0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
711 tayangan5 halaman

Metode Gabungan Penelitian Kualitatif-Kuantitatif

Bb

Diunggah oleh

Firman Purba
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
711 tayangan5 halaman

Metode Gabungan Penelitian Kualitatif-Kuantitatif

Bb

Diunggah oleh

Firman Purba
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CRITICAL JOURNAL REVIEW

METODE PENELITIAN

Disusun oleh:
Sari Rahmadani Siregar (7161220035)
Tengku Annisa H.Ch (7161220039)
Firman Purba (7163220020)

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TA. 2017/2018
A. IDENTITAS JURNAL

Judul PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF


SERTA PEMIKIRAN DASARA
MENGGABUNGKANNYA
Jurnal Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Volume dan Halaman Volume 15 No 1 Halaman 127-138
Tahun 2010
Penulis Mohammad Mulyadi

B. REVIEW JURNAL

1. PENDAHULUAN

Penelitian adalah sebuah proses kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui


sesuatu secara teliti, kritis dalam mencari fakta-fakta dengan menggunakan
langkah-langkah tertentu. Keinginan untuk mengetahui sesuatu tersebut secara
teliti, muncul karena adanya suatu masalah yang membutuhkan jawaban yang
benar. Berbagai alasan yang menjadi sebab munculnya sebuah penelitian.

Berpikir adalah menyusun kata-kata menjadi saling berhubungan satu sama lain.
Berpikir juga berarti menghubungkan suatu fenomena dengan fenomena lainnya
dalam pikiran. Berpikir berarti menempatkan kesadaran kepada suatu objek
sampai pikiran bergerak untuk menyadari bagian-bagian lain dari objek yang
disadari itu. Seperti seseorang yang sedang berlatih mengemudikan mobil. Setelah
memperhatikan tata cara mengemudikan mobil, ia dapat menemukan bahwa
terdapat fungsi dari masing-masing alat yang ada dimobil tersebut. Kemudian ia
melakukan suatu pencatatan dan dapat menghubungkan satu bagian dengan
bagian lainnya. Adanya bahasa lisan dan tulisan, menandai adanya aktifitas
berpikir.

2. METODE PENELITIAN
a. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
deskriptif kualitatif.
b. Teknik pengumpulan data yang digunakan dokumentasi.

3. PEMBAHASAN

A. Filsafat Positivistik dan Filsafat Fenomenologik


Penganut filsafat positivistik berpendapat bahwa keberadaan sesuatu
merupakan besaran yang dapat diukur. Peneliti adalah pengamat yang objectif
atas peristiwa yang terjadi di dunia. Mereka percaya bahwa variabel yang
mereka teliti, merupakan suatu yang telah ada di dunia.
Sedangkan filsafat fenomenologik pertama kali dikembangkan oleh
seorang matematikawan Jerman Edmund Husserl (1850-1938). Menurutnya
filsafat fenomenologik berupaya untuk memahami makna yang sesungguhnya
atas suatu pengalaman dan menekankan pada kesadaran yang disengaja
(intentionallity of consciousness) atas pengalaman, karena pengalaman
mengandung penampilan ke luar dan kesadaran di dalam, yang berbasis pada
ingatan, gambaran dan makna.

B. Paradigma Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif


Secara umum pendekatan penelitian atau sering juga disebut
paradigma penelitian yang cukup dominan adalah paradigma penelitian
kuantitatif dan penelitian kualitatif.
Masalah kuantitatif lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat
variasi yang kompleks namun berlokasi dipermukaan. Akan tetapi masalah-
masalah kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi
yang rendah namun memiliki kedalaman bahasan yang tak terbatas.
Penelitian kualitatif lebih menekankan pada penggunaan diri si peneliti
sebagai instrumen. Lincoln dan Guba mengemukakan bahwa dalam
pendekatan kualitatif peneliti seyogianya memanfaatkan diri sebagai
instrumen, karena instrumen nonmanusia sulit digunakan secara luwes untuk
menangkap berbagai realitas dan interaksi yang terjadi. Peneliti harus mampu
mengungkap gejala sosial di lapangan dengan mengerahkan segenap fungsi 5
inderawinya. Dengan demikian, peneliti harus dapat diterima oleh informan
dan lingkungannya agar mampu mengungkap data yang tersembunyi melalui
bahasa tutur, bahasa tubuh, perilaku maupun ungkapan-ungkapan yang
berkembang dalam dunia dan lingkungan informan.

C. Desain Eksplanasi dan Deskriptif


Penelitian kuantitatif biasanya menggunakan desain eksplanasi, di
mana objek telaahan penelitian eksplanasi (explanatory research) adalah untuk
menguji hubungan antar-variabel yang dihipotesiskan. Desain eksplanasi
dimaksudkan untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap
populasinya atau menjelaskan hubungan, perbedaan atau pengaruh dari satu
variabel terhadap veriabel yang lain. Oleh karena itu, dalam format eksplanasi
peneliti menggunakan sampel dan hipotesis penelitian.
Penelitian deskriptif (descriptive research), yang biasa disebut juga
penelitian taksonomik (taxonomic research), seperti telah disebutkan
sebelumnya, dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai sesuatu
fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah
variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti.

D. Menggabungkan Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif


Sejak awal, dalam melakukan penelitian sudah harus ditentukan
dengan jelas pendekatan atau desain penelitian apa yang akan diterapkan, hal
ini dimaksudkan agar penelitian tersebut dapat benar-benar mempunyai
landasan kokoh dilihat dari sudut metodologi penelitian, disamping
pemahaman hasil penelitian yang akan lebih proporsional apabila pembaca
mengetahui pendekatan atau desain yang diterapkan.
Obyek dan masalah penelitian memang mempengaruhi pertimbangan-
pertimbangan mengenai pendekatan, desain ataupun metode penelitian yang
akan diterapkan. Tidak semua obyek dan masalah penelitian bisa didekati
dengan pendekatan tunggal, sehingga diperlukan pemahaman pendekatan lain
yang berbeda agar begitu obyek dan masalah yang akan diteliti tidak pas atau
kurang sempurna dengan satu pendekatan maka pendekatan lain dapat
digunakan, atau bahkan mungkin menggabungkannya.

4. KESIMPULAN

Penelitian dengan model ini, menggabungkan dua pendekatan, yaitu penelitian


dengan pendekatan kuantitaif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan
untuk mengetahui apakah terdapat korelasi ataupun pengaruh independent
variable terhadap dependent variable. Adapun pendekatan kualitatif dilakukan
dengan observation partisipation untuk membuat deskripsi, gambaran, lukisan
atau makna secara sistematik, mendalam, faktual dan akurat mengenai fakta-
fakta, sifat-sifat serta hubungan antar variabel yang diteliti.
Format Eksplanasi dimaksudkan untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel
terhadap populasinya atau menjelaskan hubungan atau pengaruh dari satu variabel
terhadap variabel yang lain. Oleh karena itu, dalam format eksplanasi peneliti
menggunakan sampel dan hipotesis penelitian. Penelitian eksplanasi memiliki
kredibilitas untuk mengukur, menguji hubungan sebab akibat dari dua atau lebih
variabel dengan menggunakan analisis statistik inferensial (induktif). Disamping
itu penelitian eksplanasi juga dapat digunakan untuk mengembangkan dan
menyempurnakan teori bahkan sebaliknya melemahkan bahkan mengugurkan
teori.
C. KRITIK JURNAL

1. Kelebihan jurnal

2. Kekurangan jurnal

Common questions

Didukung oleh AI

The core difference lies in their focus; quantitative research deals with broad, surface-level exploration of phenomena through measurable, often complex variations, whereas qualitative research delves deeper into narrow subjects, emphasizing the depth and richness of data over breadth .

Predefining the research approach or design is crucial to establish a methodologically solid foundation for the research. It ensures the reader can comprehensively understand the research results and appropriately applies the methodology to address the specific research questions and objectives effectively .

Explanatory research aims to test hypothesized relationships between variables using samples and statistical analysis to explain generalizations from a sample to its population . On the other hand, descriptive research seeks to explore and clarify phenomena by describing variables related to the problem and the studied unit without focusing on hypothesis testing .

The merit of combining quantitative and qualitative research approaches lies in the comprehensive understanding and foundation it provides from a methodological standpoint, allowing for a more proportional understanding of findings by addressing different aspects of the research dilemma . However, a limitation is that not all research objects and problems are suitable for a single approach, requiring substantial understanding and consideration of different methodologies to effectively implement them together .

Positivist philosophy approaches research phenomena by treating existence as quantifiable and measurable, believing that variables studied are objective entities present in the world . Conversely, phenomenological philosophy, developed by Edmund Husserl, seeks to understand the actual meaning of experiences by emphasizing intentionality of consciousness, focusing on the internal awareness built on memory, imagery, and meaning .

Lincoln and Guba suggest qualitative researchers use themselves as the primary instrument due to the flexibility needed to capture diverse realities and interactions . To ensure credibility, researchers should become accepted in the informants’ environment to uncover hidden data through verbal and non-verbal communication, thereby enhancing the authenticity and depth of their findings .

In qualitative research, the researcher's personal engagement as an instrument allows for deeper interaction with study participants and the environment, facilitating the collection of rich, nuanced data. This immersion enables the researcher to pick up on subtle cues and nuances that may not be captured through structured tools, thus enhancing the understanding of complex social phenomena .

'Intentionality of consciousness' in phenomenological research signifies the deliberate focus of consciousness on an experience, recognizing the dual aspect of an event as it appears externally and is internally perceived. This approach allows researchers to capture and interpret the richness of experiences beyond mere external appearances .

Explanatory design plays a critical role in theory development and testing by measuring and analyzing the causal relationships between variables, using inferential statistical analysis. It helps either strengthen or refute existing theories, thus contributing to theoretical advancement or revision .

In qualitative research, the researcher serves as a primary instrument, utilizing all senses and adapting to capture and interpret complex social realities . For quantitative research, the researcher acts more as an observer, aiming for objectivity in measuring and analyzing tangible, external variables .

Anda mungkin juga menyukai