0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan26 halaman

Kesedihan Ani: Puisi dan Harapan

Cerpen ini menceritakan kisah sedih seorang anak bernama Ani yang menderita penyakit kanker. Ia hanya mendapatkan kasih sayang sedikit dari ibunya yang sibuk bekerja. Ani berusaha untuk tampil maksimal dalam berbagai kegiatan sekolah walaupun ibunya tidak hadir. Pada akhirnya, kondisi kesehatan Ani semakin memburuk sampai akhirnya ia pingsan di rumah sakit.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan26 halaman

Kesedihan Ani: Puisi dan Harapan

Cerpen ini menceritakan kisah sedih seorang anak bernama Ani yang menderita penyakit kanker. Ia hanya mendapatkan kasih sayang sedikit dari ibunya yang sibuk bekerja. Ani berusaha untuk tampil maksimal dalam berbagai kegiatan sekolah walaupun ibunya tidak hadir. Pada akhirnya, kondisi kesehatan Ani semakin memburuk sampai akhirnya ia pingsan di rumah sakit.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Karangan: Dwi Yohana

Judul: Tetesan Air Mata Terakhir

Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih

Tetesan Air Mata Terakhir

Ani adalah anak bungsu. Setiap hari Ani menjalani hidupnya dengan penuh kecerian, tapi sekarang
pupus sudah dengan harapan lebih tak ada artinya. Ani hanya mendapatkan kesedihan yang sangat
mendalam. Ia tak bisa merasakan lagi indahnya kehidupan yang pernah ia jalani dulu. Ani mempunyai
seorang kakak yang bernama Aini dan adiknya Riko. Setiap harinya Ani menjalani kisah hidup bersama
mereka dengan penuh canda dan keharuan namun semenjak sang papa meninggalkan mereka, semua
berubah.

Suatu hari, Ani ingin berangkat ke sekolah nya untuk menjalani kehidupan sebagai murid baru. Setiap
harinya Ani diantarkan oleh papa dan mamanya, tapi sekarang sudah hilang. Saat Ani ingin pergi, Ani
selalu mencium tangan kedua orang tuanya, tapi sekarang Ani tidak dapat lagi, karena kasih sayang itu
hilang dan pupus begitu saja kepadanya. Ani kecewa, karena ia hanya mendapat sebuah acuan yang tak
lebih dari orang tuanya sendiri. Berbeda dengan kakak dan adiknya sendiri, mereka berdua selalu di
sayang, dikasihi dan tak lupa selalu di manja. Ani hanya dapat terdiam.

Disaat kakak, dan adiknya ingin pergi ke sekolah mereka mencium tangan sang mama. Tapi Ani tak
sempat, dan ia hanya mendapat senyuman hampa dari sang mama sendiri. Ani hanya bisa diam dan
meredamkan perasaan sedihnya dengan raut wajah yang merah. Sebelum ia pergi, ia berkata kepada
mamanya “ya udah ma, aku berangkat! Pagi ma, semoga kerja mama lancar!” Ani mengungkapkan
dengan hati tulus dan ia langsung meninggalkan sang mama.

Bel masuk pun berbunyi, Ani pun memasuki kelasnya. Namun pada saat Ani ingin memasuki kelasnya,
terdengarlah suara seorang guru yang memanggil namanya dengan begitu terburu-buru dan ingin cepat,
kaya’nya sang guru membawa kabar baik. Ternyata tanpa disadari sang guru menginginkan Ani untuk
tampil dalam pentas seni untuk perpisahan kelas VI nanti. “Ani, ibu sangat bangga dengan prestasi
kamu, makanya ibu memanggil kamu untuk mewakili kelas kita dalam pentas seni perpisahan kakak
kelas kamu nanti. Apakah kamu mau Ani?” ibu bertanya dengan seriusnya sampai-sampai membuat ia
gugup. “bu Ani gak bisa menjawabnya sekarang, Ani butuh waktu bu, apakah boleh bu Ani berpikir
terlebih dahulu?” ibu menjawab dengan senyuman “sangat boleh… kabarkan kapan kamu akan
menjawabnya Ani, ibu menanti jawaban dari kamu!” Ani membalas “baik bu, akan Ani kabarkan jika
sudah terpikir dengan baik” Ani tersenyum sambil menjawabnya dengan senyuman manis yang
membuatnya menjadi percaya diri. Tak lama kemudian, Ani memutuskan untuk berpikir panjang, dan ia
hanya menjawab saat ia memutuskan untuk menerima atau menolaknya. Ibu mengerti semua itu, ibu
akan menunggu Ani sampai selesai berpikir. Ani pun langsung memasuki ruangan kelasnya. Disana Ani
banyak memiliki teman, dari yang usil sampai yang baik. Ani terkesan dengan semua, rasa sedih di
hatinya hilang. Ani sempat menuliskan sebuah puisi

“GAUNG PERSAHABATAN”.

Sahabat…

bukan kata yang aneh diucapkan oleh bibir…

bukan kecerian yang di nanti..

bukan Kesedihan yang dicari…

namun, kesenangan lah yang diimpikan saat sahabat ada…

Persahabatan membuat lemah

membuat tanpa arah…

membuat tanpa air mata..

sahabat…

menjadi arti besar dalam hidupku..

inspirasi yang mengalir lebih di jiwaku…

sahabat…

kau lah titisan terakhir untuk ku…

Itulah salah satu inspirasi Ani, dengan menuliskan karya besarnya. Ani banyak mendapatkan inspirasi
dari kisah nya. Pada saat ia mendapatkan kesenangan, kebahagiaan dan kesedihan. Tak beberapa lama,
bel pulang yang selalu dinanti-nanti pun datang, semua anak-anak pulang dengan kebahagiaan. Guru
memberikan sebuah undangan untuk menghadiri pentas seni perpisahan kelas VI. Ani berpikir tentang
tawaran sang guru, akhirnya Ani memilih untuk menerimanya dengan senang hati. Ia akan tampil
maksimal di depan semua orang, dan ia akan mempersembahkan untuk kedua orang tuanya.

Saat perjalanan pulang, Ani berharap orang tuanya tidak lupa akan dirinya. Ia berharap agar kejadian
yang pagi tak terulang kembali. Namun itu kembali menghampirinya, tetesan air mata terurai lembut
membasahai pipi manisnya, selalu mencairkan senyuman manis yang membuat ia percaya diri akan apa
yang terjadi pada dirinya. Ani kecewa karena sang mama lupa akan dirinya. Ani hanya bisa terdiam
lemah. Ani ingin sekali memperlihatkan undangan itu, namun ia tak sanggup jika ia hanya di marahi, dan
tak dianggap ada di saat ia bicara tentang dirinya itu. Akhirnya ani memutuskan untuk memberanikan
diri berbicara bersama sang mama. “ma, aku ingin mama datang ke acara sanggar seni sekolah ku, aku
ingin mama, kakak dan adik melihatku nanti! Aku ingin sekali mama bangga terhadap diriku! Namun jika
mama tidak dapat hadir aku hanya dapat berkata untuk mama, terima kasih” dengan wajah sedih Ani
mengucapkan sebuah kata-kata yang melontarkan air mata nya, akhirnya sang mama pun menjawab
“oke oke… mama akan coba datang!” mama menjawab dengan melontarkan kata-kata yang asing bagi
dirinya. Kata-kata yang di lontarkan sang mama, membuat tetesan air mata jatuh membasahi pipinya.
Saat itu Ani hanya dapat terdiam dan hanya bisa mendengarkan mama nya dalam sekejap mata.

Ia langsung pergi meninggalkan sang mama. Saat Ani memasuki kamarnya, tiba-tiba tetesan darah jatuh
dari hidung mungilnya, ia tak sadar apa yang akan terjadi pada dirinya itu. Ani langsung berlari ke
kamarnya untuk mencuci tetesan darah yang keluar dari hidungnya. Ani tampak sedih, kesedihan itu
membuat ia melukiskan sebuah karya puisi

“DARAH”

warna merah…

menetes di helaian bibirku…

mamaksa aku tuk berjalan…

memaksa aku tuk berair…

memaksa aku tuk menangis…

Darah…

itulah kata yang paling pahit…

paling pahit di antara Asam…

mengalirkan sejuta tangis…

tanpa disadari sendiri…

merah, merah dan merah…

hanya terurai tanpa ada kesesalan…

tanpa tangis dan tanpa tawa…

Ani merangkaikan sebuah kisah tentang dirinya dalam puisi yang ia buat. Sampai akhirnya ia tau bahwa
ia menderita penyakit kanker yang mebuat orang selalu mengeluarkan darah dari hidung. Ani
mengetahui itu saat melihat sehelaian kertas di atas meja sang mama. Ani sadar bahwa hidupnya gak
akan berakhir lama.

Hari berlampau hari, hari yang di nanti-nanti pun datang. Ani berharap acara sanggar ini berjalan dengan
baik. Namun kekecewaan menghampiri Ani. Ia tak melihat sang mama datang ke acara sanggar seni
sekolahnya. Ia hanya bisa melihat seorang supir pribadi yang mengantarkannya kemanapun. Ani mulai
kecewa, ia hanya dapat melihat teman-temannya di hiasi sang mama, di peluk sang mama, dan di
sayang-sayang sang mama. Ia hanya bisa mengeluarkan air mata. Tanpa diketahui, Ani menangis dan
tetesan darah dari hidungnya pun keluar. Dan ia langsung berlari-lari menuju kamar kecil yang ada pada
sekolahnya. Ia tak menyangka, itu kan terjadi lagi. Sampai akhirnya ia tampil di penghujung acara.

Ani sangat menyesal, karena ia bukan yang terbaik bagi sang mama, yang terbaik bagi sang mama
adalah kepentingan kakak dan adiknya. Ani mulai putus asa, namun pada akhirnya ia menyadari bahwa
itu hanyalah semata saja. Namun keputusasaan itu, tak Ia angggap, ia hanya berpendapat bahwa itu
hanya mimpi. Setelah selesai membacakan puisi yang telah ia tulis untuk sang mama, Ani turun dengan
amat sedih dan kecewa tetapi tak bertahan lama, kesedihan itu menjadi senyuman karena ia selalu
menganggap itu hanya mimpi bukan aslinya. Setiap kali ia ada acara sang mama selalu tak datang, sang
mama selalu sibuk dengan urusannya. Ani sangat berharap sang mama bisa datang untuk terakhir
kalinya saat ia mengikuti lomba membaca puisi antar sekolah. Ani ditunjuk untuk mewakili sekolahnya.
Ani sangat-sangat berharap jika ini terakhir kalinya ia tampil di hadapan banyak orang mama akan
datang untuknya.

Liburan kelulusan kelas VI pun datang. Hari berlampau hari, semakin cepat rasanya, dan semakin cepat
pula sakit yang dirasakan sang Ani. Ani merasa bahwa penyakit ia itu semakin membuat ia lemah. Tetapi
Ani tak gampang menyerah, dan tak mudah putus asa. Ia tetap akan berusaha sampai pada penghujung
ia hidup. Setelah selesai menjalani liburan, Ani disambut dengan gembira. Puisi yang akan ia bawakan
terakhir kalinya adalah

“DUNIA PENUH KEHAMPAAN”

hampa…

kata yang selalu dilihat..

kata yang selalu diucapkan…

hampa dapat terjadi di mana ia berada…

ia bisa datang dengan kebahagiaan…

kehampaan…

semua kata yang terucap dengan kepasraan…

dunia yang selalu dihiasi kehampaan…

dan kehampaan menghiasi dunia sampai kehilangan suatu impian…

Ani membacakan puisi dengan penuh percaya diri, walaupun ia tak bisa bertahan lama. Ia berharap
suatu hari nanti, ia bisa bahagia dalam pelukan sang mama. Saat Ani turun, ia terjatuh. Ia langsung
dilarikan ke rumah sakit. sebelum ia tampil, ada pesan singkat sang ani yang ia berikan kepada bibi
untuk mama nya. Bibi pun beranikan diri untuk berbicara dengan mama nya ani. “non… saya mau” tiba-
tiba telepon pun berdering. “bi… handpone ku berbunyi ngomongnya ntar aja yah di rumah! Saya mau
meeting dulu, Titip salam aja buat Ani bi! Ingat bi jaga Ani baik-baik” bibi menjawab dengan raut wajah
yang sedih “ya non… saya akan menjaga Ani dengan baik” Bibi kecewa pada sang mama, karena sang
mama tak dapat melihat anaknya sendiri.

Akhirnya bibi berlari menuju kamar ani, dimana ia dirawat. Tanpa disengaja sang bibi melihat ani sedang
duduk dengan hamparan air mata. Ia duduk sambil menuliskan sebuah karya terakhir untuk sang mama.
Ia membuat dengan hati yang tulus. Namun sang mama tak mengerti akan semua itu. Ia hanya bisa
mengucapkan kata terakhir dalam puisinya itu “I LOVE U MAMA”. Sang bibi sangat terharu melihat ani,
karena perjuangan yang selama ini ia jalani dengan penyakit yang ia derita tak ia bebani. Ia hanya
tersenyum manis. Setelah beberapa saat, bibi melihat sang Ani terjath pingsan dengan sendirinya. Bibi
langsung memanggil Dokter untuk melihat keadaan ani. Namun tak disangka-sangka sang ani telah
tiada. Bibi menangis, karena ani orang yang paling ia sayangi pergi jauh dengan air mata terakhir.
Tangisan itu membuat bibi sadar, ia langsung menelpon sang mama.

Akhirnya mama sadar akan keegoisan dirinya terhadap ani. Sang mama langsung pergi. Sang mama
menyesal karena permintaan terakhir ani tak terkabulkan dengan baik. Sang mama langsung
menghampiri ani dengan air mata penyelesaian. “Ani… maafin mama nak, mama terlalu egois dengan
diri mama sendiri, padahal kamu, maafin mama nak..” dengan tetesan air mata sang mama
mengucapkannya. Sang mama mulai sadar akan semua peristiwa itu, pada saat itu, mama melihat
sehelaian kertas yang terlumuri darah dan air mata Ani. Kertas itu adalah ungkapan hati ani yang
terakhir kalinya untuk sang mama. Ia menuliskan sebuah puisi

“SAYANG MAMA”

mama…

adalah orang yang paling berarti dalam hidupku…

saat suka maupun duka…

hidupku indah bersama sang mama…

walau badai menghantam tak membuat itu pupus…

canda, tawa, bahagiaa…

itulah yang kurasakan pada sang mama…

selalu ada untukku walau ia tak tau aku…

ku sayang mama…

sampai ku pergi jauh untuknya…

kan ku kenang dirimu sampai ku pergi…


i love u mama…

Ia sangat menyesal, karena ia tak mengerti akan Ani. Saat itu sang mama sadar bahwa ani adalah yang
paling berharga. Akhirnya mama tau, bahwa tetesan air mata ani inilah yang terakhir kalinya.

Kehidupan sang mama menjadi tentram. Dengan itu, mama sadar bahwa, anak itu tak ada bedanya satu
sama lain. Mama akan mengenang dan menyimpan semua kenangan yang telah ani buat dalam kalbu
sang mama. “I LOVE YOU TO Ani” itulah ungkapan terakhir sang mama kepada Ani, walapun tak secara
langsung ia ucapkan kepada Ani.
Karangan : Monica Sucianto

Judul : Aku Menyesal

Kategori : Cerpen Sedih, Cerpen Penyesalan

Aku Menyesal

“Yang bener Ren, kamu mau pergi selama 6 bulanke Kanada?”tanyaku.

“iya……….”jawab Rendi.

“Tapi kita kan baru jadian”kataku.

“Aku tau, tapi gimana lagi, kamu ngertiin aku donk”jawab Rendi.

“Aku kan gak bisa sendirian tanpa kamu Ren”saut ku sambil menundukkan kepala

“ya udah tar aku usahain biar pulang nya lebih cepat”kata Rendi tersenyum.

“Janji ya? Kamu juga jangan ngelupain aku”Kataku sedikit bercanda.

“aku janji gak bakal ngelupain kamu” ucap Rendi sambil tersenyum.

Rendi pun pergi, aku harap Rendi gak ngelupain aku. Aslinya aku gak bisa ngelepasin dia. Tapi itu
keinginan nya sendiri. Yang penting aku gak mau bikin dia sedih. Aku gak sanggup ngeliat kepergiannya.
Aku tau setelah kepergiannya aku bakal kesepian.

Aku bakal sabar. Aku gak bakal putus asa buat nungguin dia. Aku akan terus menunggu, menunggu dan
menunggu. Aku akan terus sabar demi Rendi.

Aku kesepian, sendiri, hampa tanpanya. Semoga kamu masih inget aku. Semoga nanti kamu bisa
menghargai penantian panjangku ini. Aku tak sanggup lagi, aku mulai meneteskan air mata menanti hari
demi hari berlalu.

Aku sangat mengharapkan kamu di sini. Disini bersamaku. Aku ingin ini penantian terakhirku. Aku tidak
ingin menanti lagi. Aku ingin terus bersamanya di sini.

Hingga suatu hari penantian panjangku berbuah manis. Rendi sms aku yang tertulis………
Keyla, kamu gak usah sedih lagi. Aku gak pengen ngeliat kamu meneteskan air mata. Aku tau aku udah
bikin kamu sedih. Keyla, aku bakal kembali buat kamu. Tar malam jemput aku di bandara ya.

Aku sangat senang. Akhirnya penantian panjangku ini berakhir. Aku senang kamu kembali Ren, aku pikir
kamu gak mau kembali lagi bersamaku di sini.

Saat malam menjelang, aku menuju bandara untuk menjemput Rendi yang dari dulu kun nanti nanti. Di
bandara aku gak bisa menemukan Rendi. Disana sangat ramai. Aku harap aku bisa cepat bertemu
dengan nya. Namun, aku mulai lelah, aku mulai putus asa menantinya. Hingga jarum pendek hampir
menunjuk angka dua belas. Aku pun kembali tanpa Rendi bersamaku. Aku sangat sedih. Mungkin Rendi
tidak mau kembali. Rendi lebih memilih disana dari ada di sini bersamaku.

Keesokan harinya aku pun bersekolah dengan wajah pucat bertabur kesedihan. Aku tau disana memang
enak, tapi apa Rendi gak memilih disini bersamaku. Aku terkejut melihat rendi ada di sekolah, Aku
senang tapi kesenangan itu berlalu saat aku melihatnya bersama perempuan lain. Dia telah
melupakanku, dia telah mengingkari janjinga. Aku benci kamu Ren. Kamu pergi untuk perempuan lain.
Aku pun mendekati mereka berdua……

“ku benci kamu Ren, kamu pergi Cuma untuk dia” ucapku sambil menunjuk wanita yang gak jelas asal
usul nya itu.

“Aku gak mau ketemu kamu lagi aku benci benci benci kamu Ren”Kata ku sambil meninggalkan Rendi

“Keyla, tunggu aku bisa jelansin ini semua” saut Rendi.

tapi aku tidak mendengarkan nya, aku hanya pergi menjauh dari nya.

Aku benci kamu Ren, aku sudah menantimu hingga satu semester. Tapi kamu tidak memikirkanku sama
sekali. Kamu hanya memikirkan wanita itu, wanita yang gak jelas itu. Aku gak sekedar marah, aku
melebihi benci sama kamu Ren.

Hari hariku menjadi sepi. Sepi tanpanya. Tapi Rendi sudah gak memikirkan ku lagi, jadi gak berguna
memikirkan nya terus menerus. Jika dia tidak pergi meninggalkanku, semua ini gak bakal terjadi.

Walau dia memanggilku, memohon ataupun meminta maaf aku gak bakal menghraukannya. Dia sudah
terlanjur membuat sayatan besar di hatiku.

“Aku minta maaf Key”ucap Rendi

“ini bukan tentang matematika yang bisa di hitung, ataupun tenang hukum yang bisa di bayar dengan
uang. Ini tentang cinta Ren. Aku benci kamu”Jawab ku panjang lebar sambil mulai meninggalkan nya.
Walau kamu memohon sampai bersujud di depanku aku tetap tidak bisa memaafkanmu Ren. Kamu
sudah terlanjur membuat luka yang sangat perih.

Di hari yang sepi ini aku melihat secarik surat yang tertulis” dari Rendi”Baru membaca namanya saja,
aku langsung merasa sangat benci. Aku langsung merubek robek surat darinya tanpa aku baca satu
katapun.

Aku kesepian membayangkan masa masa dulu ku bersamanya. Aku pasti bahagia jika semua ini tak
terjadi. Aku rindu padamu Ren .Di renunganku itu tiba tiba aku melihat robekan kertas yang tertulis……

Aku minta maaf ya Key. Masalah perempuan itu…… dia saudara jauhku. Aku juga minta maaf sudah buat
kamu sakit. Sekarang aku udah gak ada di dekat mu. Mungkin Kamu lebih senang jika tidak bersamaku
yang selalu menyakitimu, membuatmu marah. Aku juga sedih berpisah jauh denganmu, dan gak tau kita
akan bertemu kembali atau tidak. Aku udah pergi jauh, sangat jauh darimu. GOOD BYE FOREVER Keyla.
Aku sayang kamu. Kamu akan selalu ada di mimpiku, di ingatanku, dan di hatiku.

Aku sangat menyesal kenapa aku tidak mendengarkan penjelasannya. Dan juga kenapa aku robek surat
darinya. Aku rindu kamu Ren. Aku sayang kamu. Walau aku gak tau kamu dimana dan kamu gak bakal
bisa ketemun aku. Aku tetap inget dan sayang kamu kok. Dan aku harap kamu juga ingat dan sayang aku
di sana.

I LOVE YOU RENDI

“SEMOGA SUATU HARI NANTI KITA BISA BERTEMU KEMBALI”


Karangan : Dhesi

Judul : Ketika Semua Harus Berakhir

Kategori : Cerpen Sedih

Ketika Semua Harus Berakhir

Mentari pagi datang dengan sinar cahaya yang begitu indah dan itu harus membangunkan Fhira dari
tempat tidurnya.,

Di lihatnya jam weker kesayangan nya, itu hadiah ultah pemberian Bundanya, kerena kebiasaan buruk
Fhira yang suka bangun kesiangan. Dilihat jam menunjukan pukul 08.00 Wib.

“mana handphone gue”?

“uda jam 8 lagi, bisa-bisa telat ne masuk kampus”.

Sambil mencari dimana handphonenya.

Astagfirullah!! (Ucapnya dengan nada sedikit keras)

“Gue lupa, kan diruang tamu, tadi malam gue charger,” ucapnya

Sambil berlari ke ruang tamu dan mencari handphone nya,

Ternyata Mymi telah menghubunginya berkali-kali,

Handphone berdering dan Mymi yang menelpon,

“kemana aja si Fhir? Gue telpon dari tadi ngga ada jawaban sedikit pun!

“jangan bilang Loe kesiangan lagi yach?

“maaf My, ea ne gue kesiangan,

Sekarang loe ada dimana?


“gue lagi dijalan mau menuju rumah loe..!”

Loe siap-siap yach?

Gue tunggu, loe ngga inget apa kalau hari ini ada Dosen baru, jadi kita harus berangkat lebih awal”

“ea ea., gue ingat!

Ok, gue siap-siap dulu ea.,.

Dengan sedikit terburu-terburu Fhira lari untuk mandi.,

“tiiiiiiiinnnnnnn....

Bunyi klakson mobil Mymi, untuk menyuruh Fhira sedikit lebih cepat,

Tepat didepan gerbang rumah Fhira mobil Mymi parkir.

“lama banget ne nyonya muda dandan nya” gumam Mymi.,

Tepat disebelah Mymi duduk, ada Risti di sebelahnya.

“ngapaen aja si nyonya to, lama banget keluarnya, ngga tau apa da telat gini? Tanya Risti dengan nada
Kesal kepada Mymi.

“ttiiiiiinnnnnn.,.

Bunyi klakson kedua mobil Mymi,.

.,.”ngga sabar banget si Ibu-ibu ne.,. Gumam Fhira

“ngga sarapan dulu Fhir?? “tanya Bunda Fhira.

“uda telat Bun, tu si Mymi ma Risti da nuggu Fhira.,.

“Fhira berangkat dulu ea Bun!

Sambil mencium tangan Bundanya, Fhira lari dengan tergesa-gesa menuju mobil Mymi.,
Ea Fhira yang manis tapi suka bangun telat.

“lama banget si Fhir??”

“ngapaen aja loe dikamar mandi!! Tanya Mymi

“Shoping ea Fhir?”

Sahut Risti .,

“da g usah banyak tanya!!”

Jawab Fhira sedikit kesal

Sedang Mymi dan Risti hanya tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya.,

Mobil melaju sedikit kencang, Mymi terpaksa melajukan mobil nya dengan cepat karena meraka sudah
telat,.

Tiba di halaman kampus, Mymi mencari parkir mobil,

Karena parkir waktu itu padat semua.,.

“disitu My, dekat pohon mangga dekat perpustakaan tiu” kata Fhira.

Dengan cepat Mymi melaju ke arah yang dimaksud Fhira,

Ketika Mymi hendak membelok, tiba-tiba ada seorang cowok mengendarai Motor,

Cowok ini juga ingin parkir ditempat yang sama dengan Mymi,.

“eh, kalau jalan liat-liat dikit donk? Kan gue duluan yang mau parkir di sini! Tanya Risti dengan sedikit
emosi,.

“ea neh kan kita duluan! Kata Mymi dan Fhira hampir bersamaan.

“maaf ea mbak-mbak yang manis., kayaknya gue duluan deh yang dapetin parkirnya” sahut cowok itu
(sambil membuka helm nya)

“ngga bisa, enak aja loe!! Sahut Risti kesal.


Sedang Mymi dan Fhira turun dari mobil.

Mymi bisik Fhira “ganteng banget Fhir cowok ini”..

“huussstt, kamu ini. Ganteng apanya?? Sahut Fhira.

Uuppzz,.

“ok gue yang ngalah kata cowok tersebut.,

(dan pergi ninggalin Mymi, Fhira dan Risti)

“dasar cowok, kalau nggak dikerasin dikit nggak mau ngalah” ketus Risti,.

Risti memang gitu orang nya kalau liat cowok,.

Dia ge sebel yang namanya cowok,.

Karena sering dibuat sakit hati.,.

Risti yang supel yang sedikit cuek juga.

Sedang Mymi belum pernah ngerasain indahnya jatuh cinta.

Dalam hati, Mymi berkata “keren banget cowok tadi, kapan yeach bisa ketemu dia lagi?”

“uda-uda jangan ngelamun, cepat diparkirkan dulu mobil loe My da telat ne?? Kata Fhira
membangunkan lamunan Mymi.,

“ea., bawel amat sii!!

Dengan cepat memarkirkan mobil,

Meraka langsung menuju ruangan..

“dari mana saja kalian, jam segini baru datang?? Tanya Dosen

Selalu saja kalian telat.,. ketusnya lagi,.


“maaf pak, jawab mereka pelan.,

Ea sudah, silahkan duduk., kata dosen

“kalian semua sudah tahu bahwa ada dosen baru dikampus kita,. Nah sekarang bapak perkenalkan
kepada kalian dosen kita yang baru, kata Pak Hamdan.

“Pak Riki, sialhkan masuk, kata pak Hamdan,.

Dosen baru masuk dengan senyuman ramah,.

“selamat pagi.,. perkenalkan nama saya Riki, saya Dosen Tarbiyah di kampus ini. Kata pak Riki
menerangkan.,

Perkenalan usai sudah dengan Dosen baru.,

“Hanya gara-gara dosen baru kita masuk pagi.,” kesal Risti

“eh, sahabatku, pulang kuliah enaknya kemana ea???” tanya Fhira mengawali pembicaraan.

“gmana kalau kita pergi ke taman tempat kita biasa ngumpul. Sekalian nenangin pikiran ne, da lama juga
kita ngga jalan ke taman, Tanya nya lagi kepada Mymi dan Risti,.

“boleh juga!! Gimana menurut loe Ris? Sahut Mymi

Risti bukan ngejawab, eh malah melamun sambil menyandarkan tangan di dagunya.

“Woyy.,.

kata Fhira keras dan itu menyadarkan Risti dari lamunannya

“apaan sii loe!! Ea gue denger, nggak mesti buat jantung orang copot gini kali Fhir. Jawabnya sedikit
kesal. (ge asyik ngenang mas Raka juga) gumamnya dalam hati.

“gimana gue nggak ngagetin loe, loe nya aja yang ngelamun gitu,, manknya ngelamunin apa she?? Tanya
nya penasaran

“inget Raka ea?? Ledek Mymi


“apaan sii loe, sapa juga yang mikirin dia, jawab Risti

“uda ah jangan dibahas lagi, ea ud sekarang kita langsung ke taman aja, pinta Fhira.,

“shiipp, jawab mymi

Meraka langsung menuju taman kota tempat mereka ngumpul.,

Setiba disana,

‘gue pulang duluan ea ? pinta Risti

Tanpa sengaja Risti teringat kenangan saat bersama Raka, tepat disebuah danau kecil di pinggiran taman
mereka sering ngabisin waktu berdua disana,.

Raka memutuskan untuk menikah dengan pilihan kedua orang tua nya. Dan itu membuat Risti begitu
benci malihat cowok, bagaimana tidak ketika dia bener-bener mencintai seorang cowok disaat itu juga
dia terluka karena cowok.

Tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya, dia pergi begitu saja,

Fhira mengejarnya dan menanyakan apa yang terjadi, kenapa dia ingin pulang begitu aja.

“loe kenapa Ris?? Tiba-tiba pengen pulang gini !! Sambil menarik tangan Risti

“gue nggak napa-napa kok, gue cuma pengen sendiri, sahutnya

“loe ada masalah Ris??

“loe nggak nganggep gue sama Mymi sahabat loe? Kalau ada masalah loe cerita ma kita,

“ngga apa-apa kok Fhir, kalian ngga usah khawatir gito ma gue, gue Cuma teringat ma Raka aja kok.
Jawabnya sedih.

Raka lagi Raka lagi, kita tau kalau loe sayang sama dia, tapi loe juga harus tau kalau sekarang dia uda jadi
milik orang lain Ris, jadi karena dia loe jadi berubah gini kesemua cowok? Ngak semua cowok itu jahat
Ris, loe ngga ngerasa kalau Dony itu suka sama loe? Dia rela ngorbanin apapun untuk loe??

Tapi loenya aja yang jahat banget sama dia, “ sambil memegang pudak Risti untuk ngejelasin kalau
dugaan dia ke semua cowok itu salah.

“udalah Fhir, jangan bahas yang lain, gue lagi pengen sendiri aja dulu, gue belum bisa berima kenyataan
kalau dia sejahat ini sama gue.,.
Tapi kenapa sii Fhir, kalau setiap gue mulai bener-bener sayang sama seseorang, dia selalu ninggalin
gue, dulu kak Rio yang mutusin gue tanpa alasan yang jelas sekarang gue ditinggal menikah ma Raka,

Padahl gue takut kehilangan dia, tapi kenapa harus terjadi sama gue Fhir, kenapa??

Sambil memeluk Fhira,

Air mata pun menetes membasahi pipi mungil Risti,

Mymi yang tadinya hanya berdiri dekat mobil , ikut datang mengahampiri Risti dan Fhira.

“sudahlah Ris, jangan loe sesalin takdir yang sudah digariskan Allah kepada loe, mungkin dia bukan yang
terbaik untuk loe dan Allah da nunjukin jalan untuk loe, tapi jangan loe kira semua cowok itu sama.
Kalau itu dugaan loe, itu salah.

kata Mymi menjelaskan, dan sambil nenangin Risti sahabatnya.

Ea sudah, kalau loe maunya pulang, kita akan pulang sekarang, lagian ne uada mendung, kata Mymi.

setelah mengantar Risti pulang, Mymi dan Fhira pamit pulang.

Di dalam kamar yang berhiaskan kenangan sewaktu mereka bersama, Risti hanya mampu
membanjirinya dengan air mata.

Dia ngga mampu berbuat apa untuk mampu melupakan segala tentang Raka.

****

Ditengah kesedihannya, handphone Risti berdering,

Ada inbox masuk dari Dony,

“apa bila cinta sudah tertutup”

“aku kan tetap mencoba untuk membukanya”

“cintaku bukan seperti pelangi di senja hari”

“yang datang dikala hujan datang”

“yang indah namun akan redup juga”


“cinta ini seperti jantung”

“yang berdetak setiap saat”

M’f kan aku yang telah lancang mencintai mu,.

Namun sungguh, aku sangat mencintaimu,.

Kan ku tunggu sampai hatimu terbuka untuk ku.,

“Dony”

“apaan she?? Kesal Risti

Kayak ngga ada kerjaan lagi deh.,

Begitu cueknya Risti sama cowok, namun Dony tak mudah menyerah untuk dapat

Cinta dari Risti, dia begitu mencintai nya, dia gadis supel yang dikenalnya sewaktu OSPEK pertama
masuk kuliah.

Walau saat ini cintanya tak terbalas, namun dia yakin suatu saat ini, Risti akan membuka hati untuknya.

Entah berapa ratusan puisi yang dibuat dari hati Dony untuk Risti, namun tetap aja Risti masih bersikap
diam untuknya.

Diam tanpa seribu alasan,,.

Sabtu pagi, Risti datang cepat dari biasanya, tiba di ruangan dia melihat sebuah kado yang dibungkus
kertas berwarna biru dan diatasnya terdapat kertas..

“jika waktu adalah segalanya, ijinkan aku untuk selalu bersamanya”

“jika rindu adalah segalanya, ijinkan aku tak akan berpisah darinya”

“jika cinta adalah segalanya, tak akan pernah aku melepaskannya”

“ D A N”

“jika angin adalah segalanya, ijinkan aku untuk menyampaikan”

“bahwa aku sangat mencintainya”

“aku nggak akan lelah untuk bisa membuka hatimu untuk ku”
“tak pernah sedikitpun niat untuk ku mencoba melupakanmu”

“aku mohon, beri aku kesempatan untuk menghiasi hatimu yang penuh luka dan kebencian”

“hanya kamu dan Cuma kamu”

Risti hanya mampu terpaku melihat semua ini, semua yang telah dilakukan Dony untuknya, untuknya
dan untuk membuka hatinya.

“apa yang telah gue lakuin, gue begitu jahat,.”

“gue nggak mentingin hati dan perasaan orang lain yang hanya buat gue” gumamnya di dalam hati
kecilnya,..

Tiba-tiba handphone berdering,

Inbox masuk dari Dony,.

“aku tau kalau loe uda baca pesan yang gue kirim buat loe di atas meja loe,

“temui aku ditaman belakang kampus, aku menunggumu Ris, kalau kamu mau terima aku, buka isi kado
biru itu dan pakailah apa yang ada didalamnya, tapi kalau hatimu bener-bener tertutup untukku, jangan
dibuka kado itu dan kembalikan kepadaku,.”

“aku tunggu,.,,!!

Membaca sms Dony, membuat hati Risti berdegup begitu kencang, dia ngga tau apa yang harus dia
lakukan, disatu sisi dia benci cowok, tapi disatu sisi lagi, ada orang yang begitu mencintainya,.

Diam, dan bertanya dengan hatinya, “apa yang harus gue lakuin?

Akhirnya Risti memutuskan untuk datang menemui Dony ditaman belakang tanpa harus membuka kado
tersebut.,.

“akhirnya loe datang untuk ku Ris” kata Dony

(tapi Dony melihat kado itu tak terbuka sedikitpun di tangan kanan Risti, apa ini jawaban untuk ku??)
gumam Dony dalam hati.

Dia nggak membayangkan bagaimana jadinya kalau dia tanpa Risti,.


“ea, gue datang untuk loe Don.,” sahutnya

Tapi,.,.. kata Risti lagi

“sssttttt, loe nggak perlu jelasin semuanya Ris, gue tau jawabannya.,

“kalau loe jelasin itu hanya membuat luka dihatiku,.

“gue akan pergi, tapi loe harus tau kalau gue sangat mencintaimu”

“gue akan pergi ninggalin loe tanpa harus membuang sayang ini buat loe” kata Dony

Dan melangkah pergi meninggalkan Risti berdiam diri di tengah taman.

Hanya 10 langkah Dony berjalan,

“gue dateng untuk loe Don”

“gue baru tersadar dari lamunan tentang kebencian gue terhadap semua cowok”

“gue berfikir, semua cowok hanya bisa membuat luka dihati gue, tapi ternyata fikiran gue salah”

“gue kira gue hanya sendiri didunia ini”

“loe harus tau Don, gue mau loe menghiasi hari gue, dan gue mau kalau loe yang menjadi pengobat di
hati yang tergores luka” ketus Risti

Dan Dony hanya berdiam, dia nggak menyangka ini kan terjadi.,

Tanpa berfikir panjang lagi dia berlari kembali menemui Risti.

“apa yang gue denger ini bukan suatu alasan yang terpaksa untuk loe ucapkan kan Ris?? Tanya nya
dengan rasa tak percaya.,

“ini yang loe mau dan yang loe inginkan kan Don??

“ketulusan hatimu telah meruntuhkan jurang kebencianku”

“dan kini gue tersadar, aku ingin loe yang menjadi cahaya yang terang dan tak akan pernah redup walau
waktu berakhir, dan menjadi kan hatiku indah yang tak akan pernah berubah walau apapun yang terjadi
di antara kita” kata Risti meyakinkan Dony kalau ini adalah cinta.

“aku ingin Ris, aku ingin menjadi cahaya itu, cahaya yang selalu membuat hatimu tenang dan selalu
menyinari mu” jawab Dony senang.
Tanpa mereka duga, hujan turun mewarnai kisah pertama mereka, tapi mereka tak mengiraukan hujan,
mereka senang kalau hujan yang menyaksikan cinta mereka berdua.

“ttiiiiinnnnn....

“tttiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnn..

Bunyi klakson mobil Mymi yang berada nggak jauh dari Risti dan Dony, ada Fhira juga di sebelah Mymi.,

“ciyeee ciyeee yang baru jadian,.,

“ampe nggak terasa hujan turun, ledek Mymi

“apaan sii loe My, nggangu suasana aja loe., (masih saling menatap Dony yang berada di depannya)

“sekarang sahabat gue sudah jadi Risti yang gue kenal dulu” ledek Fhira

“kenapa sii kalian, gue kan masih tetep kayak gini, da cabut sono” kata Risti.

“ok ok,. Gue pun nggak mau ngerusak suana kalian” jawab Mymi, dan menghidupkan mobilnya.

“sekarang apa yang igin loe lakuin Ris?? Tanya Dony

“gue nggak ingin apa-apa don, gue mau pulang, loe nggak nyadar apa kalau ne hujan” jawab Risti

“hmmmm, sahut Dony sambil tersenyum kecil

“kalau loe barsama gue, badai pun nggak akan terasa kalau menimpa gue” gombal Dony

“loe ini ada-ada aja” kata Risti malu,

mereka pulang, kali ini Dony yang nganterin Risti pulang,

sampai dirumah, Risti langsung menuju kamarnya, dan mengganti pakaian yang basah karena hujan.,

dia terduduk disudut tempat tidur dan memegang foto Raka,

“gue da dapetein pengganti loe, maaf Ka, karena gue nggak bisa tepati janji gue ke loe, yang selalu
mencintai loe ampe kapan pun karena keadaan kita sudah berbeda,.” Ucapnya.,

Tak berapa lama, handphone Risti berdering, inbox masuk dari Dony.
“gue da sampai ne dirumah Ris,. Aku ingin semua ini menjadi kisah yang terindah untuk kita”

Risti hanya mampu diam, tanpa membalas inbox Dony.,

****

Mereka lalui hari dengan indah, kini Risti berangkat kampus selalu di jemput Dony,

Dony selalu perhatian ke Risti, selalu beri kejutan buat Risti.

Betapa bahagianya Risti mendapatkan pengganti Raka seperti Dony.

Hari berganti hari, namun kisah cinta mereka selalu indah,.

Sampai sewaktu minggu pagi tiba,

Dony nelpon Risti.

“Ris, jalan ke taman yuk??” pinta Dony

“jam berapa Don,”tanya Risti

“kira-kira jam 8 malam ea??

“ok Don, gue tunggu yeach!!! Jawab nya dan menutup telepon nya,

Sampai waktu yang ditunngu tiba.,

Pukul 8 tepat Dony sudah berada didepan rumah Risti, setelah berpamitan mereka akhirnya menuju
tempat yang dimaksud.,

Tapi, sebelum turun dari motor,Dony menutup ,mata Risti.,

“ini apaan sii Don, pake acara tutup mata??” tanya nya penasaran

“sudah tenang aja Ris, ada kejutan sedikit untuk mu” kata Dony menjelaskan

Sambil berjalan perlahan dan sambil menuntun Risti yang tertutup matanya,
“akhirnya kita sampai juga Ris! Kata Dony

“boleh di buka nggak ne matanya” pinta Risti

“boleh Ris” kata Dony perlahan

Saat membuka mata,

Betapa terkejutnya Risti melihat kejutan apa yang diberikan Dony untuknya.,

Terdapat lilin indah yang menyala terang yang bertuliskan “I LOVE TOU”

betapa bahagianya Risti melihatnya.,.

“ya ampun Don, indah banget”

“loe buat sendiri untuk gue” tanya Risti sedikit nggak percaya

“iya Ris, ne gue sendiri yang buat dan ini semua Cuma buat loe” jawabnya meyakinkan Risti

“aku ingin seperti lilin yang rela meleleh hanya untuk menerangi loe, tapi cinta gue ke loe nggak seperti
lilin yang bisa meleleh”

“loe ini bisa aja”

“tapi beneran Don, ini indah banget bagi gue”

“apa loe nggak tau kalau hari ini adalah hari jadian kita yang sebulan” tanya Dony

“yeach ampun, kita uda satu bulan ea Don” jawab Risti, jadi ini untuk kita yang ke 1 bulan??

“ea Ris, ne untuk kita !! jawab Dony lagi,

Tiba-tiba Dony ngeluarin sesuatu yang ada di saku bajunya.,

“Ris, gue ingin ngasih sesuatu buat loe”

“apa itu Don” tanya Risti penasaran

“aku ingin loe makai ini setiap saat, dimana loe berada, dan apapun alasan loe, loe nggak boleh
lepasin”pinta Dony

Dan Dony ngeluarin cincin itu dari kotak cincin.


“aku ingin suatu saat nanti entah itu kapan, aku akan memasangkan cincin ini didepan kedua orang tua
loe dan didepan semua orang., dan gue ingin berteriak kalau gue sayang loe, kalau gue butuh loe dan
gue ingin hanya loe yang terakhir buat gue” kata Dony

“gue juga Don, dan gue juga ingin kalau loe yang terakhir” sahut Risti

Mereka menghabiskan malam dengan duduk di tengah lilin yang masih menyala dengan indahnya di
gelapnya malam.

“Ris.,! Dony memanggil Risti pelan

“ea Don, ada apa?? Jawabnya

“aku ingin malam ini panjang Ris, aku masih disini bersama mu, aku nggak ingin pagi datang dan
menggantikan malam yang begitu indah buat aku., aku janji Ris, aku akan selalu jagain loe, aku akan
selalu ada disamping loe, aku selalu dan untuk loe selamanya.,

“janji?? Kaya risti sambil mengangkat kelingking kanan nya ke arah Dony

Janji” dan Dony mengikatkan kelingkingnya.,

“Makasih ea Don” semoga cinta ini tak akan pernah mati untuk selamanya.,

“Ris, gue boleh minta sesuatu nggak dari loe?

“apa itu Don??”

Aku ingin kau menutup mata loe, dan mencoba meraba wajah gue, aku ingin loe selalu inget tentang
gue” pinta Dony.,

Risti pun melakukan apa yang di ucapkan Dony,.

Sambil menutup mata, Risti meraba wajah Dony,

Matanya, hidung nya, bibir nya dan pipinya,.

Meraba dengan penuh perasaan, dam perlahan Risti membuka mata.,

“alasan apa Don sehingga loe minta gue lakuin ini,.”

“aku Cuma ingin jika suatu saat nanti kita perpisah loe kan selalu inget wajah gue,. Makasih ea Ris , loe
mau melakukannya buat aku.,
“tanpa harus melakukannya wajah loe kan selalu gue inget” ucap Risti

Tanpa terasa saat mereka sedang asyik menikmati malam yang indah bagi mereka, petir menyambar
pertanda hujan datang.,

“Don, hari da mau hujan ne., kita pulang sekarang yeah. Pinta Risti

“baiklah, kita pulang sekarang” jawab Dony

Ketika mereka di perjalanan pulang, tanpa mereka duga ada pengendara mobil melintas dengan
kecepatan tinggi, si pengendara dalam keadaan mabuk berat,

Dony yang mencoba mengendalikan motornya ternyata tak mampu.

“awaaaaaaaaasss Donn, teriak Risti.

“Brraakkkkkk !!!

Kecelakaan tak terhindarkan, Risti terpentak di pinggir jalan dan mengalami luka yang cukup serius di
kepala, sedang Dony terjatuh dibadan jalan yang akhirnya tertabrak mobil, Risti berlari mendekati Dony
yang bersimbah penuh darah,

“Dony, Don” sambil memangku kekasihnya

“Don, loe harus kuat Don, loe harus kuat, untuk gue Don, dan demi cinta kita, “ teriak Risti

air mata menetes sudah mengenai pipi Dony,

“maafin aku Ris, aku nggak bisa tepati janji gue yang akan selau jagain loe,” kata Dony perlahan.

“loe jangan sedih,” sambil menghapus air mata Risti

“gue nggak mau lihat air mata loe jatuh karena gue,.

“gue tetep sayang loe ris, cinta ini kan aku bawa sampai aku mati” ucap Dony

Akhirnya Dony menghembuskan nafas terakhir di pangkuan Risti.

“Don bangun Don, bangun, mana janji loe yang untuk selalu ada untuk gue, yang akan selau jagain gue,”
teriak Riati sambil menggoyangkan badan Dony.,
Isakan tangis Risti tak mampu lagi berhenti.,.

“Doonnnyyyyyy.,.” teriak Risti

*****

Takdir berkata lain untuk cinta Risti dan Dony

Dony meninggal, dan dia meninggalkan sejuta kenangan di hati Risti.

Saat dipemakaman, Risti hanya bisa menangis.,

“kenapa Don, kenapa ini harus terjadi dengan kita, kenapa harus kita Don, ketika gue takut kehilangan
loe, tapi malah loe yang ninggalin gue di sini sendiri.,” tangisnya

“udalah Ris, mungkin ini sudah takdir,” kata Mymi menenangkan hati sahabatnya.,

“tapi kenapa My harus aku yang ngerasain kepahitan ini, kenapa??

“mungkin ini kehendak Allah Ris,. Jawab Mymi.,

“sudahlah Ris, mari kita pulang, hari sudah hampir sore ne? Ajak Fhira sambil mengaangkat pundak Risti
untuk berdiri.

Mereka akhirnya pulang dengan kesedihan Risti yang begitu terluka atas kejadian ini.,

Setelah mengantar Risti pulang, Mymi dan Fhira pamit pulang.

Sedang Risti masuk kekamar,.

“kenapa Don, loe harus pergi ninggalin gue,” sambil memegangi foto mereka berdua sewaktu ditaman,.

“dulu loe sering kirimin gue puisi, tapi sekarang gue nggak bisa baca puisi dari loe lagi.

Begitu banyak tumpukan puisi yang dikumpulkan Risti di salah satu box kesayangannya .,

Kado yang sering diberi Dony juga dikumpulkan Risti.,


Risti teringat waktu Dony meminta dia untuk meraba wajahnya agar dia selalu ingat dengan Dony.,.

“apa ini jawaban yang pernah loe ucapkan Don? Apa itu pertanda buat loe ninggalin gue??

Risti mencoba kembali mengingat raut wajah Dony dan dia meraba foto Dony,.

Ketika dia meraba foto Dony, air mata Risti menetes perlahan, kesedihan yang begitu mendalam yang
dirasakan Risti.

Dulu dia harus kehilangan Raka, sekarang dia harus kehilangan Dony.

“mengapa ini harus tejadi?? Teriaknya dan menghancurkan isi kamarnya.

“kenapa semua ini harus berakhir Don??

******

Hari berganti hari, bulan pun berganti bulan bahkan tahun berganti tahun.,

Namun Risti masih berdiam dan tanpa ada rasa untuk mencari pengganti Dony.,

Dia ingin menepati janjinya ke Dony untuk selalu mencintainya sampai kapan pun.

Setiap bulan dimana mereka jadian, Risti selalu datang ke makam Dony dan mambawa lilin yang pernah
di buatkan Dony untuknya.

“ku harap loe inget Don, dimana saat kita menghabiskan malam ditengah indahnya cahaya lilin cinta
kita” kata Risti

“sampai saat ini hanya loe yang ada dihatiku Don,”

“loe liat cincin ini Don, cincin ini masih gue pakai Don,” aku akan menjaga cinta kita

Hingga Risti berumur 50 tahun, Risti masih sendiri, tiada yang lain dihatinya selain Dony, cinta dia abadi
untuk Dony, nggak ada yang bisa menggantikan Dony di hatinya.,

“cinta ku kan abadi untuk mu selamanya”

“tak ada yang mampu menggantikan mu di hatiku,.

“Hanya kamu dan Cuma kamu”

Anda mungkin juga menyukai