Anda di halaman 1dari 26

Tugas Pengantar Toksikologi Lingkungan

Nama : Ike Dian Wahyuni


NIM : 101714353003

1. Jelaskan bahan pelembut plastik !


Jawab :
Bahan pelembut plastik adalah plastici zers seperti Epoxidized soybean oil (ESBO),
Bifenyl Poliklorin (PCB), di (2-ethylhexil) adipate (DEHA)
2. Sebutkan bapak dari cabang-cabang ilmu !
Jawab :
Bapak dari cabang-cabang ilmu adalah :
a. Bapak Toksikologi : Paracelsus
b. Bapak Toksikologi Modern : Mathieu Joseph Bonaventura Orfilla
c. Bapak Filsafat : Thales
d. Bapak Biologi Sel Modern : George Emil Palade
e. Bapak Ilmu Pengetahuan : Aristoteles
f. Bapak Sosiologi : August Comte
g. Geber : Bapak Ilmu Kimia
h. Bapak Public Health : Winslow
i. Bapak Genetika Modern : Gregor Mendel
j. Bapak Taksonomi Modern : Carl Von Linne
3. Jelaskan bahan Teflon !
Jawab :
Bahan Teflon adalah PTFE (Politetra Fluoroetilena) atau polimer etilena fluorin. Senyawa
ini merupakan fluoropolymer termoplastik.
4. Jelaskan karakteristik racun !
Jawab :
Karakteristik racun adalah :
a. Racun iritan
Racun yang menimbulkan iritasi dan radang seperti asam mineral, fungi beracun,
preparasi arsenik.
b. Racun penyebab hyperemia
Racun narkotik yang dapat berakibat fatal pada otak, paru-paru dan jantung
seperti opium, tembakau, konium, digitalis.
c. Racun yang melumpuhkan saraf
Dengan meracuni darah, organ pusat saraf dapat lumpuh dan menimbulkan akibat
yang fatal seperti kematian tiba-tiba. Contoh : asam hidrosianat, sianida seng,
kloroform.
d. Racun yang menyebabkan marasmus
Bersifat kronis dan dapat berakibat fatal bagi kesehatan secara perlahan seperti
bismuth putih, asap timbal, mercury, arsenik.
e. Racun yang menyebabkan infeksi (racun septik)
Dapat berupa racun makanan yang pada keadaan tertentu menimbulkan sakit
pyaemia (pyemia) dan tipus pada hewan ternak.
5. Jelaskan secara ringkas sejarah perkembangan terbentuknya disiplin toksikologi
lingkungan !
Jawab:
Dimulai sejak perkembangan peradaban manusia dalam mencari makanan, tentu telah
mencoba beragam bahan, baik botani, nabati, maupun dari mineral. Melalui
pengalamannya ini ia mengenal makanan,yang aman dan berbahaya. Aman bermanfaat
serta diperlukan oleh tubuh agar dapat hidup atau menjalankan fungsinya. Sedangkan
kata racun merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan dan mengambarkan
berbagai bahan ”zat kimia” yang dengan jelas berbahaya bagi badan. Hal ini
membuktikan, bahwa efek berbahaya (toksik) yang ditimbulkan oleh zat racun (tokson)
telah dikenal oleh manusia sejak awal perkembangan beradaban manusia. Kemajuan
toksikologi terjadi dalam abad ke- 16 dan sesudahnya. Paracelcius adalah nama samaran
dari Philippus Aureolus Theophratus Bombast von Hohenheim (1493-1541), toksikolog
besar, yang pertama kali meletakkan konsep dasar dasar dari toksikologi. Dalam
postulatnya menyatakan: “Semua zat adalah racun dan tidak ada zat yang tidak beracun,
hanya dosis yang membuatnya menjadi tidak beracun”. Matthieu Joseph Bonaventura
Orfila (1787-1853). Pada awal karirnya belajar kimia, matematika dan belajar ilmu
kedokteran di Paris. Dalam tulisannya (1814-1815) mengembangkan hubungan

Page 2 of 26
sistematik antara suatu informasi kimia dan biologi tentang racun. Dia adalah orang
pertama yang menjelaskan nilai pentingnya analisis kimia guna membuktikan bahwa
simtomatologi yang ada berkaitan dengan adanya zat kimia tertentu di dalam tubuh.
M.J.B. Orfila dikenal sebagai bapak toksikologi modern karena minatnya terpusat pada
efektokson, selain itu
karena ia memperkenalkan metodologi kuantitatif ke dalam studi aksi tokson pada
hewan, pendekatan ini melahirkan suatu bidang toksikologi modern, yaitu toksikologi
forensik. Dalam bukunya Traite des poison (1814) dia membagi racun menjadi enam
kelompok, yaitu: Corrosives, astringents, acrids, stupefying or narcotic, narcoticacid, dan
septica atau putreficants.
6. Sebutkan contoh zat senyawa metabolit !
Jawab :
Contoh zat senyawa metabolit adalah :
a. Alkaloid
Mengandung nitrogen aromatik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan berupa zat
padat, tidak berwarna, berasa pahit, memiliki efek farmakologis dan umumnya
sukar larut dalam air tetapi dapat larut dalam pelarut non polar (kloroform dan
eter ). Dalam kesehatan dipakai sebagai antitumor, antipiretik, antinyeri, memacu
system saraf, mematikan dan menurunkan tekanan darah, melawan infeksi
mikroba. (Solomon, 1980; Casey, 2006)
b. Flavonoid
Golongan fenol sebagai antioksidan, antimutagenik, antineoplastic (antitumor dan
antikista) dan vasodilator (melebarkan pembuluh darah). Dapat menangkap
radikal bebas 100x lebih efektif dibandingkan dengan vitamin C dan 25x lebih
efektif dibandingkan dengan vitamin E, seperti isoflavon pada kedelai.
c. Terpenoid
Senyawa kimiawi tumbuhan yang memiliki bau dan diisolasi dengan penyulingan
sebagai minyak atsiri. Dapat menyembuhkan penyakit diabetes mellitus, malaria.
Organisme penghasil terpenoid berfungsi sebagai insektisida, fungisida,
antipemangsa, anti bakter dan antivirus (Robinson, 1995)
d. Tannin

Page 3 of 26
Senyawa polifenol yang menimbulkan rasa pahit, sepat dan bau yang
memusingkan dan berfungsi sebagai antiserangga bagi organisme yang
menghasilkan.

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan bahan toksik atau toksikan !


Jawab :
• Toksikan adalah bahan kimia yang berbahaya bagi organisme hidup karena
efeknya pada jaringan, organ atau proses biologisnya.
• Toksikan adalah suatu zat yang dapat :
a. Mempunyai potensi untuk menginduksi terjadinya keganasan (kanker),
tumor atau efek neoplastic pada manusia atau binatang percobaan
b. Menginduksi perubahan permanen yang ditransmisikan dalam
karakteristik keturunan dari orang tua manusia atau binatang percobaan
c. Menyebabkan defek atau cacat fisik dalam perkembangan embrio manusia
atau binatang percobaan
d. Menyebabkan kematian pada binatang percobaan atau binatang piaraan
melalui jalur pernapasan, kulit, mata, mulut atau jalan lainnya
e. Menghasilkan iritasi atau sensitisasi pada kulit, mata,atau jalan nafas
f. Menghilangkan ketahanan mental, mengurangi motivasi atau merusak
perilaku manusia
8. Jelaskan pengetahuan dasar apa saja yang dibutuhkan untuk memahami toksikologi
lingkungan !
Jawab :
Pengetahuan dasar yang dibutuhkan untuk memahami toksikologi lingkungan adalah
pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, seperti fisiologi, kimia, biokimia,
epidemiologi, patologi, kedokteran, farmakologi maupun ekologi.
9. Jelaskan ruang lingkup toksikologi lingkungan berhubungan dengan efek berbahaya dari
toksikan di lingkungan yang terpajan oleh manusia !
Jawab :
Ruang lingkup toksikologi lingkungan berhubungan dengan efek berbahaya dari toksikan
di lingkungan yang terpajan oleh manusia adalah :

Page 4 of 26
a. Toksikologi forensik (forensic toxicology) yang berhubungan dengan aspek
kedokteran dan hukum pada manusia yang keracunan
b. Toksikologi ekonomi (economic toxicology) yang berhubungan dengan efek
berbahaya yang diberikan pada makhluk hidup untuk tujuan tertentu, misalnya
obat, bahan aditif dalam makanan, pestisida, dll
c. Toksikologi lingkungan (environmental toxicology) berhubungan dengan efek
berbahaya dari bahan di lingkungan yang terpajan oleh manusia, yakni faktor
lingkungan, makanan dan minuman serta tempat kerja
10. Jelaskan pengertian tentang toksikologi, toksikologi lingkungan dan ekotoksikologi !
Jawab :
• Toksikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkombinasikan dan
membutuhkan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, seperti
biologi, ekologi, kimia, biokimia, farmakologi, fisiologi, patologi, epidemiologi
dan kedokteran.
• Toksikologi lingkungan adalah studi tentang efek merugikan bahan kimia yang
ada di lingkungan terhadap system biologi atau kesehatan makhluk hidup
khususnya manusia dan bagaimana pajanan bahan kimia yang terdapat di udara,
air, tanah, makanan di lingkungan tempat kerja maupun di sekitar lingkungan
hidup manusia mengancam kesehatan manusia.
• Ekotoksikologi adalah subdisiplin ilmu toksikologi lingkungan dan lebih
bermanfaat apabila ditafsirkan sebagai studi efek merugikan suatu toksikan dalam
ekosistem.
11. Uraikan secara ringkas faktor apa saja yang perlu diperhitungkan untuk mengidentifikasi
dan mengevaluasi toksikan yang berada di lingkungan !
Jawab :
Faktor yang perlu diperhitungkan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi toksikan
yang berada di lingkungan adalah
a. Pengukuran toksikan
b. Cara kerja toksikan dengan memakai berbagai teknik berasal dari kimia analitik,
analisa biologis (bioassay) dan matematika terapan, maka toksikan dan efek
toksiknya dapat diukur dan dikuantitatifkan.

Page 5 of 26
12. Sebutkan berbagai disiplin ilmu yang diperlukan untuk memberikan penjelasan efek yang
merugikan toksikan terhadap sistem biologi !
Jawab :
Berbagai disiplin ilmu yang diperlukan untuk memberikan penjelasan efek yang
merugikan toksikan terhadap sistem biologi adalah :
a. Toksikologi analitik
b. Uji toksisitas
c. Biomatematik dan biostatistik
d. Patologi toksikologi
e. Studi aktivitas struktur
f. Epidemiologi
13. Jelaskan peran toksikologi lingkungan dalam upaya pencegahan terhadap gangguan
kesehatan pada manusia dan kerusakan lingkungan hidup !
Jawab :
Peran toksikologi lingkungan dalam upaya pencegahan terhadap gangguan kesehatan
pada manusia dan kerusakan lingkungan hidup adalah ahli toksikologi akan selalu terlibat
dalam menentukan batas pajanan yang aman atau penilaian resiko dari pajanan. Batas
pajanan yang aman mencangkup ”asupan (intake) harian yang diperbolehkan, dan ”nilai
ambang batas” dari toksin yang masih dapat ditolerir, sedangkan penilaian resiko
digunakan dalam hubungan dengan efek bahan yang diketahui tidak berambang batas
atau ambang batasnya tak dapat ditentukan. toksikologi dapat menyediakan bahan kimia
alternatif yang lebih aman untuk pertanian, industri, dan kebutuhan konsumen melalui
penentuan hubungan struktur-toksisitas. Pengurangan sifat toksik mungkin dapat

Page 6 of 26
dicapai dengan mengubah toksisitas sasaran atau dengan mengubah sifat toksokinetiknya.
Toksikologi juga berperan dalam pengembangan obat baru, sudah menjadi prasyarat
dalam pengembangan obat baru harus dibarengi baik uji toksisitas akut maupun toksisitas
klinis, dengan persyaratan uji yang ketat. Penilaian tentang keamanannya merupakan
tantangan dan tanggung jawab toksikologi.
14. Sebutkan dan jelaskan dua faktor utama terpenting dalam toksikologi lingkungan dan
pengaruh pajanan toksikan terhadap efek kesehatan yang merugikan !
Jawab :
Dua faktor utama terpenting dalam toksikologi lingkungan dan pengaruh pajanan
toksikan terhadap efek kesehatan yang diberikan adalah :
a. Toksikologi Kesehatan Lingkungan
Adalah studi mengenai efek-efek merugikan dari bahan-bahan kimia lingkungan
terhadap kesehatan manusia.
b. Ekotoksikologi
Adalah studi yang membahas efek-efek kontaminan lingkungan terhadap
ekosistem dan unsur-unsur pokok yang ada di dalam ekosistem.
15. Jelaskan klasifikasi dengan memberikan contohnya berdasarkan senyawa toksiknya,
menurut kelas bahan kimianya, sumber pajanan, dan efek terhadap kesehatan organ tubuh
!
Jawab :
Klasifikasi dengan memberikan contohnya berdasarkan senyawa toksiknya, menurut
kelas bahan kimianya, sumber pajanan dan efek terhadap kesehatan organ tubuh adalah :
a. Menurut kelas bahan kimianya
Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) memberikan klasifikasi bahan
berbahaya seperti tabel berikut ini.

Tabel 1 : Klasifikasi bahan berbahaya berdasarkan PBB


Klas Penjelasan
Klas I (Eksplosif) Dapat terurai pada suhu dan tekanan tertentu
dan mengeluarkan gas kecepatan tinggi dan
merusak sekeliling
Klas II (Cairan mudah 1. Gas mudah terbakar
terbakar) 2. Gas tidak mudah terbakar

Page 7 of 26
3. Gas beracun

Klas III (Bahan mudah 1. Cairan : F.P <23oC


terbakar)
2. Cairan : F.P >23oC

( F.P = flash point)


Klas IV (Bahan mudah1. Zat padat mudah terbakar
terbakar 2. Zat yang mudah terbakar dengan
selain klas II dan III) sendirinya
3. Zat yang bila bereaksi dengan air
dapat mengeluarkan gas mudah terbakar
Klas V (Zat pengoksidasi) 1. Oksidator bahan anorganik
2. Peroksida organik

Klas VI (Zat racun) 1. Zat beracun


2. Zat menyebabkan infeksi

Klas VII (Zat radioaktif) Aktifitas : 0.002 microcury/g


Klas (Zat korosif) Bereaksi dan merusak
VIII
b. Menurut sumber pajanan
• Pencemar primer
Pencemar yang terbentuk dan keluar dari sumber
• Pencemar sekunder
Setelah transformasi pertama di lingkungan
• Pencemar tersier
c. Efek terhadap kesehatan organ tubuh
• Fibrosis atau terbentuknya jaringan ikat secara berlebihan
• Granuloma atau didapatnya jaringan radang yang kronis
• Demam atau temperature badan melebihi normal
• Asfiksia atau keadaan kekurangan oksigen
• Alergi atau sensitivitas yang berlebih
• Kanker atau tumor ganas
• Mutan adalah generasi yang secara genetic berbeda dari induknya
• Cacat bawaan akibat teratogen
Keracunan sistemik yakni keracunan yang menyerang seluruh anggota tubuh

Page 8 of 26
16. Jelaskan faktor internal toksikan yang berpengaruh terhadap toksisitas suatu toksikan !
Jawab :
Faktor internal toksikan yang berpengaruh terhadap toksisitas suatu toksikan adalah
Faktor yang memengaruhi toksisitas suatu toksikan adalah toksisitas suatu tksikan
tersebut, meliputi dosis, konsentrasi, tempat pajanan, jalur memasuki tubuh apakah
inhalasi melalui saluran pernafasan, masuk ke dalam saluran pencernaan, atau absorpsi
kulit.
17. Jelaskan perbedaan antara intoksikasi akut dan kronis, pajanan akut dan kronis, efek
ataupun gejala akut dan kronis !
Jawab :
Perbedaan antara intoksikasi akut dan kronis, pajanan akut dan kronis, efek ataupun
gejala akut dan kronis adalah :
Aspek Efek Akut Efek Kronis
Waktu paparan Singkat Lama
Dosis Sangat Tinggi Rendah
Gejala Dapat langsug dilihat Sulit untuk diamati
Kondisi Dalam Tubuh Hanya sementara Terakumulasi dalam tubuh

Page 9 of 26
Fisiologi Sistem Organ Sasaran
Nama : Ike Dian Wahyuni
NIM : 101714353003

1. Jelaskan perbedaan yang perlu diperhitungkan dalam menentukan tingkat pajanan yang
aman antara populasi masyarakat umum dengan masyarakat pekerja !
Jawab :
Perbedaan yang perlu diperhitungkan dalam menentukan tingkat pajanan yang aman
antara populasi masyarakat umum dengan masyarakat pekerja adalah :
a. Masyarakat umum
• Komposisinya terdiri dari segala kelompok umur dan segala kondisi
kesehatan yang berbeda.
• Pajanan bahan kimia yang dihadapi populasi masyarakat umum lebih
kompleks dan rumit.
• Jarang menggunakan Alat pelindung Diri (APD)
b. Masyarakat pekerja
• Terdiri dari kelompok umur antara 18 tahun – 65 tahun dan kondisi
kesehatannya baik.
• Pajanan pada populasi masyarakat pekerja pada umumnya terbatas bahan
kimia yang terdapat pada industry tertentu dan umumnya dapat diprediksi
serta terbatas pada jam kerja selama periode masa kerjanya.
• Memakai Alat Pelindung Diri (APD) seperti respirator, tutup telinga (ear
muff), dan sumbat telinga (ear plug).
2. Jelaskan mengapa setelah masuk ke dalam tubuh manusia, alat transportasi utama bagi
toksikan untuk didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh, khususnya ke organ sasaran !
Jawab :
Setelah masuk ke dalam tubuh manusia, alat transportasi utama bagi toksikan untuk
didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh, khususnya ke organ sasaran karena setelah
memasuki tubuh, transportasi utama dilakukan oleh arah melalui sarana pembuluh darah
yang di distribusikan ke seluruh tubuh. Karena itu darah merupakan jaringan sasaran

Page 10 of 26
ataupun dapat bertindak sebagai jaringan pengganti (surrogate) dari jaringan target
toksikan karena pengambilan sampel jaringan target secara invasive dan tidak nyaman.
3. Jelaskan bahwa toksikan dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan tubuh eksternal
dan internal pada manusia !
Jawab :
Toksikan dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan tubuh eksternal dan internal
manusia karena kerusakan pada jaringan eksternal seperti kulit dan mata, atau mampu
memasuki tubuh organisme hidup dengan tiga cara utama, yaitu :
a. Pencernaan makanan.
b. Inhalasi.
c. Absorpsi melalui kulit.
4. Jelaskan secara singkat tentang fisiologi sistem pencernaan dimana fungsi pencernaan
dilakukan oleh berbagai bagian integral dari fungsi tubuh, meliputi mulut, esophagus,
lambung, usus kecil, usus besar, liver dan pankreas !
Jawab :
Fisiologi sistem pencernaan dimana fungsi pencernaan dilakukan oleh berbagai bagian
integral dari fungsi tubuh, meliputi mulut, esophagus, lambung, usus kecil, usus besar,
liver dan pankreas adalah untuk menyediakan makanan, air, dan elektrolit bagi tubuh dari
nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorbsi. Pencernaan berlangsung secara mekanik
dan kimia, dan meliputi proses-proses sebagai berikut :
a. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam tubuh.
b. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik oleh gigi.
makanan kemudian bercampur dengan saliva sebelum ditelan.
c. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakkan
makanan tertelan melalui saluran pencernaan.
d. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil
sehingga absorbsi dapat berlangsung.
e. Absorbsi adalah pergerakkan produk akhir pencernaan dari lumen saluran
pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik sehingga dapat digunakan oleh
sel tubuh.

Page 11 of 26
f. Egesti (defekasi) adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna juga
bakteri dalam bentuk feses dari saluran pencernaan.
5. Sebutkan dan jelaskan tiga jalur masuk utama toksikan ke dalam tubuh manusia !
Jawab :
Tiga jalur masuk utama toksikan ke dalam tubuh manusia adalah :
a. Pencernaan makanan.
b. Inhalasi.
c. Absorpsi melalui kulit
6. Jelaskan keuntungan pengambilan sampel darah sebagai jaringan pengganti (surrogate)
bagi organ sasaran !
Jawab :
Keuntungan pengambilan sampel darah sebagai jaringan pengganti (surrogate) bagi organ
sasaran adalah darah merupakan jaringan sasaran ataupun dapat bertindak sebagai
jaringan pengganti dari jaringan target toksikan karena pengambilan sampel jaringan
target secara praktis sangat invasive dan tidak nyaman.
7. Jelaskan secara singkat tentang anatomi dan fisiologi kulit, serta kecepatan transportasi
toksikan yang bervariasi sesuai jenis bahan kimia toksikan dan kondisi kulit !
Jawab :
Anatomi dan fisiologi kulit serta kecepatan transportasi toksikan yang bervariasi sesuai
jenis bahan kimia toksikan dan kondisi kulit adalah masuknya bahan kimia melalui kulit
adalah efektif, walaupun tidak semua dapat dicegah oleh lapisan epidermis. Kecepatan
transportasi melalui kulit bervariasi berdasarkan jenis bahan kimia dan kondisi kulit di
tempat masuknya bahan kimia tersebut. Senyawa kimia yang larut dalam air masuk lebih
cepat daripada senyawa kimia yang larut dalam minyak, walaupun bahan dalam bentuk
ion ditahan. Keruskan kulit karena aberasi fisik atau bahan kaustik, atau penghilangan
lemak kulit dengan cairan organic seperti alcohol dan hidrokarbon akan memfasilitasi
trasnpor kulit. Transportasi melalui folikel rambut dan kelenjar kulit mungkin saja terjadi,
tetapi tampaknya tidak cukup sering dan tidak penting sebagai tempat masuknya bahan
kimia melalui kulit.
8. Jelaskan secara singkat organ yang termasuk sistem kardiovaskuler serta fungsinya untuk
kelangsungan hidup jaringan, organ dan tubuh manusia !

Page 12 of 26
Jawab :
Organ yang termasuk sistem kardiovaskuler serta fungsinya untuk kelangsungan hidup
jaringan, organ dan tubuh manusia adalah jantung bertanggung jawab untuk
mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep yang melengkapinya. Untuk
mejamin kelangsungan sirkulasi, jantung berkontraksi secara periodik.
Darah di dalam tubuh berfungsi sebagai kendaraan dari bahan yang dibutuhkan tubuh
untuk kelangsungan hidup dan mengatur kehidupan jaringan, termasuk oksigen, nutrient
dan hormon. Bahan buangan seperti urea dan karbon dioksida di dalam darah juga
dibawa ke tempat mereka akan dikeluarkan.
9. Jelaskan secara singkat tentang bagian sistem pernafasan dan fisiologi proses bernapas
yang terjadi secara tidak sadar, diawali oleh impuls teratur dari sistem saraf otonom yang
dimodifikasi oleh sel reseptor otak merasakan kadar oksigen, karbon dioksida dan
keasaman darah !
Jawab :
Bagian sistem pernapasan dan fisiologi proses bernapas yang terjadi secara tidak sadar,
diawali oleh impuls teratur dari sistem saraf otonom yang dimodifikasi oleh sel reseptor
otak merasakan kadar oksigen, karbon dioksida dan keasaman darah adalah proses
bernafas di awali oleh impuls teratur dari system saraf otonom yang dimodifikasi oleh sel
reseptor otak merasakan kadar oksigen, karbon dioksida, dan keasaman darah. Dalam
sekali bernafas, udara diambil masuk ke dalam paru dan dikeluarkan dengan kadar
oksigen lebih rendah dan kadar karbon dioksida yang lebih banyak. Bagian pertama
adalah sistem pengambilan/ pengeluaran udara yang terdiri dari hidung, rongga hidung,
laring, trakea, bronkus kanan dan kiri serta bronkioli. Bagian keduanya adalah alveoli
merupakan kantong tipis diselimuti oleh suatu jaringanhalus pembuluh darah kapiler
pada setiap akhir bagian pertama
10. Jelaskan secara singkat berbagai organ tubuh yang mengekskresikan toksikan keluar dari
tubuh !
Jawab:
Berbagai organ tubuh yang mengekskresikan toksikan keluar dari tubuh adalah organ utama
untuk ekskresi adalah ginjal. Di ginjal plasma darah di filtrasi diglomerulus dengan
kecepatan 125 mL/menit masuk kedalam tubulus yang pada akhirnya akan masuk

Page 13 of 26
kedalam kandung kencing melalui ureter. Air, molekul yang terlarut dan ion tanpa
diskriminasi ditransfer membentuk komponen utama urine. Kerusakan system filtrasi
ginjal karena adanya penyakit atau bahan kimia yang dapat dideteksi dengan adanya
protein didalam urine. Molekul nonpolar dapat larut melalui membrane system tubulus
dan masuk kembali ke dalam plasma darah. Untuk mengeliminasi hal tersebut secara
efisien maka di dalam ginjal senyawa buangan harus dalam bentuk polar.

Page 14 of 26
TAKE HOME ASSIGNMENT
Mata Kuliah Toksikologi Lingkungan (2 SKS) Topic:
Toksikokinetik dan Toksikodinamik

1. Uraikan secara singkat dasar pengertian tentang toksikokinetik dan toksikodinamik bahan
pencemar toksikan di lingkungan !
Jawab :
Dasar pengertian tentang toksikokinetik dan toksikodinamik bahan pencemar toksikan di
lingkungan adalah :
a. Toksikokinetik adalah perjalanan suatu toksikan sejak dari sumbernya yang
selanjutnya mengalami proses pengangkutan secara penyerapan, pengenceran,
penguapan, difusi, filtrasi dan sebagainya.
b. Toksikodinamik adalah proses perubahan bentuk seperti biodegradasi,
biomagnifikasi, dan bioakumulasi didalam tubuh makhluk hidup yang terpajan
oleh toksikan yang pada akhirnya memberikan efek yang merugikan.
2. Jelaskan perilaku toksikan sebagai hubungan antara struktur kimia dan aktivitas biologis
toksikan terhadap proses seluler spesifik yang diakibatkannya !
Jawab :
Perilaku toksikan sebagai hubungan antara struktur kimia dan aktivitas biologis toksikan
terhadap proses seluler spesifik yang diakibatkan adalah :
• Fase awal meliputi proses biologis yang memengaruhi absorpsi, penyebaran dan
metabolism zat toksikan yang dikenal dengan fase toksikokinetik. Fase ini
menentukan bentuk kimiawi dan pengangkutan zat kimia aktif pada tempat aksi
primer.
• Fase Toksikodinamik merupakan tempat toksikan berinteraksi dengan organ target
atau penerima premier yang dapat berupa suatu enzim, lemak, membrane, asam
nukleat dan sebagainya
3. Terangkan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan toksikologi lingkungan dalam
membentangkan rincian pengaruh toksikan terhadap individu dan ekosistem secara
menyeluruh !
Jawab :

Page 15 of 26
Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan toksikologi lingkungan dalam
membentangkan rincian pengaruh toksikan terhadap individu dan ekosistem secara
menyeluruh adalah semakin kompleknya tingkat cemaran akibat meningkatnya jumlah
dan macam indutri sehingga paparan semakin susah untuk dikenali dan tidak mudah
untuk dilakukan pencegahan. Ahli toksikologi harus mencari ilmu terbarukan tentang
bahan kimia khususnya bahan kimia yang beracun dan dapat mengganggu kesehatan dan
keselamatan manusia.
4. Jelaskan faktor yang mempengaruhi pengangkutan dan perubahan bentuk
(biotransformasi) toksikan di dalam lingkungan dan di dalam tubuh organisme !
Jawab :
Faktor yang mempengaruhi pengangkutan dan perubahan bentuk (biotransformasi)
toksikan dalam lingkungan dan di dalam tubuh organisme adalah :
a. Sifat fisika kimia bahan pencemar atau toksikan
b. Proses pengangkutan di dalam lingkungan
c. Proses perubahan bentuk dari bahan pencemar toksikan tersebut
5. Jelaskan penyimpanan toksikan dalam jaringan spesifik tubuh apabila pajanan terjadi
dalam periode yang lama !
Jawab :
Penyimpanan toksikan dalam jaringan spesifik tubuh apabila pajanan terjadi dalam
periode yang lama adalah kompartemen dimana toksikan dikonsentrasikan tetapi tidak
terlibat dalam respons toksik dapat dianggap sebagai suatu depo penyimpanan. Hal ini
dapat dipertimbangkan sebagai mekanisme proteksi yakni pencegahan akumulasi
konsentrasi tinggi toksikan ditempat toksikan melakukan aksinya. Didalam penyimpanan
toksikan selalu berada dalam keadaan seimbang dengan toksikan bebas dalam plasma,
dan akan dibiotransformasikan keluar tubuh, lebih banyak dilepaskan dari tempat
penyimpanan.
8. Jelaskan pengertian dan perbedaan istilah bioakumulasi, biokonsentrasi dan
biomagnifikasi !
Jawab :
Pengertian dan perbedaan istilah bioakumulasi, biokonsentrasi dan biomagnifikasi adalah
:

Page 16 of 26
a. Bioakumulasi adalah sifat dari bahan kimia yang cenderung menumpuk di dalam
tubuh makhluk hidup dan sukar untuk dikeluarkan yang biasanya masuk melalui
proses rantai makanan.
b. Biokonsentrasi adalah banyaknya konsentrasi polutan yang ada dilingkungan
sekitar yang kemudian akan diserap oleh suatu organisme, sehingga meningkatkan
kadar bioakumulasi dalam suatu organisme.
c. Biomagnifikasi adalah masuknya suatu zat kimia yang telah berakumulasi di suatu
organism eke organisme lainnya melaui proses rantai makanan dan pada akhirnya
tingkat konsentrasi zat kimia dalam organisme menjadi sangat tinggi.
9. Jelaskan cara mengukur dosis pajanan baik lokal maupun kombinasi dan hubungan antara
dosis pajanan toksikan dengan efek toksik yang terjadi !
Jawab :
Cara menguur dosis pajanan baik local maupun kombinasi dan hubungan antara dosis
pajanan toksikan dengan efek toksik yang terjadi adalah :
a. Dosis Pajanan Lokal hanya memberi dampak lokal pada organisme di
bagian/organ target tertentu saja, yakni bagian tubuh yang terpapar. Bagian tubuh
sedemikian antara lain adalah kulit, selaput lender, saluran pernapasan, saluran
pencernaan, mata, dll. Agent sedemikian antara lain adalah pencemar udara seperti
PAN (peroksi-asetil nitrat). Paparan disini merupakan fungsi dari konsentrasi
dalam media atau konsentrasi ambient, daya larut zat dalam cairan tubuh, dan
koefisien difusi zat tersebut. Apabila sifat fisis dari agent dapat dianggap konstan,
maka paparan hanya tergantung pada konsentrasi paparan, durasi eksposur,
frekuensi, dan luas area tubuh yang berkontak dengan agent.
b. Dosis Pajanan Kombinasi yang hanya simultan atau berturut – turut terhadap
beberapa factor lingkungan dapat memodifikasi risiko efek kesehatan. Potensi dan
antogonisme dapat disebabkan oleh salah satu perubahan toksikokinetik atau
perubahan toksikodinamik. Macam osis pajanan kombinasi
• Faktor Pajanan sama, sumber berbeda
• Faktor pajanan bervariasi, sumber sama
• Berbagai bahan dan berbagai sumber
• Bahan tambahan (impurities)

Page 17 of 26
c. Hubungan dosis pajanan dan efek Biasanya semakin tinggi dosis paparan, maka
semakin parah/ kuat efek yang ditimbulkan. Hubungan antara dosis dan tingkat
keparahan efek disebut “hubungan antara dosis-efek”. Hubungan dosis efek dapat
ditentukan secara individu/ kelompok (rerata dosis yang menimbulkan suatu
efek). Hubungan dosis efek secara individu berbeda dibandingkan kelompok.
Manfaat hubungan dosis efek, yaitu :
• Memberikan informasi untuk perencanaan penelitian epidemiologi.
• Membantu memilih efek tepat untuk diteliti.
• Memberikan informasi efek yang harus dicegah.
• Digunakan untuk skrining/ penyaringan.
6. Jelaskan mekanisme proses toksikan dapat diekskresi keluar dari tubuh !
Jawab :
Mekanisme proses toksikan dapat di ekskresi keluar dari tubuh adalah :
 Ekskresi Urin
Ginjal membuang toksikan dari tubuh dengan mekanisme yang serupa dengan
mekanisme yang digunakan untuk membuang hasil akhir metabolisme faali, yaitu
dengan filtrasi glomerulus, difusi tubuler, dan sekresi tubuler.
Kapiler glomerulus memiliki pori-pori yang besar (70 nm); oleh karena itu,
sebagian besar toksikan akan lewat di glomerulus, kecuali toksikan yang sangat
besar atau yang terikat erat pada protein plasma. Toksikan dalam filtrat
glomerulus akan mengalami absorpsi pasif di sel-sel tubuler bila koefisien partisi
lipid/air-nya tinggi, atau tetap dalam lumen tubuler dan dikeluarkan bila ia
merupakan senyawa yang polar.
Suatu toksikan dapat juga dikeluarkan lewat tubulus ke dalam urin dengan difusi
pasif. Karena urin biasanya bersifat asam, proses ini berperan dalam ekskresi basa
organik. Sebaliknya asam organik tak mungkin dikeluarkan dengan difusi pasif
lewat sel tubulus. Namun asam lemah sering mengalami metabolisme menjadi
asam yang lebih kuat sehingga persentase bentuk ion yang tidak diserap lewat sel
tubulus meningkat untuk kemudian diekskresi.
Toksikan tertentu dapat disekresi oleh sel tubulus proksimal ke dalam urin. Ada
dua macam mekanisme sekresi, yaitu untuk asam organik dan untuk basa organik.

Page 18 of 26
Toksikan yang terikat pada protein dapat juga disekresi, asalkan ikatannya
reversibel. Selain itu, zat kimia dengan ciri serupa akan bersaing dalam sistem
transpor yang sama.
• Ekskresi Empedu
Hati juga merupakan alat tubuh yang penting untuk ekskresi toksikan, terutama
untuk senyawa yang polaritasnya tinggi (anion dan kation), konjugat yang terikat
pada protein plasma, dan senyawa yang BM-nya lebih besar dari 300. Pada
umumnya begitu senyawa ini berada dalam empedu, mereka tidak akan diserap
kembali ke dalam darah dan dikeluarkan lewat feses. Kecuali misalnya konjugat
glukuronid yang dapat dihidrolisis oleh flora usus menjadi toksikan bebas yang
dapat diserap kembali.
• Paru-paru
Zat yang berbentuk gas pada suhu badan terutama diekskresi lewat paru-paru.
Cairan yang mudah menguap juga dengan mudah keluar lewat udara ekspirasi.
Cairan yang sangat mudah larut mungkin diekskresikan sangat perlahan karena
ditimbun dalam jaringan lemak dan karena terbatasnya volume ventilasi (mis:
kloroform dan halotan). Ekskresi toksikan melalui paru-paru terjadi secara difusi
sederhana lewat membran sel.
10. Sebutkan dan terangkan dua fase mekanisme umum untuk biotransformasi berbagai
toksikan !
Jawab :
Dua fase mekanisme umum untuk biotransformasi berbagai toksikan adalah :
a. Reaksi fase I (Reaksi penguraian)
Pemutusan hidrolitik, oksidasi dan reduksi. Umumnya reaksi fase I mengubah bahan
yang masuk ke dalam sel menjadi lebih bersifat hidrofilik (mudah larut dalam air)
daripada bahan asalnya.
b. Reaksi fase II (Reaksi konjugasi)
Terdiri dari reaksi sintesis dan konjugasi. Oleh reaksi konjugasi maka zat yang
memiliki gugus polar (-OH, -NH2, -COOH), dikonjugasi dengan pasangan reaksi
yang berasal dari tubuh sendiri dan lazimnya diubah menjadi bentuk yang larut dalam
air, dan dapat diekskresikan dengan baik oleh ginjal. Reaksi fase II ini merupakan

Page 19 of 26
proses biosintesis yang mengubah bahan asing atau metabolit dari fase I membuat
ikatan kovalen dengan molekul endogen menjadi konjugat.
11. Jelaskan tiga macam tipe interaksi fisik kimia yang dikenali menyebabkan perubahan
komposisi senyawa kimia antara titik emisi sampai mencapai organ sasaran (target) !
Jawab :
Tiga macam tipe interaksi fisik kimia yang dikenali menyebabkan perubahan komposisi
senyawa kimia antara titik emisi sampai mencapai organ sasaran (target) adalah :
a. Perubahan komposisi kimia dana tau bentuk fisik di dalam lingkungan
Contoh : formasi senyawa alkil merkuri (yang bersifat lebih toksik terhadap jaringan
tubuh manusia) dalam sedimen dari senyawa merkuri inorganic
b. Interaksi fisik antara bahan kimia dan partikulat di dalam lingkungan
Contoh : pmbentukan kabut fotokimia (photochemical smog) di dalam udara ambien
c. Perubahan fisik atau komposisi kimia di dalam tubuh makhluk hidup
Contoh : metilasi arsenic inorganic menjadi senyawa arsenic organic non toksik
terdapat dalam makann sari laut. Defisiensi besi berhubungan dengan peningkatan
kadar Pb darah, mungkin terjadi karena peningkatan absorpsi Pb.
12. Jelaskan cara pengukuran dosis pajanan dengan metode biomonitoring yang bertujuan
mengukur metabolit yang relevan di dalam contoh biologis manusia atau organisme
hidup lainnya !
Jawab:
Cara pengukuran dosis pajanan dengan metode biomonitoring yang bertujuan mengukur
metabolit yang relevan di dalam contoh biologis manusia atau organisme hidup lainnya
adalah untuk mengukur bahan kimia atau metabolik umumnya digunakan media biologi.
Media biologi yang sering dipakai adalah urine, darah, udara alveolus. Sedangkan media
biologi yang jarang dipakai untuk pengukuran bahan kimia atau metabolik adalah ASI,
lemak, air liur, rambut, kuku, gigi dan plasenta. Pada umumnya urine dipakai sebagai
media untuk mengukur bahan kimia anorganik dan organik yang mudah larut dalam air.
Darah dipakai sebagai media untuk sebagian besar bahan kimia anorganik dan organik
yang sukar dilakukan biotransformasi, sedangkan udara alveolus dipakai untuk bahan
yang mudah menguap.

Page 20 of 26
Page 21 of 26
TAKE HOME ASSIGNMENT
Mata Kuliah Toksikologi Lingkungan (2 SKS) Topic:
Cara Kerja Toksikan

1. Jelaskan dan berikan contoh efek kombinasi toksikan yang dapat berupa efek aditif,
sinergisme maupun antagonisme !
Jawab :
Efek kombinasi toksikan yang dapat berupa efek aditif, sinergisme maupun antogisme
adalah :
a. Efek aditif adalah pengaruh yang saling memperkuat akibat kombinasi dari dua
zat kimia atau lebih.
Contoh : konsumsi obat heparin dengan alcohol akan meningkatkan pendarahan.
b. Efek sinergisme adalah suatu keadaan dimana pengaruh gabungan dari dua zat
kimia jauh lebih besar dari jumlah masing-masing efek bahan kimia.
Contoh : perokok yang terkena asbestos.
c. Efek antagonism adalah apabila dua zat kimia yang diberikan bersamaan maka zat
kimia yang satu akan melawan efek zat kimia yang lain.
Contoh : pemberian protamine sulfat menetralkan efek heparin dalam tubuh.
2. Jelaskan secara singkat efek bahaya toksikan terhadap makhluk hidup !
Jawab :
Efek bahaya toksikan terhadap makhluk hidup meliputi narcosis, iritasi, sensitisasi
imunologis, mutagenesis, teratogenesis, karsinogenesis dan kerusakan jaringan lainnya.
3. Jelaskan secara singkat mekanisme toksikan dalam menimbulkan kerusakan jaringan
tubuh dengan mekanisme toksisitas fisik !
Jawab :
Mekanisme toksikan dalam menimbulkan kerusakan jaringan tubuh dengan mekanisme
toksisitas fisik adalah efek ini biasanya ditujukkan pada penghilangan secara fisik
permukaan lemak, tapi dapat juga disebabkan oleh kerusakan sel epidermis kulit.
Umumnya, jaringan mata sangat mudah rusak daripada jaringan kulit dan mengambil
pelarut tersebut masuk kedalam tubuh, seperti dengan cara menelannya dapat
menyebabkan kerusakan fisik pada jaringan tubuh bagian dalam yang ada kontak dengan

Page 22 of 26
pelarut tersebut. Kerusakan dapat menyebabkan iritasi permukaan, peradangan, muntah,
diare, kejang usus dan pendarahan internal.
4. Jelaskan mekanisme bagaimana pestisida golongan organokhorin, organofosfat dan
karbamat dalam menimbulkan nekrosis jaringan liver !
Jawab :
Mekanisme pestisida golongan organokhorin, organofosfat dan karbamat dalam
menimbulkan nekrosis jaringan liver adalah memulai hepatotoksisitasnya melalui proses
perodaksi lemak yang berkaitan dengan suatu proses pelepasan radikal bebas untuk
karbon tetraklorida yang diinduksi oleh lipoperoksidasi. Penggabungan zat reaktif dan
reaksi ikatan kovalen, atau diperantarai oleh radikal bebas dengan perkembangan
toksisitas adalah rumit. Bahan pestisida terikat dengab sitokhrom mikrosoml P-450 dalam
sel target dan di metabolisir menjadi metabolit yang terikat secara kovalen terhadap
komponen sel, peroksidasi lemak mengambil tempat, dan homeostatis kalsium intrasel
berubah. Selanjutnya, sintesis protein dihambat reticulum endoplasmin diganggu. Hal ini
yang menyebabkan kelemahan dan kematian sel, sehingga terjadi nekrosis liver.
5. Jelaskan secara singkat mekanisme toksikan dalam menimbulkan kerusakan jaringan
tubuh dengan mekanisme toksisitas fisiologis !
Jawab :
Mekanisme toksikan dalam menimbulkan kerusakan jaringan tubuh dengan mekanisme
toksisitas fisiologis adalah setiap senyawa yang menghambat setiap langkah transmisi
akan mengganggu keseimbangan eksitasi/ inhibisi dan mengakibatkan perilaku yang
tidak seimbang. Beberapa toksikan menyerupai transmitter dan berikatan pada protein
reseptor. Jika mereka menstimuli reseptor, maka akan memperkuat transmisi sinaptik,
sebaliknya apabila mereka berikatan tetapi tidak menstimuli maka akan menghambat
transmisi. Toksikan lain yang menginaktivasi enzim yang mendegradasi transmitter
menyebabkan pembukaan vesikel, atau menghambat sintesis transmitter. Respon
fisiologis sangat bervariasi tergantung pada system yang dipengaruhi, dan dapat meliputi
pirlisis, relaksasi, konvulsi, tremor, halusinasi, dan gangguan kejiwaan.
6. Jelaskan perbedaan dua macam tipe reaksi toksik yang mencakup senyawa asal yang
toksik atau metabolit sebagai zat aktif !
Jawab :

Page 23 of 26
Perbedaan dua macam tipe reaksi toksik yang mencakup senyawa asal yang toksik atau
metabolit sebagai zat aktif adalah :
a. Kerugian kimiawi yang sering disebabkan oleh ikatan kovalen irreversible antara
toksikan dengan substrat biologis atau reseptor.
b. Interaksi reversible yang terjadi antara toksikan dengan substrata tau reseptor
biologis. Zat ini melakukan interaksi reversible dengan reseptor spesifik, biasanya
meninggalkan zat dan reseptor yang tidak berubah.
7. Jelaskan apa yang dikemukakan oleh Gillete (1980) tentang sasaran suatu zat reaktif yang
dapat terjadi !
Jawab:
Sasaran suatu zat reaktif yang terjadi menurut Gillete (1980) adalah :
a. Suatu enzim intrasel atau substratnya yang di butuhkan untuk proses seluler
b. Suatu lemak fosfo (fosfolipid) dalam membrane sel yang mengatur
kompartementalisasi komponen intra sel
c. Substrat yang terlibat dalam sintesis protein yang membutuhkan pergantian
normal enzim intra sel
d. DNA yang dibutuhkan untuk replikasi seluler
8. Jelaskan delapan mekanisme yang mungkin terjadi dimana toksikan dapat mengganggu
proses biokimiawi penting dan fungsi fisiologis dalam tubuh makhluk hidup !
Jawab :
Delapan mekanisme yang mungkin terjadi dimana toksikan dapat mengganggu proses
biokimiawi penting dan fungsi fisiologis dalam tubuh makhluk hidup adalah :
a. Membran Sel : membentuk pembatas dengan sifat permeabilitas yang spesifik,
bersamaan dengan system pengangkutan yang diperantarai, mengatur laju dan
derajat perpindahan zat ke dalam dan keluar sel pada organel sel.
b. Enzim : kelas protein yang sangat spesifik yang mengkatalis banyak reaksi kimia
yang terlibat dalam bentuk antara dari metabolism sel.
c. Metabolisme Lemak : penyusun penting dari sebuah sel yang terlibat dalam
membrane el dan banyak lagi fungsi sel dan proses metabolism.
d. Biosintesis Protein : suatu protein spesifik dari sel, termasuk di dalamnya enzim,
termasuk tatanan penyusunannya yakni asam amino dalam satu urutan yang khas

Page 24 of 26
dalam rantai polipeptida. Urutan yang benar ditentukan secara herediter oleh
struktur inti DNA
e. Sistem Enzim Mikrosomal : system multi enzim yang bertempat dalam bagian
microsomal hepatic bertanggung jawab atas biotransformasi senyawa toksikan
eksogen.
f. Proses Pengaturan dan Pertumbuhan : Jalur metabolic dan laju biosintesis dan
katabolisme komponen sel diatur oleh hormone dan system pengatur lainnya.
g. Metabolisme karbohidrat : menjadi perantara, meliputi proses biokimia utama
berikut : (1) Glikolisis, (2) Siklus asam sitrat, (3) Siklus Heksosa Monofosfat
(HMP) atau pentose fosfat, (4) Glikogenolisis.
h. Respirasi Sel : oksidasi biologis berjalan melalui suatu urutan pembawa yang
menjadi perantara yang memindahkan electron dari substrat ke oksigen molekul.
System mitokondrial ini di kenal sebagai rantai respirasi, sangat vital untuk
memasok energy ke sel hidup.
9. Jelaskan secara singkat mekanisme toksikan dalam menimbulkan kerusakan jaringan
tubuh dengan mekanisme toksisitas kimiawi !
Jawab :
Mekanisme toksikan dalam menimbulkan kerusakan jaringan tubuh dengan mekanisme
toksisitas kimiawi adalah kerusakannya mempunyai bentuk variasi akibat yang luas.
Asam atau alkali kuat apabila kontak dengan mata, kulit, atau saluran pencernaan akan
menimbulkan kerusakan umum, iritasi dan kematian sel. Inhalasi bahan ini akan
menyebabkan kesukaran bernapasyang hebat. Akibat peradangan dana atau kerusakan
permukaan jaringan mungkin menyebabkan sensitivitas terhadap bahan toksikan lainnya,
disebabkan peningkatan kemudahan masukknya kedalam darah, yang merupakan contoh
efek sinergik. Mekanisme yang kurang begitu dimengerti adalah reaksi stimuli cedera,
walau terdapat bukti tidak langsung bahwa stimuli memproduksi bahan natural yang
berbahaya oleh tubuh.
10. Jelaskan mekanisme terjadinya reaksi alergi, dan juga reaksi kelasi (chelation) dalam
pengeluaran atau ekskresi ion logam keluar dari tubuh !
Jawab :

Page 25 of 26
Mekanisme terjadinya reaksi alergi dan juga reaksi kelasi (chelation) dalam pengeluaran
atau ekskresi ion logam keluar dari tubuh adalah diawali dengan proses masuknya
allergen ke dalam tubuh yang merangsang sel B plasma untuk mensekresikan antibody
yang biasanya dari kelas IgE (Imunoglobulin E). awalnya allergen yang masuk ke tubuh
tidak akan menimbulkan alergi, allergen yang masuk diawal akan berikatan dengan
mastosit. Jika allergen masuk untuk kedua kalinya akan terikat dengan antibody IgE yang
telah berikatan dengan mastosit yang menyebabkan mastosit akan mengeluarkan
histamine yang memperbesar dan meningkatkan permeabilitas pembuluh darah
(inflamasi) seperti bersin, gatal-gatal, pusing,dll.
11. Jelaskan usulan Boyd (1980) tentang 2 (dua) tipe mekanisme toksisitas umum yang
memisahkan toksisitas ekstrahepatik yang disebabkan senyawaan asal yang aktif dan
metabolit yang aktif, dapat diperluas mencakup toksisitas hepatic dan ekstrahepatik dan
perbedaannya !
Jawab :
Usulan Boyd (1980) tentang 2 (dua) tipe mekanisme toksisitas umum yang memisahkan
toksisitas ekstrahepatik yang disebabkan senyawaan asal yang aktif dan metabolit yang
aktif, dapat diperluas mencakup toksisitas hepatic dan ekstrahepatik dan perbedaannya
adalah mekanisme pertama toksisitas esktrahpatik yang disebabkan senyawaan asal yan
aktif bertanggung jawab atas kerusakan hepatic atau ekstrahepatik. Metabolime hanya
melayani fungsi detoksifikasi saja.
Mekanisme kedua, toksisitas ekstrahepatik, terdapat dua jenis mekanisme, yang pertama
metabolit aktif dibentuk in situ dalam sel atau jaringan ekstrahepatik; yang kedua, dimana
mereka terbentuk dalam hepar dan diedarkan ke dalam jaringan ekstrahepatik. Kedua
mekanisme tersebut bergantung pada factor tersebut diatas. Sebagai tambahan,
penyebaran dan kegiattan system metabolic juga merupakan penentu aksi toksikan yang
sangat penting.

Page 26 of 26