Anda di halaman 1dari 9

Rencanakan Tebal Perkerasan Jalan Baru

- Jalan arteri, tipe jalan 6/2 B, umur rencana 20 tahun,


perkerasan lentur
- Data CBR 2,5 : 2,5 : 2 : 3 : 3 : 4 ; 3 : 5 : 4 : 3 : 2 : 3,5 : 4 : 4 : 5
- Kondisi iklilm : curah hujan 750 mm pertahun
- Kelandaian rata-rata 6%
- Pertumbuhan lalu lintas 6% per tahun
- LHR awal

Jenis Kendaraan Vol. Kend. Beban Sumbu Depan Beban Sumbu Blk
Mobil penumpang 1400 1 1
Bus 450 3 5
Truck 10 ton 90 4 6
Truck 20 ton 45 6 2x7

Perencanaan Perkerasan Jalan ada 3 langkah :


1. Kondisi Lalu Lintas
2. Kondisi Subgrade
3. Indek Tebal Perkerasan (ITP)

A KONDISI LALU LINTAS


1. E (Angka Ekivalen (E) Beban Sumbu Kendaraan

Mobil penumpang 1400 = 0.0002 + 0.0002 = 0.0004


Bus 450 = 0.0183 + 0.1410 = 0.1593
Truck 10 ton 90 = 0.0577 + 0.2923 = 0.35
Truck 20 ton 45 = 0.2923 + 0.7452 = 1.0375

2. LEP (Lintas Ekivalen Permulaan) n


Kerusakan jalan di awal umur rencana
C = Distribusi Kendaraan j 1
 LHR .C j . E j

(Lihat tabel Koefisien Distribusi Kendaraan (C)

Mobil penumpang 1400 x 0.2 x 0.0004 = 0.112


Bus 450 x 0.4 x 0.1593 = 28.674
Truck 10 ton 90 x 0.4 x 0.35 = 12.6
Truck 20 ton 45 x 0.4 x 1.0375 = 18.675 +
LEP 60.061

3. LEA (Lintas Ekivalen Akhir)


Kerusakan jalan di akhir umur rencana
i = pertumbuhan lalu lintas
UR = Umur Rencana
LEP (1 + i)UR
= 192.6238

4. LET (Lintas Ekivalen Tengah)


1 1
( LEP + LEA) = ( 60.061 + 192.623764 ) = 126.3424
( LEP + LEA) = ( 60.061 + 192.623764 ) = 126.3424
2 2

5. LER (Lintas Ekivalen Rencana)


LER = LET x FP (Faktor Penyesuaian) = UR / 10
= 126.3424 x 2
= 252.6848

B KONDISI SUBGRADE

CBR Jml > / > Persentase > / >


2.00 15 100.00%
2.50 13 86.67%
3.00 11 73.33%
3.50 7 46.67%
4.00 6 40.00%
5.00 2 13.33%

CBR 2,4
DDT 3,25

STRUKTUR PAVEMENT DESIGN (P.D)


A. Kondisi Lalin LER 252.6848
B. Kondisi Subgrade CBR 2,4
DDT 3,25
C. ITP (Indeks Tebal Perkerasan)

a. FR (Faktor Regional) Lihat tabel DAFTAR IV


- Kelandaian 6%
- Curah hujan 750 mm/tahun
- Persentase kendaraan berat
Jumlah total kendaraan berat
x 100%
Jumlah total semua kendaraan
= 450 + 90 + 45
x 100%
1400 + 450 + 90 + 45
= 585
x 100% = 0.2947
1985

b. Indek Permukaan (IP)


IPt = > 4 (TABEL DAFTAR VI)
IPo = 2,5 (TABEL DAFTAR V) Jalan arteri
Gunakan nomogram 1 (Perhatikan IPo,IPt,FR)
ITP = 9,3

ITP
9,3 = a1 D1 + a2 D2 + a3 D3
= 0.26 7.5 + 0.15 20 + 0.13 D3
= 1.95 + 3 + 0.13 D3
4.95 = 0.13 D3
= 38.0769230769
Rencanakan Tebal Perkerasan Jalan

- Jalan lokal, tipe jalan 2/1 , umur rencana 2 tahun,


perkerasan lentur
- Data CBR 3
- Kondisi iklilm : curah hujan 750 mm pertahun
- Kelandaian rata-rata 5%
- Pertumbuhan lalu lintas 6% per tahun
- LHR awal

Jenis Kendaraan Vol. Kend. Beban Sumbu Depan Beban Sumbu Blk
Kend. Tanpa Motor 112 1 1
Sepeda Motor 10444 1 1
Mobil Penumpang 2987 1 1
Truck 10 ton 71 4 6

Perencanaan Perkerasan Jalan ada 3 langkah :


1. Kondisi Lalu Lintas
2. Kondisi Subgrade
3. Indek Tebal Perkerasan (ITP)

A KONDISI LALU LINTAS


1. E (Angka Ekivalen (E) Beban Sumbu Kendaraan

Mobil penumpang 112 = 0.0002 + 0.0002 = 0.0004


Sepeda Motor 10444 = 0.0002 + 0.0002 = 0.0004
Kend. Tanpa Motor 2987 = 0.0002 + 0.0002 = 0.0004
Truck 10 ton 71 = 0.0577 + 0.2923 = 0.35

2. LEP (Lintas Ekivalen Permulaan) n


Kerusakan jalan di awal umur rencana
C = Distribusi Kendaraan

j 1
LHR . C j . E j

(Lihat tabel Koefisien Distribusi Kendaraan (C)

Mobil penumpang 112 x 1 x 0.0004 = 0.0448


Sepeda Motor 10444 x 1 x 0.0004 = 4.1776
Kend. Tanpa Motor 2987 x 1 x 0.0004 = 1.1948
Truck 10 ton 71 x 1 x 0.35 = 24.85 +
13614 LEP 30.2672

3. LEA (Lintas Ekivalen Akhir)


Kerusakan jalan di akhir umur rencana
i = pertumbuhan lalu lintas
UR = Umur Rencana
LEP (1 + i)UR
= 30.2672 ( 1 + 0.06 )²
= 34.0082

4. LET (Lintas Ekivalen Tengah)


1 1
( LEP + LEA) = ( 30.2672 + 34.0082 ) = 32.1377
2 2

5. LER (Lintas Ekivalen Rencana)


LER = LET x FP (Faktor Penyesuaian) = UR / 10
= 32.1377 x 0.2
= 6.4275
B KONDISI SUBGRADE

CBR 3
DDT 4.3 log (CBR) + 1.7 = 3.75

C. ITP (Indeks Tebal Perkerasan)

a. FR (Faktor Regional) Lihat tabel DAFTAR IV


- Kelandaian 5%
- Curah hujan 750 mm/tahun
- Persentase kendaraan berat
Jumlah total kendaraan berat
x 100%
Jumlah total semua kendaraan
= 71
x 100%
112 + 10444 + 2987 + 71
= 71
x 100% = 0.5215
13614
Maka Faktor Regional ( Fr ) = 0,5

b. Indek Permukaan (IP)

IPt = 1 (TABEL DAFTAR VI)

# ITP Rencana
ITP = 4.8

# ITP Realisasi
HRS = 3 Cm
Surface course Lapis penetrasi = 5 Cm

Base Course Batu Pecah = 10 Cm

Sub Base Course Urugan Sirtu = 15 Cm

ITP = a1 D1 + a2 D2 + a3 D3
= 0.2 8 + 0.13 10 + 0.12 15
= 1.6 + 1.3 + 1.80
= 4.70

ITP Rencana > ITP Realisasi


4.8 > 4.70

# karena ITP Realisasi < ITP rencana maka kondisi jalan


tersebut perlu di lakukan pemeliharaan
Perhitungan Tebal overlay untuk 5 tahun
- 2 tahun dari pelaksanaan
- Jalan lokal, tipe jalan 2/1 , umur rencana 2 tahun,
perkerasan lentur
- Data CBR 3
- Kondisi iklilm : curah hujan 750 mm pertahun
- Kelandaian rata-rata 5%
- Pertumbuhan lalu lintas 6% per tahun
- LHR awal

Jenis Kendaraan Vol. Kend. Beban Sumbu Depan Beban Sumbu Blk
Kend. Tanpa Motor 112 1 1
Sepeda Motor 10444 1 1
Mobil Penumpang 2987 1 1
Truck 10 ton 71 4 6

Perencanaan Perkerasan Jalan ada 3 langkah :


1. Kondisi Lalu Lintas
2. Kondisi Subgrade
3. Indek Tebal Perkerasan (ITP)

A KONDISI LALU LINTAS


1. E (Angka Ekivalen (E) Beban Sumbu Kendaraan (Lihat Tabel Daftar III)

Mobil penumpang 112 = 0.0002 + 0.0002 = 0.0004


Sepeda Motor 10444 = 0.0002 + 0.0002 = 0.0004
Kend. Tanpa Motor 2987 = 0.0002 + 0.0002 = 0.0004
Truck 10 ton 71 = 0.0577 + 0.2923 = 0.35

2. LEP (Lintas Ekivalen Permulaan) n


Kerusakan jalan di awal umur rencana
C = Distribusi Kendaraan

j 1
LHR . C j . E j

(Lihat tabel Koefisien Distribusi Kendaraan (C)

Mobil penumpang 112 x 1 x 0.0004 = 0.0448


Sepeda Motor 10444 x 1 x 0.0004 = 4.1776
Kend. Tanpa Motor 2987 x 1 x 0.0004 = 1.1948
Truck 10 ton 71 x 1 x 0.35 = 24.85 +
LEP 30.2672

3. LEA (Lintas Ekivalen Akhir)


Kerusakan jalan di akhir umur rencana
i = pertumbuhan lalu lintas
UR = Umur Rencana
LEP (1 + i)UR
= 30.2672 ( 1 + 0.06 )²
= 34.0082
4. LET (Lintas Ekivalen Tengah)
1 1
( LEP + LEA) = ( 30.2672 + 34.0082 ) = 32.1377
2 2

5. LER (Lintas Ekivalen Rencana)


LER = LET x FP (Faktor Penyesuaian) = UR / 10
= 32.1377 x 0.2
= 6.4275

B KONDISI SUBGRADE

CBR 3
DDT 4.3 log (CBR) + 1.7 = 3.75

C. ITP (Indeks Tebal Perkerasan)

a. FR (Faktor Regional) Lihat tabel DAFTAR IV


- Kelandaian 5%
- Curah hujan 750 mm/tahun
- Persentase kendaraan berat
Jumlah total kendaraan berat
x 100%
Jumlah total semua kendaraan
= 71
x 100%
112 + 10444 + 2987 + 71
= 71
x 100% = 0.5215
13614
Maka Faktor Regional ( Fr ) = 0,5

b. Indek Permukaan (IP)


IPt = 1 (TABEL DAFTAR VI)

# ITP Rencana
ITP = 4.8

# ITP Realisasi
HRS = 3 Cm
Surface course Lapis penetrasi = 5 Cm

Base Course Batu Pecah = 10 Cm

Sub Base Course Urugan Sirtu = 15 Cm

ITP = a1 D1 + a2 D2 + a3 D3
= 0.2 8 + 0.13 10 + 0.12 15
= 1.6 + 1.3 + 1.80
= 4.70

ITP Rencana > ITP Realisasi


4.8 > 4.70
# karena ITP Realisasi < ITP rencana maka kondisi jalan
tersebut perlu di lakukan pemeliharaan
0.0004
0.0004
0.0004
0.35

72
32.1377