Anda di halaman 1dari 6

Medical Centre

A. Pengertian

Medical Centre adalah bangunan yang didesain dinamis dan penuh warna
kesehatan. Secara semantis, medical centr diartikan sebagai klinik sehat untuk
menambah pengetahuan tentang kesehatan, tempat untuk bersantai sambil menikmati
sajian informasi hidup sehat, yang biasanya didapat pada dokter praktik atau rumah-
rumah sakit.

B. Maksud/Tujuan
Tujuan dari perencanaan desain ini adalah untuk mendapatkan suatu konsep
dasar desain yang sesuai dengan standar bangunan serta menyediakan fasilitas yang
memadai sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat.

C. Aktifitas dan Ruang


1. Aktifitas
a. Berobat
b. Memeriksa Pasien
c. Mengoperasi Pasien
d. Bersosialisasi

2. Ruang
a. Instalasi Gawat Darurat
b. Instalasi Poliklinik
c. Instalasi Bedah
d. Instalasi Laboratorium
e. Instalasi ICU
f. Unit Administrasi dan Catatan Medik
g. Instalasi Farmasi
h. Instalasi Rehabilitasi Medik
i. Instalasi Workshop
j. Instalasi Dapur dan Laundry
k. Kamar Rawat Inap
l. Kamar Mayat
m. Radiologi
n. Toilet
o. Lobby

D. Konsep
Konsep yang digunakan untuk Medical Centre ini adalah konsep Klasik.

1
Standar dan Material

1. Standar
Standar Ukuran Manusia :

Sumber : Data Arsitek jilid 1 edisi 33

Sumber : Data Arsitek jilid 1 edisi 33

2. Material
a. Alucopan

Aluminium Composite Panel atau yang biasa disingkat ACP adalah salah
satu tipe plat panel yang mengandung bahan non-aluminium di antara dua lembar
2
aluminium yang direkatkan. Lembar aluminium dapat dilapisi dengan PVDF atau
cat Polyester (PE).

1) Campuran pembuatan Alucopan:


a) Aluminium
b) Polyetthylene

2) Kelebihan Alucopan:
a) Mempunyai daya tahan yang cukup tinggi terhadap cuaca dan iklim
b) Bahan yang bagus untuk dekoratif baik eksterior maupun interior
c) Tersedia dalam berbagai macam warna dan pola

3) Kekurangan Alucopan:
Keras dan kaku
b. Beton Ringan

1) Campuran pembuatan Beton :


a) Semen
b) Air
c) Rasio Air - Semen
d) Agregat

2) Kelebihan Beton ringan yaitu :


a) Harganya relatif murah karena menggunakan bahan – bahan dasar dari
bahan local, kecuali semen Portland.
b) Beton termasuk tahan aus dan tahan kebakarn, sehingga biaya
perawatan termasuk rendah.

3
c) Beton termasuk bahan yang berkekuatan tekan tinggi, serta
mempunyai sifat tahan terhadap pengkaratan/pembusukan oleh kondisi
lingkungan.
3) Kelemahan Beton ringan yaitu :
a) beton mempunyai kuat tarik yang rendah, sehingga mudah retak.
Oleh kerena itu perlu diberi baja tulang, atau tulangan kasa.
b) Beton sulit untuk kedap air secara sempurna, sehingga selalu dapat
dimasuki air, dan air yang mambawa kandungan garam dapat
merusakkan beton.
c) Beton bersifat getas ( tidak aktail ) sehingga harus dihitung dan detail
secara seksama agar setelah dikombinasikan dengan baja tulangan
menjadi bersifat daktail, terutama struktur tahan gempa.

c. Baja Ringan
Baja ringan merupakan material yang dibentuk dalam kondisi dingin
(cold-formed steel) dengan ketebalan berkisar antara 0,4 mm hingga 3,0 mm.
Karena ketebalan yang tipis, maka baja ringan yang dipakai untuk keperluan
struktural harus dibuat dari baja mutu tinggi, sehingga mempunyai ketahanan
yang cukup untuk menerima beban struktur.

1) Campuran pembuatan Baja ringan:


a) Zincalum atau Zink aluminium
b) Galvanis

2) Kelebihan Baja ringan, yaitu:


a) Karena bobotnya yang ringan maka dibandingkan kayu, beban yang
harus ditanggung oleh struktur di bawahnya lebih rendah (jadi lebih
irit strukturnya)
b) Baja ringan bersifat tidak membesarkan api (non-combustible).
c) Tidak bisa dimakan rayap
3) Kekurangan Baja ringan :
a) Kerangka atap baja ringan tidak bisa diekspos seperti rangka kayu,
sistem rangkanya yang berbentuk jaring kurang menarik bila tanpa
penutup plafon.

4
b) Rangka atap baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong
dan dibentuk berbagai profil.
c) Mutu dan Kualitas dari struktur atap baja ringan kurang terjamin

E. Contoh Bangunan

5
Bentuk Medical Centre yang akan dibuat tidak jauh berbeda dengan gambar
diatas hanya perbedaannya terdapat di konsep, konsep yang digunakan adalah konsep
klasik, dimana dalam desain exterior bangunan gaya ini menghadirkan kemewahan
dalam bangunan, ornamen-ornamen hiasan yang rumit khas romawi/yunani
memegang peranan penting dalam menciptakan kemewahan tersebut.