Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH BIOKIMIA PANGAN

ASAM AMINO TIROSIN

Untuk Memenuhi Tugas Makalah Mata


Kuliah Biokimia Pangan yang Diampu Oleh Bapak Mochammad Wachid,
S.TP., M,Sc.

.
Disusun oleh:
PUTRI KHAIRI H 201810220311096
NENENG ISNAINI W 201810220311095
NADIA RAHMA S 201810220311101
ACHMAD NAUFAL 201810220311100
M. REZA SUKMA D 201810220311106
SILVIA ADZILLIN A 201810220311107

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS PERTANIAN-PETERNAKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2019
DAFTAR ISI

BAB 1 ................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................... 1
1.3 Tujuan ....................................................................................................................... 1
BAB II ................................................................................................................................... 2
TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................................ 2
2.1 Asam Amino .............................................................................................................. 2
2.2 Asam Amino Tirosin .................................................................................................. 2
BAB 3 ................................................................................................................................... 4
PEMBAHASAN ..................................................................................................................... 4
3.1. Asam amino ........................................................................................................ 4
3.2. Asam Amino Tirosin ............................................................................................ 4
3.3. Metabolisme Tirosin ........................................................................................... 5
3.4. Biosintesis Tirosin................................................................................................ 6
3.5. Peran Tirosin di dalam Tubuh. ............................................................................ 6
BAB IV.................................................................................................................................. 8
PENUTUP ............................................................................................................................. 8
4.1 Kesimpulan ................................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 9
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Dalam tubuh mahluk hidup pasti dijumpai asam amino,asam-asam amino


terdiri atas pertama, produksi asam amino dari pembongkaran protein
tubuh,digesti protein diet serta sintesis asam amino di hati. Kedua, pengambilan
nitrogen dari asam amino. Sedangkan ketiga adalah katabolisme asam
aminomenjadi energi melalui siklus asam serta siklus urea sebagai
prosespengolahan hasil sampingan pemecahan asam amino. Keempat
adalahsintesis protein dari asam-asam amino. Asam amino juga mengalami
katabolisme,yang terjadi dalam 2 tahapan yaitu : Transaminasi dan Pelepasan
amin dari glutamat menghasilkan ion ammonium. Asam amino terdiri dari 2 yaitu
asam amino essensial dan asam amino non essensial. Asam amino esensial adalah
jenis yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, namun tubuh tidak dapat
memproduksi sendiri. Sehingga memerlukan makanan yang mengandung asam
amino esensial untuk memenuhi kebutuhkannya. Asam amino yang termasuk ke
dalam asam amino esensial antara lain adalah valin, histidin, triptofan, isoleusin,
lisin, leusin, metionin, treonin, dan fenilalanin. asam amino non esensial adalah
asam amino yang yang dapat diproduksi oleh tubuh jika tidak didapatkan dari
makanan yang dimakan. Contohnya yaitu: alanin, asam glutamat, asparagin dan
tirosin. Tyrosine merupakan asam amino yang diproduksi secara alami di dalam
tubuh yang diproduksi dari asam amino lain yang disebut phenylalanine. Tyrosine
ditemukan di banyak makanan, terutama yang berbahan dasar keju. Faktanya,
dalam bahasa Yunani, kata “tyros” sendiri memiliki arti “keju”. Kandungan
tyrosine juga ditemukan pada daging ayam, ikan, telur, produk susu, kacang, dan
pada banyak makanan tinggi protein lainnya. Kandungan tyrosine biasa terdapat
dalam suplemen makanan dan digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan,
perhatian, dan fokus. Tyrosine menghasilkan bahan kimia untuk otak yang
membantu sel-sel sarafbekerja.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa manfaat asam amino tirosin bagi tubuh?


2. Bagaimana metabolisme asam amino tirosin?
3. Bagaimana mekanisme tirosin meningkatkan mood dan suasana hati?

1.3 Tujuan

1 Untuk mengetahui manfaat dari asam amino tirosin bagi tubuh


2 Untuk mengetahui metabolisme asam amino tirosin
3 Untuk mengetahui mekanisme tirosin dalam meningkatkan mood dan suasana
hati

1|Page
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Asam Amino

Asam amino merupakan komponen utama penyusun protein yang


memiliki fungsi metabolisme dalam tubuh dan dibagi dua kelompok yaitu asam
amino esensial dan non esensial (Mandila dan Hidajati, 2013). Asam amino
esensial merupakan asam amino yang tidak dapat dibuat oleh tubuh dan harus
diperoleh dari makanan sumber protein. Asam amino non esensial adalah asam
amino yang dapat dibuat oleh tubuh manusia. Beberapa jenis asam amino non
esensial, yaitu asam aspartat, asam glutamat, serin, glisin, alanin, dan tirosin.
Mutu protein dinilai dari perbandingan asam-asam amino yang terkandung dalam
protein tersebut (Winarno, 2008).
2.2 Asam Amino Tirosin

Tirosin merupakan salah satu asam amino yang terkandung dalam protein
yang dapat meningkatkan sintesis norepinefrin dan dopamin.3 Dopamin sendiri
merupakan salah satu neurotransmiter yang berhubungan dengan fungsi memori.
Tirosin merupakan asam amino non essensial yang pembentukannya dibantu oleh
asam amino essensial fenilalanin dengan bantuan enzim fenilalanin hidroksilase,
tirosin akan diubah menjadi dihidroksifenilalanin (DOPA) oleh enzim tirosin
hidroksilase dengan kofaktor tetrahidrobiopterin dan O2. kemudian
dihidroksifenilalanin (DOPA) diubah menjadi dopamine oleh enzim DOPA
dekarboksilase, kemudian oleh enzim dopamine β-hidroksilase dopamine diubah
menjadi norepinefrin. Norepinefrin akan merangsang otak untuk melakukan
peningkatan aktivitas seperti dalam meningkatkan kewaspadaan .( Appleby, 2015)

Biosintesis Tirosin

2|Page
Tirosin diproduksi di dalam sel dengan hidroksilasi fenilalanin. Setengah
dari fenilalanin dibutuhkan untuk memproduksi tirosin. Jika diet kita kaya tirosin,
hal ini akan mengurangi kebutuhan fenilalanin sampai dengan 50%.
Fenilalanin hidroksilase adalah campuran fungsi oksigenase: 1 atom
oksigen digabungkan ke air dan lainnya ke gugus hidroksil dari tirosin. Reduktan
yang dihasilkan adalah tetrahidrofolat kofaktor tetrahidrobiopterin, yang
dipertahankan dalam status tereduksi oleh NADH-dependent enzyme
dihydropteridine reductase (DHPR).
Manfaat Tirosin
Tirosin dapat memperlambat penuaan dan menekan pusat lapar pada
hipotalamus. Tirosin juga bertanggung jawab atas produksi melanin, fungsi
kelenjar adrenal, tiroid, dan pituitary
Akibat Kekurangan Tirosin
Asam amino triptofan dan tirosin yang juga banyak terdapat pada protein
hewani mempunyai efek antihipertensi karena adanya pembentukan serotonin
pada sistem syaraf pusat (Umesawa dkk, 2009). Phenylketonuria atau PKU ialah
suatu penyakit yang disebabkan karena seseorang tidak mampu merubah asam
amino fenilalanin menjadi tirosin. Jika tidak diobati, phenylalanin menumpuk dan
dapat mengakibatkan masalahmasalah neurologis, termasuk keterbelakangan
mental dan kejang (Afriansyah, 2007). Fenilalanin yang tak dapat dipecah tubuh
akhirnya terakumulasi dalam aliran darah dan menjadi racun dalam otak
(Rubiyanti, 2019).

3|Page
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1. Asam amino

Protein berasal dari kata Yunani Proteios yang artinya “pertama”. Protein
adalah poliamida dan hidrolisis protein menghasilkan asam- asam amino.

O O O O
NHCHCNHCHCH2O, H+H2NCHCO2H + H2NCHCO2H
R R’ kalor R R’
suatu protein asam-asam amino
Asam amino merupakan komponen utama penyusun protein yang
memiliki fungsi metabolisme dalam tubuh dan dibagi dua kelompok yaitu asam
amino esensial dan non esensial (Mandila dan Hidajati, 2013). 75% asam amino
dibutuhkan untuk sintesis protein. Asam amino esensial merupakan asam amino
yang tidak dapat dibuat oleh tubuh dan harus diperoleh dari makanan sumber
protein. Asam amino non esensial adalah asam amino yang dapat dibuat oleh
tubuh manusia. Beberapa jenis asam amino non esensial, yaitu asam aspartat,
asam glutamat, serin, glisin, alanin, dan tirosin. Mutu protein dinilai dari
perbandingan asam-asam amino yang terkandung dalam protein tersebut
(Winarno, 2008).
3.2. Asam Amino Tirosin

Tirosin adalah asam amino esensial, yang juga merupakan asam amino
aromatik yang berasal dari hidroksilasi fenilalanin. Tirosin bersifat hidrofobik
namun lebih larut dalam air dibandingkan fenilalanin. Hidroksil fenol tirosin lebih
bersifat asam dibandingkan hidroksil alipatik serin maupun treonin denganpKa
sekitar 9,8 dalam polipeptida. Sebagai kelompok ionisasi lainnya, pKa tergantung
dari lingkungan treonin. Tirosin yang terdapat di permukaan protein secara umum
mempunyai pKa yang lebih rendah dibandingkan dengan yang terdapat di dalam
protein.

4|Page
Tirosin menyerap radiasi ultraviolet dan berperan dalam absorbansi spektrum
protein. Kehilangan tirosin hanya 1/5 dari triptofan pada 280 nm, sehingga sangat
berperan terhadap absorbansi UV.
Terdapat fakta bahwa radikal bebas dapat terbentuk pada protein dan tirosin
merupakan asam amino yang sering dilaporkan sebagai tempat pembentukan
radikal bebas. Banyak enzim yang menggunakan radikal tirosil (hasil dari oksidasi
satu elektron tirosin) untuk mekanisme katalitik. Namun di sisi lain, radikal tirosil
dapat berbahaya bila tidak terkontrol, contohnya ketka peroksida bereaksi dengan
protein heme. Ketika satu elektron dilepas dari tirosin, radikal kation dibentuk,
dimana pada pH fisiologis akan segera menghasilkan oksigen proton.
3.3. Metabolisme Tirosin

Tirosin merupakan hasil katabolisme dari fenilalanin karena itu merupakan


asam amino esensial. Tirosin dapat menjadi non esensial jika terjadi hambatan
dalam perubahan fenilalanin. Proses ini melibatkan berbagai hal yaitu produksi
asam organik, kebutuhan terhadap kofaktor dan gangguan metabolisme bawaan
pada beberapa prosesnya. Tetrahidrobiopterin merupakan kofaktor yang diubah
menjadi dihidrobiopterin dan proses ini diimbangi dengan NADPH melalui
dihidrobiopterin reduktase. Tetrahidrobiopterin juga merupakan kofaktor
hidroksilasi tirosin menjadi L -Dopa dalam sintesis katekolami n (contohnya
norefineprin dan epinefrin) atau memberi pigmen pada beberapa sel. Pada
beberapa sel, tirosin mengalami transaminasi menjadi p-hidroksi fenilpiruvat yang
selanjutnya diubah menjadi fumarat dan asetil koa. Pada kromafin sel medulla
ginjal dan sel syaraf, tirosin diubah menjadi L-dopa untuk membentuk
katekolamin dan pada sel kulit, L -dopa dapat menjadi prekursor pembentukan
pigmen
Proses degradasi tirosin terjadi di dalam hati. Proses ini dimulai dengan
pemindahan gugus amino tirosin ke α-ketoglutarat oleh enzim tirosin-glutamat
aminotransferase. Enzim ini spesifik untuk tirosin dan fenilalanin.Tirosin
lainmengalami transaminasi melalui enzim aspartat transaminase yang jugadapat
beraksi dengan aspartat fenilalanin dan triptofan. Zat intermediate yangterbentuk
adalah 4-hidroksilfenilpiruvat yang kemudian dioksidasi menjadi asam
homogentisat oleh vitamin C. Reaksi ini dioksidasi oleh 4hidroksifenilpiruvat

5|Page
dioksigenase. Struktur cincin homogentisat dapat dipecah dan unit linear C8
didegradasi dalam dua reaksi menjadi fumarat dan asetoasetat
3.4. Biosintesis Tirosin

Tirosin diproduksi di dalam sel dengan hidroksilasi fenilalanin. Setengah


dari fenilalanin dibutuhkan untuk memproduksi tirosin. Jika diet kita kaya tirosin,
hal ini akan mengurangi kebutuhan fenilalanin sampai dengan 50%.
Fenilalanin hidroksilase adalah campuran fungsi oksigenase: 1 atom
oksigen digabungkan ke air dan lainnya ke gugus hidroksil dari tirosin. Reduktan
yang dihasilkan adalah tetrahidrofolat kofaktor tetrahidrobiopterin, yang
dipertahankan dalam status tereduksi oleh NADH-dependent enzyme
dihydropteridine reductase (DHPR).
3.5. Peran Tirosin di dalam Tubuh.

Tirosin terutama digunakan untuk mengobati depresi karena tirosin


merupakan prekursor neurotransmitter yang berperan dalam menghantarkan
impuls saraf dan penting untuk mencegah depresi. Di sisi lain, penelitian
menunjukkan wanita sehat yang mengalami pengurangan tirosin menunjukkan
penurunan mood (Leyton et al, 1999). Penelitian lain pada laki-laki yang
sehatmenunjukkan hasil yang sama.
Tirosin juga dapat meningkatkan ketahanan manusia terhadap anxietas dan
stress akibat kelelahan. Hal ini dibuktikan dengan pemberian tirosin tambahan
menghasilkan peningkatan performan pada subjek penelitian (Avraham et al,
2001). Bersama dengan triptofan, tirosin digunakan untuk mengobati kecanduan
kokain (Tutton et al, 1993).
Gangguan Tirosin
Alkaptonuriaadalah gangguan perubahan homogentisat menjadi maley
asetoasetat oleh enzim homogentisat oksidase. Pasien dengan alkaptonuria
mengalami penumpukan homogenti sat dalam urin. Asam organik ini juga
ditemukan di dalam kartilago dan mengalami polimerisasi. Polimer menjadi hitam
menyebabkan “kuping hitam”. Hal ini menyebabkan kerusakan jaringan kartilago
di samping gangguan yang bersifat kosmetik. Albinisme berhubungan dengan
sedikit atau tidak ada pigmentasi sama sekali. Albinisme klasik disebabkan oleh
defektif tirosinase (tisrosin hidrolase). Defek initidak menyebabkan perubahan

6|Page
sintesis katekolamin karena tirosin hidrolase jalur ini adalah isoenzim yang
merupakan hasil dari gen yang berbeda.
Tirosinemia adalah gangguan yang diturunkan pada metabolisme asam
amino, yang disebabkan oleh gangguan enzim-enzim katabolik tirosin sehingga
terjadi peningkatan tirosin dalam darah

7|Page
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang didapat dari makalah ini yaitu tirosin diproduksi
di dalam sel dengan hidroksilasi fenilalanin. Tirosin memiliki peranan penting
dalam tubuh, yaitu sebagai pengatur suasana hati serta mengobati depresi, karena
tirosin merupakan prekursor neurotransmitter yang berperan dalam
menghantarkan impuls saraf dan penting untuk mencegah depresi. Selain itu,
tirosin juga mampu mencegah stress akibat kelelahan, dan kecanduan kokain.
Tirosin dapat menyebabkan gangguan penyakit dalam tubuh, diantaranya yaitu
alkaptonuria, albinisme, dan tirosinemia.

8|Page
DAFTAR PUSTAKA
Afriansyah, Nurfi. 2007. Informasi Makanan dan Gizi Tinjauan Terhadap
Keamanan Konsumsi Pemanis Aspartam. Jakarta: Gizi Indonesia. 30(2)
Appley M.2015. Bananas as Brain Food. http://healthyeating.sfgate.com/bananas-
brain-food-3892.htm (Diunduh, 27 Desember 2019)
Mandila, S.P. dan N. Hidajati. 2013. Identi-fikasi asam amino pada cacing sutra
(Tubifex sp.) yang diekstrak dengan pelarut asam asetat dan asam
laktat. UNESA J. of Chemistry, 2(1):103-109.
Mitsumasa U; Shinichi S; Hironori I; Akihiko K; Takashi S; Kazumasa Y; et al.
2009. Relations between protein intake and blood pressure in
Japanesemen and women: the Circulatory Risk in CommunitiesStudy
(CIRCS)1–3. Am J Clin Nutr Vol 90:377.
Rubiyanti, R. 2019. Review Artikel Mutasi Pada Penyakit Phenylketonuria
(PKU). Jurnal Farmaka. Vol 17(1). Hal:75-88
Winarno, F.G. 2008. Kimia pangan dan gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakar-
ta. 112hlm.

9|Page