BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi
pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
(UU No. 36 Tahun 2009)
Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan dengan inti kegiatan
pelayanan dan pencegahan penyakit (preventive), penyembuhan (curative),
pemulihan kesehatan (rehabilitative) dan peningkatan kesehatan (promotive).
Kegiatan tersebut dapat menimbulkan dampak positif dan negative. Dampak positif
yang akan timbul ialah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, sedangkan
dampak negatif yang dapat timbul akibat pengelolaan sampah medis yang tidak
memenuhi syarat dapat menimbulkan penyakit dan pencemaran lingkungan untuk
menghindari risiko dan gangguan kesehatan maka perlu penyelenggaraan kesehatan
lingkungan rumah sakit sesuai dengan persyaratan kesehatan. (UU RI No. 44 Tahun
2009)
Pencemaran lingkungan di rumah sakit dapat berupa infeksi nosokomial.
Infeksi Nosokomial yaitu infeksi yang didapat di rumah sakit atau suatu infeksi
1
salah satunya dikatakan didapat di rumah sakit apabila infeksi terjadi 2x24 jam
setelah pasien dirawat di rumah sakit. (Kesehatan, 2013)
Menurut WHO Healthcare associated infection (HAIs), atau “infeksi
nosokomial” atau “rumah sakit” adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama
perawatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Selain pada pasien, HAIs
dapat terjadi pada tenaga kesehatan, staf dan pengunjung rumah sakit. (WHO)
Penyebab HAIs adalah mikroorganisme yang berasal fliral normal pasien
itu sendiri yang menjadi invasive pada keadaan tertentu, maupun tercemar dari
alat/prosedur yang steril melalui tangan para tenaga kesehatan. Salah satu media
yang dapat menularkan HAIs adalah pengolaan limbah padat B3.
Salah satu infeksi nosokomial yang mungkin terjadi di rumah sakit
bersumber dari Pengelolaan Limbah Medis Padat yang kurang saniter. Limbah
medis padat B3 dapat menjadi sumber kontaminan penting di rumah sakit.
Penanganan limbah medis padat B3 yang tidak baik di rumah sakit dapat
menebarkan mikroba keseluruhan bagian rumah sakit atau menimbulkan penyakit
kepada para pekerja serta pengunjung.
Limbah B3 atau Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah sebagai
zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau
jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan
dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup,
kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. (PP 101
tahun 2014)
2
Upaya penyehatan lingkungan rumah sakit yang bertujuan untuk
melindungi masyarakat dan karyawan akan berbahaya pencemaran lingkungan
yang bersumber dari buangan rumah sakit termasuk didalamnya limbah medis
rumah sakit. Dampak lain yaitu buangan sampah medis memiliki potensi bahaya
yang cukup besar. Apabila tidak di kelola dengan baik dapat menurunkan nilai etika
kebersihan lingkungan yang akhirnya berdampak pada kondisi pasien dan
pengunjung rumah sakit.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas awalnya merupakan sebuah
puskesmas kecamatan. Untuk peningkatan layanan kesehatan sekunder
mengakibatkan diterbitkannya Peraturan Gubernur DKI Jakarta no 128 Tahun 2014
untuk mengembangkan Puskesmas Kecamatan menjadi Rumah Sakit Umum Kelas
D.
Pada tahun 2015 Puskesmas Kecamatan Ciracas berubah menjadi Rumah
Sakit Umum (RSUD) Ciracas dengan tujuan meningkatkan layanan kesehatan
sekaligus mendekatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat serta diharapkan
dapat mengurangi penumpukan pasien di Rumah Sakit Umum lainnya. Sesuai
dengan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 993
Tahun 2017 tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Tipe D, Rumah Sakit Umum
Ciracas berubah nama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas adalah Rumah Sakit tipe D
dengan jumlah 27 bed untuk memenuhi kebutuhan rawat inap pasien. Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Ciracas juga telah malakukan aktifitas pengelolaan limbah
3
medis padat mulai dari tahap pewadahan, pengumpulan, pengangkutan hingga
tahap pemusnahan. Pada tahap pewadahandan pengumpulan dilakukan oleh tenaga
medis yang ada di rumah sakit, lalu untuk pengangkutan limbah dari ruangan ke
TPS dilakukan oleh petugas cleaning service yang bertugas di setiap ruangan yang
ada, selanjutnya limbah yang ada di TPS diangkut oleh Transporter PT Adipraya
untuk dilakukan pemusnahan oleh pihak ke – 3 yaitu PT Wastec.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk
melakukan Praktik Kesehatan Masyarakat (PKM) di Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Ciracas khususnya mengenai kegiatan pengelolaan limbah medis padat di
Rumah Sakit.
1.2 TUJUAN PKM
1.2.1 Tujuan Umum
Mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang kegiatan Kesehatan
Lingkungan di Rumah Sakit khusunya tentang Pengelolaan Limbah
Medis Padat di Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas ( RSUD) Ciracas.
1.2.2 Tujuan Khusus
a. Mempelajari program dan kegiatan Pengelolaan Limbah Medis Padat
di Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas (RSUD) Ciracas.
b. Mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan
pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Ciracas.
4
c. Memberikan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi
sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Limbah
Medis Padat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas
1.3 Manfaat
1.3.1. Bagi Institusi Tempat Pelaksanaan Praktek Kesehatan
Masyarakat
a. Memperoleh masukan dan pemecahan masalah dalam evaluasi
kegiatan yang telah dilaksanakan, khususnya pada pelaksanaan
kegiatan Pengelolaan Limbah Medis Padat khususnya di bagian
Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Ciracas.
1.3.2. Bagi Fakultas Imu Kesehatan Program Studi Kesehatan
Masyarakat URINDO
a. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa sehingga
diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia potensial
yang diperlukan dalam pembangunan kesehatan
b. Memperoleh masukan dalam evaluasi tentang praktek kesehatan
masyarakat.
5
1.3.3. Bagi Mahasiswa
a. Menambah wawasan dan pengetahuan dalam pelaksanaan program
Pengelolaan Limbah Medis Padat di Rumah Sakit
b. Menambah ketrampilan dalam penatalaksanaan program
Pengelolaan Limbah Medis Padat di Rumah Sakit
6
BAB II
RENCANA KEGIATAN PRAKTIK KESEHATAN MASYARAKAT
2.1 Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Praktik
2.1.1 Waktu
Kegiatan PKM ini akan dilaksanakan selama 25 hari kerja
(dimulai 20 November – 20 Desember 2019) dengan waktu kerja
dari hari Senin sampai Kamis pukul 08.00-16.00 WIB dan Jumat
pukul 08.00-16.30 WIB.
2.1.2 Lokasi
Kegiatan PKM ini akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Ciracas yang beralamat di Jl. Lapangan Tembak
Cibubur I, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta
Timur, DKI Jakarta, Indonesia 13720.
2.2 Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan Praktik Kesehatan
Masyarakat (PKM) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas
adalah sebagai berikut :
1. Studi Dokumentasi
Menggumpulkan dokumen dan bukti akurat dari pencatatan
sumber informasi khusus data rumah sakit, seperti profil rumah
sakit, visi dan misi, struktur organisasi di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Ciracas.
7
2. Wawancara
Melakukan wawancara kepada petugas kesehatan
lingkungan dan petugas cleaning service tentang pelaksanaan
program kesehatan lingkungan, khususnya pengelolaan limbah
medis padat rumah sakit umum dareha (RSUD) Ciracas
3. Observasi
Mengamati langsung praktik kerja yang dilakukan oleh
pekerja dengan observasi kegiatan kesehatan lingkungan di
wilayah kerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas.
4. Learning by Doing
Yaitu belajar dan mengaplikasikan ilmu secara bersamaan.
Sesuai dengan tujuan dan latar belakang diadakannya praktik
kesehatan masyarakat yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui
situasi di pelayanan kesehatan dan dapat mengaplikasikan teori
yang telah didapat selama di perkuliahan.
8
2.3 Rencana Jadwal Kegiatan Praktik
Berikut dibawah ini adalah detail dari jadwal kegiatan PKM.
Tabel 2.3.1 Rencana Jadwal Kegiatan Praktik Kesehatan Masyarakat
Peminatan Kesehatan Lingkungan
Universitas Respati Indonesia Jakarta Tahun 2019
No. Waktu Kegiatan yang dilakukan
1 Minggu I 1. Melapor kepada Kepala Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Ciracas dan Pembimbing Lapangan serta
mendapatkan arahan kegiatan yang akan dilakukan
2. Pengenalan Lokasi PKM (Orientasi Lapangan)
2 Minggu II 1. Mengenal Struktur Organisasi Rumah Sakit
2. Pengambilan data sekunder (denah lokasi, visi dan
misi, struktur organisasi, SDM dan tupoksi)
3. Tanya jawab dengan pembimbing lapangan tentang
pengelolaan limbah B3
3 Minggu III 1. Melaksanakan observasi pelaksanaan pengelolaan
limbah medis padat
2. Konsultasi dengan pembimbing lapangan
3. Konsultasi dengan pembimbing materi
4 Minggu IV 1. Melaksanakan observasi pelaksanaan pengelolaan
limbah medis padat
2. Konsultasi dengan pembimbing lapangan.
9
5 Minggu V 1. Menganalisa dan mengidentifikasi masalah pada
pengelolaan limbah medis padat
2. Menyusun alternatif pemecahan masalah pada
pengelolaan limbah medis padat
3. Konsultasi dengan pembimbing materi.
4. Menyusun laporan PKM.
10
BAB III
HASIL PRAKTIK KESEHATAN MASYARAKAT
3.1 Gambaran Umum Instansi
3.1.1 Gambaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas
Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas awalnya merupakan sebuah
puskesmas kecamatan. Untuk peningkatan layanan kesehatan sekunder
mengakibatkan diterbitkannya Peraturan Gubernur DKI Jakarta no 128
Tahun 2014 untuk mengembangkan Puskesmas Kecamatan menjadi Rumah
Sakit Umum Kelas D.
Pada tahun 2015 Puskesmas Kecamatan Ciracas berubah menjadi
Rumah Sakit Umum Ciracas dengan tujuan meningkatkan layanan
kesehatan sekaligus mendekatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat
serta diharapkan dapat mengurangi penumpukan pasien di Rumah Sakit
Umum lainnya. Sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah
Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 993 Tahun 2017 tentang Penetapan Rumah
Sakit Umum Tipe D, Rumah Sakit Umum Ciracas berubah nama menjadi
Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas.
11
3.1.2 Lokasi
Lokasi Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas berada di :
a. Jalan : Jl. Lapangan Tembak Cibubur I, RT 003 RW 001
b. Kelurahan : Cibubur
c. Kecamatan : Ciracas
d. Kota : Jakarta Timur
e. Propinsi : DKI Jakarta
3.1.3 Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas
Visi
Visi Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas adalah:
Menjadi Rumah Sakit Umum Terbaik Di Indonesia
Misi
Misi Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas adalah:
Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas secara
berkelanjutan
Meningkatkan Mutu Pelayanan secara paripurna untuk kepuasan
pelanggan
Meningkatkan Sarana dan Prasarana yang safety berbasis teknologi
Menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan dinamis
Menjalin hubungan harmonis dengan lintas sektoral
12
3.1.4 Motto
Moto dari Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas adalah:
“We do Care…”
3.1.5 Struktur Organisasi
(Terlampir)
3.1.6 Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
Luas Tanah : 3149 m2
Luas Bangunan : 2600 m2
Daya Listrik Yang Tersedia : 197 kva
Genset : 125 kva
Kebutuhan air disupport dari PAM dan Air Tanah
Lahan parkir tersedia di depan gedung dan di samping gedung
Instalasi Pembuangan Air Limbah
Lift
CCTV
Penangkal Petir
TPS B3
Kondisi eksisting yang tersedia di Rumah Sakit Daerah Ciracas adalah
sebagai berikut :
Lantai 1 : Pos Satpam, Parkir, Musholla, IGD, Ruang Tunggu
IGD, Toilet IGD, Lobby Utama, Poli Umum, Poli Anak, Poli
Kandungan, Poli Penyakit Dalam, Poli Gigi, Poli Paru, Apotik,
Ruang Observasi dan VK, Toilet Lantai 1.
13
Lantai 2 : Ruang Radiologi, Laboratorium, Rekam Medis, Lobby
Lantai 2, Toilet Lantai 2, Ranap Dewasa, Ruang Tindakan Ranap,
Ruang Isolasi Ranap, Toilet Ranap, Ruang Gizi, Dapur.
Lantai 3 : Ruang OK, Ruang HCU, CSSD, Ruang Rawat Anak,
Perina, Poli Bedah, Lobby Lantai 3, Toilet Lantai 3, Gudang
Alkes.
Lantai 4 : Ruang Management dan Office, Lobby Lantai 4,
Mushola, Toilet Lantai 4, Gudang Rumah Tangga.
3.1.7 Ketenagaan Dan Jasa Produk Layanannya
1. Ketenagaan
Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas mempunyai jumlah
SDM sebanyak 214 orang yang terdiri dari 40 orang PNS, 127 orang
Non PNS, 12 orang Dokter Spesialis Perkunjungan, 14 orang
Security dan 21 Cleaning Service.
JENIS KELAMIN
JABATAN JUMLAH
LAKI – LAKI PEREMPUAN
Dokter Umum 3 11 14
Dokter Spesialis 1 11 12
Dokter Gigi - 2 2
Perawat 12 36 48
Perawat Gigi 1 1 2
Bidan - 13 13
Apoteker 1 2 3
14
JENIS KELAMIN
JABATAN JUMLAH
LAKI – LAKI PEREMPUAN
Asisten Apoteker 1 6 7
Analis 2 6 8
Laboratorium
Nutrisionis 1 1
Radiografer 1 2 3
Rekam Medis 2 - 2
Sanitarian 1 1 2
Elektromedis 1 - 1
K3 1 - 1
Umum 55 40 95
3.1.8 Jasa Produk Layanan
1. Rawat Jalan
Terdiri dari Poli Spesialis Penyakit Dalam, Poli Spesialis
Anak, Poli Spesialis, Kebidanan, Poli Spesialis Paru, Poli Gigi,
Poli Umum, Poli Konsultasi Gizi, Spesialis Patologi Klinik,
Spesialis Radiologi
2. Rawat Inap
Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas mempunyai
kapasitas 27 tempat tidur untuk memenuhi kebutuhan rawat inap
pelanggannya yang terdiri dari:
15
No Kamar Rawat Inap Ruang Jumlah Bed
1 Kamar Rawat Inap Anak Ruang Mawar 8 Tempat Tidur
2 Kamar Rawat Inap Wanita Dewasa Ruang Anggrek 6 Tempat Tidur
3 Kamar Rawat Inap Laki-laki Dewasa Ruang Flamboyan 2 Tempat Tidur
4 Kamar Rawat Inap Ruang Bersalin Maternitas 8 Tempat Tidur
5 Kamar Rawat Inap Perinatologi Perinatologi 2 Tempat Tidur
6 Kamar Rawat Inap Isolasi Ruang Isolasi 1 Tempat Tidur
Gambar 3.1
Indikator Rawat Inap RSUD Ciracas
Tahun 2017 - 2018
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
BOR LOS TOI BTO
2017 54.6 4.1 5.6 2.9
2018 30.8 2.9 3.3 17.4
Berdasarkan gambar 3.1 dapat dilihat terjadi penurunan pada
indikator BOR, LOS dan TOI. BOR (Bed Occupancy Ratio) adalah
persentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Pada
16
indikator BOR di tahun 2017 sebesar 54,6% sedangkan di tahun 2018 turun
menjadi 30,8%.
LOS (Length Of Stay) adalah rata – rata lama rawat seorang pasien. Pada
indikator LOS di tahun 2017 sebesar 4,1 sedangkan di tahun 2018 turun
menjadi 2,9.
TOI (Turn Over Interval) rata – rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati
dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. Pada indikator TOI di tahun 2017
sebesar 5,6 sedangkan di tahun 2018 turun menjadi 3,3.
BTO (Bed Turn Over) adalah frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu
periode, berapa kali tempat tidur dipakai dala satu satuan waktu tertentu (per
bulan). Pada indikator BTO, pada tahun 2017 menunjukan angka sebesar
2,9 dan mengalami peningkatan di tahun 2018 menjadi 17,4.
3. Ruang Khusus
Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas mempunyai Kamar
Operasi dan Perinatologi
3.1.9 Pelayanan Penunjang Non Medis
Pelayanan penunjang yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah
Ciracas antara lain : Instalasi Gizi, Instalasi Laundry, Instalasi CSSD
(Central Sterile Supply Departement), IPAL (Instalasi Pengolahan Air
Limbah), TPS (Tempat Penampungan Sampah).
17
3.2 Kegiatan Praktik Kesehatan Masyarakat
Kegiatan praktek kesehatan masyarakat yang dilaksanakan penulis yaitu
melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan yaitu program STBM di wilayah
Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo terkait jamban sehat. Hal ini di karenakan
sudah tidak ada kegiatan pada akhir tahun ketika penulis melakukan Praktik
Kesehatan Masyarakat (PKM), semua kegiatan sudah selesai dilaksanakan.
3.2.1 Pengorganisasian
Organisasi merupakan wadah bagi oprasionalisasi manajemen,
karena itulah didalamnya ada sejumlah unsur pokok yang membentuk
kegiatan manajemen, yaitu : unsur manusia (Man), Alat (Materials), mesin
(Machines), metode (Methods), dan uang (Money). Kelima unsur ini
memiliki fungsi masing-masing dan saling berinteraksi atau mempengaruhi
dalam mencapai tujuan organisasi.
1) Sumber Daya Manusia
Terdapat Petugas Kesehatan Lingkungan 7 Orang yang berpendidikan DIII
Kesehatan Lingkungan. Petugas Kesehatan Lingungan Puskesmas Kecamatan
Pasar Rebo ada 2 salah satu sebagai koordinator Kesehatan Lingkungan, serta
5 orang berada di Puskesmas Kelurahan yang ada di Kecamatan Pasar Rebo.
2) Biaya/Anggaran (Money)
Dana dikeluarkan untuk kegiatan program kesehatan lingkungan adalah
Dana Alokasi Kusus (DAK) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dana
yang dikeluarkan untuk program kesehatan lingkungan di Puskesmas
Kecamatan maupun di Puskesmas Kelurahan yang sudah di buat pada Rencana
18
Usulan Kegiatan (RUK) dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) yang sudah
di setujui oleh pimpinan.
3) Alat (Material)
Alat pendukung yang digunakan oleh Petugas Kesehatan Lingkungan pada
Puskesmas dalam program STBM adalah form checklist untuk observasi dan
wawancara.
4) Metode (Method)
Metode pelaksanaan kegiatan kesehatan lingkungan menggunakan Standar
Operasional Prosedur (SOP) yang di keluarkan oleh Kepala Puskesmas
Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo dengan menggunakan pedoman sebagai
berikut :
a. Verifikasi STBM melakukan verifikasi data kemabali secara
bersama dengan sanitarian se Jakarta Timur menggunakan form
checklist 5 pilar STBM dari Dinas Keseahtan DKI Jakarta serta
wawancara kepada warga
3.2.2 Program dan pelaksanaan kegiatan Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat (STBM)
1. Observasi
Observasi dilakukan dengan cara pengamatan langsung ke lokasi
dengan mengamati program dan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
(STBM). Tujuan dari dilakukannya observasi yaitu untuk mengetahui proses
kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang ada dilapangan
19
sehingga mendapat gambaran permasalahan dalam kegiatan Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat (STBM) dan dapat memberikan tindakan atau alternatif
pemecahan masalah.
Observasi dilakukan dengan pengamatan secara langsung terhadap
objek penelitian, meliputi : Sosialisasi, Pemicuan, Verifikasi dan Deklarasi.
Dari hasil observasi yang telah dilakukan diperoleh hasil diantaranya :
a. Sosialisasi
Pada tahap ini dilakukan dengan melakukan kunjungan kepada
pemimpin setempat yang akan menjadi lokasi pemicuan dan
menjelaskan secara rinci kegiatan yang akan dilaksanakan selama
proses pemicuan STBM termasuk proses pemberdayaan masyarakat
yang akan dilaksanakan di lapangan.
b. Pemicuan
Pemicuan adalah cara untuk mendorong perubahan perilaku higiene
dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaraan sendiri dengan
menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau
masyarakat, yang dilakukan dengan melakukan pertemuan dengan
masyarakat selama setengah hari dengan difasilitasi oleh tim pemicu
puskesmas dan kelurahan yang terdiri lima (5) orang. Puskesmas
Kecamatan Pasar Rebo menerapkan kegiatan sosialisasi sebelum
melakukan pemicuan seperti perkenalan tim, lalu penyampaian maksud
dan tujuan, serta membina suasana untuk menghilangkan jarak antara
20
fasilitator dengan warga sehingga proses pemicuan dapat berjalan
dengan lancar.
c. Verifikasi
Setelah dilakukan pemicuan dan intervensi dilakukan, lalu akan
dilanjutkan dengan verifikasi. Hal ini dilakukan untuk verifikasi data
kemabli secara bersama dengan sanitarian se Jakarta Timur
menggunakan form checklist 5 pilar STBM dari Dinas Keseahtan DKI
Jakarta serta wawancara kepada warga.
d. Deklarasi
Deklarasi dilakukan pada saat tujuan dari program ini berjalan dan
sesuai dengan 5 pilar STBM di suatu kelurahan atau telah mencapai
Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Namun, di Puskesmas
Kecamatan Pasar Rebo belum dapat dilakukan deklarasi karena masih
ada warga yang melakukan BABS.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan pada Penanggung jawab koordinator
Kesehatan Lingkungan dalam kegiatan Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat (STBM) di Puskesmas Pasar Rebo.
Jenis limbah medis padat yang dihasilkan di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Ciracas seperti infus, spuit, selang infus, masker,
sarung tangan, spuit, kantong bekas darah, perban, kassa, dan kapas.
Berikut hasil wawancara dengan informan :
21
“Limbah medis padat itu paling banyak ya bekas
infus, spuit, selang infus, masker, sarung tangan,
spuit, kantong bekas darah, jarum suntik, perban,
kassa, dan kapas. (Petugas Kesling)
“Limbah medis itu kayak botol bekas infus, selang
infus, jarum suntik, spuit, maker, sarung tangan.
(Petugas cleaning service)
Saat wawancara diketahui bahwa jumlah limbah padat medis
yang dihasilkan kurang lebih 24 kg per hari. Berikut kutipan wawancara
dengan informan :
“Jumlah limbah medis padat ada sekitar 24 kilo
sehari tapi kalo pasien lagi rame dan tindakannya
banyak pasti naik lagi jumlahnya..” (Petugas kesling)
“Jumlah limbah medis padat sehari ada sekitar 24an
kilo mbak, kalo banyak tindakan pasiennya malah
lebih mbak..” (Petugas cleaning service)
22
Pernyataan tersebut didukung oleh data jumlah limbah media
padat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas.
Tabel 2.1 Data Jumlah Limbah Medis Padat RSUD Ciracas
Bulan Januari – Mei Tahun 2019
Bulan Jumlah Limbah (Kg)
Januari 576
Februari 1041
Maret 340
April 919
Mei 781
Total (Kg) 3657
Sumber : Data Logbook Bulanan Bagian Kesehatan
Lingkungan RSUD Ciracas
Rata – rata jumlah limbah per bulan 731.4 Kg
Rata – rata jumlah limbah per hari 24.38 Kg
Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas diperoleh
informasi mempunyai pegawai cleaning service yang berjumlah 21
orang, pembagian jadwal shift dibuat langsung oleh koordinator
cleaning service, kemudian jadwal tersebut di beritahukan ke bagian
rumah tangga dan bagian koordinator kesehatan lingkungan. Berikut
kutipan wawancara dengan informan:
”Disini jumlah pegawai cleaning servicenya ada 21
dibagi jadi 3 shift yang pagi jam 06:00, siang jam
14:00 sama malem jam 20:30 mba dan 1 orang PJ
yang jadi koordinator cs nya” (Petugas cleaning
service)
23
“Untuk jumlah pegawai cleaning service ini ada 21
orang, 1 orang PJ cs nya, 18 orang dibagi menjadi 3
shift pagi jam 06:00, shift siang jam 14:00 dan shift
malem jam 20:30 sama 2 petugas cs non shift”
(Petugas kesling)
3. Learning by doing
Learning by doing yaitu belajar dan mengaplikasi ilmu secara
bersamaan sesuai dengan tujuan praktek masyarakat dalam
pelaksanaan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di
Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.
Pelaksanaan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
(STBM) di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. seperti Sosialisasi,
Pemicuan, Verifikasi, dll.
Berdasarkan kegiatan lapangan yang telah diikuti berikut
beberapa kegiatan yang dilakukan dalam pemantauan kegiatan Sanitasi
Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Puskesmas Kecamatan Pasar
Rebo :
24
Gambar 1. Proses Sosialisasi Oleh pihak Puskesmas dan Lintas Sektor
Gambar 2. Proses Pemicuan pada saat kegiatan STBM
25
Gambar 5. Proses Verifikasi STBM di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo
Bersama Sanitarian Se Jakarta Timur dan Lintas Sektoral
26
Gambar 6. Penandatanganan Komitmen Warga dan Lintas Sektoral
27
4. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi yaitu melihat dokumen – dokumen atau
laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan pengelolaan limbah
medis padat yang berasal dari laporan semester I UKL UPL tahun
2019, laporan triwulan LHD tahun 2019 dan profil Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Ciracas. Berdasarkan hasil studi
dokumentasi yang dilakukan penulis dapat melihat dokumen
laporan yang dikelola dan dilaporkan rumah sakit ke instansi/dinas
terkait.
3.3 PERMASALAHAN
Berdasarkan kegiatan Kegiatan Praktik Kesehatan Masyarakat PKM)
yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo pada bagian Kesehatan
Lingkungan khususnya pada program STBM di Puskesmas Kecamatan Pasar
Rebo diperoleh sebagai berikut :
a. SDM
Berdasarkan telaah dokumen, tenaga pengelola limbah di Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Ciracas merupakan tenaga struktural yaitu 1 orang
koordinator kesehatan lingkungan, 1 orang sanitarian pelaksana dan 1
orang K3L. Namun dalam pelaksanaanya tenaga struktural ini mempunyai
banyak tugas diluar tupoksinya sebagai seorang sanitarian di rumah sakit,
karena rumah sakit memiliki keterbatasan untuk merekrut pegawai yang
dibutuhkan sesuai dengan formasi yang dibutuhkan.
28
b. Alat (Materials)
Berdasarkan hasil observasi dilapangan masih didapatkan warga yang
belum menggunakan jamban sehat pada rumahnya di lingkungan
Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.
c. Metode (Methods)
Sumber daya manusia dituntut agar menggunakan metode dalam setiap
kegiatan atau proses pelaksanaan yang berkaitan dengan semua unsur
manajemen. Dalam penerapan fungsi manajemen sendiri juga sangat
dibutuhkan suatu metode atau standard operational prosedure (SOP) yang
disesuaikan dengan kebijakan yang dibuat oleh Puskesmas Kecamatan
Pasar Rebo yang menggunakan pedoman dari peraturan tentang program
STBM yaitu
d. Uang ( Money )
Biaya atau anggaran yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan seluruh
kegiatan atau aktifitas kolompok sepanjang masa operasional. Dalam
pelaksanaan kegiatan pemantauan limbah medis padat pihak rumah sakit
membuat anggaran operasional untuk pengangkutan (transporter) limbah
medis padat yang bekerja sama dengan pihak ketiga yaitu oleh PT.
Adipraya dan pemusnahan limbah medis padat yang menggunakan
incenarator oleh PT WASTEC.
29
3.4 PEMBAHASAN
Kegiatan Praktik Kesehatan Masyarakat (PKM ) yang dilakukan di Rumah
Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas yang beralamat Jl. Lapangan Tembak
Cibubur I, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur dan
difokuskan pada bagian Kesehatan Lingkungan khususnya pada kegiatan
pemantauan limbah medis padat Rumah Sakit.
Kegiatan pemantauan limbah medis padat di Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Ciracas yang memiliki pegawai dengan 1 orang koordinator kesehatan
lingkungan Ibu Ely Yuliah, 1 orang sanitarian pelaksana Bp. Teguh dan 1
orang K3L Bp. Nurodin serta rumah sakit memiliki cleaning service yang
berjumlah 20 orang dan dibagi 17 orang menjadi 3 shift dan 3 orang petugas
non shift, pembagian jadwal shift dibuat langsung oleh koordinator cleaning
service Bp. Rizky, kemudian jadwal tersebut di beritahukan ke bagian rumah
tangga dan bagian koordinator kesehatan lingkungan.
Pemantauan pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Ciracas diawasi langsung oleh petugas bagian Kesehatan
Lingkungan. Pengambilan limbah medis padat di lakukan selama 1 minggu
sekali oleh transporter (pengangkut) yang bekerja sama dengan pihak ketiga
yaitu PT. Adipraya dan pemusnahan yang dilakukan oleh PT WASTEC yang
sudah memiliki izin beroperasi mengangkut sampah medis dan pemusnahan
limbah medis padat menggunakan mesin incinerator dan setiap terdapat
lembar manifest sebagai bukti bahwa sudah dilakukan pengangkutan dari TPS
rumah sakit. Timbunan limbah medis per-minggu sekitar 200-300kg limbah
30
yang dihasilkan. Unit yang menjadi penghasil limbah medis padat yaitu unit
pelayanan/ruangan kantor, ruang Operasi & VK, ruang Laboratorium, ruang
poliklinik, ruang IGD, ruang perawatan, dan Penunjang medis. Pemberian
stiker pada tutup tempat sampah yaitu stiker warna dasar kuning dengan tulisan
“Sampah Medis Infeksius” dan didalam tempat sampah diberikan plastic
berwarna kuning dan untuk limbah jarum suntik menggunakan safety box.
Fasilitas yang terdapat di rumah sakit dari peralatan yang digunakan oleh
cleaning service seperti (masker, sarung tangan, troli pengangkut, plastic
kuning, sepatu boot dll) dan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang sudah
dibuat dan disosialisasikan untuk panduan pengelolaan limbah medis di
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas.
3.5 Sumber Daya
Masih ada cleaning service yang kurang disiplin dalam memakai APD
dan penggunaan troli khusus dalam pengangkutan limbah medis padat
dari ruangan.
3.6 Alat
Masih ada alat yang belum sesuai standar kebersihan di rumah sakit
3.7 Metode
Belum adanya pemisah khusus pengangkutan limbah medis padat dalam
penggunaan lift pasien atau pengunjung
31