Anda di halaman 1dari 6

PROGRAM MONITORING

PERALATAN KADALUWARSA
SINGLE USE-USE MENJADI RE-USE

LOGO

RS X
......................................... Telp ......................................
MEDAN – INDONESIA
2016
PROGRAM MONITORING
PERALATAN KADALUARSA, SINGLE USE-USE MENJADI RE-USE

I. PENDAHULUAN
Pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
sistem pelayanan Rumah Sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan
sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang bermutu dan terjangkau
bagi semua lapisan masyarakat. Alat kesehatan meliputi barang, instrumen atau alat lain
yang termasuk tiap komponen bagian atau perlengkapannya yang diproduksi, dijual atau
dimaksudkan untuk digunakan dalam pemeliharaan dan perawatan, diagnosis, pemulihan,
perbaikan, penyembuhan dan lain-lain (Hartono, 1985).
Kata''Exp'' merupakan kepanjangan dari Expired, berasal dari bahasa inggris yang berarti
berakhir. Untuk masa kadaluarsa ini berhubungan dengan stabilitas obat dan masa simpan
obat. Namun demikian hendak juga memperhatikan cara menyimpan obat, meskipun masa
kadaluarsanya belum berakhir namun apabila cara penyimpanannya tidak benar maka
dapat mempercepat kerusakan kandungan fisik dan kimiawi obat dan berakibat pada efek
yang tidak diinginkan dari obat tersebut.
Peralatan single - use bisa diartikan sebagai peralatan kesehatan yang didesign khusus
untuk sekali pakai, peralatan kesehatan ini akan dibuang setelah digunakan satu kali dan
tidak dapat dipergunakan lagi.
Sedangkan re - use merupakan suatu proses dekontaminasi, pembersihan, dan sterilisasi
alat yang telah dipakai. Keuntungan dari proses ini adalah salah satunya penghematan
biaya.

II. LATAR BELAKANG


Dengan melihat pentingnya monitoring dan pengawasan terhadap peredaran peralatan
kesehatan maka RS X menyusun terkait manajemen penggunaan peralatan kesehatan yang
efektif melalui monitoring peralatan kadaluarsa serta pelaporan single-use menjadi re-use
agar tercipta prioritas dari perbaikan sistem mutu dan keselamatan penggunaan alat
kesehatan yang berkelanjutan.

III. TUJUAN

A. Tujuan Umum
Terciptanya pengawasan obat dan alat kesehatan kadaluarsa serta alat single-use
menjadi re-use

B. Tujuan Khusus
- Menghindari terjadinya obat dan alat kesehatan yang kadaluarsa
- Menghindari terjadinya alat yang single-use tidak seharusnya di re-use

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


 Mengidentifikasi tanggal kadaluarsa peralatan
 Mengidentifikasi peralatan single-use menjadi re-use
 Pencatatan
 Pelaporan
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
 Panitia PPI bekerjasama dengan bagian farmasi mengidentifikasi tanggal kadaluarsa
obat dan peralatan,
 Panitia PPI bekerjasama dengan bagian farmasi mengidentifikasi peralatan yang
single-use menjadi re-use
 Identifikasi tanggal obat dan peralatan kadaluarsa serta peralatan yang single-use
menjadi re-use dicatat dalam buku ekspedisi yang telah tersedia di setiap unit kerja.
 Dalam pengawasan obat dan alat yang kadaluarsa dimana setiap bulan akan diadakan
pelaporan serta dievaluasi setiap 3 bulan sebelum berlaku masa kadaluarsanya
 Alat single-use menjadi re-use akan dilaporkan IPCLN kepada IPCN berdasarkan
pengisian formulir di ruangan masing-masing, laporannya sudah berapa kali alat
tersebut di re-use,disesuaikan dengan ketentuannya. Adapun daftar single-use
menjadi re-use.

VI. SASARAN
Peralatan kadaluarsa, single use menjadi re-use termonitor dengan baik.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


BULAN
No KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Memonitoring obat dan alat √ √ √ √
kadalursa serta alat single-use
menjadi re-use
2 Melakukan evaluasi program √

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi dilakukan setiap semester oleh Panitia PPI rumah sakit.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI PROGRAM


Hasil pelaksanaan kegiatan dan evaluasi program dibuat setiap akhir tahun kemudian
Panitia PPI akan melaporkan kepada Direktur untuk ditindaklanjuti

Medan, ………………………

Ka. Panitia PPI RS X

…………………………………
EVALUASI TINDAKLANJUT MONITORING
PERALATAN KADALUWARSA
SINGLE USE-USE MENJADI RE-USE

LOGO

RS X
......................................... Telp ......................................
MEDAN – INDONESIA
2016
EVALUASI TINDAKLANJUT MONITORING
PERALATAN KADALUARSA, SINGLE USE-USE MENJADI RE-USE
JANUARI – DESEMBER 2016

I. PROSES EVALUASI
Pelaksanaan evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara tanya jawab dilanjutkan observasi.
Indikator yang terisi setiap bulan pada tahun 2016 dijumlahkan jawaban Ya dibagi total
ruangan (Ya dan Tidak) hasilnya dikali 100 %.
Semua jumlah persentase indikator dijumlahkan dan dibagi seluruh indikator (sudah
dikalikan 100 %) hasilnya dikali 100 %.
Nilai : - kurang baik : < 60
- cukup baik : 61 – 86
- baik : 87 – 100

II. HASIL EVALUASI

Lampiran Monitoring Peralatan Kadaluarsa, Single Use Menjadi Re-Use

No Indikator Penilaian Target (%) Realisasi (%)


1. Peralatan single use dibuang setelah sekali pakai 100 % 83 %
ketempat limbah yang sesuai.
2. Peralatan terapi pernafasan ( tubing ventilator ) 100 % 91 %
setelah dipakai dibersihkan dan didesinfeksi
dengan cidex.
3. Re-use masker inhalasi digunakan untuk pasien 100 % 83 %
yang sama, setelah dipakai dibersihkan dan
didesinfeksi dengan alkohol
4. Instrumen steril yang rusak kemasannya maupun 100 % 83 %
kadaluarsa didekontaminasi, desinfeksi/sterilisasi
kembali sebelum dipakai.
5. Alat kesehatan single use yang sudah kadaluarsa 100 % 83 %
dibuang ke tempat sampah infeksius untuk
dibakar ke insenerator.
Rata - rata 85 %

Dari hasil monitoring peralatan kadaluarsa, single-use menjadi re-use yang dilakukan pada
Januari - Desember tahun 2016 terlihat bahwa hampir semua ruangan sudah melakukan
dengan benar, hal ini dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Peralatan single use dibuang setelah sekali pakai ketempat limbah yang sesuai.
Dari no. 1 didapat nilai 83 %, masih dijumpai limbah dimasukkan tidak pada tempat
sampah yang sesuai..
2. Peralatan terapi pernafasan ( tubing ventilator ) setelah dipakai dibersihkan dan
didesinfeksi dengan cidex.
Dari no. 2, didapat nilai 91 %, petugas membersihkan tubing ventilator dengan cidex.
3. Re-use masker inhalasi digunakan untuk pasien yang sama, setelah dipakai
dibersihkan dan didesinfeksi dengan alkohol.
Dari no. 3 didapat nilai 83 %, petugas masih hanya membersihkan saja
4. Instrumen steril yang rusak kemasannya maupun kadaluarsa didekontaminasi,
desinfeksi/sterilisasi kembali sebelum dipakai.
Dari no. 4 didapat nilai 83 % didapat informasi dari petugas farmasi bila kemasan
rusak atau kadaluarsa harus dikembalikan ke farmasi.
5. Alat kesehatan single use yang sudah kadaluarsa dibuang ke tempat sampah infeksius
untuk dibakar ke insenerator.
Dari no. 5 didapat nilai 83 % didapat informasi dari petugas farmasi bahwa alat yang
sudah kadaluarsa akan dibakar ke insenerator yang bekerjasama dengan PT. ARAH.

III. REKOMENDASI DAN TINDAKLANJUT


Dari hasil monitoring peralatan kadaluarsa, single use menjadi re-use didapatkan di RS X
sudah baik dengan persentase 84 % tetapi akan tetap mensosialisasikan SPO peralatan
single use – re use.

Medan, Desember 2016


IPCN RS X

…………………………………