PERAN DAN KEDUDUKAN SINKRONISASI
PROGRAM PRIORITAS TAHUNAN BERBASIS
RTR DALAM PROSES PERENCANAAN
PEMBANGUNAN
“Lokakarya Hasil Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang Tahunan
sebagai Masukan dalam RKP Tahun 2020”
Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan
Jakarta, 5 Desember 2018
1
3
KERANGKA PAPARAN
1 PENDAHULUAN
2 PENDEKATAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN
3 URGENSI PENYUSUNAN PROGRAM PRIORITAS TAHUNAN
4 PENUTUP
1 PENDAHULUAN
3
4
PENDAHULUAN
Sumber: Kementerian ATR/BPN
5
URGENSI INTEGRASI RTR-RP
Pembangunan nasional dilakukan untuk mewujudkan tujuan bersama secara sistematis, terarah,
terpadu, menyeluruh dan tanggap terhadap perubahan (UU No. 25 Tahun 2004 tentang SPPN)
Dalam melaksanakan pembangunan nasional/daerah, ada 2 (dua) acuan:
• Rencana Pembangunan
• Rencana Tata Ruang Wilayah
Jika kedua rencana tersebut tidak sinergi, akan menyebabkan:
• Rencana tata ruang sulit/tidak dapat diacu dalam RKP/RKPD;
• Pelaksanaan rencana pembangunan berpotensi dikenai sanksi (UU No. 26/2007 tentang Penataan
Ruang) karena tidak sesuai dengan RTR Pencabutan Izin Pemanfaatan Ruang
• Pembangunan antar sektor tidak sinergi.
• Hambatan Pengadaan Lahan
Perlu integrasi antara rencana pembangunan dan rencana tata ruang, yang dapat menjadi
acuan seluruh sektor dalam melaksanakan pembangunan.
6
PENDEKATAN PERENCANAAN
2 PEMBANGUNAN
7
POKOK-POKOK PERUBAHAN PASKA PP 8
17/2017
SINKRONISASI PROSES PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN PEMBANGUNAN NASIONAL
Sebelum PP Sesudah PP
17/2017 17/2017
Kebijakan Kebijakan
• Money Follow • Money Follow
Function Program
Pendekatan
Pendekatan • Tematik, Holistik,
• Sektoral Integratif, Spasial
(THIS)
Tata Laksana
Tata Laksana • Bilateral, Trilateral,
• Bilateral, Trilateral, Multilateral (Workshop
Musrenbang Internal, Koordinasi dengan
KL, Rakortek, Musrenbang)
Peran Peran
• Pengendalian • Pengendalian sampai
sampai RKP Renja KL
9
PERUBAHAN PENDEKATAN: PEMBANGUNAN
BERBASIS THIS (1)
TEMATIK
• Evaluasi Isu Strategis Tema RKP
• Dari isu strategis kemudian ditentukan tema-tema pembangunan dalam bentuk konstelasi cascading
(i) Prioritas Nasional, (ii) Program Prioritas, (iii) Kegiatan Prioritas; (iv) Proyek Prioritas Nasional; dan (v) Proyek
K/L.
• Penetapan sasaran dan target pembangunan (sesuai visi dan misi Presiden, Gubernur, Bupati atau Walikota)
HOLISTIK (KOMPREHENSIF)
• Seluruh sektor yang terkait merupakan komponen pembentuk suatu tema, misalnya: tema Ketahanan Pangan.
• Tahapan holistik suatu tema dari hulu ke hilir.
INTEGRATIF
• Sebagai konsekuensi pendekatan tematik, seluruh sektor dalam tema tersebut harus bisa diidentifikasi dan
direncanakan secara sinergi satu sama lain (terintegrasi dalam satu perencanaan)
• Siapa berbuat apa (who’s doing what) Pembagian urusan atau kewenangan
• Sebagai konsekuensi integrasi dalam perencanaan maka aspek pendanaan juga harus terintegrasi.
SPASIAL
• Unit terkecil dari konstelasi tema pembangunan, yaitu Proyek K/L dari berbagai sektor yang berbeda namun harus
terkait satu sama lain secara spasial dalam temanya masing-masing.
• Contoh: Hubungan spasial pembangunan bendungan dan irigasi dengan cetak sawah baru.
PENDEKATAN “THIS” (2)
10
TEMATIK
HOLISTIK
HULU HILIR
PRIORITAS
NASIONAL
Penyediaan Fasilitas produksi: bibit, Peningkatan Industri Distribusi dan
lahan pupuk produksi pengolahan pemasaran
PROGRAM INTEGRATIF - SPASIAL
PRIORITAS KEDAULATAN PANGAN Sawah
Lahan pertanian
• Peningkatan produksi yang lain
pangan
KEGIATAN
• Pembangunan fasilitas
PRIORITAS
dan infrastruktur
pertanian
• Pembangunan jaringan
PROYEK
irigasi
PRIORITAS • Perluasan lahan pertanian
NASIONAL
• Konstruksi DAM
PROYEK K/L Pembangunan Pembangunan
bendungan jaringan irigasi Pencetakan lahan
sawah baru
URGENSI PENYUSUNAN PROGRAM
PRIORITAS TAHUNAN BERBASIS
3 RTR
11
12
PERATURAN MENTERI BAPENAS NO. 5 TAHUN 2018
TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA KERJA
PEMERINTAH (RKP)
• Pasal 9 (3b): Penyusunan rancangan Peran Direktorat Pemanfaatan
awal RKP sebagaimana dimaksud Ruang, Kementerian ATR/BPN
pada ayat (1) berdasarkan pada: Mengaplikasikan
kesesuaian dengan rencana tata Pendekatan Spasial dalam
ruang. Penyusunan RKP secara
Tematik ,Holistik, Integratif,
• Pasal 53 (2): Peta RKP dan Spasial
menggambarkan lokus pelaksanaan
Instrumen Identifikasi
pembangunan nasional yang Prioritas Proyek K/L Berbasis
mengacu pada Rencana Tata Spasial: Menerjemahkan
Ruang. Rencana Tata Ruang (RTR)
ke dalam Program Tahunan
• Pasal 53 (3): Peta RKP merupakan
referensi untuk: perencanaan
pemanfaatan ruang skala luas yang Program Prioritas Tahunan
Berbasis RTR (PRITA
terintegrasi dalam Rencana Tata Barata)
Ruang.
13
MANFAAT PENYUSUNAN PRIORITAS
TAHUNAN BERBASIS RTR
Sinergisnya program pembangunan antar kementerian/
lembaga terkait dan pemerintah daerah
Efisiensi Anggaran. Anggaran yang ada menjadi lebih tepat
sasaran dan optimal
Menghindari Hambatan Pengadaan Lahan dan Kemudahan
Perizinan
14
PENYUSUNAN PROGRAM TAHUNAN BERBASIS RTR
(PRITA Barata)
Perencanaan
Program dan
Prioritas Berbasis
Spasial Sebagai Alat Bantu
untuk:
Keterpaduan
program pusat Dalam
dengan daerah PJ Provinsi Proses
Program Prioritas (Bappenas)
Tahunan Berbasis Musrenbang
RTR
Keterpaduan
program antar Penyusunan Rujukan
spasial bagi
wilayah RKP mitra K/L
Keseimbangan
pembangunan
antar
wilayah/kawasan
15
MUATAN RTRW Provinsi
Tujuan, Kebijakan, dan Strategi
Skala 1:250.000 Waktu Perencanaan 20 Tahun
Rencana Rencana Penetapan Arahan Arahan
Struktur Pemanfaatan Pengendalian
Ruang
Pola Ruang Kawasan Ruang Pemanfaatan
Wilayah Wilayah Strategis Wilayah Ruang Wilayah
• Sistem Perkotaan • Kawasan • Sudut Kepentingan: • Perwujudan
PKN, PKW, PKL, PKSN Peruntukan • Ekonomi • Indikasi Arahan
Rencana Struktur
• Sistem Jaringan Prasarana Lindung • Sosial dan Budaya Peraturan Zonasi
dan Pola Ruang
Jalan, Terminal • Kawasan • Arahan Perizinan
• Pendayagunaan • Perwujudan
Penumpang, Terminal Peruntukan • Arahan Insentif dan
SDA Kawasan Strategis
Barang, Jembatan Disinsentif
Budidaya • Fungsi dan Daya
Timbang, Kereta Api, • Arahan Sanksi
Sungai, Pelabuhan Laut, Dukung Lingkungan
Alur Pelayaran Laut, Hidup
Bandar Udara, Energi,
Telekomunikasi, SD Air, dsb
Peta Pola Peta Kawasan Indikasi Indikasi Arahan
Peta Struktur Ruang Strategis Program Peraturan Zonasi
Ruang
CONTOH MATRIKS INDIKASI PROGRAM
RTR
17
CONTOH: PRITA Barata BIDANG INFRASTRUKTUR DI
PROVINSI JAWA BARAT (PRIORITAS 1)
Elektrifikasi Rel Ganda KA Pembangunan
Cikarang-Cikampek
High Speed
Pembangunan Inland Railway Jakarta-
Waterways Cikarang- Bandung
Bekasi-Laut Provinsi Jawa
Pembangunan Jalan Tol Pembangunan
Serpong-Cinere
KA Jakarta-
Pembangunan Jalur Surabaya
KA Baru Lingkar Luar
Jabodetabek antara
Reaktivasi Jalur
Parungpajang-
Citayam KA antara
Cirebon-
Pembangunan Jalan Tol Kadipaten
Bogor Ring Road
Pembangunan
Pengembangan Jaringan
Jalan Bebas Hambatan Bandara
Ciawi-Sukabumi Internasional Jawa
Barat (BIJB) dan
Pengembangan Jalan Tol
Sukabumi-Ciranjang- Kertajati
Padalarang
Pembangunan Jalur
Pengembangan Jalan KA baru antara
Tol Kota Bandung Tanjung Sari-
(BIUTR)
Kertajati
CONTOH: PRITA Barata 18
BIDANG KETAHANAN
PANGAN DI PROVINSI
SUMATERA UTARA
(PRIORITAS 2)
No. 16 Pembangunan
Bendung Sei Padang
D.I Bajayu; DI Paya
Lombang;DI Langau
No. 15 Pembangunan
Bendung DI Sitakkurak
No. 19 Rehabilitasi
Jaringan Irigasi DI Paya
Serdang- Kota Padang
Sidempuan No. 19 Rehabilitasi
Jaringan Irigasi DI Paya
Serdang-Kab Tapanuli
Selatan
19
CONTOH: PRITA Barata BIDANG KETAHANAN PANGAN DI
PROVINSI JAWA
TahunTIMUR
2019 (PRIORITAS 3)
20
SINKRONISASI PRITA BARATA DALAM
PENYUSUNAN RKP
Nov-Des Jan – Feb Mar – Jun
2017 2018 2018
Januari Maret Mei Juni
Draft Rancangan Rancangan Awal
Rancangan RKP Perpres RKP
Awal RKP RKP
Prita Barata Per PN
Per Provinsi (Update)
Finalisasi dan Musrenbangnas
Workshop Draft Policy Rakortek
Penyerahan
Internal PN dan PP
Keterangan:
Prita Barata Prita Barata ATR bersama Mitra K/L
Prita Barata Per
Per-PN Per-PN
berdasarkan PN berdasarkan PN
PN Per Provinsi + mengawal substansi Program
Usulan Daerah
dalam RKP dalam RKP Musrenbang Provinsi (Update) Prioritas Tahunan Berbasis RTR
sebelumnya sebelumnya
Prita Barata Per PN
Per Provinsi (Update)
21
PERAN PRITA Barata
PENYUSUNAN PROGRAM TAHUNAN BERBASIS RTR (PRITA Barata)
Musrenbang Musrenbang
Rakortek
Provinsi Nasional
Memastikan Usulan Proyek Penyampaian Proyek K/L Memastikan Rancangan RKP
K/L yang diusulkan oleh yang sesuai dengan RTR (Proyek K/L ) sesuai dengan
Pemerintah Daerah sesuai RTR
dengan RTR Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan jika proyek K/L (spasial) belum sesuai tata ruang
22
PERAN KEMENTERIAN ATR/BPN DALAM
DESK RAKORTEK/MUSRENBANGNAS
1. Kementerian ATR/BPN dapat menjelaskan substansi tata ruang yang terkait dengan
pembahasan.
• Contoh: Menjelaskan kondisi tata ruang di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung
Lesung.
2. Dapat memberikan solusi yang praktis terkait upaya kesesuaian tata ruang jika terdapat
permasalahan tata ruang di daerah yang sedang menjadi pembahasan.
• Contoh: Langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan Pemda jika pembangunan
waduk belum sesuai tata ruang. Apakah diakomodir dalam Peninjauan Kembali atau
disarankan pindah lokasi?
BERITA ACARA DALAM ACARA 23
MUSRENBANGNAS
PENUTUP
4
24
25
PERAN SINKRONISASI PROGRAM BERBASIS RTR
Isu-Isu Program RTRWN
Strategis RPJMN Prioritas 5
Tahunan RTR Pulau
Nasional
Dan Harmonisasi Berbasis RTR RTR KSN
(PRIMA Barata)
Global
Tema
Pembangunan
Program
Prioritas
RENSTRA
PN
Tahunan DAN
RENJA K/L
RKP
Harmonisasi Berbasis RTR
PP
(PRITA Barata)
KP
Pro PN
PROYEK K/L
26
PERAN K/L
PERAN KEMENTERIAN/LEMBAGA
PENYUSUNAN PROGRAM PENYUSUNAN RKP, RENJA
PRIORITAS TAHUNAN K/L,
BERBASIS RTR DAN RKA K/L
K/L membantu Kementerian ATR/BPN dalam K/L menggunakan Dokumen Program Prioritas
penyusunan program prioritas tahunan berbasis Tahunan Berbasis RTR sebagai
RTR : referensi/masukan teknis dalam menyusun
• Memberikan Data Renja K/L dan RKA K/L
RKP, Renja K/L, dan RKA K/L
• Turut serta dalam melakukan penilaian program
prioritas
• Memberikan Informasi Seluruh Proyek K/L yang
Telah Berjalan dan sedang Berjalan
27
PERAN PEMERINTAH DAERAH
Ruang lingkup PRITA Barata yang disusun
Kementerian ATR/BPN dilakukan di Tingkat Pusat.
Perlu informasi dan konfirmasi dari Pemerintah
Daerah terkait status kemajuan proyek K/L tersebut.
Pemerintah Provinsi dapat menginisiasi kegiatan
penyusunan PRIMA Barata dan PRITA Barata di
Tingkat Provinsi (sinkronisasi) RPJMD-RKPD dengan
RTRWP-RTR KSP) dengan mempedomani NSPK dari
Kementerian ATR/BPN (dalam tahapan penyusunan).
TERIMA KASIH
trp@bappenas.go.id
28