0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
346 tayangan22 halaman

Jenis dan Fungsi Mesin Bubut

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut memberikan informasi tentang Dafa Aditya Murt dengan NIM I8619009 yang berkuliah di prodi D3 Teknik Mesin. 2. Dokumen tersebut juga menjelaskan tentang jenis-jenis mesin bubut dan alat-alat yang digunakan pada mesin bubut. 3. Prinsip kerja mesin bubut adalah memutar benda kerja untuk membentuknya menggunakan al

Diunggah oleh

Dafa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
346 tayangan22 halaman

Jenis dan Fungsi Mesin Bubut

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut memberikan informasi tentang Dafa Aditya Murt dengan NIM I8619009 yang berkuliah di prodi D3 Teknik Mesin. 2. Dokumen tersebut juga menjelaskan tentang jenis-jenis mesin bubut dan alat-alat yang digunakan pada mesin bubut. 3. Prinsip kerja mesin bubut adalah memutar benda kerja untuk membentuknya menggunakan al

Diunggah oleh

Dafa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Dafa Aditya Murt

NIM : I8619009

prodi : D3 Teknik Mesin


MESIN BUBUT

Mesin bubut adalah salah satu jenis mesin perkakas yang memiliki prinsip kerja
menghilangkan bagian tertentu dari sebuah objek atau benda kerja untuk menghasilkan bentuk
tertentu dengan cara diputar.

A. Jenis-jenis mesin bubut Berdasarkan Dimensinya


1.Mesin bubut ringan

Mesin bubut ringan diperuntukkan untuk pekerjaan membubut objek yang berukuran kecil dan
ringan dengan panjang mesin umumnya tdak lebih dari 1200 mm sehingga sangat cocok untuk
lathan dan industri rumah tangga.Mesin ini biasa kita jumpai di beberapa sekolah mesin yang di
gunakan untuk lathan dan pembelajaran.

2.Mesin bubut sedang (medium lathe)

mesin bubut sedang memiliki konstruksi yang lebih detail dan dilengkapi dengan peralatan
khusus yang digunakan untuk pekerjaan yang memiliki banyak variasi dan membutuhkan
ketelitan.Mesin bubut jenis ini dapat membubut material dengan diameter sampai dengan 200mm
dan panjang 100mm. Tidak hanya untuk menghasilkan perkakas, mesin bubut sedang juga dapat
digunakan untuk memperbaiki perkakas.
3.Mesin bubut standar (standard lathe)

Mesin bubut standar memiliki ukuran yang besar dan lebih berat komponen sepert pada mesin
bubut ringan dan sedang serta dilengkapi dengan keran pendingin, lampu kerja, bak penampung
beram, dan rem. Mesin bubut standar paling banyak digunakan di home industri.

4.Mesin bubut meja panjang (long bed lathe)

Mesin bubut ini digunakan untuk mengerjakan benda yang besar dan panjang, dan banyak
digunakan untuk pabrik-pabrik besar.
B. Jenis Mesin Bubut Berdasarkan Prinsip Kerjanya
1. Mesin bubut centre lathe

Mesin bubut centre lathe paling banyak digunakan pada industri karena dirancang untuk
berbagai macam bentuk. Mesin bubut ini menggunakan poros spindle yang memiliki chuck berahang
pada satu sisinya sebagai alat cengkram material. Rahang ini menjadi pusat sumbu dan sisinya yang
lain menjadi pemutar.

2.Mesin bubut sabuk

mesin bubut sabuk menggunakan sabuk untuk memutar roda gigi. Sabuk melingkari roda gigi
dan berputar dengan putaran poros dari spindle yang terkait dengan sabuk. Roda gigi yang dilingkari
sabuk inilah menjadi kunci pembuatan ulir dan pemotongan material karena diujung rangkaian roda
gigi tersebut terdapat eretan pahat yang bergerak memutar konstan untuk membentuk ulir.

3.Mesin bubut vertcal turning & boring milling

Mesin bubut ini bekerja secara otomats. Sebelum bekerja, mesin bubut ini hanya perlu
menentukan bentuk akhir dari setap potongan yang diberikan oleh operator dan selanjutnya mesin
bubut ini akan membubut sesuai setngan. Poros mesin akan mengeset sendiri cengkramannya pada
material bahan kerja.Mesin otomats ini banyak di jumpai di beberapa perusahaan industri dan
manufactur yang membutuhkannya.
4.Mesin bubut facing lathe

Untuk material berbentuk piringan, mesin bubut facing lathelah pilihannya. Mesin bubut ini
memiliki cakram atas piringan berupa plat besar yang berada pada sisi dasar, kemudian proses
pembubutan bekerja pada kedua sisi piringan.

5.Mesin bubut turret

Mesin bubut turret memiliki kemampuan untuk mengerjakan material secara identk.
Maksud identc disini adalah mesin bekerja sesuai dengan urutan kerja yang telah diatur oleh
operator mesin sehingga sangat cocok untuk produksi material secara massal di industri-insdustri.
6.Mesin bubut turret jenis sadel

Hampir mirip dengan mesin bubut turrent biasa, mesin bubut turret jenis sadel
menggunakan sadel untuk melakukan pengaturan dan pengoperasian untuk menghasilkan material
yang identk.

7.Mesin bubut turret vertkal

Mesin bubut turret vertkal memiliki meja putar bercengkram dan turret yang terpasang di
atas rel yang menyilang pada meja putar. Pada turret terdapat kepala samping yang menjadi
pengontrol pahat dengan sistem yang sudah diset sehingga terjadi pengulangan proses secara identk
pada saat dioperasikan.Jika kecepatan translasi dari pahat diatur dengan perbandingan tertentu,
maka akan menghasilkan ulir dengan ukuran tertentu di benda putar. Bentuk ulir yang bermacam-
macam serta ukuran yang berbeda-beda dihasilkan dari komponen mesin roda gigi translasi.umlah
gigi pada roda gigi penukar berkisar dari 15 gigi sampai 127 gigi.
Pada dasarnya prinsip kerja mesin bubut ada dua macam, yaitu
1.Main Drive

Gerakan utama pada mesin bubut putaran motor listrik berupa putaran motor listrik yang
ditransmisikan melalui belt menuju gear box Di dalam gear box terdapat roda gigi yang berfungsi
untuk mengatur transmisi putaran spindel, sehingga menghasilkan putaran pada chuck.

2. Feed Drive

1. gerak penyetelan : gerakan untuk mengatur alat pahat yang berada pada toolpost
2. gerakan pemakanan : gerakan melintang pada alat pahat di permukaan benda kerja

Bagian yang ada pada mesin bubut


1. Bed Way

Bed Way adalah penopang sebagai tempat relay bertumpu.

2. Head Stok

Merupakan tempat dimana gear box dan Quick Change gear box dipasang.

3. Quick Change Gear box / feed box

Quick Change Gear box atau juga sering disebut dengan Feed Box berfungsi untuk mentransmisikan
daya dan putaran dari Gear Box serta mengatur kecepatannya sebelum diteruskan kemekanisme
pemakanan/Apron. Gear Box dan Quick Change

Gear Box terletak pada Head Stock.

4. Cariage Box

Merupakan meja penggerak pahat dan terletak di atas apron.

5. Electrical Box

Merupakan tempat rangkaian sistem elektronik lathe machine.

6. Chuck Protectng Cover

Merupakan penutup chuck yang berfungsi sebagai pelindung pengguna dari

serpihan geram.

7. Splash Guard

Merupakan pelindung dan pembatas agar geram tdak terlempar kemana-mana.

8. Lower Carriage

Merupakan penopang dari top carriage.

9. Top carriage

Penopang dari tool holder.

10. Cooling

Berfungsi sebagai saluran cairan pendingin.

11. Working Light

Lampu yang berfungsi sebagai penerang saat pengguna bekerja.

12. Tail Stock


Tail stock terletak berhadapan dengan spindle. Berfungsi untuk menahan ujung benda kerja saat
pembubutan dan juga dapat digunakan untuk memegang tool pada saat pengerjaan drilling,
reaming, dan tapping.

13. Lead Screw

Poros berulir yang berfungsi untuk menggerakan carriage box saat melakukan penguliran.

14. Feed Rod

Poros yang berfungsi untuk menggerakan carriage saat melakukan pembubutan.

15. Switch Rod

Adalah bagian mesin yang berfungsi untuk merubah putaran dari feed rod.

16. Tool Holder

Merupakan bagian mesin bubut yang berfungsi untuk memegang pahat.

17. Quadrant

Susunan Pulley yang mentransmisikan putaran antara gearbox dan quick change

gear box.

18. Oil Tray

Merupakan tempat geram dan pengalir coolant menuju reservoir.

19. Steady Rest

Alat bantu untuk menopang benda kerja yang kedudukannya tetap.

20. Foot Stand

Merupakan penopang dari seluruh rangkaian mesin bubut.

21. Thread Indicator

Indikator putaran flywheel.

22. Foot Breake

Adalah pedal injak yang berfungsi untuk menghentkan mesin dengan memutus arus listrik.

macam-macam alat yang digunakan untuk pemotongan mesin bubut

1.Pahat Bubut

Pahat bubut merupakan alat potong utama yang biasa dipasang pada toolpost mesin bubut
dan digunakan untuk meyayat bidang kerja baik dalam maupun luar
2.Bor senter (centre drill)

Bor senter merupakan alat potong yang berfungsi untuk membuat lubang senter pada ujung
permukaan benda kerja.

 Bor senter tpe standar (standard type centre drill)

Bor senter tpe standar disebut juga plain type centre drill. Memiliki sudut mata sayat ujung
(point angle) sebesar 118° dan sudut mata sayat pengarah (countersink angle) sebesar 60°.

 Bor senter tpe bell (Bell type centre drill)

Bor senter tpe bell memiliki sudut mata sayat ujung (point angle) sebesar 118°. Dan memiliki
dua sudut mata sayat pengarah (countersink angle), yaitu sebesar 60° dan 120°.
 Bor senter tpe safety (safety tpe centre drill)

Bor senter tpe safety memiliki mata sayat pengarah trus dan rata. Memiliki sudut pengarah
senter sebesar 60°. Bor senter ini dibutuhkan ketka membutuhkan hasil lubang senter.

 bor senter tpe radius

Bor senter ini memiliki mata sayat pengarah berbentuk radius. Sehingga lubang senter yang
dibuat memiliki profil berbentuk radius.

3. Mata bor (twist drill)

Mata bor merupakan alat potong yang berfungsi untuk membuat atau memperbesar
diameter lubang pada benda kerja
 Mata bor berdasarkan bentuk tangkai :

1) Mata bor tangkai lurus

Mata bor yang pengikatannya membutuhkan cekam bor (drill chuck) pada saat dipasang
pada mesin bubut.

2) Mata bor tangkai trus

Mata bor yang pengikatannya dapat langsung dimasukkan pada lubang trus yang ada di
kepala lepas.Dalam pemasangannya dapat ditambah dengan sarung pengurang (drill sleeve). Tangkai
trus pada mata bor ini menggunakan standar trus morse atau Morse Taper (MT). Yaitu dimulai dari
MT nomer 1 sampai dengan 6 untuk bagian luarnya
 Jenis mata bor berdasarkan spiral

1) Mata bor spiral normal (normal spiral drill)

Mata bor jenis ini digunakan untuk mengebor jenis baja lunak.

2) Mata bor spiral panjang (slow spiral drill)

Mata bor jenis ini digunakan untuk mengebor jenis baja keras.

3) Mata bor spiral pendek (quick spiral drill)

Mata bor jenis ini digunakan untuk mengebor jenis bahan baja liat. Kesimpulannya semakin
keras benda kerja yang akan dibor, maka semakin panjang spiral mata bor yang dipilih

 Jenis mata bor berdasarkan sudut mata sayat atau mata potong

1) Mata bor yang memiliki sudut mata sayat 90°

Mata bor jenis ini digunakan untuk mengebor jenis baja lunak.

2) Mata bor yang memiliki sudut mata sayat 118°

Mata bor jenis ini digunakan untuk mengebor jenis baja lunak sampai dengan baja sedang.

3) Mata bor yang memiliki sudut mata sayat 135°

Mata bor jenis ini digunakan untuk mengebor jenis baja keras. Kesimpulannya semakin keras
benda kerja yang akan dibor, maka semakin besar sudut mata sayat mata bor yang dipilih.
4.Kontersink (Countersink)

Kontersink merupakan alat potong pada mesin bubut yang digunakan untuk menchamper
diameter ujung lubang pada benda kerja. Tujuan dari dichamper adalah agar tdak tajam dan
memudahkan baut atau poros masuk ke dalam lubang.

 Jenis Kontersink menurut bentuk tangkai

1) Kontersink tangkai lurus

Kontersink tangkai lurus digunakan dengan cara dicekam atau menggunakan cekam bor (drill
chuck). Sama sepert mencekam mata bor tangkai lurus.

2) Kontersink tangkai trus

Kontersink tangkai trus digunakan dengan cara dipasang pada lubang sleeve pada kepala
lepas. Sama sepert memasang mata bor tangkai trus. Apabila trus tangkainya terlalu kecil, bisa
ditambah sarung pengurang.

 Jenis Kontersink menurut mata sayat

1) Kontersink tanpa mata sayat (Zero flute countersink)

Kontersink yang memiliki mata sayat berupa lubang.


2) Kontersink alur satu (single flute countersink)

3) Kontersink alur tga (three flute countersink)

4) Kontersink alur empat (four flute countersink)

5) Kontersink alur lima (five flute countersink)


6) Kontersink alur enam (six flute countersink)

Semakin banyak alur pada kontersink, maka beban yang diterima mata sayat menjadi
semakin ringan. Karena beban yang diterima dibagi berdasarkan jumlah mata sayatnya.

5. Konter bor (Counter bore)

Konter bor merupakan alat potong yang digunakan untuk membuat lubang bertngkat.
Sebelum menggunakan konter bor, operator harus membuat lubang utama terlebih dahulu.Hasil dari
lubang bertngkat tersebut umumnya berfungsi sebagai dudukan kepala baut L (Elen key).

 Jenis konter bor menurut bentuk tangkai

1) Konter bor tangkai lurus

Konter bor tangkai lurus digunakan dengan cara dicekam atau menggunakan cekam bor (drill
chuck). Sama sepert mencekam mata bor tangkai lurus.

2) Konter bor tangkai trus

Konter bor tangkai trus digunakan dengan cara dipasang pada lubang sleeve pada kepala
lepas. Sama sepert memasang mata bor tangkai trus. Apabila trus tangkainya terlalu kecil, bisa
ditambah sarung pengurang.
 Jenis konter bor menurut ujung mata sayat

1) Konter bor dengan pengarah

Jenis konter bor ini memanfaatkan lubang yang telah dibuat sebagai pengarah mata sayat.
Sehingga lubang yang dibuat tdak menyimpang dari sumbu utama karena lebih stabil.

2) Konter bor tanpa pengarah

Jenis konter bor ini hanya memanfaatkan lubang yang telah dibuat sebagai ttk senter.

6.Reamer mesin (Machine reamer)

Reamer mesin merupakan alat potong yang berfungsi untuk menghaluskan dan
memperbesar lubang dengan toleransi dan suaian tertentu. Sama sepert konter bor, sebelum
menggunakan alat ini harus membuat lubang terlebih dulu.

Diameter lubang yang dibuat harus lebih kecil daripada diameter reamernya. Tujuannya agar
hasil pengerjaan maksimal dan beban yang diterima reamer lebih ringan. Sehingga umur reamer
lebih panjang.
 Jenis reamer menurut fungsinya

1) Reamer untuk lubang pen

Reamer jenis ini digunakan untuk pembuatan lubang pen trus yang memiliki ketrusan
standar. Menurut mata sayatnya, jenis reamer ini dibagi menjadi tga yaitu :

a. Reamer pen trus mata sayat lurus / straight taper pin reamer

b. Reamer pen trus mata sayat spiral / spiral taper pin reamer

c. Reamer pen trus mata sayat helix / helical taper pin reamer

2) Reamer mesin untuk lubang lurus

Reamer jenis ini digunakan untuk menghaluskan dan meluaskan lubang lurus yang memiliki
toleransi dan suaian khusus. Menurut bentuk tangkainya, jenis reamer ini dibagi menjadi dua yaitu :

a. Reamer lurus tangkai lurus

b. Reamer lurus tangkai trus


3) Reamer mesin untuk lubang trus

Reamer jenis ini digunakan untuk membuat lubang trus dengan ketrusan standar, misalnya
standar morse. Yaitu mulai dari MT 1 sampai dengan MT 6. Menurut fungsinya, rimer ini terbagi
menjadi dua jenis yaitu :

a. Reamer trus untuk pengasaran

b. Reamer trus untuk finishing

Untuk mendapatkan hasil lubang yang sesuai dengan toleran dan suaian yang dibutuhkan, garis
sumbu reamer harus benar-benar sepusat. Untuk mereamer lubang trus, disarankan untuk
membuat lubang bertngkat terlebih dahulu

7.Kartel (knurling)

Kartel merupakan alat potong yang digunakan untuk membuat garis-garis atau gigi-gigi
melingkar pada permukaan benda kerja. Tujuan pengkartelan bagian luar benda kerja yaitu agar
permukaan benda kerja tdak licin saat dipegang dengan tangan. Contohnya pada handle pemutar
dan tangkai penarik
 Jenis kartel menurut pola/bentuk gigi

a. Kartel lurus

b. Kartel menyudut/silang, baik kanan maupun kiri.

c. Kartel belah ketupat/diamond, baik yang menonjol (male) atau yang masuk ke dalam
(female)

 Jenis kartel menurut bentuk holder

Sedangkan menurut bentuk pemegang (holder) gigi pisau kartel ada berbagai macam.
Disesuaikan dengan posisi dan kondisi permukaan yang akan dikartel. Contoh dari macam bentuk
pemegang (holder) kartel antara lain :

1) Pair knurling holder type

2) Swiss straddle knurl tool holder


3) Knurling holder cross type

4) Knurling holder clamp type

5) F761 form knurling holder


Proses kerja yang dapat dilakukan di mesin bubut
1. Pembubutan tepi (facing)

Pengerjaan benda kerja terhadap tepi penampangnya atau tegak lurus terhadap sumbu benda kerja.

2. Pembubutan silindris (turning)

Pengerjaan benda kerja dilakukan sepanjang garis sumbunya. Baik pengerjaan tepi maupun
pengerjaan silindris posisi dari sisi potong pahtnya harus terletak senter terhadap garis sumbu dan ini
berlaku untuk semua proses pemotongan pada mesin bubut.

3. Pembubutan alur (grooving)

Pembubutan yang di lakukan di antara dua permukaan.

4. Pembubutan trus (chempering)

Adapun caranya sebagai berikut :

• Dengan memutar compound rest

• Dengan menggeser sumbu tail stock

• Dengan menggunakan taper attachment.

5. Pembubutan ulir (threading)

Bentuk ulir didapat dengan cara menggerinda pahat menjadi bentuk yang sesuai dengan
menggunakan referensi mal ulir (thread gauge). Atau bisa juga menggunakan pahat tertentu
ukurannya yangsudah di jual di pasaran, biasanya untuk ulir-ulir standar.

6. Drilling

Membuat lubang awal pada benda kerja

7. Boring

Memperbesar lubang pad benda kerja.

8. Kartel (knurling)

Membuat profil atau grif pegangan pada benda kerja sepert pada pegangan tang,obeng agar tdak
licin.

9. Reaming

Memperhalus lubang pada benda kerja.

Anda mungkin juga menyukai