Anda di halaman 1dari 73

PEMERIKSAAN USG OBSTETRI DASAR

TRIMESTER 2 & 3 NORMAL

KOLEGIUM OBSTETRI GINEKOLOGI INDONESIA


PERKUMPULAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI INDONESIA

2017
AGENDA
• PENDAHULUAN
• TUJUAN
• PERSIAPAN
• SONOGRAFI NORMAL TRIMESTER 2 & 3
• MARKER SONOGRAFI (GENETIC SONOGRAPHY)
• PESAN DIBAWA PULANG
• KEPUSTAKAAN
PERKUMPULAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI INDONESIA
KELOMPOK KERJA ULTRASONOGRAFI
PEMERIKSAAN USG TRIMESTER 2 DAN 3
! GAMBARAN USG ANATOMI
Pasien : JANIN :
! ! (N = Normal; Ab = Abnormal*; N Ab* TT
Tgl lahir (hr/bln/thn ) : TT = tidak dapat ditampakkan;
Dokter perujuk : Abu-abu = optional)
Kepala
Bentuk
Tgl periksa (hr/bln/thn) :
Cavum septum pellucidum
Sonografer / Supervisor : Falx cerebri
Indikasi USG dan data klinis terkait : Thalamus
Ventrikel lateral
Cerebellum
Usia Gestasi (minggu + hari) : Cisterna magna
Wajah
Berdasar : HPHT / USG terdahulu / Lainnya : Bibir atas
Profil mediana
Kondisi teknis : Baik/Terbatas krn : Orbita
Tunggal/Kembar (gunakan 1 lembar/janin) : Hidung
=> Khorionisitas : Lubang hidung
Leher
Thorax
PLASENTA: Letak :
Bentuk
Hubungan dengan OUI : jauh menutupi ___mm dr OUI Tidak tampak massa
Tampilan Normal Abnormal* Jantung
Derajat Maturasi : 0 / I / II / III Aktivitas jantung
CAIRAN AMNION: Normal Abnormal* Ukuran
GERAK JANIN: Normal Abnormal* Axis jantung
Four-chamber view
MEASURMENT mm Percentile (Reference) Left ventricular outflow
Biparietal diameter Right ventricular outflow
Abdomen
Head circumference Gaster
Usus
Abdominal
Ginjal
circumference Vesica urinaria
Femur diaphysis Insersi umbilicus di abdomen
length Vaskular umbilikus
Other: Vertebra
Other: Ekstremitas
Other: Tangan kanan (termasuk telapak)
*Temuan abnormal (uraian rinci): Kaki kanan (termasuk telapak)
Tangan kiri (termasuk telapak)
Kaki kiri (termasuk telapak)
Jenis kelamin : L P
Lain-lain :

KESIMPULAN :
Normal dan pemeriksaan lengkap.
Normal tetapi pemeriksaan tidak lengkap.
Tampak abnormal*
Rencana: Tidak perlu pemeriksaan USG lagi
Periksa ulang ….. minggu. Produced Cetak Simpan
Rujuk kepada : Jumlah gambar
Lain-lain :
Tanda tangan :
Keterangan tambahan :

Referensi : ISUOG (2013)


PERHATIAN : pemeriksaan USG merupakan alat bantu diagnostik. Janin setiap saat mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan usia

POGI/USG/D
kehamilan, yang mungkin saja mengalami gangguan atau penyakit sehingga terjadi kelainan. Oleh karena USG hanya menilai sesaat (pada waktu
diperiksa), maka mungkin saja
HANYA UNTUK PENDIDIKAN & PENELITIAN
tidak setiap kelainan dapat dideteksi, artinya tidak ada jaminan bahwa seluruh kelainan bawaan dapat dideteksi

asar/2014
sebelum lahir. Pemeriksaan USG akan dilakukan lagi pada kehamilan 18 – 22 minggu dan 28 – 32 minggu terutama untuk penapisan cacat bawaan dan
pemantauan pertumbuhan janin. Hal ini penting untuk dipahami oleh pasien dan dokter pemeriksa. !
PENDAHULUAN
• USG Dasar Trimester 2 dan 3  struktur normal 
usia gestasi, pertumbuhan, anomali janin
• Pelajari kembali anatomi, embriologi, genetika,
fisiologi, dan ilmu terkait tumbuh kembang embrio
dan janin + penyakit ibu
• Kuasai Panduan Pemeriksaan  laporan USG  Uji
Kompetensi  kompetensi USG tingkat dasar 
Bukulog & Portfolio PROFISIEN  Tingkat Madya
 P2KB USG
TUJUAN
• UMUM
- Mampu melakukan pemeriksaan USG trimester
2 dan 3 dengan baik dan benar, melalui
pemeriksaan transabdominal dan/atau
transvaginal

• KHUSUS
TUJUAN KHUSUS
• Mampu mengetahui indikasi pemeriksaan USG Obstetri.
• Mampu menentukan jumlah, letak, dan presentasi janin.
• Mampu menentukan implantasi dan morfologi plasenta.
• Mampu menentukan volume cairan amnion.
• Mampu melakukan pemeriksaan umbilikus.
• Mampu melakukan pemeriksaan biometri dasar janin.
• Mampu menentukan letak jantung dan DJJ normal.
• Mampu menilai morfologi normal janin.
• Mampu menentukan jenis kelamin.
• Mampu menilai aktivitas janin.
• Mampu melakukan evaluasi uterus, adneksa, dan rongga pelvik.
• Mampu membuat dokumentasi dan laporan USG trimester 2
dan 3 (POGI).
PERSIAPAN
• PASIEN
- Informed consent & choice
• PERALATAN
- USG real-time, Transduser abdomen dan vagina
- Pengaturan : institusi, waktu, pasien, pemeriksa,
TIb < 1, MI < 1, fokus dua buah, power < 100%, Body-
mark, dan Biometri dasar Hadlock 1984
• PEMERIKSA
– Kompeten
PEMERIKSAAN TRIMESTER 2-3
• Anamnesis : haid, paritas/fertilitas, keluhan, dsb.
• Pemeriksaan Fisik : status generalis dan obstetri
• Pemeriksaan penunjang
• Diagnosis Kerja : ibu dan janin
• Sistematika Pemeriksaan : Eksplorasi dulu
rongga pelvik dan abdomen !
– IKUTI PANDUAN POGI
– Kenali struktur normal
– Periksa secara sistematis dan serius
EKSPLORASI
• Mulai dari supra simfisis  posisi
transduser transversal, tegak lurus
lantai  nilai rongga pelvik  menuju
prosesus xyphoideus  ke lateral
kanan  lateral kiri  bila perlu
potongan longitudinal

• Perhatikan : presentasi janin, letak


punggung, tanda kehidupan, letak
dan derajat maturasi plasenta, serta
volume cairan amnion
ISUOG RECOMMENDATION (2014)
• Determination of fetal • Standard fetal biometry
position (BPD, HC, AC, FL)
• Assessment of fetal • Fetal growth and typical
wellbeing, including fetal causes of abnormal fetal
movements growth
• Amniotic fluid volume • Fetal head (intact
estimation and conditions cranium, head shape,
associated with abnormal midline falx, cerebral
amniotic fluid volume ventricles, cavum septi
• Placental assessment, pellucidi, cerebellum,
including relation to the cisterna magna) and
internal cervical os typical anomalies
ISUOG RECOMMENDATION (2014)
• Fetal face (orbits, nose and • Fetal abdomen (stomach,
mouth in different plane) liver with umbilical vein,
kidneys and urinary bladder,
and typical anomalies diaphragm, bowel,
• Fetal thorax (lung abdominal wall and cord
morphology and insertion) and typical
anomalies
relationship to heart size)
• Fetal spine in longitudinal
and typical anomalies and transverse planes and
• Fetal heart (situs, four typical anomalies
chamber view, outflow • Fetal limbs (arms, hands,
tracts, three-vessel view) legs, feet) and typical
anomalies
and typical anomalies
• Umbilical and uterine artery
Doppler
PLASENTA, UMBILIKUS,
AMNION
ANATOMI JANIN NORMAL
• Kepala
• Wajah
• Leher
• Thoraks
• Jantung
• Abdomen
• Traktus Urinarius
• Genitalia
• Vertebra
• Ekstremitas
KEPALA JANIN
• Tiga bidang potong :
- Sagital : dari telinga kanan 
telinga kiri
- Koronal : dari ujung hidung 
oksipitalis
- Transversal (aksial) : dari
puncak kepala  basis kranii
• ISUOG : intact cranium, cavum
septi pellucidi (CSP). midline falx,
thalami, cerebral ventricle,
cerebelum, cisterna magna
• Biometri dasar : BPD; HC; AC;
FL
ISUOG Guidelines
Sonographic examination of the fetal central nervous system:
guidelines for performing the basic examination and the fetal neurosonogram
WAJAH JANIN
Tiga bidang potong :
• Sagital : profil, tulang
hidung, maksilla, mandibula,
dagu
• Koronal : orbita, lensa
mata, hidung, lubang
hidung, bibir
• Transversal (aksial) :
dahi, orbita, hidung, dagu
WAJAH : Potongan Sagital

Profil wajah janin : dahi, hidung, bibir, dagu


WAJAH : Potongan Koronal

Lensa mata (bentuk seperti cincin


WAJAH : Potongan koronal

Lubang hidung (tanda panah)


WAJAH : Potongan Transversal

Tampak kedua orbita normal


THORAKS JANIN
• 3 Bidang potong : L, AP, dan T
• Paru :
- Kanan : homogen, terdiri dari 3 lobus
- Kiri : homogen, terdiri dari 2 lobus, terdapat jantung
- Menempati 2/3 rongga thoraks
- Cairan abnormal : tebal > 2 mm (efusi pleura,
hidrothoraks)
• Vertebra dan kostae : efek shadowing
• Jantung : lihat penjelasan selanjutnya
THORAKS JANIN : Transversal

Kedua lobus paru tampak homogen


THORAKS JANIN :
Koronal dan sagital
KORONAL SAGITAL
JANTUNG JANIN
• Kelainan terbanyak  diagnosis sulit  pemeriksaan
harus sistematis  screening 20 – 22 minggu
• Tentukan presentasi, letak, dan posisi kiri kanan janin
 cari gaster (pot. aksial)  geser ke arah kranial
beberapa mm  situs, 4CV, outflow tract, 3VV
• Bila curiga patologi : rujuk
Hubungan Apeks dan Gaster

Hubungan letak gaster dan apeks jantung (Di unduh dari :


http://www.centrus.co.br/DiplomaFMF/SeriesFMF/18-23weeks/chapter-04/heart/heartfmf-complete.html
tanggal 7 Oktober 2006)
Figure 2. Four-chamber view. The key elements of the normal mid-trimester four-
chamber view include heart area no more than one third of chest area, right- and
left-sided structures approximately equal (chamber size and wall thickness), a
patent foramen ovale with its valve in the left atrium, an intact cardiac ‘crux’ with
normal offset of the two atrioventricular valves and intact ventricular septum. The
morphological right ventricle (RV) is identified by the presence of the moderator
band and tricuspid valve, this valve inserting more apically in the septum than does
the mitral valve (normal offset). D. Aorta, descending aorta; L, left; LA, left atrium;
LV, left ventricle; R, right; RA, right atrium. ISUOG, 2013
Figure 4. Fetal heart scanning technique. The four-chamber view is obtained through
an axial scanning plane across the fetal chest. Cephalad tilting of the transducer
from the four-chamber view towards the fetal head gives the outflow tract views
sequentially: left ventricular outflow tract (LVOT), right ventricular outflow tract
(RVOT), three-vessel (3V) and three vessels and trachea (3VT) views. ISUOG, 2013

http://onlinelibrary.wiley.com/store/10.1002/uog.12403/asset/image_n/uog12403-fig-0004.png?v=1&t=hjwzp45y&s=
8b1e8f44637627be6eebf1e00947823cc800d10c
Figure 5. Left ventricular outflow tract (LVOT) view. This view shows a vessel
connected to the left ventricle (LV). It is important to demonstrate continuity
between the interventricular septum and the anterior wall of this vessel,
which in the normal heart corresponds to the aorta. The aortic valve should
not be thickened and should be shown to open freely. The aortic valve is
closed in (a) and open in (b). D. Aorta, descending aorta; L, left; LA, left
atrium; R, right; RA, right atrium; RV, right ventricle. ISUOG, 2013
Figure 6. Right ventricular outflow tract (RVOT) view. This view shows a vessel connected to
the right ventricle (RV). In the normal heart this vessel crosses over the aorta, which helps in
identifying it as the main pulmonary artery (PA). The pulmonary valve should not be
thickened and should open freely. In (a), the bifurcation of the PA into both pulmonary
branches can be seen. The pulmonary valve is closed. In (b), the plane of insonation is slightly
more cephalad. The PA, right pulmonary artery (RPA) and arterial duct are seen. D. Aorta,
descending aorta; L, left; LPA, left pulmonary artery; R, right; SVC, superior vena cava.
Figure 7. Three-vessel (3V) view. This view best demonstrates the
relationship between the pulmonary artery, aorta and superior vena cava
(SVC) in the upper mediastinum. It is important to note the correct position
and alignment of the three vessels as well as their relative size. The
pulmonary artery, to the left, is the largest of the three and the most
anterior, whereas the SVC is the smallest and most posterior. D. Aorta,
descending aorta.
Figure 8. Three vessels and trachea (3VT) view. This view best demonstrates the
transverse aortic arch and its relationship with the trachea. In the normal heart,
both the aortic arch and the ductal arch are located to the left of the trachea, in a
‘V’-shaped configuration. L, left; R, right; SVC, superior vena cava.

http://onlinelibrary.wiley.com/store/10.1002/uog.12403/asset/image_n/uog12403-fig-0008.png?v=1&t=hjx0n8iq&s=
abd9d141015d5d3c3550bacfa042b77b92361f83
ABDOMEN
• Penilaian :
- Keutuhan dinding
abdomen
- Insersi tali pusat
- Hepar, gaster, intestin,
kolon-rektum
- Intestin (diameter < 7
mm)
- Kolon (diameter < 12
mm)
DINDING ABDOMEN

Algoritma pemeriksaan dinding abdomen. (Di unduh dari :


http://www.centrus.co.br/DiplomaFMF/SeriesFMF/18-23-
weeks/algorytms/algorytms_file/abdome/abdome.html. Pada tanggal 8 Oktober 2006)
ISI RONGGA ABDOMEN
TRANSVERSAL

Tampak vertebra, gaster, dan V. porta


ISI RONGGA ABDOMEN

Algoritma pemeriksaan traktus digestivus. (Di unduh dari :


http://www.centrus.co.br/DiplomaFMF/SeriesFMF/18-23-
weeks/algorytms/algorytms_file/abdome/abdome.html. Pada tanggal 8 Oktober 2006)
TRAKTUS URINARIUS
• Ginjal : Ekstra peritoneal 
bilateral  bentuk seperti
kacang  korteks & medulla
berisi cairan : anekhoik 
sistem pelvio-kalises 
ureter  VU  nilai dalam 3
bidang potong
• VU :
- Waktu pengosongan dan
pengisian
- Tidak tampak / kosong :
agenesis
ginjal
- Dilatasi : obstruksi katup
posterior, dll
TRAKTUS URINARIUS

Algoritma pemeriksaan ginjal. (Di unduh dari :


http://www.centrus.co.br/DiplomaFMF/SeriesFMF/18-23-
weeks/algorytms/algorytms_file/kidneys/kidneys.html. Pada tanggal 8
GENITALIA
• Tingkat kesalahan : ± 3%
Kesalahan penentuan kelamin perempuan > laki-laki
• Perempuan :
- Labia, uterus (?)
• Laki-laki :
- Penis, testis, dan skrotum
- 30 minggu : testis masuk ke skrotum
- Hidrokel : sering ditemukan
VERTEBRA
The vertebrae are formed from three
ossification centers in fetal life; one for
the vertebral body and one for each
lamina of the neural arch. The spinous
process only begins to ossify after birth.
The ossification centers are seen as three
reflective foci on a transverse (axial)
image, surrounding the echo-free central
neural canal. In the cervical, thoracic and
upper lumber region they have a
triangular shape, but become U-shaped in
the lower lumbar spine due to the normal
lumbar expansion of the neural canal. In
the Sagittal view the anterior and
posterior elements of the vertebral body
are present as a double row of echoes
(representing the vertebral bodies and
laminae).
EKSTREMITAS
• Superior
- Humerus, Radius, Ulna, dan Telapak Tangan, Jari
- Jumlah : sepasang
• Inferior
- Femur, Tibia, Fibula, dan Telapak kaki, Jari
- Jumlah : sepasang

• Korelasi antar ekstremitas


- Sudut antara punggung kaki dan tungkai bawah > 900
- Talipes (Club-foot)
BIOMETRI DASAR
• Biometri dasar : BPD, HC, AC, FL, EFW
• Biometri extended : Cerebellum, dll
• Usia kehamilan
• Gangguan pertumbuhan : makrosomia dan PJT 
perhatikan kecenderungannya
• Skrining anomali
• Pakai satu peneliti untuk biometri dasar : Hadlock ?
Jeanty ? Peneliti lokal ? Lainnya ?  POGI (2013)
memakai Hadlock 1984
Parameter Klinis dalam
Penentuan Usia Gestasi
Prioritas untuk Penentuan Usia Gestasi Prakiraan Perbedaan untuk 95% Kasus
1. IVF / Inseminasi < 1 hari
2. Induksi ovulasi 3 – 4 hari
3. Pencatatan suhu basal badan - 5 hari
4. USG : CRL 4 – 5 hari
5. USG : BPD (12 – 20 minggu) ± 1 minggu
6. Pemeriksaan fisik trimester 1 (uterus normal) ± 1 minggu (?)
7. USG : volume kantong gestasi ± 1,5 minggu
8. USG : BPD (20 – 26 minggu) ± 1,6 minggu
9. HPHT siklus tercatat (haid normal) ± 2 – 3 minggu
10. USG : BPD (26 – 30 minggu) ± 2 – 3 minggu
11. USG : BPD ( > 30 minggu ) 3 – 4 minggu
12. Pengukuran Tinggi fundus uteri 4 – 6 minggu
13. Pertama kali DJJ terdengar 4 – 6 minggu
14. Quickening 4 – 6 minggu
Adapted from Hadlock FP. Ultrasound evaluation of fetal growth. In: Callen PW. Ultrasonography in
Obstetrics and Gynecology. Philadelphia: WB Saubders, 1994: 130
Biparietal Diameter (BPD)
• Tentukan letak dan
presentasi janin
• Susuri vertebra hIngga ke
daerah kepala  putar
transduser hingga terletak di
atas telinga  transversal
• Tampak: cranium, falx cerebri,
CSP, Thalamus, Ventrikel 3,
ventrikel lateral
• Tidak boleh tampak
cerebellum dan orbita
• Ukur: OUTER TO INNER

http://www.brooksidepress.org/Products/Military_OBGYN/Ultrasound/ScanBPD.jpg
Head Circumference (HC)
• Bidang potong sama seperti BPD
• Sering dipergunakan pada trimester 3
• Cara ukur : outer to outer, ellips atau tracing

http://www.brooksidepress.org/Products/Military_OBGYN/Ultrasound/ScanBPD.jpg
Abdominal Circumference (AC)

Tentukan letak dan presentasi.


Susuri punggung, hingga tampak
Jantung.
Putar transduser 900.
Cari vertebra, gaster, dan vena
Porta. Tidak boleh tampak ginjal
Buat AC sebundar mungkin.
Cara ukur : OUTER TO OUTER
http://www.brooksidepress.org/Products/Military_OBGYN/Ultrasound/ScanAC.jpg
Femur Length (FL)
Tentukan letak dan presentasi, susuri vertebra hingg bokong.
Tampak VU dan bonngol femur putar transduser 900.
Cara ukur : diafisis ke diafisis (tulang ke tulang)

http://www.brooksidepress.org/Products/Military_OBGYN/Ultrasound/ScanFL.jpg
SONOGRAPHIC MARKERS
(GENETIC SONOGRAPHY)
• Soft marker (Soft sign)
a. A minor fetal anomaly that have been found to be
statistically associated with fetal chromosomal anomaly.
b. An ultrasound finding at 18-22 weeks gestation which
increases the risk of the fetus having a chromosomal
anomaly (usually T-21)

» When several soft markers are combined in the one fetus,


the risk for chromosomal anomalies increases markedly.
FREQUENCY OF CHROMOSOME ABNORMALITIES &
NUMBER OF ULTRASOUND-DETECTED DEFECTS

No. of defects No. with chromosome abn./total with defect (%)

any 301/2086 (14)

2 276/958 (29)

3 223/488 (48)

4 153/248 (62)

5 93/133 (70)

6 58/80 (72)

7 33/40 (82)

≥8 22/94 (92)

(Adopted from: Nicolaides KH, et al. Lancet, 340; 1992)


Sonographic Markers and Fetal
Chromosome Abnormality
Sonographic Marker Isolated Appearance Combined Appearance

Nuchal translucency > 3 mm (11-14 wks) 29% 29%


Echogenic intestine up to 7% up to 46%
Umbilical cord cyst 7% 55%
Early growth restriction (< 20 wks)  5% 40%
Bilateral pylectasia 2 - 3% up to 30%
Choroid plexus cysts (bilateral) 0.6 - 1.5% 4.5 - 45%
Single umbilical artery (SUA) 0 - 2% 20 - 30%
Ventricular enlargement (10-15 mm) 2% 17%
Echogenic intracardiac focus 0 - 1.2% up to 12%

(Barbara Ulm. Sonographic Indications for Fetal Chromosome Abnormalities)


SOFT MARKERS
(11-14 WEEKS GESTATION)

• Nuchal translucency (NT) → T-21, T-18, T-13,


triploidy, 45X/O

• Absent of nasal bone → T-21


SOFT MARKERS
(18-22 WEEKS GESTATION)

Sonographic marker T-21 T-18 T-13

∙ Nuchal fold ≥ 6 mm. + + +


∙ Echogenic bowel +
∙ Echogenic foci in the fetal heart +
∙ Short femur (< 3 %-ile) +
∙ Short humerus (< 3 %-ile) +
∙ Dilated renal pelvis (> 5 mm) + + +
∙ Mild ventriculomegaly (10-15 mm) + +
∙ Single umbilical artery + +
Sonographic Scoring Index

∙ Nuchal fold ≥ 6 mm 2
∙ Structural defect 2
∙ Short femur (< 3%-ile) 1
∙ Short humerus (<3&-ile) 1
∙ Pyelectasis (> 5 mm) 1
∙ Echogenic bowel 1
∙ Choroid plexus cyst 1

* Amniocentesis should be performed when the score ≥ 2

(Nadel AS, et al. J Ultrasound Med. 1995; 14)


SOFT MARKERS
Other indications to offer amniocentesis
• A single soft marker if present in a woman who at
risk for chromosomal anomaly:
▪ > 35 years of age
▪ Positive for biochemical test.
SONOGRAPHIC SCORING INDEX FOR DETECTING
DOWN SYNDROME

∙ Nuchal fold ≥ 6 mm 2
∙ Structural defect 2
∙ Short femur (< 3%-ile) 1
∙ Short humerus (<3&-ile) 1
∙ Pyelectasis (> 5 mm) 1
∙ Maternal age 35-39 years 1
∙ Maternal age ≥ 40 years 2

* Score ≥ 2: sensitivity 86,8%; false-positive rate 27,1%

(Bromley B, et al. Ultrasound Obstet Gynecol. 1997; 10)


SOFT MARKERS FOR DETECTING
DOWN SYNDROME
Isolated marker Sensitivity False (+) rates

∙ Nuchal translucency (> 3 mm) 75% 1.0%


∙ Nuchal thickening (> 6 mm) 39,4% 0.6%
∙ Absent of the nasal bone 81% 11%
∙ Echogenic bowel 20.6% 0.6%
∙ Shortened femur (humerus) 31.6% (21.9%) 5.2% (1.4%)
∙ Echogenic intracardiac focus 27.7% 4.4%
∙ Renal pyelectasis 13.5% 2.6%

(Adopted from: PubMed Central. J Perinat Educ. 2006 Winter; 15)


SONOGRAPHIC MARKERS

• Hard/strong marker (Hard sign)

A major fetal structural abnormality that have an


established and strong association with
chromosomal anomaly.

» Amniocentesis should be performed.


HARD MARKERS
1. Head abnormalities
∙ hydrocephalus (21, 18, triploidy)
∙ microcephaly (13, 45X/O)
∙ holoprosencephaly (13)
∙ Dandy-Walker malformation (21, 18, 13)
∙ agenesis of the corpus callosum (18)
2. Face & neck abnormalities
∙ cleft lip & palate (18, 13)
∙ micrognathia (18)
∙ nuchal edema (21, 18, 13)
∙ cystic hygroma (45X/O)
Anomali kongenital daerah kepala
HARD MARKERS
3. Thoracic cavity abnormalities
∙ diaphragmatic hernia (18, 13)
∙ congenital heart diseases (21, 18, 13, triploidy, 45X/O)

4. Abdominal wall & GI tract abnormalities


∙ esophageal atresia (21, 18)
∙ duodenal atresia (21)
∙ omphalocele (21, 18, 13)
HARD MARKERS
5. Genitourinary abnormalities
∙ cystic kidney dysplasia (21, 18, 13, triploidy)
∙ hydronephrosis (21, 18, 13)

6. Skeleton abnormalities
∙ shortened femur/humerus (21)
∙ clenched fist (18, triploidy)
∙ club foot (18, 13)
HARD MARKERS
7. Others
∙ non-immune hydrops (21, 45X/O)
∙ fetal growth restriction (21, 18, 13, triploidy, 45X/O)
∙ polyhydramnios (21, 18, 13)
∙ oligohydramnios (18, 13)
Asites dan hidrothoraks Atresia duodenum & hidramnion
DOKUMENTASI
• Rekaman permanen :
- cetakan
- foto
- video (tape, flash-disk,
CD, hard-disk, memory
card, dll)
- dsb.

• Laporan pemeriksaan.
PEMERIKSAAN TRIMESTER 3

• 28 minggu : mulai pemantauan gerak kartu


gerak janin
• 30 minggu : kematangan fungsi SSP KTG
• 30 – 32 minggu : skrining  anomali yg baru
tampak
• 32 – 34 minggu : hemodilusi maksimal
• 34 – 36 minggu : pelvimetri klinis, PJT
• 36 minggu : plasenta praevia, KTG
• Aterm : inpartu  USG intra-partum
• Postpartum : HPP, akut abdomen (kista) 
USG postpartum
LAPORAN USG
PERKUMPULAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI INDONESIA
KELOMPOK KERJA ULTRASONOGRAFI
PEMERIKSAAN USG TRIMESTER 2 DAN 3
! GAMBARAN USG ANATOMI
Pasien : JANIN :
! ! (N = Normal; Ab = Abnormal*; N Ab* TT
Tgl lahir (hr/bln/thn ) : TT = tidak dapat ditampakkan;
Dokter perujuk : Abu-abu = optional)
Kepala
Bentuk
Tgl periksa (hr/bln/thn) :
Cavum septum pellucidum
Sonografer / Supervisor : Falx cerebri
Indikasi USG dan data klinis terkait : Thalamus
Ventrikel lateral
Cerebellum
Usia Gestasi (minggu + hari) : Cisterna magna
Wajah
Berdasar : HPHT / USG terdahulu / Lainnya : Bibir atas
Profil mediana
Kondisi teknis : Baik/Terbatas krn : Orbita
Tunggal/Kembar (gunakan 1 lembar/janin) : Hidung
=> Khorionisitas : Lubang hidung
Leher
Thorax
PLASENTA: Letak :
Bentuk
Hubungan dengan OUI : jauh menutupi ___mm dr OUI Tidak tampak massa
Tampilan Normal Abnormal* Jantung
Derajat Maturasi : 0 / I / II / III Aktivitas jantung
CAIRAN AMNION: Normal Abnormal* Ukuran
GERAK JANIN: Normal Abnormal* Axis jantung
Four-chamber view
MEASURMENT mm Percentile (Reference) Left ventricular outflow
Biparietal diameter Right ventricular outflow
Abdomen
Head circumference Gaster
Usus
Abdominal
Ginjal
circumference Vesica urinaria
Femur diaphysis Insersi umbilicus di abdomen
length Vaskular umbilikus
Other: Vertebra
Other: Ekstremitas
Other: Tangan kanan (termasuk telapak)
*Temuan abnormal (uraian rinci): Kaki kanan (termasuk telapak)
Tangan kiri (termasuk telapak)
Kaki kiri (termasuk telapak)
Jenis kelamin : L P
Lain-lain :

KESIMPULAN :
Normal dan pemeriksaan lengkap.
Normal tetapi pemeriksaan tidak lengkap.
Tampak abnormal*
Rencana: Tidak perlu pemeriksaan USG lagi
Periksa ulang ….. minggu. Produced Cetak Simpan
Rujuk kepada : Jumlah gambar
Lain-lain :
Tanda tangan :
Keterangan tambahan :

Referensi : ISUOG (2013)


PERHATIAN : pemeriksaan USG merupakan alat bantu diagnostik. Janin setiap saat mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan usia
kehamilan, yang mungkin saja mengalami gangguan atau penyakit sehingga terjadi kelainan. Oleh karena USG hanya menilai sesaat (pada waktu
diperiksa), maka mungkin saja tidak setiap kelainan dapat dideteksi, artinya tidak ada jaminan bahwa seluruh kelainan bawaan dapat dideteksi
sebelum lahir. Pemeriksaan USG akan dilakukan lagi pada kehamilan 18 – 22 minggu dan 28 – 32 minggu terutama untuk penapisan cacat bawaan dan
pemantauan pertumbuhan janin. Hal ini penting untuk dipahami oleh pasien dan dokter pemeriksa. !
PESAN DIBAWA PULANG
• Skrining pada “window period” ada
anomali yang baru tampak pada
trimester 3
• Do not jump to conclusion  OMIM (online
Mendelian of Inheritance of the Man)
• Penilaian 3 bidang potong (L, AP, dan T)
 volume
• Siapkan diri untuk pelatihan USG intra dan
post partum (Tingkat Madya)
• Bila ragu  rujuk
KEPUSTAKAAN
1. POGI. Buku Acuan USG Obstetri dan Ginekologi Dasar. Kolegium
OBGIN, 2013 (Draft).
2. POGI. Penuntun Belajar USG Obstetri dan Ginekologi. Kolegium
OBGIN, 2013.
3. Endjun JJ. USG Obstetri dan Ginekologi Dasar. Edisi 1, Cetakan
Kedua, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 2009.
4. Endjun JJ. USG Obstetri dan Ginekologi Dasar untuk Dokter.
RSPAD-PT. Sagung Seto, Jakarta, 2016.
5. Norton ME, Scoutt LM, Feldstein VA. Callen’s ultrasonography in
obstetrics and gynecology, 6th Ed, Elsevier, 2017.
6. Salomon LJ, Alfirevic Z, Berghella V et al. ISUOG: Panduan praktik
untuk melakukan scan rutin ultrasonografi janin mid-trimester,
UOG 2010. Alih bahasa Indonesia, A. Budi Marjono, Azen Salim,
2016.
TERIMA KASIH