Anda di halaman 1dari 14

PENGEMBANGAN AKTUATOR JAMAK HIDROLIK

D
I
S
U
S
U
N

OLEH :
ALHAFIDZUL IMAMNUROBBI
RICKY QADAPI
SUHARISMA

PRODI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat
Nyalah, sehingga Tugas ini dapat diselesaikan. Penyusunan makalah ini dilakukan
sebagai salah satu syarat untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah Pneumatik dan
Hidrolik.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih jauh dari
kesempurnaan dan masih banyak kekurangannya, hal ini dikarenakan keterbatasan
waktu, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki penyusun, oleh karena itu
penyusun sangat mengharapkan adanya saran dan kritik yang sifatnya membangun
untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
Dengan segala pengharapan dan doa semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Medan, 8 Mei 2019

KELOMPOK 8
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................ 2
DAFTAR ISI........................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN......................................................Error! Bookmark not defined.
A. Latar Belakang ................................................................ Error! Bookmark not defined.
B. Rumusan Masalah ........................................................... Error! Bookmark not defined.
C. Tujuan.............................................................................. Error! Bookmark not defined.
BAB II PEMBAHASAN .......................................................Error! Bookmark not defined.
A. Kontrol beberapa aktuator .............................................. Error! Bookmark not defined.
B. Gerakan terkoordinasi .................................................... Error! Bookmark not defined.
C. Konflik sinyal ................................................................. Error! Bookmark not defined.
D. Pemisah dengan katup pembalik .................................... Error! Bookmark not defined.
E. Konflik sinyal dengan mempergunakan katup pembalik Error! Bookmark not defined.
F. Stasiun pemindah dengan katup pembalik........................................................................9

BAB III PENUTUP ...................................................................Error! Bookmark not defined.


A. Kesimpulan ..................................................................... Error! Bookmark not defined.
B. Saran ................................................................................ Error! Bookmark not defined.
DAFTAR PUSTAKA ............................................................Error! Bookmark not defined.
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Aktuator adalah sebuah peralatan mekanis untuk menggerakkan atau mengontrol
sebuah mekanisme atau sistem. Aktuator diaktifkan dengan menggunakan lengan mekanis
yang biasanya digerakkan oleh motor listrik, yang dikendalikan oleh media pengontrol
otomatis yang terprogram di antaranya mikrokontroler. Aktuator adalah elemen yang
mengkonversikan besaran listrik analog menjadi besaran lainnya misalnya kecepatan putaran
dan merupakan perangkat elektromagnetik yang menghasilkan daya gerakan sehingga dapat
menghasilkan gerakan pada robot. Untuk meningkatkan tenaga mekanik aktuator ini dapat
dipasang sistem gearbox. Aktuator dapat melakukan hal tertentu setelah mendapat perintah
dari kontroller. Misalnya pada suatu robot pencari cahaya, jika terdapat cahaya, maka sensor
akan memberikan informasi pada kontroller yang kemudian akan memerintah pada aktuator
untuk bergerak mendekati arah sumber cahaya.

B. RUMUSAN MASALAH
A. Kontrol beberapa aktuator
B. Gerakan terkoordinasi
C. Konflik sinyal
D. Pemisah dengan katup pembalik
E. Konflik sinyal dengan mempergunakan katup pembalik
F. Stasiun pemindah dengan katup pembalik

C. TUJUAN
Untuk mengetahui kontrol beberapa aktuator, gerakan terkoordinasi, konflik sinyal,
pemisah dengan katup pembalik, konflik sinyal dengan mempergunakan katup pembalik, dan
stasiun emindah dengan katup pembalik.
BAB II
PEMBAHASAN
A. KONTROL BEBERAPA AKTUATOR

Aktuator Pneumatic
Aktuator pneumatic adalah aktuator yang memanfaatkan udara bertekanan menjadi gerakan
mekanik. Dengan memberikan udara bertekanan pada satu sisi permukaan piston (arah maju)
, sedangkan sisi yang lain (arah mundur) terbuka ke atmosfir, maka gaya diberikan pada sisi
permukaan piston tersebut sehingga batang piston akan terdorong keluar sampai mencapai
posisi maksimum dan berhenti.

Gambar Aktuator Pneumatik


Gaya piston yang dihasilkan oleh silinder bergantung pada tekanan udara, diameter silinder
dan tahanan gesekan dari komponen perapat. Gaya piston secara teoritis dihitung menurut
rumus berikut :

Aktuator Hydraulic
Aktuator hydraulic merupakan aktuator yang memanfaatkan aliran fluida/oli bertekanan
menjadi gerakan mekanik. Sama seperti halnya pada sistem Pneumatik, aktuator hidrolik
dapat berupa silinder tapi inputannya hydraulic.
Gambar Aplikasi Penggunaan sistem hydraulic
Kelebihan
 Fluida hidrolik bisa sebagai pelumas dan pendingin.
 Dengan ukuran kecil dapat menghasilkan gaya/torsi besar
 Mempunyai kecepatan tanggapan yang tinggi
 Dapat dioperasikan pada keadaan yang terputus-putus
 Kebocoran rendah
 Fleksibel dalam desain
Kekurangan
 Daya hidrolika tidak siap tersedia dibanding dengan daya listrik
 Biaya sistem lebih mahal
 Bahaya api dan ledakan ada
 Sistem cenderung kotor
 Mempunyai karakteristik redaman yang rendah

B. GERAKAN TERKOORDINASI
C. KONFLIK SINYAL

1. Prinsip Sistem Hidrolik

Prinsip dasar dari hidrolik adalah pemindahan tenaga dengan menggunakan fluida
sebagai perantara. Sifat fluida cair yang tidak termanfatkan, meneruskan tekanan ke segala
arah, mengikuti bentuk wadah serta meneruskan tekanan ke segala arah dengan sama rata
memberikan keuntungan pada system hidrolis berupa : gerakan yang halus, mampu menerima
beban kejut, pelaksanaan kerja otomatis, konstruksi sederhana, keausan rendah, rentang
kecepatan dan pembebanan besar.

2. Komponen Sistem Hidrolik

a. Cylinder
b. Valve

c. Flow Control
d. Pompa

2.2. KONFLIK SINYAL (OVERLAPPING SINYAL)

Konflik sinyal atau signal overlapping adalah sinyal yang terjadi pada katup control
arah pada kedua sisinya secara bersamaan. Factor utama penyebab konflik sinyal adalah
human error dimana terjadi kesalahan operator saat membuat sirkuit rangkaian pneumatic dan
hidrolik.
a. Kasus Konflik Signal

Permasalahan yang terjadi pada sirkuit hidrolik diatas atas adalah letak pelabelan pada
sirkuit utama dengan diagram leader berbeda, dimana pada piston 1A, pasangan letak label
1S1 harusnya adalah 1S2, bukan 2S1. Peletakan label pada diagram utama harus sesuai
dengan diagram leader.
b. Solusi

Rangkaian sirkuit diatas menjadi solusi konflik sinyal, karena peletakan label pada
sirkuit dengan diagram leader sejalan, sehingga sensor dapat menggerakkan kedua
akuator.
Daya input 4kw
Dalam suatu rangkaian hidrolis biasanya terdiri atas aktuator, penggerak dan fluida
kerja yang bekerja dalam sebuah sistem untuk tujuan tertentu. Dimana komponen-komponen
tersebut dapat dilambangkan dalam simbol-simbol rangkaian. Tenaga hidrolik dapat dibagi
kedalam bagian suplai tenaga, pengontrol tenaga dan bagian kerja sistem. Bagian penyuplai
tenaga digunakan sebagai pengkonversi energi dan penghasil tekanan. Beberapa komponen
yang digunakan sebagai energi adalah: Motor Elektrik, Motor pembakaran dalam., Kopling
PompaIndikator tekanan, Pengatur sirkuit aliran.

Pada bagian penggerak dari sistem hidrolik merupakan bagian sistem yang
melaksanakan berbagai perpindahan kerja dari sebuah mesin hidrolis. Energi yang
dimasukkan ke dalam fluida hidrolis digunakan untuk menciptakan pergerakkan atau
perpindahan tenaga. Hal ini dapat tercapai dengan menggunakan berbagai komponen actuator
Silinder dan Motor.

Katup Kontrol Arah dapat sebagai sensor, pengolah atau pengontrol aktuator.
Perbedaan fungsi biasanya berdasarkan cara pengoperasian dan bergantung pada letaknya
dalam rangkaian. Menggerakan silinder adalah salah satu pertimbangan yang penting dalam
pengembangan solusi dari sistem kontrol. Energi pada akhirnya dikirim ke silinder melalui
elemen akhir atau katup kontrol arah. Arah gerakan silinder dikontrol oleh sebuah katup
tombol tekan rangkaian untuk pengembangan rangkaian sistem tersebut.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Dalam pengaplikasiannya, sistem hidrolik terkadang dapat mengalami gangguan atau


terjadi konflik sinyal di dalam sistem. Konflik sinyal atau signal overlapping adalah sinyal
yang terjadi pada katup control arah pada kedua sisinya secara bersamaan. Faktor utama
penyebab konflik sinyal adalah human error dimana terjadi kesalahan operator saat membuat
sirkuit rangkaian hidrolik tersebut. Dalam hal ini, diperlukan ketelitian dan kecermatan dari
operator dalam merangkai sistem hidrolik agar dapat menghindari terjadinya konflik sinyal di
dalam sistem hidrolik.