Anda di halaman 1dari 4

Pelatihan alat meliputi pengoperasian alat FWD di lapangan.

Peserta diperkenalkan akan


bagian-bagian alat FWD beserta fungsinya dan kemudian dilatih bagaimana mengoperasikan
alat FWD untuk keperluan survey di lapangan. Instruktur pelatih berasal dari PT Dynatest
Malaysia.

Falling Weight Deflectometer (FWD) adalah Alat untuk menganalisis struktur jalan meliputi
subbase, base dan surface, untuk kemudian mendesain jalan dengan umur rencana tertentu.
Fungsi alat FWD adalah :
 Menentukan defleksi yang disebabkan oleh beban terkontrol
 Menghasilkan beban impuls dinamis yang mensimulasikan beban roda bergerak.

Sebelum dilakukan pengujian dengan menggunakan alat FWD, dilakukan kalibrasi alat yaitu
pada :
 load cell : untuk alat load cell kalibrasi dilakukan di pabrik
 geofon (deflector sensor) : Geofon dikalibrasi sampai didaptkan nilai 400-600 mikron.
 DMI (Distance Measurement Index) : Kalibrasi dengan jarak yang ditentukan (standar 500
m – 1 km)
Hasil keluaran dari alat FWD adalah file lendutan dalam format (.mdb) database yang akan
digunakan sebagai input data pada software Elmod 6. Sedangkan hasil keluaran dari Software
elmod 6 antara lain sebagai berikut :
 Menghitung lapisan e-modulus untuk setiap tipikal penurunan
 Tebal lapisan,
 Sisa umur jalan,
 Ketebalan overlay yang dibutuhkan
 Lapisan kritis pada suatu ruas jalan.
 Sebagai salah satu data pendukung bagi perencanaan jalan yaitu untuk mengetahui
kekuatan tanah dasar
BR Test adalah sebuah pengujian pada tanah yang diakukan dengan cara pembebanan dengan
memberikan penetrasi menggunakan alat tertentu. Pengujian CBR yang di Indonesia masih
menggunakan metode manual, membutuhkan beberapa orang sebagai operator dan kendaraan
berat sebagai beban penahan.

Sumber gambar : youtube.com


Alat ini dipasangkan pada tanah yang ingin dilakukan pengujian CBR, alat ini kemudian
dirangkai dan dipasang sesuai titik. Alat berat seperti excavator dan truck harus di persiapkan
untuk menjadi penahan atau beban dari alat ini.
Pengujian dilakukan sebanyak beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal,
biasanya pengujian dilakukan dengan retan waktu 30 detik, 1 menit hingga 10 menit yang harus
dipantau setiap waktunya menggunakan stopwatch.
Putar Handle hingga waktu rencana dan penuran tanah, jarum akan menunjukan beberapa
penurunanya, untuk menguji dititik-titik lain harus lah dilakukan prosedur yang sama.
Supaya hasil pengukuran lebih akurat maka bisa menggunakan alat canggih untuk mengukur
daya dukung & kepadatan tanah yaitu HMP LFG (Light Weight Deflectometer).
Alat ini sangat efisien karena dapat dilakukan oleh satu orang pekerja saja dan bisa di bawa
kemana saja. HMP LFG juga dilengkapi dengan GPS untuk menentukan titik-titik koordinat
agar pengujian dapat berjalan sesuai recana.
Cara kerja alat ini sangat mudah, hidupkan layar pembaca dan pasangkan sensor pada plat besi,
lalu lakukan kalibrasi dengan menaikan dan turunkan Drop Weight (beban) sebanyak tiga kali.
Setelah kalibrasi selesai maka dapat dilakukan pengujian.
Drop weight di naikan hingga atas, lalu tuas tinggal ditekan maka drop weight akan turun dan
menghempas ke Prestressed Disc Springs (pegas hitam), drop weight akan naik kembali ke atas
lagi. Jika drop weight naik begitu cepat ditandakan pemadatan tanah sangat bagus, sedangkan
jika naiknya begitu lambat maka pemadatan tanah kurang baik.

Hasil dari pengujian akan menampilkan angka dan kurva yang terjadi terhadap tanah, terdapat
sebuah port usb dan printer kecil yang hasil pengujian langsung bisa di print. Port usb bisa
digunakan untuk memindahkan data pengujian ke komputer untuk dilakukan analisa
selanjutnya.