Anda di halaman 1dari 9

c

   

ccc
c
  c c
c

cc  !"c
c
Kepada Yth.
Ms. Halidah
Managing Director Standard Charter Bank Singapore

Jakarta, 24 September 2010


Perihal: Legal Opnion tentang Penyelesaian Kredit PT. ABC

Dengan Hormat,
Merujuk pada pertemuan Kami dengan Ms. Halidah pada hari Kamis, 23 September 2010, Kami Kantor Hukum
Limardi & Associates menyampaikan Legal Opinion sebagai berikut:

I. ASUMSI DAN KUALIFIKASI


1. Legal Opinion ini dibuat berdasarkan Peraturan Perundangan Republik Indonesia dan dokumen-dokumen
hukum yang kami terima dari Ms. Halidah, yaitu:
þc 1 eksemplar fotocopy akta pendirian Standard Charter Bank Singapore
þc 1 eksemplar fotocopy akta perjanjian kredit antara Standard Charter Bank Singapore dan PT. ABC
þc 1 eksemplar akta pemberian hak tanggungan atas pabrik dan mesin
þc 1 eksemplar sertifikat jaminan fiducia atas mesin-mesin
þc 1 eksemplar akta perjanjian pemberian personal guarantee atas kredit PT. ABC oleh Tn. Iskandar
þc ÿotocopy surat-surat yang telah dikirimkan Standard Charter Bank Singapore ke pada PT. ABC
perihal penagihan kredit
2. Kami mengasumsikan bahwa dokumen-dokumen tersebut adalah sesuai dengan aslinya yang telah
diperlihatkan kepada kami.
3. Kami tidak dalam posisi untuk memberikan pendapat mengenai keaslian dan keabsahan dokumen-dokumen
tersebut.
1.c Legal Memorandum ini ditafsirkan menurut hukum Indonesia.
2.c Legal Memorandum ini dikeluarkan hanya untuk kepentingan Standard Charter Bank Singapore dalam
perkara penyelesaian kredit PT. ABC dan tidak digunakan untuk kepentingan lain.
c
II. FAKTA HUKUM
Sesuai dengan fotocopy dokumen-dokumen hukum yang kami terima serta dari penjelasan Ms. Halidah, maka
fakta-fakta hukum yang terkait dengan perkara ini adalah:
1.c Bahwa Pada tanggal 10 Agustus 2007, antara Standard Charter Bank Singapore dan PT. ABC yang
berkedudukan hukum di Indonesia, telah ditandatangani perjanjian kredit dengan ketentuan-ketentuan
sebagai berikut:
þc PT. ABC melakukan kredit dana sebesar $ 10 juta (sepuluh juta US Dolar) kepada Stndarad Charter
Bank Singapore
þc PT. ABC menjaminkan pabrik dan mesin-mesin di dalamnya senilai total $ 7 juta (tujuh juta US
Dolar) dengan hak tanggungan
þc PT. ABC menjaminkan mesin-mesin senilai $ 4 juta (empat juta US Dolar)
þc Tn. Iskandar (pemilik 70% saham PT. ABC) memberikan personal guarantee atas kredit ini
þc Jangka waktu pemberian kredit adalah 3 tahun, dan berakhir pada 10 Agustus 2010 dan kredit harus
lunas pada saat berakhirnya perjanjian kredit tersebut.
2.c Bahwa hingga pada tanggal berakhirnya perjanjian kredit, PT. ABC belum melunasi kreditnya.
3.c Bahwa kewajiban pembayaran yang belum dilakukan PT. ABC adalah sebesar:
þc 30% dari pokok hutang = $ 3 juta (tiga juta US Dolar)
þc Bunga kredit 6 bulan terakhir = $ 1 juta (satu juta US Dolar)
4. Bahwa Standard Charter Bank Singapore telah melakukan berbagai upaya untuk meminta pelunasan kredit
dari PT. ABC tetapi tidak mendapatkan tanggapan

III. MASALAH HUKUM


Bagaimanakah upaya hukum yang dapat ditempuh Standard Charter Bank Singapore untuk mendapatkan
pelunasan piutangnya dari PT. ABC?

IV. PEMBAHASAN HUKUM


Pasal 436 Rv. Menyatakan bahwa putusan pengadilan negara lain tidak dapat dijalankan di Indonesia. Pasal
168 AB butir 2 menyatakan bahwa untuk obyek berupa tanah, hukum yang digunakan adalah hukum tempat
tanah itu berada.
Menurut pasal 6 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan, apabila debitor
cidera janji, maka kreditor pemegang hak tanggungan berhak menjual obyek hak tanggungan atas kekuasaan
sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan hutangnya melalui penjualan tersebut. Pasal 11
UUHT mencantumkan hal-hal yang mutlak arus ada dalam akta pemberian hak tanggungan, salah satunya
adalah janji yang memberikan kewenangan pada pemegang hak tanggungan untuk mengelolah obyek hak
tanggungan berdasarkan penetapan Pengadilan Negri tempat letaknya obyek hak tanggungan.
c
V. PENDAPAT HUKUM
Meskipun dalam perjanjian kredit para pihak menyatakan pilihan hukum memilih Hukum Singapur serta
memilih Pengadilan Singapur, namun putusan Pengadilan Singapur tidak akan bisa dijalankan di Indonesia, dan
harus mengulang proses peradilannya di Indonesia. Karena itu, sebaiknya perkara ini diselesaikan menurut
Hukum Indonesia.
Sebagai pemegang hak tanggungan, Standard Charter Bank dapat langsung menjual obyek hak
tanggungan melalui pelelangan umum, namun untuk memeperoleh perlindungan hukum yang lebih kuat,
Standard Charter Bank sebaiknya mengajukan permohonan Pengadilan Negri untuk mengeluarkan penetapan.

VI. REKOMENDASI HUKUM


Standar Charter Bank mengajukan permohonan ke Pengadilan Negri untuk mendapatkan penetapan untuk
penjualan objek hak tanggungan.

Demikianlah Legal Opinion ini Kami buat untuk dipergunaka sebagaimana mestinya. Apabila ada pertanyaan lebih
lanjut, silahkan Bapak/Ibu hubungi Kami.

Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,

Diana Limardi, S.H.

c
  






c
   

ccc
c   c c
c

cc  !"c
c
Kepada Yth.
Mr. George
Managing Director International Corporation
Hongkong
&
Ibu Yulia
Presiden Direktur PT. Infesta Sejahtera
Jakarta

Jakarta, 24 September 2010


Perihal: Legal Opnion tentang Prospek Hukum Rencana Investasi Pembangunan Kawasan Hiburan
Terpadu

Dengan Hormat,
Merujuk pada pertemuan Kami dengan Mr. George dan Ibu Yulia pada hari Kamis, 23 September 2010, Kami
Kantor Hukum Limardi & Associates menyampaikan Legal Opinion sebagai berikut:

I. ASUMSI DAN KUALIFIKASI


1. Legal Opinion ini dibuat berdasarkan Peraturan Perundangan Republik Indonesia dan dokumen-dokumen
hukum yang kami terima dari Mr. George dan Ibu Yulia, yaitu:
þc 1 eksemplar fotocopy akta pendirian PT. Infesta Sejahtera
þc 1 eksemplar fotocopy company profile International Corporation Hongkong
þc 1 eksemplar fotocopy rencana investasi
2. Kami mengasumsikan bahwa dokumen-dokumen tersebut adalah sesuai dengan aslinya yang telah
diperlihatkan kepada kami.
3. Kami tidak dalam posisi untuk memberikan pendapat mengenai keaslian dan keabsahan dokumen-dokumen
tersebut.
3.c Legal Memorandum ini ditafsirkan menurut hukum Indonesia.
4.c Legal Memorandum ini dikeluarkan hanya untuk kepentingan International Corporation dan PT. Infesta
Sejahtera dalam rencana perjanjian kerjasama pembangunan kawasan hiburan terpadu.
c
II. FAKTA HUKUM
Sesuai dengan fotocopy dokumen-dokumen hukum yang kami terima serta dari penjelasan Mr. George dan Ibu
Yulia, maka fakta-fakta hukum yang terkait dengan perkara ini adalah:
1.c Bahwa International Corporation adalah sebuah perusahaan yang berkedudukan hukum di Hongkong
2.c Bahwa PT. Infesta Sejahtera adalah perusahaan yang berkedudukan hukum di Indonesia
3.c Bahwa International Corporation dan PT. Infesta Sejahtera berencana melakukan perjanjian kerjasama
dalam membangun kawasan hiburan terpadu di daerah Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.
4.c Bahwa di dalam kawasan hiburan terpadu ini akan dibangun hotel, restaurant, pub, casino, dan pertokoan.
5.c Bahwa di dalam perjanjian yang dimaksud, International Corporation akan berinvestasi sebesar 60% dari
modal
6.c Bahwa di dalam perjanjian yang dimaksud, PT. Infesta sejahtera akan berinvestasi sebesar 40% dari modal

III. MASALAH HUKUM


Bagaimanakah prospek hukum rencana perjanjian kerjasama antara International Corporation dan PT. Infesta
Sejahtera ini menurut hukum positif Indonesia?

IV. PEMBAHASAN HUKUM


Menurut pasal 1 butir 1 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM),
penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negri,
maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah Negara RI. Butir 2 pasal ini juga menyatakan
bahwa penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Negara RI
yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang
berpatungan dengan penanam modal dalam negri. Pasal 5 ayat (2) UUPM menyatakan bahwa penanaman
modal asing wajib dilakukan dalam bentuk PT berdasarkan hukum Indonesia dan berkedudukan di dalam
wilayah negara RI kecuali ditentukan lain oleh undang-undang. Tata cara pendirian serta pengaturan PT
sebagaimana dimaksud, akan mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
terbatas.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan presiden Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2007 tentang
Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Syarat bagi Penanaman Modal, usaha di
bidang pembangunan kawasan hiburan terpadu merupakan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan
kepemilikan modal asing yakni sebesar 50%. Sedanghkan bidang usaha perjudian/casino merupakan bidang
usaha yang tertutup untuk penanaman modal.
c
V. PENDAPAT HUKUM
- Untuk melakukan usaha sebagaimana di maksud, para pihak harus mendirikan suatu PT
- Agar rencana usaha membangun suatu komplek hiburan terpadu, maka rencana kepemilikan modal sebesar
60% oleh International Corporation adalah tidak boleh dilakukan.
- Rencana usaha untuk membangun casino di dalam kawasan hiburan terpadu ini adalah tidak diizinkan oleh
hukum positif Indonesia.

VI. REKOMENDASI HUKUM


Berdasarkan pembahasan di atas maka Kami memberi rekomendasi:
-c Para pihak mendirikan Perseroan Terbatas sesuai ketentuan hukum Indonesia
-c Rencana kepemilikan modal sebesar 60% oleh International Corporation dikurangi hingga semaksimalnya
adalah 50% dari modal.

Demikianlah Legal Opinion ini Kami buat untuk dipergunaka sebagaimana mestinya. Apabila ada pertanyaan lebih
lanjut, silahkan Bapak/Ibu hubungi Kami.

Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,

Diana Limardi, S.H.

c
c

c
c
   

ccc
c   c c
c

cc  !"c
c
Kepada Yth.
Sdr. Joko
Presiden Direktur PT. ABC

Jakarta, 24 September 2010


Perihal: Legal Opnion tentang Prospek Hukum Rencana Akuisisi 60% Saham PT. ABC oleh Investmen
Berhart

Dengan Hormat,
Merujuk pada pertemuan Kami dengan Saudara Joko pada hari Kamis, 23 September 2010, Kami Kantor Hukum
Limardi & Associates menyampaikan Legal Opinion sebagai berikut:

I. ASUMSI DAN KUALIFIKASI


1. Legal Opinion ini dibuat berdasarkan Peraturan Perundangan Republik Indonesia dan dokumen-dokumen
hukum yang kami terima dari Saudara Joko, yaitu:
þc 1 eksemplar fotocopy akta pendirian PT. ABC
þc 1 eksemplar fotocopy company profile Investment Berhart
þc 1 eksemplar fotocopy rencana akuisis
2. Kami mengasumsikan bahwa dokumen-dokumen tersebut adalah sesuai dengan aslinya yang telah
diperlihatkan kepada kami.
3. Kami tidak dalam posisi untuk memberikan pendapat mengenai keaslian dan keabsahan dokumen-dokumen
tersebut.
4. Legal Memorandum ini ditafsirkan menurut hukum Indonesia.
5.c Legal Memorandum ini dikeluarkan hanya untuk kepentingan PT. ABC dan Investment Berhart dalam hal
rencana akuisisi saham PT. ABC oleh Invstment Berhart.

II. FAKTA HUKUM


Sesuai dengan fotocopy dokumen-dokumen hukum yang kami terima serta dari penjelasan Saudara Joko, maka
fakta-fakta hukum yang terkait dengan perkara ini adalah:
1.c Bahwa PT. ABC adalah perusahaan yang berkedudukan hukum di Indonesia dan bergerak di bidang
pengangkutan darat.
c
2.c Bahwa Investment Berhart adalah perusahaan yang berkedudukan hukum di Malaysia.
3.c Bahwa Investment Berhart bermaksud mengakuisisi 60% saham PT. ABC

III. MASALAH HUKUM


Bagaimanakah prospek hukum rencana akuisisi saham PT. ABC oleh Investment Berhart ini?

IV. PEMBAHASAN HUKUM


Menurut pasal 1 butir 11 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007, pengambilalihan adalah perbuatan hukum
yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham perseroan yang
mengakibatkan beralihnya pengendalian atas perseroan tersebut. Tata cara pengambilalihan perseroan harus
merujuk kepada ketentuan UUPT tentang cara-cara pengambilalihan.
Pasal 1 butir 2 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UUPM)c
menyatakan bahwa penanaman modal asing wajib dilakukan dalam bentuk PT berdasarkan hukum Indonesia
dan berkedudukan di dalam wilayah negara RI kecuali ditentukan lain oleh undang-undang. Tata cara pendirian
serta pengaturan PT sebagaimana dimaksud, akan mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007
tentang Perseroan terbatas.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan presiden Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2007 tentang
Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Syarat bagi Penanaman Modal, usaha di
bidang tranportasi darat (perhubungan) merupakan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan kepemilikan
modal asing yakni sebesar maksimal 49%.c

V. PENDAPAT HUKUM
Berdasarkan pembahasan hukum di atas, Kami memberikan kesimpulan/pendapat bahwa rencana akuisis saham
PT. ABC sebesar 60% adalah akan melanggar hukum positif Indonesia.

VI. REKOMENDASI HUKUM


Berdasarkan pendapat hukum Kami di atas, kami merekomendasikan agar Bapak/Ibu melakukan tindakan-tindakan
sebagai berikut:
-c Mengubah renacana akuisis saham sebesar 60% menjadi maksimal sebesar 49%
-c Investment Berhart perlu mendirikan PT yang berkedudukan hukum di Indonesia dan pendiriannya sesuai
UUPT.
c
Demikianlah Legal Opinion ini Kami buat untuk dipergunaka sebagaimana mestinya. Apabila ada pertanyaan lebih
lanjut, silahkan Bapak/Ibu hubungi Kami.

Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,

Diana Limardi, S.H.

c
c