyarat nonverbal, seperti tubuh dan wajah
yang memegang, dahi berkerut, dan sikap yang sedang siap untuk
berkelahi.
d. Isyarat nonverbal dapat dipercaya
Hasil peneletian menunjukkan hampir selalu terdapat
kekonsistenan antara bahasa verbal dan nonverbal pun berdusta. Hasil
penelitian para ahli juga menemukan, biasanya orang berbohong saat
berbicara, menggunakan kata-kata lebih sedikit.
Orang yang berbohong cenderung menggunakan jeda
(pause) yang lebih lama, sebelum menjawab pertanyaan. Ciri lain orang
berbohong, mereka yang menggunakan kata-kata yang konkret. Mereka
biasanya menggunakan istilah-istilah yang umum seperti, “Yah, seperti
itulah”. Mereka juga jarang menyebutkan nama tempat atau nama orang

7
secara spesifik. Ciri lainnya adalah saat bicara sering menutup mulutnya
dengan tangan yang posisi ibu jarinya di pipi.
e. Isyarat nonverbal dikendalikan oleh aturan
Ada beberap aturan-aturan yang berlaku dalam proses
nonverbal. Hanya memiliki kedudukan lebih tinggi yang boleh
menyentuh pundak. Misal seorang direktur menyentuh pundak
bawahannya, bukan bawahannya yang menyentuh pundak direkturnya,
risikonya akan dipecat. Selain itu, bila atasannya ingin berdiri di dekat
bawahannya, maka posisinya cenderung lebih dekat dibanding bila sang
bawahan yang memiliki keinginan untuk mendekat, pasti jarak bawahan
lebih jauh.
f. Isyarat nonverbal bersifat metakomunikasi
Antara pesan yang satu dengan pesan yang lain (baik isyarat
verbal dengan isyarat nonverbal, atau isyarat nonverbal dengan isyarat
nonverbal) saling berhubungan, saling mengkomunikasikan, dan saling
menguatkan. Misalnya, seorang sales sedang menawarkan produknya
kepada calon customer-nya. Ia tidak hanya berkomunikasi secara
verbal, tetapi juga berkomunikasi nonverbal. Kata-katanya, penampilan
tubuh, gaya rambut, cara berpakaian, jam tangan,dan cara berjalan,
semua mengkomunikasikan dirinya serta produk yang ditawarkan.

2. Fungsi-fungsi pesan non verbal


Komunikasi nonverbal dapat menjalankan sejumlahh fungsi penting.
Periset nonverbal mengidentifikasi enam fungsi utama, yaitu :
a. Menekankan
Yaitu menggunakan komunikasi nonverbal untuk menonjolkan
atau menekankan beberapa bagian dari pesan nonverbal. Misalnya saja,
anda mungkin tersenyum untuk menekankan kata atau ungkapan
tertentu, atau anada dapat memukulkan tangan anda kemeja untuk
menekankan suatu hal tertentu.

8
b. Melengkapi (complement)
Yaitu komunikasi untuk memperkuat warna atau sikap umum
yang di komunuikasikan oleh pesan nonvrebal. Jadi, anda mungkin
tersenyum ketika menceritakan ketidak jujuran seseorang.
c. Kontradiksi
Menolak pesan verbal atau memberikan makna lain terhadap
pesan verbal.
d. Mengatur
Yaitu gerak-gerik nonverbal dapat mengendalikan atau
mengisyarakatkan keinginan anda untuk mengatur arus pesan verbal.
e. Mengulangi
Yaitu mengulangi atau merumuskan ulang makna dari pesan
verbal.
f. Menggantikan
Yaitu komunikasi nonverbal juga dapat menggantikan pesan
verbal.
Dengan fungsi-fungsinya seperti di atas maka jelas komunikasi nonverbal
merupakan salah satu bagian penting komunikasi manusia. Hubungan antara
komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal berdasarkan fungsi-fungsi di atas,
bisa menggantikan komunikasi verbal.
Namun, yang terasa lebih banyak adalah saling menguatkan dan saling
melengkapi antara komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Pesan-pesan
yang disampaikan secara verbal diperkuat dan dilengkapi dengan pesan-pesan
nonverbal. Sebagai contoh, perhatikan saja peminta-minta di jalan yang cara
bicaranya memelas, berpakian lusuh, posisi badan membungkuk dan tangan
dijulurkan sambil berbicara, ”Kasihaaaan, pak” atau ”kasihaaaaaaan, bu”.
Komunikasi verbal digantikan komunikasi nonverbal yang paling mudah
kita temukan adalah rambu lalu lintas. Bisa dibayangkan apabila pak polisi
harus menyampaikan secara verbal bahwa di ruas jalan ini kendaraan dilarang
parkir, di lajur sebelah sana kendaraan dilarang berhenti.
Kita tentunya akan membutuhkan sangat banyak polisi lalu lintas karena
menyampaikan pesan-pesan seperti kepada pengguna jalan raya atau kalau

9
rambu lalu-lintas tersebut bukan dalam bentuk komunikasi nonverbal
melaikankan komunikasi verbal maka akan sangat besar ukurannya karena
harus memuat tulisan yang cukup panjang dan berukuran besar agar bisa terbaca
oleh pengguna jalan raya, seperti penunjuk arah tempat di jalan.

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kita dapat berkomunikasi dengan orang lain karena ada makna yang
dimiliki bersama. Makna yang sama hanya terbentuk bila kita memiliki
pengalaman yang sama. Komunikasi akan berhasil apabila pesan yang
disampaikan tepat, dapat dimengerti dan dapat diterima oleh komunikan.
Bahasa cenderung menghambat atau mempercepat proses pemikiran tertentu.
Dengan bahasa kita mengkomunikasikan pemikiran kita kepada orang lain dan
menerima pikiran orang lain.
Singkatnya, kita tidak selalu berpikir dengan kata-kata tetapi sedikit
sekali kita dapat berpikir tanpa kata-kata. Dengan demikian, Komunikasi verbal
adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal. Simbol verbal
bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling impresif.
Komunikasi nonverbal adalah semua aspek komunikasi selain kata-kata
sendiri yang mencakup bagaimana kita mengucapkan kata-kata (infleksi,
volume), fitur, lingkungan yang mempengaruhi interaksi (suhu, pencahayaan),
dan benda-benda yang mempengaruhi citra pribadi dan pola interaksi (pakaian,
perhiasan, mebel).
Dalam komunikasi, pesan nonverbal yang berupa tanda dan simbol,
memainkan peranan penting dalam kehidupan manusia, walaupun hal ini sering
kali tidak kita disadari. Komunikasi non verbal dapat berupa bahasa tubuh,
tanda (sign), tindakan/perbuatan (action) atau objek (object).

B. Saran
Proses komunikasi merupakan pertukaran informasi maka dalam
menyampaikan informasi individu pengirim (sender) hendaknya
memperhatikan penerima (receiver) dari beberapa segi yaitu usia,
pengetahuan, situasi dan kondisi waktu penyampaiannya, sehingga informasi
yang disampaikan mendapat feedback dan komunikasi menjadi efektif.

11
DAFTAR RUJUKAN

Devito, J.A. (1994). Komunikasi Antar Manusia. Jakarta: Profesional books

Hardjana, A. (2003). Komunikasi Intrapersonal & Komunikasi Interpersonal.


Yogyakarta: Kanisius

12