Anda di halaman 1dari 5

IDENTIFIKASI PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1.2.

Standar Tanggal Terbit Ditetapkan,


Prosedur
Operasional

.................................. dr. Imelda Tandiyo, FASE, MM


Direktur Utama
1. Identifikasi pasien adalah suatu proses untuk menentukan kesesuaian
Pengertian antara individu yang akan menerima pelayanan atau pengobatan dengan
pelayanan atau pengobatan yang akan diterimanya

2. Identifikasi adalah proses pengumpulan data dan pencatatan segala


keterangan tentang bukti-bukti dari seseorang sehingga kita dapat
menetapkan dan menyamakan keterangan tersebut dengan individu
seseorang

1. Menggambarkan tata cara untuk melakukan identifikasi pasien selama di


Tujuan rumah sakit
2. Meminimalkan kejadian / kesalahan yang berhubungan dengan salah
identifikasi.
1. Peraturan Direktur Utama RS Nomor : ................. tentang Kebijakan Sasaran
Kebijakan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
2. Semua pasien yang mendapatkan pelayanan di rumah sakit Indriati baik rawat inap
maupun rawat jalan diidentifikasi dengan benar sebelum mendapatkan pelayanan
demi Keselamatan Pasien.
IDENTIFIKASI PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1.2.

1. Semua pasien yang masuk rumah sakit diarahkan ke front office terlebih
Prosedur dahulu untuk dilakukan identifikasi :
a. Pasien / keluarga mengisi data sesuai dengan formulir pendaftaran
pasien baru dengan data dasar e KTP/ KTP/ SIM atau paspor , bila tidak
ada semuanya minta pasien/ keluarganya untuk menulis pada formulir
identitas yang disediakan RS dengan huruf kapital pada formulir yang
telah disediakan, nama tidak boleh disingkat, tidak boleh salah, jika terjadi
kesalahan di coret dan diparaf .
b. Petugas front office akan melakukan verifikasi dengan pasien diminta
untuk menyebutkan nama dan tanggal lahir dan cocokan dengan kartu
identitas dan formulir pendaftaran pasien baru, jika sudah sesuai lakukan
penginputan pada komputer untuk mendapatkan nomer rekam medik
pasien untuk pasien baru dan dibuatkan buku pasien / kartu berobat
untuk pasien
c. Lakukan triase, jika pasien gawat darurat identifikasi pasien dengan
menayakan nama dan tanggal lahir, pasien lama/ baru ( Jika tidak
memungkinkan tanyakan kepada keluarga)
d. Jika kunjungan pasien baru, keluarga diarahkan mengisi data
pendaftaran di admision sesuai dengan prosedur, berikan tindakan
segera sesuai kondisi pasien, pasien lama koordinasi dengan bagian
pendfataran untuk menyiapkan BRM.

2. Pasien Rawat Jalan


a. Untuk pasien dilakukan verifikasi dengan menggunakan no tunggu denga
cara pasien menyebutkan nama dan tanggal lahir serta ditanyakan tujuan
( dokter yang dituju) cocokan dengan BRM.
IDENTIFIKASI PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1.2.

3. IGD
a. Lakukan triase, jika pasien gawat darurat identifikasi pasien dengan
menayakan nama dan tanggal lahir, pasien lama/ baru ( Jika tidak
memungkinkan tanyakan kepada keluarga)
b. Jika kunjungan pasien baru keluarga diarahkan mengisi data pendaftaran
di admision sesuai dengan prosedur, berikan tindakan segera sesuai
kondisi pasien, pasien lama koordinasi dengan bagian pendfataran untuk
menyiapkan BRM.
4. BAYI BARU LAHIR
a. Sebelum bayi lahir persiapkan gelang dengan identitas ibu berwarna pink
b. Lakukan pemasangan gelang identitas bayi dengan menggunakan gelang
identitas ibu.
c. Segera setelah bayi lahir, pastikan jenis kelamin bayi (laki – laki /
perempuan) dan melakukan registrasi bayi di Admisi dengan memesan 2
gelang sesuai jenis kelamin untuk ibu dan bayi, sehingga ibu dan bayi
masing – masing mengenakan 2 gelang identitas
d. Lakukan pemasangan gelang identitas bayi, warna biru muda untuk bayi
laki – laki dan warna pink untuk bayi perempuan
e. Gelang identitas bayi berisi nama ibu bayi, jam dan tanggal lahir, nomor
RM dan jenis kelamin bayi,
f. Ambil sidik telapak kaki kanan, kaki kiri bayi dan ibu jari tangan kanan
dan kiri bayi, demikian juga dengan cap ibu jari tangan ibu menggunakan
bantalan tinta kemudian tempelkan pada RM
g. Persiapkan box bayi yang diberi tulisan nama bayi sesuai gelang
identitas, nama dokter yang merawat, diet, panjang badan dan berat
badan serta jenis kelamin bayi.

5. Untuk pasien rawat inap akan dilakukan :


a. Lakukan Identifikasi pasien dengan tiga parameter yaitu nama pasien,
tanggal lahir dan nomer rekam medis pasien dan menggunakan bar-code
IDENTIFIKASI PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1.2.

6. Lakukan identifikasi pada Pasien yang akan dilakukan tindakan seperti


pemberian obat, darah dan atau produk darah, pengambilan darah dan
spesimen lain untuk pemeriksaan klinis atau pemberian pengobatan tindakan /
prosedur, Intervensi pembedahan / prosedur invasif lainnya, mengantar bayii,
transfer pasien, prosedur pemeriksaan radiologi atau tindakan lain,
7. Lakukan verifikasi dengan cara verbal (meminta pasien untuk menyebutkan
nama dan tanggal lahir) pada pertemuan pertama, kemudian dicocokkan
dengan gelang identitas dan berkas rekam medis,
8. Untuk bayi baru lahir identifikasi dengan dua data yaitu data identitas ibu dan
data identitas bayi selanjutnya warna gelang sesuai dengan jenis kelamin bayi
, verifikasi dilakukan dengan mencocokkan dengan gelang identitas ibu, jika
bayi kembar identitas bayi ditambahkan G1,G2,G3 dstnya
9. Pasien yang identitasnya tidak diketahui dengan benar misalnya pasien tidak
diantar, kasus kecelakaan dimana pasien tidak dapat diminta data identitasnya
maka pasien sementara dianggap Pria / Wanita yang tidak dikenal maka akan
diberi gelang / label dengan nama Tn/Ny /Nn1,2,3 …dst
10. Pada pasien yang tidak mungkin atau tidak kooperatif untuk dipasang gelang
identitas / alergi gelang misalnya pada pasien yang tidak memiliki extremitas,
pasien dengan luka bakar ,atau pasien dengan gangguan psikiatri yang tidak
kooperatif dapat menggunakan foto pasien yang dicantumkan di rekam
medis, Gelang identifikasi dapat dipasangkan dengan tali, kemudian
dikalungkan dileher/ pergelangan kaki pasien atau ditempel pada tubuh pasien
menggunakan perekat transparan / tembus pandang
IDENTIFIKASI PASIEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1.2.

11. Pada pasien yang tidak sadar, bayi, disfasia, gangguan jiwa dan kondisi
lainnya dimana pasien tidak mampu memberitahukan namanya, verifikasi
dilakukan dengan menanyakan identitas pasien kepada keluarga /
pengantarnya. Jika pasien tidak didampingi oleh keluarga (pasien ICU, koma ,
bayi ) identitas pasien diverifikasi dengan cara mencocokkan gelang identitas
dengan berkas rekam medis( secara visual ) .
12. Pasien yang meninggal di ruang rawat rumah sakit harus dilakukan konfirmasi
terhadap identitasnya dengan gelang pengenal dan rekam medis . Kartu
identitas jenazah diikat di jari kaki pasien jika jenazah dibawa ke kamar
jenazah.
13. Ketepatan identitas sangat penting karena dapat berdampak pada kesalahan
baik pengobatan / tindakan .
Unit Terkait Bagian Pelayanan Medis
Penunjang Medis
Keperawatan
Marketing
Rumah Tanggal