Anda di halaman 1dari 23

ARSITEKTUR YUNANI

Arsitektur Yunani adalah karya arsitektur yang dihasilkan oleh orang berbahasa
Yunani (orang Helenik) yang budaya nya berkembang di daratan Yunani
dan Peloponnesos, Kepulauan Aegea, serta koloni-koloninya di Anatolia dan Italia sepanjang
suatu periode dari 900 SM sampai abad ke-1 M, yang mana karya-karya arsitektural paling awal
yang masih terlestarikan berasal dari sekitar tahun 600 SM.

Arsitektur Yunani merupakan pondasi dari berbagai gaya berikutnya yang berkembang di
berbagai belahan dunia dan juga menyumbangkan pemikiran yang paling pintar dan penampilan
yang sempurna di dalam tradisi Eropa Barat. Oleh karena itu, monumen utamanya begitu penting
sebagai bentuk pemahaman tentang Arsitektur Eropa itu sendiri. Arsitektur Yunani Kuno
terkenal karena kuil-kuilnya, banyak diantaranya yang ditemukan di seluruh wilayah tersebut,
kebanyakan berupa reruntuhan tetapi banyak yang pada dasarnya utuh.

A. LETAK GEOGRAFIS
Yunani merupakan Negara yang berada
disebelah tenggara Eropa, Sebagian besar kepulauan
di Laut Aigeia dan Laut Ionia masuk wilayah Yunani.
Di sebelah utara, Yunani berbatasan dengan Albania,
Yugoslavia, Bulgaria, dan Turki di daratan Eropa. Di
sebelah Timur, Yunani dikelilingi oleh Laut Aegea, di
sebelah selatan dengan Laut Tengah, dan di sebelah
barat dengan Laut Ionia.

2
Yunani disebut-sebut sebagai tempat lahirnya kebudayaan dunia barat. Yunani
merupakan tempat lahirnya gaya bangunan Arsitektur dunia. Kata Yunani berasal dari kata Ionia
yang berasal dari bangsa di pantai barat Turki dan mengalami perubahan karena di bawah oleh
orang-orang Arab yang menyebutnya Yunani, sedangkan untuk bahasa Inggrisnya Yunani
disebut Greece.

Yunani memiliki tipologi wilayah yang berbukit. Bukit-bukit inilah memisahkan


beberapa suku, kemudian suku-suku tersebut membentuk suatu polis dan menjalankan
pemerintahan dengan cara demokrasi, seperti Aegea, Athena, Doria, Ionia, Myconos, Olimpia,
Sparta, dll. Adanya faktor tipologi berbukit ini menjadikan Yunani kaya akan batu, sehingga
banyak material bangunan yang menggunakan batu.

B. KEPERCAYAAN
Masyarakat Yunani kuno mempercayai adanya dewa-dewa
yang mengatur kehidupan. Kebanyakan dewa Yunani
digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan
tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa
mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa
juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap karakternya yang
mungkin lebih dari 1 seperti Demeter. Dewa-dewi ini
terkadang membantu manusia dan bahkan memperistri
seorang wanita manusia menghasilkan anak yang setengah
manusia setengah dewa. Nama dewa dewa yang dipercayai bangsa yunani kuno antara lain:

 Zeus sebagai dewa tertinggi dan penguasa langit,


 Hera isteri zeus dan dewi perkawinan,
 Appolo dewa hukum dan penyebab segala sesuatu seni, puisi dan musik,
 Athena dewi pelindung kota, dewi keselamatan pelajaran dan kebijaksanaan,
 Poseidon dewa lautan
 Dionysos dewa anggur
 Demeter dewa bumi dan pertanian
 Artemis dewa perburuan.
 Hermes pesuruh para dewa, dewa perdagangan
 Aphrodite dewa cinta dan keindahan, dewi kecantikan
 Hephaestus dewa api, kerajinan tangan.
 Ares dewa perang 3
Dari kepercayaan bangsa yunani kuno akan adanya dewa-dewa, mereka membangun
kuil-kuil pemujaan. Sebagai buktinya banyak peninggalan – peninggalan bangunan Yunani kuno
berupa kuil seperti Parthenon dan kuil of Athen.

C. SEJARAH
Dilihat dari sejarah peradaban Yunani yang dibedakan dalam periode yaitu Periode awal,
periode Hellenic, dan periode Hellenistic, sejalan dengan perkembangan politik Arsitektur
tumbuh dan berkembang pada waktu itu.

1 . PERIODE AWAL (3000-1100 SM)

 Berkembangnya Peradaban Minoan

Peradaban Minoan adalah sebuah peradaban di Kreta,


sebuah pulau dekat daratan Yunani. Peradaban ini
dimulai pada Zaman Perunggu antara tahun 3000 dan
2700 SM, dan berlangsung sampai 1450 SM.
Peradaban ini ditemukan kembali pada awal abad ke-
20 oleh seorang arkeolog Inggris Sir Arthur Evans.
Peradaban ini disebut sebagai awal mata rantai
peradaban Eropa. Pulau Kreta relah dihuni manusia sejak 7000 SM, pada zaman neolitikum.
Akan tetapi baru menjelang 5000 SM bukti awal pertanian mulai muncul, hal ini menandai
bermulanya peradaban ini.

Peradaban Minoa terkenal dengan perdagangan lautnya dan kota-kotanya yang teratur.
Orang-orang Minoa memiliki sistem pertanian yang mengutamakan zaitun dan anggur. Agama
mereka lebih banyak memuja dewi. Peradaban Minoa digantikan oleh Peradaban Mikenai.

2 . PERIODE HELLENIC (800-323 SM)

 Pemerintahan Belum Terpusat

Setelah periode awal berlalu, maka munculah periode Hellenic ( 800-323 SM ). Pada periode ini
pemerintah Yunani belum terpusat, dimana masih terdiri dari Negara-negara kota yang berdiri
sendiri. Bahkan sering terjadi peperangan diantara mereka. 4
Phillip Macedon merupakan pelopor peperangan dan pengusiran kaum Persia dari
Aegean dan menolong Yunani keluar dari perbudakan. Pertempuran Chefoneiah pada 338 SM
merupakan awal jaman baru bagi Yunani, saat itu masyarakat tumbuh dengan sendirinya,
independent serta kota-kota besar ditingkatkan sebagai unit otonomi, yang mandiri. Akibatnya
ide dan gagasan dari pemerintah sering kali tidak didengar bahkan ditentang. Inilah situasi yang
terjadi pada periode Hellenic.

 Budaya Tumbuh Dan Berkembang

Kebudayaan di Yunani tumbuh dan berkembang tidak


terlepas dari pengaruh peradaban dahulu yang religius.
Gaya bangunan bawahan mereka sangat mempengaruhi
perkembangan seni Eropa. Awal Arsitektur Hellenic
mempunyai corak secara umum dengan pendahulunya,
yaitu meniru corak zaman dahulu serta dalam
pembuatan kuil, mengambil contoh mengaron Aegean.

Dalam perkembangannya, Arsitek mereka beramai-ramai berpikir untuk memunculkan ide-ide


kreatif yang baru guna mempercepat pembangunan pada masa itu. Hal itu terlihat dengan
dikonstruksinya bangunan-bangunan tua seperti kuil dan patung dengan program suatu bangunan
dengan model klasik. Pada tahun 480 SM bangsa Persia datang dan menghancurkan Acroplis,
tetapi bangunan seperti kuil-kuil mulai dibangun oleh para Arsitek Yunani.

3 . PERIODE HELLENISTIC (336-30 SM)

 Penaklukan Alexander ( 336 SM )

Periode ini adalah masa kepemimpinan Alexander


Agung, yang membawa kejayaan dan kemasyuran bagi
bangsa Yunani. Alexander dikenal sebagai penakluk
pada saat itu, dimana ia dikaruniai ilmu sebagai seorang
murid dari guru besar Aristoteles dan bakat serta fisik
yang kuat.

5
Dalam kepemimpinanya ia menyempurnakan perubahan sistim radikal di Yunani, dan
membuat kota Yunani baru dengan mengadobsi ilmu pengetahuan dari luar, selain itu juga
memberikan keluasan bagi para pedagang dari timur untuk datang berdagang. Disini ia
menghargai segala ide-ide yang bersifat membangun. Setelah Alexander Agung meninggal,
terjadi perpecahan dimana perselisihan dan pertengkaran dikalangan para pemimpin dan
kerajaan, sehingga terjadi perang yang terelakan salama berabad-abad. Akibatnya Yunani
mengalami kemerosotan.

 Meniru Budaya Yunani Kuno

Periode ini merupakan periode yang dikaitkan dengan penaklukan Alexander Agung,
dimana dia mencapai kemasyuran pada periode ini. Disini mereka menghargai segala ide-ide
yang bersifat membangun. Budaya Yunani Kuno ditiru terutama dalam hal Konstruksi bangunan.

Kondisi sosial budaya Yunani dilihat dari perkembangannya banyak dipengaruhi oleh
para pendatang, yang disebut sebagai kaum minoritas. Walaupun ada perbedaan budaya, mereka
hidup berdampingan dengan orang pribumi, bahkan mereka juga mampu memberikan ide-ide
guan kemajuan pembangunan Yunani pada saat itu. Hal ini juga tidak terlepas dari
kepemimpinan Alexander Agung.

D. ARSITEKTUR

Peradaban pertama sejarah Yunani Kuno bermula dari Crete (3000-1400 SM) dan
berkembang hingga ke puncaknya yakni pada masa Istana Knossos. Kemudian digantikan
dengan budaya Mycenae dan Tiryns pada daratan utama. Kemunduran terjadi pada 1100 SM
dimana merupakan masa kegelapan dengan beberapa peninggalan yang masih bertahan.

Masa keemasan terjadi pada periode Hellenic (800-323 SM) dimana memperlihatkan
perkembangan dari kota besar sebagai pusat komunitas, penemuan kota yang baru dimana
munculnya Athens sebagai kekuasaan tertinggi setelah penentuan kemenangan melawan Persia
serta perkembangan dalam hal demokrasi. Zenith merupakan peraturan Pericles (444-429 SM)
dengan fantasi bunga dalam filosofi, seni, literatur, ilmu, matematika dan drama. Budaya ini
berkembang dan direfleksikan ke dalam prestasi-prestasi arsitektur termasuk di dalamnya
Parthenon. 6
Pada periode Hellenistic (323-30 SM), diikuti dengan kematian Alexander Agung yang
mempersatukan Yunani dan memperluas wilayah kekuasaan hingga ke Timur, bentuk-bentuk
bangunan besar (great styles) tetap berlanjut walaupun dengan keuatan yang lebih sedikit dan
adanya pengalihan kekuasaan oleh Roma. Arsitektur menampilkan suatu perpaduan Orde yang
meluas hingga ke Spanyol dengan penggunaan elemen-elemen tapak dan kubah. Bangunan-
bangunan kecil tetap terlihat elegan dengan hiasan yang begitu terperinci namun tidak
kehilangan struktur monumentalnya yang merupakan superhuman scale.

E. KUIL-KUIL

Kuil adalah suatu ruang tempat meletakkan


patung dewa dengan pintu utamanya menghadap
Timur. Patung itu diletakkan di sebuah
podium/panggung yang rendah (crepidoma)
sekitar tiga anak tangga. Bagian depan kuil
adalah portico atau pronaos (serambi yang
bertiang-tiang). Hal ini merupakan bentuk
prostyle dengan kolom-kolom yang berjajar
terbuka di depan pintu masuk-keluar ataupun bisa juga merupakan antis dengan kolom-kolom
(biasanya dua) antara antae (pilaster-pilaster yang mengakhiri perluasan bagian dinding kuil)
sehingga portico agak mundur ke dalam bangunan sebagai pengganti rancangannya. Di belakang
kuil kadang-kadang terdapat rear sanctuary (adyton).

Kuil-kuil pada masa awal dibangun dengan menggunakan kayu dan batu merah dengan dasar
dinding batu. Kolom-kolom dan dinding-dinding utama pada awalnya dibangun dengan batu
gamping (diselesaikan dengan plesteran marmer) pada abad ke-6 SM. Marmer pertama kali
muncul pada bangunan di Asia Minor. Material atap utama menggunakan atap terakota.

7
TIGA ORDE ARSITEKTUR KUIL YUNANI

Orang – orang Yunani mengembangkan 3 sistem arsitektur yang masing – masing dengan
proporsi mereka sendiri yang khas dan detil, yaitu :

 IONIC,

gaya ionic yang tipis dan lebih elegan. Pada bagian puncaknya dihiasi dengan
desai scroll, gaya ini ditemukan di Yunani Timur.

Kolom ionik biasanya berdiri di atas dasar yang memisahkan batang kolom dari
stylobate atau platform. Puncak kolom memiliki karakteristik volutes bergulir
berpasangan yang diletakkan di tutup di bentuk (echinus) dari kolom, atau mata air
didalamnya.

 DORIC

gaya ini terlihat kokoh dengan puncak yang biasa atau tidak berornamen. Gaya ini
digunakan di daratan Yunani dan koloni di Itali selatan dan bagian sisilia. Kolom
ini berdiri langsung di trotoar datar (stylobate)dari kuil, poros vertikal mereka
bergalur pararel dengan alur cekung.

 KORINTUS

Gaya ini terlihat lembut, langsing dan rumit. Pada bagian puncaknyadihiasi dengan
daun Acanthus. Dalam hal proporsi, kolom ini mirip dengan kolom ionik yang
mungkin dibut lebih ramping, namun berdiri terpisah oleh modal yang khas yang di
pahat.

DEKORASI KUIL

Pediment Doric sering menggambarkan pemandangan mitologi pada relief. Genteng atap pada
bagian pinggirnya diakhiri dengan hiasan yang dikenal sebagai antefixae, dimana hal ini
meyebabkan bagian joint tidak kelihatan. Semua orde menggunakan moulding (papan hias
tembok) dengan berbagai macam tipe profil termasuk hawksbeak (tipe Doric) dan egg-and-dart
(Ionic). Dekorasi Doric seringkali dicet sedangkan Ionic dan Corinthian menggunakan
permainan ritme pada motif tumbuh-tumbuhan.

8
1. Kuil Parthenon ( 447-432 SM )

Kuil Parthenon merupakan permata Acropolis yang


dibangun dengan marmer pentelic. Parthenon
merupakan bangunan yang sangat menonjol dan
merupakan pusat dari Acropolis. Parthenon dibangun
antara 447-432 SM sebagai karya dari arsitek Ictimus
(Iktinos) dan Callicrates (Kallikrates) dan ahli
pematung Phidias (Pheidias). Bangunan Parthenon dikatakan sebagai 'kesempurnaan terbesar
dari karya kuil Doric yang pernah di bangun’, sebuah penampilan dengan proporsi sempurna
yang dihasilkan oleh ahli maya-loka Athena.

Di dalam kuil terdapat monument emas Phidias yakni patung Athena


serta memiliki kolom-kolom internal pada tiga sisi. Di belakangnya,
namun masih dapat diakses hingga opisthodomus, merupakan tempat
suci yakni sebuah Hall of the Virgins yang dianggap sebagai tempat
sakral.

a. Material

Menggunakan marmer, dimana merupakan material lokal yang tersedia. Yunani merupakan
daerah yang kaya akan batu Pualam dan batu gamping sebagai bahan Arsitekturnya sehingga
batu tersebut merupakan cirri khas dari bahan bangunan yang digunakan pada bangunan-
bangunan Zaman Yunani kuno, dengan kualitas yang sangat baik.

b. Denah

Desain dasar dapat terlihat pada bangunan itu sendiri yakni kuil
Doric dengan deretan kolom-kolom penunjang atap (pteron) 8 x
17 kolom dengan tinggi 10,4 m serta terdapat serambi prostyle
yang diduplikasikan dari Ophistodomos.

9
Jarak antara tiang yang paling tepi dengan yang di sampingnya lebih pendek dari jarak antara
tiang-tiang lainnya sebagai bentuk gelombang irama yang justru ingin berhenti karena diberi
batas sehingga pangkal deretan merupakan akhir atau pangkal tertutup.

c. Facade

Fasadenya merupakan deretan kolom-kolom yang


merupakan ciri arsitektur Yunani dimana bangunannya
bersifat human scale sehingga berkesan kuat dan
megah.

d. Kolom

Kolom batu alam tidak dapat panjang mengingat bahaya


putus sehingga dibuat besar. Tiang=tiangnya berpenampang
bulat untuk mengekspresikan kekuatan yang dibagi secara
merata. Namun bentuk silindernya agak menggelembung
seolah-olah ingin menunjukkan dinamika beban yang
menekan padanya

2. Propylaea ( 437-432 SM )

Propylaea adalah bangunan berbentuk pintu gerbang


karya arsitek mnesicless, tapi pembangunannya tak
sempat diselesaikan karena terjadi peperangan dengan
bangsa Peloponnesia. Puing-puing dari bangunan
tersebut masih bisa dilihat sampai sekarang, tetapi ada
beberapa bangunan yang benar-benar sudah hilang
antara lain; Pinacotheca (sebuah gallery seni), Theater
Dionysus, Odeon (sebuah ruang musik dari Herodes Atticus) dan Stoa (sebuah tempat berteduh
dan tempat berpameran dengan colonnade dari Eumenes).

10
a. Material

Dibangun dengan menggunakan batu marmer dan gamping yang merupakan material lokal.

b. Denah

Kehalusan dari denah Acropolis terlukis melalui tangga-


tangga lapangan yang melandai dan ruang kolom dari
propylae dengan istana depan dari gedung-gedung yang ada
disampingnya. Arsitek Minesicles menciptakan perpaduan
yang unik antara keagungan dan kesederhanaan yang tepat
pada entrance serambi depan Acropolis.

c. Fasade
Propylaea menjadi pintu gerbang dari Acropolis meliputi
suatu bangunan pusat dan dua sayap cabang samping.
Colonnades sepanjang sisi timur dan barat mempunyai
suatu baris kolom Doric dua baris kolom Bersifat Ionic
membagi koridor tengah ke dalam tiga komponen.

d. Kolom

Kolom-kolom luarnya adalah Doric dimana salah satu kolom yang ada di
dalamnya yakni pada jalur lintasan utama merupakan kolom Ionic yang
lebih kecil,

11
3. Kuil Athena Nike ( 427-424 SM )

Kuil Nike merupakan kuil terkecil


yang bagi penduduk Athena dianggap
sebagai kuil pembawa keberuntungan
bagi kota Athena. Kuil ini merupakan
salah satu tempat suci yang
mempesona, dipersembahkan kepada
kemenangan Athena yang dibangun
oleh Callicrates. Kuil ini merupakan
salah satu dari bangunan Ionic pertama
di Athena. Gaya bangunannya terdiri
dari empat ionic dengan empat kolom pada masing-masing
akhir. Bentuknya amphiprostyle dimana terdapat portico
(serambi yang bertiang-tiang) pada setiap akhirnya namun tidak terdapat pteron (outer
colonnade). Kuil ini berdiri dengan Hak cipta dari Propylae yang telah lama direncanakan.
Perbandingan proporsi kolom dengan diameter yang kecil mungkin untuk menghindari
perbedaan yang begitu besar dengan Propylaea.

a. Material

Marmer, dimana merupakan material lokal yang tersedia. Yunani merupakan daerah yang kaya
akan batu Pualam dan batu gamping sebagai bahan Arsitekturnya sehingga batu tersebut
merupakan cirri khas dari bahan bangunan yang digunakan pada bangunan-bangunan Zaman
Yunani kuno, dengan kualitas yang sangat baik.

b. Facade

Untuk pertama kalinya dalam dunia Arsitek Yunani


menggunakan tiga fasade. Pada kuil nike Athena terdapat suatu
sandaran disebelah kanan dan di depan yang kuat, kecuali
beberapa batu Elusinian yang dekorasi strukturnya dalam wujud
suatu pintu gerbang luas dengan sayap yang panjang dan lebar
sekitar 156 kaki. Suatu serambi disisi kiri adalah museum lukisan
dan suatu ruang terbuka pada sisi kanan yang berisi patung yang
didalamnya terdapat tiang-tiang.

12
c. Hiasan

Dekorasinya menggambarkan kemenangan Athena atas Persia. Relief pembebasan terlihat pada
bagian atas dari dinding dimana pada bagian atas sisi timur melukiskan konferensi para dewa,
sedangkan pada atas sisi yang lain menggambarkan pemandangan dari peristiwa pertempuran
.Suatu sandaran pualam dihias dengan penyajian relief;pembebasan Nikae (Kemenangan).

d. Patung

Bagian sudut yang dilindung dinding marmer dihiasi dengan patung the
winged Goddess of victory. Selain itu, terdapat patung kecil Athena holding
a helmet and a pomegranate.

4. Erechtheum ( 421-405 SM )

Erechteum merupakan sebuah kuil pengganti


bangunan sebelumnya yang mengalami
kehancuran pada 480 SM akibat peperangan
dengan bangsa Persia yang dipimpin
Salamis. Kuil ini dibangun oleh arsitek
Mnesicles antara tahun 421-405 SM dan
terletak pada situs yang dikelilingi oleh hutan
keramat dan tanah perkuburan. Dibangun
dengan gaya bersifat ionic dan banyak
patung pemujaan Athena. Terdapat kekurangan pada main fasadenya dimana tidak bisa
diapresiasikan hanya dalam satu view point. Kuil ini dibangun untuk memperingati pertarungan
antara Athena dan Poseidon untuk Athens .

a. Material

Dibangun dengan menggunakan batu gamping dam marmer.

b. Kolom

Menggunakan kolom Ionic dengan motif tumbuh-tumbuhan yang


merupakan ciri khas dari orde Ionic.

13
c. Patung

Kuil Yang utama adalah dibagi menjadi dua bagian,


dipersembahkan kepada pemujaan dari dua dewa utama
Attica, Athena dan Poseidon-Erechtheus. Patung kayu
Athena disimpan disini dimana Erechteum lebih sakral
daripada Parthenon.

5. Kuil Apollo Doric ( 336-326 SM )

Kuil Apollo Doric ( 336-326 SM )


dipersembahkan kepada dewa Apollo dan
memiliki luas 6 x 16 yang diwarisi dari para
pendahulunya yaitu yang keenam berada didekat
perbendaharan Athena (510 SM). Bertempat di
kawasan Delphi yang merupakan tempat yang
paling menarik dari semua tempat suci yang ada.
Terkenal sebagai tempat duduk kuil dan sebagai
tempat peramal dari Dewa Apollo. Di sini semua bangunan lain saling berhubungan dimana
tahap terpenting dari sejarahnya dimulai pada abad ke-6 SM. Susunan di altar sekitar jalan suci
berliku-liku ke arah selatan dan terlihat tidak baik namun pada kenyataannya dengan teliti
menyusun serta menciptakan rangkaian pemandangan. Bangunan Doric pertama terdiri dari
100% marmer dengan dinding yang dihiasi pahatan tentang pujian dan musik untuk Apollo.

a. Material

Menggunakan 100% marmer.

b. Facade

Fasadenya memperlihatkan barisan tiang-tiang yang kokoh yang


menimbulkan efek megah yang merupakan salah satu sebab penggunaan
batu-batu besar untuk mencegah ketidakstabilan struktur.

14
c. Patung

Kuil Apollo dipersembahkan kepada dewa Apollo sehingga dindingnya


dihiasi pahatan tentang pujian dan musik untuk Apollo dan di bagian dalam
juga terdapat patung Apollo.

6. Kuil Olimpiade Zeus

Di Sisilia bangunan terbesar adalah Kuil Olimpiade


Zeus, dimana bangunan dinding bersatu dengan
Doric bagian luar kolom. Corak eksterior
mengangkat model pahatan dibawah entablature
yang berat. Menggunakan mature Doric 6 x 13 plan.
Secara keseluruhan dibangun dengan plesteran batu
kapur / gamping dengan hiasan marmer dan
genteng atap.

Italia dan sisilia memiliki pemeliharaan yang baik pada kuil Doric diawal tahun ke 5 dan 6 SM.
Doric basilica yang dibangun 530 SM terinspirasi oleh bangunan Yunani Kuno, dimana
bentuknya seperti cerutu yang memiliki capitl besar dengan dekorasi leher. selain itu terdapat
bangunan kuil Poseidon, dimana anak tangga utama menuju langit-langit atap memiliki bagian-
bagian yang kuat.

a. Fasade

Seperti kebanyakan bangunan yang lain, dari fasadenya


terlihat jelas deretan kolom-kolom besar yang merupakan
human scale sehingga berkesan elegan apalagi dengan
tampilan kolom Ionic yang penuh hiasan.

15
b. Kolom

Merupakan bangunan dengan kolom Ionic yang penuh dengan hiasan.

c. Hiasan

Memiliki pemeliharaan yang baik pada kuil Doric


diawal tahun ke 5 dan 6 SM. Bentuknya seperti cerutu
yang memiliki capitl besar dengan dekorasi leher.
selain itu terdapat bangunan kuil Poseidon, dimana
anak tangga utama menuju langit-langit atap memiliki
bagian-bagian yang kuat. Corak eksteri or
mengangkat model pahatan dibawah entablature yang
berat.

d. Patung

Pada bagian naos terdapat patung dewa Zeus yang menghadap langsung ke
pintu utama.

7. Kuil Poseidon

Kuil poseidon dibangun pada tahun 440 SM di atas


reruntuhan kuil sebelumnya pada masa Archaic. Berada
di ketinggian 60 m di atas laut. Tipe desain kuil ini
adalah hexastyle yakni memiliki portico depan dengan
6 kolom. Hanya beberapa kolom dari kuil tersebut yang
masih berdiri.

16
Seperti dengan kuil-kuil Yunani lainnya, kuil poseidon dibangun berbentuk persegi panjang
dengan tiang-tiang penunjang atap (collonnade) di keempat sisinya. Jumlah perbandingan kolom
awal berdiri dengan saat ini adalah 42:18. kolomnya merupakan kolom Doric yang dibuat
dengan material lokal yakni marmer putih.

a. Facade

Fasadenya merupakan deretan


kolom-kolom yang merupakan ciri
arsitektur Yunani dimana
bangunannya bersifat human scale
sehingga berkesan kuat dan megah.

b. Patung

Pada bagian tengah kuil terdapat naos dimana terletak patung


poseidon yang menghadap ke pintu utama.

c. Kolom

Kolomnya merupakan kolom Doric dengan hiasan-hiasan yang halus.

d. Hiasan

Hiasan-hiasan ataupun gaya-gaya yang dipakai kurang lebih sama dengan Kuil Theseion karena
dibangun oleh arsitek yang sama.

17
F. KESIMPULAN
 MATERIAL

Bangunan-bangunan Yunani Kuno memakai material-material lokal, yakni kayu, batu


gamping/kapur, batu marmer/pualam. Karena bahan yang sering digunakan adalah batu-batu
besar membuat bangunan-bangunan Yunani tampak superhuman scale.

 DENAH

Bentuk umum denah adalah persegi panjang dengan berbagai variasi tambahan baik berupa
sayap kiri dan kanan maupun serambi. Jarak antara tiang yang paling tepi dengan yang di
sampingnya lebih pendek dari jarak antara tiang-tiang lainnya. Gelombnag irama sengaja justru
ingin berhenti karena diberi batas sehingga akhir/pangkal deretan merupakan akhir/pangkal
tertutup (closed end). Dengan mengeksperimentasikan pada proporsi, pembangunan kuil
mendapatkan bentuk yang ideal dimana sebagian besar rencana pembangunan kuil Doric yang
mengalami perpanjangan/penguluran secara berangsur-angsur berkembang pada rencana kolom
klasik yakni 6 x 13 pada outer colonnade (pteron). Hal ini menjadi populer pada abad ke-5 SM.
Kuil-kuil di Asia Minor, Itali, dan Sicily mengikuti bentuk yang tidak beraturan dalam artian
tidak memiliki suatu aturan yang pasti.

 FASADE

Fasade bangunan merupakan deretan tiang-tiang besar yang merupakan superhuman scale yang
menggambarkan kebesaran dan keagungan serta sebagai bentuk apresiasi mereka terhadap dewa-
dewa yang mereka percaya.

 KOLOM

Secara umum, ada 3 jenis kolom mendasar yang digunakan dalam bangunan Yunani Kuno, orde
Doric, Ionian dan corhintian. Orde yang paling awal adalah Doric, dikarakteristikan sebagai
kolom-kolom yang terlihat kuat (powerful-looking).

 HIASAN

Hiasan-hiasan yang dipakai sebagian besar merupakan legenda atau mistik yang mereka percayai
ataupun gambaran peristiwa seputar alasan keberadaan bangunan tersebut. Pediment Doric
sering menggambarkan pemandangan mitologi pada relief. Genteng atap pada bagian pinggirnya
diakhiri dengan hiasan yang dikenal sebagai antefixae, dimana hal ini meyebabkan bagian joint
tidak kelihatan. Semua orde menggunakan moulding (papan hias tembok) dengan berbagai
macam tipe profil termasuk hawksbeak (tipe Doric) dan egg-and-dart (Ionic). Dekorasi Doric
seringkali dicet sedangkan Ionic dan Corinthian menggunakan permainan ritme pada motif
tumbuh-tumbuhan.

18
 PATUNG

Patung-patung yang ada tentunya memiliki nilai sejarah yang berhubungan dengan
pembangunann tersebut dimana kuil-kuil ini merupakan istana tempat tinggal para dewa
sehingga ketika membangun kuil untuk salah seorang dewa ataupun beberapa maka akan
memuat elemen yang berhubungan dengan dewa tersebut.

19
DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.com/search?q=Kuil+Poseidon&safe=strict&sxsrf=ACYBGNQfsot-
J7kP0uolCpZmht2zsHHbmw:1568560394172&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiIt-
nojtPkAhUGuY8KHcytCaYQ_AUIESgB&biw=1536&bih=706
https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_Yunani_Kuno
http://exzanu.blogspot.com/2010/06/perkembangan-arsitektur-yunani.html
https://architecturoby.blogspot.com/2009/03/arsitektur-yunani.html
https://ars2016matana.wixsite.com/website/single-post/2017/09/29/Arsitektur-Yunani-dan-Romawi
https://www.slideshare.net/PeaceLegion/arsitektur-yunani
https://www.google.com/search?q=Kuil+Olimpiade+Zeus&safe=strict&sxsrf=ACYBGNTz9GwWKoqslGn8
Y7pLHs3KCRgGuQ:1568559656481&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjSs4iJjNPkAhVV63MB
HfX_AFgQ_AUIESgB&biw=1536&bih=706#imgrc=es3lRqThfTdHXM:
https://www.google.com/search?q=Kuil+Olimpiade+Zeus&oq=Kuil+Olimpiade+Zeus&aqs=chrome..69i5
7.698j0j9&sourceid=chrome&ie=UTF-8
https://www.google.com/search?q=kuil+apollo&safe=strict&sxsrf=ACYBGNSyuF3TrAzcqetpPROz5XHbA
CW-sw:1568559027602&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwj-
25jdidPkAhXLiHAKHettD8AQ_AUIESgB&biw=1536&bih=706#imgrc=gXKXT2drieT5sM:
https://www.google.com/search?q=kuil+apollo&oq=kuil+apollo&aqs=chrome..69i57j0l5.2894j0j9&sour
ceid=chrome&ie=UTF-8

20
TUGAS 01

“ ARSITEKTUR YUNANI “

Disusun oleh :

Nama :Yuda Nugraha Pratama


Nrp :142018006
Mata Kuliahn :Sejarah Arsitektur Timur
Dosen Pembimbing :Reny Kartika Sary S.T,.M.T

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG


I
KATA PENGANTAR
Assalammualaikum wr.wb

Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT atas segala kemudahan, limpahan rahmat
dan karunia-nya. Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah Sejarah Arsitektur Barat ini, yang
berjudul : ARSITEKTUR YUNANI. Makalah ini membahas dan mempelajari bangunan-
bangunan peninggalan dari bangsa Yunani itu sendiri.

Saya menyadari bahwa masih ada kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena
itu, diharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk makalah ini agar kedepan-nya
lebih baik lagi. Saya berharap agar makalah ini bermanfaat untuk kita semua. Aamiin...

Palembang, 18 September 2019

Yuda Nugraha Pratama

ii
DAFTAR ISI
Halaman Cover.................................................................................................................................i

Kata Pengantar.................................................................................................................................ii

Daftar Isi.........................................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang ................................................................................................................................1

Tujuan Penulisan..............................................................................................................................1

Manfaat Penulisan............................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

Arsitektur Yunani.............................................................................................................................2

Letak Geografis................................................................................................................................2

Kepercayaan.....................................................................................................................................3

Sejarah..............................................................................................................................................4

Arsitektur.........................................................................................................................................6

Kuil-Kuil..........................................................................................................................................7

BAB II PENUTUP

Kesimpulan....................................................................................................................................18

Daftar Pustaka................................................................................................................................20

III
BAB I

PENDAHULUAN
Latar Belakang

Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah sejarah
arsitektur barat. Tugas ini disusun dengan mempelajari materi tentang “arsitektur Yunani”
dimana materi ini akan menjadi pembelajaran untuk kita semua.

Tujuan Penulisan

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk mendapatkan nilai pada mata kuliah sejarah
arsitektur barat dan menuntaskan tugas dari kajian materi yang telah diberikan. Selain itu,
makalah ini bertujuan untuk mengenali dan mempelajari bangunan-bangunan peninggalan dari
bangsa Yunani.

Manfaat Penulisan

Manfaat dari penyusuan makalah ini agar kita mengetahui dan memahami apa saja
bangunan-bangunan peninggalan bangsa Yunani, hingga tata cara membangun nya, filosofis
dalam membangun nya dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat kita pelajari dari penulisan
makalah ini.