0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan9 halaman

Hidrolisis

Laporan praktikum ini membahas tentang sifat dan pH larutan garam. Percobaan dilakukan untuk mengidentifikasi sifat empat larutan garam berdasarkan perubahan warna kertas lakmus dan indikator universal serta menyimpulkan sifat garam berdasarkan asam dan basanya.

Diunggah oleh

Aghniya Aurelie
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan9 halaman

Hidrolisis

Laporan praktikum ini membahas tentang sifat dan pH larutan garam. Percobaan dilakukan untuk mengidentifikasi sifat empat larutan garam berdasarkan perubahan warna kertas lakmus dan indikator universal serta menyimpulkan sifat garam berdasarkan asam dan basanya.

Diunggah oleh

Aghniya Aurelie
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

“SIFAT DAN PH LARUTAN GARAM”

Oleh :

Aghniya Aurelie Z ‘Nisya

Aura Maharani Puteri

Fadiyah Zahra

Farah Diba Aulia Yasmin

Sekar Azizah

SMA NEGERI 8 BANDUNG


Jl. Solontongan No.3, Turangga, Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40264

i
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI....................................................................................................................... i

BAB 1 : PENDAHULUAN
1.1 Judul ............................................................................................................................. 1
1.2 Tujuan .......................................................................................................................... 1
1.3 Landasan Teori............................................................................................................. 1
1.4 Hipotesis………………………………………………………………………………2

BAB 2 : METODE PRAKTIKUM


2.1 Alat dan Bahan ............................................................................................................. 3
2.2 Langkah Kerja .............................................................................................................. 3
2.3 Data Percobaan ............................................................................................................ 3
2.4 Pembahasan.................................................................................................................. 4

BAB 3 : PENUTUP
3.1 Kesimpulan .................................................................................................................. 5
3.2 Saran ............................................................................................................................ 5

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 6

LAMPIRAN ....................................................................................................................... 7

i
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Judul

Judul : Sifat dan pH Larutan Garam

1.2. Tujuan
1. Mengelompokan sifat larutan garam berdasarkan asam dan basa pembentuknya
2. Mengidentifikasi sifat larutan garam dan hubungannya dengan pH larutan garam melalui
suatu percobaan
3. Menyimpulkan sifat jenis garam dari hasil percobaan

1.3. Landasan Teori

Hidrolisis adalah reaksi kimia yang memecah molekul air (H2O) menjadi kation hidrogen (H+)
dan anion hidroksida (OH−). Hidrolisis garam adalah penguraian garam oleh air atau reaksi ion-
ion garam oleh air. Garam-garam yang mengalami hidrolisis adalah garam yang mengandung ion
dari asam lemah atau basa lemah. Sedangkan garam yang berasal dari asam kuat atau basa kuat
tidak bisa mengalami reaksi hidrolisis dan bersifat netral. Hidrolisis garam pada dasranya
merupakan reaksi asam basa Bronsted-Lowry. Terdapat dua macam hidrolisis :

1. Hidrolisis parsial / sebagian


Jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa kuat atau sebaliknya & pada hidrolisis
sebagian hanya salah satu ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis, yang lainnya tidak.
2. Hidrolisis Total
Jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa lemah.

Sifat garam bergantung pada jenis komponen asam dan basanya. Berikut sifat-sifat garam :

1. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Kuat


Asam kuat dan basa kuat bereaksi membentuk garam dan air. Kation dan anion garam
berasal dari elektrolit kuat yang tidak terhidrolisis, sehingga larutan ini bersifat netral, pH
larutan ini sama dengan 7.

2. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Lemah


Garam yang terbentuk dari asam kuat dengan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian
(parsial) dalam air. Garam ini mengandung kation asam yang mengalami hidrolisis.
Larutan garam ini bersifat asam, pH < 7.

1
3. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Kuat
Garam yang terbentuk dari asam lemah dengan basa kuat mengalami hidrolisis parsial
dalam air. Garam ini mengandung anion basa yang mengalami hidrolisis. Larutan garam
ini bersifat basa (pH > 7).

4. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Lemah


Asam lemah dengan basa lemah dapat membentuk garam yang terhidrolisis total
(sempurna) dalam air. Baik kation maupun anion dapat terhidrolisis dalam air. Larutan
garam ini dapat bersifat asam, basa, maupun netral. Hal ini bergantung dari perbandingan
kekuatan kation terhadap anion dalam reaksi dengan air.

1.4. Hipotesis
Berdasarkan landasan teori yang sudah kami kumpulkan, kami membuat hipotesis bahwa:
1. pH NaCH3COO adalah lebih dari 7
2. pH NH4CL adalah kurang dari 7
3. pH NH4CH3COO adalah sama dengan 7
4. pH (NH4)2CO3 adalah lebih dari 7

2
BAB 2
METODE PRAKTIKUM

2.1 Alat dan Bahan


Alat Jumlah Bahan Jumlah

Pipet tetes 4 NH4Cl 0,1 M ± 5 tetes

Plat tetes 4 NaCH3COO 0,1 M ± 5 tetes

Indikator 1 (NH4)2CO3 0,1 M ± 5 tetes


universal
NH4CH3COO 0,02 M ± 5 tetes
Lakmus merah 4

Lakmus biru 4

2.2 Cara Kerja


1. Tambahkan beberapa tetes larutan Larutan NH4Cl 0,1 M, NaCH3COO 0,1 M,
(NH4)2CO3 0,1 M, dan NH4CH3COO 0,02 M ke dalam plat tetes.
2. Ujilah keempat larutan tersebut dengan kertas lakmus merah dan biru.
3. Amati perubahan yang terjadi.
4. Ujilah keempat larutan tersebut dengan indikator universal.
5. Bandingkan perubahan warna indikator universal dengan daftar warna tiap rentang
pH.

2.3 Data Percobaan

Perubahan pH
Larutan Sifat
Lakmus merah Lakmus biru
NH4Cl 0,1 M Biru Biru Basa 10

NaCH3COO 0,1 M Merah Merah Asam 6

(NH4)2CO3 0,1 M Merah Biru Netral 7

NH4CH3COO 0,02 M Biru Biru Basa 8

3
2.4 Pembahasan
1. Larutan NH4CH3COO tidak merubah warna kertas lakmus sehingga sifat garamnya
netral. Larutan NH4CH3COO terdiri dari asam kuat dan basa kuat
2. Larutan NH4Cl merupakan larutan bersifat asam karena tergolong asam kuat.
Seharusnya kertas lakmus biru dan merah berubah menjadi merah namun sebaliknya
malah menjadi biru, dikarenakan kesalahan pada larutan
3. Larutan NH4Cl berasal dari NH4OH yang merupakan basa lemah dan HCl asam
kuat, sehingga NH4Cl yang terbentuk bersifat asam
4. Larutan (NH4)2CO3 merupakan larutan yang bersifat basa karena tergolong basa
kuat, karena kertas lakmus biru dan merah berubah menjadi biru

4
BAB 3

PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Larutan garam bias bersifat asam (asam kuat + basa lemah), basa (basa kuat + asam lemah),
netral (asam kuat + basa kuat) untuk garam yang berasal dari asam dan basa lemah pH
bergantung nilai Ka dan Kb

3.2. Saran
Sebaiknya dalam melakukan percobaan harus lebih teliti, jangan sampai larutan tertukar atau
tercampur agar hasilnya akurat.

5
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Hidrolisis (Diakses 19 April 2019)

www.academia.edu (Diakses 19 April 2019)

6
LAMPIRAN

Menuangkan larutan ke plat tetes


Mengambil larutan (NH4)2CO3
menggunakan pipet tetes

Menguji sifat larutan dengan kertas lakmus Mengamati perubahan warna kertas lakmus

Menguji ph larutan dengan indikator universal Hasil percobaan

Anda mungkin juga menyukai