Anda di halaman 1dari 1

ISPA adalah Infeksi saluran pernafasan yang berlangsung sampai 14 hari Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah

n akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang


yang dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin maupun udara pernafasan menyerang salah satu bagian / lebih dari saluran nafas mulai hidung alveoli
c. Pemeriksaan sik
Keadaan Umum : yangmengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat (Depkes, 2013) termasuk adneksanya (sinus rongga telinga tengah pleura)
Bagaimana keadaan klien, apakah letih, lemah

Faktor resiko
atau sakit berat.
Tanda vital :
- Kepala : Proses Keperawatan Berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 ISPA
Bagaimana kebersihan kulit kepala, rambut serta disebabkan oleh virus / bakteri yang diawali dengan panas dengan disertai 1. BBLR
bentuk kepala, apakah ada kelainan atau lesi 1.Pengkajian salah satu atau lebih gejala (tenggorokan sakit , nyeri telan, pilek, batuk kering 2. Status gizi
pada kepala a. Identitas Pasien
- Wajah : atau berdahak) (Kemenkes RI , 2013) 3. Imunisasi
Meliputi : nama, umur, jenis kelamin, alamat, pendidikan,
Bagaimana bentuk wajah, kulit wajah pucat/tidak. tanggal masuk RS, tanggal pengkajian, no. MR, diagnosa 4. Kepadatan tempat tinggal
- Mata :
Definisi
medis, nama orang tua, umur orang tua, pekerjaan, 5. Lingkungan sik
Bagaimana bentuk mata, keadaan konjungtiva agama, alamat, dan lain-lain.
anemis/tidak, sclera ikterik/ tidak, keadaan pupil, b. Riwayat Kesehatan
palpebra dan apakah adagangguan dalam Riwayat penyakit sekarang
penglihatan
- Hidung :
Biasanya klien mengalami demam mendadak, sakit kepala,
badan lemah, nyeri otot dan sendi, nafsu makan menurun,
Komplikasi
Bentuk hidung, keadaan bersih/tidak, ada/tidak
sekret pada hidung serta cairan yang keluar, ada batuk,pilek dan sakit tenggorokan.
Pemeriksaan Penunjang

ISPA
sinus/ tidak dan apakah ada gangguan dalam Riwayat penyakit dahulu Bronkhitis
penciuman Biasanya klien sebelumnya sudah pernah mengalami penyakit ini Pneumonia
- Mulut : Riwayat penyakit keluarga Pemeriksaan diagnostik: Otitis media
Menurut anggota keluarga ada juga yang pernah mengalami
Bentuk mulut, membran membran mukosa kering/
sakit seperti penyakit klien tersebut. ·Foto rongten : thoraks. Sinusitis
lembab, lidah kotor/ tidak, apakah ada kemerahan/
tidak pada lidah, apakah ada gangguan dalam Riwayat social ·Pemeriksaan lab : darah lengkap, Gagal nafas
Klien mengatakan bahwa klien tinggal di lingkungan yang Syok
menelan, apakah ada kesulitan dalam berbicara.
- Leher : berdebu dan padat penduduknya Infeksi Saluran kultur tenggorok, kadar protein C reaktif,
Kejang deman
tes serologi untuk IgM atau peningkatan titer IgG.
Apakah terjadi pembengkakan kelenjar tyroid, apakah
ditemukan distensi vena jugularis Pernafasan Akut (Soegijanto, S, 2009)
- Thoraks :
Bagaimana bentuk dada, simetris/tidak, kaji pola
pernafasan, apakah ada wheezing, apakah ada
gangguan dalam pernafasan.
Terapi
1. ISPA ringan cukup pemberian ½ sendok teh jeruk nipis
Pathway
Pemeriksaan Fisik Difokuskan Pada Pengkajian dan ½ sendok teh madu atau kecap diberikan 3-4x sehari.
Sistem Pernafasan
Inspeksi 2. Berikan oksigen sesuai kebutuhan.
-Membran mukosa 3. Tingkatkan asupan makanan.
- faring tamppak kemerahan
-Tonsil tampak kemerahan dan edema Bakteri, contohnya Terhirup Virus, contohnya 4. Koreksi ketidakseimbangan asam basa dan elektrolit.
-Tampak batuk tidak produktif virus inuenza. 5. Kolaborasi pemberian antibiotik (Marni, 2014).
-Tidak ada jaringan parut dan leher Streptococcus pneumoniae.
-Tidak tampak penggunaan otot-otot pernafasan
tambahan, pernafasan cuping hidung Hipertermi b/d invansi mikroorganisme
·Palpasi Invasi kuman Peradangan Kuman melepas Merangsang tubuh untuk melepas
-Adanya demam NOC: Thermoregulatin
endotoksin zat pirogen oleh leukosit Kriteria hasil:
-Teraba adanya pembesaran kelenjar limfe pada
daerah leher /nyeri tekan dinodus limfe servikalis TD, suhu tubuh, nadi dan RR dalam rentang normal
Menempel pada NIC:
-Tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tyroid
·Perkusi Hipotalamus ke 1.Fever treatmen :
Suara paru normal (resonance) Hidung:sinus Rinitis; Sinusitis Faring Faringitis Laring Kompres pada lipat paha dan aksila, tingkatkan
·Auskultasi Laringitis bagian termoreguler sirkulasi udara, kolaborasi pemberian cairan
Suara nafas terdengar ronchi pada kedua sisi paru intravena, obat untuk mencegah terjadinya
·Abdomen : Aktivasi sistem imun Edema plika vokalis
Bagaimana bentuk abdomen, turgor kulit kering/ Menginvasi sel menggigil dan obat untuk mengatasi demam.
tidak, apakah terdapat nyeri tekan pada Suhu tubuh 2.Temperatur regulation :
abdomen, apakah perut terasa kembung, Monitor suhu setiap 2 jam, tingkatkan intake cairan.
Limfadenopati Suara serak 3.Vital sign monitoring :
lakukan pemeriksaan bising usus, Respon pertahanan sel
apakah terjadi peningkatan bising usus/tidak. regional (tonsil) Pantau TD, RR dan nadi, monitor sianotik perifer.
·Genitalia : Hipertermi
Bagaimana bentuk alat kelamin, distribusi Maserasi mukosa
Produksi mukus Menyumbat makanan Perubahan status kesehatan anak
rambut kelamin ,warna rambut kelamin. hidung
Pada laki-laki lihat keadaan penis, meningkat Cemas berhubungan dengan penyakit yang dialami oleh anak, hospitalisasi pada anak
apakah ada kelainan/tidak. Pada wanita
lihat keadaan labia minora, biasanya labia Nyeri saat menelan
Cemas berhubungan dengan NOC : Menurunnya kecemasan yang dialami oleh orang tua
minora tertutup oleh labia mayora. Ulserasi membran mukosa penyakit yang dialami oleh anak, Kriteria hasil :
·Integumen : Kongesti hidung (disfagia) keluarga sudah tidak sering bertanya kepada petugas dan mau terlibat secara aktif dalam
Kaji warna kulit, integritas kulit utuh/tidak, hospitalisasi pada anak merawat anaknya.
turgor kulit kering/tidak, apakah ada nyeri Rentan infeksi sekunder Kesulitan saat bernafas NIC :
tekan pada kulit, apakah kulit teraba panas. Menyebar ke tonsil 1.Gunakan pendekatan yang menenangkan, ramah, terapkan 5S
·Ekstremitas atas : Tonsilitis
2.Berikan informasi secukupnya kepada orang tua (perawatan dan pengobatan yang diberikan).
Adakah terjadi tremor atau tidak, kelemahan sik,
nyeri otot serta kelainan bentuk. Bersihan jalan nafas 3.Jelaskan terapi yang diberikan dan respon anak terhadap terapi yang diberikan.
infeksi Selulitis Peritonsilar 4.Anjurkan kepada keluarga agar bertanya jika melihat hal-hal yang kurang dimengerti/ tidak jelas.
tidak efektif 5.Anjurkan kepada keluarga agar terlibat secara langsung dan aktif dalam perawatan anaknya.
Masalah keperawatan: bersihan jalan nafas
tidak efektif b/d penuruan ekspansi paru. Abses peritonsilar Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d
NOC: Ventilation Respiratory ketidakmampuan dalam memasukkan dan mencerna makanan
Kreteria hasil: Anoreksia Intake menurun NOC: Makanan dan cairan
·Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih. Kriteria hasil :
·Menunjukkan jalan nafas yang paten. ·Adanya peningkatan BB.
·Tanda-tanda vital dalam rentang normal. ·Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan
·Nebulizer kalaua perlu. Ketidakseimbangan nutrisi ·Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
NIC: kurang dari kebutuhan tubuh NIC:
1.Vital sign monitoring : 1.Nutrision management :
pantau tanda-tanda vital sebelum dan sesudah beraktivitas. kaji adanya alergi makanan, kemampuan menelan, dan
2.Airway managemen : kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori
posisikan pasien, buka jalan nafas dan suction bila perlu. dan nutrisi yang di butuhkan. Irmaya Nur Solikah
3.Terapi oksigen : 2.Nutrision monitoring :
berikan oksigen jika perlu. NIM 22020115130080
monitor penurunan BB, turgor kulit, mual, muntah.