Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

HUKUM COULOMB

DOSEN PEMBIMBING
DR. Arifin, MT

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 1
Yulia Fajriani H021181005
Nur Afni H021181014
Nurhikmah Indah H021181307
Fatimah Az Zahrah H021181317

UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FISIKA
2019
KATA PENGANTAR

(Yulia Fajriani)

Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Allah subhaanahu wa ta’ala, Tuhan
Yang Maha Kuasa, atas kasih, sayang, dan pertolongan-Nya yang tiada henti telah
membantu dan memudahkan penulis dalam menyelesaikan salah satu tuntutan tugas
pada mata kuliah Fisika Dasar 2, yakni pembuatan dan penyusunan makalah.
Makalah ini bertajuk pada pokok pembahasan utama yakni Hukum Coulomb,
yang merupakan materi lanjutan dari semester lalu. Atas arahan dan bimbingan dari
dosen yang membimbing penulis, Bapak DR. Arifin, MT, penulis mengucapkan terima
kasih yang sebanyak-banyaknya atas ilmu yang telah disampaikan dan akan memiliki
peran penting terhadap ilmu pengetahuan dan wawasan penulis di masa yang akan
datang.
Penulis menyadari bahwa makalah ini tidak sempurna, masih terdapat
kekurangan di beberapa bagian, sehingga penulis mengharapkan adanya saran yang
dapat meningkatkan kualitas makalah penulis ke depannya. Mengutip perkataan dari
Hasan Al Bashri, andaikata seorang muslim tidak memberi nasihat kepada
saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi orang yang sempurna, niscaya tidak akan
ada para pemberi nasihat. Oleh karena itu, kami akan menerima saran dari para
pembaca, karena menasihati bukan berarti lebih mulia, dan dinasihati bukan berarti
lebih hina. Terima kasih.

Makassar, 6 Februari 2019

Penulis

1
DAFTAR ISI

(Yulia Fajriani)

Halaman Sampul
Kata Pengantar .......................................................................................................... 1
Daftar Isi ..................................................................................................................... 2
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................. 3
1.3 Tujuan .................................................................................................................... 4
BAB II Isi
2.1 Listrik Statis dan Muatan Listrik............................................................................ 5
2.2 Hukum Coulomb ................................................................................................... 5
2.3 Medan Listrik ........................................................................................................ 8
2.4 Hukum Gauss ....................................................................................................... 10
BAB III Penutup
3.1 Kesimpulan .......................................................................................................... 15
3.2 Saran ..................................................................................................................... 15
Daftar Pustaka ......................................................................................................... 16
Lampiran .................................................................................................................. 17

2
BAB I
PENDAHULUAN
(Yulia Fajriani)

1.1 Latar Belakang


Kata “listrik” bisa membangkitkan bayangan teknologi modern yang
kompleks: cahaya, motor alat-alat elektronik, dan komputer. Tetagi gaya elektrik
memainkan peranan yang jauh lebih besar pada kehidupan kita. Menurut teori atom,
gaya elektrik yang terjadi antara atom dan molekul menjaga mereka agar tetap bersatu
untuk membentuk zat cair dan padat, serta gaya elektrik juga terlibat pada proses
metabolisme yang terjadi dalam tubuh kita. Banyak gaya yang telah dibahas hingga
saat ini, seperti gaya elastik, gaya normal, gaya gesek dan gaya kontak lainnya
(dorongan dan tarikan), dianggap merupakan akibat dari gaya elektrik yang bekerja
pada tingkat atomik. Namun, gaya gravitasi tidak termasuk, karena merupakan gaya
yang terpisah.
Studi awal mengenai listrik telah dilakukan jauh di zaman kuno, tetapi baru
pada akhir tahun 1970-an listrik dipelajari dengan lebih rinci. Dalam makalah ini akan
membahas perkembangan ide mengenai listrik, termasuk alat-alat praktis, dan juga
hubungannya dengan magnetisme.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa itu listrik statis dan bagaimana muatan listrik itu?
1.2.2 Apa pengertian hukum coulomb?
1.2.3 Bagaimana bunyi hukum coulomb?
1.2.4 Bagaimana persamaan dalam hukum coulomb?
1.2.5 Bagaimana contoh soal dan penerapan hukum coulomb?
1.2.6 Apa pengertian medan listrik?
1.2.7 Apa itu garis gaya listrik?
1.2.8 Bagaimana contoh soal medan listrik?
1.2.9 Apa itu fluks listrik?
1.2.10 Apa pengertian hukum gauss dan bagaimana bunyinya?
1.2.11 Bagaimana contoh soal dan penerapan hukum gauss?

3
1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui tentang listrik statis dan muatan listrik.
1.3.2 Untuk mengetahui pengertian hukum coulomb.
1.3.3 Untuk mengetahui bunyi hukum coulomb.
1.3.4 Untuk mengetahui persamaan hukum coulomb
1.3.5 Untuk mengetahui contoh soal dan contoh penerapan hukum coulomb.
1.3.6 Untuk mengetahui pengertian medan lsitrik.
1.3.7 Untuk mengetahui tentang garis gaya listrik.
1.3.8 Untuk mengetahui contoh soal medan listrik.
1.3.9 Untuk mengetahui tentang fluks listrik.
1.3.10 Untuk mengetahui pengertian hukum gauss dan bunyinya.
1.3.11 Untuk mengetahui contoh soal dan penerapan hukum gauss.

4
BAB II
ISI

2.1 Listrik Statis dan Muatan Listrik (Yulia Fajriani)


Kata listrik (electricity) berasal dari kaya Yunani elektron, yang berarti
“amber”. Amber adalah damar pohon yang membatu, dan orang zaman dahulu
mengetahui bahwa jika sepotong ambar digosokkan dengan kain, amber tersebut akan
menarik daun-daun kecil atau debu. Sepotong karet yang keras, batang kaca, atau
penggaris plastik yang digosok dengan kain juga akan menunjukkan “efek amber” ini,
atau sekarang disebut dengan istilah listrik statis (static electricity).
Ada dua dan hanya dua jenis muatan listrik. Setiap jenis muatan menolak jenis
yang sama, tetapi menarik jenis yang berlawanan. Yaitu : muatan yang tidak sama
tarik-menarik; muatan yang sama tolak-menolak. Kedua jenis muatan listrik
tersebut disebut positif dan negatif oleh negarawan, filsuf, dan ilmuwan Amerika
Benjamin Franklin (1706-1790). Franklin mengajukan argumen bahwa ketika
sejumlah muatan tertentu dihasilkan pada satu benda, maka muatan berlawanan
dengan jumlah yang sama akan dihasilkan pada benda yang lainnya. Positif dan
negatid diperlakukan secara aljabar, sehingga pada setiap proses, perubahan neto
jumlah muatan yang dihasilkan selalu nol. Sebagai contoh, ketika penggaris plastik
digosok dengan handuk kertas, plastik tersebut mendapatkan muatan negatif dan
handuk mendapatkan muatan positif dengan jumlah yang sama. Muatan-muatan
tersebut terpisah, tetapi jumlah keduanya adalah nol. Ini merupakan contoh hukum
yang sekarang telah terbukti dengan baik: hukum konservasi muatan listrik, yang
menyatakan bahwa jumlah muatan listrik neto yang dihasilkan pada setiap proses
adalah nol, atau dengan kata lain tidak ada muatan listrik neto yang dapat diciptakan
atau dimusnahkan.

2.2 Hukum Coulomb (Nur Afni)


2.2.1 Pengertian Hukum Coulomb
Hukum coulomb merupakan sebuah hukum yang menjelaskan tentang adanya
suatu hubungan antara gaya yang muncul akibat dua titik muatan yang terpisahkan
dengan jarak tertentu. Jadi, hukum coulomb ini muncul karena adanya suatu nilai
muatan dan jarak pisah antara keduanya.

5
Istilah hukum coulomb merupakan sebuah istilah yang diambil dari nama
penemunya yaitu seorang ahli fisika dari Perancis yang bernama Charles Augustin De
Coulomb. Pada tahun 1784 ia berhasil menemukan sebuah teori tentang muatan listrik
pada suatu benda yaitu muatan positif dan muatan negatif. Jika ada suatu muatan listrik
yang sama sengaja didekatkan satu sama lain, maka akan menghasilkan sebuah gaya
tolak menolak. Sedangkan jika dua muatan listrik yang berbeda sengaja didekatkan
satu sama lain, akan terjadi sebuah gaya tarik menarik. Dalam hukum coulomb adanya
suatu gaya tarik menarik atupun tolak menolak sering disebut dengan istilah “gaya
elektrostatis”.

2.2.2 Bunyi Hukum Coulomb


Besarnya gaya tarik menarik atau tolak menolak dari dua benda bermuatan
listrik yang berbeda, berbanding lurus dengan muatannya masing masing dan
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari setiap masing masing benda
bermuatan listrik.

2.2.3 Rumus Hukum Coulomb


Berdasasarkan bunyi hukum coulomb tersebut maka, secara matematis hukum
coulomb dituliskan sebagai berikut.
𝑞1 𝑞2
𝐹= 𝑘
𝑟2
Keterangan:
F = gaya tolak menolak atau gaya tarik menarik (N)
K = konstanta pembanding (9 .109 Nm2 / C2)
q1 = besar muatan pertama (C)
q2 =besar muatan kedua (C)
r2 = nilai kuadrat jarak antara dua titik muatan (m)
Konstanta k pada persamaan di atas sering ditulis dalam konstanta yang lain,
∈0 , yang disebut permitivitas ruang hampa. Konstanta ini dihubungkan dengan 𝑘 =
1⁄
4𝜋 ∈0 . Dengan demikian hukum Coulomb dapat dituliskan
1 𝑄1 𝑄2
𝐹=
4 ∈0 𝜋0 𝑟 2
Dimana

6
1 2
∈0 = = 8,85 𝑥 10−12 𝐶 ⁄𝑁 . 𝑚2 .
4𝜋𝑘
Rumus di atas berlaku untuk muatan muatan listrik dengan posisi lurus. Jika
susunan muatan listrik membentuk bangun geometri seperti segitiga, besaran sudut
yang terbentuk akan akan ikut memengaruhi besaran gaya yang ditimbulkan. Maka
persamaanya yaitu:

𝐹 = √𝐹12 +𝐹22 + 𝐹1 𝐹2 𝑐𝑜𝑠 𝛼

α adalah sudut yang terbentuk yang diapit oleh gaya muatan listrik F1 dan F2.

2.2.4 Contoh Soal


Dua titik muatan memiliki besaran masing-masing 4.10-6 dan 2.10-4. Kedua
muatan tersebut berjarak 6 cm. Hitunglah gaya coulomb yang timbul diantara kedua
muatan?
Pembahasan:
Diketahui: q1 =4. 10-6 C
q2 = 2. 10-4 C
r = 6 cm
r2 = 36.10-4 m2
k = 9. 109 Nm2 /C2
Ditanyakan : Gaya antara dua titik muatan (N)
Penyelesaian :
𝑞1 𝑞2
𝐹= 𝑘
𝑟2
9
(4. 10−6 )(2. 10−4 )
𝐹 = 9. 10
36.10−4
8. 10−10
9
𝐹 = 9. 10
36.10−4
72. 10−1
𝐹=
36.10−4
𝐹 = 2000 𝑁

7
2.3 Medan Listrik (Fatimah Az Zahrah)
Medan (field) adalah besaran yang mempunyai nilai di setiap titik dalam ruang.
Medan listrik adalah daerah dimana apabila sebuah muatan uji qo diletakkan ditempat
itu, maka gaya coulomb F akan bekerja padanya. Dalam satuan SI medan listrik
dinyatakan dalam Newton per Coulomb (N/C). Persamaan untuk menghitung kuat
medan listrik adalah
𝐹
𝐸=
𝑞0
E adalah kuat medan listrik. Karena itu, kuat medan listrik akibat muatan titik q pada
jarak r adalah
𝑞
𝐸=𝑘
𝑟2
Kuat medan listrik total akibat muatan titik q1, q2, ..., qn adalah
E = E1 + E2 + …+ E3
Oleh karena kuat medan listrik adalah besaran vector, maka penjumlahan pada
kuat medan listrik harus dilakukan secara vektor.

2.3.1 Garis Gaya Listrik


Medan listrik digambarkan dengan cara menggambarkan garis-garis yang

arahnya ditunjukkan oleh anak panah. Garis anak panah disebut garis-garis medan atau

garis-garis gaya karena garis-garis tersebut juga menunjukkan arah gaya yang

dilakukan pada suatu muatan uji positif. Garis gaya listrik adalah garis khayal yang

berasal dari muatan positif dan berakhir pada muatan negative atau di tak terhingga,

atau berasal dari tak terhingga berakhir di muatan negative. Tidak ada garis-garis

medan yang berpotongan. Arah garis singgung di setiap titik pada garis tersebut

menunjukkan arah kuat medan listrik E di titik itu. Jumlah garis gaya listrik yang

menembus suatu bidang sebanding dengan kuat medan pada bidang itu dan sebanding

dengan luas bidang. Pola yang terbentuk oleh arah garis medan listrik adalah sebagai

berikut.

8
Gambar diatas menunjukkan pola garis-garis medan yang ditimbulkan oleh

muatan positif adalah menjauhi muatan dan yang ditimbulkan oleh muatan negative

adalah menuju muatan. Arah medan listrik E di setiap titik menyinggung garis-garis

gaya.

Medan listrik yang dihasilkan oleh muatan titik arahnya radial. Garis-garis medan

yang ditimbulkan oleh muatan positif arahnya menjauhi muatan, sedangkan garis-garis

gaya yang ditimbulkan oleh muatan negative arahnya menuju muatan

9
2.3.2 Contoh Soal
Titik A berada pada jarak 5 cm dari muatan +10 mikro Coulomb. Besar dan arah
medan listrik pada titik A adalah ...
(k = 9 x 109 Nm2C−2, 1 mikro Coulomb = 10−6 C)
Pembahasan
Diketahui:
Muatan listrik (q) = +10𝜇𝐶 = +10 𝑥 10−6 𝐶𝑜𝑢𝑙𝑜𝑚𝑏
Jarak antara titik A dan muatan listrik (rA) = 5 cm = 0,05 m = 5 x 10−2m
k = 9 x 109 𝑁𝑚2 𝐶 −2
Ditanya: Besar dan arah medan listrik pada titik A
Penyelesaian :
𝑞
𝐸=𝑘
𝑟𝐴2
(10 𝑥 10−6 )
𝐸 = (9 𝑥 109 )
(5 𝑥 10−2 )2
90 𝑥 103
𝐸=
25 𝑥 10−4
𝐸 = 3,6 𝑥 107 𝑁⁄𝐶
Muatan listrik bernilai positif karenanya arah medan listrik menjauhi muatan
listrik dan menjauhi titik A.

2.4 Hukum Gauss (Nurhikmah Indah)


2.4.1 Fluks Listrik
Kita telah membahas medan listrik, yaitu medan gaya yang ditimbulkan oleh
muatan listrik. Medan ini medan vektor, karena besaran medan, yaitu gaya coulomb,
bersifat vektor. Salah satu contoh medan vektor yang lain ialah medan vektor
kecepatan dalam fluida yang mengalir. Salah satu cara untuk melukiskan medan
vektor ialah dengan menggunakan garis medan. Dalam medan vektor kecepatan fluida
mengalir, garis medan ini disebut garis arus. Dalam medan gaya, garis medan ini
disebut garis gaya. Garis gaya listrik adalah garis yang ditarik sedemikian hingga arah
medan listrik ditunjukkan oleh garis singgung pada setiap titik pada garis tersebut
(Gambar 2.1)

10
𝐸ሬԦ𝑃 𝐸ሬԦ𝑄
Q

Gambar 2.1 Garis gaya listrik

Garis-garis gaya listrik merupakan garis khayal yang ditarik sedemikian rupa
sehingga arah tangensialnya di sembarang titik sama dengan arah medan di titik yang
bersangkutan. Garis-garis gaya listrik biasa juga disebut garis-garis medan listrik.
Garis-garis medan listrik antara dua titik dapat kita gambarkan sebagaimana
pada gambar 2.2

 

Gambar 2.2 Garis-garis 𝐸ሬԦ antara dua titik

Di tempat yang bermedan kuat, garis gaya dilukiskan rapat. Bial medan lemah,
garis gaya dilukiskan renggang. Arah garis gaya ke luar dari muatan positif dan masuk
ke medan negatif. Kuat medan dinyatakan oleh rapat garis gaya, yaitu banyaknya garis
gaya yang menembus suatu satuan luas, tegaklurus pada kuat medan 𝐸ሬԦ . Bila kuat
medan itu 𝐸ሬԦ , maka jumlah garis gaya 𝑑𝛷 yang menembus suatu elemen seluas 𝑑𝐴
tegaklurus pada 𝐸ሬԦ adalah:
𝑑𝛷
𝐸ሬԦ =
𝑑𝐴Ԧ
𝑑𝛷 = elemen rapat fluks medan
atau:

𝛷 = ∮ 𝐸ሬԦ . 𝑑𝐴Ԧ
𝐴

Melalui permukaan A, yaitu permukaan gauss dan dA adalah elemen luas


permukaan dari A. Bila permukaan 𝑑𝐴 tidak tegak lurus pada 𝐸ሬԦ , jumlah garis gaya
yang ke luar dari 𝑑𝐴 haruslah:

11
𝑑𝛷 = 𝐸ሬԦ 𝑑𝐴 cos 𝜃 = 𝐸ሬԦ . 𝑑Ԧ𝐴
dengan vektor 𝑑Ԧ𝐴 = 𝑛̂ 𝑑𝐴, dan 𝑛̂ vektor satuan tegaklurus pada bidang 𝑑𝐴, dan θ
adalah sudut andara bidang 𝑑𝐴 dengan bidang tegaklurus pada 𝐸ሬԦ .

dA 𝐸ሬԦ

𝑑𝛷 = 𝐸ሬԦ . 𝑑Ԧ𝐴

Gambar 2.3 Bila 𝑑𝐴 tegak lurus 𝐸ሬԦ , banyak garis gaya adalah 𝑑𝛷 = 𝐸ሬԦ . 𝑑Ԧ 𝐴

2.4.2 Hukum Gauss


Hukum Gauss menyatakan bahwa jumlah garis gaya yang menembus
permukaan tertutup sebarang ke arah luar sama dengan jumlah muatan positif yang
dilingkupi permukaan tertutup tersebut. Jika pernyataan tersebut dinyatakan dengna
rumus matematika, maka didapat:
1
𝛷 = ∯ 𝐸ሬԦ ∙ 𝑑Ԧ𝐴 = ∑𝑞
𝜀0
Hukum Gauss dapat diturunkan sebagai berikut (gambar 2.4)

𝑟Ԧ
𝑟̂
θ 𝑑Ԧ𝐴
𝑛̂
dΩ
q dA

Gambar 2.4 Muatan positif q dalam bidang tertutup sebarang

𝑑Ԧ𝐴 = vektor elemen luasan dA disuatu titik dipermukaan bidang yang kuat medan
listriknya E, arah dA tegak lurus permukaan tersebut
𝑟̂ = vektor satuan kearah kuat medan listrik

12
𝑛̂ = vektor satuan kearah normal elemen bidang
Menurut hukum Coulomb :
1 𝑞
𝐸ሬԦ = 𝑟̂
4𝜋𝜀0 𝑟 2
𝑑Ԧ𝐴 = 𝑛̂ 𝑑𝐴
1 𝑞 𝑞 𝑑𝐴 cos 𝜃
∯ 𝐸ሬԦ ∙ 𝑑Ԧ𝐴 = ∯ 2
𝑟̂ ∙ 𝑛̂ 𝑑𝐴 = ∯
4𝜋𝜀0 𝑟 4𝜋𝜀0 𝑟2
𝑑𝐴 cos 𝜃 = 𝑑Ω
Integral dilakukan untuk seluruh sudut ruang yang dibentangkan oleh
permukaan tertutup, hasil pengintegralan ini selalu = 4π untuk bidang tertutup
sebarang. Jadi :
𝑞 4𝜋 𝑞 𝑞
∯ 𝐸ሬԦ ∙ 𝑑Ԧ𝐴 = ∮ 𝑑Ω = =
4𝜋𝜀0 4𝜋 𝜀0 𝜀0
Jika permukaan yang ditinjau didalamnya memuat muatan 𝑞1 , 𝑞2 , 𝑞3 , … 𝑞𝑛 ,
yang jaraknya dari pusat elemen dA berturut 𝑟1 , 𝑟2 , 𝑟3 , … 𝑟𝑛 , kuat medan listrik
yang diakibatkan muatan tersebut di elemen bidang berturut-turut 𝐸ሬԦ1 , 𝐸ሬԦ2 , 𝐸ሬԦ3 , … 𝐸ሬԦ𝑛 ,
sudut normal elemen dA dengan arah kuat medan listrik berturut-turut 𝜃1 , 𝜃2 , 𝜃3 ,
… 𝜃𝑛 , maka

∯ 𝐸ሬԦ ∙ 𝑑Ԧ𝐴 = ∯(𝐸ሬԦ1 ∙ 𝑑Ԧ 𝐴 + 𝐸ሬԦ2 ∙ 𝑑Ԧ 𝐴 + 𝐸ሬԦ3 ∙ 𝑑Ԧ 𝐴 + ⋯ … … . 𝐸ሬԦ𝑛 ∙ 𝑑Ԧ𝐴)

1 cos 𝜃1 𝑑𝐴 cos 𝜃2 𝑑𝐴 cos 𝜃𝑛 𝑑𝐴


= ∯ (𝑞1 + 𝑞2 + … … … . . +𝑞𝑛 )
4𝜋𝜀0 𝑟1 2 𝑟2 2 𝑟𝑛 2
1
= ∮(𝑞1 𝑑Ω1 + 𝑞2 𝑑Ω2 + … … … . . +𝑞𝑛 𝑑Ω𝑛 )
4𝜋𝜀0
1
= (𝑞 + 𝑞2 + … … … . . +𝑞𝑛 )
𝜀0 1
𝑛
1
𝛷 = ∯ 𝐸ሬԦ ∙ 𝑑Ԧ𝐴 = ∑ 𝑞𝑖
𝜀0
𝑖=1

2.4.3 Penerapan Hukum Gauss Pada Berbagai Distribusi Muatan


Hukum Gauss menyatakan, jumlah garis gaya yang keluar dari suatu
1
permukaan tertutup S sama dengan × (𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑚𝑢𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑆), atau secara
𝜀0

matematika:

13
𝑞
𝛷 = ∮ 𝐸ሬԦ ∙ 𝑑Ԧ𝐴 =
𝜀0
𝑆

Hukum Gauss terutama digunakan untuk menghitung medan listrik oleh benda
yang bermuatan yang berbentuk khusus, misalnya berbentuk pelat sejajar, bola, atau
selinder.
Untuk suatu muatan yang terdistribusi kontinu dalam volume yang dibatasi
oleh suatu permukaan tertutup sebarang dengan rapat muatan 𝜌, persamaan menjadi

1
∮ 𝐸ሬԦ ∙ 𝑑Ԧ𝐴 = ∭ 𝜌 𝑑𝑉
𝜀0
𝑆

2.4.4 Contoh Soal


Sebuah muatan tertutup mencakup sebuah muatan netto sebesar 𝑞 = −3,60 𝜇𝐶
berada pada pusat sebuah bola dengan jari-jari 10 cm. berapakah fluks listrik yang
melalui permukaan bola ?
Penyelesaian :
Deskripsi fisika
𝑞 = −3,60 𝜇𝐶
𝑟 = 10 𝑐𝑚 = 0, 10 𝑚 q
𝛷 = ⋯…………..?
Rencana solusi

𝑞
𝛷 = ∮ 𝐸ሬԦ ∙ 𝑑Ԧ𝐴 =
𝜀0
𝑆
𝑞
𝛷=
𝜀0
Melaksanakan rencana
𝑞 −3,60 × 10−6 𝐶 2
𝛷= = 2 = 4,07 × 10−6 𝑁 ∙ 𝑚 ⁄𝐶
𝜀0 8,85 × 10−12 𝐶 ⁄𝑁 ∙ 𝑚2

Evaluasi solusi
2
𝛷 = 4,07 × 10−6 𝑁 ∙ 𝑚 ⁄𝐶
(tepat, rasional dan kompleks)

14
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Ada dua jenis muatan listrik, positif dan negatif. Tanda-tanda ini harus
diperhitungkan secara aljabar (artinya setiap muatan merupakan plus atau minus
sekian Coulomb dalam satuan SI). Muatan listrik memberikan gaya satu sama lain.
Magnitudo gaya yang diberikan oleh muatan titik pada muatan lainnya sebanding
dengan hasilkali muatan-muatan tersebut, dan berbanding terbalik dengan kuadrat
jarak diantara mereka.
Medan listrik berada di ruang sekitar muatan atau sekumpulan muatan. Gaya
pada benda bermuatan lainnya dikatakan disebabkan oleh medan listrik yang ada di
lokasi tersebut. Medan listrik digambarkan dengan garis-garis medan listrik yang
dimulai pada muatan positif dan berakhir pada muatan negatif. Arahnya menunjukkan
arah gaya pada suatu muatan uji kecil yang diletakkan pada setiap titik. Garis-garis
tersebut dapat digambarkan sedemikian sehingga jumlah per satuan luas sebanding
dengan magnitudo E.
Hukum Gauss dapat digunakan untuk menentukan medan listrik yang
disebabkan oleh distribusi muatan, tetapi kegunaannya hanya terbatas pada kasus-
kasus dimana distribusi muatan menunjukkan banyak kesimetrisan. Kegunaan yang
nyata dari hukum Gauss adalah bahwa ia merupakan pernyataan yang umum dan
elegan tentang hubungan antara muatan listrik dan medan listrik.

3.2 Saran
Kepada pembaca agar lebih memperbanyak bahan bacaan dan sumber yang
digunakan, agar pengetahuan yang dimiliki lebih luas dan lebih berkembang. Serta
memperbanyak latihan soal yang terkait dengan materi hukum coulomb, medan listrik
dan hukum gauss, agar lebih memahami materi tersebut, baik secara konseptual
maupun secara praktis.

15
DAFTAR PUSTAKA

D. C. Giancoli. 2008. Fisika. Jakarta: Erlangga

D. C. Giancoli. 2014. FISIKA : Prinsip dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga

D. Haliday dan R. Resnick. 1999. Fisika Dasar II. Jakarta: Erlangga

H. R. Reznick. 1986. Fisika Jilid 2 (terjemahan Pantur Silaban). Jakarta: Erlangga

Sears dan Zemansky. 2008. Fisika Universitas. Jakarta: Erlangga

Serway. 2010. Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Salemba Teknik

Sutrisno. 1986. Seri Fisika Dasar (Listrik-Magnet dan Termofisika). Bandung: ITB

Tim Fisika ITS. 2004. Fisika. Surabaya: ITS Press

16
Lampiran 1 Bukti Pengiriman Via Gmail

17