0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
299 tayangan31 halaman

Contoh

Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang pelaksanaan Praktik Kesehatan Masyarakat (PKM) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas khususnya mengenai pengelolaan limbah medis padat. Tujuan PKM adalah untuk mempelajari program pengelolaan limbah medis padat di RSUD Ciracas dan memberikan masukan perbaikan.

Diunggah oleh

teguh adhi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
299 tayangan31 halaman

Contoh

Dokumen tersebut membahas tentang latar belakang pelaksanaan Praktik Kesehatan Masyarakat (PKM) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas khususnya mengenai pengelolaan limbah medis padat. Tujuan PKM adalah untuk mempelajari program pengelolaan limbah medis padat di RSUD Ciracas dan memberikan masukan perbaikan.

Diunggah oleh

teguh adhi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,

kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat

kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi

pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.

(UU No. 36 Tahun 2009)

Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan dengan inti kegiatan

pelayanan dan pencegahan penyakit (preventive), penyembuhan (curative),

pemulihan kesehatan (rehabilitative) dan peningkatan kesehatan (promotive).

Kegiatan tersebut dapat menimbulkan dampak positif dan negative. Dampak positif

yang akan timbul ialah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, sedangkan

dampak negatif yang dapat timbul akibat pengelolaan sampah medis yang tidak

memenuhi syarat dapat menimbulkan penyakit dan pencemaran lingkungan untuk

menghindari risiko dan gangguan kesehatan maka perlu penyelenggaraan kesehatan

lingkungan rumah sakit sesuai dengan persyaratan kesehatan. (UU RI No. 44 Tahun

2009)

Pencemaran lingkungan di rumah sakit dapat berupa infeksi nosokomial.

Infeksi Nosokomial yaitu infeksi yang didapat di rumah sakit atau suatu infeksi

1
salah satunya dikatakan didapat di rumah sakit apabila infeksi terjadi 2x24 jam

setelah pasien dirawat di rumah sakit. (Kesehatan, 2013)

Menurut WHO Healthcare associated infection (HAIs), atau “infeksi

nosokomial” atau “rumah sakit” adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama

perawatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Selain pada pasien, HAIs

dapat terjadi pada tenaga kesehatan, staf dan pengunjung rumah sakit. (WHO)

Penyebab HAIs adalah mikroorganisme yang berasal fliral normal pasien

itu sendiri yang menjadi invasive pada keadaan tertentu, maupun tercemar dari

alat/prosedur yang steril melalui tangan para tenaga kesehatan. Salah satu media

yang dapat menularkan HAIs adalah pengolaan limbah padat B3.

Salah satu infeksi nosokomial yang mungkin terjadi di rumah sakit

bersumber dari Pengelolaan Limbah Medis Padat yang kurang saniter. Limbah

medis padat B3 dapat menjadi sumber kontaminan penting di rumah sakit.

Penanganan limbah medis padat B3 yang tidak baik di rumah sakit dapat

menebarkan mikroba keseluruhan bagian rumah sakit atau menimbulkan penyakit

kepada para pekerja serta pengunjung.

Limbah B3 atau Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah sebagai

zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau

jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan

dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup,

kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. (PP 101

tahun 2014)

2
Upaya penyehatan lingkungan rumah sakit yang bertujuan untuk

melindungi masyarakat dan karyawan akan berbahaya pencemaran lingkungan

yang bersumber dari buangan rumah sakit termasuk didalamnya limbah medis

rumah sakit. Dampak lain yaitu buangan sampah medis memiliki potensi bahaya

yang cukup besar. Apabila tidak di kelola dengan baik dapat menurunkan nilai etika

kebersihan lingkungan yang akhirnya berdampak pada kondisi pasien dan

pengunjung rumah sakit.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas awalnya merupakan sebuah

puskesmas kecamatan. Untuk peningkatan layanan kesehatan sekunder

mengakibatkan diterbitkannya Peraturan Gubernur DKI Jakarta no 128 Tahun 2014

untuk mengembangkan Puskesmas Kecamatan menjadi Rumah Sakit Umum Kelas

D.

Pada tahun 2015 Puskesmas Kecamatan Ciracas berubah menjadi Rumah

Sakit Umum (RSUD) Ciracas dengan tujuan meningkatkan layanan kesehatan

sekaligus mendekatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat serta diharapkan

dapat mengurangi penumpukan pasien di Rumah Sakit Umum lainnya. Sesuai

dengan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 993

Tahun 2017 tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Tipe D, Rumah Sakit Umum

Ciracas berubah nama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas adalah Rumah Sakit tipe D

dengan jumlah 27 bed untuk memenuhi kebutuhan rawat inap pasien. Rumah Sakit

Umum Daerah (RSUD) Ciracas juga telah malakukan aktifitas pengelolaan limbah

3
medis padat mulai dari tahap pewadahan, pengumpulan, pengangkutan hingga

tahap pemusnahan. Pada tahap pewadahandan pengumpulan dilakukan oleh tenaga

medis yang ada di rumah sakit, lalu untuk pengangkutan limbah dari ruangan ke

TPS dilakukan oleh petugas cleaning service yang bertugas di setiap ruangan yang

ada, selanjutnya limbah yang ada di TPS diangkut oleh Transporter PT Adipraya

untuk dilakukan pemusnahan oleh pihak ke – 3 yaitu PT Wastec.

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk

melakukan Praktik Kesehatan Masyarakat (PKM) di Rumah Sakit Umum Daerah

(RSUD) Ciracas khususnya mengenai kegiatan pengelolaan limbah medis padat di

Rumah Sakit.

1.2 TUJUAN PKM

1.2.1 Tujuan Umum

Mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang kegiatan Kesehatan

Lingkungan di Rumah Sakit khusunya tentang Pengelolaan Limbah

Medis Padat di Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas ( RSUD) Ciracas.

1.2.2 Tujuan Khusus

a. Mempelajari program dan kegiatan Pengelolaan Limbah Medis Padat

di Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas (RSUD) Ciracas.

b. Mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan

pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Umum Daerah

(RSUD) Ciracas.

4
c. Memberikan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi

sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Limbah

Medis Padat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas

1.3 Manfaat

1.3.1. Bagi Institusi Tempat Pelaksanaan Praktek Kesehatan

Masyarakat

a. Memperoleh masukan dan pemecahan masalah dalam evaluasi

kegiatan yang telah dilaksanakan, khususnya pada pelaksanaan

kegiatan Pengelolaan Limbah Medis Padat khususnya di bagian

Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)

Ciracas.

1.3.2. Bagi Fakultas Imu Kesehatan Program Studi Kesehatan

Masyarakat URINDO

a. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa sehingga

diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia potensial

yang diperlukan dalam pembangunan kesehatan

b. Memperoleh masukan dalam evaluasi tentang praktek kesehatan

masyarakat.

5
1.3.3. Bagi Mahasiswa

a. Menambah wawasan dan pengetahuan dalam pelaksanaan program

Pengelolaan Limbah Medis Padat di Rumah Sakit

b. Menambah ketrampilan dalam penatalaksanaan program

Pengelolaan Limbah Medis Padat di Rumah Sakit

6
BAB II

RENCANA KEGIATAN PRAKTIK KESEHATAN MASYARAKAT

2.1 Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Praktik

2.1.1 Waktu

Kegiatan PKM ini akan dilaksanakan selama 25 hari kerja

(dimulai 20 November – 20 Desember 2019) dengan waktu kerja

dari hari Senin sampai Kamis pukul 08.00-16.00 WIB dan Jumat

pukul 08.00-16.30 WIB.

2.1.2 Lokasi

Kegiatan PKM ini akan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum

Daerah (RSUD) Ciracas yang beralamat di Jl. Lapangan Tembak

Cibubur I, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta

Timur, DKI Jakarta, Indonesia 13720.

2.2 Metode

Metode yang digunakan dalam kegiatan Praktik Kesehatan

Masyarakat (PKM) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas

adalah sebagai berikut :

1. Studi Dokumentasi

Menggumpulkan dokumen dan bukti akurat dari pencatatan

sumber informasi khusus data rumah sakit, seperti profil rumah

sakit, visi dan misi, struktur organisasi di Rumah Sakit Umum

Daerah (RSUD) Ciracas.

7
2. Wawancara

Melakukan wawancara kepada petugas kesehatan

lingkungan dan petugas cleaning service tentang pelaksanaan

program kesehatan lingkungan, khususnya pengelolaan limbah

medis padat rumah sakit umum dareha (RSUD) Ciracas

3. Observasi

Mengamati langsung praktik kerja yang dilakukan oleh

pekerja dengan observasi kegiatan kesehatan lingkungan di

wilayah kerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas.

4. Learning by Doing

Yaitu belajar dan mengaplikasikan ilmu secara bersamaan.

Sesuai dengan tujuan dan latar belakang diadakannya praktik

kesehatan masyarakat yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui

situasi di pelayanan kesehatan dan dapat mengaplikasikan teori

yang telah didapat selama di perkuliahan.

8
2.3 Rencana Jadwal Kegiatan Praktik

Berikut dibawah ini adalah detail dari jadwal kegiatan PKM.

Tabel 2.3.1 Rencana Jadwal Kegiatan Praktik Kesehatan Masyarakat


Peminatan Kesehatan Lingkungan
Universitas Respati Indonesia Jakarta Tahun 2019

No. Waktu Kegiatan yang dilakukan

1 Minggu I 1. Melapor kepada Kepala Rumah Sakit Umum Daerah

(RSUD) Ciracas dan Pembimbing Lapangan serta

mendapatkan arahan kegiatan yang akan dilakukan

2. Pengenalan Lokasi PKM (Orientasi Lapangan)

2 Minggu II 1. Mengenal Struktur Organisasi Rumah Sakit

2. Pengambilan data sekunder (denah lokasi, visi dan

misi, struktur organisasi, SDM dan tupoksi)

3. Tanya jawab dengan pembimbing lapangan tentang

pengelolaan limbah B3

3 Minggu III 1. Melaksanakan observasi pelaksanaan pengelolaan

limbah medis padat

2. Konsultasi dengan pembimbing lapangan

3. Konsultasi dengan pembimbing materi

4 Minggu IV 1. Melaksanakan observasi pelaksanaan pengelolaan

limbah medis padat

2. Konsultasi dengan pembimbing lapangan.

9
5 Minggu V 1. Menganalisa dan mengidentifikasi masalah pada

pengelolaan limbah medis padat

2. Menyusun alternatif pemecahan masalah pada

pengelolaan limbah medis padat

3. Konsultasi dengan pembimbing materi.

4. Menyusun laporan PKM.

10
BAB III

HASIL PRAKTIK KESEHATAN MASYARAKAT

3.1 Gambaran Umum Instansi

3.1.1 Gambaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas

Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas awalnya merupakan sebuah

puskesmas kecamatan. Untuk peningkatan layanan kesehatan sekunder

mengakibatkan diterbitkannya Peraturan Gubernur DKI Jakarta no 128

Tahun 2014 untuk mengembangkan Puskesmas Kecamatan menjadi Rumah

Sakit Umum Kelas D.

Pada tahun 2015 Puskesmas Kecamatan Ciracas berubah menjadi

Rumah Sakit Umum Ciracas dengan tujuan meningkatkan layanan

kesehatan sekaligus mendekatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat

serta diharapkan dapat mengurangi penumpukan pasien di Rumah Sakit

Umum lainnya. Sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah

Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 993 Tahun 2017 tentang Penetapan Rumah

Sakit Umum Tipe D, Rumah Sakit Umum Ciracas berubah nama menjadi

Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas.

11
3.1.2 Lokasi

Lokasi Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas berada di :

a. Jalan : Jl. Lapangan Tembak Cibubur I, RT 003 RW 001

b. Kelurahan : Cibubur

c. Kecamatan : Ciracas

d. Kota : Jakarta Timur

e. Propinsi : DKI Jakarta

3.1.3 Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas

Visi

Visi Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas adalah:

Menjadi Rumah Sakit Umum Terbaik Di Indonesia

Misi

Misi Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas adalah:

 Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas secara

berkelanjutan

 Meningkatkan Mutu Pelayanan secara paripurna untuk kepuasan

pelanggan

 Meningkatkan Sarana dan Prasarana yang safety berbasis teknologi

 Menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan dinamis

 Menjalin hubungan harmonis dengan lintas sektoral

12
3.1.4 Motto

Moto dari Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas adalah:

“We do Care…”

3.1.5 Struktur Organisasi

(Terlampir)

3.1.6 Sarana dan Prasarana Rumah Sakit

 Luas Tanah : 3149 m2

 Luas Bangunan : 2600 m2

 Daya Listrik Yang Tersedia : 197 kva

 Genset : 125 kva

 Kebutuhan air disupport dari PAM dan Air Tanah

 Lahan parkir tersedia di depan gedung dan di samping gedung

 Instalasi Pembuangan Air Limbah

 Lift

 CCTV

 Penangkal Petir

 TPS B3

Kondisi eksisting yang tersedia di Rumah Sakit Daerah Ciracas adalah

sebagai berikut :

 Lantai 1 : Pos Satpam, Parkir, Musholla, IGD, Ruang Tunggu

IGD, Toilet IGD, Lobby Utama, Poli Umum, Poli Anak, Poli

Kandungan, Poli Penyakit Dalam, Poli Gigi, Poli Paru, Apotik,

Ruang Observasi dan VK, Toilet Lantai 1.

13
 Lantai 2 : Ruang Radiologi, Laboratorium, Rekam Medis, Lobby

Lantai 2, Toilet Lantai 2, Ranap Dewasa, Ruang Tindakan Ranap,

Ruang Isolasi Ranap, Toilet Ranap, Ruang Gizi, Dapur.

 Lantai 3 : Ruang OK, Ruang HCU, CSSD, Ruang Rawat Anak,

Perina, Poli Bedah, Lobby Lantai 3, Toilet Lantai 3, Gudang

Alkes.

 Lantai 4 : Ruang Management dan Office, Lobby Lantai 4,

Mushola, Toilet Lantai 4, Gudang Rumah Tangga.

3.1.7 Ketenagaan Dan Jasa Produk Layanannya

1. Ketenagaan

Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas mempunyai jumlah

SDM sebanyak 214 orang yang terdiri dari 40 orang PNS, 127 orang

Non PNS, 12 orang Dokter Spesialis Perkunjungan, 14 orang

Security dan 21 Cleaning Service.

JENIS KELAMIN
JABATAN JUMLAH
LAKI – LAKI PEREMPUAN

Dokter Umum 3 11 14

Dokter Spesialis 1 11 12

Dokter Gigi - 2 2

Perawat 12 36 48

Perawat Gigi 1 1 2

Bidan - 13 13

Apoteker 1 2 3

14
JENIS KELAMIN
JABATAN JUMLAH
LAKI – LAKI PEREMPUAN

Asisten Apoteker 1 6 7

Analis 2 6 8

Laboratorium

Nutrisionis 1 1

Radiografer 1 2 3

Rekam Medis 2 - 2

Sanitarian 1 1 2

Elektromedis 1 - 1

K3 1 - 1

Umum 55 40 95

3.1.8 Jasa Produk Layanan

1. Rawat Jalan

Terdiri dari Poli Spesialis Penyakit Dalam, Poli Spesialis

Anak, Poli Spesialis, Kebidanan, Poli Spesialis Paru, Poli Gigi,

Poli Umum, Poli Konsultasi Gizi, Spesialis Patologi Klinik,

Spesialis Radiologi

2. Rawat Inap

Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas mempunyai

kapasitas 27 tempat tidur untuk memenuhi kebutuhan rawat inap

pelanggannya yang terdiri dari:

15
No Kamar Rawat Inap Ruang Jumlah Bed

1 Kamar Rawat Inap Anak Ruang Mawar 8 Tempat Tidur

2 Kamar Rawat Inap Wanita Dewasa Ruang Anggrek 6 Tempat Tidur

3 Kamar Rawat Inap Laki-laki Dewasa Ruang Flamboyan 2 Tempat Tidur

4 Kamar Rawat Inap Ruang Bersalin Maternitas 8 Tempat Tidur

5 Kamar Rawat Inap Perinatologi Perinatologi 2 Tempat Tidur

6 Kamar Rawat Inap Isolasi Ruang Isolasi 1 Tempat Tidur

Gambar 3.1

Indikator Rawat Inap RSUD Ciracas


Tahun 2017 - 2018
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
BOR LOS TOI BTO
2017 54.6 4.1 5.6 2.9
2018 30.8 2.9 3.3 17.4

Berdasarkan gambar 3.1 dapat dilihat terjadi penurunan pada

indikator BOR, LOS dan TOI. BOR (Bed Occupancy Ratio) adalah

persentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Pada

16
indikator BOR di tahun 2017 sebesar 54,6% sedangkan di tahun 2018 turun

menjadi 30,8%.

LOS (Length Of Stay) adalah rata – rata lama rawat seorang pasien. Pada

indikator LOS di tahun 2017 sebesar 4,1 sedangkan di tahun 2018 turun

menjadi 2,9.

TOI (Turn Over Interval) rata – rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati

dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. Pada indikator TOI di tahun 2017

sebesar 5,6 sedangkan di tahun 2018 turun menjadi 3,3.

BTO (Bed Turn Over) adalah frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu

periode, berapa kali tempat tidur dipakai dala satu satuan waktu tertentu (per

bulan). Pada indikator BTO, pada tahun 2017 menunjukan angka sebesar

2,9 dan mengalami peningkatan di tahun 2018 menjadi 17,4.

3. Ruang Khusus

Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Ciracas mempunyai Kamar

Operasi dan Perinatologi

3.1.9 Pelayanan Penunjang Non Medis

Pelayanan penunjang yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah

Ciracas antara lain : Instalasi Gizi, Instalasi Laundry, Instalasi CSSD

(Central Sterile Supply Departement), IPAL (Instalasi Pengolahan Air

Limbah), TPS (Tempat Penampungan Sampah).

17
3.2 Kegiatan Praktik Kesehatan Masyarakat

Kegiatan praktek kesehatan masyarakat yang dilaksanakan penulis yaitu

melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan yaitu program STBM di wilayah

Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo terkait jamban sehat. Hal ini di karenakan

sudah tidak ada kegiatan pada akhir tahun ketika penulis melakukan Praktik

Kesehatan Masyarakat (PKM), semua kegiatan sudah selesai dilaksanakan.

3.2.1 Pengorganisasian

Organisasi merupakan wadah bagi oprasionalisasi manajemen,

karena itulah didalamnya ada sejumlah unsur pokok yang membentuk

kegiatan manajemen, yaitu : unsur manusia (Man), Alat (Materials), mesin

(Machines), metode (Methods), dan uang (Money). Kelima unsur ini

memiliki fungsi masing-masing dan saling berinteraksi atau mempengaruhi

dalam mencapai tujuan organisasi.

1) Sumber Daya Manusia

Terdapat Petugas Kesehatan Lingkungan 7 Orang yang berpendidikan DIII

Kesehatan Lingkungan. Petugas Kesehatan Lingungan Puskesmas Kecamatan

Pasar Rebo ada 2 salah satu sebagai koordinator Kesehatan Lingkungan, serta

5 orang berada di Puskesmas Kelurahan yang ada di Kecamatan Pasar Rebo.

2) Biaya/Anggaran (Money)

Dana dikeluarkan untuk kegiatan program kesehatan lingkungan adalah

Dana Alokasi Kusus (DAK) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dana

yang dikeluarkan untuk program kesehatan lingkungan di Puskesmas

Kecamatan maupun di Puskesmas Kelurahan yang sudah di buat pada Rencana

18
Usulan Kegiatan (RUK) dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) yang sudah

di setujui oleh pimpinan.

3) Alat (Material)

Alat pendukung yang digunakan oleh Petugas Kesehatan Lingkungan pada

Puskesmas dalam program STBM adalah form checklist untuk observasi dan

wawancara.

4) Metode (Method)

Metode pelaksanaan kegiatan kesehatan lingkungan menggunakan Standar

Operasional Prosedur (SOP) yang di keluarkan oleh Kepala Puskesmas

Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo dengan menggunakan pedoman sebagai

berikut :

a. Verifikasi STBM melakukan verifikasi data kemabali secara

bersama dengan sanitarian se Jakarta Timur menggunakan form

checklist 5 pilar STBM dari Dinas Keseahtan DKI Jakarta serta

wawancara kepada warga

3.2.2 Program dan pelaksanaan kegiatan Sanitasi Total Berbasis

Masyarakat (STBM)

1. Observasi

Observasi dilakukan dengan cara pengamatan langsung ke lokasi

dengan mengamati program dan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

(STBM). Tujuan dari dilakukannya observasi yaitu untuk mengetahui proses

kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang ada dilapangan

19
sehingga mendapat gambaran permasalahan dalam kegiatan Sanitasi Total

Berbasis Masyarakat (STBM) dan dapat memberikan tindakan atau alternatif

pemecahan masalah.

Observasi dilakukan dengan pengamatan secara langsung terhadap

objek penelitian, meliputi : Sosialisasi, Pemicuan, Verifikasi dan Deklarasi.

Dari hasil observasi yang telah dilakukan diperoleh hasil diantaranya :

a. Sosialisasi

Pada tahap ini dilakukan dengan melakukan kunjungan kepada

pemimpin setempat yang akan menjadi lokasi pemicuan dan

menjelaskan secara rinci kegiatan yang akan dilaksanakan selama

proses pemicuan STBM termasuk proses pemberdayaan masyarakat

yang akan dilaksanakan di lapangan.

b. Pemicuan

Pemicuan adalah cara untuk mendorong perubahan perilaku higiene

dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaraan sendiri dengan

menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau

masyarakat, yang dilakukan dengan melakukan pertemuan dengan

masyarakat selama setengah hari dengan difasilitasi oleh tim pemicu

puskesmas dan kelurahan yang terdiri lima (5) orang. Puskesmas

Kecamatan Pasar Rebo menerapkan kegiatan sosialisasi sebelum

melakukan pemicuan seperti perkenalan tim, lalu penyampaian maksud

dan tujuan, serta membina suasana untuk menghilangkan jarak antara

20
fasilitator dengan warga sehingga proses pemicuan dapat berjalan

dengan lancar.

c. Verifikasi

Setelah dilakukan pemicuan dan intervensi dilakukan, lalu akan

dilanjutkan dengan verifikasi. Hal ini dilakukan untuk verifikasi data

kemabli secara bersama dengan sanitarian se Jakarta Timur

menggunakan form checklist 5 pilar STBM dari Dinas Keseahtan DKI

Jakarta serta wawancara kepada warga.

d. Deklarasi

Deklarasi dilakukan pada saat tujuan dari program ini berjalan dan

sesuai dengan 5 pilar STBM di suatu kelurahan atau telah mencapai

Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Namun, di Puskesmas

Kecamatan Pasar Rebo belum dapat dilakukan deklarasi karena masih

ada warga yang melakukan BABS.

2. Wawancara

Wawancara dilakukan pada Penanggung jawab koordinator

Kesehatan Lingkungan dalam kegiatan Sanitasi Total Berbasis

Masyarakat (STBM) di Puskesmas Pasar Rebo.

Jenis limbah medis padat yang dihasilkan di Rumah Sakit Umum

Daerah (RSUD) Ciracas seperti infus, spuit, selang infus, masker,

sarung tangan, spuit, kantong bekas darah, perban, kassa, dan kapas.

Berikut hasil wawancara dengan informan :

21
“Limbah medis padat itu paling banyak ya bekas
infus, spuit, selang infus, masker, sarung tangan,
spuit, kantong bekas darah, jarum suntik, perban,
kassa, dan kapas. (Petugas Kesling)

“Limbah medis itu kayak botol bekas infus, selang

infus, jarum suntik, spuit, maker, sarung tangan.

(Petugas cleaning service)

Saat wawancara diketahui bahwa jumlah limbah padat medis

yang dihasilkan kurang lebih 24 kg per hari. Berikut kutipan wawancara

dengan informan :

“Jumlah limbah medis padat ada sekitar 24 kilo


sehari tapi kalo pasien lagi rame dan tindakannya
banyak pasti naik lagi jumlahnya..” (Petugas kesling)

“Jumlah limbah medis padat sehari ada sekitar 24an


kilo mbak, kalo banyak tindakan pasiennya malah
lebih mbak..” (Petugas cleaning service)

22
Pernyataan tersebut didukung oleh data jumlah limbah media

padat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas.

Tabel 2.1 Data Jumlah Limbah Medis Padat RSUD Ciracas


Bulan Januari – Mei Tahun 2019

Bulan Jumlah Limbah (Kg)


Januari 576
Februari 1041
Maret 340
April 919
Mei 781
Total (Kg) 3657
Sumber : Data Logbook Bulanan Bagian Kesehatan
Lingkungan RSUD Ciracas

Rata – rata jumlah limbah per bulan 731.4 Kg


Rata – rata jumlah limbah per hari 24.38 Kg

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas diperoleh

informasi mempunyai pegawai cleaning service yang berjumlah 21

orang, pembagian jadwal shift dibuat langsung oleh koordinator

cleaning service, kemudian jadwal tersebut di beritahukan ke bagian

rumah tangga dan bagian koordinator kesehatan lingkungan. Berikut

kutipan wawancara dengan informan:

”Disini jumlah pegawai cleaning servicenya ada 21


dibagi jadi 3 shift yang pagi jam 06:00, siang jam
14:00 sama malem jam 20:30 mba dan 1 orang PJ
yang jadi koordinator cs nya” (Petugas cleaning
service)

23
“Untuk jumlah pegawai cleaning service ini ada 21
orang, 1 orang PJ cs nya, 18 orang dibagi menjadi 3
shift pagi jam 06:00, shift siang jam 14:00 dan shift
malem jam 20:30 sama 2 petugas cs non shift”
(Petugas kesling)

3. Learning by doing

Learning by doing yaitu belajar dan mengaplikasi ilmu secara

bersamaan sesuai dengan tujuan praktek masyarakat dalam

pelaksanaan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di

Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.

Pelaksanaan kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

(STBM) di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. seperti Sosialisasi,

Pemicuan, Verifikasi, dll.

Berdasarkan kegiatan lapangan yang telah diikuti berikut

beberapa kegiatan yang dilakukan dalam pemantauan kegiatan Sanitasi

Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Puskesmas Kecamatan Pasar

Rebo :

24
Gambar 1. Proses Sosialisasi Oleh pihak Puskesmas dan Lintas Sektor

Gambar 2. Proses Pemicuan pada saat kegiatan STBM

25
Gambar 5. Proses Verifikasi STBM di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo
Bersama Sanitarian Se Jakarta Timur dan Lintas Sektoral

26
Gambar 6. Penandatanganan Komitmen Warga dan Lintas Sektoral

27
4. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi yaitu melihat dokumen – dokumen atau

laporan terkait dengan pelaksanaan kegiatan pengelolaan limbah

medis padat yang berasal dari laporan semester I UKL UPL tahun

2019, laporan triwulan LHD tahun 2019 dan profil Rumah Sakit

Umum Daerah (RSUD) Ciracas. Berdasarkan hasil studi

dokumentasi yang dilakukan penulis dapat melihat dokumen

laporan yang dikelola dan dilaporkan rumah sakit ke instansi/dinas

terkait.

3.3 PERMASALAHAN

Berdasarkan kegiatan Kegiatan Praktik Kesehatan Masyarakat PKM)

yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo pada bagian Kesehatan

Lingkungan khususnya pada program STBM di Puskesmas Kecamatan Pasar

Rebo diperoleh sebagai berikut :

a. SDM

Berdasarkan telaah dokumen, tenaga pengelola limbah di Rumah Sakit

Umum Daerah (RSUD) Ciracas merupakan tenaga struktural yaitu 1 orang

koordinator kesehatan lingkungan, 1 orang sanitarian pelaksana dan 1

orang K3L. Namun dalam pelaksanaanya tenaga struktural ini mempunyai

banyak tugas diluar tupoksinya sebagai seorang sanitarian di rumah sakit,

karena rumah sakit memiliki keterbatasan untuk merekrut pegawai yang

dibutuhkan sesuai dengan formasi yang dibutuhkan.

28
b. Alat (Materials)

Berdasarkan hasil observasi dilapangan masih didapatkan warga yang

belum menggunakan jamban sehat pada rumahnya di lingkungan

Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.

c. Metode (Methods)

Sumber daya manusia dituntut agar menggunakan metode dalam setiap

kegiatan atau proses pelaksanaan yang berkaitan dengan semua unsur

manajemen. Dalam penerapan fungsi manajemen sendiri juga sangat

dibutuhkan suatu metode atau standard operational prosedure (SOP) yang

disesuaikan dengan kebijakan yang dibuat oleh Puskesmas Kecamatan

Pasar Rebo yang menggunakan pedoman dari peraturan tentang program

STBM yaitu

d. Uang ( Money )

Biaya atau anggaran yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan seluruh

kegiatan atau aktifitas kolompok sepanjang masa operasional. Dalam

pelaksanaan kegiatan pemantauan limbah medis padat pihak rumah sakit

membuat anggaran operasional untuk pengangkutan (transporter) limbah

medis padat yang bekerja sama dengan pihak ketiga yaitu oleh PT.

Adipraya dan pemusnahan limbah medis padat yang menggunakan

incenarator oleh PT WASTEC.

29
3.4 PEMBAHASAN

Kegiatan Praktik Kesehatan Masyarakat (PKM ) yang dilakukan di Rumah

Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas yang beralamat Jl. Lapangan Tembak

Cibubur I, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur dan

difokuskan pada bagian Kesehatan Lingkungan khususnya pada kegiatan

pemantauan limbah medis padat Rumah Sakit.

Kegiatan pemantauan limbah medis padat di Rumah Sakit Umum Daerah

(RSUD) Ciracas yang memiliki pegawai dengan 1 orang koordinator kesehatan

lingkungan Ibu Ely Yuliah, 1 orang sanitarian pelaksana Bp. Teguh dan 1

orang K3L Bp. Nurodin serta rumah sakit memiliki cleaning service yang

berjumlah 20 orang dan dibagi 17 orang menjadi 3 shift dan 3 orang petugas

non shift, pembagian jadwal shift dibuat langsung oleh koordinator cleaning

service Bp. Rizky, kemudian jadwal tersebut di beritahukan ke bagian rumah

tangga dan bagian koordinator kesehatan lingkungan.

Pemantauan pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Umum

Daerah (RSUD) Ciracas diawasi langsung oleh petugas bagian Kesehatan

Lingkungan. Pengambilan limbah medis padat di lakukan selama 1 minggu

sekali oleh transporter (pengangkut) yang bekerja sama dengan pihak ketiga

yaitu PT. Adipraya dan pemusnahan yang dilakukan oleh PT WASTEC yang

sudah memiliki izin beroperasi mengangkut sampah medis dan pemusnahan

limbah medis padat menggunakan mesin incinerator dan setiap terdapat

lembar manifest sebagai bukti bahwa sudah dilakukan pengangkutan dari TPS

rumah sakit. Timbunan limbah medis per-minggu sekitar 200-300kg limbah

30
yang dihasilkan. Unit yang menjadi penghasil limbah medis padat yaitu unit

pelayanan/ruangan kantor, ruang Operasi & VK, ruang Laboratorium, ruang

poliklinik, ruang IGD, ruang perawatan, dan Penunjang medis. Pemberian

stiker pada tutup tempat sampah yaitu stiker warna dasar kuning dengan tulisan

“Sampah Medis Infeksius” dan didalam tempat sampah diberikan plastic

berwarna kuning dan untuk limbah jarum suntik menggunakan safety box.

Fasilitas yang terdapat di rumah sakit dari peralatan yang digunakan oleh

cleaning service seperti (masker, sarung tangan, troli pengangkut, plastic

kuning, sepatu boot dll) dan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang sudah

dibuat dan disosialisasikan untuk panduan pengelolaan limbah medis di

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas.

3.5 Sumber Daya

Masih ada cleaning service yang kurang disiplin dalam memakai APD

dan penggunaan troli khusus dalam pengangkutan limbah medis padat

dari ruangan.

3.6 Alat

Masih ada alat yang belum sesuai standar kebersihan di rumah sakit

3.7 Metode

Belum adanya pemisah khusus pengangkutan limbah medis padat dalam

penggunaan lift pasien atau pengunjung

31

Anda mungkin juga menyukai