Anda di halaman 1dari 27

i

KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL MAHASISWA


BIOLOGY INNOVATION AND RESEARCH COMPETION 2

JUDUL KARYA :

Modernisasi KUD Susu dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan


Perekonomian Peternak Sapi Perah (Studi Kasus Kabupaten Malang, Jawa Timur)

Disusun oleh:

Asyahrianto Satria Yudha Prakoso/ 165050107111038/ Angkatan 2016

Diva Fardiana Risa/ 165150201111065/ Angkatan 2016

Devi Mufidah Juhriyah/ 163140114111018/ Angkatan 2016

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2017

i
ii
iii

iii
iv

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Alloh SWT
yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya mampu
menyelesaikan karya tulis ilmiah ini ini yang berjudul “Modernisasi KUD Susu
dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Perekonomian Peternak Sapi Perah
(Studi Kasus Kabupaten Malang, Jawa Timur)” dengan lancar. Hal ini disusun
dalam rangka lomba karya tulis ilmiah BORN 2 di Universitas Jember.

Penulis menyadari bahwa selesainya karya ilmiah kami ini tidak lepas dari
dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini ,
dengan segala kerendahan hati, penulis menyampaikan banyak-banyak
terimakasih kepada dosen pembimbing dan pimpinan Universitas Brawijaya. Dan

Kami menyadari bahwa dalam penulisan karya ilmiah ini masih banyak
kekurangan dan juga memohon maaf apabila ada kesalahan mengenai kepenulisan
kata dan bahasa yang dirasa tidak mengerti. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
bersifat membangun sangat diperlukan demi kesempurnaan karya ilmiah ini, dan
akan kami terima dengan senag hati. Semoga hasil karya tulis ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan
perekonomian peternak.

Malang, 25 April 2017

Penulis

(Tim Universitas Brawijaya)


v

DAFTAR ISI

Halaman Judul....................................................................................................... i
Lembar Pengesahan .............................................................................................. ii
Lembar Orisinalitas .............................................................................................. iii
Kata Pengantar ...................................................................................................... iv
Daftar Isi................................................................................................................ v
Abstrak .................................................................................................................. 1
BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................... 2

1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................ 4


1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 4
1.3 Tujuan ................................................................................................... 4
1.4 Luaran yang Diharapkan ....................................................................... 4
1.5 Manfaat ................................................................................................. 4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 5
2.1 Peran Koperasi ....................................................................................... 5
2.2 Modernisasi Koperasi ............................................................................ 6
2.3 Kondisi Kesejahteraan Peternakan Rakyat ............................................ 6
2.4 Hubungan Fungsi Koperasi dengan Peternakan Rakyat ........................ 7
2.5 Kualitas Pelayanan ................................................................................. 7
BAB 3 METODE PENELITIAN ......................................................................... 8
3.1 Lokasi Implementasi .............................................................................. 8
3.2 Tahapan Implementasi ........................................................................... 8
3.3 Metode Pengumpulan Data .................................................................... 9
3.4 Teknik Analisis Data ....................................................................... .......9
3.5 Bentuk Modernisasi KUD .................................................................... 10
a. Bidang Teknologi ........................................................................... 10
b. Bidang Pengembangan Fungsi Koperasi ....................................... 11
c. Bidang Kualitas Pelayanan ............................................................. 11
BAB 4 Hasil dan PEMBAHASAN . ................................................................... 12
BAB 5 PENUTUP .............................................................................................. 14
5.1 Kesimpulan ......................................................................................... 14
5.2 Saran ..................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. ...........15
LAMPIRAN-LAMPIRAN.................................................................................. 16

v
Modernisasi KUD Susu dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan
Perekonomian Peternak Sapi Perah (Studi Kasus Kabupaten Malang, Jawa
Timur)
Asyahrianto Satria Y.P. Diva Fardiana Risa, Devi Mufidah Juhriyah
Universitas Brawijaya,
Jl. Veteran, Malang
E-mail: prakoso14@gmail.com

RINGKASAN
Koperasi Unit Desa (KUD) merupakan salah satu pilar perekonomian
yang berperan penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Hak
tersebut tercermin dari Fungsi koperasi yang tercantum dalam UU No. 25/1992
yang di antaranya adalah : "Membangun dan mengembangkan potensi dan
kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya
untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya" (UU Perkoperasian).
Namun pada kenyataannya fungsi koperasi masih belum maksimal dikarenakan
ada banyak isu yang dihadapi koperasi dalam jangka menengah kedepan yaitu: a)
masalah akses dan perlunya transfer teknologi; b) masalah pengembangan dan
peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang kurang maksimal; c) akses ke
sumber keuangan; d) akses ke pasar termasuk ke pasar global.
Suatu sistem modernisasi dapat diketahui dengan cara membandingkan
suatu sistem manajemen pengelolaan yang sudah maju. Hal inilah kami
mengetahui pokok permasalahan dan solusi bagi koperasi yang sedang
berkembang agar seperti KUD yang sudah maju. Suatu inovasi ini akan
dituangkan dalam bentuk pemberian sosialisasi secara berkelanjutan dan mencoba
mempererat suatu hubungan antara pengurus koperasi dan anggota koperasi.
Setelah KUD dapat mengetahui sistem modernisasi diharap KUD yang
berkembang dapat memperbaiki dan meningkatkan kinerja pengelolaan yang
sedang dijalankan, jika modernisasi dapat diterapkan maka KUD tidak
bolehmenghilangkan prinsip utama koperasi, yakni mensejahterakan anggota
bukan mengarah ke provit
Tahap implementasi yang akan dilakukan sebagai berikut: melakukan
penelitian kepada KUD yang maju, melakukan perbandingan dengan KUD
berkembang, mengidentifikasi dan medata KUD susu di Kabupaten Malang,
bekerja sama dengan dinas terkait, sosialisasi dengan KUD, upaya
pengintegrasian KUD se Kabupaten Malang, dan pelaksanaan modernisasi KUD.
Modernisasi KUD ini memberikan upaya integrasi agar KUD yang ada di
kabupaten Malang menjadi berkembang dan sesuai dengan visi misi koperasi.

Kata Kunci: Koperasi,Modernisasi, Kesejahteraan anggota koperasi


2

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perekonomian merupakan faktor penentu berkembangnya suatu
negara. Perekonomian suatu negara berkembang dengan baik dapat dilihat dari
kondisi kesejahteraan ekonomi dari masyarakat juga berkembang.Pertumbuhan
perekonomian Indonesia didukung dari 2 sektor yaitu dari perusahaan besar dan
dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM memiliki peranan yang
sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Sektor UMKM memberikan
kontribusi yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia pada masa krisis,
yang mana UMKM memiliki daya tahan menghadapi krisis ekonomi yang terjadi
karena UMKM tidak banyak memiliki ketergantungan pada faktor eksternal
seperti hutang dalam valuta asing, dan bahan baku impor dalam melakukan
kegiatan operasionalnya (Malik, 2008). Sektor UMKM lebih sering
memanfaatkan berbagai aspek – aspek di dalam sumber daya alam dan padat
karya seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perdagangan. KUD susu
merupakan salah satu bentuk dari sektor UMKM di bidang peternakan.
Koperasi Unit Desa (KUD) merupakan salah satu pilar perekonomian
yang berperan penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Hak
tersebut tercermin dari Fungsi koperasi yang tercantum dalam UU No. 25/1992
yang di antaranya adalah : "Membangun dan mengembangkan potensi dan
kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya
untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya" (UU Perkoperasian).
Namun pada kenyataannya fungsi koperasi masih belum maksimal dikarenakan
Ada banyak isu yang dihadapi koperasi dalam jangka menengah kedepan yaitu: a)
masalah akses dan perlunya transfer teknologi; b) masalah pengembangan dan
peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang kurang maksimal; c) akses ke
sumber keuangan; d)a akses ke pasar termasuk ke pasar global (Jauhari, 2013).
Dalam meningkatkan kinerja Koperasi Unit Desa (KUD), banyak sekali kendala
yang dihadapi seperti kendala yang berhubungan dengan akses ke keuangan
(pendanaan atau usaha), teknologi produksi, keterampilan, pemasaran, dan akses
3

informasi.Di daerah pedesaan Koperasi Unit Desa memiliki potensi untuk


berkembang, namun keterbatasan teknologi, memiliki infrastruktur yang rendah
serta kapasitas untuk melayani pasar itu kecil (Munizu, 2010)
Hal inilah yang kemudian mengakibatkan KUD di Indonesia secara umum
mengalami penurunan kinerja dan tidak sedikit yang hanya tinggal papan nama
(Herlambang, 2012). Hal ini berlaku pula bagi KUD di Kabupaten Malang, Jawa
Timur ditemukan bahwa terdapat 13 KUD susu yang ada di Kabupaten Malang
namaun, tidak sedikit pula KUD yang bertahan khususnya KUD susu, bahkan
masih cenderung berkembang dan pula ada yang sudah maju. Melihat fenomena
semacam ini, KUD susu layak diperankan kembali sebagaimana konsep awalnya.
KUD susu perlu dilakukan revitalisasi baik internal KUD sendiri maupun
stakeholder, serta pemerintah. Hal ini sangat dibutuhkan reformasi KUD sebagai
lembaga ekonomi berparadigma baru yang mampu melindungi dan memfasilitasi
usaha anggota dalam sistem bisnis yang modern dari hulu sampai hilir untuk
meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan peternak, maka dari itu dibentuknya
suatu inovasi modernisasi di bidang teknologi yaitu suatu website yang bertujuan
sebagai suatu sistem integrasi KUD susu yang ada di Kabupaten Malang menjjadi
koperasi yang memilki kesatuan dalam meningkatkan kesejahteraan
perekonomian rakyat dan juga peningkatan pendapatan peternak.
Kinerja koperasi haruslah lebih didasarkan pada kesuksesan pencapaian
misi secara luas daripada sekedar perolehan keuntungan. Modernisasi koperasi
bisa saja dalam bentuk pengelolahan organisasi yang terstrukktur, sistem
administrasi yang terbentuk dan dikelola seperti perusahaan, menggunakan dan
memanfaatkan sistem teknologi informasi, dan koperasi dapat menjalin kemitraan
tetapi tetap tujuan diadakannya modernisasi KUD bukan mencari provit pada
pengurus KUD melainkan mementingkan memenuhi kepentingan kesejahteraan
perekonomian rakyat dan anggota, memasok beberapa kebutuhan peternak dan
memudahkan peternak sehingga dapat meningkatkan produksi lalu meningkatkan
pendapatan peternak itu sendiri. Sistem modernisasi diharapkan dapat mendorong
pelaku usaha menjadi lebih sejahtera dan mampu bersaing di pasar bebas. .
4

1.2 Rumusan Masalah


Permasalahan dari penelitian yang akan dilaksanakan ini yaitu bagaimana
bentuk modernisasi KUD susu untuk meningkatkan pendapatan peternak dan
membangun kesejahteraan perekonomian peternak di Kabupaten Malang.
1.3 Tujuan
Tujuan dari inovasi modernisasi KUD yang akan dilaksanakan ini yaitu untuk
mengetahui bagaimana bentuk modernisasi KUD (Koperasi Unit Desa) untuk
meningkatkan pendapatan peternak susu sapi dan membangun kesejahteraan
perekonomian peternak di Kabupaten Malang.
1.4 Luaran yang diharapkan
1. Memberikan inovasi baru tentang penerapan bentuk modernisasi KUD
melalui sosialisasi dan kerja sama dengan dinas peternakan Kabupaten
Malang
2. Memberikan kemajuan dan meningkatkan kualitas di bidang teknologi,
jaringan, pengelolalan manajemen, pelayanan dan pengelolaan sumber
daya manusia.
3. Menjadikan inovasi yang ada di Kabupaten Malang dapat dicontoh oleh
KUD lain yang ada di Indonesia khususnya pada KUD yang sedang
berkembang
1.5 Keunggulan
1. Bagi KUD
Memberikan informasi mengenai pengaruh modernisasi KUD (Koperasi
Unit Desa) untuk meningkatkan pendapatan peternak dan membangun
kesejahteraan perekonomian peternakan rakyat di Kabupaten Malang.
2. Bagi peternak:
Memotivasi peternak sapi perah lokal untuk membangkitkan semangat
agar mampu bersaing di pasar bebas dan mengubah perekonomian
peternakan rakyat menjadi meningkat.
3. Bagi masyarakat umum:
Memberi wawasan dan ilmu baru mengenai solusi untuk meningkatkan
pendapatan dan membangun kesejahteraan peternak sapi perah di
indonesia melaui publikasi jurnal dan artikel ilmiah.
5

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Peran Koperasi


Pengembangan agribisnis sapi perah dapat dilakukan dengan
meningkatkan pendapatan peternak yang secara tidak langsung akan berdampak
pula terhadap peningkatan produksi susu nasional. Peningkatan pendapatan
peternak sebagaimana terah diuraikan sebelumnya dapat dilakukan apabila
didukung oleh penyediaan bibit sapi perah betina, penyediaan pakan yang
berkualitas dan pembinaan peternak secara berkelanjutan. Kesemuanya ini
merupakan salah satu peran dan tanggung jawab koperasi susu, yang tidak hanya
sebatas pada penampungan pemasaran susu produksi peternak, tetapi juga
memberdayakan peternak agar mampu memperoleh pendapatan yang memadai.
Pembinaan peternak oleh koperasi susu selama ini telah berjalan, namun masih
perlu diintensifkan (Rusdiana, 2009).

Peningkatan pendapatan peternak lokal dapat dilakukan apabila di dukung


oleh penyediaan bibit sapi perah betina, penyediaan pakan yang berkualitas dan
pembinaan peternak secara berkelanjutan (Rusdiana 2009). Hal ini merupakan
salah satu peran dan tanggung jawab koperasi susu, yang tidak hanya sebatas pada
penampungan dan pemasaran susu produksi ternak, namun juga harus
memperdayakan peternak agar mampu memperoleh pendapatan yang memadai.
Koperasi Susu dengan Gabungan Koperai Susu Indonesia yang sidah berdiri
puluhan tahun dan dibantu fasilitas pemerintah, perlu berbenah diri atau berubah
sebagai unit pengelola pemasaran produk ternak yang modern dan efisien yang
juga bertanggung jawab dengan menggunakan kriteria keberhasilan dengan
indikator ekonomi (Rusdiana 2009).

Koperasi Unit Desa (KUD) merupakan salah satu pilar perekonomian


yang berperan penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Hak
tersebut tercermin dari Fungsi koperasi yang tercantum dalam UU No. 25/1992
yang di antaranya adalah : "Membangun dan mengembangkan potensi dan
kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya
6

untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya" (UU Perkoperasian)


(Jauhari, 2013)

2.2 Modernisasi Koperasi


Paradigma koperasi haruslah mengalami perubahan. Koperasi dapat saja
dianggap sebuah perusahaan, tetapi definisi perusahaan itu harus lebih luas.
Dalam konteks koperasi susu dengan anggota spesifik adalah pengusaha sapi
perah maka definisi perusahaan adalah usaha-usaha anggota itu dan koperasi
berfungsi memberikan pelayanan manajemen input dan output. Paradigma
koperasi yang baru adalah meletakkan koperasi sebagai pelayan yang
mengandalkan sosial dan keuntungan bersama. Koperasi tidak perlu menjadi
besar, cukup konstan tetapi stabil dan usaha anggotanya yang terus tumbuh
bertambah besar (Yusdja, 2005).

Langkah – langkah yang dilakukan dalam terjadinya modernisasi pedesaan


adalah menghidupkan KUD tetapi KUD sekarang banyak yang setengah resmi
dan tidak didukun oleh petani atau peternak sebagai pelaku usaha. Hal ini
dibutuhkan kerja sama dari pemerintah dan didukung oleh pelaku usaha agar
program - program yang dilaksanakan mendapatkan hasil yang baik. Sementara
ini modernisasi pedesaan masih kurang di bidang teknologi. Pengantaran
teknologi harus dilakukan intensif dan efektif dalam usahaa peternakan maupun
pertanian. Modernisasi KUD dalam memperluas jaringan komunikasi karena
berhubungan dengan kerja sama mengenai hasil produksi. Semakin luas jaringan
dari koperasi tersebut maka semakin maju perekonomian desa tersebut.
Moderinisasi KUD harus dapat meningkatkan kualitas pelayanan agar pelaku
usaha termotivasi untuk mendukung kinerja dari KUD (Tjondronegoro, 1978)

2.3 Kondisi Kesejahteraan Peternakan Rakyat


Struktur industri peternakan untuk semua komoditas ternak domestik
sebagian besar (60-80 persen) tetap bertahan dalam bentuk usaha rakyat.
Usaha rakyat mempunyai ciri-ciri antara lain tingkat pendidikan peternak
rendah, pendapatan rendah, penerapan manajemen dan teknologi
konvensional, lokasi ternak menyebar luas, ukuran skala usaha relatif sangat
kecil serta pengadaan input utama yakni HMT yang masih tergantung pada
7

musim, ketersediaan tenaga kerja keluarga, penguasaan lahan HMT yang


terbatas, produksi butir-butiran terbatas dan sebagian tergantung pada impor
(Yusdja, 2006).

Tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari berbagai komponen


yang dapat menggambarkan apakah masyarakat tersebut sudah berada pada
kehidupanyang sejahtera atau belum. Komponen yang dapat dilihat antara lain
keadaanperumahan di mana mereka tinggal, tingkat pendidikan, dan kesehatan.
Biro Pusat Statistik (2000) menyatakan bahwa komponen kesejahteraan yang
dapat dipakai sebagai indikator kesejahteraan masyarakat adalah kependudukan,
tingkat kesehatan dan gizi masyarakat, tingkat pendidikan, ketenaga kerjaan, taraf
dan pola konsumsi masyarakat, keadaan perumahan dan lingkungan, dan keadaan
sosial budaya.

Terdapat komponen lain yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan


masyarakat misalnya luas kepemilikan lahan. Hal ini dimungkinkan karena dilihat
dari segi ekonomi, lahan/tanah merupakan earning asset yang dapat digunakan
untuk menghasilkan pendapatan,sedangkan dilihat dari segi sosial, lahan/tanah
dapat menentukan status sosialseseorang terutama di daerah pedesaan. Sedangkan
pada peternak sapi perah, yang dijadikan sebagai earning assetadalah sapi
perahnya karena sapi perah dapat menghasilkan pendapatan dari hasil susu yang
diperah dan sekaligus dijadikan penyangga peternak bila kekurangan modal
dengan menjual ternaknya. Oleh karena itu, antara struktur pendapatan dengan
jumlah kepemilikan sapi perah terdapat kaitan yang erat (Firman, 2006).

2.4 Hubungan fungsi koperasi dengan peternakan rakyat


Fungsi fungsi koperasi memiliki hubungan positif yang sangat nyata
dengan keberdayaan peternakan sapi perah. Hal ini berarti semakin fungsi fungsi
koperasi berjalan dengan baik, maka semakin baik pula keberdayaan peternak.
Fungsi fungsi koperasi ini mencakup fungsi pengembangan keanggotaan, fungsi
pengembangan kelompok, fungsi pengembangan kerjasama, dan fungsi
pengembangan partisipasi menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat
nyata (Yunasaf, 2006).
8

fungsi pengembangan keanggotaan merupakan fungsi koperasi dalam


mendorong peningkatan kualitas sumber daya anggota misalnya pemberian
informasi dan pelaksanaan penyuluhan secara berkesinambungan terhadap
peternak Fungsi pengembangan kelompok mencakup upaya koperasi di dalam
mendorong kelompok agar memliliki kemandirian misalnya pemberian dukungan
fasilitas untuk efektifnya kepemimpinan di kelompok peternak. Fungsi
pengembangan pelayanan merupakan fungsi koperasi di dalam meningkatkan
pelayanan kepada anggota dalam mendukung keberhasilan usaha beternak sapi
perah misalnya peningkatan pelayanan produksi dan kesehatan ternak. Fungsi
pengembangan kerjasama merupakan fungsi koperasi di dalam mengembangkan
kerjasama dengan pihak luar misalnya peningkatan di dalam kerjasam berupa
penyediaan sarana produksi atau teknologi. Fungsi pengembangan partisipasi
merupakan fungsi koperasi dalam mendorong keterlibatan anggota di dalam
mempengaruhi organisasi koperasi agar kesesuaian dengan kepentinagan anggota
misalnya membolehkan anggota di dalam membeli inputdi luar koperasi dan
menjual susu ke luar koperasi (Yunasaf, 2006).

2.5 Kualitas Pelayanan


Menurut Parasuraman et al (1988)., menyampaikan pandangannya bahwa
menawarkan kualitas pelayanan adalah strategi yang mendasar untuk sukses dan
bertahan dalam lingkungan persaingan bisnis yang ketat. Dengan melihat
faktor-faktor yang berpengaruh tersebut yaitu dengan meningkatkan
kualitas pelayanan kepada anggota koperasi mempunyai implikasi
terhadap kepuasan anggota koperasi. Menurut Parasuraman et al., (1988:
23) dikutip Bitner (1996: 118) menerangkan 5 dimensi kualitas pelayanan
dimana kompetensi, kesopanan, kredibilitas, dan keamanan disatukan
menjadi jaminan (assurance), sedangkan akses komunikasi dan
kemampuan memahami pelanggan dikategorikan sebagai empati
(emphaty).
9

BAB III
METODE PENULISAN

3.1 Lokasi Implementasi


Lokasi implementasi yang kami gunakan adalah Kabupaten Malang.
Kabupaten malang adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa timur.
Kabupaten Malang merupakan kabupaten terluas keduan di Jawa Timur.
Kabupaten Malang angatlah unggul di hasil pertanian, perkebunan dan
peternakan. Sektor peternakan menjadi sektor utama bagi penduduk Kabupaten
Malang. Banyak hasil dari sektor peternakan yang dihasilkan Kabupaten Malang,
misalnya :daging, telur,, susu , daging kelinci dan susu kambing. Hasil komoditi
ternak yang menonjol adalah susu. Berdasrkan data dari Dinas Peternakan (2013)
bahwa koperasi persusuan yang ada di Kabupaten Malang sekitar 16 KUD dari 33
kecamatan. Kenyataannya di Kabupaten Malang ada 13 yang aktif menjadi KUD
persusuan. Hal ini dibutuhkan langkah baru untuk lebih meningkatkan kinerja
koperasi agar tidak seperti KUD yang tidak aktif.
3.2 Tahapan Impementasi
Melakukan penelitian
mengenai KUD yang
sudah maju

Melakukan
perbandingan
antara KUD maju
dan berkembang Mengindntifikasi bidang
mana yang harus
ditingkatkan dan
Melakukan penyusunan mendata KUD susu di
laporan dan berkerja Kabupaten Malang
sama dengan dinas
peternakan Kab. Malang

Melakukan sosialisasi
dengan pihak pengurus
Melakukan upaya KUD dan anggota
integrasi KUD se-
Kabupaten Malang
dengan
menggunakan
Implementasi sistem
website
modernisasi KUD di Kab.
Malang
10

3.3 Metode Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data digunakan pada saat melakukan penelitian yang
bertujuan untuk mendapatkan data data yang bersifat relevan. Metode
pengumpulan data yang digunakan pada penelitian awal ini berasal dari sumber
data primer dan sumber data sekunder (Silalahi, 2015). Sumber data primer adalah
sumber yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, sedangkan
sumber data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung diberikan kepada
pengumpul data (Sugiyono, 2012 ). Pada penelitian ini, data primer diperoleh
melalui observasi dan wawancara mendalam, sedangkan data sekunder diperoleh
melalui studi literatur dan studi dokumentasi. Berikut merupakan tahapan rinci
pada tahap pengumpulan data:
a. Peneliti melakukan observasi (pengamatan). Terkait hal ini proses
kegiatan yang dilakukan oleh KUD yang sudah maju. Pengamatan ini
meliputi pengelolaan SDM, teknologi, pelayanan, dan jaringan. Hal ini
bertujuan sebagai pembelajaran bagi KUD yang sedang berkembang
b. Peneliti melakukan wawancara secara mendalam. Hal ini dilakukan dari
sudut pandang masyarakat mengenai keadaan perekonomian di wilayah
KUD yaang sudah maju. Selain itu, peneliti melakukan dari sudut
pandang KUD mengenai menjaga hubungan antara anggota koperasi.
c. Peneliti melakukan studi literatur dan dokumentasi mengenai sistem
modernisasi KUD yang akan dilaksanakan di Kabupaten Malang. Hal ini
dengan cara membandingkan dari hasil observasi dan studi literatur .
3.4 Teknik Analisis Data
Teknik penyajian dilakukan dengan cara menkoding data yang telah
dituangakan dalam bentuk narasi. Kemudian data yang telah dipilah di
komparasikan dengan teori yang diambil sehingga dalam penyajiannya
menghasilkan data yang akurat. Dalam pengujian akurasi data sebuah laporan
perlu mengalami proses reliabilitas dan validitas. Reabilitas dan validitas data
menunjukkan mutu seleuruh proses pengumpulan data dalam suatu penelitian,
mulai dari penjabaran konsep-konsep sampai data siap untuk dianalisis (Effendi,
1982) .
11

Setelah dilakukannya analisis, tahap selanjutnya melakukan rancangan


implementasi mengenai modernisasi KUD yang pelaksanaan didasari oleh
pembelajaran yang didapatkan dari penelitian KUD yang sudah maju yang
terdapat di Kabupaten Malang. Setelah melakukan rancangan tahap selanjutnya
berkerja sama dengan dinas terkait dan juga melakukan sosialisasi mengenai
penerapan modernisasi KUD dengan tambahan upaya integrasi dengan KUD
persusuan yang terdapat di Kabupaten Malang. Pelaksanaan inovasi modernisasi
KUD susu ini dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat yang
berprofesi peternak dan juga semakin maju sistem nmodernisasi yang dibentuk
semakin maju pula perekonomian. Upaya integrasi tersebut agar KUD yang
terdapat di Kabupaten Malang sesuai dengan visi misi koperasi karena banyak
sekali koperasi yang sudah maju beralih fungsi menjadi perusahaan.
3.5 Bentuk Modernisasi KUD
a. Bidang Teknologi

Gambar 3.1

Website ini merupakan suatu inovasi di bidang teknologi yang didalamnya


merupakan forum komunikasi yang dilakukan oleh KUD susu yang ada di
Kabupaten Malang. Website tersebut memberikan peluang bagi KUD untuk
mempertunjukkan suatu produk yang dihasilkan. Website tersebut juga terdapat
profil masing masing KUD persususan yang di Kabupaten Malang yang meliputi:
lokasi KUD, jumlah anggota , jumlah pengurus, stasistik pendapatan, kerja sama,
dan visi misi.
12

b. Bidang Pengembangan Fungsi Koperasi

Gambar 3.2

Pengembangan fungsi koperasi meliputi mencakup fungsi pengembangan


keanggotaan, fungsi pengembangan kelompok, fungsi pengembangan kerjasama,
dan fungsi pengembangan partisipasi.
c. Kualitas Pelayanan

Gambar 3.2

Kualitas pelayanan yang diberikan koperasi ini harus dengan melihat


faktor-faktor yang berpengaruh tersebut yaitu dengan meningkatkan kualitas
pelayanan kepada anggota koperasi mempunyai implikasi terhadap kepuasan
anggota koperasi.
13

BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN

Berdasarkan gambar 3.1 bahwa website tersebut merupakan suatu inovasi


di bidang teknologi yang didalamnya merupakan forum komunikasi yang
dilakukan oleh KUD susu yang ada di Kabupaten Malang. Website tersebut
memberikan peluang bagi KUD untuk mempertunjukkan suatu produk yang
dihasilkan. Website ini merupakan suatu inovasi di bidang teknologi yang
didalamnya merupakan forum komunikasi yang dilakukan oleh KUD susu yang
ada di Kabupaten Malang. Website tersebut memberikan peluang bagi KUD
untuk mempertunjukkan suatu produk yang dihasilkan. pemberian inovasi dalam
berupa website ini memberikan suatu bentuk dari modernisasi KUD agar KUD
yang ada di Kabupaten Malang memiliki suatu kekuatan wilayah menjadi daerah
yang terkenal akan kaya produksi susu. Selain itu , terdapat manfaat lain, antara
lain: (1) Kinerja koperasi menjadi lebih mudah . (2) Meningkatnya relasi ataupun
kerja sama yang ada di KUD persusuan Kabupaten Malang. (3) Memperkuat dan
mempermudah jaringan komunikasi. (4) Kinerja koperasi menjadi sesuai dengan
visi misi. (5) Pemberian pameran produk pada halaman website sehingga masing
masing KUD termotivasi untuk membuat hasil produksi. (6) Meningkatkan
eksistensi dari KUD yang ada di Kabupaten Malang.
Berdasarkan gambar 3.2 bahwa fungsi pengembangan keanggotaan
merupakan fungsi koperasi dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya
anggota misalnya pemberian informasi dan pelaksanaan penyuluhan secara
berkesinambungan terhadap peternak. Fungsi pengembangan kelompok
mencakup upaya koperasi di dalam mendorong kelompok agar memliliki
kemandirian misalnya pemberian dukungan fasilitas untuk efektifnya
kepemimpinan di kelompok peternak. Fungsi pengembangan kerjasama
merupakan fungsi koperasi di dalam mengembangkan kerjasama dengan pihak
luar misalnya peningkatan di dalam kerjasam berupa penyediaan sarana produksi
atau teknologi. Fungsi pengembangan partisipasi merupakan fungsi koperasi
dalam mendorong keterlibatan anggota di dalam mempengaruhi organisasi
koperasi agar kesesuaian dengan kepentingan anggota misalnya membolehkan
14

anggota di dalam membeli input di luar koperasi dan menjual susu ke luar
koperasi.
Berdasarkan gambar 3.3 bahwa pengembangan pelayanan merupakan
fungsi koperasi di dalam meningkatkan pelayanan kepada anggota dalam
mendukung keberhasilan usaha beternak sapi perah misalnya peningkatan
pelayanan produksi dan kesehatan ternak. Misalnya, KUD susu memberikan
penyuluhan, sosialisasi, penyediaan ib, dan penyediaan pakan yang berkualitas
agar pertumbuhan produksi meningkat. Terdapat faktor yang mempengaruhi
kualitas pelayanan antara lain: nilai dan budaya, proses kerja dan sistem bisnis,
kepatian jumlah individu dan tim, penghargaan dan pengalaman, proses
manajemen dan sistem. Pembelajaran tersebut kami dapatkan dari penelitian
dengan KUD yang sudah maju mengenai kualitas pelayanan dan nantinya sebagai
upaya bentuk modernisasi KUD yang ada di Kabupaten Malang. Semakin baik
kualitas pelayanan yang diberikan semakin anggota koperasi susu yang
termotivasi untuk mendukung kemajuan dari koperasi tersebut. Kualitas
pelayanan ini dilakukan agar pelanggan merasa tertarik ataupun merasa kepuasan
dengan kualitas pelayanan yang diberikan.
15

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
 Kinerja koperasi haruslah lebih didasarkan pada kesuksesan pencapaian
misi secara luas daripada sekedar perolehan keuntungan. Modernisasi
koperasi bisa saja dalam bentuk pengelolahan organisasi yang terstrukktur,
sistem administrasi yang terbentuk dan dikelola seperti perusahaan,
menggunakan dan memanfaatkan sistem teknologi informasi, dan koperasi
dapat menjalin kemitraan tetapi tetap tujuan diadakannya modernisasi
KUD bukan mencari provit pada pengurus KUD melainkan
mementingkan memenuhi kepentingan kesejahteraan perekonomian rakyat
dan anggota.
 Modernisasi KUD dapat memberikan kemajuan dan meningkatkan
kualitas di bidang teknologi, jaringan, pengelolalan manajemen, pelayanan
dan pengelolaan sumber daya manusia.
 Tahap implementasi yang akan dilakukan sebagai berikut: melakukan
penelitian kepada KUD yang maju, melakukan perbandingan dengan KUD
berkembang, mengidentifikasi dan medata KUD susu di Kabupaten
Malang, bekerja sama dengan dinas terkait, sosialisasi dengan KUD,
upaya pengintegrasian KUD se Kabupaten Malang, dan pelaksanaan
modernisasi KUD.
 Modernisasi KUD ini memberikan upaya integrasi agar KUD yang ada di
kabupaten Malang menjadi berkembang dan sesuai dengan visi misi
koperasi
5.2 Saran
 Pengaplikasian modernisasi KUD susu ini harus mendapatkan dukungan
dari seluruh pihak. Terutama dari kelembagaan UMKM sebagai penggerak
perekonomian rakyat. Setiap tahun nya modernisasi ini harus diperbahrui
lagi dengan seiring pertumbuhannya teknologi.
 Pihak KUD susu agar lebih berkomitmen lagi dengan visi misi koperasi
jangan sampai KUD yang sudah merasa maju beralih fungsi menjadi
perusahaan yang mencari provit atau keuntungan.
16

BAB V1
DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Masri Singarimbun dan sofian. 1982. Metode Penelitian survey. Jakarta:
LP3ES
Firman, Achmad., Linda Herlina. 2006. Analisis Kemiskinan dan Ketimpangan
Distribusi Pendapatan Pada Peternak Sapi Perah. Fakultas Peternakan
Universitas Padjajaran.
Herlambang, Andri. Peningkatan Peran Koperasi Unit Desa (KUD) Dalam
Perekonomian Desa Di Kabupaten Jombang. Bidang Ekonomi Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang.
Jauhari, Hasan. 2013. Strategi Pemberdayaan Koperasi Menuju Global Coop
Infokop. Vol 1(23) : 36-49.
Malik, Tajuddin. 2008. Pengaruh Pemberian Kredit Kepada Sektor Usaha Mikro,
Kecill, dan Menengah Terhadap Kinerja Keungan Perbankan di
Sulawesi Selatan. Jurnal STIE LIPI. Vol.5(2): 65 – 75.
Munizu, Musran. 2010. PengaruhFaktor – Faktor Eksternal dan Iternal Terhadap
Kinerja Usaha Mikro dan Kecil (UMKM) di Sulawesi Selatan. Jurnal
Manajemen dan Kewirausahaan. Vol. 12(1): 33 – 41
Parasuraman, Et, al. (1988). Zeithmal and Bitner (1996). Konsep dan
Teknik Pengukuran Kualitas Produk Jasa. Kajian Bisnis dan
Manajemen. Vol 4(1) : 55-56
Rusdiana, S., Wahyuni K. Upaya Pengembangan Agribisnis Sapi Perah dan
Peningkatan Produksi Susu Melalui Pemberdayaan Koperasi Susu. Pusat
Penelitian dan Pengembangan Peternakan
Silalahi, Dr. Ulber. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif . Bandung: Refika
Aditama
Sugiyono, Prof. Dr.(2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Bandung: Alfabeta
Tjondronegoro, Soediono M.P. 1978. Modernisasi Pedesaan. Jakarta: Prisma 3
Yunasaf, Unang. 2006. Hubungan Fungsi – Fungsi Koperasi Dengan
Keberdayaan Peternak Sapi Perah. Jurnal Ilmu Ternak. 6(2): 150 - 157
Yusdja, Yusmichad. 2005. Kebijakan Ekonomi Industri Agribisnis Sapi Perah di
Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian. 3(3):257-26
Yusdja, Yusmichad., Nyak Halim. 2006. Arah Kebijakan Pembangunan
Peternakan Rakyat. Analisis Kebijakan Pertanian. 1(4):18-38.
17

A. . Identitas Ketua Kelompok

1. Nama Lengkap Asyahrianto Satria Yudha Prakoso


2. Jenis Kelamin Laki – Laki
3. Program Studi Peternakan
4. NIM 165050107111038
5. Tempat Tanggal Lahir Sidoarjo, 07 Juli 1998
6. Email Prakoso14@gmail.com
7. Nomor Telepon/HP 081335145320
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD Hang Tuah 9 SMP Negeri 5 SMA Negeri 1
Sidoarjo Krembung
Jurusan IPA
Tahun Masuk 2004-2010 2010-2013 2013-2016
Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No. Nama Pertemuan Ilmiah Judul Artikel Waktu dan
Ilmiah Tempat

D. Penghargaan 10 Tahun Terakhir


No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
Penghargaan

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarbenarnya untuk memenuhhi
salah satu persyaratan dalam pengajuan karya tulis ilmiah .

Malang, 25 April 2017

(Asyahrianto Satria Yudha Prakoso)


18

A. Identitas Anggota Kelompok

1. Nama Lengkap Devi Mufidah Juhriyah


2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Program Studi Vokasi – Bahasa Inggris
4. NIM 163140114111018
5. Tempat Tanggal Lahir Pasuruan, 27 Februari 1998
6. Email Devimufidah27@gmail.com
7. Nomor Telepon/HP 082132493596

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN Sumbersari1 SMP Negeri 1 Beji SMA Negeri 1
Bangil
Jurusan IPA
Tahun Masuk 2004-2010 2010-2013 2013-2016
Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No. Nama Pertemuan Ilmiah Judul Artikel Waktu dan
Ilmiah Tempat

D. Penghargaan 10 Tahun Terakhir


No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
Penghargaan

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarbenarnya untuk memenuhhi
salah satu persyaratan dalam pengajuan karya tulis ilmiah .

Malang, 25 April 2017

Devi Mufidah Juhriyah


19

A. Identitas Anggota Kelompok

1. Nama Lengkap Diva Fardiana Risa


2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Program Studi Teknik Informatika
4. NIM 165150201111065
5. Tempat Tanggal Lahir Pasuruan, 07 Maret 2000
6. Email divafardiana7@gmail.com
7. Nomor Telepon/HP 085853174973

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD Maarif Jogosari MTs Unggulan MA Unggulan
Pandaan Amanatul Ummah Amanatul
Ummah
Jurusan IPA
Tahun Masuk 2006-2012 2012-2014 2014-2016
Lulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No. Nama Pertemuan Ilmiah Judul Artikel Waktu dan
Ilmiah Tempat

D. Penghargaan 10 Tahun Terakhir


No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
Penghargaan
1. Juara 3 Olimpiade Matematika Departemen 2013
(Kompetisi Sains Madrasah) Agama
2. Juara 5 Try Out se Gerbang Amanatul Ummah 2016
Kertasusila
3. Top 10 MedSpin Universitas 2016
Airlangga
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarbenarnya untuk memenuhhi
salah satu persyaratan dalam pengajuan karya tulis ilmiah .
Malang, 25 April 2017

Diva Fardiana Risa


20
21