Anda di halaman 1dari 9

Asuhan Keperawatan Kejang Demam pada Anak

Kasus : An.D dibawa ke RSUD Magelang pada tanggal 10 juni 2019 dengan keluhan mengalami

demam,batu,pilek,dan kejang 6 kali selama 10 menit .

A. Pengkajian

1. Identitas Pasien

Nama : An.D

Umur : 6 tahun

Tempat,tanggal lahir : Magelang,13 Maret 2013

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Kramat Utara,Magelang Utara,Magelang

2. Identitas Orang Tua

Nama : Tn.A

Umur : 30 tahun

Pendidikan : S1 Arsitektur

Alamat : Kramat Utara,Magelang Utara,Magelang

3. Riwayat Kesehatan

a. Keluhan Utama

Pasien selama kurang lebih 1 minggu batuk,pilek,kejang 6 kali selama 10

menit dan setelah kejang suhu tubuhnya panas sampai 380 C.


b. Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang dengan keluhan demam tinggi dan disertai kejang sebanyak

6 kali,setelah kejang klien minta BAB, BAB cair berampas, dibawa ke

RSUD Magelang dalam keadaan lemah

c. Riwayat Penyakit Dahulu

Menurut keterangan keluarga pasien belum pernah mengalami kejang

sebelumnya ,biasanya hanya demam dan sembuh setelah minum obat

penurun panas dari Puskesmas atau dokter praktek terdekat.

d. Riwayat Penyakit Keluarga

Keluarga klien tidak ada yang mempunyai riwayat kejang,hipertermi,dan

stroke.

4. Pemeriksaan Fisik

Dilakukan pada tanggal 10 juni 2019

Keluhan utama : lemah

Kessadaran : composmetis

TTV : Nadi : 116 kali/menit

RR : 37 kali/menit

Suhu : 380C

BB : 22 Kg

TB : 100 Cm

Kepala : mesochepal

Mata : konjungtiva tidak anemis ,sklera tidak ikterik


B. Analisa Data

No . Data Etiologi Masalah

DS: Proses infeksi Hipertermi


1.
- Ibu pasien mengatakan

anaknya batuk,pilek,dan

demam

DO:

- Wajah pasien tampak merah

- Suhu tubuh klien 380C,nadi

88 kali/menit,RR : 38

kali/menit

DS: Kejang Resiko tinggi


2.
- Ibu pasien mengatakan kerusakan sel otak

sebelum masuk RS pasien

mengalami kejnag 6 kali

disertai demam tinggi

DO:

- Anak tampak lemas

- Terpasang infuse RL 20

tetes/menit,wajah tampak

tegang

DS: Sering buang air Resiko kurangnya


3.
- Ibu pasien mengatakan besar cairan dan elektrolit
anaknya diare kurang lebih 1

jam setelah kejang

DO:

- Feses terlihat cair,warna

kuning,berampas,membrane

mukosa kering

C. Diagnosa Keperawatan

1. Hipertermi ditandai dengan proses infeksi atau inflamasi

Ditandai dengan :

DS : Ibu pasien mengatakan anaknya batuk,pilek,dan demam

DO : Wajah pasien tampak merah,

Suhu tubuh klien 380C, nadi 88 kali/menit,RR : 38 kali/menit

2. Resiko terjadi kerusakan sel otak berhubungan dengan kejang

Ditandai dengan :

DS : Ibu pasien mengatakan sebelum masuk RS pasien mengalami kejnag 6 kali

disertai demam tinggi

DO : Anak tampak lemas

Terpasang infuse RL 20 tetes/menit,wajah tampak tegang

3. Resiko kurangnya volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan sering BAB

dan muntah

Ditandai dengan :

DS : Ibu pasien mengatakan anaknya diare kurang lebih 1 jam setelah kejang

DO : Feses terlihat cair,warna kuning,berampas,membrane mukosa kering


D. Intervensi Keperawatan

No. Tujuan Intervensi Rasionalisasi

Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji tanda dan 1. Untuk


1.
selama 3x24 jam tidak gejala adanya meidentifikasi

terjadi hipertermi peningkatan suhu pola demam

Dengan kriteria hasil : tubuh dan pasien

- Suhu tubuh normal penyebabnya 2. Untuak acuan

(36-370C),pasien 2. Monitor TTV,suhu mengetahui

tidak demam, tiap 6 jam sekali kesadaran umum

- Pasien tampak 3. Monitor intake pasien

nyaman dan output 3. Untuk

4. Anjurkan untuk mengetahui

memakai pakaian ketidakseimbanga

tipis dan n cairan tubuh

menyerap keringat 4. Untuk

menurunkan suhu

tubuh

Setelah dilakukan tindaka 1. Longgarkan 1. Untuk


2.
keperawatan selama 3x24 pakaian pada menfasilitasi

jam tidak terjadi kerusakan daerah leher atau usaha bernafas

sel otak dan tidak terjadi dada,dan abdomen dan ekspansi dada

komplikasi 2. Kolaborasi 2. Dapat

Dengan kriteria hasil : pemberian menurunkan


- Tidak ada tanda- tambahan O2 hhipoksia

tanda kejang 3. Kolaborasi serebral sebagai

- Peredaran darah pemberian obat akibat dari

lancar sesuai indikasi sirkulasi yang

- Suplai oksigen menurun atau

lancar oksigen sekunder

- Komplikasi otak terhadap spasme

tidak terjadi vaskuler

- Kerusakan otak 3. Obat anti kejang

tidak terjadi yang dapat

menstabilkan

hormon

Setelah dilakukan 1. Mengkaji 1. Menentukan


3.
perawatan selama 3x24 frekuensi defekasi, kebutuhan dan

jam diharapkan karakteristik keghilangan

keseimbangan cairan dapat jumlah dan faktor cairan

dipertahankan dalam batas pencetus 2. Meningkatkan

normal, 2. Anak sirkulasi

Dengan kriteria hasil : diistirahatkan 3. Mencegah diare

- Membrane mukosa 3. Pemberian obat berlanjut

lembab anti diare

- Turgor elastic

- BB tidak
menunjukan

penurunan

E. Implementasi Keperawatan

Tanggal /jam Implementasi Paraf

1. Mengkaji tanda dan gejala adanya peningkatan


10/06/2019
suhubtubuh dan penyebabnya

Rasional/suhu tubuh 380C

2. Monitor TTV,suhu tiap 6 jam sekali

R/suhu : 380C ,RR: 37 x/mnt, nadi: 116 x/ mnt

3. Monitor intake dan output

R/ BAB 4 kali, BAK 6 kali

4. Anjurkan untuk memakai pakaian tipis dan

menyerap keringat

R/anak tampak nyaman

11/06/2019
5. Longgarkan pakaian pada daerah leher atau dada,dan

abdomen

R/anak mau melonggarkan pakaiannya

6. Kolaborasi pemberian tambahan O2

R/O2 sudah terpasang 2 liter


7. Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi

R/pasien mau meminum obat yang diberikan

8. Mengkaji frekuensi defekasi, karakteristik jumlah

dan faktor pencetus

R/pasien sudah dikaji

9. Anak diistirahatkan

R/menyuruh keluarga yang besuk untuk keluar

ruangan

10. Pemberian obat anti diare

R/lacto B

12/06/2019 1. Mengkaji tanda dan gejala adanya peningkatan

suhubtubuh dan penyebabnya

Rasional/suhu tubuh 360C

2. Monitor TTV,suhu tiap 6 jam sekali

R/suhu : 360C ,RR: 39 x/mnt, nadi: 110 x/ mnt

3. Monitor intake dan output

R/ BAB 2 kali, BAK 6 kali

4. Anjurkan untuk memakai pakaian tipis dan

menyerap keringat

R/anak tampak nyaman


F. Evaluasi

Tanggal /jam Evaluasi Paraf


10/06/2019 S : Ibu pasien mengatakan anaknya masih panas
O : suhu 370C ,pasien sudah tampak tenang
A : masalah belum teratasi \
P : lanjutkan intervensi

S : ibu pasien mengatakan anaknya tidak mengalami kejang


lagi
O : tidak ada tanda-tanda kejang, suplai oksigen
tercukupi,peredaran darah lancar
A : masalah teratasi sebagian
P : intervensi dilanjutkan ke no. 6,7

11/06/2019 S : ibu pasien mengatakan anaknya sudah tidak BAB terus dan
sudah tidak muntah
O : BAB 2x sehari dengan kosintensi lembek tidak berampas,
turgor kulit elastis,membrane mukosa lembab, minum banyak
A : masalah teratasi
P : intervensi dihentikan

S : ibu klien mengatakan anak masih panas


O : suhu 36,80C pasien sudah tampak tenang
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi

S : ibu pasien mengatakan anaknya tidak mengalami kejang


lagi
O : tidak ada tanda-tanda kejang,suplai oksigen
tercukupi,peredaran darah lancar
A : masalah teratasi
P : intervensi dihentikan

12/06/2019 S : ibu pasien mengatakan anaknya tidak panas lagi


O : suhu 360C pasien tampak tenang
A : masalah teratasi
P : intervensi dihentikan ,pasien pulang .