0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
283 tayangan104 halaman

Meningkatkan Prestasi IPA dengan Jigsaw

Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang rendahnya prestasi belajar siswa SDN Kertajaya dalam mata pelajaran IPA khususnya mendeskripsikan gerhana matahari dan gerhana bulan. Peneliti beranggapan bahwa permasalahan tersebut disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif dan mengaktifkan siswa sehingga rencananya akan menerapkan metode demonstrasi dalam model pembelajaran kooperatif untuk

Diunggah oleh

Ranti Maulida
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
283 tayangan104 halaman

Meningkatkan Prestasi IPA dengan Jigsaw

Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang rendahnya prestasi belajar siswa SDN Kertajaya dalam mata pelajaran IPA khususnya mendeskripsikan gerhana matahari dan gerhana bulan. Peneliti beranggapan bahwa permasalahan tersebut disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif dan mengaktifkan siswa sehingga rencananya akan menerapkan metode demonstrasi dalam model pembelajaran kooperatif untuk

Diunggah oleh

Ranti Maulida
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar yang dilakukan

oleh manusia untuk mengembangkan kemampuan dan kepribadiannya.

Pendidikan ini memegang peranan penting dalam membina manusia yang

memiliki pengetahuan dan ketrampilan, serta manusia-manusia yang

memiliki sikap positif terhadap segala hal, sehingga dapat dikatakan

bahwa pendidikan merupakan suatu usaha yang sangat penting dan

dianggap pokok dalam kehidupan manusia.

Bentuk kongkret dari pendidikan yang dilakukan oleh manusia

tersebut tampak dalam aktivitas belajar mengajar sebagaimana Sudjana

(1989) mengatakan bahwa proses belajar mengajar merupakan suatu

kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Keberhasilan tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan

dalam Undang - Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun

2003 akan tercapai bila didukung oleh komponen – komponen pilar

pendidikan yang meliputi motivasi belajar siswa, materi pembelajaran,

proses pembelajaran, dan tujuan pembelajaran.

Keempat pilar sebagaimana tersebut di atas, komponen proses

pembelajaran merupakan komponen yang memegang peranan penting

dalam mencapai tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran ini menunjuk

pada kegiatan di mana didalamnya terdapat integrasi dan interaksi


2

komponen-komponen pembelajaran yaitu guru, siswa, materi dan metode

pembelajaran.

Guru sebagai ujung tombak dalam pencapaian tujuan pendidikan,

perlu memilih strategi pembelajaran yang efektif dan efisien. Pengelolaan

proses pembelajaran yang efektif merupakan titik awal keberhasilan

pembelajaran yang bermuara akan meningkatkan prestasi belajar siswa

(Chabibah, 2006 : 24). Terkait dengan proses pembelajaran, guru memiliki

peran sentral berhasil tidaknya suatu proses pembelajaran, sebab guru

dalam posisi ini bertindak sebagai perancang atau desainer sekaligus

pengelola proses pembelajaran sedemikian hingga hasil dari proses

pembelajaran tersebut tercapai. Namun demikian, peran guru dalam

mendesain dan mengelola proses belajar mengajar di kelas seringkali

dihadapkan pada kondisi-kondisi dimana rancangan pembelajaran yang

didesainnya tidak berjalan dengan lancar sesuai harapan. Tidak

berkembangnya salah satu faktor dalam proses pembelajaran atau

kegiatan belajar mengajar yaitu guru, murid, materi dan metode

pembelajaran sudah barang tentu berpengaruh pada proses pembelajaran

yang dilaksanakan di dalam kelas. Bahkan kondisi tersebut akan

berpengaruh pula pada hasil pembelajaran terutama tampak pada hasil

belajar siswa.

Kondisi demikian terjadi pula pada kegiatan belajar mengajar mata

pelajaran IPA di kelas VI Kompetensi dasar mendeskripsikan gerhana

matahari dan gerhana bulan, dimana dari kondisi awal kegiatan belajar
3

mengajar di SDN Kertajaya untuk mata pelajaran IPA menunjukkan hasil

belajar siswa rendah dan belum mencapai kriteria ketuntasan belajar

(KKM) dimana dari 30 siswa, 18 orang siswa atau 60 % pesera didik kelas

VI hasil belajarnya kurang dari 75 sebagai batas KKM. Hasil refleksi diri

menunjukkan bahwa rendahnya prestasi belajar tersebut diantaranya

adalah sikap pasif siswa dalam proses pembelajaran, proses

pembelajaran yang monoton dan kurang bervariasi, dominasi guru masih

sangat besar sehingga siswa kurang mandiri sehingga mempengaruhi

prestasi belajar.

Dari refleksi tersebut, akar permasalahan yang menyebabkan

kondisi tersebut terjadi pada intinya adalah penggunaan metode

pembelajaran yang dalam hal ini guru lebih banyak menggunakan metode

ceramah dan penugasan sehingga kurang mampu meningkatkan hasil

belajar siswa. Untuk itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan prestasi

belajar siswa melalui penerapan metode yang dapat mendorong keaktifan

siswa dalam proses belajar mengajar dan mengurangi dominasi guru

dalam pengajaran dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar

siswa. Untuk tujuan tersebut penelitian ini menerapkan metode

demonstrasi pada pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw. Peningkatan

mutu pendidikan dapat dicapai melalui berbagai cara, antara lain: melalui

peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, pelatihan dan

pendidikan, atau dengan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan

masalah-masalah pembelajaran secara profesional lewat penelitian


4

tindakan secara terkendali. Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran

dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat menjalankan

tugasnya akan memberi dampak positif ganda. Pertama, peningkatan

kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran

yang nyata. Kedua, peningkatan kualitas isi, masukan, proses, dan hasil

belajar. Ketiga, peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga

kependidikan. Keempat, penerapan prinsip pembelajaran berbasis

penelitian.

Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) masalah-masalah

pendidikan dan pembelajaran dapat dikaji, ditingkatkan dan dituntaskan,

sehingga proses pendidikan dan pembelajaran yang inovatif dan hasil

belajar yang lebih baik, dapat diwujudkan secara sistematis. Upaya PTK

diharapkan dapat menciptakan sebuah budaya belajar (learning culture) di

kalangan guru -siswa di sekolah. Yang menjadi permasalahan dalam

penelitian ini adalah rendahnya kemampuan peserta didik dalam

mendeskripsikan gerhana matahari dan gerhana bulan pada

pembelajaran IPA di Kelsa VI SDN Kertajaya . PTK ini menawarkan

peluang sebagai strategi pengembangan kinerja, sebab pendekatan

penelitian ini menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan sebagai

peneliti, sebagai agen perubahan yang pola kerjanya bersifat kolaboratif.

Mutu pembelajaran dapat meningkat tergantung kepada lima faktor

utama, diantaranya peran guru sebagai agen pembelajaran, materi yang


5

dibelajarkan, alat bantu metode dan kesiapan peserta didik melaksanakan

pembelajaran.

B. Rumusan Masalah

Supaya penelitian ini lebih terarah, maka peneliti merumuskan masalah

penelitian ini dalam beberapa pertanyaan dianratanya:

1. Bagaimanakah perencanaan pembelajaran penerapan metode

demonstrasi untuk meningkatkan kemampuan mendeskripsikan

terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan melalui model

cooperative Learning?

2. Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran penerapan metode

demonstrasi untuk meningkatkan kemampuan peserta didik

mendeskripsikan terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan

melalui model cooperative learning ?

3. Bagaimanakah kemampuan peserta didik mendeskripsikan

tejadinya gerhana mataahari dan gerhana bulan melalui model

cooperative learning ?.

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk :

1. Meningkatkan kemampuan guru menerapkan metode demonstrasi

dalam mendeskripsikan terjadinya gerhana matahari dan gerhana

bulan melalui model cooperative learning.


6

2. Meningkatkan kemampuan guru melaksanakan metode

demonstrasi dalam mendeskripsikan terjadinya gerhana matahari

dan gerhana bulan melalui model cooperative learning.

3. Meningkatkan kemampuan peserta didik mendeskripsikan

terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan dengan penerapan

metode demonstrasi pada model cooperative learning.

D. Manfaat Penelitian

Dengan melakukan penelitian penerapan metode demonstrasi

untuk meningkatkan kemampuan peserta didik mendeskripsikan

terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan, diharapkan dapat

diperoleh beberapa manfaat antara lain :

1. Untuk siswa, hasil penelitian ini sebagai media meningkatkan

aktivitas belajar untuk lebih menguasai dan memahami materi

pelajaran melalui penguasaan konsep-konsep pokok pelajaran

yang diajarkan di kelas terutama mata pelajaran IPA.

2. Untuk peneliti, hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dan

gagasan untuk pengembangan dan peningkatan ketrampilan

mengorganisasi, memformulasi, dan mengkondisikan kegiatan

belajar mengajar di kelas terutama untuk mata pelajaran IPA

sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan oftimal

3. diharapkan dapat memberi informasi dan atau sebagai acuan

untuk pengembangan teknologi pembelajaran terutama

pembelajaran mata pelajaran IPA di SDN Kertajaya


7

E. Anggapan Dasar

Anggapan dasar merupakan dasar berpijak bagi peneliti untuk

melakukan penelitian, yang dijadikan dasar dalam penelitian ini adalah

1. Keberhasilan guru dalam proses pembelajaran akan ditentukan

oleh kemampuan dia menerapkan model pembelajaran cooperative

teknik Jigsaw dengan penerapan metode demonstrasi.

2. Diduga penerapan model pembelajaran cooperative dapat

mengaktifkan peserta didik mendeskripsikan terjadinya gerhana

matahari dan gerhana bulan, meningkatkan kemampuan peserta

didik melakukan kerja ilmiah.

G. Hipotesis

Hipotesis tindakan merupakan jawaban sementara yang harus diuji

kebenarannya dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Apabila guru menyusun perencanaan pembelajaran yang runtut

sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik menerapkan

model pembelajran cooprative teknik Jigsaw dengan penerapan

metode demonstrasi, maka kemampuan peserta didik

mendeskripsikan terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan

akan meningkat.

2. Apabila peserta didik berperan aktif dalam mengajukan dan

menjawab pertanyaan, melakukan kegiatan belajar berkelompok


8

tekinik jigsaw , banyak mengamati dan membiasakan berpikir kritis

hasil belajar akan meningkat.


9

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) disebut juga pelajaran

sains yang berasal dari kata science yaitu istilah yang mengacu pada

masalah-masalah kealaman (nature). IPA membahas tentang gejala-

gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil

percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia.

IPA berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara

sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan

pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip

saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA

diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari

diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut

dalam menerapkanya di dalam kehidupan sehari-hari.

Ruang lingkup pembelajaran IPA di sekolah dasar meliputi aspek-

aspek berikut:

a. Makhluk hidup dan proses kehidupannya, yaitu manusia, hewan,

tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan serta kesehatan

b. Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan

gas
10

c. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik,

cahaya dan pesawat sederhana, bumi dan alam semesta meliputi:

tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit

B. Belajar .

Menurut Nana Saodih Sukmadinata (2004:109), belajar adalah

proses membangun pemahaman dan pengertian berkat interaksi dengan

lingkungan menuju perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Peran

guru bertindak sebagai fasilitator, pembimbing, pelatih, pengembang

peserta didik yang berada dalam proses perkembangan. Sebagian besar

perkembangan peserta didik dicapai melalui proses belajar. Belajar bisa

berlangsung dengan guru ataupun tanpa guru. Tidak disangkal lagi bahwa

belajar modal kemajuan, bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu

menciptakan masyarakat belajar. Belajar mengajar akan berhasil apabila

ditunjang dengan strategi yang tepat.

Strategi belajar menurut Hasan Bahtiar (2002:5) adalah suatu

garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai

sasaran yang telah ditentukan. Strategi belajar mengajar bisa diartikan

pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam mewujudkan tujuan

yang telah ditentukan.Ada empat strategi yang dapat digunakan dalam

belajar mengajar yaitu :


11

1) Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualfikasi

perubahan tingkahlaku dan kepriabadian anak sebagaiamana yang

diharapkan.

2) Memilih system pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi

dan pandangan hidup.

3) Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar

mengajar yang dianggap tepat dan efektif.

4) Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau

criteria serta standar kompetensi sehingga dapat dijadikan pedoman

oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan.

C. Metode

Menurut Udin S Wiranatasaputra (2000:4.12) metode adalah suatu

cara atau alat untuk mencapai tujuan. Sedangkan dalam pembelajaran

sehari-hari, metode dapat diartikan suatu cara, teknik, atau alat yang

dilakukan guru agar siswa aktif mengkonstruksikan Pengertian,

pengetahuan, pemahaman dan keterampilan untuk mencapai tujuan

pembelajaran.Penulis mengasumsikan yang dimaksud metode adalah

prosedur pembelajaran yang dipilih untuk membantu para siswa mencapai

tujuan atau untuk mengimplementasikan isi atau pesan.

Metode yang digunakan dalam perbaikan pembelajaran ini adalah

metode Demonstrasi, ceramah, tanya jawab, demonsrasi, dan pemberian

tugas. Mula-mula siswa diarahkan untuk mengamati Bagian-bagian


12

tumbuhan ( akar, batang, daun, bunga ), selanjutnya siswa deberi tugas

untuk mencatat data hasil pengamatan mereka, melalui tanya jawab siswa

dibimbing untuk menemukan fakta-fakta struktur bagian-bagian tumbuhan

dan fungsinya, tahap ketiga siswa dilatih mendeskripsikan hubungan

antara strutur organ tumbuhan dengan fungsinya, ke empat siswa

dibimbing untuk dapat menyimpulkan bahwa antara struktur organ

tumbuhan berhubungan dengan fungsinya .

D.Metode Demonstrasi

Demonstrasi atau percobaan adalah formal interaksi belajar

mengajar yang melibatkan logika induksi untuk menyimpulkan

pengamatan terhadap proses dan hasil percobaan. Metode Demonstrasi

dapat diartikan sebagai salah satu cara mengajar dimana siswa

melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya,

dan menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil percobaan itu

disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Metode Demonstrasi

meruapakan metode yang paling sederhana dibandingkan dengan

metode-metode mengajar yang lain.

Metode Demonstrasi adalah prosedur pembelajaran yang

memungkinkan siswa melakukan percobaan untuk membuktikan sendiri

sesuatu pernyataan atau hipotesis yang dipelajari. Metode ini dapat

menumbuhkan cara berfikir rasional dan ilmiah. Siswa mampu

menggunakan logika berfikir induktif untuk menarik kesimpulan dari


13

fakta, informasi atau data yang dikumpulkan melalui percobaan.

(Syaiful sagala, 2003: 210).

Metode Demonstrasi lebih sesuai untuk mengajarkan bahan-bahan

pelajaran yang merupakan suatu gerakan-gerakan, suatu proses maupun

hal-hal yang bersifat rutin. Dengan metode Demonstrasi peserta didik

berkesempatan mengembangkan kemampuan mengamati segala benda

yang sedang terlibat dalam proses serta dapat mengambil kesimpulan-

kesimpulan yang diharapkan.

Tujuan metode Demonstrasi antara lain: (1) untuk mengajarkan

bagaimana menarik kesimpulan dari fakta informasi atau data yang

diperoleh, (2) untuk melatih siswa merancang, melaksanakan, dan

melaporkan hasil Demonstrasi, (3) melatih siswa menggunakan logika

secara induktif untuk menarik suatau kesimpulan berdasarkan data dan

fakta.

Dengan metode Demonstrasi dalam pembelajaran IPA siswa tidak

hanya sekedar menerima informasi dari guru saja, karena dalam hal ini

guru sebagai motivator dan fasilitator yang mengarahkan siswa agar

dapat memberikan saran0saran berdasarkan hasil pengamatan.

Metode Demonstrasi cocok digunakan pada pembelajaran IPA

karena metode Demonstrasi memiliki beberapa kelebihan antara lain:

1. Denagn Demonstrasi siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam

mengahadapi segala masalah.

2. Siswa lebih aktif mengumpulkan data dan fakta.


14

3. Siswa berkesempatan membuktikan kebenaran teori secara empiris

melalui Demonstrasi.

4. Siswa berkesempatan melaksanakan prosedur Demonstrasi.

5. Dapat mengurangi kesalahn-kesalahan bila dibandingkan gambaran

yang jelas dari hasil pengamatannya.

6. Beberapa persoalan yang menimbulkan pernyataan atau keraguan

dapat diperjelas dengan proses Demonstrasi.

Selain memiliki kelebihan, metode Demonstrasi juga memiliki

kelemahan antara lain:

1. Untuk melakukan Demonstrasi diperlukan peralatan dan saran

pembelajaran khusus dan memadai.

2. Memerlukan waktu pembelajran yang cukup lama.

3. Dalam mengadakan pengamatan terhadap hal-hal yang di

Demonstrasikan diperlukan pemusatan perhatian, dalam hal ini banyak

diabaikan oleh siswa.

4. Tidak semua hal dapat diDemonstrasikan didalam kelas.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelemahan-

kelemahan metode Demonstrasi, diantaranya:

1. Guru harus menentukan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai

melalui Demonstrasi tersebut.

2. Guru mengarahkan siswa dalam melakukan Demonstrasi sehingga

siswa memperoleh pengertian dan gambaran yang benar dari

Demonstrasi tersebut.
15

3. Guru harus memilih dan mempersiakan alat-alat yang diperlukan

untuk melakukan Demonstrasi.

4. Berikan pengertian yang sejelas-jelasnya tentang landasan teori dari

yang di Demonstrasikan.

5. Pelajaran yang diDemonstrasikan adalah hal-hal yang bersifat praktis

dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

6. Menetapkan teknik evaluasi terhadap hasil kegiatan Demonstrasi

siswa.

Menggunakan metode Demonstrasi dalam pembelajran IPA

dengan topik mendeskripsikan hubungan antara strutur organ tumbuhan

dengan fungsinya dimaksudkan agar siswa memperoleh kesempatan

untuk meningkatakan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap

konsep gerhana matahari dan gerhana bulan.

Metode Demonstrasi dianggap paling sesuai pada materi

mendeskripsikan gerhana matahari dan gerhana bulan karena metode ini

memungkinkan siswa berperan aktif dalam pembelajaran, selain itu siswa

dapat memperoleh informasi dan pengetahuan secara langsung dari hasil

yang diperoleh dalam kegiatan Demonstrasi

E. Gerhana Matahari dan Gerhana bulan

Gerhana matahari terjadi pada siang hari ketika bulan baru atau

bulan mati. Gerhana Matahari terjadi ketika kedudukan bulan, bumi, dan

matahari membentuk garis lurus, kedudukan bulan berada di antara bumi

dan matahari. Posisi gerhana matahari pada Gambar 9.24


16

Gambar 9.24.
Gerhana matahari terjadi karena

sinar matahari pada siang hari

terhalang oleh bulan sehingga

keadaan yang terang berangsur-

angsur menjadi gelap.

Jika terjadi gerhana matahari maka bayangan bulan akan mengenai

bumi. Oleh karena bulan lebih kecil daripada bumi maka hanya sebagian

tempat saja yang mengalami gerhana matahari. Ada tiga jenis gerhana

matahari, yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan

gerhana matahari cincin. Gerhana matahari total hanya terjadi di

permukaan bumi yang terkena bayangan umbra bulan. Gerhana matahari

total selalu diawali dan diakhiri oleh gerhana matahari sebagian. Gerhana

matahari sebagian terjadi di permukaan bumi yang terkena bayangan

penumbra bulan. Adapun gerhana matahari cincin terjadi di permukaan

bumi yang terkena lanjutan bayang-bayang inti. Hal itu terjadi karena

bulan berada pada titik terjauhnya dari bumi. Gunakanlah Gambar 9.25

untuk mengamatinya.
17

Gambar 9.25

a) Gerhana matahari total

b) Gerhana matahari sebagian

c) Gerhana matahari cincin

Gerhana matahari total hanya

muncul satu kali setiap 360

tahun di tempat yang sama.

Namun, setiap tahun dapat

terjadi

beberapa gerhana matahari.

F. Kalender Masehi dan Kalender Hijriah

Bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi) dan bulan mengelilingi

bumi (revolusi bulan) dimanfaatkan oleh manusia untuk menandai waktu

dari hari ke hari. Sistem penanggalan yang digunakan ada dua jenis, yaitu

kalender Masehi atau tahun syamsiah dan kalender Hijriah atau tahun

komariah. Tahun

Masehi berdasarkan revolusi bumi dan tahun Hijriah berdasarkan revolusi

bulan.

1. Tahun Masehi
18

Tahun Masehi didasarkan pada peredaran bumi mengelilingi

matahari. Satu kali revolusi bumi memerlukan waktu 365 1/4 hari. Jadi,

satu tahun Masehi sebenarnya terdiri dari 365 ¼ hari. Untuk

mempermudah perhitungan, satu tahun Masehi ditetapkan 365 hari.

Sisa 1/4 hari dijumlahkan hingga mencapai satu hari. Satu hari itu

ditambahkan dalam tahun Masehi setiap empat tahun sekali, yaitu pada

bulan Februari. Dengan demikian, setiap empat tahun sekali, satu tahun

Masehi memiliki 366 hari. Satu tahun Masehi dibagi menjadi 12 bulan.

Kamu dapat melihat nama bulan dan jumlah hari tahun Masehi.

Dalam tahun Masehi, orang mengenal istilah tahun biasa dan

tahun kabisat. Tahun biasa berjumlah 365 hari, sedangkan tahun kabisat

jumlah harinya 366 dan bulan Februari memiliki 29 hari.Ada dua syarat

mengetahui tahun kabisat.

1) Untuk angka tahun biasa, tahun kabisat adalah tahun yang

angkanya habis dibagi 4. Contohnya, tahun 2000, 2004, dan 2008.

2) Untuk angka tahun abad, tahun kabisat adalah tahun yang

angkanya habis dibagi 400. Contohnya, tahun 1200, 1600, dan

2000.

2. Tahun Hijriyah

Tahun Hijriah didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi.

Satu kali revolusi bulan memerlukan 29 1/2 hari. Tahun Hijriah terdiri atas

12 bulan. Jadi, dalam satu tahun Hijriah sama dengan 29 1/2 × 12 = 354
19

hari. Untuk mempermudah dalam perhitungan hari, orang mengubah

jumlah hari dalam satu bulan menjadi 29 atau 30 hari. Jumlah hari dalam

satu bulan dilakukan secara bergantian.


20

BAB III
METODE PENELITIAN

A.Setting Penelitian

1 .Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cineam tepatnya di

SDN Kertajaya. Lokasi penelitian merupakan daerah pedesaan ± 10

Km dari Ibukota Kabupaten Tasikmalaya. Mata pencaharian penduduk

beragam, sebagian besar pendduduk wilayah SDN Kertajaya sebagai

pedagang, pegawai, buruh dll. Penelitian dilaksanakan di kelas VI

sesuai tugas peneliti sebagai guru kelas VI di SDN Kertajaya.

2. Waktu Penelitian.

Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan muali dari bulan Februari

s.d Bulan Mei terdiri dari tiga siklus tindakan pembelajaran.

Pembelajaran siklus 1 dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 14

Februari 2012, pembelajaran siklus 2 dilaksanakan pada hari Selasa

tanggal 21 Februari 2012, siklus 3 dilaksanakan pada hari Selasa,

tanggal 28 Februari 2012 Untuk lebih jelasnya pelaksanaan penelitian

dijelaskan dengan tabel 3.1


21

Tabel 3.1.

Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran

No Kegiatan
Bulan ke
1 2 3 4

1 Pengumpulan bahan
penelitian

2 Pengkajian bahan
penelitian

3 Penyusunan Rencana
& pelaksanaan
penelitian

4 Analisis hasil
penelitian

5 Penyusunan draf
laporan

6 Seminar hasil
penelitian

7 Finalisasi laporan
penelitian

3. Subyek Penelitian

Subyek peneltian adalah peserta didik kelas VI berjumlah 25

orang terdiri dari 09 orang perempuan dan 16 orang laki-laki, dilihat dari

kemampuan intelegensi 8 orang berkemampuan tinggi, 18 orang

berkemampua sedang dan 4 orang berkemampuan rendah. Yang menjadi

peneliti utama adalah guru kelas VI. Yang menjadi observer adalah guru

kelas V dinyatakan memahami tentang penelitian tindakan kelas


22

memahami dan mengetahui tugas dari observer, yaitu mengamati

perencanaan , pelaksanaan dan membantu sumbang saran tentang hasil

penelitian.

4.Masalah Penelitian.

Fokus masalah penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar

peserta didik dalam mendeskripsikan terjadinya gerhana matahari dan

gerhana bulan di kelas VI semester 2. Berdasarkan data yang diperoleh

dari pembelajaran awal nilai rata-rata 50,00, terdiri dari yang memperoleh

nilai 6 sebanyak dua orang (6%), nilai 5 sebanyak 13 orang (43,33%), nilai

4 sebanyak 15 orang (50%). Berdasarkan refleksi awal rendahnya hasil

belajar peserta didik tersebut akibat dari proses pembelajaran yang

menjenuhkan karena metode yang diterapkan adalah ceramah dan latihan

saja, peserta didik kurang aktif mencari, dan memperoleh, kurang aktif

bertanya. Untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar maka

dilakukan penelitian tindakan kelas penerapan metode demonstrasi untuk

meningkatkan kemampuan peserta didik mendeskripsikan terjadinya

gerhana matahari dan gerhana bulan melaui model cooperative learning.

B.METODE PENELITIAN

Beberapa ahli PTK masing-masing memberikan definisi

diantaranya yang dikemukakan oleh Stephen Kemmis bahwa PTK

merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat relektif oleh pelaku tindakan,

yang ditujukan untuk memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang


23

dilakukan selama proses pembelajaran, serta untuk memperbaiki

kelemahan-kelemahan yang masih terjadi dalam proses pembelajaran

tersebut. Jika proses inquiry dan perbaikan pembelajaran dilakukan

secara terus menerus, diyakini sepenuhnya bahwa kemampuan

professional guru akan terus meningkat sesuai dengan harapan banyak

pihak.

Mc. Ciff (1992) dalam bukunya yang berjudul Action Research :

Principles and Practice memandang PTK sebagai bentuk penelitian

refleksi yang dilakukan guru hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat

untuk pengembangan sekolah, pengembangan keahlian mengajar dan

sebagainya. Kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk

meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya. Seluruh prosesnya telaah,

diagnosis perencanaan pelaksanaan, pemantauan, dan pengaruh

menciptakan hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dan

perkembangan professional (Elliot, 1982:1).

Refleksi penelitian tindakan adalah intervensi skala kecil terhadap

tindakan di dunia nyata dan pemeriksaan cermat terhadap pengaruh

intervensi tersebut (Cohen dan Manion, 1980:174). Penelitian tindakan

adalah suatu bentuk diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya

dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktek

pendidikan dan praktek sosial mereka, serta pemahaman mereka

terhadap praktek-praktek itu dan terhadap situasi tempat dilakukan

praktek-praktek tersebut (Kemmis dan Tagart, 1988:5-6).


24

Berdasarkan uraian di atas, dapat ditafsirkan pengertian PTK

secara lebih luas, secara singkat PTK dapat di definisikan sebagai suatu

bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan

tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan praktek-praktek

pembelajaran di kelas, sehingga sangat tepat dalam pencapaian tujuan

pembelajaran. Karena itu, guru dapat melakukan penelitian tindakan kelas

agar minat siswa terhadap pembelajaran dapat ditingkatkan. Prosedur

penelitian yang dilaksanakan mengadopsi model Kemmis dan Tagart

seperti gambar berikut ini.

Model PTK yang dilaksanakan

Model PTK yang dilaksanakan mengadopsi model Kemmis dan

Tagrat terdiri dari empat tahapan, yaitu :

Tahapan PTK Kemmis dan Tagart.

a. Plan (Perencanaan)

b. Actions (Pelaksanaan)

c. Observation (Pengamatan)

d. Reflekstions (Refleksi)

Penelitian tersebut digambarkan sebagai berikut :


25

PTK Model Kemmis dan Tagar

SIKLUS

SIKLUS

SIKLUS

A. Variabel Penelitian

Variabel adalah kondisi-kondisi atau karakteristik-karakteristik yang

oleh para peneliti dimanipulasikan, dikontrol atau diobservasikan. Agar

variable tersebut dapat terukur, maka variabel tersebut didefiniskan ke

dalam PTK terdiri dari : variabel, input, variabel proses dan variabel output

(Tim Pelatih PGSM, 1995:65).

Variabel-variabel yang dijadikan jawaban untuk permasalahan yang

dihadapi sebagaimana dirumuskan di atas terdiri dari :

1. Variabel Input
26

Penguasaan konsep awal siswa terhadap materi pokok

mendeskripsikan terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan,

terjadinya siang dan malam, lahirnya kalender masehi dan kalender

hijriah sebelum penelitian ini dilaksanan.

2. Variabel Proses

Variabel proses dalam penelitian ini adalah tindakan guru dalam

mengelola pembelajaran dengan penerapan metode demonstrasi

dengan model cooperative learning pada pembelajaran IPA ketika

penelitian ini dilaksanakan.

3. Variabel Output

Variabel output (hasil tindakan) penelitian ini adalah :

“Peningkatan kinerja guru merencanakan penerapan metode

demonstrasi dengan model cooperatife learning untuk

meningkatkan kemampuan peserta didik mendeskripsikan

terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan setelah

dilaksanakan penelitian.

C.PROSEDUR PENELITIAN

1. RANCANGAN PENELITIAN

Rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang diambil mengikuti alur

sebagai berikut :

Siklus I ( Pertama )

1. Perencaanan pembelajaran ( Planning )

Kegiatan yang dilakukan peneliti antara lain :


27

a. Menyusun RPP dengan KD.6.1

b. Menyiapkan alat bantu pembelajaran berupa :

 Kelompok ahli yang bernomor 1 : Bola, Senter

 Kelompok ahli yang bernomor 2 : Gambar rotasi bumi

 Kelompok ahli yang bernomor 3 : Gambar revolusi bumi terhadap

matahari

 Kelompok ahli yang bernomor 4 : Gambar revolusi bulan

terhadap bumi dan matahari

 Kelompok ahli yang bernomor 5 : Gambar gerhana matahari

c. Menyiapkan LKS sebanyak lima kelompok dengan kegiatan yang

berbeda

d. Menyiapkan format observasi siswa

e. Menyiapkan format post tes

2. Tindakan dalam proses pembelajaran ( action )

Kegiatan yang dilakukan peneliti antara lain :

a. Menjelaskan KBM secara umum

b. Peserta didik dikelompokan ke dalam + 5 kelompok inti @ 5 orang

c. Memberi tugas yang berbeda sesuai dengan nomor yang mereka

terima.

 Kelompok ahli yang bernomor 1 bertugas membahas apa yang

dimaksud dengan Rotasi

 Kelompok ahli yang bernomor 2 bertugas membahas bagaimana

terjadinya Revolusi Bumi


28

 Kelompok ahli yang bernomor 3 bertugas membahas bahwa

Bumi berputar pada porosnya 24 jam

 Kelompok ahli yang bernomor 4 bertugas membahas terjadinya

Revolusi bumi mengelilingi matahari

 Kelompok ahli yang bernomor 5 bertugas membahas terjadinya

gerhana matahari

d. Diskusi dan mempraktikan materi yang mereka terima dalam

kelompok baru ( kelompok ahli)

e. Mengobservasi peserta didik pada tiap kelompok baru ( kelompok

ahli )

f. Membimbing diskusi dalam kelompok inti

g. Setelah selesai diskusi membimbing presentasi kelompok ahli di

depan kelas dan memberikan penguatan

h. Menarik Simpulan

3. Observasi ( Observation )

Kegiatan yang dilakukan peneliti antara lain :

a. Mengamati perilaku peserta didik terhadap keterampilan proses

b. Mengamati perilaku peserta didik terhadap sikap ilmiah

4. Refleksi ( Reflection )

Kegiatan yang dilakukan peneliti antara lain :

a. Mencatat hasil observasi

b. Mengevaluasi hasil observasi

c. Menganalisis hasil pembelajaran


29

d. Memperbaiki kelemahan untuk daur berikutnya

Siklus II ( Kedua )

1. Perencaanan Perbaikan pembelajaran ( Planning )

a. Menyusun RPP dengan KD.6.1

b. Menyiapkan alat bantu alternatif pembelajaran berupa :

 Kelompok ahli yang bernomor 1 : Gambar gerhana bulan

 Kelompok ahli yang bernomor 2 : Gambar gerhana

matahari

 Kelompok ahli yang bernomor 3 : Penanggalan masehi

 Kelompok ahli yang bernomor 4 : penanggalan hijriah

 Kelompok ahli yang bernomor 5 : gambar revolusi bumi

c. Menyiapkan LKS sebanyak lima kelompok dengan kegiatan yang

berbeda

d. Menyiapkan format observasi siswa

e. Menyiapkan format post tes

2. Tindakan dalam proses pembelajaran ( action )

Kegiatan yang dilakukan peneliti antara lain :

a. Menjelaskan KBM secara umum

b. Peserta didik dikelompokan ke dalam + 5 kelompok inti @ 5 orang

c. Memberi tugas yang berbeda sesuai dengan nomor yang mereka

terima
30

d. Diskusi dan mempraktikan materi yang mereka terima dalam

kelompok baru ( kelompok ahli)

e. Mengobservasi peserta didik pada tiap kelompok baru ( kelompok

ahli )

f. Membimbing diskusi dalam kelompok baru ( kelompok ahli )

g. Membimbing diskusi dalam kelompok inti

h. Setelah selesai diskusi membimbing presentasi kelompok ahli di

depan kelas dan memberikan penguatan

i. Menarik Simpulan

3. Observasi ( Observation )

Kegiatan yang dilakukan peneliti antara lain :

 Mengamati perilaku peserta didik terhadap keterampilan proses

 Mengamati perilaku peserta didik terhadap sikap ilmiah

4. Refleksi ( Reflection )

Kegiatan yang dilakukan peneliti antara lain :

a. Mencatat hasil observasi

b. Mengevaluasi hasil observasi

c. Menganalisis hasil pembelajaran

d. Memperbaiki kelemahan untuk daur berikutnya

Rancangan penelitian dilakukan secara kolaboratif dengan wali kelas


lain, yang membantu dalam pelaksanaan observasi dan refleksi
selama penelitian berlangsung, sehingga secara tidak langsung
kegiatan penelitian dapat terkontrol sekaligus menjaga kevalidan hasil
penelitian.
31

Siklus III
1. Perencaanan Perbaikan pembelajaran ( Planning )
a. Menyusun RPP dengan KD.6.1
b. Menyiapkan alat bantu alternatif pembelajaran berupa :

 Kelompok ahli yang bernomor 1 : Gambar gerhana bulan

 Kelompok ahli yang bernomor 2 : Gambar gerhana matahari

 Kelompok ahli yang bernomor 3 : Penanggalan masehi

 Kelompok ahli yang bernomor 4 : penanggalan hijriah

 Kelompok ahli yang bernomor 5 : gambar revolusi bumi


c. Menyiapkan LKS sebanyak lima kelompok dengan kegiatan
yang berbeda
d. Menyiapkan format observasi siswa
e. Menyiapkan format post tes
5. Tindakan dalam proses pembelajaran ( action )
Kegiatan yang dilakukan peneliti antara lain :
a. Menjelaskan KBM secara umum
b. Peserta didik dikelompokan ke dalam + 5 kelompok inti @ 5 orang
c. Memberi tugas yang berbeda sesuai dengan nomor yang mereka
terima
d. Diskusi dan mempraktikan materi yang mereka terima dalam
kelompok baru ( kelompok ahli)
e. Mengobservasi peserta didik pada tiap kelompok baru ( kelompok
ahli )
f. Membimbing diskusi dalam kelompok baru ( kelompok ahli )
g. Membimbing diskusi dalam kelompok inti
h. Setelah selesai diskusi membimbing presentasi kelompok ahli di
depan kelas dan memberikan penguatan
i. Menarik Simpulan
32

Bagan penelitian tindakan kelas sebagia berikut:

Permasalahan Alternatif Pelaksan


Pemecahan aan
Tindaka
(Rencana
Siklus i nI
Tindakan)

Ters Refleksi 1 Analisis Obser


eles Data 1 vasi 1
aika
n

Belum Alternatif Pelaksanaan


Terselesa Pemecahan Tindakan II
ikan ( Rencana
Siklus
Tindakan I )
II

Tersel Refleksi Analisis Observasi


Belum
esaika AlternatifData Pelaksanaan
n Terselesa Pemecahan Tindakan II
ikan ( Rencana
Tindakan
Siklus I )
III Analisis Observasi
Tersel Refleksi
Data
esaika
n

Kesimpulan

Gambar Alur Dalam Penelitian Tindakan


Kelas

D. METODA PENGUMPULAN DATA

Dalam penelitian data dikumpulkan secara kualitatif melalui

Observasi dalam proses pembelajaran dan kuantitatif dari hasil


33

belajar peserta didik berupa nilai post tes. Keabsahan data diperiksa

melalui berbagai tindakan. Routman (1991) (dalam Kasbolah, 1998 :

102) mengatakan bahwa tidak ada suatu tindakan, kegiatan, atau

tugas tunggal yang dapat memberikan gambaran hasil belajar murid

secara lengkap. Hanya berbagai pengukuran yang dipelajari secara

hati-hati dalam suatu periode tertentu yang dapat memberikan

gambaran yang lengkap dan tepat mengenai kemajuan,

keberhasilan, dan kebutuhan murid.

E. METODA ANALISIS DATA

Data dianalisis bersama mitra kolaborasi sejak penelitian dimulai,

dikembangkan selama proses refleksi sampai proses penyusunan

laporan . Teknik analisis data yang digunakan adalah model alur

yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan Simpulan ( Milles &

Huberman,1989 )

F. CARA PENGAMBILAN SIMPULAN

Analisis data secara kualitatif ditempuh melalui langkah-langkah

sebagai berikut :

1. Data yang telah terkumpul ( berupa lembar Observasi dari setiap

siklus penelitian dalam pembelajaran yang diklasifikasikan

menurut kualitas pelaksanaan )

2. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan deskripsi

persentasi.
34

3. Disimpulkan hal-hal atau faktor-faktor yang menjadi penghambat

ketidak berhasilan pembelajaran untuk mencari kemungkinan

atau cara yang perlu diupayakan dalam rangka perbaikan lebih

lanjut.

Analisis data secara kuantitatif dari hasil belajar peserta didik

digunakan untuk mengetahui peningkatan output pembelajaran berupa

nilai-nilai setiap akhir siklus yang dianalisis dengan langkah-langkah

sebagai berikut :

1. Data berupa nilai dari post tes (yang dinilai berdasarkan indikator

yang ditentukan), dihitung secara keseluruhan untuk mendapat nilai

akhir setiap peserta didik.

N= Jumlah skor pemerolehan


Jumlah aspek penilaian
Keterangan : N = Nilai akhir peserta didik
Selain itu, dalam tahap ini hasil penelitian secara keseluruhan

diklasifikasikan berdasarkan aspek-aspek penilaian untuk mencari

nilai rata-rata dari setiap aspek dengan perhitungan :

Jumlah nilai setiap aspek


N =
Jumlah peserta didik
Keterangan : N = Nilai rata-rata per aspek
2. Nilai akhir peserta didik secara keseluruhan, nilai rata-rata.
M  X
(Sudjana, 1985 : 1990)
N

Keterangan : M = Mean (rata-rata nilai)

X = Jumlah nilai
35

N = Jumlah individu

3. Setelah itu data yang telah didapat di analisis kemudian peneliti

dapat menyimpulkan hasil dari data yang dianalisis tersebut.

Apakah menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik atau

tidak.

Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan dari segi

hasil belajar.

G. INDIKATOR KEBERHASILAN KINERJA.

Indikator keberhasilan penelitian akan tergantung kepada :

1. Upaya guru merencanakan pembelajaran sesuai dengan indikator

yang telah ditentukan dan disepakati antara peneliti, pengamat

(mitra sejawat) mengacu kepada ketuntasan belajar. Perencanaan

dianggap berhasil sekurang-kurangnya melaksanakan 75 % dari

indikator yang telah ditentukan. Keberhasilan kinerja Guru dalam

merencanakan pembelajaran berdasarkan gradasi kategorisasai

sangat baik dengan rata-rata5, kategorisasi baik rata-rata 4,

kategorisasi cukup rata-rata 3, kategorisasi kurang rata-rata 2 dan

sangat kurang rata-rata 1

2. Upaya guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan

indikator yang ditentukan antara peneliti, mitra sejawat mengacu

kepada gambaran penerapan pendekatan Cooperative Learning.

Pelaksanaan pembelajran dianggap berhasil apabila sekurang-

kurangnya guru melaksanakan 75% dari indikator yang ditetapkan


36

yang berdampak terhadap peningkatan hasil belajar siswa.

Keberhasilan Kinerja Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran

berdasarkan gradasi kategorisasai sangat berhasil dengan nilai

antara 80 s.d 100, berhasil antara 60 s.d 79, cukup berhasil dengan

nilai antara 40 s.d 59, kurang berhsil antara 20 s.d 39, dan tidak

berhasil antara 0 s.d 19 .

3. Indikator aktivitas siswa dalam pembelajaran berdasarkan kepada

gradasi kategorisasai sangat baik dengan frekuensi prosentasi

banyaknya siswa yang melakukan kegiatan antara 80 s.d 100 %.

Baik antara 60 s.d 79 %, cukup baik antarata 40s.d 59, kurang

antara 20-39% dan sangat kurang antara 0 s/d 19 %.

4. Pembelajaran dianggap berhasil apabila nilai rata-rata sekurang-

kurangnya 85 %dari peserta test memperoleh nilai rata 7,5.(Bahtiar

Hasan : 2005:5), Indikator Keberhasilan Belajar siswa berdasar

kepada hasil evaluasi belajar siswa dengan nilai rata-rata mengacu

kepada SKKM yang ditentukan yaiu Pembelajaran dianggap tuntas

apabila nilai rata-rata siswa memperoleh 75 % dari pencapaian

keseluruhan indikator

5. Tingkat Kejenuhan, penelitian dinyatakan selesai apabila tingkat

ketercapaian hasil belajar signifikan, memuaskan artinya perolehan

hasil belajar melebihi target atau melebihi SKKM (Standar Kriteria

Ketuntasan Minimal) yaitu sekurang-kurangnya siswa memperoleh

nilai rata-rata 7,5.


37

6. Siswa yang memperoleh nilai kurang dari 7,5 diberikan tugas

mandiri perbaikan dan pengayaan di luar jam efektif melalui belajar

kelompok dan les.

7. Indikator acuan keberhasilan dalam setiap tindakan berdasarkan

gradasi ketegorisasi berikut ini :

a. 80-100 : Sangat berhasil

b. 60-79 : berhasil

c. 40-59 : cukup berhasil

d. 20-39 : kurang berhasil

e. 0-18 : tidak berhasil

H. Instrumen Penelitian Pengamatan

1. Siklus 1

a. Hasil Pengamatan siklus I Aspek Kinerja guru dalam

Merencanakan Pembelajaran

Tabel 3.1
Aktifitas Guru Dalam Merencanakan Pembelajaran Siklus 1
Kategorisasi
N
Indikator yang diamati BS B C K
O
4 3 2 1
1 Kejelasan perumusan tujuan pembelajaran B
a. Mengandung kata kerja operasional 
b. Merupakan perilaku hasil belajar 
c. Sesuai dengan standar kompetensi 
d. Menunjukkan pengalaman bermakna
2 Pemilihan materi ajar (sesuai dengan tujuan dan
karakteristik peserta didik)
a. Materi ajar sesuai dengan tujuan PBM 
b. Materi ajar sesuai dengan karakteristik siswa 
c. Menantang dan menyenangkan
d. Materi ajar disusun secara kontekstual 
3 Pengorganisasian materi ajar (keruntutan, BS
sistema-tika materi dan kesesuaian dengan
38

alokasi waktu)
a. Materi ajar runtut disusun dari yang mudah ke 
yang sukar
b. Materi ajar sesuai dengan alokasi waktu 
c. Materi ajar sesuai dengan tujuan 
pembelajaran
d. Materi ajar diambil dari kehidupan anak 
sehari-hari
4 Pemilihan sumber/media pembelajaran (sesuai B
dengan tujuan, materi, dan karakteristik peserta
didik)
a. Media pembelajaran sesuai dengan tujuan 
b. Sumber belajar sesuai dengan KTSP 
c. Sumber belajar diambil dari lingkungan sekitar
siswa
d. Media pembelajaran dapat memperjelas 
pemaham-an siswa
5 Kejelasan scenario pembelajaran (langkah- B
langkah kegiatan pembelajaran : (awal, inti, dan
penutup)
a. Kegiatan awal 
b. Kegiatan inti (eksplorasi, konsolidasi, 
konfirmasi)
c. Kegiatan penutup 
d. Kegiatan perbaikan dan pengayaan
6 Kerincian scenario pembelajaran (setiap langkah BS
tercermin strategi/metode dan alokasi waktu pada
setiap tahap)
a. Kegiatan pendahuluan diisi dengan bercerita 
dan Tanya jawab
b. Kegiatan eksplorasi mengungkap 
pengetahuan awal siswa melalui Tanya jawab
c. Kegiatan elaborasi yaitu dengan diskusi 
d. Konfirmasi merevisi dan menjelaskan konsep 
7 Kesesuaian teknik dengan tujuan pembelajaran B
a. Teknik pembelajaran sesuai dengan tujuan 
pembelajaran
b. Teknik pembelajaran diharapkan dapat 
mendeskripsikan magnet dan
membuktikannya dalam diskusi
c. Teknik pembelajaran dapat menyenangkang 
siswa
d. Menyediakan lahan pengembangan potensi
siswa
8 Kelengkapan instrument (soal, kunci, pedoman B
penskoran)
a. Tersedia silabus PBM
b. Tersedia paparan soal 
c. Tersedia analisis hasil belajar 
39

d. Tersedia kunci jawaban dan pedoman 


penskoran
Jumlah (8+15) = 23 8 15
Rata-rata 23/32 x 100% = 71,87
Prosentase
Keterangan :
Baik Sekali = 81 s.d 100
Baik = 61 s.d 80
Cukup = 41 s.d 60
Kurang = 0 s.d 40

Komentar :

Perencanaan pembelajaran pada siklus 1 memperoleh nilai rata-rata

71,87 dengan kualifikasi baik terdiri dari merumuskan tujuan pembelajaran

baru tiga indikator yang dilaksanakan, pengembangan materi

pembelajaran baru tiga indikator yang dilaksanakan dengan kategori baik,

pengorganisasian materi pembelajaran telah dilaksanakan 4 indikator .

pemilihan sumber belajar baru dilaksanakan tiga indikator, skenario

pembelajaran baru dilaksanakan 3 indikator, kerincian skenario

pembelajaran telah memenuhi 4 indikator, kesesuaian teknik dengan

tujuan pembelajaran baru tiga indikator yang dilaksanakan.

b. Pengamatan Kinerja Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran silklus 1


1)Ativitas Guru

Tabel 3.2
Aktifitas Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran

Kategorisasi
N
Indikator yang diamati BS B C K
O
4 3 2 1
1 Pra Pembelajaran BS
a. Memeriksa kesiapan siswa 
b. Melakukan kegiatan apersepsi 
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran 
d. Mengaitkan dengan pengetahuan awal 
40

2 Kegiatan Inti Pembelajaran B


a. Menunjukkan penguasaan materi 
pembelajaran
b. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain 
yang relevan
c. Menyampaikan materi dengan jelas dan 
sesuai dengan hierarki belajar
d. Mengaitkan materi dengan realitas
kehidupan
3 Pendekatan/Strategi Pembelajaran B
a. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan 
kompetensi (tujuan) yang akan dicapai
b. Melaksanakan pembelajaran secara runtut 
c. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat 
konstektual
d. Melaksanakan pembelajaran yang
memungkinkan tumbuhnya kebiasaaan
positif
4 Pemanfaatan sumber belajar/media B
pembelajaran
a. Menggunakan media secara efektif dan 
efisien
b. Menghasilkan pesan yang menarik 
c. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media 
d. Pemanfaatan media berulang-ulang
5 Pembelajaran yang memicu dan memelihara B
keterlibatan siswa
a. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam
pembelajaran
b. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon 
siswa
c. Menumbuhkan keceriaan dan antusisme 
siswa dalam belajar
d. Memberikan motivasi 
6 Penilaian proses dan hasil belajar B
a. Memantau kemajuan belajar selama proses 
b. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan 
kompetensi (tujuan)
c. Menanamkan keterampilan proses pada 
siswa
d. Memberikan tugas pekerjaan rumah 
7 Penggunaan bahasa B
a. Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara 
jelas, baik, dan benar
b. Menyampaikan pesan dengan gaya yang 
41

sesuai
c. Menggambarkan mimic keceriaan 
d. Komunikatif
8 Penutup B
a. Melakukan refleksi atau membuat
rangkuman dengan melibatkan siswa
b. Melaksanakan tindak lanjut dengan 
memberikan arahan, atau kegiatan, atau
tugas sebagai bagian remidi/pengayaan
c. Menutup pembelajaran 
d. Mengucapkan salam 
Jumlah (4+21) = 25 4 21
Rata-rata 25/8 = 3,125 78,12
Prosentase 25/32x100% = 78,12

Komentar :

Aktifitas guru dalam melaksanakan pembelajaran mencapai 78,12% terdiri

dari 8 indikator yaitu Prapembelajaran mencapai 4 indikator, kegiatan inti

mencapai tiga indikator, pendekatan strategi pembelajaran mencapai tiga

indikator, pemanfaatan sumber belajar mencapai tiga indikator,

pembelajaran memicu keterlibatan siswa mencapai tiga indikator,

penilaian proses dan hasil belajar siswa mencapai tiga indikator,

penggunaan bahasa mencapai tiga indikator, dan penutup tiga indikator.

2) .Aktivitas Siswa

Tabel 3.3
Aktifitas Siswa dalam Pembelajaran
Kulaifikasi
No Keterampilan Proses Jml
Prosentase
Siswa
1 Melakukan pengamatan 15 60
2 Menafsirkan hasil pengamatan 10 40
3 Mengelompokkan (klasifikasi) 18 72
4 Berkomunikasi 18 72
42

5 Berhipotesis 10 40
6 Menerapkan konsep 5 20
7 Mengajukan pertanyaan 15 60
8 Berlatih menyimpulkan 20 80
Jumlah 111 444
Rata-rata 13,85 55,50

Komentar :

Aktifitas siswa yang diamati dalam pembelajaran terdiri dari melakukan

pengamatan sebanyak 15 orang dari 25 orang siswa sama dengan 60%,

menafsirkan hasil pengamatan 10 orang dari 25 orang siswa sama

dengan 40%, mengelompokkan sebanyak 18 orang dama dengan 72%,

berkomunikasi sebanyak 18 orang sama dengan 72%, berhipotesis

sebanyak 10 orang sama dengan 40%, menerapkan konsep sebanyak 5

orang sama dengan 20%, mengajukan pertanyaan sebanyak 15 orang

sama dengan 60% dan berlatih menyimpulkan sebanyak 20 orang sama

dengan 80%. Secara keseluruhan aktifitas siswa dalam melakukan

keterampilan proses mencapai 55,50%.

3).Hasil Belajar Siswa


Tabel 3.4
Hasil Belajar Siswa Siklus I
Nama Soal
No Jml R TT BT
Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Andang 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 60 60
2 Aning 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 70 70
3 Ahmad 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 60 60
4 Bahtiar 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 60 60
5 Budi 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 70 70
6 Bela 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 60 60
43

7 Cicih 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 70 70
8 Cucu 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 70 70
9 Dian 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 60 60
10 Dani 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 70 70
11 Elan 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 60 60
12 Emin 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 70 70
13 Elin 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 70 70
14 Farid 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 60 60
15 Fina 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 70 70
16 Gunawan 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 70 70
17 Galih 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 60 60
18 Haris 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 70 70
19 Husen 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 70 70
20 Iyang 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 70 70
21 Ijang 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 60 60
22 Jajang 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 60 60
23 Juju 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 60 60
24 Karim 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 60 60
25 Kania 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 60 60
Jumlah 1620 1620
Rata-rata 68,00 68,00

Komentar :

Hasil belajar siswa pada pembelajaran siklus I memperoleh nilai

rata-rata 68,00 terdiri dari yang memperoleh nilai 60 sebanyak 13 orang

sama dengan 52,00% yang memperolah nilai 70 sebanyak 12 orang sama

dengan 48%. Hal ini belum memenuhi SKKM sekurang-kurangnya

memperoleh nilai rata-rata 75,00.


44

4. Refleksi Siklus 1

a. Kinerja guru dalam merencanakan pembelajaran

Perencanaan pembelajaran pada siklus 1 memperoleh nilai rata-

rata 71,87 termasuk kategori cukup, terdapat kelemahan dalam

pengembangan materi bahan ajar kurang, instrumen perencanaan

evaluasi kurang

b. Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran

Aktifitas guru dalam melaksanakan pembelajaran mencapai

78,12% termasuk kategori cukup, terdapat kelemahan diantaranya guru

kurang memotivasi siswa untuk bertanya, kurang melatih kecermatan

dalam mengamati, mengomunikasikan hasil pengamatan, kurang

memotivasi menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran

c. Aktivitas Siswa.

Aktifitas siswa dalam melaksanakan keterampilan proses baru

mencapai 72 % terdapat kelemahan dalam menafsirkan data hasil

pengamatan, berhipotesis dan menerapkan konsep.

d. Hasil belajar siswa

Hasil belajar siswa pada pembelajaran siklus I memperoleh nilai

rata-rata 68,00 belum mencapai KKM maka pelaksanaan pembelajaran

diperbaiki pada siklus 2

2.Siklus 2

Aspek yang diamati pengamat I yaitu aktifitas guru dalam

merencanakan dan melaksanakan pembelajaran terdiri dari :


45

a.Kinerja guru dalam merencanakan pembelajaran siklus 2

Tabel 3.5
Aktifitas Guru Dalam Merencanakan Pembelajaran Siklus 2
Kategorisasi
N
Indikator yang diamati BS B C K
O
4 3 2 1
1 Kejelasan perumusan tujuan pembelajaran B
a. Mengandung kata kerja operasional 
b. Merupakan perilaku hasil belajar 
c. Sesuai dengan standar kompetensi 
d. Menunjukkan pengalaman bermakna
2 Pemilihan materi ajar (sesuai dengan B
tujuan dan karakteristik peserta didik)
a. Materi ajar sesuai dengan tujuan PBM 
b. Materi ajar sesuai dengan karakteristik 
siswa
c. Menantang dan menyenangkan
d. Materi ajar disusun secara kontekstual 
3 Pengorganisasian materi ajar (keruntutan, BS
sistema-tika materi dan kesesuaian
dengan alokasi waktu)
a. Materi ajar runtut disusun dari yang mudah 
ke yang sukar
b. Materi ajar sesuai dengan alokasi waktu 
c. Materi ajar sesuai dengan tujuan 
pembelajaran
d. Materi ajar diambil dari kehidupan anak 
sehari-hari
4 Pemilihan sumber/media pembelajaran BS
(sesuai dengan tujuan, materi, dan
karakteristik peserta didik)
a. Media pembelajaran sesuai dengan tujuan 
b. Sumber belajar sesuai dengan KTSP 
c. Sumber belajar diambil dari lingkungan 
sekitar siswa
d. Media pembelajaran dapat memperjelas 
pemaham-an siswa
5 Kejelasan scenario pembelajaran BS
(langkah-langkah kegiatan pembelajaran :
(awal, inti, dan penutup)
a. Kegiatan awal 
b. Kegiatan inti (eksplorasi, konsolidasi, 
konfirmasi)
46

c. Kegiatan penutup 
d. Kegiatan perbaikan dan pengayaan 
6 Kerincian scenario pembelajaran (setiap BS
langkah tercermin strategi/metode dan
alokasi waktu pada setiap tahap)
a. Kegiatan pendahuluan diisi dengan 
bercerita dan Tanya jawab
b. Kegiatan eksplorasi mengungkap 
pengetahuan awal siswa melalui Tanya
jawab
c. Kegiatan elaborasi yaitu dengan diskusi 
d. Konfirmasi merevisi dan menjelaskan 
konsep
7 Kesesuaian teknik dengan tujuan B
pembelajaran
a. Teknik pembelajaran sesuai dengan 
tujuan pembelajaran
b. Teknik pembelajaran diharapkan dapat 
mendeskripsikan magnet dan
membuktikannya dalam diskusi
c. Teknik pembelajaran dapat 
menyenangkang siswa
d. Menyediakan lahan pengembangan
potensi siswa
8 Kelengkapan instrument (soal, kunci, B
pedoman penskoran)
a. Tersedia silabus PBM
b. Tersedia paparan soal 
c. Tersedia analisis hasil belajar 
d. Tersedia kunci jawaban dan pedoman 
penskoran
Jumlah (16+12) = 28 16 12
Rata-rata 28/32 x 100% = 87,50
Prosentase
Keterangan :
Baik Sekali = 81 s.d 100
Baik = 61 s.d 80
Cukup = 41 s.d 60
Kurang = 0 s.d 40
Komentar :

Perencanaan pembelajaran pada siklus 2 memperoleh nilai rata-

rata 87,50 dengan kualifikasi baik terdiri dari merumuskan tujuan


47

pembelajaran baru tiga indikator yang dilaksanakan, pengembangan

materi pembelajaran baru tiga indikator yang dilaksanakan dengan

kategori baik, pengorganisasian materi pembelajaran telah dilaksanakan 4

indikator, pemilihan sumber belajar baru dilaksanakan tiga indikator,

skenario pembelajaran baru dilaksanakan 3 indikator, kerincian skenario

pembelajaran telah memenuhi 4 indikator, kesesuaian teknik dengan

tujuan pembelajaran baru tiga indikator yang dilaksanakan.

b.Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus 2


1) Aktivitas Guru dalam melaksanakan Pembelajaran
Tabel 3.6
Aktifitas Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran Siklus 2

Kategorisasi
N
Indikator yang diamati BS B C K
O
4 3 2 1
1 Pra Pembelajaran BS
a. Memeriksa kesiapan siswa 
b. Melakukan kegiatan apersepsi 
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran 
d. Mengaitkan dengan pengetahuan awal 
2 Kegiatan Inti Pembelajaran BS
a. Menunjukkan penguasaan materi 
pembelajaran
b. Mengaitkan materi dengan pengetahuan 
lain yang relevan
c. Menyampaikan materi dengan jelas dan 
sesuai dengan hierarki belajar
d. Mengaitkan materi dengan realitas 
kehidupan
3 Pendekatan/Strategi Pembelajaran BS
a. Melaksanakan pembelajaran sesuai 
dengan kompetensi (tujuan) yang akan
dicapai
b. Melaksanakan pembelajaran secara runtut 
c. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat 
konstektual
d. Melaksanakan pembelajaran yang 
48

memungkinkan tumbuhnya kebiasaaan


positif
4 Pemanfaatan sumber belajar/media BS
pembelajaran
a. Menggunakan media secara efektif dan 
efisien
b. Menghasilkan pesan yang menarik 
c. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan 
media
d. Pemanfaatan media berulang-ulang 
5 Pembelajaran yang memicu dan BS
memelihara keterlibatan siswa
a. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa 
dalam pembelajaran
b. Menunjukkan sikap terbuka terhadap 
respon siswa
c. Menumbuhkan keceriaan dan antusisme 
siswa dalam belajar
d. Memberikan motivasi 
6 Penilaian proses dan hasil belajar BS
a. Memantau kemajuan belajar selama 
proses
b. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan 
kompetensi (tujuan)
c. Menanamkan keterampilan proses pada 
siswa
d. Memberikan tugas pekerjaan rumah 
7 Penggunaan bahasa B
a. Menggunakan bahasa lisan dan tulis 
secara jelas, baik, dan benar
b. Menyampaikan pesan dengan gaya yang 
sesuai
c. Menggambarkan mimic keceriaan 
d. Komunikatif
8 Penutup B
a. Melakukan refleksi atau membuat
rangkuman dengan melibatkan siswa
b. Melaksanakan tindak lanjut dengan 
memberikan arahan, atau kegiatan, atau
tugas sebagai bagian remidi/pengayaan
c. Menutup pembelajaran 
d. Mengucapkan salam 
Jumlah (24+6) = 30 24 6
Rata-rata 30/8 = 3,75 93,68
Prosentase 30/32x100% = 93,68
49

Komentar :

Aktifitas guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus 2

mencapai 93,68% terdiri dari 8 indikator yaitu Prapembelajaran mencapai

4 indikator, kegiatan inti mencapai 4 indikator, pendekatan strategi

pembelajaran mencapai 4 indikator, pemanfaatan sumber belajar

mencapai 4 indikator, pembelajaran memicu keterlibatan siswa mencapai

4 indikator, penilaian proses dan hasil belajar siswa mencapai 4 indikator,

penggunaan bahasa mencapai tiga indikator, dan penutup tiga indikator.

2)Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Siklus 2


Tabel 3.7
Aktifitas Siswa dalam Pembelajaran Siklus 2
Kulaifikasi
No Keterampilan Proses Jml
Prosentase
Siswa
1 Melakukan pengamatan 20 80
2 Menafsirkan hasil pengamatan 15 60
3 Mengelompokkan (klasifikasi) 22 88
4 Berkomunikasi 22 88
5 Berhipotesis 18 72
6 Menerapkan konsep 15 60
7 Mengajukan pertanyaan 20 80
8 Berlatih menyimpulkan 25 100
Jumlah 157 628
Rata-rata 19,64 78,50
Komentar :

Aktifitas siswa yang diamati dalam pembelajaran terdiri dari

melakukan pengamatan sebanyak 20 orang dari 25 orang siswa sama

dengan 80%, menafsirkan hasil pengamatan 15 orang dari 25 orang siswa

sama dengan 60%, mengelompokkan sebanyak 22 orang dama dengan


50

88%, berkomunikasi sebanyak 22 orang sama dengan 88%, berhipotesis

sebanyak 15 orang sama dengan 60%, menerapkan konsep sebanyak 15

orang sama dengan 60%, mengajukan pertanyaan sebanyak 20 orang

sama dengan 80% dan berlatih menyimpulkan sebanyak 25 orang sama

dengan 100%. Secara keseluruhan aktifitas siswa dalam melakukan

keterampilan proses mencapai 78,50%.

3) Hasil Belajar Siswa

Tabel 3.8
Hasil Belajar Siswa Siklus 2
Nama Soal
No Jml R
Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Andang 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 80 80
2 Aning 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
3 Ahmad 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 70 70
4 Bahtiar 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 80 80
5 Budi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
6 Bela 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 80 80
7 Cicih 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
8 Cucu 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
9 Dian 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 70 70
10 Dani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
11 Elan 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 70 70
12 Emin 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
13 Elin 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
14 Farid 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 70 70
15 Fina 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
16 Gunawan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
17 Galih 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 70 70
18 Haris 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
19 Husen 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
20 Iyang 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 100 100
21 Ijang 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 70 70
22 Jajang 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 80 80
23 Juju 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
24 Karim 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 80 80
25 Kania 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 70 70
Jumlah 23 22 23 21 22 24 24 22 24 24 2040 2040
51

Rata- 80,16 80,16


rata

Komentar :

Hasil belajar siswa pada pembelajaran siklus 2 memperoleh nilai

rata-rata 80,16 terdiri dari yang memperoleh nilai 90 sebanyak 12 orang

sama dengan 48,00% yang memperolah nilai 80 sebanyak 5 orang sama

dengan 20%. Yang memperoleh nilai 70 sebanyak 8 orang sama dengan

32%. Hal ini belum memenuhi SKKM sekurang-kurangnya memperoleh

nilai rata-rata 75,00.

4. Refleksi Siklus 2

a. Kinerja guru dalam merencanakan pembelajaran

Perencanaan pembelajaran pada siklus 1 memperoleh nilai rata-rata

87,50 termasuk kategori baik, terdapat kelemahan dalam, instrumen

perencanaan evaluasi kurang

b. Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran

Aktifitas guru dalam melaksanakan pembelajaran mencapai 93,68%

termasuk kategori baik sekali, terdapat kelemahan diantaranya guru

kurang memotivasi siswa untuk bertanya,

c. Aktivitas Siswa.

Aktifitas siswa dalam melaksanakan keterampilan proses baru

mencapai 78,50 % terdapat kelemahan dalam berhipotesis dan

menerapkan konsep.
52

d. Hasil belajar siswa

Hasil belajar siswa pada pembelajaran siklus I memperoleh nilai rata-

rata 80,16 Sekalipun nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai KKM

masih terdapat sebagian kecil siswa belum tuntas dalam

pembelajaran, maka pembelajaran diperbaiki pada siklus 3

3.Siklus 3

Aspek yang diamati pengamat I yaitu aktifitas dalam merencanakan

dan melaksanakan pembelajaran terdiri dari :

a. Kinerja guru dalam Merencanakan Pembelajaran

Tabel 3.9
Aktifitas Guru Dalam Merencanakan Pembelajaran Siklus 3
Kategorisasi
N
Indikator yang diamati BS B C K
O
4 3 2 1
1 Kejelasan perumusan tujuan pembelajaran BS
a. Mengandung kata kerja operasional 
b. Merupakan perilaku hasil belajar 
c. Sesuai dengan standar kompetensi 
d. Menunjukkan pengalaman bermakna 
2 Pemilihan materi ajar (sesuai dengan tujuan BS
dan karakteristik peserta didik)
a. Materi ajar sesuai dengan tujuan PBM 
b. Materi ajar sesuai dengan karakteristik 
siswa
c. Menantang dan menyenangkan 
d. Materi ajar disusun secara kontekstual 
3 Pengorganisasian materi ajar (keruntutan, BS
sistema-tika materi dan kesesuaian dengan
alokasi waktu)
a. Materi ajar runtut disusun dari yang mudah 
ke yang sukar
b. Materi ajar sesuai dengan alokasi waktu 
c. Materi ajar sesuai dengan tujuan 
pembelajaran
d. Materi ajar diambil dari kehidupan anak 
53

sehari-hari
4 Pemilihan sumber/media pembelajaran BS
(sesuai dengan tujuan, materi, dan
karakteristik peserta didik)
a. Media pembelajaran sesuai dengan tujuan 
b. Sumber belajar sesuai dengan KTSP 
c. Sumber belajar diambil dari lingkungan 
sekitar siswa
d. Media pembelajaran dapat memperjelas 
pemaham-an siswa
5 Kejelasan scenario pembelajaran (langkah- BS
langkah kegiatan pembelajaran : (awal, inti,
dan penutup)
a. Kegiatan awal 
b. Kegiatan inti (eksplorasi, konsolidasi, 
konfirmasi)
c. Kegiatan penutup 
d. Kegiatan perbaikan dan pengayaan 
6 Kerincian scenario pembelajaran (setiap BS
langkah tercermin strategi/metode dan
alokasi waktu pada setiap tahap)
a. Kegiatan pendahuluan diisi dengan 
bercerita dan Tanya jawab
b. Kegiatan eksplorasi mengungkap 
pengetahuan awal siswa melalui Tanya
jawab
c. Kegiatan elaborasi yaitu dengan diskusi 
d. Konfirmasi merevisi dan menjelaskan 
konsep
7 Kesesuaian teknik dengan tujuan BS
pembelajaran
a. Teknik pembelajaran sesuai dengan 
tujuan pembelajaran
b. Teknik pembelajaran diharapkan dapat 
mendeskripsikan magnet dan
membuktikannya dalam diskusi
c. Teknik pembelajaran dapat 
menyenangkang siswa
d. Menyediakan lahan pengembangan 
potensi siswa
8 Kelengkapan instrument (soal, kunci, BS
pedoman penskoran)
a. Tersedia silabus PBM 
b. Tersedia paparan soal 
c. Tersedia analisis hasil belajar 
54

d. Tersedia kunci jawaban dan pedoman 


penskoran
Jumlah = 32 32
Rata-rata 32/32 x 100% = 100 1,00
Prosentase 100
Keterangan :
Baik Sekali = 81 s.d 100
Baik = 61 s.d 80
Cukup = 41 s.d 60
Kurang = 0 s.d 40

Komentar :

Perencanaan pembelajaran pada siklus 3 memperoleh nilai rata-

rata 100% dengan kualifikasi baik terdiri dari merumuskan tujuan

pembelajaran baru 4 indikator yang dilaksanakan, pengembangan materi

pembelajaran baru 4 indikator yang dilaksanakan dengan kategori baik,

pengorganisasian materi pembelajaran telah dilaksanakan 4 indikator,

pemilihan sumber belajar baru dilaksanakan 4 indikator, skenario

pembelajaran baru dilaksanakan 4 indikator, kerincian skenario

pembelajaran telah memenuhi 4 indikator, kesesuaian teknik dengan

tujuan pembelajaran baru 4 indikator yang dilaksanakan.

ii. Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajran

1. Aktivitas guru

Tabel 3.10
Aktifitas Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran Siklus 3

Kategorisasi
N
Indikator yang diamati BS B C K
O
4 3 2 1
1 Pra Pembelajaran BS
a. Memeriksa kesiapan siswa 
b. Melakukan kegiatan apersepsi 
55

c. Menyampaikan tujuan pembelajaran 


d. Mengaitkan dengan pengetahuan awal 
2 Kegiatan Inti Pembelajaran BS
a. Menunjukkan penguasaan materi 
pembelajaran
b. Mengaitkan materi dengan pengetahuan 
lain yang relevan
c. Menyampaikan materi dengan jelas dan 
sesuai dengan hierarki belajar
d. Mengaitkan materi dengan realitas 
kehidupan
3 Pendekatan/Strategi Pembelajaran BS
a. Melaksanakan pembelajaran sesuai 
dengan kompetensi (tujuan) yang akan
dicapai
b. Melaksanakan pembelajaran secara runtut 
c. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat 
konstektual
d. Melaksanakan pembelajaran yang 
memungkinkan tumbuhnya kebiasaaan
positif
4 Pemanfaatan sumber belajar/media BS
pembelajaran
a. Menggunakan media secara efektif dan 
efisien
b. Menghasilkan pesan yang menarik 
c. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan 
media
d. Pemanfaatan media berulang-ulang 
5 Pembelajaran yang memicu dan BS
memelihara keterlibatan siswa
a. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa 
dalam pembelajaran
b. Menunjukkan sikap terbuka terhadap 
respon siswa
c. Menumbuhkan keceriaan dan antusisme 
siswa dalam belajar
d. Memberikan motivasi 
6 Penilaian proses dan hasil belajar BS
a. Memantau kemajuan belajar selama 
proses
b. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan 
kompetensi (tujuan)
c. Menanamkan keterampilan proses pada 
siswa
56

d. Memberikan tugas pekerjaan rumah 


7 Penggunaan bahasa BS
a. Menggunakan bahasa lisan dan tulis 
secara jelas, baik, dan benar
b. Menyampaikan pesan dengan gaya yang 
sesuai
c. Menggambarkan mimic keceriaan 
d. Komunikatif 
8 Penutup BS
a. Melakukan refleksi atau membuat 
rangkuman dengan melibatkan siswa
b. Melaksanakan tindak lanjut dengan 
memberikan arahan, atau kegiatan, atau
tugas sebagai bagian remidi/pengayaan
c. Menutup pembelajaran 
d. Mengucapkan salam 
Jumlah = 32 32
Rata-rata 31/32 = 0,96 0,96
Prosentase 31/32x100% = 96%
Komentar :

Aktifitas guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus 3

mencapai 96% terdiri dari 8 indikator yaitu Prapembelajaran mencapai 4

indikator, kegiatan inti mencapai 4 indikator, pendekatan strategi

pembelajaran mencapai 4 indikator, pemanfaatan sumber belajar

mencapai 4 indikator, pembelajaran memicu keterlibatan siswa mencapai

4 indikator, penilaian proses dan hasil belajar siswa mencapai 4 indikator,

penggunaan bahasa mencapai 4 indikator, dan penutup 4 indikator.

2. Aktivitas Siswa

Tabel 3.11
Aktifitas Siswa dalam Pembelajaran Siklus 3
Kulaifikasi
No Keterampilan Proses Jml
Prosentase
Siswa
1 Melakukan pengamatan 25 100
2 Menafsirkan hasil pengamatan 20 80
3 Mengelompokkan (klasifikasi) 23 92
57

4 Berkomunikasi 23 92
5 Berhipotesis 22 88
6 Menerapkan konsep 20 80
7 Mengajukan pertanyaan 25 100
8 Berlatih menyimpulkan 25 100
Jumlah 183 732
Rata-rata 22,75 91,50

Komentar :

Aktifitas siswa yang diamati dalam pembelajaran terdiri dari

melakukan pengamatan sebanyak 25 orang dari 25 orang siswa sama

dengan 100%, menafsirkan hasil pengamatan 25 orang dari 25 orang

siswa sama dengan 80%, mengelompokkan sebanyak 23 orang dama

dengan 92%, berkomunikasi sebanyak 23 orang sama dengan 92%,

berhipotesis sebanyak 22 orang sama dengan 88%, menerapkan konsep

sebanyak 20 orang sama dengan 80%, mengajukan pertanyaan sebanyak

25 orang sama dengan 100% dan berlatih menyimpulkan sebanyak 25

orang sama dengan 100%. Secara keseluruhan aktifitas siswa dalam

melakukan keterampilan proses mencapai 91,50%.

Tabel 3.8
Hasil Belajar Siswa Siklus 2
Nama Soal
No Jml R TT
Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Andang 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
2 Aning 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100
3 Ahmad 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 90 90
4 Bahtiar 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 90 90
5 Budi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100
6 Bela 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100
7 Cicih 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100
8 Cucu 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100
58

9 Dian 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100


10 Dani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100
11 Elan 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 90 90
12 Emin 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 90 90
13 Elin 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 90 90
14 Farid 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100
15 Fina 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 90 90
16 Gunawan 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 90 90
17 Galih 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 90 90
18 Haris 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100
19 Husen 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 90 90
20 Iyang 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 90 90
21 Ijang 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100
22 Jajang 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 90 90
23 Juju 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 90 90
24 Karim 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 90 90
25 Kania 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 100 100
Jumlah 2 2 2 2 2 2 2 2 2 25 236 2360
5 5 4 4 3 4 2 2 5 0
Rata-rata 94,4 94,4
0 0

Komentar :

Hasil belajar siswa pada pembelajaran siklus 3 memperoleh nilai

rata-rata 94,40 terdiri dari yang memperoleh nilai 100 sebanyak 11 orang

sama dengan 44,00% yang memperolah nilai 90 sebanyak 14 orang sama

dengan 56%. Hal ini belum memenuhi SKKM sekurang-kurangnya

memperoleh nilai rata-rata 75,00.

4. Refleksi Siklus 3

a. Kinerja guru dalam merencanakan pembelajaran

Perencanaan pembelajaran pada siklus 1 memperoleh nilai rata-rata

100 termasuk kategori baik.

b. Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran


59

Aktifitas guru dalam melaksanakan pembelajaran mencapai 96%

termasuk kategori baik sekali.

c. Aktivitas Siswa.

Aktifitas siswa dalam melaksanakan keterampilan proses baru

mencapai 91,50 % terdapat kelemahan dalam berhipotesis dan

menerapkan konsep.

d. Hasil belajar siswa

Hasil belajar siswa pada pembelajaran siklus I memperoleh nilai rata-

rata 94,40 Sekalipun nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai KKM

masih terdapat sebagian kecil siswa belum tuntas dalam

pembelajaran, maka pembelajaran diperbaiki pada


60

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Data Hasi Penelitian

1. Setting Penelitian

a. Orientasi dan Identifikasi Masalah

Hasil orientasi dan identifikasi masalah tentang pembelajaran IPA

di kelas VI semester 2 ditemukan data sikap ilmiah, kerja ilmiah siswa

rendah, akibatnya hasil belajar siswa rendah hanya mencapai nilai rata-

rata kelas pada kompetensi Mendeskripsikan gerhana maahari dan

gerhana bulan 45,00 dari 25 orang siswa. Untuk memecahkan masalah

tersebut dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa

Mendeskripsikan gerhana maahari dan gerhana bulan melalui penerapan

metode demonstrasi dalam keterampilan proses. Penelitian ini dilaporkan

melalui deskriptif kualitatif Penelitian Tindakan Kelas. Fokus penelitian ini

adalah upaya meningkatkan sikap ilmiah, kerja ilmiah dan hasil belajar

siswa Mendeskripsikan gerhana maahari dan gerhana bulan di kelas VI

SDN Kertajaya Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya.

Penerapan Pendekatan keterampilan proses sebagai upaya untuk

meningkatkan kemampuan siswa mendeskripsikan gerhana matahari dan

gerhana bulan, dilakukan dalam tiga siklus tindakan, tiap siklus tindakan

terdiri sari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi

sesuai dengan model Kemmis & Taggart. Guru sebagai agen


61

pembelajaran memegang peranan penting dalam menciptakan suasana

pembelajaran.

Orientasi dan identifikasi masalah adalah tahap persiapan sebelum

tahapan penelitian di mulai, terdiri dari kegiatan pengumpulan data yang

diperlukan untuk kelancaran tindakan pembelajaran kegiatan tersebut

meliputi : diskusi tentang Penelitian Tindakan Kelas antara peneliti dengan

mitra sejawat yaitu guru kelas IV dan guru kelas V berkenaan dengan

prinsip-prinsip dan langkah-langkah praktis kegiatan Penelitian Tindakan

Kelas (PTK). Bagi mitra sejawat guru kelas V merupakan hal yang baru,

supaya terjadi kesepahaman maka dilakukan diskusi selama 2 hari. Hari

pertama diawali presentasi dari peneliti secara umum tentang Penelitian

Tindakan Kelas selama 40 menit, dilanjutkan dengan presentasi

Penerapan metode demonstrasi dalam model pembelajaran keterampilan

proses yang diadopsi dari (Suherman 2000:46) dengan alur skenario

pembelajaran (a) kegiatan awal (± 5 menit) terdiri dari (1) apersepsi, (2)

mengungkap pengetahuan awal siswa dan menyampaikan tujuan

pembelajaran, kegiatan Inti (±15 menit). Hari kedua diskusi tentang

identifikasi masalah, tujuan penelitian, model penelitian, tahap penelitian

dan cara mengamati tindakan penelitian.

Setelah segala sesuatunya dipahami dan disepakati maka

dilanjutkan dengan pembagian tugas untuk menyiapkan instrument

penelitian terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran, alat peraga


62

yang disiapkan, kompetensi dasar yang dikembangkan, lembar kerja yang

disiapkan, alat evaluasi dan instrument observasi.

2. Observasi Pendahuluan

Observasi dilakukan terhadap guru kelas VI pada pembelajaran

konvensional yang dilakukan pada saat itu. Observasi difokuskan kepada

aktivitas guru dalam merencanakan pembelajaran, aktivitas guru dalam

melaksanakan pembelajaran aktivitas siswa dalam pembelajaran dan

hasil belajar siswa tentang mendeskripsikan gerhana maahari dan

gerhana bulan. Observasi pendahuluan ini dilakukan dengan topic

kompetensi dasar Mendeskripsikan gerhana maahari dan gerhana bulan

melalui penerapan metode demonstrasi dalam model pembelajaran

keterampilan proses. Dari observasi tersebut diperoleh data sebagai

berikut :

a. Aktivitas guru dan siswa

Yang menarik dipandang perlu untuk diperbaiki dari perilaku

pembelajaran pada tahap ini adalah :

1) Guru memulai pembelajaran dengan menugaskan siswa untuk

membuka buku sumber pada halaman tertentu yang berhubungan

dengan topik mendeskripsikan gerhana matahari dan gerhana bulan.

Tidak ada kegiatan apersepsi dengan mengungkap pengetahuan awal

siswa, mengenalkan siswa dengan fenomena awal sehingga siswa

termotivasi. Siswa telah sejak awal membuka buku diatas meja.


63

2) Selama pembelajaran secara sistematis guru membahas beberapa

konsep yang terdapat pada buku. Sekali-kali mendemonstrasikan

konssep terjadinya gerhana maahari dan gerhana bulan yang ada

pada buku. Ada beberapa orang siswa disuruh mendeskripsikan

gerhana matahari dan gerhana bulan di depan kelas. Tetapi mayoritas

siswa dalam pembelajaran duduk tegak di depan bersidakep. Tidak

ada aktivitas mengamati, menafsirkan hasil pengamatan,

mengelompokan dalam bentuk klasifikasi membedakan gerhana

matahari dan gerhana bulan, mana yang bukan gerhana matahari,

berkomunikasi, berhipotesis menerapkan hasil pengamatan,

mengajukan pertanyaan, berlatih menyusun kesimpulan kecuali ketika

disuruh oleh guru, atau mereka mengobrol dengan temannya,

membuat gambar-gambar/tulisan yang tidak berhubungan denga topik

yang dipelajari.

3) Mengungkap pengetahuan awal siswa oleh peneliti

Tes dilakukan dengan dibantu penjelasan lisan dan peragaan alat

yang diperlukan. Dilaksanakan setelah observasi awal. Tes dilakukan

dengan menggunakan instrument evaluasi, sebelumnya siswa telah

ditugaskan membaca wacana tentang gerhana maahari dan gerhana

bulan dalam buku sumber, dan beberapa topik untuk dipelajari, maka

materi tes difokuskan pada upaya mengungkap pemahaman tentang

gerhana maahari dan gerhana bulan, dengan indikator (a) mengamati

demonstrasi rotasi dan revolusi bumi (b) menyebutkan akibat dari


64

rotasi bumi dan revolusi bumi (c) memberi contoh akibat terjadinya

rotasi bumi dan revolusi bumi,. Hasil analisis terhadap jawaban dua

puluh lima orang siswa dapat dikategorikan kemampuan siswa

mendeskripsikan gerhana maahari dan gerhana bulan melalui

keterampilan proses sangat kurang dengan perolehan rata-rata kelas

45,00 sebagian besar siswa belum mampu Mendeskripsikan gerhana

maahari dan gerhana bulan. Untuk lebih jelasnya dapat dianalisis

pada tabel berikut.

Tabel 4.1
Hasil Belajar Siswa
Indikator aspek yang diobservasi
No Nama Siswa
A B C D Jml R %
1 Andang 4 5 5 4 18 4,5
2 Aning 4 5 5 4 18 4,5
3 Ahmad 5 5 5 4 19 4,75
4 Bahtiar 5 5 5 4 19 4,75
5 Budi 5 5 5 4 19 4,75
6 Bela 5 5 5 4 19 4,75
7 Cicih 5 4 5 4 18 4,5
8 Cucu 5 4 4 4 17 4,25
9 Dian 4 4 4 4 16 4,00
10 Dani 4 4 4 5 17 4,25
11 Elan 4 4 4 5 17 4,25
12 Emin 4 5 4 5 18 4,5
13 Elin 5 5 4 5 19 4,75
14 Farid 5 5 4 5 19 4,75
15 Fina 5 5 5 4 19 4,75
16 Gunawan 5 4 5 4 18 4,5
17 Galih 5 4 5 4 18 4,5
65

18 Haris 4 4 5 4 17 4,25
19 Husen 4 5 5 4 18 4,5
20 Iyang 4 5 5 4 18 4,5
21 Ijang 5 5 4 4 18 4,5
22 Jajang 5 4 4 5 18 4,5
23 Juju 5 5 5 4 19 4,75
24 Karim 5 5 5 5 20 5,00
25 Kania 5 4 4 5 18 4,5
Jumlah 116 115 115 117 454 112,5
4,6
Rata-rata 4,60 4,60 4,02 18,16 4,50
5
Keterangan: (a) mengelompokkan benda-benda yang bersifat magnetic
dan yang tidak magnetic, (b) menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam
menembus beberapa benda melalui percobaan, (c) member contoh
penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari, (d) membuat
magnet.

Dari data hasil analisis terhadap pengetahuan awal siswa

sebagaimana diatas nilai seluruh siswa rendah hanya mencapai nilai rata-

rata 4,5 (45%) untuk memperbaiki pembelajaran tersebut dilakukan untuk

tiga siklus tindakan, masing-masing pertemuan terdiri dari 2 x 35 menit.

3. Refleksi Terhadap Pra Tindakan Pembelajaran

Refleksi dilakukan bersama-sama mitra sejawat. Hasil refleksi

adalah sebagai berikut :

(a) Perencanaan pembelajaran tidak runtut.

(b) Pelaksanaan pembelajaran monoton konvensional.

(c) Motivasi belajar kurang.

(d) Pembelajaran yang dilakukan masih jauh dari hasil yang diharapkan.
66

Hipotesis tindakan untuk memperbaiki pembelajaran tersebut, maka

guru perlu mengembangkan keterampilan proses melalui percobaan

dan penerapan keterampilan proses dengan metode demonstrasi,

memberikan motivasi belajar yang tinggi terhadap siswa untuk aktif

belajar.

a) Guru perlu menanamkan pembiasaan dalam menerapkan sikap

ilmiah seperti mengamati dengan cermat, mencatat data hasil

pengamatan, mengelompokan, menafsirkan, melakukan

percobaan, menyusun suatu kesimpulan.

b) Pembelajaran keterampilan proses yang akan dilaksanakan harus

berorientasi kepada upaya penanaman sikap ilmiah, dalam

mendeskripsikan terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan

melalui keterampilan proses.

1. Perencanaan Penelitian

a. Perencanaan Pembelajaran Siklus I, II, dan III

Perencanaan tindakan pembelajaran adalah menyusun rencana

pembelajaran, terlebih dahulu menganalisis silabus pembelajaran,

menentukan standar kompetensi yaitu mendeskripsikan terjadinya

gerhana matahari dan gerhana bulan melalui keterampilan proses,

dengan indikator (a) mendemstrrasikan Rotasi dan revolusi bumi

terhadapa matahari (b) menafsirkan hasil pengamatan dari kegiatan

demonstrasi rotsi bumi dan revolusi bumi terhadap matahari (c)

Membedakan gerhana matahari dan gerhana bulan, (d) Menjelasakan


67

kalender masehi dan kalender hijriyah (e) memberi contoh akibat dari

rotasi dan revolusi bumi terhadap matahari dalam kehidupan sehari-hari.

Supaya pembelajaran lebih aktif maka guru menyiapkan alat peraga

terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan, metode yang akan

dilaksanakan ceramah, Tanya jawab, diskusi dan demonstrasi serta

materi yang dikembangkan adalah Terjadinya gerhana matahari dan

gerhana bulan.

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I, II, dan III

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disusun dengan langkah-

langkah kegiatan apersepsi, kegiatan eksplorasi, kegiatan elaborasi,

kegiatan konfirmasi dan kegiatan penutup, sedangkan pengorganisasian

siswa dalam belajar dilakukan melalui belajar kelompok, anggota

kelompok paling banyak 5 orang, disiapkan aturan kerja kelompok,

kelompok diarahkan kepada pencapaian indikator dan diskusi terbuka.

Pada kegiatan akhir yaitu kegiatan evaluasi dengan membuat kisi-kisi

soal, jumlah soal disesuaikan alokasi waktu yang tersedia (± 15 menit),

disesuaikan dengan indikator yang hendak dicapai, disediakan format

analisis tes.

Pelaksanaan tindakan pembelajaran urutan langkah-langkah sesuai

dengan skenario pembelajaran. Fokus penelitian diarahkan kepada

mengamati, menafsirkan hasil pengamatan mengelompokkan,

meramalkan, menggunakan pesawat sederhana.

c. Observasi Tindakan Pembelajaran


68

(1) Kemampuan Guru dalam Perencanaan Pembelajaran Siklus I,

II, dan III

Kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran siklus I, II, dan

III difokuskan pada peningkatan kemampuan menerapkan keterampilan

proses mengamati terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan melalui

demonstrasi.

Tabel 4.1
Kualifikasi Guru dalam merencanakan pembelajaran

ASPEK Siklus I Siklus II Siklus III


N YANG
O DIOBSERVA Sko R %
Sko
R %
Sko
R %
SI r r r
1 Kejelasan 3 3 75 4 4 100 4 4 10
perumusan 0
tujuan
pembelajaran
2 Pengorganisa 3 3 75 4 4 100 4 4 10
sian materi 0
ajar
(keruntutan,
sistematika
materi dan
kesesuaian
dengan
alokasi
waktu)
3 Pemilihan 3 3 75 4 4 100 4 4 10
sumber/medi 0
a
pembelajaran
(sesuai
dengan
tujuan,
materi, dan
karakteristik
peserta didik)
4 Kejelasan 4 4 100 4 4 100 4 4 10
skenario 0
pembelajaran
69

(langkah-
langkah
kegiatan
pembelajaran
: awal, inti,
dan penutup)
5 Kerincian 4 4 100 4 4 100 4 4 10
skenario 0
pembelajaran
(setiap
langkah
tercermin
strategi/meto
de dan
alokasi waktu
pada setiap
tahap)
6 Kesesuaian 3 3 75 4 4 100 4 4 10
teknik 0
dengan
tujuan
pembelajaran
7 Kelengkapan 2 2 50 2 2 50 4 4 10
instrument 0
(soal, kunci,
pedoman
penskoran)
8 Kelengkapan 2 2 50 2 2 50 4 4 10
instrument 0
(soal, kunci,
pedoman
penskoran)
10
Jumlah 22 22 650 28 28 700 32 32
0
22/ 22/3 68,2 28/3 28/ 87,5 32/3 32/
Rata-rata
32 2 5 2 32 0 2 32

Komentar :

Berkenaan dengan hal ini, guru menyusun perencanaan pembelajaran

dan melaksanakannya dengan diamati observer guru kelas VI, dan kepala

dekolag SDN Kertajaya Kecamatan Cineam . Salah satu produk dari


70

kegiatan ini adalah Rencana Pembelajaran dan Lembar Kerja Siswa

(LKS) pembelajaran siklus 1 dijelaskan dalam lampiran. Sedangkan

gambaran kompetensi guru dalam menerapkan pendekatan keterampilan

proses adalah sebagai berikut : Perolehan rata-rata kualifikasi guru dalam

merencanakan pembelajaran siklus I baru 68,25% meningkat pada siklus

II menjadi 87,50% dan pada siklus III mencapai 100% dari 8 indikator

perencanaan pembelajaran.

Grafik 4.1
Grafik Kualifikasi Guru Dalam Merencanakan Pembelajaran

100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3

Aktivitas guru dalam merencanakan pembelajaran siklus 1 memperoleh

nilai rata-rata 68,25, meningkat pada siklus 2 memperoleh rata-rata 78,50

dan meningkat pada siklus 3 mencapai 100%.


71

(2) Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran

Tabel 4.2
Kualifikasi Aktivitas Guru Dalam Pelaksanaan Pembelajaran

ASPEK Siklus I Siklus II Siklus III


N YANG DI
O OBSERV Sk Sko
R % Skor R % R %
ASI or r
1 Pra 6 3,00 75 8 4 100 8 4 100
Pembelaja
ran
2 Kegiatan 13 2,60 65 20 4 100 20 4 100
Inti
Pembelaja
ran
3 Pendekata 16 2,66 65 22 3,6 91,6 24 4 100
n/Strategi 6 6
Pembelaja
ran
4 Pemanfaa 12 3,00 75 11 2,5 55,0 16 4 100
tan 0
sumber
belajar/
media
pembelaja
ran
5 Pembelaja 9 2,25 56,2 14 3,5 87,5 14 3,5 87,5
ran yang 5 0 0
memicu
dan me
melihara
keterliba
tan siswa
6 Pembelaja 6 3,0 75 8 4 100 8 4 100
ran yang
memicu
dan me
melihara
keterlibat
an siswa
7 Pengguna 6 3,0 75 8 4 100 8 4 100
an bahasa
8 Penutup 6 3,0 75 7 3,5 87,5 8 4 100
0
72

71,1 29, 78,8 31, 97,1


Jumlah 74 22,51 98 104
5 16 8 5 4
10
Skor Ideal 104 104
4

Grafik 4.2
Kualifikasi Aktivitas Guru Dalam Pelaksanaan Pembelajaran

100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3

Kegiatan Awal (±10 menit) secara garis besarnya pendahuluan

kegiatanlah mampu memotivasi siswa dengan mengungkap fenomena

yang berhubungan dengan gerhana matahari dan gerhana bulan, mampu

mengungkap pengetahuan awal siswa, menyampaikan tujuan

pembelajaran.

Kegiatan Inti (±45 menit)

a) Fase eksplorasi (±15 menit) tahap ini berlangsung sesuai dengan

karakteristiknya yaitu mengungkap pengetahuan awal siswa, member

penjelasan tentang konsep gerhana matahari dan gerhana bulan,


73

melakukan demonstrasi. Kerja ilmiah dan sikap ilmiah yang

ditanamkan adalah kemampuan mengamati, kemampuan

mengelompokan. Kemampuan merencanakan percobaan.

b) Fase elaborasi (±15 menit) pada fase ini kemampuan kerja dan sikap

ilmiah yang dikembangkan adalah kemampuan menganalisis,

kemampuan berkomunikasi, keberanian bertanya, kemampuan

berhipotesis.

c) Fase konfirmasi (±15 menit) pada fase ini kemampuan kerja ilmah

yang dikembangkan adalah kemampuan memprediksi dan

kemampuan guru melaksanakan pembelajaran menunjukan

peningkatan berdasarkan data yang diperoleh siklus 1 mencapai rata-

rata 71,15 meningkat menjadi 78,88 pada siklus 2 dan meningkat

menjadi 97,14, dari kategori cukup meningkat menjadi kategori baik

dan pada siklus 3 menjadi sangat baik.

Tabel 4.3

Aktivitas Siswa Dalam Melakukan Keterampilan Proses

N Aktifitas yang Siklus I Siklus II Siklus III


O diobservasi Jml % Jml % Jml %
1 Mengamati 20 100 20 100 20 100
2 Menafsirkan 10 50 18 90 20 100
3 Mengelompokkan 20 100 20 100 20 100
4 Meramalkan 10 50 10 50 15 75
5 Berkomunikasi 15 75 15 75 18 90
6 Berhipotesis 10 50 14 70 18 90
7 Menerapkan 10 50 15 75 18 90
74

8 Bertanya 12 60 19 95 20 100
9 Menyimpulkan 15 75 18 90 20 100
Jumlah 122 610 149 740 179 845
Skor Ideal 67.77 82.22 93.77

Komentar :

Pada Siklus 1 seluruh siswa melakukan pengamatan jumlah 20 orang

(100%), menafsirkan hasil pengamatan baru setengah dari jumlah siswa

10 orang (50%), seluruh siswa melakukan pengelompokan benda magnet

dan bukan benda magnet 20 orang (100%), setengah dari jumlah siswa

10 orang dapat meramalkan pengaruh gaya magnet 10 orang (50%), 15

orang dapat berkomunikasi tentang magnet (75%), 10 orang dapat

berhipotesis (50%), 10 orang dapat menerapkan konsep magnet (50%),

12 orang bertanya (60%) dan 15 orang dapat menyimpulkan (75%).

Pada siklus 2 : seluruh siswa melakukan pengamatan jumlah 20 orang

(100%), hampir seluruh siswa dapat menafsirkan hasil pengamatan

jumlah siswa 18 orang (90%), seluruh siswa melakukan membedakan

gerhana matahari dan gerhana bulan 20 orang (100%), setengah dari

jumlah siswa yaitu 10 orang dapat meramalkan pengaruh Rotasi dan

revolusi bumi 10 orang (50%), 15 orang dapat berkomunikasi tentang

rotasi dan revolusi bumi terhadap matahari (75%), 14 orang dapat

berhipotesis (70%), 15 orang dapat menerapkan konsep rotasi dan

revolusi bumi terhadap matahaari (75%), 19 orang bertanya (95%) dan 18

orang dapat menyimpulkan (90%).


75

Siklus 3 : seluruh siswa melakukan pengamatan jumlah 20 orang (100%),

seluruh siswa dapat menafsirkan hasil pengamatan 20 orang (100%),

seluruh siswa melakukan demonstrasi rotasi dan revolusi bumi terhadap

matahari 20 orang (100%), sebagian besar dari jumlah siswa yaitu 15

orang dapat meramalkan pengaruh rotasi dan revolusi bumi (75%), 18

orang dapat berkomunikasi tentang gerhana matahari dan gerhana bulan

(90%), 18 orang dapat berhipotesis (90%), 18 orang dapat menerapkan

konsep rotasi dan revolusi bumi (90%), 20 orang bertanya (100%) dan 20

orang dapat menyimpulkan (100%).

Grafik 4.3

Aktivitas Siswa Dalam Melakukan Keterampilan Proses

100
90
80
70
60
50
40 Siklus 1
30 Siklus 2
20 Siklus 3
10
0
76

Tabel 4.
Keterampilan proses

Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3


l
Prosentase Prosentase Prosentase
Mengamati 100 100 100
Menafsirkan 50 90 100
Mengelompokkan 100 100 100
Meramalkan 50 50 75
Berkomunikasi 75 75 90
Berhipotesis 50 70 90
Menerapkan 50 75 90
Bertanya 60 95 100
Menyimpulkan 75 90 100
Jumlah 610 740 845
Prosentase 67.77 82.22 93.77
77

Tabel 4.5
Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran
Pengetahua

Belum Tuntas
Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3
n Awal

Tuntas
Kumulatif

Kumulatif

Kumulatif

Kumulatif
Prosenta

Prosenta

Prosenta

Prosenta
Jumlah

Jumlah

Jumlah

Jumlah
Nilai
Siswa

Siswa

Siswa

Siswa
se

se

se

se
10 1 10 5 
9 1 99 55 
1
8 96 60 1
2
1
7 91 65 8 56 40 8 64 40 
3
6 7 42 35
5 7 35 35
1
4 52 65
3
3
2
1
Juml 2 10 2 10 2 10 2 10
87 133 152 173
ah 0 0 0 0 0 0 0 0
Pros
43, 66, 76, 86,5
en
50 50 60 0
tase

Data tes hasil belajar sebelum penelitian dilaksanakan yang memperoleh

nilai 4 sebanyak 13 orang sama dengan 65%, yang memperoleh nilai 5

sebanyak 7 orang sama dengan 35%. Hasil belajar siswa tersebut

meningkat pada pembelajaran siklus 1 terdiri dari yang memperolrh nilai 6

sebanyak 7 orang sama dengan 35%, dan memperoleh nilai 7 sebanyak

13 orang sama dengan 65%, dan meningkat pada pembelajaran siklus 2


78

terdiri dari yang memperoleh nilai 7 sebanyak 8 orang sama dengan 40%

dan yang memperoleh nilai 8 sebanyak 12 orang sama dengan 60%, dan

terakhir pada pembelajaran siklus 3 yang memperoleh nilai 8 sebanyak 8

orang sama dengan 40% dan yang memperoleh nilai 9 sebanyak 11

orang sama dengan 55% dan yang memperoleh nilai 10 sebanyak satu

orang sama dengan 5%. Secara keseluruhan hasil belajar siswa dari

siklus 1 s.d siklus 3 mengalami peningkatan.

Grafik 4.4
Data Hasil Belajar Siswa

Series 1
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Pengetahuan Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3
Awal

Kualifikasi

Hasil belajar siswa Mendeskripsikan terjadinya gerhana matahari melalui

demonstrasi dalam keterampilan proses, meningkatkan kemampuan

siswa melalui keterampilan proses mengamati, melakukan , membedakan


79

pesawat sederhademonstrasi terjadinya gerhana matahari dan gerhana

bumi menganalisis manfaat dari terjadinya rotasi dan revolusi bumi

terhadap matahari bagi kehidupan manusia sehari-hari, dengan kualifikasi

perolehan nilai rata-rata pengetahuan awal memperoleh nilai rata-rata

45,00 meningkat pada siklus 1 menjadi 66,50, meningkat pada siklus 2

menjadi 76,00 dan pada siklus 3 mencapai 86,50.

d. Refleksi

1) Siklus 1

Setelah tindakan siklus 1 selesai, peneliti dan mitra sejawat

melakukan diskusi dan merefleksi kegiatan yang telah dilakukan dan

merencanakan tindakan selanjutnya. Hasil pembelajaran siklus 1 secara

garis besarnya dapat dijelaskan sebagai berikut :

Kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran pada siklus I

memperoleh nilai rata-rata 68,25, kemampuan guru dalam melaksanakan

pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 67,77 dan hasil belajar siswa

memperoleh nilai rata-rata 66,50.

(a) Kelemahan pada pembelajaran siklus 1

 Pada perencanaan pembelajaran materi ajar belum runtut, belum

disusun secara kontekstual, pembagian waktu pada scenario

pembelajaran tidak dicantumkan, instrument penilaian belum

lengkap tidak dicantumkan perhitungan skor.

 Pada pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya

menerapkan keterampilan proses, pada siklus 1 actions guru


80

terlalu banyak, siswa kurang diberi kesempatan untuk mencoba

berulang-ulang terjadinya gerhana matahari, membuktikan

manfaatnya, dari gerhana bulan kurang member kesempatan

kepada siswa untuk menganalisis dan bertanya tentang hasil

pengamatannya, teknik pembelajaran belum berkelompok, siswa

kurang dibimbing untuk menemukan sendiri konsep gerhadan

matahari dan gerhana bulan siswa belum banyak melakukan

keterampilan proses.

 Hasil belajar siswa baru memperoleh nilai-nilai 66,50 belum

memenuhi Standar Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu mencapai

daya serap 75%.

(b) Pemecahan Masalah

Hipotesis Tindakan Siklus II

 Perencanaan pembelajaran disusun secara runtut dari yang

mudah ke yang sukar, pengembangan materi pembelajaran

disusun secara kontekstual, siswa dilibatkan dalam diskusi

penentuan pembelajaran yang akan dibahas, siswa diberi tugas

untuk membaca literature tentang terjadinya gerhana matahari

dan gerhana bulan dirumahnya, instrumen penilaian dilengkapi

dengan mencatumkan cara perhitungan skor untuk siswa

menagcu kepada penilaian berbasis kelas.

 Pelaksanaan pembelajaran siklus II ditingkatkan dengan lebih

banyak memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan


81

percobaan tentang terjadinya gerhana matahari dan gerhana

bulan dibiasakan untuk melakukan kerja ilmiah, teknik

pembelajaran menerapkan metode demonstrasi dalam

keterampilan proses.

 Aktivitas siswa lebih ditekankan pada keterampilan proses

mengamati, mencatat dat hasil pengamatan, bertanya,

mengkomunikasikan hasil dan menyimpulkan.

2) Refleksi siklus 2

Refleksi dilakukan setelah proses pembelajaran kedua berakhir

bersama kedua observer. Hasil refleksi adalah sebagian besar hasil

belajar siswa belum mencapai standar kriteria ketuntasan minimal,

sebagai dampak dari perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran

yang belum optimal.

a) Kelemahan pembelajaran siklus 2

(1) Pengembangan materi pada perencanaan belum tersusun

secara kontekstual.

(2) Skenario pembelajaran belum runtut sesuai dengan alokasi

yang tersedia tiap fase (pendahuluan, kegiatan, eksplorasi,

elaborasi, konfirmasi, dan kegiatan penutup pembagian

waktu belum seimbang).

(3) Teknik pembelajaran kelompok kurang terbimbing sehingga

pembahasan diskusi siswa dalam kelompok kurang terarah.

(4) Kunci jawaban pada instrument evaluasi tidak dicantumkan.


82

(5) Dalam proses pembelajaran kurang meningkatkan antara

konsep gerhana matahari dan gerhana builan dengan

materi lainnya.

(6) Penggunaan media pembelajaran dalam menjelaskan

belum efektif.

(7) Pemberian motivasi belajar terhadap siswa kurang.

b) Pemecahan masalah

Hipotesis pada pembelajaran Siklus 3

(1) Perencanaan pembelajaran dalam pengembangan materi

disusun secara kontekstual lebih diutamakan kepada

demonstrasi terjadinya gerhana matahari dan gerhana

bulan.

(2) Alokasi waktu skenario pembelajaran disesuaikan dengan

keluasan dan kedalaman materi yang akandibahas dan

dicantumkan pembagian alokasi waktunya.

(3) Pembimbingan dalam teknik belajar kelompok lebih

diarahkan kepada kompetensi mendeskripsikan terjadinya

gerhana matahari dan gerhana bulan

(4) Jawaban pada lembar evaluasi dicantumkan

(5) Proses pembelajaran dikaitkan dengan materi lain yang

sesuai dengan pesawat sederhana.

(6) Lebih mengefektifkan penggunaan alat peraga dalam

percobaan terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan


83

(7) Guru berupaya memberikan motivasi secara eksternal dan

internal.

3) Refleksi Pembelajaran 3

Data yang diperoleh pada pembelajaran Siklus 3 yaitu :

(a) Perencanaan pembelajaran sudah runtut sesuai dengan

kompetensi, indikator, dan tujuan pembelajaran.

(b) Proses pembelajaran telah berhasil menanamkan sikap

dan kerja ilmiah kepada siswa melalui kegiatan

keterampilan proses.

(c) Aktifitas sebagian besar siswa telah melakukan sikap dan

kerja ilmiah dengan membiasakan melaksanakan

keterampilan proses, mengamati menafsirkan hasil

pengamatan, mengelompokkan, berhipotesis,

berkomunikasi, melakukan analisis, bertanya dan membuat

kesimpulan.

(d) Hasil belajar seluruh siswa melebihi Standar Kriteria

Ketuntasan Minimal (SKKM).

B. Pembahasan

Dari gambaran tabel nilai aktifitas guru dalam merencanakan dan

melaksanakan pembelajaran, aktifitas siswa dalam melakukan

keterampilan proses dan grafik pertumbuhan nilai hasil belajar di atas,

terlihat adanya peningkatan hasil pembelajaran penerapan meode


84

demonstrasi dalam keterampilan proses yang cukup menggembirakan

peneliti, antara lain :

a. Kualitas nilai pada pra siklus, siklus 1, siklus 2, dan siklus 3

diperoleh rata-rata kelas yaitu 45,00 pada kegiatan awal, meningkat

menjadi 66,50 pada siklus 1 meningkat menjadi 76,00 pada siklus

2, dan menjadi 86,50 pada siklus 3.

b. Kerja ilmiah dan sikap ilmiah siswa yang terdiri dari mengamati,

menafsirkan, mengelompokkan, meramalkan, berkomunikasi,

menerapkan konsep, berhipotesis, beertanya dan menyimpulkan

diperoleh rata-rata 67,77 pada siklus 1 meningkat menjadi 82,22

pada siklus 2 dan meningkat menjadi 93,77 pada siklus 3 hampir

seluruh siswa melakukan kegiatan keterampilan proses.

Proses perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan adalah

dengan mengaplikasikan metode demonstrasi dalam keterampilan proses

yang ditunjang dengan pembelajaran yang bervariasi yaitu: cermaha,

Tanya jawab, diskusi, dan demosntrasi. Respon dari siswa atas

pembelajaran tersebut sangat positif, karena suasana pembelajaran lebih

menarik dan menantang perhatian siswa, sehingga aktifitas dan semangat

siswa dalam belajar dapat meningkat sesuai harapan peneliti.

Dengan demikian, guru sangat berperan dalam menentukan setiap

keberhasilan siswa dalam belajar untuk mencapai prestasi yang lebih

baik, kemudian pola pembelajaran yang diterapkan guru akan

mempengaruhi pola pikir, sikap serta pemahaman siswa terhadap materi


85

yang diajarkan. Meningkatnya prestasi belajar siswa terlihat dari

perubahan cara berfikir, bersikap dan kerja ilmiah yang dilakukan, serta

penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, hal tersebut ditentukan oleh

cara guru merancang dan membuat strategi pembelajaran yang efektif

dan inovatif, sehingga pembelajaran di dalam kelas selalu menarik

perhatian siswa.

Dengan menggunakan model pembelajaran aktif yang diterapkan

guru, akan membangkitkan motivasi siswa, serta kemauan siswa untuk

mengungkapkan apa yang belum mereka pahami melalui keterampilan

proses, pertanyaan kepada guru atau temannya. Perbaikan yang

dilakukan dari pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran monoton

dan kurang menarik perhatian bagi siswa, maka peneliti melakukan

perbaikan dalam gaya maupun metode pembelajaran melalui penerapan

metode demonstrasi dalam keterampilan proses. Peneliti, yang telah

membuktikan bahwa dengan adanya kemauan untuk mengubah metode

mengajar, maka siswa merasa termotivasi untuk lebih semangat belajar.

Atas keberhasilan pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah

dilaksanakan, maka peneliti akan terus menumbuhkembangkan model

pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran yang lain dalam

proses belajar mengajar, sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa

terhadap materi-materi yang akan dijelaskan selanjutnya. Dari hasil

wawancara diperoleh model pembelajaran ini bagi siswa sangat

menyenangkan dan lebih jelas serta mudah dimengerti.


86

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari data hasil perbaikan pembelajaran, hasil tes formatif siswa,

dan observasi teman sejawat yang telah dilaksanakan pada siklus 1,

siklus 2, dan siklus 3 dapat disimpulkan bahwa :

1. Penerapan metode demosntrasi dalam pendekatan keterampilan

proses untuk meningkatkan kemampuan siswa mendeskripsikan

gerhana matahari dan gerhana bulan pada pembelajaran IPA di kelas

VI SDN Kertajaya dalam mendeskripsikan terjadinha gerhana

matahari dan gerhana bulan dapat meningkatkan sikap ilmiah, kerja

ilmiah, dan hasil belajar siswa.

2. Dengan menerapkan metode demonstrasi pembelajaran terlihat lebih

bervariasi dan menantang siswa lebih aktif dan focus dalam belajar.

3. Pemahaman siswa terhadap materi lebih meningkat, karena siswa

diberikan kesempatan untuk berdiskusi, mengembangkan rasa ingin

tahunya tentang terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan

melalui membiasakan bertanya.

4. Hasil pengamatan teman sejawat, pembelajaran penerapan metode

demonstrasi dalam keterampilan proses berhasil dalam memotivasi

semangat dan aktifitas belajar siswa.


87

Keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan, terbukti

dengan meningkatnya perolehan nilai ulangan dan aktifitas belajar siswa

yang lebih baik, antara lain :

a. Kualitas guru dalam merencanakan pembelajaran meningkat, dari nilai

rata-rata siklus satu 68,25 meningkat menjadi 87,50 pada siklus 2

meningkat menjadi 100 pada siklus 3.

b. Aktifitas siswa dalam melakukan kegiatan keterampilan proses dalam

pembelajaran siklus 1 mencapai rata-rata 67,77 meningkat menjadi

82,22 pada siklus 2 dan meningkat menjadi 93,77 pada siklus 3.

c. Hasil belajar siswa pada kegiatan awal 45,00 meningkat menjadi

66,50 pada siklus 1, meningkat menjadi 76,00 pada siklus 2 dan

menjadi 86,50 pada siklus 3.

Pada siklus 3 seluruh siswa telah memperoleh nilai rata-rata kelas

melebihi Standar Kriteria Ketuntasan Minimal (SKKM).

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan tersebut, ada beberapa hal yang perlu

dilakukan dan ditingkatkan oleh guru dalam proses pembelajaran di dalam

kelas agar siswa aktif, kreatif, dan tercipta suasana belajar yang

menyenangkan bagi siswa, adalah :

1. Guru harus mencoba proses belajar mengajar dengan menerapkan

pembelajaran yang bervariasi, dan meninggalkan proses

pembelajaran model lama yang konvensional.


88

2. Guru harus menguasai model pembelajaran dan mampu

menerapkannya dalam proses belajar mengajar, untuk menghindari

pembelajaran monoton dan kurang bervariasi agar siswa tidak merasa

jenuh dan malas belajar.

3. Guru harus menguasai materi pembelajaran dengan baik serta

mampu menjelaskan pokok bahasan dengan lugas, agar siswa cepat

mengerti dan memahami pesan yang terkandung dalam materi yang

dibahas tersebut.

4. Guru harus memiliki dan menguasai keterampilan dasar seperti:

keterampilan bertanya, keterampilan memberikan alasan,

keterampilan mengadakan variasi belajar, kemampuan menjelaskan

yang efektif, kemampuan mengelola waktu belajar, keterampilan

membuka dan menutup pelajaran.


89

Ali, Mohammad. (1989). Pengembanagan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar


Baru.

Fathurrohman, Pupuh. (2007). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Refika


Aditama.

Hamalik, Oemar. (1992). Mengajar Metode Tekhnik. Jakarta: Bumi Aksara.

Kemmis and McTaggart (1994) The Action Research Planner, Dekain


University

Kisworo, Endi. (2006). Learning With Me. Online. Tersedia:


(http://www.shoutmix.com/box/learning whit me, tanggal 20 oktober
2007).

Lie, Anita. (2005). Cooperative Learning. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana


Indonesia

Sanjaya, Wina. (2007). Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Suhardjono. 2005. Laporan Penelitian Demonstrasi dan Penelitian


Tindakan Kelas sebagai KTI, makalah pada Pelatihan
Peningkatan Mutu Guru di LPMP Makasar, Maret 2005

Suhardjono. 2009. Tanya jawab tentang PTK dan PTS, naskah buku.
PTS‐MKKS Page 44
Suharsimi, Arikunto. 2002. Penelitian Tindakan Kelas, Makalah pada
Pendidikan dan Pelatihan (TOT) Pengembangan Profesi bagi
Jabatan Fungsionla

Suharsimi, Suhardjono dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas.


Jakarta

Surahman, Endang . (2005). Classroom Action Research. Tasikmalaya:


Universitas Siliwangi. (Tidak diterbitkan)

Sutikno, Sobari. (2007). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Refika Aditama.

Wina Sanjaya (2006), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses


Pendidikan - Kencana Prenada Media Group

Wijoyo, Hadi. Isworo. (2007). Kewarganegaraan Untuk SMP. Jakarta: Ganeca


Exact.
90

RPP I

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP )
Sekolah : SDN Kertajaya
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
Kelas/Semester : VI / 2
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Waktu : 6 x 45 menit (3 x pertemuan)
Metode : Ceramah dan diskusi

A. Standar Kompetensi :
9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi
dalam tata surya

B. Kompetensi Dasar
9.2 Mendeskripsikan peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi dan revolusi
bulan

C. Tujuan Pembelajaran**:
o Siswa dapat Memahami peta konsep tentang gerak bumi
o Siswa dapat Memahami analogi rotasi bumi dengan sebuah gasing
o Siswa dapat Mengetahui lamanya rotasi bumi selama sehari adalah
24 jam
o Siswa dapat Menjelaskan pengaruh rotasi
o Siswa dapat Memahami bahwa bumi beredar mengelilingi matahari
o Siswa dapat Mengetahui kemiringan bumi saat megitari matahari
yaitu 23½ dari garis tegak lurus pada ekliptika
o Siswa dapat Menjelaskan pengaruh revolusi bumi yaitu terjadinya
perubahan musimdibelahan bumi utara dan belahan bumi selatan
o Siswa dapat Menjelaskan pergerakan bulan dalam peredarannya
o Siswa dapat Mengetahui kedudukan revolusi bulan, dengan
memahami fase-fase bulan

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ), Rasa


hormat dan perhatian ( respect ),
Tekun ( diligence ) , Tanggung
jawab ( responsibility ) Dan
Ketelitian ( carefulness)
91

D. Materi Essensial
Gerakan Bumi dan Bulan.
o Rotasi bumi
o Revolusi Bumi
o Rotasi dan revolusi Bulan

E. Media Belajar
o Buku SAINS SD Relevan Kelas VI
o Globe, senter

F. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa


Pertemuan ke-1
1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
o Menyampaikan Tujuan Pembelajaran**: dan
kompetensi yang diharapkan

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
 Memahami peta konsep tentang gerak bumi
 Memahami analogi rotasi bumi dengan sebuah
gasing
 Mengetahui lamanya rotasi bumi selama sehari
adalah 24 jam
 Menjelaskan pengaruh rotasi
- Terjadinya siang dan malam
- Terjadinya gerak semu harian bintang
- Terjadinya perbedaan waktu
 Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap
kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan
di laboratorium, studio, atau lapangan.
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 memfasilitasi peserta didik melalui pemberian
tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir,
menganalisis, menyelesaikan masalah, dan
bertindak tanpa rasa takut;
92

 memfasilitasi peserta didik membuat laporan


eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil
kerja individual maupun kelompok;
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa : (5 menit)
- Lamanya rotasi bumi selama sehari adalah 24 jam
- Rotasi bumi mengakibatkan terjadinya siang dan
malam, gerak semu harian bintang dan perbedaan
waktu.

4. Pekerjaan Rumah

Pertemuan ke-2
1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
o Menyampaikan Tujuan Pembelajaran**: dan
kompetensi yang diharapkan
o Mengulang materi sebelumnya

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
 Memahami peta konsep tentang gerak bumi
 Memahami bahwa bumi beredar mengelilingi
matahari
 Mengetahui kemiringan bumi saat megitari
matahari yaitu 23½ dari garis tegak lurus pada
ekliptika
 Menjelaskan pengaruh revolusi bumi yaitu
terjadinya perubahan musimdibelahan bumi utara
dan belahan bumi selatan
 Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap
93

kegiatan pembelajaran; dan


 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan
di laboratorium, studio, atau lapangan.
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 memfasilitasi peserta didik melalui pemberian
tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir,
menganalisis, menyelesaikan masalah, dan
bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan
eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil
kerja individual maupun kelompok;
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa : (5 menit)
- terjadinya perubahan musim dibelahan bumi utara
dan belahan bumi selatan akibat revolusi bumi
- bumi megitari matahari dengan kemiringan 23½
dari garis tegak lurus pada ekliptika

4. Pekerjaan Rumah

Pertemuan ke-3
1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
o Menyampaikan Tujuan Pembelajaran**: dan
kompetensi yang diharapkan
o Mengulang materi sebelumnya
2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
94

 Memahami peta konsep tentang gerak bulan


 Menjelaskan pergerakan bulan dalam
peredarannya
- Berputar pada porosnya
- Mengelilingi bumi (berevolusi)
- Bulan dan bumi mengelilingi matahari
 Mengetahui kedudukan revolusi bulan, dengan
memahami fase-fase bulan
 Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap
kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan
di laboratorium, studio, atau lapangan.
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 memfasilitasi peserta didik melalui pemberian
tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir,
menganalisis, menyelesaikan masalah, dan
bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan
eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil
kerja individual maupun kelompok;
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa (5 menit)
- Kala rotasi bumi sama dengan kala revolusinya
- Perbedaan bentuk bulan dari hari ke hari terjadi
karena revolusi bulan
4. Pekerjaan Rumah
o –
95

G. Penilaian:
Indikator
Teknik Bentuk
Pencapaian Instrumen/ Soal
Penilaian Instrumen
Kompetensi
o Mendemonstrasikan Tugas Uraian o Jelaskanlah
dengan Individu Objektif menggunakan model
menggunakan dan peristiwa rotasi bumi .
model peristiwa o Jelaskanlah akibat
kelompok
rotasi bumi . peristiwa rotasi bumi
o Mendeskripsikan dengan
akibat peristiwa menggunakan model
rotasi bumi dengan misal: terjadinya siang
menggunakan dan malam dan
model misal: perbedaan waktu.
terjadinya siang dan o Jelaskanlah gerakan
malam dan bumi mengelilingi
perbedaan waktu. matahari (revolusi).
o Mendemonstrasikan o Peragakanlah dengan
gerakan bumi menggunakan model
mengelilingi revolusi bulan
matahari (revolusi). mengelilingi bumi.
o Memperagakan
dengan
menggunakan
model revolusi
bulan mengelilingi
bumi.
FORMAT KRITERIA PENILAIAN

Tasikmalaya,........2012
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas VI

IUS SUWANDA, S. Pd SURYADI, S. Pd


NIP : 196503181986101005 NIP : 19650701 198610 1 002
96

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP )

Sekolah : SDN Kertajaya


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
Kelas/Semester : VI / 2
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Waktu : 4 x 45 menit (2 x pertemuan)
Metode : Ceramah dan diskusi

A. Standar Kompetensi :
9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi
dalam tata surya

B. Kompetensi Dasar
9.3 Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari

C. Tujuan Pembelajaran**:
o Siswa dapat Memahami peta konsep tentang gerakan bulan dan
bumi
o Siswa dapat Memahami istilah dari :
- Umbra
- Penumbra
o Siswa dapat Menjelaskan penyebab gerhana bulan total dan
gerhana bulan sebagian
o Siswa dapat Memahami peta konsep tentang gerakan bulan dan
bumi
o Siswa dapat Memahami hal-hal penting mengenai gerhana
matahari

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ), Rasa


hormat dan perhatian ( respect ),
Tekun ( diligence ) , Tanggung
jawab ( responsibility ) Dan
Ketelitian ( carefulness)

D. Materi Essensial
Gerhana bulan dan matahari

E. Media Belajar
o Buku SAINS SD Relevan Kelas VI
97

o Bola besar, bola kecil, senter

F. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa


Pertemuan ke-1
1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
o Menyampaikan Tujuan Pembelajaran**: dan
kompetensi yang diharapkan
2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi (50 menit)
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Memahami peta konsep tentang gerakan bulan
dan bumi
 Memahami istilah dari :
- Umbra
- penumbraRadio
 Menjelaskan penyebab gerhana bulan total dan
gerhana bulan sebagian
 Melibatkan peserta didik secara aktif dalam
setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan
di laboratorium, studio, atau lapangan.
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 memfasilitasi peserta didik melalui pemberian
tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir,
menganalisis, menyelesaikan masalah, dan
bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan
eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan
hasil kerja individual maupun kelompok;
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
98

3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa gerhana bulan (5 menit)
terjadi jika matahari bumi dan bulan berada pada
satu garis lurus dengan bumi berada di antara
bulan dan matahari
4. Pekerjaan Rumah
o –
Pertemuan ke-2
1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
o Menyampaikan Tujuan Pembelajaran**: dan
kompetensi yang diharapkan
o Mengulang materi sebelumnya
2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi (50 menit)
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Memahami peta konsep tentang gerakan bulan
dan bumi
 Memahami hal-hal penting mengenai gerhana
matahari
- Gerhana matahari hanya mungkin terjadi pada
saat bulan baru
- Bagian matahari yang tertutuplebih dahulu
adalah bagian sebelah kanan (barat)
- Gerhana matahari total paling lama
berlangsung selama 7 menit
- Gerhana matahari hanya dialami oleh sebagian
bumi pada siang hari
 Melibatkan peserta didik secara aktif dalam
setiap kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan
di laboratorium, studio, atau lapangan.
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 memfasilitasi peserta didik melalui pemberian
tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir,
menganalisis, menyelesaikan masalah, dan
bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan
eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
99

tertulis, secara individual maupun kelompok;


 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan
hasil kerja individual maupun kelompok;
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa Gerhana matahari (5 menit)
terjadi jika matahari, buni, dan bulan berada pada
satu garis lurus dengan bulan berada di antara
matahari dan bumi
4. Pekerjaan Rumah
o –
G. Penilaian:
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen/ Soal
Kompetensi Penilaian Instrumen
o Menggambarkan Tugas Uraian o Gambarkan
terjadinya gerhana Individu Objektif terjadinya gerhana
bulan dan matahari. dan bulan dan matahari.
o Mengenali beberapa o Jelaskanlah
kelompok
bentuk gerhana beberapa bentuk
matahari dan bulan gerhana matahari
menggunakan model dan bulan
atau charta. menggunakan
model atau charta.

Tasikmalaya,........2012
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas VI

IUS SUWANDA, S. Pd SURYADI, S. Pd


NIP : 196503181986101005 NIP : 19650701 198610 1 002
100

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP )
Sekolah : SDN Kertajaya
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
Kelas/Semester : VI / 2
Materi Pokok : Bumi dan Alam Semesta
Waktu : 8 x 45 menit (3 x pertemuan)
Metode : Ceramah dan diskusi

A. Standar Kompetensi :
9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi
dalam tata surya

B. Kompetensi Dasar
9.4 Menjelaskan perhitungan kalender Masehi dan kalender Hijriah

C. Tujuan Pembelajaran**:
o Siswa dapat Memahami peta konsep tentang sistem penanggalan
o Siswa dapat Memahami sistem penanggalan:
- Tahun masehi atau tahun syamsiah
- Tahun komariyah atau tahun hijriyah
o Siswa dapat Menyebutkan nama-nama bulan pada tahun masehi
o Siswa dapat Menyebutkan nama-nama bulan pada tahun
komariyah

 Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ), Rasa


hormat dan perhatian ( respect ),
Tekun ( diligence ) , Tanggung
jawab ( responsibility ) Dan
Ketelitian ( carefulness)

D. Materi Essensial
Sistem penanggalan (Hlm.180)

E. Media Belajar
o Buku SAINS SD Relevan Kelas VI
101

F. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa


Pertemuan ke-1
1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
o Menyampaikan Tujuan Pembelajaran**: dan
kompetensi yang diharapkan

2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
 Memahami peta konsep tentang sistem
penanggalan
 Memahami sistem penanggalan:
- Tahun masehi atau tahun syamsiah
- Tahun komariyah atau tahun hijriyah
 Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap
kegiatan pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan
di laboratorium, studio, atau lapangan.
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Menyebutkan nama-nama bulan pada tahun
masehi
 Menyebutkan nama-nama bulan pada tahun
komariyah
 memfasilitasi peserta didik melalui pemberian
tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir,
menganalisis, menyelesaikan masalah, dan
bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan
eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis, secara individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil
kerja individual maupun kelompok;
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
102

dan penyimpulan
3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa (5 menit)
- Perhitungan tahun Masehi didasarkan pada kala
revolusi bumi
- Perhitungan tahun Hijriyah didasarkan pada kala
revolusi bulan

4. Pekerjaan Rumah
o Tugas

Pertemuan ke-1
1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
o Menyampaikan Tujuan Pembelajaran**: dan
kompetensi yang diharapkan
o Mengulang materi sebelumnya
2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
 Menagih tugas
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Melakukan uji kompetensi.
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
3. Penutup (5 menit)
o Memberi motivasi untuk belajar
4. Pekerjaan Rumah

Pertemuan ke-3
1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
o Menyampaikan Tujuan Pembelajaran**: dan
kompetensi yang diharapkan
103

o Mengulang materi sebelumnya


2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi (50
Dalam kegiatan eksplorasi, guru: menit)
 Membahas latihan
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Melakukan uji kompetensi.
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
3. Penutup
o Memberi motivasi untuk belajar (5 menit)
4. Pekerjaan Rumah
o –

Pertemuan ke-4
1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (5 menit)
o Menyampaikan Tujuan Pembelajaran**: dan
kompetensi yang diharapkan
o Mengulang materi sebelumnya

2. Kegiatan Inti
5. Kegiatan Inti (50
 Eksplorasi menit)
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Membahas latihan
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Membahas latihan ulangan semester.
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
104

kesalahan pemahaman, memberikan penguatan


dan penyimpulan
3. Penutup
o Memberi motivasi untuk belajar menghadapi Ujian (5 menit)
Nasional

4. Pekerjaan Rumah
o –

G. Penilaian:
Indikator
Teknik Bentuk
Pencapaian Instrumen/ Soal
Penilaian Instrumen
Kompetensi
o Menjelaskan Tugas Uraian o Jelaskan sistem
sistem Individu Objektif penanggalan atau
penanggalan atau kalender (kalender
kalender Masehi dan kalender
(kalender Masehi Hijriah) serta
dan kalender hubungannya dengan
Hijriah) serta revolusi bumi.
hubungannya
dengan revolusi o Jelaskan dasar
bumi. perhitungan tahun
o Menjelaskan masehi dan dasar
dasar perhitungan perhitungan tahun
tahun masehi dan Hijriah.
dasar perhitungan
tahun Hijriah.

FORMAT KRITERIA PENILAIAN

Tasikmalaya,........2012
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas VI

IUS SUWANDA, S. Pd SURYADI, S. Pd


NIP : 196503181986101005 NIP : 19650701 198610 1 002

Anda mungkin juga menyukai