Anda di halaman 1dari 22

Nama : April

Kelas : IV (empat)
SD 2 Purworejo

Kisah Nabi Ayub Singkat dan Lengkap

Kisah Nabi Ayub AS

Silsilah Nabi Ayyub Alaihissalam adalah cucu dari Nabi Ishaq bin Ibrahim
Alaihissalam. Beliau merupakan seorang Nabi yang memiliki tingkat kesabaran
luar biasa (paling tinggi) dalam menghadapi cobaan hidup dari Allah Subhanahu
wa ta’ala.

Nabi Ayyub Alaihissalam adalah orang yang kaya raya, hartanya melimpah ruah
dan ternaknya sangat banyak. Iya hidup makmur dan sejahtera, hidup Nabi Ayub
dipenuhi kesenangan, namun beliau tetap tekun untuk beribadah.

Beliau juga gemar berbuat kebaikan dan suka berbagi kepada siapapun, semua
orang memuji kebaikan, ketulusan, dan keikhlasan Nabi Ayub dalam berbuat
kebaikan, bahkan para malaikat pun juga memuji beliau.

Hal ini, membuat iblis merasa iri dan dengki, ia tidak suka ada manusia yang
begitu sholehnya, iblis pun berniat membuat Nabi Ayyub menjadi sesat. Iblis
terus mencoba menggoda keimanan Nabi Ayub agar tersesat dan ingkar juga
tidak bersyukur kepada Allah SWT.
Namun ternyata iblis gagal, iblis pun tidak menyerah, ia dan para pembantunya
kemudian mulai menyerbu keimanan Nabi Ayub, mula-mula mereka membunuh
semua ternak, kemudian mereka merusak kebun Nabi Ayub, dan juga membakar
semua harta kekayaan beliau.

Namun Nabi Ayub dan anak istri beliau, tetap rajin beribadah dan tidak pernah
mengeluh, mereka semua menerima takdir dengan ikhlas. Iblis dan para
pembantunya kemudian mendatangi putra

dan putri Nabi Ayub di rumah, mereka menggoyang-goyang tiang rumah, sehingga
roboh dan semua anak Nabi Ayyub meninggal dunia.

Iblis mengira usahanya sudah berhasil, menggoyahkan keimanan Nabi Ayub AS,
karena Nabi Ayub sangat menyayangi Putra dan putrinya itu, meskipun Nabi Ayub
merasa sedih juga menangis atas kelihalannya, tetapi jiwa dan hatinya tetap kuat
dan selalu sabar, juga memiliki keyakinan bahwa jika Allah SWT yang Maha
Pemberi berkehendak, maka tidak ada seorangpun yang mampu menghalanginya.

Iblis pun tidak patah semangat, Iblis kemudian menaburkan penyakit pada
sekujur tubuh Nabi Ayub, sehingga Nabi Ayub menderita penyakit kulit yang
amat menjijikan. Semua tetangga dan orang sekitar menjauhinya, karena takut
tertular.

Mereka menginginkan Nabi Ayub segera pergi, meninggalkan lingkungan mereka.


Maka Pergilah Nabi Ayub dan Rahmah istrinya

ke sebuah tempat yang jauh dari pemukiman manusia. Penyakit Nabi Ayub sudah
bertahun-tahun tak kunjung sembuh, namun Nabi Ayub tetap bersabar.

Suatu hari, Rahmah hendak membeli bahan makanan dan Ia pun pergi keluar,
ternyata saat itu Nabi Ayub sedang membutuhkannya, berkali-kali Nabi Ayub
memanggil istrinya, tapi tak ada sahutan dari istrinya itu.

Nabi Ayub merasa kesal, terbesit dalam benak beliau bahwa Rahma sengaja pergi
meninggalkannya beliau. Nabi Ayub lantas bersumpah akan memukul Rahma 100
kali, jika ia kembali nanti.

Nabi Ayyub Alaihissalam kemudian berdoa memohon kesembuhan kepada Allah


SWT. Doa Nabi Ayyub diijabah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kemudian
memerintahkan Nabi Ayyub agar menghentakkan kakinya ke tanah, lalu dari
tanah itu keluar air yang sejuk dan segar.

Nabi Ayub kemudian segera membersihkan sekujur tubuhnya dengan air segar
itu, maka seketika itu pula penyakit Nabi Ayub sembuh, dan kulit tubuhnya kini
kembali seperti sedia kala, wajahnya pun kembali bersinar dan memancarkan
wibawa yang luar biasa.

Rahmah akhirnya pulang dan betapa terkejutnya Iya ketika melihat suaminya
sudah sembuh, dan ia juga meminta maaf, karena telah hampir kehilangan
kesabaran dalam merawat Nabi Ayub yang sakit.

Nabi Ayub pun memaafkannya, dan bercerita bahwa ia telah terlanjur bersumpah
untuk memukul Rahmah. Beliau sangat bingung, karena dalam benaknya beliau
tidak tega untuk menyakiti istrinya yang sangat setia itu. Akhirnya turunlah
perintah Allah SWT untuk mengambil seratus helai rumput, kemudian
mengikatnya dan memukulkan dengan pelan.

Nabi Ayub AS yang sudah sembuh, semua warga menerima kembali, dan kerena
kesabaran Beliau, Allah SWT menganugrahkan kembali harya yang berlimpah.

Mukjizat Nabi Ayyub AS adalah dapat mengeluarkan air dari gentakan kaki ke
tanah, kemudian menyembuhkan penyakit kulitnya yang menjijikan.
Nama : Daris
Kelas : IV (empat)
SD 2 Purworejo

Kisah Nabi Ayub AS, Hamba yang Paling Sabar Menghadapi


Cobaan Hidup
Ayub menduduki urutan nabi kedua belas dan masih memiliki garis keturunan dengan
Nabi Ibrahim AS. Beliau dianugerahi oleh Allah SWT kekayaan yang melimpah sekaligus
istri-istri dan anak-anak yang baik. Hingga suatu hari, kemujuran Nabi Ayub AS berubah
menjadi kisah duka yang membuatnya ditinggalkan orang-orang terkasih.

Kala itu, Nabi Ayub AS mendapat musibah bertubi-tubi. Hal ini bermula dari rasa iri iblis
karena malaikat sering kali memuji ketaatan dan kesabaran beliau. Setelah meminta
izin Allah, dia dan bala tentaranya mulai menguji keimanan sang nabi dengan berbagai
cobaan.

Meski mendapat banyak ujian, Nabi Ayub AS tetap sabar dan selalu berbaik sangka pada
kehendak Allah SWT. Sampai suatu ketika, beliau mendapatkan cobaan berat berupa
penyakit kulit yang sulit untuk disembuhkan. Keadaan tersebut membuatnya
ditinggalkan oleh keluarga dan orang-orang sekitar.

Ayub alaihissalam adalah putra dari Aish bin Ishak bin Ibrahim. Nabi kedua belas ini
hidup antara tahun 1540–1420 SM. Tahun 1500 SM, Nabi Ayub AS diangkat menjadi
nabi dan ditugaskan untuk berdakwah kepada kaum Amoria dan Bani Israil.

Sang nabi dikenal sebagai sosok yang sabar, taat beribadah, dan gemar berbuat
kebaikan. Bahkan, beliau disebut-sebut sebagai nabi paling sabar dalam menghadapi
cobaan hidup.

Nabi Ayub AS dianugerahi Allah SWT kekayaan yang melimpah, seperti rumah mewah,
hewan ternak, lahan pertanian, dan sebagainya. Tak hanya itu, beliau juga memiliki
istri-istri yang saleh dan anak-anak yang baik.

Meski begitu, sang nabi tetap rendah hati dan selalu menjalankan setiap perintah-Nya.
Ketaatan dan keikhlasan beliau dalam beribadah kepada Allah membuat para malaikat
di langit terkagum-kagum dan memuji beliau.
Kisah Iblis yang Ingin Menjerumuskan Nabi Ayub AS

Pujian malaikat di langit terhadap sifat Nabi Ayub AS membuat iblis iri. Dia ingin
menjerumuskan beliau agar menjadi hamba yang sesat dan durhaka pada Allah SWT.
Namun, segala upaya yang dilakukannya tak membuahkan hasil, keimanan sang nabi
tetap tak tergoyahkan.

Kendati demikian, iblis tak pantang menyerah. Dia lantas menghadap Allah untuk
meminta izin agar dapat menggoda Nabi Ayub AS. Makhluk jahat itu berkata, “Wahai
Allah, sesungguhnya Ayub yang senantiasa patuh dan berbakti menyembah-Mu, tidak
lain hanyalah karena takut kehilangan kenikmatan yang telah Engkau berikan
kepadanya.”

Iblis juga menyampaikan bahwa semua ibadah yang dilakukan Nabi Ayub AS tak
dilandasi keikhlasan dan cinta pada Allah SWT. Seandainya sang nabi kehilangan harta
benda, istri-istri, dan anak-anaknya, kemungkinan beliau akan ingkar dan berpaling
dari-Nya.

Kemudian Allah berfirman pada iblis, “Sesungguhnya Ayub adalah hamba-Ku yang
sangat taat, dia seorang mukmin sejati. Setiap apa yang dilakukannya semata-
mata untuk mendekatkan diri kepada-Ku. Iman dan takwanya tak akan goyah oleh
cobaan duniawi. Cintanya kepada-Ku dan kebajikannya tidak akan berkurang walau
dirinya ditimpa musibah apa pun. Dia yakin bahwa apa-apa yang dimiliki adalah
pemberian-Ku yang sewaktu-waktu dapat Aku cabut atau menjadikannya
berlipat ganda. Diabersih dari segala tuduhan dan prasangkamu. Engkau tidak rela
melihat hamba-hamba-Ku, anak cucu Adam berada di jalan yang lurus.”

Setelah iblis terus memohon, akhirnya Allah SWT mengizinkannya untuk menguji
keteguhan hati Nabi Ayub AS. Dia dan bala tentaranya pun bersiap-siap dan mengatur
strategi agar dapat menggoyahkan keimanan beliau.

Cobaan pertama yang diberikan iblis dan pembantu-pembantunya pada Nabi Ayub AS
adalah membinasakan semua hewan ternaknya. Tak puas, mereka pun mulai membakar
lahan pertanian dan lumbung-lumbung gandum milik sang nabi hingga tak bersisa.

Setelah semuanya habis, iblis mengira jika Nabi Ayub AS akan berkeluh kesah dan
menyalahkan ketentuan Allah SWT. Namun, dirinya harus menelan
pil kekecewaan ketika mengetahui beliau tetap taat dan berbaik sangka pada Allah.
Sang nabi menyerahkan segalanya kepada Sang Pencipta karena itu semua hanyalah
titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil oleh-Nya.

Bukan iblis namanya kalau gampang menyerah. Dia dan pasukannya kembali menguji
keimanan Nabi Ayub AS dengan menggoyang-goyangkan rumah mewah yang dihuni
oleh anak-anak beliau. Bangunan itu akhirnya roboh yang mengakibatkan semua
penghuninya meninggal dunia.

Iblis tahu jika Nabi Ayub AS sangat menyayangi anak-anaknya, sehingga dia berpikir
kemungkinan beliau akan marah dan bersedih. Sayang, dugaannya salah. Sang nabi
memang bersedih dan menangisi kematian buah hatinya, tapi itu tak sampai membuat
beliau ingkar dan berhenti bersyukur.

Beliau tetap berkeyakinan bahwa kejadian nahas yang menimpa keluarganya adalah
bagian dari ketentuan-Nya. Jika Allah sudah berkehendak, maka tak ada satu pun
makhluk yang mampu menghalanginya.
Nama : Wildan
Kelas : IV (empat)
SD 2 Purworejo

Kisah Nabi Ayyub AS


Nabi Ayyub adalah anak dari aish. Aish sendiri merupakan putra nabi Ishaq yang juga
merupakan saudara kembar dari nabi Ya’qub.

Meski bukan Aish yang menjadi nabi, namun anaknya Aish yang bernama Ayyub yang
ternyata diutus Allah untuk menjalankan amanat kakeknya Ishaq untuk meneruskan estafet
dakwah membawa umat manusia untuk menyembah Allah.

Sekaligus memperbaiki sikap dan prilaku manusia di jamannya yang menyimpang dari apa
yang disyaratkan oleh Allah SWT.

Setiap nabi memiliki kelebihan dibanding dengan nabi yang lainnya. Nabi Ayyub ini adalah
salah satu nabi dan rosul yang kaya raya. Dia memiliki harta yang melimpah dengan jumlah
ternak yang sangat banyak sekali.

Namun meski demikian. Meskipun dia adalah orang yang sangat kaya yang memiliki harta
banyak namun dia suka menolong orang-orang yang menderita.

Dia sangat baik dan juga sangat menyayangi kaum fakir miskin. Bagi dia, harta yang
dimilikinya adalah titipan Allah dan harus dijalankan dengan baik yakni dengan
menggunakannya di jalan kebaikan.

Melihat keteguhan iman Ayyub, kemudian iblis-pun mulai menggoda nabi ayyub. Godaan-
demi godaan dilakukan untuk mematahkan keiamanan nabi ayyub tersebut.

Pertama-tama dia mengambil hartanya yakni dengan mematikan hewan-hewan ternaknya.


Kemudian setelah itu tanaman gandum dan lainnya yang dimiliki dibuat hilang oleh iblis.

Tidak cukup disitu, iblis-iblis tersebut juga menggoyah-goyahkan tiang bangunan istana milik
Ayyub sehingga semuanya hancur dan menimbun harta serta keluarganya.

Kemudian yang tertinggal dan masih hidup adalah nabi ayyub sendiri dengan istrinya
bernama Rahmah yang terus menemaninya.

Tidak cukup hanya disitu, Iblis juga memberikan gangguan lain yakni dengan memberikan
nabi Ayyub penyakit kulit. Penyakit kulitnya terus menyebar banyak dan membuat banyak
orang tidak mau dekat dengannya.

Pengikut dan penduduk di sekitarnya merasa tidak senang dan kemudian mereka
menginginkan untuk mengusir Ayyub.
Nabi Ayyub hanya tinggal dengan seorang istri yang sangat mencintainya dan mau
menemaninya meski dalam keadaan susah. Istrinya yang bernama siti Rahmah tersebut
dengan sabar merawat nabi Ayuub meski tidak dalam keadaan sehat.

Sakit yang dialami oleh nabi ayyub ini ternyata sangat lama sekali yakni mencapai 7 tahun.
Namun meski demikian, ayyub sama sekali tidak mengeluh.

Bahkan dia mengatakan bahwa sakit yang dialaminya sungguh masih sangat singkat
dibanding dengan hidup dengan keberlimpahan yang dia rasakan selama 70 tahun
sebelumnya.

Namun demikian, iblis terus menggoda termasuk menggoda istrinya untuk meninggalkan
ayyub. Pada suatu ketika istrinya ayyub akhirnya bosan dan berkeluh kesah sehingga
akhirnya meninggalkan ayyub.

Namun kemudian Ayyub melakukan munajat kepada allah dan akhirnya dia disembuhkan.
Saat sudah sembuh kemudian istrinya datang kembali, dan akhirnya merekapun memiliki
anak yang bernama Zulkifli.
Nama : Nabila
Kelas : IV (empat)
SD 2 Purworejo

Kisah Lengkap Nabi Ayub as

Nabi Ayub adalah cucu dari Nabi Ishaq bin Ibrahim as. Seluruh umat manusia mengenal
beliau sebagai sosok seorang Nabi Allah yang memiliki tingkat kesabaran yang paling tinggi
dalam menghadapi cobaan dari Allah swt

Kekuranagan harta benda, menderita sakit yang berkepanjangan, dan bahkan kehilangan
nyawa anak-anak beliau, semua itu tidak dapat meruntuhkan benteng keimanan Nabi Ayub
as. Justru sebaliknya, semua itu semakin menambahkan cinta dan ketaatannya kepada Allah
swt. Beliau senantiasa beribadah kepada Allah swt, dalam keadaan suka maupun duka,
sehat maupun sakit, dan kaya maupun miskin.

Di negeri tempatnya berpijak beliau dan keluarganya dikenal sebagai orang yang kaya-raya
lagi dermawan. Harta yang melimpah ruah, rumah dan gedung-gedung indah yang
dimilikinya, perhiasan emas dan perak, serta tanaman dan hasil bumi yang dihasilkannya,
tidak menjadikan beliau sombong dan angkuh. Justru beliau dan keluarga (istri dan anak-
anaknya) selalu membantu orang-orang fakir yang miskin, anak-anak yatim, dan janda-janda
tua yang hidupnya serba kekurangan.

Oleh karena itu, tidak ada satu orang pun dari penduduk setempat yang meminta bantuan
kepada keluarga Nabi Ayub, pulang dengan tangan hampa. Tidak heran, apabila seluruh
orang memuji atas kebaikkan dan kedermawanan beliau. Sanjungan tersebut tidak hanya
datang dari golongan manusia, bahkan para malaikat pun turut memuji amal saleh yang
dilakukan oleh Nabi Ayub as.

Cobaan Untuk Nabi Ayub

Nabi Ayub dikenal sebagai nabi yang sangat kuat keimananya. Iblis merasa cemburu dan
sakit hati mendengar pujian malaikat terhadap kekuatan iman Nabi Ayub. Iblis merayu Nabi
Ayub agar meninggalkan perintah Allah .Namun, hal itu tidak berhasil.

Iblis menemui Allah dan berkata, “Tuhan, Ayub itu sebenarnya tidak ikhlas sujud kepada-
Mu. Dia hanya menginginkan nikmat kekayaan dan anak sebagai pewarisnya.” Allah ingin
membuktikan bahwa Nabi Ayub memang seorang yang beriman, sabar, dan tabah dalam
menghadapi segala ujian. Kemudian, Allah memberikan izin kepada iblis untuk menghasut
Ayub agar lalai beribadah.

Iblis memusnahkan seluruh harta benda Nabi Ayub. Nabi Ayub pun menjadi bangkrut.
Kemudian iblis merobohkan rumah Nabi Ayub. Seluruh anak-anak Nabi Ayub yang berada di
dalam rumah meninggal. Kemudian, iblis menyamar sebagai seorang lelaki. Iblis itu berkata
kepada Nabi Ayub. “Tiada berguna engkau rajin beribadah karena Allah Yang Maha Kuasa
itu pun tidak mau menyelematkanmu.” Nabi Ayub menjawab, “Wahai iblis, semua yang aku
miliki selama ini adalah pinjaman dari Allah saja. Kini sudah tiba saatnya Allah
mengambilnya. Hanya Allah yang berkuasa atas segala-galanya.”

Iblis sangat marah, dia menemui Allah lagi dan menyatakan kekecewaannya. Untuk ketiga
kalinya, Allah memberikan izin kepada iblis untuk mengganggu kesehatan Nabi Ayub. Iblis
memasukkan sesuatu penyakit yang tidak ada obatnya ke dalam tubuh Nabi Ayub. Nabi
Ayub menahan rasa sakit selama bertahun-tahun. Namun, segala rasa sakit tidak
menghalangi ibadah Nabi ayub.

Penyakit Nabi Ayub semakin lama semakin parah. Sekalipun demikian, Nabi Ayub tetap
tabah dan menerimanya sebagai cobaan dari Allah swt. Keimanannya kepada Allah swt tidak
berkurang sedikitpun, justru beliau semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada
Allah swt. Iblis sangat kecewa dan tidak puas dengan ketabahan Nabi ayub. Dengan demikin
usaha iblis menjadi sia-sia.

Kesembuhan Nabi Ayub as

Penyakit Nabi Ayub sangat parah sehingga ia hanya dapat berbaring. Semakin lama
kondisinya semakin memburuk. Penyakit ini ia derita sudah 18 tahun.

Masyarakat di sekitarnya melupakan kedermawanan Nabi Ayub. Selama beliau sakit,


seluruh penduduk disekitarnya mengasingkan dirinya. Hanya istrinya yang mengurus segala
keperluan Nabi ayub. Namun, iblis selalu menghasut istri Nabi Ayub yang bernama Rahmah.
Iblis membisikkan kebencian ke dalam hati istri Nabi Ayub. Pada suatu hari, istri Nabi Ayub
mengatakan hal-hal yang menyakiti Nabi ayub. Nabi Ayub pun sangat sedih. Ia bersumpah
apabila ia sembuh kelak, ia akan memukul istrinya sebanyak 100 kali.

Pada saat kondisi Nabi Ayub semakin lemah, Allah menurunkan wahyu kepadanya,
“Hentakanlah kakimu sehingga muncul air yang sejuk untuk mandi dan minum.”

Nabi Ayub menghentakan kakinya ke tanah sehingga air keluar. Air tersebut digunakan
untuk mandi dan minum Nabi Ayub. Tidak lama kemudian, tubuh Nabi Ayub kembali sehat.
Bahkan. Ia lebih sehat dan kuat dibanding sebelumnya.

Setelah sembuh, istri Nabi Ayub kembali kepada suaminya Nabi Ayub teringat dengan
sumpahnya. Namun, ia tidak sampai hati memukul istrinya. Oleh karena itu, ia tidak
dapat memenuhi sumpahnya. Setelah itu, turunlah perintah Allah agar Nabi Ayub
melaksanakan sumpahnya. Ia diperintah memukul istrinya menggunakan 100 helai rumput
yang diikat.

Kisah Nabi Ayub ini telah diceritakan dalam Al-Quran Surat Shaad ayat 41-44 yang artinya,
“Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku
diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan” (Allah berfirman). “Hantamkanlah kakimu;
inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” Dan Kami anugerahi dia (dengan
mengumpulkan kembali) keluarganya dan (kami tambahkan) kepada mereka sebanyak
mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai
pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), setelah itu pukullah dengan ikatan
rumput itu kepada istrimu agar kamu tidak melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati
dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat
(kepada Tuhannya)”

Kesabaran Nabi Ayub dapat dijadikan contoh bagi kita. Sebaiknya kita tidak cepat mengeluh
pada saat menghadapi kesusahan dan hidup.
Nama : Alka
Kelas : IV (empat)
SD 2 Purworejo

Kisah Nabi Ayyub ‘alaihis salam

Ayyub ‘alaihis salam adalah seorang nabi yang mulia yang nasabnya sampai kepada
Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Sebelumnya Nabi Ayyub memiliki harta yang banyak dengan bermacam jenisnya,
seperti: hewan ternak, budak, dan tanah. Ia juga memiliki istri yang saleh dan keturunan
yang baik. Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin mengujinya, dan Allah apabila mencintai
suatu kaum, maka Dia menguji mereka, barangsiapa yang ridha dengan ujian tersebut,
maka dia mendapatkan keridhaan-Nya dan barangsiapa yang marah terhadap ujian
tersebut, maka dia mendapatkan kemurkaan-Nya

Ayyub adalah orang yang sabar dalam menghadapi ujian tersebut, hartanya yang
banyak habis, anak-anaknya meninggal dunia, semua ternaknya binasa, dan Nabi
Ayyub ‘alaihis salam sendiri menderita penyakit yang sangat berat, tidak ada satu pun
dari anggota badannya kecuali terkena penyakit selain hati dan lisannya yang ia
gunakan untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam menghadapi musibah itu, ia tetap bersabar dan mengharap pahala, serta
berdzikir di malam dan siang, pagi dan petang.

Hari pun berlalu, namun tidaklah berlalu hari itu kecuali penderitaan Ayyub semakin
berat, dan saat penderitaan yang dialaminya semakin berat, maka kerabatnya
menjauhinya, demikian pula kawan-kawannya, tinggallah istrinya yang sabar
mengurusnya dan memenuhi haknya. Istrinya terus mengurusnya, dan memenuhi
keperluannya, sampai ia rela bekerja dengan upah tidak seberapa untuk menafkahi
suaminya.

Ayyub terus merasakan sakitnya, namun ia tetap sabar sambil mengharap pahala dari
Allah Subhanahu wa Ta’ala, memuji-Nya dan bersyukur kepada-Nya, sehingga jadilah
Ayyub sebagai imam dan teladan dalam kesabaran.

“Sesungguhnya Nabi Allah Ayyub mendapat cobaan selama delapan belas tahun,
sehingga orang dekat dan jauhnya menjauhinya selain dua orang saudara akrabnya
yang sering menjenguk di pagi dan sore.

Lalu salah satunya berkata kepada yang lain, “Engkau tahu, demi Allah, dia telah
melakukan dosa yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun.” Kawannya berkata,
“Dosa apa itu?” Ia menjawab, “Sudah delapan belas tahun Allah tidak merahmatinya
dengan menghilangkan cobaan itu.”

Saat keduanya menjenguknya di sore hari, maka salah satunya tidak sabar sehingga
menyampaikan masalah itu kepadanya. Ayyub berkata, “Aku tidak tahu apa yang kamu
katakan, hanya saja Allah mengetahui bahwa aku pernah melewati dua orang laki-laki
yang bertengkar, lalu keduanya menyebut nama Allah, kemudian aku pulang ke
rumahku dan membayarkan kaffarat untuk keduanya karena aku tidak suka kedua
orang itu menyebut nama Allah untuk yang tidak hak.”

Beliau juga bersabda, “Nabi Ayyub keluar jika hendak buang hajat. Apabila ia telah
selesai buang hajat, maka istrinya menuntunnya sampai ke tempat buang hajat. Suatu
hari Nabi Ayyub terlambat dari istrinya, dan diwahyukan kepada Nabi Ayyub di
tempatnya, “Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk
minum.” (QS. Shaad: 42)

Istrinya menunggunya cukup lama, dia menjumpai Ayyub sambil memperhatikannya


sedang berjalan ke arahnya, sementara Allah telah menghilangkan penyakitnya, dan
Nabi Ayyub dalam keadaan lebih tampan daripada sebelumnya. Saat istrinya melihat,
istrinya langsung berkata, “Semoga Allah memberkahimu, apakah engkau melihat Nabi
Allah yang sedang diuji ini? Demi Allah, aku tidak melihat seorang pun yang lebih mirip
ketika sehat daripada kamu?” Ayyub menjawab, “Akulah orangnya.”

Ayyub memiliki dua tumpukan gandum, yang satu untuk gandum dan yang satu lagi
untuk jewawut, lalu Allah mengirimkan dua awan. Saat salah satu dari awan itu berada
di atas tumpukan gandum, awan itu menumpahkan emas sehingga melimpah ruah,
sedangkan awan yang satu lagi menumpahkan perak ke tumpukan jewawut sehingga
melimpah ruah.” (Al Haitsamiy berkata, “Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Al Bazzar.
Para perawi Al Bazzar adalah para perawi hadis shahih.” Hadis ini juga dishahihkan oleh
Syaikh Al Albani dalam Ash Shahiihah, 1:25)

Nabi Ayyub Sembuh dari Sakit

Setelah berlalu sekian lama, yaitu delapan belas tahun seperti yang diterangkan dalam
hadis di atas, maka Ayyub memohon kepada Tuhannya agar menghilangkan derita yang
menimpanya,

Maka Allah mewahyukan kepada Ayyub agar menghentakkan kakinya ke tanah, lalu
Ayyub melakukannya, tiba-tiba memancarlah air yang sejuk, kemudian ia mandi
daripadanya, lalu Ayyub sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla. Tidak ada satu pun
luka dan penyakit yang dirasakannya kecuali sembuh seluruhnya, ia juga meminum air
itu, sehingga tidak ada satu penyakit yang ada dalam tubuhnya kecuali keluar dan
dirinya kembali sehat seperti sebelumnya sebagai orang yang rupawan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghilangkan penyakit yang menimpa Ayyub dan
jasadnya kembali sehat, Dia juga memberikan kekayaan lagi kepadanya,
mengembalikan harta dan anaknya.

Demikianlah, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan Ayyub sebagai teladan dalam


kesabaran yang patut ditiru.
Nama : Eka
Kelas : IV (empat)
SD 2 Purworejo

Kisah Nabi Ayub Dengan Kesabaran Luar Biasa


Nabi Ayub terkenal sebagai nabi yang memiliki kesabaran luar biasa untuk berbagai cobaan
yang diberikan Allah SWT kepadanya. Hal yang dilakukan Nabi Ayub adalah selalu kembali
kepada Allah SWT dengan berzikir, bersyukur dan selalu bersabar. Di tempat tinggal Nabi
Ayub dan keluarganya dikenal sangat kaya raya dengan berbagai gedung indah serta
perhiasan luar biasa yang dimilikinya. Namun dalam keadaan tersebut Nabi Ayub tidak
lantas brbangga diri dan sombong, namun justru beliau sangat dermawan untuk siapa saja
yang ada di sekitarnya.

Dengan kekuatan iman yang dimiliki oleh Nabi Ayub, iblis pun merasa iri dengan hal
tersebut. Namun berbagai hasutan dan rayuan yang dilakukan oleh iblis tidak pernah
berhasil untuk membuat Nabi Ayub melanggar aturan Allah SWT. Hingga suatu hari iblis
mengatakan pada Allah SWT bahwa Nabi Ayub tidak ikhlas bersujud kepada-Nya karena
hanya menginginkan harta dan anak sebagai pewarisnya. Maka Allah SWT menguji Nabi
Ayub dengan mengijinkan iblis menghasutnya agar lalai dalam beribadah. Tentu iblis sangat
senang dengan adanya ijin tersebut karena dia bisa membalaskan rasa dengkinya pada Nabi
Ayub serta melakukan apapun yang disukainya hingga berhasil menghasut Nabi Ayub.

Singkat cerita iblis memusnahkan semua hartanya dan merobohkan rumah Nabi Ayub yang
luar biasa indah hingga semua anaknya meninggal di dalamnya. Kemudian iblis menyamar
sebagai seorang lelaki dan mengatakan pada Nabi Ayub bahwa ibadahnya tidak berguna
karena Allah SWT juga tidak akan menyelamatkannya. Namun Nabi Ayub justru menjawab
bahwa apapun yang dimilikinya hanya pinjaman dari Allah SWT dan sekarang memang
sudah saatnya pinjaman itu diambil kembali. Mendengar hal itu iblis sangat marah dan
mengungkapkan kemarahan tersebut pada Allah SWT dan Dia mengijinkan iblis mengganggu
kesehatan Nabi Ayub sehingga mengalami sakit kulit yang parah hingga bertahun-tahun dan
ditinggalkan oleh istrinya. Namun berbagai kondisi tersebut justru membuatnya menjadi
lebih rajin beribadah dan membuat usaha iblis sia-sia.

Kesembuhan Nabi Ayub dari Sakit Kulitnya

Iblis berusaha membisikkan kebencian pada istri Nabi Ayub selama sakitnya hingga sang istri
mengatakan hal yang sangat menyakiti Nabi Ayub. Dia bersumpah ketika sembuh nanti akan
memukul istrinya sebanyak 100 kali. Pada saat itu Allah SWT memberikan wahyu saat
kondisinya sangat lemah untuk menghentakkan kakinya hingga akan muncul air sejuk untuk
mandi dan minum. Setelah menggunakan air tersebut untuk mandi dan minum maka tubuh
Nabi Ayub kembali sehat bahkan lebih kuat dari sebelumnya. Setelah Nabi Ayub sembuh
dan istrinya kembali dia merasa tidak tega untuk menjalankan sumpah yang telah
diucapkannya. Sehingga untuk tetap melaksnakannya Allah SWT memerintahkan Nabi Ayub
untuk melaksanakan sumpahnya dengan memukul sang istri sebanyak 100 kali
menggunakan rumput yang diikat. Dengan begitu rasa sakit yang diterima sang istri tidak
akan terlalu berlebihan.

Nabi Ayub adalah orang yang sangat taat dengan perintah dari Allah SWT, maka apapun
yang disampaikan kepadanya akan langsung dilaksanakan dengan baik. Apalagi untuk
sumpah yang sudah diucapkannya harus tetap dijalankan meskipun tentu Nabi Ayub akan
merasa kasihan dan tidak tega dengan istrinya. Kita bisa mengambil pelajaran bahwa
apapun yang terjadi pada suami memang sudah seharusnya jika seorang istri harus setia
pada suaminya apapun keadaannya. Terus mendukung dan merawat suami memang sudah
menjadi bagian dari tanggungjawab seorang istri pada suaminya.

Nabi Ayub Ditelan Ikan Paus Saat Akan Berdakwah

Suatu saat Nabi Ayub diuji kembali oleh Allah SWT dan beliau tidak sanggup dengan
dakwahnya pada kain ninawa. Kemudian Nabi Ayub berlari dan menaiki kapal, namun Allah
SWT berkehendak lain dengan membuat kapalnya diterjang ombak hebat di malam harinya
hingga Nabi Ayub terhempas dari atas kapal. Pada saat itu, tiba-tiba muncul seekor ikan
paus yang kemudian menelan Nabi Ayub hidup-hidup. Nabi Ayub tentu sangat ketakutan
dan dengan menahan makan serta minum selama berhari-hari dan setiap hari yang
dilakukannya hanya bertasbih kepada Allah SWT di dalam perut ikan paus tersebut.

Selama bertasbih di dalam perut ikan paus membuat ikan-ikan dan berbagai tumbuhan laut
juga ikut bertasbih. Ikan paus yang sudah menelan Nabi Ayub merasa takut dan ikut
bertasbih. Kemudian sang ikan mengeluarkan Nabi Ayub dari dalam perutnya karena
perintah dari Allah SWT atas tulus dan kesungguhan tobat yang dilakukan Nabi Ayub.
Tubuhnya pun terhempas di sebuah pulau setelah dikeluarkan dari perut ikan paus dengan
kondisi kurus kering. Namun dengan izin Allah SWT maka tubuh Nabi Ayub kembali sehat
dan bugar. Hal tersebut mengingatkan kita bahwa Allah SWT memang maha pengampun
dan penyayang, asalkan kita bertobat dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati maka
Allah SWT akan mengampuninya serta memberikan jalan yang baik untuk kita.

Kisah Nabi Ayub yang Tertuang Dalam Alkitab

Kisah kesabaran serta cobaan hidup hingga mukjizat yang didapatkan Nabi Ayub tidak hanya
diceritakan dalam Al Quran tetapi juga dalam sebuah Alkitab. Di dalam Alkitab tersebut
diceritakan bagaimana Nabi Ayub mengalami berbagai cobaan berat dalam hidupnya namun
kesabaran tetap menjadi hal utama yang dikedepankannya. Tidak ada alasan untuk
meragukan kebesaran Allah SWT serta melalaikan ibadah yang sudah menjadi perintah-Nya.
Di dalam Alkitab kita juga diingatkan untuk selalu mengingat Tuhan dengan segala detail
kisah Nabi Ayub yang tentunya sangat bermanfaat untuk kita pelajari secara maksimal serta
detail.
Disebutkan pula dalam Alkitab bahwa Nabi Ayub selalu bertobat untuk setiap dosa atau
kesalahan yang dilakukannya dan dia tidak pernah beranggapan bahwa Allah SWT
melakukan hal yang tidak baik pada kehidupannya. Nabi Ayub sangat menyadari
kehidupannya ini adalah merupakan ketetapan Allah SWT apapun yang terjadi dan seberat
apapun cobaan yang harus dijalani. Hal tersebut menunjukkan bahwa keteladanan dalam
hal kesabaran yang dimiliki Nabi Ayub memang harus diteladani oleh seluruh umat manusia
agar kehidupannya bisa berjalan tanpa beban dan perasaan menyalahkan ketetapan Tuhan
atas hal yang terjadi dalam hidup kita. Setiap detail dalam kisah Nabi Ayub perlu kita pahami
dan teladani dengan baik karena cobaan yang begitu berat bisa dijalaninya dengan baik.
Nama : ………………
Kelas : IV (empat)
SD 2 Purworejo

Cerita Anak Muslim – Kisah Nabi Ayub AS


Nabi Ayub adalah putra Ish bin lshaq bin Ibrahim. Ish merupakan peternak kaya raya di
wilayah Syam. Ketika ayahnya wafat, seluruh kekayaannya diwariskan kepada Nabi Ayub.
Nabi Ayub memiliki tiga orang istri. Salah satunya bernama Siti Rahma, putri dari Afrayim,
putra Nabi Yusuf. Beliau berdakwah dan wafat di wilayah Batsniyyah.

Nabi Ayub diutus Allah untuk berdakwah kepada penduduk Hauran dan Tih, di wilayah
tempat kelahirannya. Nabi Ayub dikenal sebagai orang yang pandai, sopan, bijaksana,
dermawan, dan suka menolong orang-orang yang membutuhkan. Selain itu, ia banyak
membangun sarana peristirahatan dan ibadah untuk para musafir.

Nabi Ayub dikenal memiliki kepribadian yang menawan, pandai bersyukur, dan senantiasa
menghiasi lisannya dengan zikir. la tidak pernah meninggalkan perintah Allah.

Hal tersebut membuat iblis iri. la ingin menggoda Ayub agar terjerumus dalam dosa. lblis
segera menghadap Allah dan meminta izin untuk menguji kesabaran dan ketaatan Nabi
Ayub. Allah pun mengabulkan permintaan iblis.

Lalu lblis mulai membuat rencana untuk menjatuhkan Nabi Ayub. Berbagai cara telah
disusun dengan berbagai risikonya.

Iblis dan kelompoknya mulai melancarkan aksi pertamanya. Dalam waktu singkat, semua
hewan ternak Nabi Ayub mati ditimpa penyakit yang aneh. Rumahnya tiba-tiba saja sudah
hangus terbakar. Nabi Ayub tidak lagi bisa memberikan gaji kepada para pegawainya. la
terpaksa tidak lagi mempekerjakan mereka. Nabi Ayub dan keluarganya benar-benar
menjadi miskin.

Saat Nabi Ayub sedang salat, datanglah Iblis menghasutnya, "Hai Ayub, sesungguhnya Allah
telah menghanguskan kekayaanmu hingga kamu miskin. Buat apa kamu banyak beribadah
jika kamu menjadi miskin?"

Nabi Ayub berkata, "Sesungguhnya, apa yang kumiliki adalah milik Allah. Jika Allah
menghendaki untuk mengambilnya, aku tetap akan bersyukur. Bukankah aku telah lama
diberi nikmat yang banyak oleh Allah?" Kemudian, Nabi Ayub dan keluarganya tetap
menjalankan kewajibannya untuk beribadah kepada Allah.

lblis dan kelompoknya menyusun rencana selanjutnya untuk menggoyahkan iman yang
dimiliki Nabi Ayub dan keluarganya. Ketika anak-anak Nabi Ayub sedang berkumpul di salah
satu rumahnya, iblis menghancurkan bangunan tersebut dan membunuh semua anak-anak
Nabi Ayub. Tentu saja hal ini membuat Nabi Ayub dan istrinya sangat bersedih. Kembali lblis
mendatangi Nabi Ayub dan berkata, "Hai Ayub, Allah telah mengambil semua anak-anakmu.
Untuk apa lagi kamu beribadah kepadanya?"

Akan tetapi, Nabi Ayub tetap bersabar dan berkata, "Sesungguhnya, anak-anakku milik
Allah. Jika Allah menghendaki mereka, itu adalah hak-Nya. Aku tetap bersabar dan
bersyukur kepada-Nya."

lblis kembali menemui kegagalan. la semakin kesal, namun belum berputus asa untuk
menggoda Nabi Ayub dan istrinya. Suatu hari, Nabi Ayub sedang beribadah, iblis meniup
hidung dan mulut Nabi Ayub yang menyebabkannya terkena penyakit kulit. Penyakit kulit itu
menggerogoti seluruh tubuh Nabi Ayub. Tubuhnya dipenuhi dengan bintik darah, nanah,
dan banyak ulat.

Semakin hari, penyakit Nabi Ayub semakin parah. Nabi Ayub akhirnya hanya bisa berbaring
dan melaksanakan kegiatannya di atas tempat tidur. Semua kebutuhannya dipenuhi oleh
istrinya yang setia.

Pada awalnya, masyarakat bersimpati dengan derita yang dialami Nabi ayub. Namun, karena
penyakit Nabi Ayub semakin parah, mereka mulai menjauh dan mengucilkannya. Hanya
istrinya. yaitu Siti Rahma, yang senantiasa mendampingi Nabi Ayub dalam suka dan duka.

Pada suatu hari, para wanita datang dengan penuh kemarahan. Mereka meminta Nabi Ayub
dan istrinya meninggalkan lingkungannya. Mereka khawatir penyakit yang diderita Nabi
Ayub akan menular. Dengan penuh kesedihan, Siti Rahma menggendong Nabi Ayub untuk
meninggalkan tempat tersebut. Sebenarnya, Nabi Ayub sempat memberikan kebebasan
kepada Siti Rahma jika ia ingin meninggalkannya. Akan tetapi, Siti Rahma memilih tetap
setia kepada Nabi Ayub.

Untuk mempertahankan hidup dengan Nabi Ayub, Siti Rahma rela menjual perhiasannya.
Ketika perhiasannya habis, dia rela bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Nabi Ayub Sembuh dari penyakitnya


Kumpulan Cerita Anak Muslim Kisah Nabi Ayub AS

Hari demi hari, penyakit Nabi Ayub bertambah parah. Siti Rahmah tidak tahan menyaksikan
suaminya sangat menderita. la berkata, "Wahai suamiku, mengapa engkau tidak berdoa
kepada Allah untuk kesembuhanmu? Aku tidak tega melihatmu dalam keadaan yang seperti
ini."

Nabi Ayub menolak sambil berkata,"Wahai istriku, aku malu kepada Allah untuk meminta
kesembuhan, sedangkan Allah telah melimpahkan kesehatan yang lebih lama dari sakitku
ini." Nabi Ayub pun kemudian tetap beribadah kepada Allah meskipun dalam keadaan yang
sangat payah.

Iblis semakin geram dengan kesabaran Nabi Ayub. Dengan tipu muslihatnya, iblis menggoda
Siti Rahma agar meninggalkan Nabi Ayub yang seolah sudah tidak ada harapan lagi. Siti
Rahma sempat berpikir untuk meninggalkan Nabi Ayub saat keluar rumah untuk memenuhi
kebutuhan suaminya.

Ketika memanggil istrinya, Nabi Ayub tidak mendengar jawaban dari istrinya tersebut.
Beberapa kali ia mencoba memanggil, namun istrinya tidak ada di rumahnya. Nabi Ayub pun
berpikir bahwa istrinya telah meninggalkannya. la pun berjanji bahwa jika istrinya kembali,
ia akan mencambuknya hingga seratus kali.

Nabi Ayub berdoa kepada Allah untuk memohon kesembuhan. Allah mengabulkan doanya
dan berfirman, "Hantamkanlah kakimu ke tanah."

Nabi Ayub menghantamkan kakinya ke tanah. Keluarlah air yang sangat segar. Nabi Ayub
pun kemudian mandi dan minum air tersebut. Tidak berapa lama kemudian, Nabi Ayub
merasa sehat kembali. Penyakit kulit yang dideritanya telah sembuh, bahkan wajahnya
terlihat semakin tampan dan gagah.
Tak berapa lama, istrinya kembali dan mencoba untuk menemukan suaminya. Alangkah
kaget istrinya karena yang berada di rumahnya adalah seorang laki-laki yang tidak dikenal. la
pun bertanya, "Siapa kamu? Di mana suamiku?"

Nabi Ayub kemudian menjawab, "Akulah suamimu. Allah telah menyembuhkan penyakitku."

Siti Rahma tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Akan tetapi, ia bahagia dengan
keadaan suaminya yang sekarang. la pun kemudian berlari dan menjatuhkan diri di hadapan
suaminya untuk meminta maaf. la merasa bersalah karena sempat berniat untuk
meninggalkan suaminya.

Nabi Ayub memaafkan kesalahannya. Karena telah berjanji untuk mencambuk istrinya yang
telah kembali, ia pun memberitahukan perihal tersebut kepada istrinya. Siti Rahma ternyata
tidak keberatan untuk menerima hukuman tersebut. Sebelum Nabi Ayub menghukum
istrinya, Allah memerintahkan Nabi Ayub untuk mencambuknya dengan seratus helai
rumput.

Allah memberikan imbalan terhadap sikap sabar dan tabah Nabi Ayub dalam menghadapi
ujian. Allah kemudian mengembalikan kekayaan Nabi Ayub karena keuletannya bekerja.
Meski telah menjadi kaya kembali, Nabi Ayub tetap baik hati dan suka menolong.

Selain mengembalikan hartanya, Allah juga memberikan anak kepada Nabi Ayub sejumlah
anaknya yang pernah tertimpa musibah dahulu. Nabi Ayub dan istrinya kemudian hidup
bahagia dan bersyukur karena dapat melalui ujian yang diberikan oleh Allah.

Mereka terus melanjutkan dakwah menyebarkan ajaran Allah, mengabarkan keselamatan,


persaudaraan, dan mengajak manusia untuk kembali dan berjuang di jalan Allah.

Hikmah yang dapat diambil dari Cerita Anak Muslim - Kisah Nabi Ayub AS adalah

Sikap Nabi Ayub yang baik hati, suka menolong, sabar, tabah menghadapi cobaan, ikhlas
ketika bersedekah patut kita jadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Kesadaran bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas kehendak Allah telah menjadikan
Nabi Ayub mampu melewati cobaan yang berat dan bertubi-tubi.

Nabi Ayub berhasil melalui cobaan bertubi-tubi dari Allah sehingga akhirnya beliau
mendapatkan buah dari kesabarannya dan mendapatkan kembali apa yang pernah "hilang"
darinya, yaitu kesehatan, kekayaan, dan anak-anak sejumlah yang pernah ia miliki